cover
Contact Name
Hisan Mursalin
Contact Email
hisanmursalin@arraayah.ac.id
Phone
+6285884149993
Journal Mail Official
jurnalinfo@arraayah.ac.id
Editorial Address
Jl. Printis Kemerdekaan km.6, 01/05 Sukamulya, Cimenteng, Cikembar 43157
Location
Kab. sukabumi,
Jawa barat
INDONESIA
Rayah Al Islam : Jurnal Ilmu Islam
ISSN : 25033816     EISSN : 26862018     DOI : https://doi.org/10.37274/rais
Rayah Al-Islam (p-ISSN: 2503-3816, e-ISSN: 2686-2018) is a Journal of Islamic studies published twice a year, this scientific publication is managed by the Institute for Research and Community Service (LP2M) Ar-Raayah Arabic Language College (STIBA) Sukabumi. This journal focuses on the study of Islam, in the form of Research Results, Ideas, Theories, Methods and other Actual Problems Related to Islamic studies.This journal openly accepts contributions from experts to publish the results of his research.
Articles 549 Documents
Pembinaan Muslimat Melalui Kajian Mingguan pada Era Digital di Komplek Dit Bekang Cibinong Kabupaten Bogor Marwani
Rayah Al-Islam Vol 8 No 3 (2024): Rayah Al Islam Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i3.1018

Abstract

Pengembangan masyarakat menjadi semakin penting di era digital. Oleh karena itu, perlu adanya fokus pada penguatan nilai-nilai agama, pendidikan keluarga, literasi media digital, dan pemanfaatan teknologi digital secara bijak. Dengan pendekatan yang tepat, masyarakat dapat mengatasi berbagai tantangan dan aktif memanfaatkan teknologi digital. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan partisipatif (PAR) bertujuan untuk mengatasi proses produksi pengetahuan dan perubahan sosial keagamaan serta pembelajaran dalam pemecahan masalah dan memenuhi kebutuhan praktis masyarakat. Penelitian ini diawali dengan perencanaan, pelaksanaan, dan terakhir adalah evaluasi. Hasil penelitian ini adalah pentingnya pembinaan Muslimat terutama pada era digital agar tidak lalai dalam penggunaan digital yang semakin majau. Kemajuan digital yang tak bisa dibendung mengkhawatirkan bagi perkembangan masyarakat. Melalui penelitian ini muslimat dapat terarah dalam beragama dengan meneladani dakwah Nabi Muhammad SAW. Community development is becoming increasingly important in the digital era. Therefore, there needs to be a focus on strengthening religious values, family education, digital media literacy, and wise use of digital technology. With the right approach, society can overcome various challenges and actively utilize digital technology. This research uses participatory action research (PAR) methods aimed at addressing the process of knowledge production and socio-religious change as well as learning in problem solving and meeting the practical needs of society. This research begins with planning, implementation, and finally evaluation. The results of this research are the importance of developing Muslim women, especially in the digital era, so that they are not negligent in the increasingly advanced use of digital. Digital progress that cannot be stopped is worrying for the development of society. Through this research, Muslim women can be guided in their religion by emulating the preaching of the Prophet Muhammad SAW.
Model Pendidikan Islam Persfektif Azyumardi Azra dan Qurais Shihab Gusrizal, Muhammad; Alwizar; E. Hulawa, Djeprin
Rayah Al-Islam Vol 8 No 3 (2024): Rayah Al Islam Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i3.1019

Abstract

Mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim, pendidikan Islam sering kali diremehkan dalam sistem pendidikan negara ini. Islam menekankan perhatiannya kepada pendidikan dan mewajibkan umatnya untuk atau menuntut ilmu secara menyeluruh. Hal ini terbukti dalam dalam banyak petunjuk Al-Qur’an untuk pembelajaran umat islam. oleh banyaknya perintah kewajiban belajar bagi umat Islam berlandaskan pada Al-Qur’an. Harapan kami masyarakat ammpu menyadari pentingnya mengetahui nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran islam. Berdasarkan pernyataan di atas, pendidikan islam memberikan kontribusi yang besar terhadap pembangunan dan pendidikan kehidupan bangsa. Jika Indonesia ingin memiliki tenaga kerja yang handal, salah satu caranya adalah dengan menerapkan pendidikan islam yang baik. Azyumardi Azra dan Qurais shihab berabgi pandanganya tentang pendidkan islam yang menarik dan cocok untuk praktik modern. Visi azyumardi Azra tentang pendidikan islam adalah visi Nabi Muhammad SAW agar dapat mecapai jenjang yang lebih tinggi, menunaikan tugas sebagai khalifah di muka bumi, dan mencapai kebahagian didunia dan akhirat. Study Islam H. M. Quraish Shihab membimbing santri dalam tugasnya sebagai manusia untuk mengabdi kepada Allah dan menjadi kahliafh. Landasan ajaran Islam terdiri dari enam jenis: Al-Quran, Sunnah, kata sahabat (madzhab shahabi), kemaslahatan umat atau sosial (maslahah almursalah), tradisi atau adat kebiasaan masyarakat (‘urf), dan hasil pemikiran para ahli Islam atau ijtihad. Tujuan pendidikan Islam pada hakikatnya adalah mewujudkan “tujuan antara” dan “tujuan akhir” agar peserta didik dapat memahami ilmu-ilmu islam dan mengaplikasikanya dalam kehidupan sehari-hari. The majority of Indonesia's population is Muslim, but Islamic education is often underestimated in the country's education system. Islam emphasizes its attention to education and obliges its people to study thoroughly. This is evident in the many Qur'anic instructions for Islamic learning. by the many commands of the obligation to learn for Muslims based on the Qur'an. We hope that people will realize the importance of knowing the values contained in Islamic teachings. Based on the above statement, Islamic education makes a major contribution to the development and education of the nation's life. If Indonesia wants to have a reliable workforce, one way is to implement good Islamic education. Azyumardi Azra and Qurais shihab have their views on Islamic education that are interesting and suitable for modern practice. Azra's vision of Islamic education is the vision of the Prophet Muhammad SAW in order to reach a higher level, fulfill the task as caliph on earth, and achieve happiness in the world and the hereafter. H. M. Quraish Shihab's study of Islam guides students in their duties as humans to serve Allah and become kahliafh. The foundation of Islamic teachings consists of six types: Al-Quran, Sunnah, the word of the companions (madzhab shahabi), the benefit of the people or social (maslahah almursalah), traditions or customs of the community ('urf), and the results of the thoughts of Islamic experts or ijtihad. The purpose of Islamic education is essentially to realize the "intermediate goal" and "final goal" so that students can understand Islamic sciences and apply them in everyday life.
Pendampingan Manajemen Masjid Al Hasyimi Sebagai Pusat Spiritual dan Intelektual Mahasantri Pesantren Mahasiswa IUQI Bogor Patahilah, Fauzi; Mauludin, Muhamad Idrus
Rayah Al-Islam Vol 8 No 3 (2024): Rayah Al Islam Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i3.1020

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendampingi dan mengembangkan manajemen Masjid Al Hasyimi sebagai pusat spiritual dan intelektual bagi Mahasantri Pesantren Mahasiswa Institut Ummul Quro Al-Islami Bogor. Menggunakan metode Participatory Action Research (PAR), penelitian ini melibatkan partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk pengurus masjid, mahasantri, dan dosen. Proses pendampingan meliputi identifikasi kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program yang bertujuan untuk meningkatkan fungsi masjid sebagai pusat pembinaan spiritual dan intelektual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen Masjid Al Hasyimi dapat ditingkatkan melalui pelatihan kepemimpinan, pengelolaan kegiatan keagamaan, serta penyediaan fasilitas belajar yang memadai. Masjid berperan penting dalam mendukung pengembangan potensi Mahasantri melalui berbagai kegiatan seperti kajian Quran dan kitab kuning, diskusi ilmiah, serta program pembinaan karakter. Pendekatan PAR terbukti efektif dalam menciptakan rasa memiliki dan tanggung jawab di kalangan mahasantri, sehingga mereka lebih aktif terlibat dalam pengelolaan masjid. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dengan manajemen yang baik, Masjid Al Hasyimi dapat berfungsi secara optimal sebagai pusat spiritual dan intelektual, mendukung tujuan pendidikan holistik di Pesantren Mahasiswa Insitut Ummul Quro Al-Islami Bogor. Peningkatan kapasitas pengelolaan masjid tidak hanya meningkatkan kualitas spiritual Mahasantri, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan intelektual mereka, menciptakan generasi yang unggul dan berintegritas. This research aims to assist and develop the management of the Al Hasyimi Mosque as a spiritual and intellectual center for students of the Islamic Boarding School of Institut Ummul Quro Al-Islami Bogor. Using the Participatory Action Research (PAR) method, this research involves active participation from all stakeholders, including mosque administrators, students, and lecturers. The mentoring process includes needs identification, planning, implementation, and evaluation of programs aimed at improving the mosque's function as a center for spiritual and intellectual development. The results showed that the management of Al Hasyimi Mosque can be improved through leadership training, management of religious activities, and provision of adequate learning facilities. The mosque plays an important role in supporting the development of student potential through various activities such as Quran and yellow book studies, scientific discussions, and character building programs. The PAR approach has proven effective in creating a sense of belonging and responsibility among the students, so that they are more actively involved in the management of the mosque. This study concludes that with good management, Al Hasyimi Mosque can function optimally as a spiritual and intellectual center, supporting holistic education goals at the Ummul Quro Al-Islami Insitut Student Boarding School in Bogor. Increased mosque management capacity not only improves the spiritual quality of the students, but also contributes to their intellectual development, creating a generation of excellence and integrity.
Pelatihan media konseling Anak Cerebral Palsy Berbasis Papan Maze untuk meningkatkan kemampuan Motorik Halus Anak Cerebral Palsy di SLBN Cibinong Bogor Rachmat, Faisal
Rayah Al-Islam Vol 8 No 3 (2024): Rayah Al Islam Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i3.1021

Abstract

Pelatihan ini bertujuan untuk Untuk meningkatkan kemampuan motorik halus, koordinasi mata dengan tangan dan konsentrasi anak cerebral palsy secara berkala dan Untuk memberikan edukasi kepada orang tua dalam menggunakan media edukasi papan maze di rumah Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah action research. action research merupakan metode yang reflektif terhadap berbagai aksi atau intervensi yang dilakukan oleh guru mulai dari perencanaan sampai penilaian terhadap intervensi nyata di dalam kelas yang berupa kegiatan belajar mengajar untuk memperbaiki kondisi pembelajaran yang dilakukan. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa rata-rata TCP pada Pra Siklus sebesar 24 dari TCP Max 40 dan pada Siklus 1yang rata-rata TCP anak sebesar 30 dari TCP Max 40 serta pada Siklus 2 yang rata-rata TCP anak mencapai 35.4 dari TCP Max 40. Dengan hasil siklus diatas bahwa Peningkatan yang dialami oleh anak-anak CP yang terjadi pada siklus 1 ke siklus 2 dikarenakan peneliti dan kolaborator menggunakan berbagai cara dalam menjelaskan kepada anak sehingga anak mampu memegang, menggenggam dan mengarahkan pensil dengan jemarinya untuk mengikuti alur labirin yang terdapat dalam lembaran kegiatan maze serta papan labirin maze yang berbentuk binatang seperti kura-kura. Kesimpulannya adalah pelatihan media konseling anak Cerebral Palsy berbasis papan maze dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak Cerebral Palsy di SLBN Cibinong Bogor berupa perkembangan motorik halus anak cerebral palsy sesuai harapan. This training aims to improve fine motor skills, hand-eye coordination and concentration of Cerebral Palsy children on a regular basis and to provide education to parents in using maze board educational media at home. The method used in this service is action research. Action research is a method that is reflective of various actions or interventions carried out by teachers starting from planning to assessing real interventions in the classroom in the form of teaching and learning activities to improve the learning conditions carried out. The results of this service show that the average TCP in the Pre-Cycle was 24 out of TCP Max 40 and in Cycle 1 the average TCP for children was 30 out of TCP Max 40 and in Cycle 2 the average TCP for children reached 35.4 out of TCP Max 40. With the results of the cycle above, the increase experienced by children with CP that occurred in cycle 1 to cycle 2 was due to researchers and collaborators using various methods of explaining to children so that children were able to hold, grip and direct pencils with their fingers to follow the labyrinth path contained in It contains a maze activity sheet and a maze maze board in the shape of an animal such as a turtle. The conclusion is that maze board-based counseling media training for Cerebral Palsy children can improve the fine motor skills of Cerebral Palsy children at SLBN Cibinong Bogor in the form of fine motor development of Cerebral Palsy children as expected.
Penguatan Revitalisasi Kesetaraan Gender Melalui Peran Manajemen Kurikulum dalam Mengatasi Masalah Putus Sekolah di SMA Bumi Sejahtera Cibungbulang Bogor Wati Alwi, Rahma; Sofiatulhaq, Siti
Rayah Al-Islam Vol 8 No 3 (2024): Rayah Al Islam Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i3.1022

Abstract

Putus sekolah adalah masalah yang krusial di bidang pendidikan dan dapat berdampak negatif pada kemajuan suatu negara. Di Indonesia, putus sekolah masih menjadi perkara yang menantang, terutama di daerah terpencil dan masyarakat miskin. Pendekatan CBR (Community Based Research) adalah suatu metode penelitian yang melibatkan partisipasi aktif dari komunitas yang diteliti dalam setiap tahap dari proses penelitian. Kesimpulan PKM yang dilakukan dengan fokus pada penguatan revitalisasi kesetaraan gender melalui peran manajemen kurikulum dalam mengatasi masalah putus sekolah di SMA Bumi Sejahtera Cibungbulang, Bogor yaitu : Identifikasi Faktor Penyebab: Faktor-faktor yang menyebabkan masalah putus sekolah, seperti masalah ekonomi, norma budaya, dan kurangnya model peran. Integrasi Kesetaraan Gender dalam Kurikulum: Integrasi aspek kesetaraan gender dalam manajemen kurikulum adalah langkah strategis untuk menanggulangi masalah putus sekolah. Dalam hal ini, pendekatan yang mengintegrasikan aspek kesetaraan gender dengan pendekatan akhlak dan kebiasaan terbukti efektif. Pemberdayaan Perempuan: Integrasi kesetaraan gender dalam kurikulum membantu dalam pemberdayaan perempuan, memberikan mereka kesempatan yang sama dalam pengembangan spiritual dan akademis. Peningkatan Kualitas Pembelajaran: Pembiasaan sebelum pembelajaran dimulai, seperti sholat Dhuha, meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menciptakan suasana yang kondusif untuk belajar. Pengembangan Karakter: Integrasi pendekatan akhlak dan kebiasaan dalam kurikulum membantu dalam pengembangan karakter siswa, membentuk nilai-nilai seperti disiplin, tanggung jawab, dan ketekunan. Dropping out of school is a crucial problem in the field of education and can have a negative impact on a country's progress. In Indonesia, dropping out of school is still a challenging matter, especially in remote areas and poor communities. The CBR (Community Based Research) approach is a research method that involves active participation from the community being studied in every stage of the research process. The conclusion of the PKM which was carried out with a focus on strengthening the revitalization of gender equality through the role of curriculum management in overcoming the problem of dropping out of school at SMA Bumi Sejahtera Cibungbulang, Bogor, namely: Identifying Causal Factors: Factors that cause the problem of dropping out of school, such as economic problems, cultural norms, and lack of role models. Integration of Gender Equality in the Curriculum: Integration of gender equality aspects in curriculum management is a strategic step to overcome the problem of dropping out of school. In this case, an approach that integrates aspects of gender equality with a moral and habitual approach has proven to be effective. Women Empowerment: Integration of gender equality in the curriculum helps in empowering women, providing them equal opportunities in spiritual and academic development. Improving the Quality of Learning: Habituation before learning begins, such as the Dhuha prayer, improves the quality of learning by creating an atmosphere that is conducive to learning. Character Development: The integration of moral and habitual approaches in the curriculum helps in developing students' character, forming values ​​such as discipline, responsibility and perseverance.
Pendampingan Layanan Konseling Spiritual Teistik untuk Peningkatan Motivasi Menghafal Qur’an di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bogor Waki, Ahmad; Maulana, Ikhsan
Rayah Al-Islam Vol 8 No 3 (2024): Rayah Al Islam Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i3.1023

Abstract

Masyarakat di Indonesia mayoritas beragama Islam, dengan al-Qur’an dan al-Sunnah sebagai pedoman mereka. Dewasa ini kegiatan menghafal al-Qur’an dan para penghafal al- Qur’an di Indonesia sedang berkembang dengan pesat. Pengabdian ini dilakukan untuk melakukan pendampingan dan pelatihan menghafal al-Qur’an kepada siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bogor yang dalam beberapa tahun kebelakang mengalami stagnan karena tidak ada guru yang khusus tahfiz dan dukungan sistem yang tidak berjalan. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bogor memang tidak menawarkan salah satu dari tiga jurusannya terkait dengan tahfidz, tapi keinginan dari beberapa siswa dan orang tua mereka penulis merespon untuk melakukan pendampingan berupa motivasi hafalan qur’an melalui metode konseling spiritual teistik. Pengabdian ini dilakukan dengan metode pendampingan dan konseling kepada siswa yang mengikuti program tahfiz yang selama ini terhenti akibat tidak adanya pembina dan alokasi biaya terkait dengan program tersebut. Setelah dilakukan pengabdian, siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bogor yang mengikuti program tahfiz memiliki minat dan motivasi yang sangat tinggi untuk menghafal al-Qur'an. Hal ini menunjukkan bahwasanya program tahfiz tersebut perlu dikembangkan. The majority of people in Indonesia are Muslim, with the Koran and Sunnah as their guidelines. Nowadays, the activity of memorizing the Koran and memorizing the Koran in Indonesia is growing rapidly. This service is carried out to provide assistance and training in memorizing the Koran for students of Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bogor, which in the past few years has experienced stagnation because there are no teachers who specialize in tahfiz and the support system is not working. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bogor does not offer one of its three majors related to tahfidz, but the author responded to the wishes of several students and their parents to provide assistance in the form of motivation to memorize the Qur'an through theistic spiritual counseling methods. This service is carried out using mentoring and counseling methods for students taking part in the tahfiz program which has been stalled due to the absence of supervisors and allocation of costs related to the program. After the service, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bogor students who took part in the tahfiz program had very high interest and motivation to memorize the Koran. This shows that the tahfiz program needs to be developed.
Harta Benda (Al-Maal) dalam Fiqih Muamalah Rahmah, Nuzulliah; Asmuni; Anggraini, Tuti
Rayah Al-Islam Vol 8 No 3 (2024): Rayah Al Islam Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i3.1025

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengetahui makna harta dan ruang lingkupnya, pembagian harta dan jenis-jenisnya, fungsi harta, dasar-dasar kepemilikan, serta posisi harta dalam maqashid syariah. Metode penelitian ini menggabungkan data dari penelitian sebelumnya dan teori-teori yang relevan dengan subjek tersebut. Hasilnya adalah harta memiliki nilai dan bentuk nyata yang disukai manusia, dapat dimiliki, disimpan, dan digunakan secara sah menurut syariah untuk berbagai tujuan seperti bisnis, pinjaman, dan konsumsi. Allah sebagai pemilik sejati harta memberikan pedoman untuk kemaslahatan umat manusia, yang mencakup pemeliharaan lima tujuan dasar. Studi ini hanya mengkaji definisi harta dan jenis-jenisnya, pembagian harta dan jenis-jenisnya, tujuan harta dan dasar kepemilikannya, serta posisinya dalam maqashid syariah. Studi ini sangat berguna untuk penelitian tambahan, terutama yang terkait dengan definisi harta dan ruang lingkupnya, pembagian harta dan jenis-jenisnya, fungsi harta, prinsip kepemilikan, serta posisinya dalam maqashid syariah.
Pelatihan Manajemen Administrasi Majelis Taklim dalam Rangka Optimalisasi Majelis Taklim Kaum Ibu Nurul Yaqin Irfan; Akbarudin, Suryamin
Rayah Al-Islam Vol 8 No 3 (2024): Rayah Al Islam Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i3.1026

Abstract

Majelis Taklim di Indonesia berperan aktif dalam mengembangkan dan membentuk identitas serta nilai-nilai kehidupan bagi masyarakat Indonesia, terutama bagi umat Islam di wilayah Nusantara. Hal ini berkontribusi dalam pertumbuhan dan perkembangan tokoh agama, jamaah, dan semua anggota majelis taklim, yang diwarnai oleh budaya keagamaan yang kuat. Metode Pengabdian yang diterapkan kepada Majelis Taklim Nurul Yaqin yang berada di kelurahan Atang Senjaya Kab. Bogor ini adalah pendekatan PAR (Participatory Action Research). Secara keseluruhan, kegiatan pelatihan berjalan dengan baik. Dengan adanya simulasi praktik manajemen administrasi, pemahaman peserta lebih meningkat dan mengetahui dokumen atau alat-alat apa saja yang dibutuhkan untuk mendukung terlaksananya manajemen administrasi dengan baik di majelis taklim Nurul Yaqin. Majelis taklim Nurul Yaqin di Kelurahan Atang Senjaya telah berkembang dari pengajian rumahan menjadi sebuah majelis taklim yang aktif. Pelatihan manajemen administrasi yang telah dilakukan dalam pengabdian masyarakat ini telah memberikan peningkatan wawasan yang terbukti dari partisipasi aktif dari pengurus dan jamaah dalam sesi pelatihan. Pelatihan ini juga membahas topik penting yang dibutuhkan pengurus dan jamaah mejelis taklim seperti pengaturan keuangan, partisipasi/keterlibatan jamaah, manajemen dokumentasi, perencanaan program dakwah, dan penyelesaian konflik internal. The Taklim Council in Indonesia plays an active role in developing and shaping the identity and life values ​​of Indonesian society, especially for Muslims in the archipelago. This contributes to the growth and development of religious figures, congregations, and all members of the taklim assembly, which is characterized by a strong religious culture. The service method applied to the Nurul Yaqin Taklim Council located in the Atang Senjaya sub-district, Kab. Bogor is a PAR (Participatory Action Research) approach. Overall, the training activities went well. With the simulation of administrative management practices, participants' understanding will increase and they will know what documents or tools are needed to support the implementation of good administrative management at the Nurul Yaqin taklim assembly. Nurul Yaqin's taklim assembly in Atang Senjaya Village has developed from home-based recitation to an active taklim assembly. The administrative management training that has been carried out in this community service has provided increased insight as proven by the active participation of administrators and congregation in the training sessions. This training also discusses important topics needed by the management and congregation of the taklim assembly, such as financial arrangements, congregation participation/involvement, documentation management, planning da'wah programs, and resolving internal conflicts.
Analisis Perlindungan Islam Terhadap Perempuan Korban Kekerasan dalam Rumah Tangga dalam Tinjauan Maqashid Syariah Bayu Wicaksono, Adnan; Son Ashari, Winning
Rayah Al-Islam Vol 8 No 3 (2024): Rayah Al Islam Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i3.1027

Abstract

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Indonesia mencakup berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan, mengancam kesejahteraan individu dan stabilitas keluarga. Islam sebagai agama rahmatan lil 'alamin menekankan perlindungan perempuan melalui maqasid syariah untuk memastikan hak dan keadilan, serta melindungi dari kekerasan dan ketidakadilan. Penelitian ini mengeksplorasi perlindungan perempuan korban KDRT dari perspektif maqashid syariah, menyoroti kewajiban agama dalam melindungi kesejahteraan mereka. Fokusnya pada pemahaman dan implementasi hukum Islam yang menjamin hak-hak kemanusiaan dan kemaslahatan umat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kepustakaan (library research) untuk menganalisis perlindungan Islam terhadap perempuan korban KDRT dari perspektif maqasid syariah. Mengumpulkan data sekunder dari literatur seperti jurnal ilmiah yang relevan untuk analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlindungan Islam terhadap perempuan korban KDRT memungkinkan istri mengajukan khulu’ agar dapat melakukan ibadah dengan khusyuk. Menjaga jiwa diterapkan dengan hukum qishas atau takzir terhadap suami yang melakukan kekerasan untuk menjaga martabat dan kesejahteraan istri. Menjaga akal melibatkan pelaporan kekerasan untuk memulihkan mental istri. Menjaga keturunan menekankan pentingnya lingkungan aman bagi anak-anak. Menjaga harta mengharuskan suami memberikan nafkah yang layak, dengan penelantaran atau pengekangan istri tidak boleh bekerja dianggap sebagai kekerasan yang dapat dilaporkan. Domestic violence (KDRT) in Indonesia includes various forms of violence against women, threatening individual well-being and family stability. Islam as a religion of rahmatan lil 'alamin emphasizes the protection of women through maqasid sharia to ensure rights and justice, as well as protect them from violence and injustice. This research explores the protection of women victims of domestic violence from a maqashid sharia perspective, highlighting religious obligations in protecting their welfare. The focus is on understanding and implementing Islamic law which guarantees human rights and the benefit of the people. This research uses a qualitative library research method to analyze Islamic protection for women victims of domestic violence from a maqasid sharia perspective. Collect secondary data from literature such as relevant scientific journals for descriptive analysis. The results of this research show that Islamic protection for women who are victims of domestic violence allows wives to apply for khulu' so they can perform their worship solemnly. Protecting the soul is implemented by the law of qishas or takzir against husbands who commit violence to maintain the dignity and welfare of their wives. Maintaining sanity involves reporting violence to restore the wife's mental health. Looking after offspring emphasizes the importance of a safe environment for children. Maintaining assets requires the husband to provide adequate maintenance, with neglect or restraint on the wife from working considered as violence that can be reported.
Prosedur Pendaftaran Haji Melalui Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS BPIH) Khoirunnisa, Siti; Indriyani, Deswita; Lubbi Ramadhan, Farha; Hafiz, Abdul
Rayah Al-Islam Vol 8 No 3 (2024): Rayah Al Islam Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i3.1028

Abstract

Prosedur pendaftaran Haji melalui Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS BPIH) merupakan langkah penting bagi calon jamaah yang bermaksud menjalani ibadah haji. Artikel ini akan menyajikan secara komprehensif tahapan-tahapan yang perlu diikuti oleh calon jamaah dalam melakukan pendaftaran Haji melalui lembaga keuangan tersebut. Pertama, calon jamaah perlu memahami proses pengumpulan dan persiapan dokumen yang diperlukan sebelum mendaftar, seperti identitas, surat kesehatan, dan dokumen pendukung lainnya. Selanjutnya, artikel ini akan menjelaskan secara rinci bagaimana calon jamaah dapat mengakses layanan pendaftaran Haji melalui Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS BPIH), termasuk panduan pengisian formulir dan proses verifikasi data. Adapun, kunci ketiga dalam prosedur ini adalah pembayaran biaya penyelenggaraan ibadah haji melalui bank sebagai lembaga keuangan resmi yang bekerjasama dengan pemerintah. Kemudian, artikel ini akan mengulas tentang sistem monitoring dan follow-up yang diberikan oleh Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS BPIH) kepada calon jamaah setelah proses pendaftaran selesai. Informasi ini penting bagi calon jamaah agar mereka dapat memahami tahapan selanjutnya dalam persiapan menjalani ibadah haji. Dengan demikian, melalui pemahaman yang mendalam terhadap prosedur pendaftaran Haji melalui Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS BPIH), calon jamaah dapat mengoptimalkan persiapannya dan menjalani ibadah haji dengan lancar. Artikel ini bertujuan untuk memberikan panduan komprehensif bagi mereka yang berkeinginan melaksanakan ibadah haji melalui lembaga keuangan resmi dan terpercaya. The procedure for registering for Hajj through the Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS BPIH) is a crucial step for prospective pilgrims intending to undertake the sacred pilgrimage. This article comprehensively presents the stages that prospective pilgrims need to follow when registering for Hajj through this financial institution. Firstly, prospective pilgrims must understand the process of collecting and preparing the required documents before registration, such as identification, health certificates, and other supporting documents. Subsequently, this article will provide a detailed explanation of how prospective pilgrims can access the Hajj registration services through the Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS BPIH), including a guide on filling out forms and the data verification process. The third key aspect of this procedure is the payment of the pilgrimage expenses through the bank as an official financial institution collaborating with the government. Furthermore, the article will discuss the monitoring and follow-up systems provided by the Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS BPIH) to prospective pilgrims after completing the registration process. This information is crucial for prospective pilgrims to understand the subsequent stages in preparing for the pilgrimage. Thus, through a profound understanding of the registration procedure for Hajj through the Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS BPIH), prospective pilgrims can optimize their preparations and undertake the pilgrimage smoothly. This article aims to provide a comprehensive guide for those wishing to perform Hajj through an official and trustworthy financial institution.