cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,289 Documents
GAMBARAN KESEHATAN MENTAL PADA REMAJA KELAS XII JURUSAN PEKERJA SOSIAL DI SMKN 7 SURAKARTA Sholikha Dela Aprilia; Fitroh Rohman Adi Saputro
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 2 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i2.61061

Abstract

Masa remaja merupakan tahapan perkembangan yang strategis dalam mempersiapkan generasi yang sehat, tangguh dan produktif di masa mendatang. Guna mencapai kondisi tersebut, tidak cukup hanya memerhatikan kesehatan fisik saja, namun juga perlu memerhatikan kesehatan mental yang merupakan komponen penting dalam menentukan kualitas hidup dan kesejahteraan remaja. Survei yang dilakukan oleh I-NAMHS (Indonesia National Adolescent Mental Health Survey) tahun 2022 menunjukkan sebanyak 15,5 juta atau sekitar 34,9% remaja mengalami masalah kesehatan mental. Peserta didik di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) umumnya termasuk dalam fase remaja. Kesehatan mental memiliki peran penting dalam hal memengaruhi cara berpikir, merasakan, dan berperilaku individu dalam kehidupan sehari-hari yang selanjutnya berdampak pada individu dalam menghadapi stres, berinteraksi dengan orang lain, serta pengambilan keputusan dalam berbagai situasi kehidupan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kesehatan mental pada remaja kelas XII jurusan pekerja sosial di SMKN 7 Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Pengumpulan data menggunakan data primer kuesioner Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ). Analisis univariat disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil menunjukkan mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (62,5%) dan mayoritas responden berusia 18 tahun (67,2%). Skor kekuatan 56 orang (87,5%) dalam batas normal, kesulitan 46 orang (71,9%) dalam batas normal. Perlunya  dilakukan  skrining awal  kesehatan  mental  pada  remaja  di sekolah-sekolah dengan menggunakan Strengths & Difficulties Questionnaire (SDQ).
PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT, MENTAL HEALTH, AND WORK PRODUCTIVITY AMONG WORKING MOTHERS : A CROSS-SECTIONAL STUDY Nurul 'Afifah Hijami; Prasita Ayu Widyaningtyas
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 2 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i2.61226

Abstract

Ibu yang bekerja menghadapi tantangan unik dalam menyeimbangkan tanggung jawab pekerjaan dan keluarga, yang dapat berdampak negatif terhadap kesehatan mental dan produktivitas kerja. Bukti mengenai faktor pelindung bagi populasi ini masih terbatas dalam konteks Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara persepsi dukungan organisasi, tekanan psikologis, dan penurunan produktivitas kerja pada ibu yang bekerja di Indonesia. Dalam studi potong-lintang (cross-sectional) ini, 163 ibu yang bekerja dari berbagai sektor pekerjaan berpartisipasi. Data dikumpulkan menggunakan tiga instrumen yang telah divalidasi: Depression Anxiety Stress Scale (DASS-21; Cronbach's α=0,74), kuesioner Work Productivity and Activity Impairment (WPAI) (Cronbach's α=0,74), dan Skala Perceived Organizational Support (POS) (Cronbach's α=0,70). Uji Shapiro-Wilk mengonfirmasi distribusi data yang tidak normal; oleh karena itu, korelasi Spearman's rho digunakan untuk analisis bivariat. POS menunjukkan korelasi negatif yang signifikan dengan depresi (r=−0,391; P<0,001), kecemasan (r=−0,359; P<0,001), stres (r=−0,285; P<0,001), dan penurunan produktivitas (r=−0,306; P<0,001). Ketiga dimensi kesehatan mental tersebut saling berkorelasi kuat (r=0,683–0,738; P<0,001). Di antara variabel demografis, hanya usia yang berkorelasi signifikan dengan penurunan produktivitas (r=−0,232; P=0,003), sedangkan jumlah anak menunjukkan korelasi positif dengan POS (r=0,157; ​​P=0,045). Persepsi dukungan organisasi memainkan peran pelindung yang signifikan terhadap tekanan psikologis dan penurunan produktivitas kerja pada ibu yang bekerja. Organisasi sebaiknya memprioritaskan peningkatan persepsi dukungan melalui kebijakan keseimbangan kerja-keluarga yang konkret dan praktik kepemimpinan yang suportif.
HUBUNGAN HEALTH BELIEF MODEL DENGAN PENCEGAHAN DIABETES MELITUS PADA FIRST DEGREE RELATIVES Bety Nilasari; Usastiawaty C.A.S Isnainy; Dhiny Easter Yanti
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 2 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i2.61554

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat. Data International Diabetes Federation tahun 2025 menunjukkan bahwa satu dari sembilan orang dewasa hidup dengan DM dan lebih dari 40% belum menyadari kondisinya. Kasus DM di Kabupaten Pesawaran hingga April 2026 tercatat 3.849 kasus, dengan jumlah tertinggi di wilayah kerja Puskesmas Kalirejo sebanyak 446 kasus. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan komponen Health Belief Model (HBM) dengan perilaku pencegahan DM pada first-degree relatives penderita DM. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 446 orang, dengan sampel 232 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan uji chi-square, serta multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 120 responden (51,7%) memiliki perilaku pencegahan DM kategori tinggi, 124 responden (53,4%) memiliki persepsi manfaat rendah, 125 responden (53,9%) memiliki persepsi hambatan rendah, 121 responden (52,2%) memiliki persepsi kerentanan tinggi, dan 117 responden (50,4%) memiliki persepsi keparahan tinggi. Terdapat hubungan antara persepsi manfaat (p=0,002 OR=2,3), persepsi hambatan (p=0,001 OR=3,8), persepsi kerentanan (p=0,001 OR=6,5), dan persepsi keparahan (p=0,002 OR=2,4) dengan perilaku pencegahan DM. Persepsi kerentanan merupakan faktor paling dominan yang berhubungan dengan perilaku pencegahan DM. Komponen HBM yang paling dominan berhubungan dengan perilaku pencegahan DM adalah persepsi kerentanan.
NIAT WANITA USIA SUBUR (WUS) MELAKUKAN PEMERIKSAAN HPV DNA DI PUSKESMAS Ika Puspita Sari; Lolita Sary; Christin Angelina
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 2 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i2.61556

Abstract

Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian pada perempuan. Sebanyak 36.000 kasus baru ditemukan di Indonesia setiap tahun dan sebagian besar terdiagnosis pada stadium lanjut. Cakupan pemeriksaan HPV DNA sebagai metode skrining dini masih rendah, termasuk di wilayah kerja UPTD Puskesmas Bunut Kabupaten Pesawaran yang baru mencapai 51% dari target. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan niat Wanita Usia Subur (WUS) melakukan pemeriksaan HPV DNA berdasarkan Theory of Planned Behavior. Penelitian kuantitatif menggunakan desain cross-sectional dengan populasi penelitian adalah WUS berusia 30–69 tahun, dengan sampel 231 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat, bivariat dengan uji chi-square, serta multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 136 responden (58,9%) memiliki niat rendah untuk melakukan pemeriksaan HPV DNA. Pengetahuan (p=0,013 OR=20), sikap (p=0,001 OR=2,8), norma subjektif (p=0,020 OR=2), dan persepsi kontrol perilaku (p=0,001 OR=4) berhubungan dengan niat pemeriksaan HPV DNA. Persepsi kontrol perilaku merupakan faktor yang paling dominan (p=0,001 OR=4,6). Peningkatan niat pemeriksaan HPV DNA perlu difokuskan pada penguatan persepsi kontrol perilaku melalui kemudahan akses, peningkatan keyakinan diri, edukasi, serta dukungan keluarga dan tenaga kesehatan.
EVALUASI PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP IMPLEMENTASI DIGITAL JOB SAFETY (JSA) BERBASIS QR CODE PADA PRAKTIKUM LABORATORIUM Nurul ‘Afifah Hijami
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 2 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i2.61557

Abstract

Job Safety Analysis (JSA) merupakan metode sistematis untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan menentukan tindakan pengendalian sebelum pekerjaan dilakukan. Penerapan JSA berbasis Quick Response (QR) Code di laboratorium pendidikan diharapkan meningkatkan aksesibilitas informasi keselamatan, namun evaluasi mengenai persepsi pengguna masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi persepsi mahasiswa terhadap implementasi JSA berbasis QR Code pada kegiatan praktikum di Laboratorium. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Sebanyak 190 mahasiswa yang telah menggunakan JSA berbasis QR Code menjadi responden penelitian. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang terdiri atas lima pernyataan dengan skala Likert lima poin dan dianalisis secara deskriptif menggunakan nilai rerata dan simpangan baku. Seluruh indikator menunjukkan nilai rerata di atas 4,00. Nilai rerata tertinggi terdapat pada indikator kemudahan memahami isi JSA (4,17 ± 0,765), diikuti kemampuan JSA membantu memahami bahaya (4,15 ± 0,776), kemudahan akses melalui QR Code (4,14 ± 0,774), kesiapan sebelum praktikum (4,12 ± 0,777), dan niat menggunakan kembali JSA (4,12 ± 0,791). Mahasiswa memberikan persepsi positif terhadap implementasi JSA berbasis QR Code. Digital JSA dinilai mudah diakses, mudah dipahami, serta mendukung pemahaman bahaya dan kesiapan sebelum praktikum, sehingga berpotensi menjadi media penyampaian informasi keselamatan di laboratorium pendidikan.
GAMBARAN PELAKSANAAN PROGRAM PRE EXPOSURE PROPHYLAXIS DALAM PENCEGAHAN HIV DI PUSKESMAS OESAPA Maria Skolastika Sindy Claudia Toda; Serlie K. A. Littik; Dominirsep O. Dodo
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 2 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i2.61608

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan program PrEP di Puskesmas Oesapa Kota Kupang berdasarkan teori implementasi kebijakan George C. Edwards III yang meliputi komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi, serta mengidentifikasi faktor penghambat pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling, terdiri dari 9 orang, yaitu 1 informan kunci (kepala puskesmas), 3 informan utama (penanggung jawab program HIV/AIDS, dokter, dan apoteker), serta 5 informan pendukung (petugas laboratorium dan 4 pengguna PrEP dari kelompok berisiko, yaitu lelaki seks dengan lelaki (LSL) dan wanita pekerja seks (WPS)). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program PrEP di Puskesmas Oesapa secara umum sesuai dengan keempat aspek teori Edwards III: komunikasi kebijakan tersampaikan secara berjenjang, jelas, dan konsisten; sumber daya manusia, fasilitas, dan logistik obat dinilai mendukung pelaksanaan layanan; disposisi pelaksana ditunjukkan melalui komitmen dan sikap non-diskriminatif; serta struktur birokrasi didukung pembagian tugas yang jelas, meskipun SOP khusus PrEP belum tersedia secara terpisah. Sempat terjadi kekosongan stok obat pada tahun 2024, namun hal ini belum mengganggu keberlangsungan layanan secara berarti karena dapat diatasi melalui koordinasi dengan Dinas Kesehatan. Hambatan yang lebih dominan bersumber dari faktor eksternal, yaitu stigma terhadap HIV, rendahnya keterbukaan kelompok berisiko dalam mengakses layanan, tingginya mobilitas pengguna, serta rendahnya kepatuhan kunjungan ulang.
GAMBARAN MINAT DAN PENGGUNAAN ANTREAN ONLINE APLIKASI MOBILE JKN PADA PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS SIKUMANA Keren Mawar Sharon Lomu Nifu; Dominirsep O. Dodo; Tasalina Y. P. Gustam; Fransiskus G. Mado
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 2 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i2.61688

Abstract

Transformasi digital dalam pelayanan kesehatan mendorong pemanfaatan fitur antrean online aplikasi Mobile JKN untuk meningkatkan efisiensi dan kemudahan akses. Namun, pemanfaatannya di Puskesmas Sikumana masih didominasi antrean manual. Selain itu, bukti empiris mengenai pengalaman layanan digital kesehatan di Nusa Tenggara Timur masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menggambarkan minat dan penggunaan antrean online Mobile JKN pada pasien rawat jalan di Puskesmas Sikumana Kota Kupang melalui integrasi TAM, UTAUT, TPB, dan ECT. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif. Sebanyak sepuluh informan dipilih secara purposive dan diwawancarai hingga saturasi data. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan dianalisis secara tematik deduktif menggunakan structural coding berdasarkan keempat teori. Hasil menunjukkan bahwa antrean online memberikan pengalaman positif terutama pada proses pendaftaran melalui penyederhanaan proses, kemudahan akses, kepastian nomor antrean, fleksibilitas waktu, dan kenyamanan. Sebagian besar informan menilai fitur mudah digunakan, didukung perangkat dan akses internet, serta memperoleh bantuan keluarga maupun petugas. Namun, penggunaan belum sepenuhnya mandiri dan konsisten, terutama pada informan pralansia yang masih memerlukan bantuan keluarga dan dapat kembali menggunakan antrean manual. Secara keseluruhan, pengalaman penggunaan cenderung positif dan mendukung kepuasan serta niat menggunakan kembali. Antrean online memberikan nilai tambah terutama pada proses pendaftaran, tetapi masih memerlukan dukungan pengguna dan peningkatan keandalan sistem.
HUBUNGAN HYGIENE DAN SANITASI TERHADAP KEBERADAAN CARRIER BAKTERI PATOGEN PADA PENJAMAH MAKANAN SATUAN PELAYANAN PEMENUHAN GIZI (SPPG) KABUPATEN BERAU Lidya Kartika; Siti Raudah; Huzaimah Huzaimah; Maya Tamara Mawardani
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 2 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i2.61863

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan higiene personal dan sanitasi lingkungan serta hasil pemeriksaan keberadaan bakteri patogen pada penjamah makanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Berau. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 86 penjamah makanan dari 5 SPPG di Kabupaten Berau dan seluruhnya dijadikan sampel menggunakan teknik total sampling. Variabel yang diamati meliputi higiene personal, sanitasi lingkungan, serta keberadaan bakteri patogen berdasarkan hasil pemeriksaan rectal swab. Data higiene personal dan sanitasi lingkungan diperoleh melalui observasi menggunakan checklist, sedangkan pemeriksaan bakteri dilakukan melalui kultur rectal swab. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi masing-masing variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden (100%) memiliki kategori higiene personal sangat baik dan seluruh lokasi penelitian (100%) memenuhi kategori sanitasi lingkungan sangat baik. Seluruh hasil pemeriksaan rectal swab juga menunjukkan tidak terdeteksi Salmonella spp. dan Escherichia coli. Analisis hubungan antara variabel tidak dapat dilakukan karena seluruh variabel memiliki distribusi yang homogen sehingga tidak memenuhi variasi data yang diperlukan untuk pengujian bivariat. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh penjamah makanan pada 5 SPPG Kabupaten Berau memiliki penerapan higiene personal dan sanitasi lingkungan dalam kategori sangat baik serta tidak terdeteksi Salmonella spp. dan Escherichia coli berdasarkan pemeriksaan rectal swab.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN TINDAKAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI 5 AMURANG Debora Mulia Winokan; Ricky C. Sondakh; Jeni Ester Nelwan
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 2 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i2.61902

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan suatu upaya untuk membangun dan memperkuat kebiasaan individu maupun kelompok agar lebih peduli serta mengutamakan kesehatan demi terciptanya kualitas hidup yang lebih baik. Dalam konteks PHBS, siswa yang memiliki pengetahuan yang baik dan sikap positif terhadap kebersihan cenderung menunjukkan perilaku hidup bersih yang lebih konsisten. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, proporsi anak sekolah di Indonesia berperilaku cuci tangan dengan benar yaitu sebesar 46%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku hidup bersih dan sehat pada siswa Sekolah Dasar Negeri 5 Amurang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling yang dilaksanakan pada bulan Maret 2026 – April 2026 dengan melibatkan 95 siswa sebagai responden. Hasil penelitian yang diperoleh mayoritas siswa memiliki pengetahuan dengan kategori  baik ((76,8%), sikap dengan kategori baik (90,6%) dan PHBS dengan kategori baik (93,7%). Kemudian analisis dilakukan dengan menggunakan uji Chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan PHBS dengan nilai p-value = 0,016 dan hubungan antara sikap dengan PHBS dengan nilai p-value = 0,027. Semakin baik pengetahuan dan sikap siswa mengenai PHBS, maka semakin baik pula perilaku siswa dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam tidak hanya di sekolah tetapi juga di semua tempat.