cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,264 Documents
STRATEGI PENAMBAHAN TITIK BARCODE DAN NUDGING UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI PASIEN DALAM SURVEI KEPUASAN DI RSKGM FKG UI Oktaviana, Vindiani; Suswardany, Dwi Linna; Putra, Nur Adi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.51984

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan indikator proses berupa tingkat partisipasi dan persepsi kemudahan pengisian survei antara periode sebelum dan sesudah intervensi berupa penambahan titik barcode (QR) dan penerapan nudging pada sampel independen. Metode yang digunakan yakni kuasi-eksperimen kelompok non-ekuivalen (perbandingan kelompok statis) dengan sampel independen (pra n=10; pasca n=10). Intervensi meliputi desain ulang poster barcode dengan nudging serta penambahan titik penempatan di area strategis (CS lantai 1; kasir klinik lantai 2–4; mading/tangga lantai 2–3). Nudging yang diterapkan: (1) point-of-choice prompt (penempatan poster di titik keputusan pasien); (2) ajakan bertindak yang dibingkai, yakni “Ayo bantu kami meningkatkan pelayanan! Scan barcode, klik, isi survei”—untuk menonjolkan arti-penting dan mengarahkan langkah aksi (scan–klik–isi). Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen perbandingan kelompok statis dengan metode campuran konvergen paralel pada sampel independen (pra n=10, pasca n=10), menggabungkan data kuantitatif survei Likert P1-P6 melalui barcode QR dan data kualitatif ulasan terbuka Google Form. Intervensi meliputi penambahan titik barcode strategis dan nudging "Ayo scan-klik-isi". Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor P1–P6 meningkat dari 17,4 menjadi 18,7 (Δ=+1,3), terbesar pada kemudahan menemukan barcode (P1) dan kejelasan informasi (P4). Partisipasi meningkat pada periode implementasi; Agustus tercatat 49 responden mengisi survei setelah perluasan titik barcode dan sosialisasi. Temuan kualitatif: barcode lebih mudah ditemukan dan proses lebih jelas (selaras dengan salience + simplifikasi). Dalam perbandingan sampel independen, periode pasca intervensi menunjukkan peningkatan kemudahan akses dan survei partisipasi dibandingkan pra intervensi di RSKGM FKG UI. Karena desain non-equivalent groups, inferensi kausal belum dapat ditegakkan; Diperlukan observasi berseri lebih panjang dan/atau kelompok kontrol (seperti: deret waktu terputus, perbedaan-dalam-perbedaan, atau irisan bertahap).
PENGEMBANGAN APLIKASI CEKAS MANJUR DALAM PENINGKATAN PELAYANAN KESEHATAN DI KABUPATEN CIANJUR Lazuardi, Aldio Aprisal; Hartono, Risky Kusumo; Fauzy, Irvan Nur
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.55414

Abstract

Transformasi digital dalam sektor kesehatan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kesehatan. Di Kabupaten Cianjur, pengembangan aplikasi Cekas Manjur dilakukan sebagai inovasi dalam meningkatkan efektivitas layanan kesehatan, terutama dalam deteksi dini penyakit tidak menular (PTM). Namun, implementasi aplikasi ini masih menghadapi berbagai kendala, seperti literasi digital yang rendah, keterbatasan infrastruktur teknologi, serta kurangnya integrasi dengan sistem rekam medis elektronik, yang menyulitkan pemanfaatan aplikasi secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Cekas Manjur dengan pendekatan kualitatif menggunakan metode iteratif, mencakup analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi fitur aplikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan fitur telekonsultasi, pengingat jadwal pemeriksaan, dan pemetaan fasilitas kesehatan dalam Cekas Manjur dapat meningkatkan efisiensi layanan kesehatan dan mempermudah masyarakat dalam mengakses fasilitas kesehatan secara digital. Selain itu, aplikasi ini membantu tenaga kesehatan dalam pencatatan pasien dan pemantauan data kesehatan secara lebih sistematis. Implementasi aplikasi ini diharapkan dapat mendukung transformasi digital sektor kesehatan, sejalan dengan program nasional Satu Sehat dari Kementerian Kesehatan.penelitian menekankan bahwa Cekas Manjur berpotensi menjadi alat digital yang efektif dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, namun masih memerlukan penyempurnaan antarmuka pengguna (UI/UX), peningkatan pelatihan tenaga kesehatan, serta optimalisasi infrastruktur teknologi.
PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP KUALITAS TIDUR DAN PENINGKATAN BERAT BADAN BAYI USIA 6-12 BULAN PADA POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KECAMATAN BATALAIWORU KABUPATEN MUNA Ramli, Ramlah Milawati; Wulansari, Meinita; Sugarni, Mika
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.55548

Abstract

Periode usia 6–12 bulan adalah fase perkembangan penting di mana pola tidur berubah dan kebutuhan energi meningkat karena dimulainya makanan pendamping ASI (MP-ASI). Di layanan kesehatan masyarakat masih ditemukan masalah tidur yang belum optimal dan pertambahan berat badan yang belum sesuai kurva. Pijat bayi, sebagai stimulasi sentuhan, berpotensi memberi dampak fisiologis berupa perbaikan kualitas tidur dan peningkatan berat badan. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh pijat bayi terhadap kualitas tidur dan pertambahan berat badan pada bayi usia 6–12 bulan di Posyandu wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Batalaiworu, Kabupaten Muna. Penelitian menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan pretest–posttest tanpa kelompok kontrol. Sampel sebanyak 30 bayi dipilih secara purposive dari populasi bayi aktif di Posyandu. Variabel bebas adalah intervensi pijat bayi; variabel terikat meliputi kualitas tidur dan berat badan. Data dikumpulkan melalui kuesioner kualitas tidur bayi, timbangan digital terstandar, dan lembar observasi prosedur pijat. Analisis dilakukan dengan uji paired t-test pada taraf signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan peningkatan bermakna pada skor kualitas tidur dan rata-rata berat badan setelah empat minggu intervensi (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa pijat bayi berpengaruh signifikan terhadap perbaikan kualitas tidur dan pertambahan berat badan, sehingga dapat dijadikan bagian dari strategi promotif dan preventif dalam pelayanan kebidanan berbasis komunitas.
PENYAKIT PARKINSON PADA PASIEN GERIATRI : LAPORAN KASUS DENGAN PENILAIAN GERIATRI KOMPREHENSIF Sucipto, Abduhita Al Kautsari Lestari; Hawari, Irawati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.55787

Abstract

Penyakit Parkinson (Parkinson Disease/PD) merupakan gangguan neurodegeneratif progresif yang terutama menyerang populasi usia lanjut dan ditandai oleh gejala motorik khas seperti tremor istirahat, bradikinesia, dan rigiditas, serta berbagai gejala non-motorik. Pada pasien geriatri, PD sering disertai sindrom geriatri yang kompleks dan berdampak signifikan terhadap fungsi serta kualitas hidup, sehingga memerlukan pendekatan penilaian dan penatalaksanaan yang komprehensif. Dilaporkan seorang pria berusia 87 tahun dengan riwayat penyakit Parkinson selama ±13 tahun yang datang dengan keluhan tremor kedua tangan saat istirahat, gangguan keseimbangan, perlambatan gerak, dan gangguan gaya berjalan. Pasien juga mengalami berbagai gejala non-motorik, antara lain insomnia, depresi, gangguan kognitif ringan, serta gangguan sensorik. Pemeriksaan neurologis menunjukkan tremor istirahat dominan sisi kanan, rigiditas tipe cogwheel, bradikinesia, shuffling gait, dan instabilitas postural. Melalui comprehensive geriatric assessment ditemukan ketergantungan ringan dalam aktivitas sehari-hari, status pre-frail, risiko malnutrisi, serta gangguan tidur. Penatalaksanaan dilakukan secara multimodal yang meliputi terapi dopaminergik untuk mengontrol gejala motorik, intervensi non-farmakologis seperti rehabilitasi dan edukasi, serta pendekatan geriatri komprehensif untuk mengatasi masalah fungsional dan psikososial. Kasus ini menunjukkan bahwa penyakit Parkinson pada pasien geriatri memiliki manifestasi klinis yang kompleks dengan keterlibatan aspek motorik, non-motorik, dan sindrom geriatri. Oleh karena itu, pendekatan individual dan multidisipliner melalui comprehensive geriatric assessment penting untuk mengoptimalkan fungsi, mempertahankan kemandirian, meningkatkan kualitas hidup, serta memperbaiki luaran klinis pasien.
HUBUNGAN USIA, PARITAS DAN JARAK KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI RSIA SITTI KHADIJAH 1 MAKASSAR PERIODE 2024-2025 Hernita, Hernita; Said, Masita Fujiko M.; Hamzah, Nur Rakhmah; Mappaware, Nasrudin Andi; Kanang, Indah Lestari Daeng
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.55812

Abstract

Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan yang signifikan, berpotensi menimbulkan berbagai komplikasi baik bagi ibu maupun janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil di RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar periode 2024–2025. Penelitian ini menggunakan metode case control. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 62 ibu hamil dengan perbandingan 1:1 yaitu 31 kelompok kasus (ibu hamil Anemia) dan 31 kelompok kontrol (ibu hamil tidak Anemia). Pengambilan sampel untuk kelompok kasus diambil dengan metode consecutive sampling. Kelompok control diambil secara acak sistematis. Data dikumpulkan melalui rekam medis dan dianalisis menggunakan analisis menggunakan analisis univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan uji Chi Square dengan nilai p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia, paritas, dan jarak kehamilan merupakan faktor yang secara signifikan mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil. Jarak kehamilan kurang dari 2 tahun memiliki pengaruh yang paling besar, dengan odds ratio sebesar 16.496. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ibu hamil dengan usia ekstrem, paritas tinggi, dan jarak kehamilan pendek lebih berisiko mengalami anemia. Oleh karena itu, diperlukan pemantauan lebih intensif dan intervensi yang tepat untuk ibu hamil dengan faktor-faktor risiko tersebut.
ANALISIS BIAYA PELAYANAN REFRAKSI DI FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA SESUAI UNDANG – UNDANG KESEHATAN NO 17 TAHUN 2023 Pamungkas, Nova Joko; Riono, YV Agung; Ariyani , Martina; Ginting, James Davidtra
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.55974

Abstract

Kelainan refraksi merupakan salah satu penyebab utama gangguan penglihatan di seluruh dunia dan dapat menimbulkan dampak sosial serta ekonomi yang signifikan apabila tidak dikoreksi dengan baik. Di Indonesia, layanan pemeriksaan refraksi tersedia di fasilitas kesehatan primer maupun rumah sakit sebagai bagian dari pelayanan kesehatan mata dasar. Namun, biaya aktual layanan tersebut sering kali melebihi tarif penggantian yang ditetapkan dalam sistem Kelompok Berbasis Kasus Indonesia (INA-CBG), sehingga menimbulkan kekhawatiran terkait efisiensi, aksesibilitas, serta keberlanjutan pembiayaan layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komponen biaya layanan refraksi, menghitung total pengeluaran per pasien, serta membandingkannya dengan tarif INA-CBG yang berlaku. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan optometris, dokter spesialis mata, serta staf administrasi, dan melalui observasi langsung terhadap proses pelayanan. Data sekunder diperoleh dari laporan keuangan fasilitas kesehatan, dokumen tarif resmi INA-CBG, serta literatur akademis yang relevan. Komponen biaya yang dianalisis meliputi anamnesis, pemeriksaan refraksi objektif dan subjektif, pemeriksaan tambahan seperti tonometri, penulisan resep, pembuatan kacamata, dan pemberian kacamata kepada pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata total biaya layanan refraksi komprehensif berkisar antara Rp475.000 hingga Rp725.000 per pasien, jauh lebih tinggi dibandingkan tarif INA-CBG yang hanya berkisar Rp25.000–Rp50.000 di layanan kesehatan primer dan Rp75.000–Rp150.000 di rumah sakit. Perbedaan ini menunjukkan adanya kesenjangan pembiayaan yang signifikan dan menegaskan perlunya penyesuaian kebijakan agar tarif INA-CBG lebih selaras dengan biaya layanan aktual.
EKLAMPSIA POSTPARTUM DENGAN VENTRICULAR BIGEMINI DAN VT RUN PASCA SEKSIO SESAREA : SEBUAH LAPORAN KASUS LANGKA Renata, Apta; Purwiandari, Hervyasti; Priyana, Andria
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.55991

Abstract

Eklampsia postpartum merupakan komplikasi obstetri berat yang dapat menyebabkan keterlibatan multiorgan, termasuk sistem kardiovaskular. Laporan kasus ini menyajikan seorang perempuan P1A0 pasca seksio sesarea yang mengalami eklampsia postpartum disertai aritmia ventrikel berupa ventricular extrasystole (VES) dengan pola bigemini dan episode ventricular tachycardia non-sustained. Pasien datang dengan kejang yang didahului gejala neurologis prodromal, tanpa ditemukan kelainan struktural otak pada pemeriksaan pencitraan. Evaluasi elektrokardiografi serial menunjukkan adanya progresivitas iritabilitas miokard, yang kemudian membaik setelah pemberian amiodaron intravena. Pemeriksaan ekokardiografi mengungkapkan hipertrofi ventrikel kiri konsentrik dengan disfungsi diastolik, tanpa gangguan fungsi sistolik yang bermakna. Temuan ini menunjukkan adanya keterlibatan kardiovaskular yang signifikan pada kondisi eklampsia postpartum. Mekanisme terjadinya aritmia ventrikel pada kasus ini diduga bersifat multifaktorial, meliputi disfungsi endotel sistemik, perubahan hemodinamik yang abrupt pada periode postpartum, peningkatan aktivitas simpatis, serta gangguan elektrolit seperti hipokalemia dan hipokalsemia relatif. Kombinasi faktor-faktor tersebut menciptakan kondisi proaritmogenik yang meningkatkan risiko terjadinya aktivitas ektopik ventrikel dan takiaritmia. Kasus ini menekankan pentingnya pemantauan komprehensif, termasuk evaluasi kardiovaskular dan pemantauan irama jantung secara kontinu, pada pasien eklampsia postpartum. Deteksi dini dan penatalaksanaan yang tepat sangat krusial untuk mencegah komplikasi yang berpotensi mengancam nyawa.
DIAGNOSIS KOMUNITAS SEBAGAI DASAR INTERVENSI PROMOTIF DAN PREVENTIF DALAM UPAYA PENURUNAN KASUS BARU TUBERKULOSIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS X Isella, Verren; Yuliani, Leni; Drew, Clement
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.56029

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular akibat Mycobacterium tuberkulosis dengan angka kematian global mencapai 1,30 juta . Indonesia menempati urutan kedua jumlah kasus TBC tertinggi di dunia dengan 889.000 kasus pada tahun 2025. Permasalah ini masih ditemukan di wilayah kerja Puskesmas X, dengan peningkatan kasus baru dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi ini berkaitan erat dengan faktor perilaku, lingkungan serta rendanya kesadaran masyarakat terhadap pencegahan dan kepatuhan pengobatan. Diperlukan diagnosis komunitas supaya dapat mengidentifikasi prioritas masalah kesehatan masyarakat serta memberikan intervensi yang tepat sasaran. Merancang dan mengevaluasi intervensi kesehatan masyarakat dalam upaya menurunkan angka kasus baru tuberkulosis paru. Diagnosis komunitas dianalisis menggunakan Paradigma Blum, penetapan prioritas masalah melalui metode Delphi dan penilaian USG (Urgency, Seriousness, Growth). Analisis akar masalah menggunakan diagram Fishbone. Pelaksanaan intervensi dimonitor dan dievaluasi dengan siklus PDCA (Plan-Do-Check-Act) serta pendekatan sistem agar intervensi yang dilakukan efektif dan berkelanjutan. Analisis Fishbone menunjukkan faktor utama masalah kesehatan terletak pada aspek perilaku khususnya rendanya kesadaran terhadap perilaku pencegahan dan pengobatan. Setelah intervensi dilakukan, didapatkan 90% peserta mengalami peningkatan nilai pre-test ke post-test dengan nilai ≥ 80 poin dan lima perwakilan peserta berhasil memperagakan etika batuk dengan benar. Perilaku masyarakat ditetapkan sebagai faktor utama meningkatnya kasus TBC di wilayah kerja Puskesmas X. Intervensi yang dilakukan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan mengenai TBC serta masyarakat berhasil melakukan etika batuk yang benar.
LAPORAN KASUS : OKLUSI ARTERI RETINA SENTRAL PADA PASIEN HIPERTENSI TIDAK TERKONTROL Fairuza, Lina Azzahrotin; Hayati, Hayati; Maharani, Tria Kusuma; Rasyid, Meriana
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.56092

Abstract

Oklusi arteri retina sentralis (OARS) merupakan kegawatdaruratan oftalmologis yang ditandai dengan kehilangan penglihatan mendadak dan tidak nyeri akibat sumbatan pada arteri retina sentralis yang menyebabkan iskemia retina. Kondisi ini sering berhubungan dengan faktor risiko vaskular dan memiliki prognosis visual yang buruk apabila penanganan terlambat. Laporan kasus ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik klinis, temuan pemeriksaan, serta tatalaksana OARS pada pasien dengan hipertensi tidak terkontrol. Metode penelitian yang digunakan adalah laporan kasus dengan desain deskriptif observasional. Data diperoleh melalui autoanamnesis, pemeriksaan oftalmologis menyeluruh, serta telaah rekam medis pasien yang dilakukan di Poli Mata RS Bhayangkara Semarang pada Desember 2025. Seorang pasien laki-laki berusia 53 tahun datang dengan keluhan penurunan penglihatan mendadak pada mata kanan sejak 72 jam sebelum pemeriksaan. Tajam penglihatan mata kanan didapatkan 1/300 dengan persepsi gerak tangan, sedangkan mata kiri 1,0. Pemeriksaan funduskopi mata kanan menunjukkan retina pucat dengan gambaran cherry-red spot. Pasien memiliki faktor risiko berupa hipertensi tidak terkontrol dan kebiasaan merokok. Diagnosis OARS mata kanan ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan temuan funduskopi khas. Tatalaksana meliputi terapi farmakologis dan non farmakologis berupa ocular massage, serta penatalaksanaan faktor risiko sistemik. Dapat disimpulkan bahwa OARS merupakan kondisi kegawatdaruratan yang memerlukan diagnosis dan tatalaksana dini untuk mencegah kehilangan penglihatan permanen serta komplikasi vaskular sistemik.
TREN INTERVENSI NEUROPSIKOLOGIS UNTUK DEWASA MADYA DI ERA DIGITAL : SCOPING REVIEW PENDEKATAN MODERN Abimanyu, Christa Vidia Rana; Kamila, Aisyah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.56102

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi signifikan dalam pendekatan intervensi neuropsikologis, khususnya bagi kelompok dewasa madya yang rentan mengalami penurunan fungsi kognitif dan tantangan psikososial. Studi ini bertujuan untuk memetakan tren kontemporer intervensi neuropsikologis berbasis digital melalui metode scoping review yang mengacu pada PRISMA-ScR Checklist. Hasil kajian menunjukkan bahwa intervensi neuropsikologis dewasa madya saat ini mengarah pada pendekatan multidisipliner yang mengintegrasikan teknologi seperti pelatihan kognitif daring, virtual reality, neuroimaging, serta monitoring berbasis biomarker neurofisiologis. Intervensi yang bersifat adaptif, holistik, dan disesuaikan dengan konteks budaya lokal terbukti lebih efektif dalam meningkatkan fungsi kognitif dan kesejahteraan psikologis. Namun demikian, keterlibatan profesional tetap diperlukan untuk menjembatani kendala teknis, meningkatkan literasi digital, serta menjamin efektivitas dan keberlanjutan terapi. Simpulan dari kajian ini menegaskan pentingnya perancangan intervensi yang inklusif, berbasis bukti, dan responsif terhadap dinamika era digital guna mengoptimalkan kualitas hidup dewasa madya secara berkelanjutan.