cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
prepotifjurnalkesmas.up@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 26231573     EISSN : 26231581     DOI : https://doi.org/10.31004/prepotif
Core Subject : Health,
PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah bidang kesehatan yang luas seperti kesehatan masyarakat, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Epidemiologi, keperawatan, kebidanan, kedokteran, farmasi, psikologi kesehatan, nutrisi, teknologi kesehatan, analisis kesehatan, sistem informasi kesehatan, hukum kesehatan, rumah sakit manajemen, Ekonomi Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, kesehatan lingkungan dan sebagainya.
Articles 2,155 Documents
HUBUNGAN ANEMIA DAN KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DEWI APRILIA NINGSIH. I
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 3 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v6i3.8611

Abstract

Asfiksia Neonatorum adalah keadaan bayi dimana bayi tidak dapat bernafas secara spontan dan teratur segera setelah lahir. Asfiksia dapat terjadi selama kehamilan atau persalinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari hubungan anemia dan kejadian ketuban pecah dini (KPD) dengan kejadian asfiksia neonatorum. Metode penelitian menggunakan desain survei analitik dengan desain case control Pengumpulan data dalam penelitian menggunakan data sekunder dengan melihat status pasien dengan jumlah sampel 262 responden. Data yang diperoleh selanjutnya, diolah dan dianalisis dengan menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan analisis Chi-Square, Contigency Coefficient, OR dan analisis multivariat. Hasil: Dari 262 bayi baru ahir terdapat 131 (50,0%) bayi yang mengalami asfiksia; Dari 262 ibu yang bersalin terdapat 181 (69,1%) ibu yang tidak mengalami anemia.; Dari 262 ibu bersalin terdapat 158 (60,3%) ibu bersalin tidak dengan KPD. Simpulan: Ada hubungan anemia pada ibu bersalin dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSUD Hasanuddin Damrah Manna dan Ada hubungan ketuban pecah dini (KPD) dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSUD Hasanuddin Damrah Manna
KEJADIAN COVID-19 PADA SKRINING INFLUENZA LIKE ILLNESS: STUDI DI PUSKESMAS PONDOK GEDE KOTA BEKASI Elvira Purnamasari
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 3 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v6i3.8716

Abstract

Covid-19 merupakan penyakit menular yang menjadi permasalahan kesehatan global. Penyebaran penyakit ini melalui airbone (udara) dengan penularan yang sangat cepat menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh dunia. Indonesia merupakan salah satu negara di Asia Tenggara yang memiliki kasus Covid-19 terkonfirmasi tertinggi. Sebagai upaya deteksi dini dan mencegah penularan Covid-19, Puskesmas Pondok Gede melakukan skrining rapid antigen (RDT-AG) pada pasien poli yang memiliki gejala Influenza Like Illness (ILI) dan suspek Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran kejadian Covid-19 berdasarakan karakteristik usia, jenis kelamin dan keluhan di Puskesmas Pondok Gede. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan retrospektif. Populasi mencakup seluruh pasien poli Puskesmas Pondok Gede yang memiliki gejala ILI dan suspek Covid-19 yang mendapatkan pemeriksaan RDT antigen dan terdaftar dalam form penyelidikan epidemiologi selama bulan Juli–September 2022. Total terdapat 487 orang pasien poli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien poli di Puskesmas Pondok Gede yang dilakukan skrining ILI mayoritas di usia >18 tahun dan memiliki keluhan. Karakteristik jenis kelamin menunjukkan laki-laki dan perempuan memiliki risiko yang sama tertular Covid-19. Kesimpulan penelitian ini: (1) terdapat hubungan yang signifikan antara usia dan keluhan dengan kejadian Covid-19, (2) tidak ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan kejadian Covid-19.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN DAN LOYALITAS PASIEN RUMAH SAKIT : LITERATURE REVIEW Nanda Laula Lailatul Fauziyah; Diansanto Prayoga; Mochamad Gerry Dika Mahendra
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 3 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v6i3.8772

Abstract

Bertambahnya jumlah rumah sakit seiring dengan semakin meningkatnya kebutuhan pelayanan kesehatan yang bermutu karena membaiknya perekonomian dan derajat kesehatan masyarakat.  Semakin mampu rumah sakit memberikan pelayanan yang berkualitas, maka peluang untuk mendapatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan semakin besar.  Kepuasan pasien merupakan standar evaluasi kualitas pelayanan medis. Pendapat pasien tentang kualitas pelayanan rumah sakit dan umpan baliknya sangat penting untuk memperbaiki kualitas pelayanan di rumah sakit. Untuk dapat melihat tingkat kepuasan dan loyalitas pasien dapat dilihat melalui survey kepuasan dan loyalitas pasien. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan dan loyalitas   menggunakan metode literature review dengan mencari artikel pada database Research Gate, Science Direct, dan Google Scholar yang didapatkan 126 artikel dengan rincian 3 artikel dari Science Direct, 2 artikel dari Research Gate, dan 121 artikel dari Google Scholar. Kemudian, setelah dilakukan seleksi maka didapatkan 6 artikel yang dapat dianalisis. Hasil studi literatur yang dilakukan diketahui bahwa kepuasan dan loyalitas pasien di rumah sakit dipengaruhi oleh faktor kualitas pelayanan dan hospital brand image. Dimensi kualitas pelayanan yang berpengaruh terhadap kepuasan dan loyalitas pasien meliputi dimensi responsiveness, emphaty, dan reliability. Peningkatan kualitas pelayanana diperlukan oleh rumah sakit agar pasien yang berkunjung untuk melakukan layanan kesehatan dapat merasa puas dengan pelayanan yang diberikan. Selain itu, membentuk brand tersendiri yang merepresentasikan rumah sakit dapat meningkatkan kepuasan dan loyalitas pasien.
FAKTOR LINGKUNGAN FISIK RUMAH YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN TB PARU DI KELURAHAN BELAWAN SICANANG MEDAN Marlinang Isabella Silalahi; Sartika Putri Banjarnahor
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 3 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v6i3.8839

Abstract

Penyakit Tuberkulosis merupakan penyakit yang berada pada urutan pertama dari 10 penyakit tertinggi di Kecamatan Medan Belawan, dimana dalam wilayah kerja Puskesmas Belawan menunjukkan bahwa selama tahun 2018 Kelurahan Belawan Sicanang menunjukkan jumlah kasus yang paling banyak di antara beberapa kelurahan lainnya yaitu sebanyak 30 orang penderita BTA+. Wawancara 5 orang yang terkena TB Paru BTA+ diketahui bahwa tingginya penghuni rumah dan pemukiman mengakibatkan kepadatan hunian yang tinggi dan kondisi luas rumah yang tidak mampu menampung banyaknya hunian. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif untuk mengetahui faktor lingkungan fisik rumah terhadap kejadian tuberculosis di Kelurahan Belawan Sicanang. Subjek penelitian berjumlah 52 orang yang terdiri dari kelompok kasus ada sebanyak 26 orang dan kelompok kontrol juga sebanyak 26 orang. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara ventilasi ruang tidur dan kepadatan hunian dengan kejadian tuberculosis dengan masing-masing nilai p 0,001 dan 0,000. Ventilasi yang memiliki luas kurang dari 5% luas lantai jelas tidak memenuhi syarat dimana sirkulasi udara tidak berjalan baik, kondisi rumah yang satu dengan yang lain hanya dibatasi satu dinding saja juga membuat posisi ventilasi hanya berada di depan rumah saja. Kepadatan hunian menyebabkan meningkatnya risiko penularan penyakit khususnya tuberculosis. Responden diharapkan dapat memperhatikan sirkulasi udara dan mengupayakan penetrasi sinar matahari dapat masuk ke dalam rumah dengan membuka jendela dan pintu ketika berada dalam rumah, dan memisahkan penderita tuberculosis agar tidak kontak langsung dengan penghuni rumah yang sehat.
PENGARUH PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF TERHADAP TINGKAT KECERDASAN ANAK USIA TK DI KECAMATAN GENUK KOTA SEMARANG TAHUN 2022 Yadi Suryadi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 3 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v6i3.8841

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) adalah cairan hasil sekresi kelenjar payudara ibu, yang kaya akan nutriens biasanya dibeikan kepada bayi sampai berusia 2 (dua) tahun, dalam metode pemberian ASI dikenal pemberian secara eksklusif, yaitu pemberian ASI yang diberikan sejak usia 0 – 6 bulan tanpa adanya makanan tambahan lainnya kecuali ASI dan menjadi sumber makanan utama bayi pada usia 0 – 6 bulan ini. Berbagai manfaat yang didapatkan dari pemberian ASI secara Eksklusif ini, salah satunya adalah peningkatan kecerdasan anak, telah dilakukan studi asosiasi terhadap riwayat pemberian ASI Eksklusif pada anak TK se Kecamatan Genuk Kota Semarang teradap tingkat kecerdasannya, penelitian analitik ini menggunakan istrumen analisis Chi Square untuk menguji pengarus asosiasinya. Penelitian dilakukan di TK seKecamatan Genuk pada 22 TK terhadap 495 anak TK yang menjadi sampel, dan ditemukan hasil analisis deskriptif, bahwa dari 495 anak yang disurvei terdapat 70,30 % anak yang riwayat pemberian ASI nya saat berumur 0 – 6 bulan diberikan secara Eksklusif dan 29,70 % tidak dengan Eksklusif, hasil pengukuran kecerdasan anak yang dilakukan dengan menggunakan skala likert pada delapan dimensi jenis kecerdasan anak, ditemukan total hasil pengukuran yang terdiri 54,14 % anak dengan tinkat kecerdasan tinggi, 42,43 % dengan tingkat kecerdasan sedang dan 3,43 % dengan tingkat kecerdasan rendah. Dari hasil analisis statstik diketahui Nilai X2h > X2t dan dengan nilai Sig < 0,05, serta diketahui pula tidak terdapat sel dari tabel 2 X 3 yang bernilai < 5, maka secara statistik dapat disimpulkan bahwa pemberian ASI secara Eksklusif pada bayi akan berpengaruh terhadap tingkat kecerdasan anak.
HUBUNGAN MOTIVASI DAN BUDAYA ORGANISASI DENGAN KINERJA PERAWAT DI RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PANDAN Yuli Festika; Donal Nababan; Sony Priajaya; Evawani Silitonga; Mido Ester J. Sitorus
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 3 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v6i3.8842

Abstract

Kinerja perawat merupakan ukuran hasil kerja yang menggambarkan sejauh mana pekerjaan seorang perawat dalam melaksanakan tugasnya dan berusaha dalam mencapai tujuan yang ditetapkan di Rumah Sakit tersebut. Pimpinan Rumah Sakit perlu memotivasi dan menciptakan budaya organisasi yang baik agar memiliki kinerja yang baik dalam menghadapi dinamika lingkungan kerja yang berubah-ubah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan tanggung  jawab, prestasi kerja, gaji, kondisi kerja, keterlibatan dan konsisten dengan kinerja perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Pandan Tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah menggunakan teknik kuantitatif/positivistik dan dimulai dari theoritical world dimana pernyataan ilmiah yang menghubungkan dua variabel atau lebih. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat bagian rawat inap yang bekerja shift pagi sebanyak 40 orang dan sampel diambil dengan menggunakan teknik pusposive sampling sebanyak 40 orang. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan uji regresi logistik. Hasil penelitian variabel yang berhubungan dengan kinerja perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Pandan Tahun 2022 adalah tanggung jawab nilai p=value 0,11< 0,05, prestasi kerja nilai p=value 0,000 < 0,05, gaji nilai p=value 0,001 < 0,05, kondisi kerja nilai p=value 0,001 < 0,05, keterlibatan nilai p=value 0,72 > 0,05 dan konsistensi nilai p=value 0,032 < 0,05. Dari hasil uji regresi logistik, variabel yang paling berhubungan dengan kinerja perawat adalah prestasi kerja (ExpB= 30,249). Disarankan pada pimpinan Rumah Sakit Umum Daerah Pandan memberikan arahan dan masukan tentang sikap professional, tanggung jawab sebagai perawat, memberi kegiatan workshop/pelatihan agar meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perawat, menciptakan kondisi kerja yang nyaman dan kekeluargaan, memberikan kenaikan gaji, jabatan, reward dan punishment. Mengikutsertakan perawat dalam semua perencanaan kegiatan keperawatan terkhusus dibagian rawat inap. Melakukan pengawasan yang melekat kepada perawat pada pelaksanaan asuhan keperawatan.
ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KESIAPSIAGAAN BENCANA BANJIR PADA PETUGAS KESEHATAN PUSKESMAS BELAWAN DI KECAMATAN MEDAN BELAWAN KOTA MEDAN TAHUN 2022 Parhusip, Hamonangan; Manurung, Kesaktian; Nababan, Donal; Ester, Mido; Sipayung, Rosetty
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 3 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v6i3.8843

Abstract

bertujuan menganalisis faktor faktor yang berhubungan dengan kesiapsiagaan bencana banjir pada petugas kesehatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei yang bersifat analitik dengan desain cross sectional yang bertujuan untuk menganalisa hubungan pengetahuan, sikap, pelatihan, dan motivasi terhadap kesiapsiagaan petugas kesehatan Puskesmas Belawan dalam penanggulangan masalah kesehatan akibat bencana banjir di Kecamatan Medan Belawan yang dijadikan sampel berjumlah 60 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner, pengamatan,. Analisis dilakukan dengan memperhatikan Expected Count selanjutnya dilakukan uji Chi-Square dan Regresi Logistik Berganda. Dari hasil analisis bivariat dengan uji Chi-Square dan analisis multivariat dengan regresi logistik berganda disimpulkan bahwa variabel sikap memiliki hubungan dan pengaruh dominan dan signifikan terhadap kesiapsiagaan petugas kesehatan Puskesmas Belawan menghadapi bencana banjir dengan nilai signifikansi<0,05. Namun variabel pengetahuan, pelatihan dan motivasi memiliki hubungan dan pengaruh terhadap kesiapsiagaan petugas kesehatan Puskesmas bencana banjir dengan nilai signifikasi <0,05.
KAJIAN PENGELOLAAN SAMPAH DI KAWASAN WISATA TONGGING KABUPATEN KARO TAHUN 2022 Hesarika, Ayudia; Ketaren, Otniel; Nababan, Donal; Sinaga, Janno; Sitorus, Mido Ester J.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 3 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v6i3.8844

Abstract

Kawasan wisata Tongging merupakan salah satu objek wisata paling diminati oleh wisatawan yang terletak di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara. Di lokasi ini terpusat berbagai aktifitas manusia yang secara langsung dan tidak langsung menyebabkan adanya timbulan sampah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek hukum, kelembagaan, pembiayaan, aspek peran serta masyarakat dan pemerintah, dan aspek teknis pengelolaan sampah di kawasan wisata Tongging Kabupaten Karo. Jenis penelitian menggunakan deskriptif kualitatif  dengan desain fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penegakan hukum tidak berjalan dengan baik, aspek kelembagaan pengelolaan sampah adalah Dinas Lingkungan Hidup, namun kurangnya SDM baik ASN dan petugas kebersihan yang mengurusi persampahan dirasa masih kurang. Sementara aspek pembiayaan bersumber dari pemerintah daerah kabupaten Karo, perolehan retribusi sampah belum dapat mencapai kondisi full cost recovery. Aspek peran serta masyarakat, sebagian masyarakat dapat mengolah sampah dan sebagian masyarakat masih membakar sampahnya. Aspek teknis, tidak tersedianya pewadahan berdasarkan karakteristik sampah, jauhnya TPS dari rumah warga, jadwal pengangkutan yang lama, dan TPA yang masih memakai sistem open dumping. Disarankan agar pemerintah menambah personil petugas kebersihan apalagi saat puncak libur, memberikan fasilitas berupa sosialisasi, pelatihan pengelolaan sampah kepada masyarakat dan pendidikan massal berupa baliho dan media-media lainnya yang mudah dicerna, menambah pewadahan berdasarkan karakteristik khususnya di tempat yang menjadi mascot di Tongging dan menyediakan lahan TPA dengan status kepemilikan pemerintah agar pengelolaan sampah di kawasan wisata Tongging menjadi lebih baik.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KESIAPSIAGAAN PETUGAS KESEHATAN MENGHADAPI BENCANA ALAM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SINGKOHOR ACEH SINGKIL Sukardi Kardi; Otniel Kataren; Taruli Rohana; Rahmat Alyakin Dakhi; Frida Lina Tarigan
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 3 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v6i3.8845

Abstract

Di Indonesia bencana yang sering terjadi merupakan bencana hidrometeorologi dimana dari tahun ke tahun kejadian bencana selalu meningkat khususnya bencana banjir dengan dampak yang ditimbulkan mengakibatkan kerugian bagi masyarakat baik berupa korban jiwa, harta benda maupun kerusakan lingkungan.Dampak tersebut dapat diminimalkan dengan adanya kesiapsiagaan tenaga kesehatan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa faktor-faktor yang berhubungan dengan kesiapsiagaan tenaga kesehatan di Puskesmas Singkohor. Jenis penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian sebanyak 40 responden menggunakan tekhnik total populasi.Instrument yang digunakan adalah kuesioner. Analisa data pada penelitian ini menggunakan uji chi square dan uji regresi logistic. Hasil penelitian menunjukkan bahwasikap (p-value=0.027), pelatihan/simulasi nilai (p-value 0.000) dan kerjasama lintas sektor (p-value = 0.001) memiliki hubungan  yang signifikan dengan kesiapsiagaan tenaga kesehatan di Puskesmas Singkohor. Sedangkan pengetahuan (p-value=0.545) dan sarana prasarana (p-value=0.440) tidak ada hubungan yang signifikan dengan kesiapsiagaan tenaga kesehatan di Puskesmas Singkohor. Hasil regresi logistic menunjukkan bahwa faktor yang paling dominan berhubungan dengan kesiapsiagaan petugas kesehatan di Puskesmas Singkohor yaitu pelatihan/simulasi dengan nilai p-value (0.014) dengan nilai Exp(B) 54.062artinya pelatihan/simulasi berpeluang 54 kali untuk mempunyai kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana banjir begitu juga dengan sebaliknya. Penelitian inisarankan untuk tenaga kesehatan agar mengikuti pelatihan kebencanaan guna menunjang pelayanan kesehatan yang tanggap, cepat dan tepat sewaktu ada bencana dan untuk Puskesmas agar mengusulkan program pelatihan bencana serta mengintegrasikannya.
PENGARUH KOMUNIKASI VERBAL DAN NON VERBAL ANTARA DOKTER-PASIEN BERFOKUS TERHADAP KEPUASAN PASIEN PADA PELAYANAN KESEHATAN DI RAWAT INAP RSUD ANUGERAH TOMOHON Natalia Gabriel Rantung; Billy J. Kepel; Theodorus H. W. Lumunon; Welong S. Surya; Marieska Y. Waworuntu
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 3 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v6i3.8861

Abstract

Masalah dalam komunikasi dokter dan pasien yang belum efektif disebabkan oleh berbagai faktor mulai dari segi pelayanan kesehatan sampai kepada tingkat efektifitas komunikasi tentunya dapat berpengaruh terhadap tingkat kepuasan pasien. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh komunikasi verbal dan non verbal antara dokter-pasien terhadap kepuasaan pasien di RSUD Anugerah Tomohon. Sampel ialah jumlah pasien rawat inap sebanyak 50 orang, dengan cara accidental sampling. Uji validitas dan reliabilitas dilakukan, pengolahan data dilakukan secara univariat, bivariat, dan uji regresi linier berganda dan melihat nilai koefisien determinasi menggunakan SPPS versi 23. Hasil penelitian diperoleh nilai kepuasan pasien sebesar 39,424 dan koefisien regresi sebesar 1,022, nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,006<0,05. Nilai kepuasan pasien sebesar 37,131 dan koefisien regresi sebesar 1,325, nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,004<0,05. Nilai kepuasan pasien adalah sebesar 19,600, koefisien regresi variabel X1 sebesar 0,772 dan koefisien regresi variabel X2 adalah sebesar 1,020. Berdasarkan hasil nilai R square sebesar 0,476 atau 47,6%, maka komunikasi verbal dan komunikasi non verbal dalam memberikan pengaruh terhadap kepuasan pasien sebesar 47,6%. Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan antara komunikasi verbal dokter-pasien berfokus terhadap kepuasan pasien, terdapat pengaruh yang signifikan antara komunikasi non verbal dokter-pasien berfokus terhadap kepuasan pasien, terdapat pengaruh yang signifikan antara komunikasi verbal dan komunikasi non verbal dokter-pasien secara bersama-sama terhadap kepuasan pasien, dan nilai koefisien determinasi sebesar 0,476 atau 47,6% terhadap kepuasaan pasien pada pelayanan kesehatan di rawat inap RSUD anugerah Tomohon.

Page 39 of 216 | Total Record : 2155