cover
Contact Name
Dawam Multazamy Rohmatulloh
Contact Email
-
Phone
+6285230950123
Journal Mail Official
amalee.insuri@gmail.com
Editorial Address
Jl. Bathoro Katong 32, Ponorogo
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Amalee: Indonesian Journal of Community Research & Engagement
ISSN : 27157997     EISSN : 27160750     DOI : https://doi.org/10.37680/amalee
Amalee: Indonesian Journal of Community Research & Engagement focuses on community engagement program, applied science in community to advance theories, research and practices related to all forms of outreach and engagement. Community engagement means services to society, applying science and technology based on their field, increasing the capacity of society and community empowerment.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 403 Documents
Sosialisasi Persiapan Pembelajaran di Masa New Normal bagi Guru SMK di Kota Tarakan Murdianto, Deny; Santoso, Dwi
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol 2 No 1 (2021): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v2i1.624

Abstract

The global pandemic Covid-19 impacts are so wide that almost no country or region in the world is absent. The increase in the number of cases occurred in a short time so that it needed to be handled as soon as possible. One of the impacts of this pandemic includes paralyzing economic activities and hampering educational activities. SMK Terpadu Citra Bangsa, Tarakan City of North Kalimantan Province, has implemented health protocols well by providing a place to wash hands and make hand sanitizers independently, however, there are still shortcomings in its implementation. These deficiencies include low awareness of using these facilities. Therefore, it is necessary to have a comprehensive understanding of health protocols by every school members. This community service activity is done to facilitate the school members facing a new normal era. Divided into several stages, namely location survey, socialization of activities, technical guidance, implementation of activities, and evaluation, the activities are going well and 87% of the participants understand the given explanation. Hence, we can conclude that this activity is able to foster the awareness and responsibility of the school personnel in implementing health protocols and maintaining cleanliness and health in the current new normal. Pandemi global Covid-19 berdampak sangat luas sehingga hampir tidak ada negara atau wilayah di dunia yang absen. Peningkatan jumlah kasus terjadi dalam waktu singkat sehingga perlu ditangani secepatnya. Salah satu dampak pandemi ini antara lain melumpuhkan kegiatan ekonomi dan terhambatnya kegiatan pendidikan. SMK Terpadu Citra Bangsa Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara telah menerapkan tata tertib kesehatan dengan baik dengan menyediakan tempat cuci tangan dan membuat hand sanitizer secara mandiri, namun masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaannya. Kekurangan tersebut termasuk rendahnya kesadaran dalam menggunakan fasilitas tersebut. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang komprehensif tentang protokol kesehatan oleh setiap warga sekolah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk memfasilitasi warga sekolah menghadapi era normal baru. Terbagi dalam beberapa tahapan yaitu survey lokasi, sosialisasi kegiatan, bimbingan teknis, pelaksanaan kegiatan dan evaluasi, kegiatan berjalan dengan baik dan 87% peserta memahami penjelasan yang diberikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini mampu menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab aparatur sekolah dalam melaksanakan tata tertib kesehatan dan menjaga kebersihan dan kesehatan dalam kondisi normal yang baru.
Inovasi Mesin Duta Baru sebagai Pengaduk dan Pencetak Kue Kembang Waru di UMKM Kotagede Yogyakarta Ayunin, Nia; Fitri, Firdaus; Raflyani, Febbyola
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol 2 No 1 (2021): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v2i1.638

Abstract

Kembang Waru is one of the traditional cakes popular in Kotagede, Yogyakarta. The cake has a shape like a Waru leaf. One of the micro, small, medium enterprises (MSMEs/UMKM) that produces Kembang Waru cake is the one owned by Mr. Basiran Hargito. The process of making Kembang Waru cake starts with stirring the dough, pouring the dough into a mold, and baking process in an oven that uses charcoal. Based on observations, the problems occurred were the ineffectiveness and inefficiency of the kneading and pouring process. It causes workers to feel tired easily, which can reduce productivity. Based on these problems, the solution is making Duta Baru machines with an ergonomics-anthropometric approach. The purpose of making machines is to assist workers in the process of mixing and storing the dough in the mold. The approach aims to determine the dimensions of the machine according to the body size of the workers in the MSME. Besides, the aim of designing the Duta Baru machine supports the global agenda, namely Sustainable Development Goals, which can make the industry better. The machine was able to increase the productivity rate by 25%. Kue kembang waru merupakan makanan khas yang berasal dari Kotagede, Yogyakarta Kue ini dinamakan kembang waru sebab berbentuk seperti bunga waru. Salah satu UMKM yang memproduksi kue Kembang Waru yaitu UMKM milik Bapak Basiran Hargito. Proses pembuatan kue kembang waru mulai dari pengadukan adonan, penuangan adonan dalam cetakan, hingga proses pemanggangan dengan oven yang menggunakan arang. Berdasarkan pengamatan, ditemukan bahwa masalah yang terjadi yaitu ketidakefektifan dan ketidakefisienan proses pengadukan dan penuangan adonan. Hal ini menyebabkan pekerja mengalami kelelahan sehingga dapat menurunkan produktivitas. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dilakukan perancangan inovasi mesin Duta Baru dengan pendekatan ergonomi-antropometri. Pembuatan mesin bertujuan untuk membantu pekerja dalam proses pengadukan dan penuangan adonan dalam cetakan. Pendekatan ergonomi-antropometri bertujuan untuk mengetahui dimensi mesin sesuai dengan ukuran tubuh pekerja yang ada di UMKM tersebut. Selain itu, tujuan perancangan mesin Duta Baru mendukung agenda dunia yaitu Sustainable Development Goals, yang dapat membuat perindustrian menjadi lebih baik.Pembuatan mesin mampu meningkatkan tingkat produktivitas sebesar 25%.
Teknologi Akuaponik sebagai Solusi Kemandirian Pangan Keluarga di Kelompok Kampung Wolulas Kecamatan Turen Kabupaten Malang Hakim, Riza Rahman; Hariyadi, Hariyadi
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol 2 No 1 (2021): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v2i1.643

Abstract

Aquaponics is a technology that combines fish and vegetable cultivation at one system. Aquaponics can be used as an alternative to drive food resilience at the family level. For it can also provide benefits for improving family nutrition by fulfilling animal and vegetable protein, it is necessary to disseminate this technology to the public. The implementation of this service community program aims to disseminate aquaponic technology to the community, especially in Kampung Wolulas Group, Turen District of Malang Regency. The method used in the program was to provide solutions and basic information related to aquaponics, which was implemented through training and applications as well as partner assistance. There were three models of appropriate aquaponic technology applied, namely the bucket pond, the round tarpaulin pond, and the square tarpaulin pond. The cultivation results showed the survival rate of catfish by 65% and the feed conversion ratio of 1,1. Based on the results of the aquaponics, it is more expected to be a solution for family food resilience, especially in partner groups. Akuaponik merupakan teknologi yang menggabungkan budidaya ikan dan tanaman sayuran dalam satu periode budidaya. Teknologi akuaponik bisa dijadikan alternatif untuk menggerakkan kemandirian pangan di tingkat keluarga. Karena sangat berguna untuk memberikan manfaat bagi peningkatan gizi keluarga melalui pemenuhan gizi protein hewani dan nabati, perlu adanya diseminasi teknologi akuaponik ini kepada masyarakat. Pelaksanaan program pengabdian ini bertujuan untuk mendiseminasikan teknologi akuaponik pada masyarakat khususnya di Kelompok Kampung Wolulas Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan Program Pengabdian Kelompok ini adalah memberikan solusi dan informasi dasar terkait teknologi akuaponik di kelompok mitra, yang dilaksanakan melalui kegiatan pelatihan dan aplikasi teknologi, serta pendampingan mitra. Terdapat 3 model teknologi tepat guna akuaponik yang diaplikasikan, yaitu model akuaponik dengan kolam bak ember, kolam terpal bundar, dan kolam terpal kotak. Hasil budidaya menunjukkan keberhasilan hidup ikan lele sebesar 65% dan rasio konversi pakan (FCR) sebesar 1,1. Dengan hasil penerapan teknologi akuaponik ini diharapkan dapat menjadi solusi kemandirian pangan keluarga khususnya di kelompok mitra.
Nganjuk.Hitz: Sistem Informasi Pariwisata Berbasis 360-degree Tourism Web Guna Mengembangkan Destinasi Wisata di Kabupaten Nganjuk Sasmito, Dian Ahmad; Putra, Wahyu Pratama; Sofyan, Laililia Binti Mohamad
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol 2 No 2 (2021): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v2i2.676

Abstract

Sustainable development era has provided the government to increase foreign exchange earnings from non-oil and gas. Nganjuk Regency is one of the regions in East Java that has a number of tourism potential. However, lack of efforts from local governments and tourism managers in the delivery of tourist information, make tourists less aware of the beauty and uniqueness of tourism in Nganjuk Regency. Purpose of this study are designing Nganjuk.Hitz, a 360o Tourism Web and Explain the results of its implementation. Employing Research and Development (R&D) method that uses the ADDIE model, data collection uses observation, documentation, and questionnaires using purposive sampling method and uses descriptive data analysis. Results of the study, after testing through web browsers, the tourism information system based on Nganjuk.Hitz 360o Tourism Web is successfully stated. Usability test results state that respondents feel this tourism information system is interesting, easy to understand, complying the needs, easy and convenient to use, and in turn, are interested to visit the tourism destination. Era pembangunan berkelanjutan telah memacu pemerintah untuk meningkatkan penerimaan devisa dari sektor nonmigas. Kabupaten Nganjuk merupakan salah satu daerah di Jawa Timur yang memiliki sejumlah potensi wisata. Namun kurangnya upaya dari pemerintah daerah dan pengelola pariwisata dalam penyampaian informasi wisata, membuat wisatawan kurang menyadari keindahan dan keunikan pariwisata yang ada. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang Nganjuk.Hitz 360o Tourism Web dan menjelaskan hasil pelaksanaannya. Menerapkan metode Research and Development (R&D) yang menggunakan model ADDIE, pengumpulan datanya menggunakan observasi, dokumentasi, dan kuesioner menggunakan metode purposive sampling serta menggunakan analisis data deskriptif. Hasil penelitian, setelah dilakukan pengujian melalui web browser berhasil dinyatakan sistem informasi pariwisata berbasis Nganjuk.Hitz 360o Tourism Web ini. Sedangkan hasil uji usability menyatakan bahwa responden merasa sistem informasi pariwisata ini menarik, mudah dipahami, memenuhi kebutuhan, mudah dan nyaman digunakan, dan pada akhirnya tertarik untuk mengunjungi destinasi wisata tersebut.
Pemberdayaan Pelaku Usaha Kuliner Melalui Pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) di Karanganyar Sarwoto, Sarwoto; Wahyudi, Lilik; Suyono, Joko; Risgiyanti, Risgiyanti; Sarjiyanto, Sarjiyanto
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol 2 No 2 (2021): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v2i2.778

Abstract

The community partners in this empowerment program are culinary micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in Cangakan, Karanganyar. The problems faced by them are related to institutional, managerial, and capital aspects, hence the program was aimed to empower and strengthen them through the establishment of KUBE (Business Group). The method used to solve problems is education to the community through training and mentoring to establish group institutions in KUBE of culinary, as well as empowering community members through institutional strengthening and entrepreneurship training. The result of this program is the establishment of a strong institution from the culinary MSMEs in Cangakan Karanganyar. Through the KUBE that is formed, it is hoped that it can be a solution in overcoming the problems faced. Mitra masyarakat dalam program pemberdayaan ini adalah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner di Cangakan, Karanganyar. Permasalahan yang mereka hadapi terkait dengan aspek kelembagaan, manajerial, dan permodalan, maka program ini ditujukan untuk memberdayakan dan memperkuat mereka melalui pembentukan KUBE (Kelompok Usaha Bersama). Metode yang digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah edukasi kepada masyarakat melalui pelatihan dan pendampingan yang bertujuan untuk membentuk kelembagaan kelompok di KUBE kuliner, serta pemberdayaan anggota komunitas melalui penguatan kelembagaan dan pelatihan kewirausahaan. Hasil dari program ini adalah terbentuknya kelembagaan yang kuat dari UMKM kuliner di Cangakan Karanganyar. Melalui KUBE yang dibentuk, diharapkan dapat menjadi solusi dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi.
Penguatan Sense of Community pada Remaja Rusunawa Rawa Bebek Jakarta Putra, Johan Satria; Bagaskara, Sunu; Ranakusuma, Octaviani Indrasari; Nurhayati, Entin
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol 2 No 2 (2021): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v2i2.800

Abstract

In most cases, simple rented flats (Rusunawa) in Jabodetabek have residents with low economic levels and quality of life. One of the factors that may improve the quality of life is the social support among residents determined by the sense of community. In Rusunawa Rawa Bebek, for instance, the residents comes from various areas in Indonesia, so that the sense of community among them is weak. Therefore, the purpose of this social intervention program is to strengthen the sense of community among adolescents in Rusunawa Rawa Bebek. The program consist of assessment and training carried out for a full day, including presentations and games that lead to the character building of community members to have a good emotion and a sense of community. The training was conducted to 17 teenagers from Karang Taruna Rusunawa Rawa Bebek. The change of sense of community is measured by pre-test and post-test before and after training, using the BSCS (Brief Sense of Community Scale), by examining changes in the average score. The results of the statistical analysis showed an increase in the level of sense of community of the participants after training, though not quite significant. Rusunawa di Jabodetabek umumnya dihuni oleh penduduk dengan tingkat ekonomi dan kualitas hidup yang rendah. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan kualitas hidup adalah dukungan sosial antar warga yang ditentukan oleh rasa kebersamaan. Di Rusunawa Rawa Bebek, misalnya, penduduknya berasal dari berbagai daerah di Indonesia, sehingga rasa kebersamaan di antara mereka masih lemah. Oleh karena itu, tujuan dari program intervensi sosial ini adalah untuk memperkuat rasa kebersamaan di kalangan remaja di Rusunawa Rawa Bebek. Program terdiri dari penilaian dan pelatihan yang dilakukan selama satu hari penuh, termasuk presentasi dan permainan yang mengarah pada pembentukan karakter anggota komunitas untuk memiliki emosi dan rasa komunitas yang baik. Pelatihan dilakukan kepada 17 remaja dari Karang Taruna Rusunawa Rawa Bebek. Perubahan sense of community diukur dengan pre-test dan post-test sebelum dan sesudah pelatihan, menggunakan BSCS (Brief Sense of Community Scale), dengan memeriksa perubahan skor rata-rata. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya peningkatan tingkat sense of community peserta setelah pelatihan, meskipun tidak cukup signifikan.
Distribusi Data dan Informasi JKN-KIS PBI di Desa Cintaratu Kabupaten Pangandaran Masrina, Dwi; Arifin, Hadi Suprapto; Fuady, Ikhsan
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol 2 No 2 (2021): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v2i2.801

Abstract

Community service activities in Cintaratu Pangandaran Village were carried out as an initial program to find out and map the things needed by people of Cintaratu Village in terms of health information, especially information about JKN-KIS PBI (Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat-Penerima Bantuan Iuran). Researchers want to see how information related to JKN-KIS PBI is obtained and understood by the people. This activity was carried out for about four weeks using three different methods, namely the survey method, focus group discussion (FGD), and observation. The results of this community service showed that the distribution of information and data in Cintaratu Village regarding JKN-KIS PBI is generally less transparent. The population data used by the central government as the basis for determining aid has been out of date so that aid has not been well-targeted. The people of Cintaratu Village got health information about JKN-KIS PBI by relying on opinion leaders, namely village officers, midwives, and health cadres. Kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Cintaratu Pangandaran dilakukan sebagai program awal untuk mengetahui dan memetakan hal-hal yang dibutuhkan oleh masyarakat desa khususnya informasi seputar JKN-KIS PBI (Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat-Penerima Bantuan Iuran). Peneliti ingin melihat bagaimana informasi-informasi terkait JKN-KIS PBI didapat dan dipahami oleh masyarakat Desa Cintaratu. Kegiatan ini dilaksanakan selama empat pekan menggunakan tiga metode yang berbeda yaitu metode survei, focus group discussion (FGD) dan observasi. Hasil dari pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa distribusi informasi di Desa Cintaratu seputar JKN-KIS PBI secara umum kurang transparan. Data penduduk yang digunakan pemerintah pusat sebagai dasar penetapan bantuan telah kedaluwarsa sehingga bantuan menjadi tidak tepat sasaran. Masyarakat Desa Cintaratu mendapatkan informasi kesehatan seputar JKN-KIS PBI mengandalkan opinion leader yaitu aparat desa/dusun/RW/RT, bidan dan kader kesehatan.
Program Literasi Digital bagi Anak-Anak Kampung Wonopuro, Dusun Sidowayah, Kabupaten Ponorogo Maruti, Endang Sri; Isticomah, Binti; Yustiwa, Galuh Mei; Khoiru, Ulifa; Huda, Nur
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol 2 No 2 (2021): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v2i2.861

Abstract

Children in their education are among those are most affected during the Covid-19 pandemic because they have to study at home online while teachers have never held home visits to monitor student learning processes directly. As a result, many children cannot learn optimally. This program aims to help children to improve their digital literacy skills and also make it easier for parents to guide and monitor their children's activities. For this reason, this program is carried out as an effort for Digital Literacy for isolated village children in Kampung Wonopuro, Dusun Sidowayah, Ponorogo Regency of East Java Province, so that they can continue to live life like children in other advanced villages. The program has resulted that it can improve digital literacy for the participating children. From the social side, children's enthusiasm for learning to develop their potential and achievements in the midst of the current pandemic is highly discoverable; while from a psychological point of view, it can help increase the learning motivation of the children in Kampung Wonopuro. Anak-anak dalam pendidikannya termasuk yang paling terdampak di masa pandemi Covid-19 karena harus belajar di rumah secara online sedangkan guru tidak pernah melakukan kunjungan rumah untuk memantau proses belajar siswa secara langsung. Akibatnya banyak anak yang tidak bisa belajar secara maksimal. Program ini bertujuan untuk membantu anak-anak meningkatkan kemampuan literasi digitalnya dan juga memudahkan orang tua dalam membimbing dan memantau aktivitas anaknya. Untuk itu, program ini dilakukan sebagai upaya Literasi Digital bagi anak-anak desa terpencil di Kampung Wonopuro, Dusun Sidowayah, Kabupaten Ponorogo Provinsi Jawa Timur, agar mereka dapat terus menjalani kehidupan seperti anak-anak di desa maju lainnya. Program tersebut telah menghasilkan dapat meningkatkan literasi digital bagi anak-anak peserta. Dari sisi sosial, semangat belajar anak untuk mengembangkan potensi dan prestasinya di tengah pandemi saat ini sangat terlihat; sedangkan dari segi psikologis dapat membantu meningkatkan motivasi belajar anak-anak di Kampung Wonopuro.
Persiapan Dunia Kerja bagi Siswa SMKN 39 Jakarta: Edukasi Penulisan CV, Psikotes, dan Wawancara Rahmatika, Rina; Grasiaswaty, Novika; Bagaskara, Sunu
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol 2 No 2 (2021): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v2i2.874

Abstract

Vocational students feel that it is more difficult to compete for jobs after completing their education. In fact, they are expected to find it easier to get a job because they have been equipped with specific skills that are in accordance with their majors. Through the training, it is hoped that it can help vocational students to prepare themselves to compete in the job market. The method used is counseling and providing information to 27 SMKN 39 Jakarta students who will prepare for internships. Based on the statistical analysis of paired samples t-test, there was an increase of 28.89 points between before and after the participants attended the training. This shows that the training provided is effective in preparing participants to meet the job market demands. Siswa SMK merasa bahwa lebih sulit bersaing untuk mendapatkan pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikannya. Padahal, lulusan SMK diharapkan lebih mudah mendapatkan pekerjaan dikarenakan sudah dibekali keterampilan khusus yang sesuai dengan jurusannya. Melalui kegiatan pelatihan yang dilakukan ini, diharapkan dapat membantu siswa SMK untuk mempersiapkan diri bersaing di dunia kerja. Metode yang digunakan yaitu dengan penyuluhan dan pemberian informasi pada 27 siswa SMKN 39 Jakarta yang akan bersiap untuk magang. Berdasarkan analisis statistik t-test sampel berpasangan, terdapat peningkatan sebesar 28,89 poin antara sebelum dan setelah peserta mengikuti pelatihan. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan yang dilakukan efektif dalam mempersiapkan peserta memasuki dunia kerja.
Sosialisasi Potensi Keberagaman dan Semangat Toleransi di Kelurahan Sulamu Kabupaten Kupang Wula, Zainur; Arifin, Hadjrah; Nurani, Siti Syahida; Nggonggoek, Wellem; Bacotang, Bacotang
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol 2 No 2 (2021): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v2i2.926

Abstract

Multicultural diversity is a fact of life that exists in Indonesian people's lives which is the greatest gift of God should be maintained. By engaging the Bajo tribal community in the Sulamu village of Kupang, province East Nusa Tenggara, who share the livelihood in the village with people of different tribes and religions, this community service is methodologically carried out by doing socialization. The important objective of the socialization was to obtain the communal understanding within the Bajo ethnic community about the potential for diversity in order to realize the spirit of tolerance in Sulamu Village. By participating in the program, the Bajo people, who are all Muslims in religion, gain knowledge in increasing their insight into thinking and realizing harmonious relationships and mutual understanding in building peace, unity, integrity, and prosperity. Keberagaman multikultural merupakan fakta kehidupan yang ada dalam kehidupan masyarakat Indonesia dan merupakan anugerah Tuhan yang paling besar untuk dijaga. Dengan melibatkan masyarakat Suku Bajo di Desa Sulamu Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur yang hidup di desa tersebut dengan masyarakat beragam suku dan agama, program ini dilakukan dengan melakukan sosialisasi. Tujuan penting dari sosialisasi tersebut adalah untuk memperoleh pemahaman komunal dalam masyarakat etnis Bajo tentang potensi keragaman dalam rangka mewujudkan semangat toleransi di Desa Sulamu. Dengan mengikuti program tersebut, masyarakat Bajo yang beragama Islam memperoleh pengetahuan dalam meningkatkan wawasan berpikir dan mewujudkan hubungan yang harmonis dan saling pengertian dalam membangun perdamaian, persatuan, kesatuan, dan kesejahteraan.

Page 3 of 41 | Total Record : 403


Filter by Year

2020 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 1 (2026): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 6 No. 2 (2025): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 6 No. 1 (2025): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol 6 No 1 (2025): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol 5 No 2 (2024): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 5 No. 2 (2024): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 5 No. 1 (2024): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol 5 No 1 (2024): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol 4 No 2 (2023): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 4 No. 2 (2023): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol 4 No 1 (2023): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol 3 No 2 (2022): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 3 No. 2 (2022): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 3 No. 1 (2022): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol 3 No 1 (2022): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol 2 No 2 (2021): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 2 No. 2 (2021): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 2 No. 1 (2021): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol 2 No 1 (2021): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol 1 No 2 (2020): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 1 No. 2 (2020): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol 1 No 1 (2020): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 1 No. 1 (2020): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement More Issue