PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles
2,264 Documents
UPAYA MENURUNKAN KASUS BARU HIPERTENSI DI DESA X, WILAYAH KERJA PUSKESMAS Z KABUPATEN TANGERANG TAHUN 2025
Buntardi, Meta Angelia;
Ernawati, Ernawati;
Amadea, Stephanie;
Virgie, Marisca Clarissa;
Nugroho, Dodo
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.56111
Hipertensi adalah sebuah kondisi dimana tekanan darah seseorang berada di atas batas normal. Data yang tercatat pada tahun 2024 memperkirakan ada 1,4 miliar orang dewasa menderita hipertensi di seluruh dunia. Data yang tercatat di Kabupaten Tangerang tahun 2024 memperlihatkan bahwa terdapat 162.105 kasus hipertensi dan menjadikan hipertensi masuk ke dalam sepuluh besar penyakit terbanyak di Puskesmas, termasuk di Puskesmas Z. Tujuan dari kegiatan intervensi ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa X di wilayah kerja Puskesmas Z mengenai penyakit hipertensi dan upaya pencegahannya. Pendekatan dengan Paradigma Blum digunakan untuk mengidentifikasi masalah dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Penentuan prioritas masalah dilakukan dengan menggunakan teknik non-skoring Delphi, serta menggunakan fishbone diagram dan metode five whys untuk menentukan akar-akar penyebab masalah. Intervensi yang dilakukan adalah kegiatan edukasi mengenai hipertensi dan pencegahannya. Pengukuran keberhasilan intervensi berupa pre-test dan post-test. Pengawasan dilakukan dengan menggunakan siklus Plan-Do-Check-Action (PDCA) dan dievaluasi dengan menggunakan pendekatan sistem. Intervensi terhadap 36 masyarakat telah dilakukan dengan hasil yaitu peningkatan pengetahuan dari nilai rata-rata pre-test 5,7 menjadi 7,2 pada post-test. Selain itu, ditunjukkan juga dengan sebanyak 63,89% masyarakat (23 orang) mencapai nilai post-test ≥ 7.0. Terdapat peningkatan pengetahuan mengenai hipertensi dan upaya pencegahannya pada masyarakat yang hadir dalam kegiatan intervensi.
HUBUNGAN PARTISIPASI PESERTA EDUKASI PROLANIS TERHADAP KADAR GULA DARAH DI KLINIK WISMA HUSADA SURABAYA
Mandira, Lintang Dyah Ayu Putri;
Ritunga, Imelda;
Silitonga, Hanna Tabita Hasianna
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.56151
Diabetes Mellitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia dan memerlukan pengelolaan jangka panjang untuk mencegah terjadinya komplikasi. Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) menyediakan kegiatan edukasi kesehatan rutin sebagai upaya promotif dan preventif dalam pengendalian penyakit kronis, namun tingkat partisipasi peserta dalam kegiatan edukasi masih bervariasi sehingga dapat memengaruhi keberhasilan pengendalian kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara partisipasi peserta edukasi Prolanis terhadap kadar gula darah puasa pada pasien Diabetes Mellitus. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional retrospektif. Populasi penelitian adalah seluruh peserta Prolanis penderita Diabetes Mellitus di Klinik Wisma Husada Surabaya, dengan jumlah sampel sebanyak 78 peserta. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik simple random sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah partisipasi peserta edukasi Prolanis berdasarkan frekuensi kehadiran selama satu tahun terakhir, sedangkan variabel terikat adalah kadar gula darah puasa yang diperoleh dari rekam medis. Data dikumpulkan melalui daftar kehadiran dan hasil pemeriksaan laboratorium, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memiliki tingkat partisipasi rendah dan kadar gula darah puasa yang tidak terkontrol. Analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara partisipasi peserta edukasi Prolanis dan kadar gula darah puasa. Simpulan penelitian ini adalah semakin tinggi tingkat partisipasi peserta dalam kegiatan edukasi Prolanis, semakin besar kecenderungan kadar gula darah puasa berada dalam kondisi terkontrol.
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP ORANG TUA TERKAIT VAKSIN HPV PADA ANAK PEREMPUAN USIA SEKOLAH DASAR KELAS 4 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ASEMBAGUS
Louisa, Zabrina Abigail;
Silitonga, Hanna Tabita Hasianna;
Mellyanawati, Mellyanawati;
Wartiningsih, Minarni
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.56153
Infeksi Human papilloma virus (HPV) merupakan masalah kesehatan yang dapat menyerang kulit dan mukosa serta berpotensi menyebabkan lesi pra-kanker hingga kanker serviks. Pencegahan primer yang paling efektif dilakukan melalui pemberian vaksin HPV pada anak perempuan usia sekolah sebelum terpapar aktivitas seksual. Namun, pelaksanaan program vaksinasi HPV masih menghadapi kendala berupa rendahnya penerimaan orang tua, yang berkaitan dengan pengetahuan dan sikap terhadap vaksin tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan dan sikap orang tua terkait vaksin HPV pada anak perempuan kelas IV sekolah dasar di wilayah kerja Puskesmas Asembagus. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional dengan pendekatan potong lintang. Populasi penelitian adalah seluruh orang tua dari anak perempuan kelas IV sekolah dasar di wilayah kerja Puskesmas Asembagus. Sampel penelitian berjumlah 100 responden yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Variabel penelitian meliputi pengetahuan dan sikap orang tua terhadap vaksin HPV. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Agustus hingga September 2025 menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai vaksin HPV sebesar 62%, sedangkan 38% responden memiliki pengetahuan kurang. Namun, mayoritas responden menunjukkan sikap negatif terhadap pemberian vaksin HPV, yaitu sebesar 89%, dan hanya 11% yang memiliki sikap positif. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa meskipun sebagian besar orang tua memiliki pengetahuan yang baik tentang vaksin HPV, sikap terhadap vaksinasi HPV masih cenderung negatif, sehingga diperlukan upaya edukasi yang lebih komprehensif untuk meningkatkan penerimaan vaksin HPV.
SISTEM LAYANAN KESEHATAN BERBASIS TELEMEDISIN DALAM PEMBANGUNAN HUKUM KESEHATAN DI INDONESIA
Siahaan, Hermanto;
Windraji, P.;
Fadilah, A.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.56218
Telemedisin merupakan salah satu upaya inovatif pemerintah dalam mengatasi keterbatasan tenaga kesehatan dalam memperkuat pelayanan kesehatan dasar dan rujukan di fasilitas pelayanan kesehatan. Namun demikian, penerapan Telemedisin di Indonesia masih tergolong hal yang baru sehingga dalam pelaksanaannya membutuhkan suatu pengaturan dari berbagai aspek teknis maupun non-teknis. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan telah mengatur mengenai Telemedisin sebagai penyediaan dan dukungan layanan klinis melalui telekomunikasi dan teknologi komunikasi digital. Dengan adanya aturan baru ini, layanan kesehatan menggunakan telemedisin wajib dilakukan dengan aman, berkualitas, dan efektif serta memprioritaskan kepentingan dan keselamatan pasien. Desain penelitian yang digunakan yaitu penelitian hukum normatif dengan cara meneliti bahan pustaka menggunakan data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Dapat disimpulkan bahwa peranan hukum diperlukan sebagai alat untuk menjaga ketertiban hukum dalam proses perubahan pembangunan hukum kesehatan menggunakan telemedisin. Tenaga kesehatan dan pelayanan kesehatan memerlukan kepastian hukum mengenai tindakan dalam pengobatan dan perawatan dari jarak jauh, seperti telemedisin yang dilakukan tanpa tatap muka. Sehingga, peran hukum sangat penting dalam pelayanan kesehatan telemedisin agar konsumen tidak dirugikan akibat tindakan tenaga kesehatan. Perlindungan bagi pasien terhadap pelayanan telemedisin wajib melindungi data pribadi pasien dari kebocoran data privasi pengguna oleh pihak ketiga.
HUBUNGAN USIA DAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN DERAJAT FUNGSIONAL LOW BACK PAIN PADA PEGAWAI DI SEKRETARIAT DAERAH KOTA CIREBON
ER, Auliya Rizka Nabilah;
Dharmansyah, Irwan;
Wirandoko, Ignatius Hapsoro
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.56326
Low back pain adalah rasa nyeri yang dirasakan pada punggung bagian bawah yang berasal dari tulang belakang, otot, saraf, atau bagian tubuh lainnya di sekitar area tersebut. Berdasarkan data WHO tahun 2019 di Inggris terdapat 1,1 juta orang mengalami lumpuh akibat LBP. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 jumlah LBP di Indonesia diperkirakan mencapai 7,6-37%. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan antara usia dan indeks massa tubuh dengan derajat fungsional low back pain pada pegawai di Sekretariat Daerah Kota Cirebon. Jenis penelitian ini menggunakan metode cross-sectional, sampel yang akan digunakan yaitu sebanyak 39 responden, menggunakan teknik consecutive sampling. Analisis yang digunakan yaitu uji korelasi spearman. Hasil penelitian variabel usia ditemukan adanya hubungan antara usia (P value = 0,015 < 0,05) dengan derajat fungsional low back pain pada pegawai di Sekretariat Daerah Kota Cirebon. Sedangkan variabel indeks massa tubuh tidak ditemukan adanya hubungan antara indeks massa tubuh (P value = 0,122 > 0,05) dengan derajat fungsional low back pain pada pegawai di Sekretariat Daerah Kota Cirebon. Terdapat hubungan antara usia dengan derajat fungsional low back pain dan tidak terdapat hubungan antara indeks massa tubuh dengan derajat fungsional low back pain pada pegawai di Sekretariat Daerah Kota Cirebon.
HUBUNGAN HbA1C DAN DERAJAT ULKUS DIABETIKUM PADA PASIEN DM TIPE 2
Izzah, Hanifah Nurul;
Amaliyah, Nihayatul;
Sarumpaet, Iskandar
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.56327
Ulkus diabetikum merupakan komplikasi kronik dari diabetes melitus yang berkontribusi besar terhadap peningkatan morbiditas dan risiko amputasi. Di Indonesia, prevalensi ulkus diabetikum terus meningkat seiring dengan buruknya kontrol glikemik pasien. Salah satu indikator penting dalam menilai kontrol glikemik adalah HbA1c, di mana kadar ≥7% menunjukkan kontrol yang tidak adekuat dan meningkatkan risiko komplikasi mikrovaskular, termasuk ulkus diabetikum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar HbA1c dengan derajat ulkus diabetikum pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD Waled. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross sectional, memanfaatkan data sekunder dari rekam medis periode Januari 2022 hingga Mei 2024. Populasi penelitian adalah pasien diabetes melitus tipe 2 dengan ulkus diabetikum yang menjalani rawat inap dan rawat jalan, dengan jumlah sampel sebanyak 141 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel bebas adalah kadar HbA1c, sedangkan variabel terikat adalah derajat ulkus diabetikum berdasarkan klasifikasi Meggitt-Wagner classification. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kadar HbA1c kategori buruk (63,8%). Uji Spearman menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kadar HbA1c dan derajat ulkus diabetikum (p=0,000) dengan kekuatan korelasi lemah dan arah positif (r=0,387). Disimpulkan bahwa semakin tinggi kadar HbA1c, semakin berat derajat ulkus diabetikum pada pasien.
PENGARUH ANEMIA PADA KEHAMILAN TERHADAP CARA PERSALINAN DI RUMAH SAKIT PERMATA CIREBON TAHUN 2023
Azizah, Eliza Qairen;
Suroso, Triono Adi;
Zaidah, Niklah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.56481
Anemia pada kehamilan merupakan kondisi kadar hemoglobin (Hb) <11 g/dL yang masih menjadi masalah kesehatan maternal dan berpotensi memengaruhi luaran persalinan. Peningkatan kebutuhan zat besi selama kehamilan menyebabkan ibu hamil rentan mengalami anemia, yang dikaitkan dengan berbagai komplikasi obstetri termasuk kemungkinan perubahan cara persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh anemia pada kehamilan terhadap cara persalinan di Rumah Sakit Permata Cirebon tahun 2023. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain cross-sectional. Populasi terjangkau adalah seluruh ibu hamil yang bersalin di Rumah Sakit Permata Cirebon tahun 2023. Sampel sebanyak 96 responden diperoleh menggunakan rumus Lemeshow dan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel bebas adalah anemia pada kehamilan berdasarkan kadar Hb, sedangkan variabel terikat adalah cara persalinan (pervaginam atau sectio caesarea). Data sekunder diperoleh dari rekam medis dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan 95%. Dari 96 responden, 47 (49%) ibu hamil mengalami anemia, terdiri dari anemia ringan 42 (44%) dan anemia sedang 5 (5%). Persalinan sectio caesarea lebih dominan yaitu 86 (89,6%), sedangkan pervaginam 10 (10,4%). Uji Chi-square menunjukkan nilai p=0,549 (>0,05) yang berarti tidak terdapat hubungan bermakna antara anemia pada kehamilan dan cara persalinan. Anemia pada kehamilan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap cara persalinan di Rumah Sakit Permata Cirebon Tahun 2023.
IMPLEMENTASI PERAWATAN JANGKA PANJANG PADA LANSIA DI PUSKESMAS PUNTI KAYU KOTA PALEMBANG TAHUN 2025
Oktarina, Desi;
Wandra, Toni;
Sitorus, Mido Ester J.;
Sinaga, Taruli Rohana;
Nababan, Donal
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.13366
Pertambahan jumlah lansia di Indonesia menuntut tersedianya sistem pelayanan kesehatan yang komprehensif dan berkelanjutan. Perawatan Jangka Panjang menjadi strategi penting dalam memenuhi kebutuhan bio-psiko-sosial lansia, terutama mereka yang mengalami keterbatasan fungsi dan ketergantungan dalam aktivitas sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah implementasi Perawatan Jangka Panjang pada lansia, mencakup aspek perencanaan, mekanisme pelaksanaan, wahana/tempat pelaksanaan, kompetensi pelaksana Perawatan Jangka Panjang, dan pembinaan serta pengawasan Perawatan Jangka Panjang lansia. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus Tahun 2025 sampai Maret 2026 menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sistem yaitu wawancara mendalam. Informan dalam penelitian ini berjumlah 10 orang. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam. Analisis data dilakukan dengan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi Perawatan Jangka Panjang pada lansia belum sepenuhnya optimal. Hambatan utama yang ditemukan adalah keterbatasan tenaga terlatih, kurangnya sarana dan prasarana dan kurangnya komitmen tim dan komitmen keluarga, serta dana transportasi kader. Meskipun demikian, intervensi yang bersifat personal dan keterlibatan keluarga secara aktif terbukti memberikan dampak positif terhadap kualitas hidup lansia. Perawatan Jangka Panjang berpotensi besar dalam meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan lansia, namun pelaksanaannya memerlukan penguatan sistem, peningkatan kapasitas pelaksana, dan dukungan lintas sektor.
IMPLEMENTASI PROGRAM UNREGISTER DI DINAS KESEHATAN KOTA MEDAN TAHUN 2024
Habeahan, J.S. Hamonangan;
Nababan, Donal;
Tarigan, Frida Lina;
Hutajulu, Johansen;
Dakhi, Rahmat Alyakin
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.21439
Program unregister adalah jaminan pelayanan kesehatan, bagi masyarakat yang tidak memiliki identitas namun berdomisili atau tinggal di Kota Medan. Hal ini dibuktikan dengan surat keterangan domisili dari kelurahan yang ada di Kota Medan dan merupakan warga kurang mampu di buktikan dengan surat keterangan kurang mampu dari Dinas Sosial Kota Medan. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan cara observasi, wawancara mendalam dan pengumpulan dokumentasi kepada informan penelitian. Pemilihan informan penelitian menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan informasi program ini belum semua warga Kota Medan mengetahuinya. Sumber daya manusia dalam mengelola Program Unresgister di Dinas Kesehatan masih tertumpuk pada satu orang, dukungan anggaran dan fasilitas belum optimal. Struktur organisasi sudah ditetapkan, prosedur kerja ada. Namun, komitmen pimpinan dan petugas melaksanakan program unregister belum terbangun dengan baik Kesimpulan bahwa komunikasi, sumber daya, disposisi/sikap, struktur organisasi, serta dukungan dinas kesehatan belum sepenuhnya berjalan baik, Saran agar dilakukan pembinaan yang lebih intens, berkelanjutan dan berkualitas terhadap puskesmas, RSUD Dr.Pirngadi, Dinas Sosial dan Kelurahan di Kota Medan.
HENOCH SCHONLEIN PUPURA/IgA VASCULITIS PADA PASIEN PEDIATRIC
Alif, Alif;
Kartikahadi, Lie Affendi;
Herwanto, Herwanto
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.56686
Henoch–Schönlein purpura (HSP) atau sekarang dikenal sebagai IgA vasculitis merupakan vaskulitis pembuluh darah kecil tersering pada anak, ditandai dengan purpura palpabel, nyeri abdomen, artralgia, dan keterlibatan ginjal. Manifestasi gastrointestinal dapat mendominasi gambaran klinis dan menyerupai penyakit infeksi saluran cerna. Seorang anak perempuan usia 1 tahun 11 bulan datang dengan keluhan muntah berulang, demam, dan nyeri perut sejak dua hari sebelum masuk rumah sakit, disertai munculnya ruam purpura nonpruritik pada kedua tungkai bawah. Pemeriksaan fisik menunjukkan nyeri tekan abdomen dan purpura eritematosa pada regio kruris bilateral dan pada pemeriksaan feses lengkap darah samar positif. Diagnosis kerja Henoch–Schönlein purpura ditegakkan berdasarkan gambaran klinis dan pemeriksaan penunjang. Pasien mendapatkan terapi suportif berupa cairan intravena, antipiretik, serta kortikosteroid sistem karena keterlibatan gastrointestinal yang bermakna. Kasus ini menegaskan pentingnya mempertimbangkan HSP pada anak dengan keluhan gastrointestinal akut yang disertai purpura pada ekstremitas bawah. Diagnosis dini dan tata laksana yang tepat dapat mempercepat perbaikan gejala serta mencegah komplikasi, terutama keterlibatan ginjal.