cover
Contact Name
Hisan Mursalin
Contact Email
hisanmursalin@arraayah.ac.id
Phone
+6285884149993
Journal Mail Official
jurnalinfo@arraayah.ac.id
Editorial Address
Jl. Printis Kemerdekaan km.6, 01/05 Sukamulya, Cimenteng, Cikembar 43157
Location
Kab. sukabumi,
Jawa barat
INDONESIA
Rayah Al Islam : Jurnal Ilmu Islam
ISSN : 25033816     EISSN : 26862018     DOI : https://doi.org/10.37274/rais
Rayah Al-Islam (p-ISSN: 2503-3816, e-ISSN: 2686-2018) is a Journal of Islamic studies published twice a year, this scientific publication is managed by the Institute for Research and Community Service (LP2M) Ar-Raayah Arabic Language College (STIBA) Sukabumi. This journal focuses on the study of Islam, in the form of Research Results, Ideas, Theories, Methods and other Actual Problems Related to Islamic studies.This journal openly accepts contributions from experts to publish the results of his research.
Articles 539 Documents
Teori Pendidikan Ibn Miskawaih dan Thomas Lickona Mursalin, Hisan; Suparto
Rayah Al-Islam Vol 7 No 3 (2023): Rayah Al Islam Desember 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v7i3.896

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap perspektif teori Pendidikan yang dibawa oleh Ibn Miskawaih dan Thomas lickona yang mana Ibn Miskawaih mewakili islam dalam pemikiran pendidikannya adapun Thomas Lickona mewakili pemikiran barat, kedua distingsi ini akan dikupas dalam penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan metode kajian literatur (literature research). Hasil penelitian dari studi komparatif dalam penelitian tersebut adalah Keduanya sama-sama memandang penting keberadaan Pendidikan karakter/adab sebagai usaha untuk menciptakan generasi yang dapat berkontribusi bagi perkembangan masyarakat. Agama sama-sama menjadi sumber inspirasi bagi nilai-nilai moral/kebajikanuniversal yang menjadi dasar bagi Pendidikan karakter. Agama bagi keduanya dapat memberikan nilai-nilai yang universal-transcendental yang melampaui sekat zaman dan kepulauan. Keduanya juga sama-sama sedikit dipengaruhi oleh Filsafat Etika Aristoteles dalam mengembangkan nilai-nilai moral universal. Masing-masing seolah telah berupaya melalukan islamisasi/katolikasi etika. Mereka juga berasal dari ‘zaman keemasan’, satunya klasik-islam, satunya modern-barat. Mempunyai perhatian yang sama pada Pendidikan anak. Sama-sama mengutamakan Pendidikan akhlak. The aim of this research is to reveal the educational theoretical perspective brought by Ibn Miskawaih and Thomas Lickona, where Ibn Miskawaih represents Islam in his educational thought, while Thomas Lickona represents western thought, these two differences will be discussed in this research. The research method used is a qualitative approach and literature research method. The research results from the comparative study in this research are that both of them view the importance of character/adab education as an effort to create a generation that can contribute to the development of society. Religion is equally a source of inspiration for moral values/universal virtues which are the basis for character education. Religion for both of them can provide universal-transcendental values that transcend the barriers of time and archipelago. Both were also slightly influenced by Aristotle's ethical philosophy in developing universal moral values. Each of them seems to have tried to carry out the Islamization/catholicization of ethics. They also come from the 'golden age', one classical-Islamic, the other modern-western. Have the same attention to children's education. We both prioritize moral education.
Mazhab Teologi dalam Islam Mursalin, Hisan
Rayah Al-Islam Vol 7 No 3 (2023): Rayah Al Islam Desember 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v7i3.897

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap sejarah, terminologi, distingsi, perspektif dan macam-macam mazhab teologi dalam islam yang awal munculnya teologi Islam ini tidak terlepas dari permasalahan politik yang akhirnya terus berkelanjutan kepada permasalahan yang sesungguhnya yaitu bercorak agama. Dalam penelitian ini diterapkan pendekatan kualitatif dan metode kajian literatur (literature research). Hasil dari penelitian ini adalah bahwa munculnya teologi Islam pada awalnya dipengaruhi oleh permasalahan politik yang kemudian berlanjut menjadi permasalahan agama. Hal ini menjadi topik yang rumit dalam teologi Islam. Aliran teologi Islam muncul sebagai reaksi terhadap perpecahan politik umat Islam yang dikenal sebagai "al-fitnah al-kubra". sehingga terjadilah berbagai pandangan yang bisa kita sebut perbedaan mazhab teologi dalam islam di antaranya madzhab Mu'tazilah, Asy'ariah, dan Maturidiah. Topik yang telah dibahas meliputi sifat Tuhan, kekuasaan dan kehendak mutlak Tuhan, takdir dan kebebasan manusia, serta konsep iman. Pendapat dari ketiga madzhab ini sudah dijelaskan oleh peneliti. The aim of this research is to reveal the history, terminology, distinctions, perspectives and various schools of theology in Islam. The initial emergence of Islamic theology was inseparable from political problems which ultimately continued to lead to real problems, namely religious ones. In this research, a qualitative approach and literature study methods were applied. The results of this research are that the emergence of Islamic theology was initially influenced by political problems which then continued to become religious problems. This is a complicated topic in Islamic theology. The flow of Islamic theology emerged as a reaction to the political division of Muslims known as "al-fitnah al-kubra". So there are various views that we can call different schools of theology in Islam, including the Mu'tazilah, Asy'ariah, and Maturidiah schools. Topics that have been discussed include the nature of God, God's absolute power and will, human destiny and freedom, and the concept of faith. The opinions of these three schools of thought have been explained by researchers.
Analisis dampak Insiden BSI Eror dan Dugaan Hacking Bank Syariah Indonesia (BSI) terhadap kepercayaan dan loyalitas nasabah Bank Syariah Indonesia di Kabupaten Subang Maulana, Lutfi; Fitriana, Nadia
Rayah Al-Islam Vol 7 No 3 (2023): Rayah Al Islam Desember 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v7i3.899

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak insiden BSI Error dan Dugaan Hacking terhadap kepercayaan dan loyalitas nasabah Bank Syariah Indonesia (BSI) di Kabupaten Subang. Temuan signifikan dari hasil uji determinan menunjukkan bahwa insiden tersebut memiliki pengaruh yang kuat terhadap tingkat kepercayaan (47,6%) dan loyalitas nasabah (35,6%). Kepercayaan nasabah terpengaruh secara serius oleh insiden, mengindikasikan keprihatinan terhadap keamanan layanan perbankan. Hilangnya kepercayaan dapat berdampak pada persepsi terhadap kredibilitas BSI sebagai lembaga keuangan syariah. Selain itu, insiden juga berperan penting dalam menjaga loyalitas pelanggan. Penurunan kepercayaan dapat menyebabkan penurunan loyalitas, yang berdampak jangka panjang pada hubungan antara nasabah dan lembaga keuangan. Penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang dampak insiden keamanan, menyoroti pentingnya respons proaktif dan strategi pemulihan untuk memulihkan kepercayaan nasabah. Lembaga keuangan perlu mengambil langkah nyata untuk memulihkan kepercayaan nasabah dan menjaga keamanan serta integritas layanan perbankan. This research aims to analyze the impact of BSI error incidents and alleged hacking on the trust and loyalty of Bank Syariah Indonesia (BSI) customers in Subang Regency. Significant findings from the determinant test results show that this incident has a strong influence on the level of trust (47.6%) and customer loyalty (35.6%). Customer confidence was seriously affected by the incident, indicating concerns about the security of banking services. Loss of trust can impact perceptions of BSI's credibility as a sharia financial institution. Apart from that, incidents also play an important role in maintaining customer loyalty. A decline in trust can lead to a decline in loyalty, which has long-term impacts on the relationship between customers and financial institutions. This research provides in-depth insight into the impact of security incidents, highlighting the importance of proactive response and recovery strategies to restore customer trust. Institution.
Strategi Penguatan Moderasi Beragama di Kabupaten Subang Aidatus Sholihah, Nurlailiyah; Saniah, Iah
Rayah Al-Islam Vol 7 No 3 (2023): Rayah Al Islam Desember 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v7i3.900

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya sikap intoleransi dalam kegiatan ibadah di wilayah Kabupaten Subang seperti adanya larangan pembacaan surat Yasin pada malam Jumat serta larangan melakukan ibadah di dalam rumah bagi warga non muslim. Sikap yang demikian ini bertentangan dengan nilai-nilai moderasi beragama. Berdasarkan latarbelakang tersebut penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang diterapkan guna penguatan moderasi beragama di Wilayah Kabupaten Subang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan sumber data primer berupa hasil wawancara bersama narasumber dan informan. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara untuk memperoleh sumber primer yang didukung penelusuran kepustakaan untuk menghasilkan data sekunder. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik analisis data deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa moderasi beragama merupakan konsep yang menitikberatkan pada sikap toleransi dan saling menghormati diantara pemeluk agama. Di Kabupaten Subang penguatan moderasi beragama dilakukan melalui beberapa cara diantaranya yaitu sosialisasi kepada masyarakat seperti melalui pengajian di majelis taklim atau pengajian-pengajian rutinan yang diselenggarakan oleh masyarakat. This research was motivated by the existence of an attitude of intolerance in worship activities in the Subang Regency area, such as the prohibition on reading the Yasin letter on Friday nights and the prohibition on carrying out worship at home for non-Muslim residents. This attitude is contrary to the values ​​of religious moderation. Based on this background, this research aims to analyze the strategies implemented to strengthen religious moderation in the Subang Regency area. This research uses a qualitative approach with primary data sources in the form of interviews with resource persons and informants. The type of data used in this research is qualitative data with interview data collection techniques to obtain primary sources supported by literature searches to produce secondary data. The data analysis technique used in this research is descriptive data analysis technique. Based on the results of research conducted, it shows that religious moderation is a concept that focuses on attitudes of tolerance and mutual respect among religious believers. In Subang Regency, strengthening religious moderation is carried out through several methods, including outreach to the community, such as through recitations at the taklim assembly or regular recitations organized by the community.
Peran Pondok Pesantren dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat di Kabupaten Subang Jawa Barat (Analisis Implementasi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 Pasal 45) Karyono
Rayah Al-Islam Vol 7 No 3 (2023): Rayah Al Islam Desember 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v7i3.901

Abstract

Potensi pesantren sebagai fungsi pemberdayaan masyarakat didukung oleh Konstitusi melalui Undang-Undang Republik Indonesia tentang Pesantren (UU R.I) Nomor 18 Tahun 2019, keterlibatan pondok pesantren dalam pemberdayaan masyarakat melalui sektor ekonomi, menciptakan suatu kondisi dimana peran pondok tidak hanya sebatas sebagai lumbung dari ilmu agama saja ataupun sebagai lembaga yang bergelut dalam dunia keagamaan saja, akan tetapi dengan adanya pemberdayaan ekonomi masyarakat yang ditimbulkan oleh peran pondok pesantren, menegaskan bahwa pondok pesantren mampu menjadi sebuah lembaga yang mandiri berdikari dan solutif. Penelitian ini bermaksud untuk menganalisis peran pondok pesantren dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat di kabupaten subang jawa barat. Penelitian dilaksanakan di Pondok Pesantren Darussalam Kunir. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Deskriptif-Kualitatif studi kasus. Teknik pengambilan data melalui wawancara dan observasi. Sumber data primer adalah pimpinan pesantren, sedangkan data sekunder berupa ialah dokumentasi, civitas akademik pondok pesantren Darussalam kunir dan masyarakat sekitar. Hasil akhir penelitian ini menunjukkan adanya peran pemberdayaan ekonomi masyarakat oleh Pondok Pesantren Darussalam Kunir. Bentuk pemberdayaan berupa pelatihan dan praktik kerja lapangan; penguatan potensi dan kapasitas ekonomi Pesantren dan masyarakat; pendirian koperasi, lembaga keuangan, dan Lembaga usaha mikro, kecil, dan menengah; pemberian pinjaman, bantuan keuangan; dan pelaksanaan kegiatan sosial kemasyarakatan. Berdasarkan kajian pustaka mengenai konsep pemberdayaan ekonomi masyarakat menyatakan bahwa pemberdayaan adalah sebuah proses memberi daya atau kekuatan yaitu Bagaimana memberikan peluang kepada masyarakat agar bisa menjadi mandiri. involvement The potential of Pondok Pesantren as a community empowerment function is supported by the Constitution through the Law of the Republic of Indonesia concerning Pondok Pesantren (UU R.I) Number 18 of 2019, the involvement of Pondok Pesantren in empowering the community through the economic sector, creating a condition where the role of Pondok Pesantren is not only limited to being a repository for religious knowledge. alone or as an institution that operates only in the religious world, however, with the economic empowerment of the community brought about by the role of Pondok Pesantren, it confirms that Pondok Pesantren are able to become independent institutions that are self-sufficient and provide solutions. This research intends to analyze the role of Pondok Pesantren in empowering the community economy in Subang Regency, West Java. The research was carried out at the Darussalam Kunir Islamic Pondok Pesantren. The research method used is a descriptive-qualitative case study method. Data collection techniques through interviews and observation. The primary data source is the leadership of the Islamic Pondok Pesantren, while the secondary data consists of documentation, the academic community of the Darussalam Kunir Islamic Pondok Pesantren and the surrounding community. The final results of this research indicate the role of community economic empowerment by the Darussalam Kunir Islamic Pondok Pesantren. Forms of empowerment include training and field work practices; strengthening the economic potential and capacity of Pondok Pesantren and the community; establishment of cooperatives, financial institutions and micro, small and medium enterprise institutions; granting loans, financial assistance; and implementation of social activities. Based on a literature review regarding the concept of community economic empowerment, it states that empowerment is a process of providing power or strength, namely how to provide opportunities for communities to become independent.
Tradisi Narik Gantangan Dalam Perspektif Ekonomi Islam (Studi Kasus di Desa Kosambi Kecamatan Cipunagara Kabupaten Subang) Fathurohman, Imron; Zahra, Siti
Rayah Al-Islam Vol 7 No 3 (2023): Rayah Al Islam Desember 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v7i3.902

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan tradisi narik gantangan, akar penyebab perubahan tradisi gantangan, dampak sosial yang ditimbulkannya, serta bagaimana tinjauan Ekonomi Islam terhadap tradisi narik gantangan yang dilaksanakan di Desa Kosambi Kecamatan Cipunagara Kabupaten Subang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan penelitian lapangan. Adapun metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian ini, bahwa tradisi narik gantangan di Desa Kosambi hanya dilaksanakan pada acara hajatan saja, seperti nikahan, khitanan, dll. Adapun faktor yang menyebabkan perubahan tradisi gantangan menjadi tradisi hutang piutang, adalah adanya harapan pengembalian harta gantangan, adanya arisan gantangan, dan adanya pencatatan hutang gantangan. Sedangkan dampak sosial yang ditimbukannya, adalah adanya unsur tolong-menolong dan peningkatan ekonomi masyarakat. Selanjutnya, Ekonomi Islam meninjau bahwa tradisi narik gantangan di Desa Kosambi ini tidak melanggar hukum, tradisi ini merupakan adat kebiasaan yang baik dan bisa dipertahankan, tradisi narik gantangan mengandung unsur tolong menolong sehingga banyak masyarakat yang terbantu, serta aktivitas pencatatan hutang dalam tradisi gantangan sesuai dengan Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 282. This research aims to determine the implementation of the narik gantangan tradition, the root causes of changes in the gantangan tradition, the social impacts it causes, as well as the Islamic Economics review of the narik gantangan tradition carried out in Kosambi Village, Cipunagara District, Subang Regency. This type of research is qualitative research and field research. The method used is a qualitative research method. Based on the results of this research, the narik gantangan tradition in Kosambi Village is only carried out at celebration events, such as weddings, circumcisions, etc. The factors that cause the change from the gantangan tradition to become a tradition of debts and receivables are the hope of returning gantangan assets, the existence of gantangan social gatherings, and the recording of gantangan debts. Meanwhile, the social impact it causes is an element of mutual assistance and improving the community's economy. Furthermore, Islamic Economics reviewed that the narik gantangan tradition in Kosambi Village does not violate the law, this tradition is a good custom and can be maintained, the tradition of narik gantangan contains an element of mutual help so that many people are helped, as well as debt recording activities in the gantangan tradition in accordance with the Al-Qur'an surah Al-Baqarah: 282
Implementasi Pendidikan Agama Islam dalam Kehidupan Sehari-Hari pada Keluarga Millennial Yani, Ahmad
Rayah Al-Islam Vol 7 No 3 (2023): Rayah Al Islam Desember 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v7i3.905

Abstract

Zaman Millennial merupakan zaman yang ditandai dengan perkembangan teknologi canggih yang pesat, serta penggunaan sosial media yang dengan mudah mempengaruhi setiap individu masa ini. Semakin canggih perkembangan teknologi yang ada, semakin tersebar pula gaya hidup modern. Yang kini, gaya hidup tersebut dijadikan sebagai pola dalam kehidupan keluarga di zaman Millennial ini. Seakan menolak lupa akan pentingnya pondasi utama yang harus dimiliki oleh setiap muslim, pada setiap pergantian zaman yang ada. Yaitu pendidikan agama Islam. Karena pendidikan merupakan suatu landasan, untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Terkhusus, tujuan utama dari makna pendidikan itu tersendiri. Dan tujuan utama tersebut ialah mengasah kemampuan dalam pembentukan watak juga sifat yang bermatabat dalam kehidupan seseorang. Dan agama menjadi asas kehidupan seorang muslim, yang dengan asas tersebut lah seorang muslim, dapat memahami tujuan hakiki hidup ini. Tujuan ditulisnya penelitian ini untuk mengkaji kembali, akan pentingnya pendidikan agama Islam di zaman ini, juga pentingnya implementasi atas apa yang sudah dipahami untuk terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini juga menunjukan bahwa keluargalah yang menjadi asas dasar dalam pemahaman pendidikan agama Islam tersebut, dan anak lah yang menjadi tujuan utama yang harus ditamankan akan pentingnya memiliki karakter islami sejak usia dini. Karena generasi sang anaklah yang akan menjadi generasi penerus bangsa juga negara ini. The Millennial era is an era characterized by the rapid development of advanced technology, as well as the use of social media that easily influences every individual today. The more sophisticated the development of existing technology, the more widespread the modern lifestyle is. Now, this lifestyle is used as a pattern in family life in this Millennial era. As if refusing to forget the importance of the main foundation that every Muslim must have, at every turn of the times. That is Islamic religious education. Because education is a foundation, to achieve the desired goal. In particular, the main purpose of the meaning of education itself. And the main goal is to hone the ability to form a character as well as a dignified nature in one's life. And religion becomes the principle of a Muslim's life, with which a Muslim can understand the ultimate purpose of this life. The purpose of writing this research is to review the importance of Islamic religious education in this era, as well as the importance of implementing what has been understood to continue to be applied in everyday life. This research also shows that it is the family that is the basic principle in understanding Islamic religious education, and it is the child who is the main goal that must be secured on the importance of having an Islamic character from an early age. Because it is the generation of the child who will be the next generation of the nation as well as this country.
Wacana Filsafat Ilmu Balaghah : Kajian Ontologi, Epistemologi dan Aksiologi Alamin, Fajar; Sopian, Asep
Rayah Al-Islam Vol 8 No 1 (2024): Rayah Al Islam Februari 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i1.906

Abstract

Ilmu Balaghah digunakan untuk mengkaji sampainya makna, di sisi lain terdapat ilmu analisis makna lain seperti hermeneutika dan stilistika. Ditengah kajian makna yang kompetitif, kajian terhadap Ilmu Balaghah dari sudut pandang filsafat diperlukan untuk mengokohkannya sebagai sebuah kajian yang mapan dan kontributif. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, literatur terkait Balaghah dan wacana filsafat diramu untuk mengetahui duduk perkara balaghah dari sudut pandang ontologi, epistemologi dan Aksiologi. Hasil penelitian menujukkan bahwa secara ontologi Ilmu Balaghah berfungsi untuk menyampaikan makna jelas dengan ungkapan benar, berkesan di hati, sesuai situasi, terdapat 3 kajian cabang di dalamnya : Bayan, Maani, Badi'. Secara epistemologi, dilihat dari segi empirisme, rasionalisme, dan intuisi, penggunaan panca indera, akal, dan naluri menentukan makna dalam Balaghah. Secara Aksiologis nilai sampainya makna menjadi aspek yang paling penting.
Politik Hukum Lembaga Pengelola Zakat Fauzi Salim, Rahmad; Akmal Tarigan, Azhari
Rayah Al-Islam Vol 8 No 1 (2024): Rayah Al Islam Februari 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i1.907

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk berbagi pengetahuan dan memberikan sudut pandang mengenai politik hukum lembaga pengelola zakat. Seperti yang telah diktahui zakat merupakan salah satu rukun Islam dan kewajiban pelaksanaan juga diatur didalam Al-Qur’an. Dan dalam hal ini negara juga mengaturnya didalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang pengelolaan zakat. Dan berdasarkan pasal 3 UU ini disebutkan bahwa tujuan pengelolaan zakat adalah meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan dalam pengelolaan zakat meningkatkan manfaat zakat untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan. Namun, seperti beberzpa data yang penulis cantumkan tampaknya pengelolaan zakat oleh lembaga zakat belum efektif atau belum mencapai tujuan dari terciptanya peraturan tersebut. Permasalahan yang akan dibahas dalam penulisan ini adalah mengenai politik hukum lembaga pengelola zakat, dan efektifitas pengelolaan zakat oleh lembaga zakat serta pengoptimalan pengelolaan zakat agar terciptanya kesejahteraan masyarakat. Pada penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian yang dilakukan tergolong pada penelitian hukum normatif. Sedangkan metode penelitiannya menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode ini didasarkan atas analisis yang dilakukan terhadap UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Serta menggunakan pendekatan Undang-undang dan pendekatan konseptual. Adapun mengenai hasilnya penulis menemukan belum efektif pengelolaan zakat oleh lembaga pengelola zakat di Indonesia yang dibuktikan belum tercapainya target pengumpulan zakat yaitu pada tahun 2021 telah terkumpul dana sebanyak 17 triliun namun angka tersebut belum mencapai target dari Lembaga pengelola zakat. Sedangkan mengenai politik hukum pengelolaan zakat terdapat pada revisi UU pengelolaan zakat dari awalnya UU No.38 Tahun 1999 kepada UU No.23 tahun 2011 yang dikatakan UU penyempurnaan terhadap UU yang lama dengan tujuan memperketat aturan pembayaran zakat di Indonesia. Dan pengoptimalan yang dilakukan oleh Lembaga pengelola zakat agar masyarakat sejahtera adalah dengan menghimbau bahwa seharusnya pembayaran zakat dilakukan pada badan resmi pemerintahan. This paper aims to share knowledge and provide a perspective on the legal politics of zakat management institutions. As already known, zakat is one of the pillars of Islam and the obligation to implement it is also regulated in the Qur'an. And in this case the state also regulates it in Law Number 23 of 2011 concerning the management of zakat. And based on article 3 of this law, it is stated that the purpose of zakat management is to increase the effectiveness and efficiency of services in zakat management, to increase the benefits of zakat to realize community welfare and reduce poverty. However, as some of the data that the author has included, it seems that the management of zakat by zakat institutions has not been effective or has not achieved the objectives of the creation of the regulation. The problems that will be discussed in this paper are about the legal politics of zakat management institutions, and the effectiveness of zakat management by zakat institutions as well as optimizing zakat management in order to create community welfare. In this study, the author uses the type of research carried out classified as normative legal research. While the research method using qualitative research methods. This method is based on the analysis conducted on Law no. 23 of 2011 concerning Zakat Management. As well as using the law approach and conceptual approach. As for the results, the authors found that zakat management institutions in Indonesia have not been effective yet, as evidenced by the fact that the zakat collection target has not been achieved, namely in 2021, 17 trillion funds have been collected, but this figure has not reached the target of the zakat management institution. Meanwhile, regarding the legal politics of zakat management, there is a revision of the zakat management law from Law No. 38 of 1999 to Law No. 23 of 2011 which is said to be a revision of the old law with the aim of tightening the rules for paying zakat in Indonesia. And the optimization carried out by the zakat management institution so that the community is prosperous is by urging that zakat payments should be made to official government agencies.
Penyaluran Dana Infaq Melalui Pembangunan Rumah Duafa Oleh Baitul Mal Aceh Perspektif Hukum Islam Sativa, Annisa; Harahap, Mhd.Yadi
Rayah Al-Islam Vol 8 No 1 (2024): Rayah Al Islam Februari 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i1.908

Abstract

Artikel ini membahas mengenai penyaluran dana infaq melalui pembangunan rumah duafa oleh Baitul Mal Aceh dalam perspektif hukum islam. Dan yang menjadi pokok permasalahan yang dibahas tentang mekanisme penyaluran dana infaq melalui pembangunan rumah duafa oleh Baitul Mal serta bagaimana perspektif hukum islam terhadap program rumah duafa. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif analisis. Penulis memperoleh data dengan mengambil data dari bahan keputakaan seperti jurnal dan beberapa peraturan tentang Baitul Mal Aceh. Hasil penelitian Menunjukan mekanisme penyaluran dana infak melalui Baitul Mal Aceh diserahkan ke setiap Kabupaten untuk mengurus penyaluran tersebut dengan ketentuan yang sudah diberikan Baitul Mal pusat. Seperti langkah pertama yang harus dilakukan yaitu mengajukan proposal kepada baitul Mal dan kemudian akan disurvei kelayakan dokumen dan syarat. Dan pemberian rumah duafa ini harus benar-benar merupakan masyarakat miskin yang menerimanya dengan dibuktikan surat dari Kepala Desa setempat dan harus memiliki sertifikat tanah. Tinjauan hukum Islam terhadap penyaluran dana infaq ini sudah sesuai dengan hukum islam karna pada dasarnya sudah memenuhi rukun dan syarat dari infaq. This article discusses the distribution of infaq funds through the construction of duafa houses by Baitul Mal Aceh from the perspective of Islamic law. And what is the main issue discussed is the mechanism for channeling infaq funds through the construction of duafa houses by Baitul Mal and what is the perspective of Islamic law on the duafa house program. The method used is descriptive method, in obtaining data the authors took from library materials such as journals and several regulations regarding Baitul Mal Aceh. The results of the research show that the mechanism for channeling infaq funds through Baitul Mal Aceh is handed over to each district to manage the distribution with the provisions that have been given by the central Baitul Mal. As the first step that must be taken is to submit a proposal to Baitul Mal and then a survey will be conducted for the eligibility of documents and conditions. And the gift of a duafa house must really be for the poor who receive it with proof of a letter from the local village head and must have a land certificate. The review of Islamic law regarding the distribution of infaq funds is in accordance with Islamic law because basically it fulfills the pillars and conditions of infaq.