cover
Contact Name
Hisan Mursalin
Contact Email
hisanmursalin@arraayah.ac.id
Phone
+6285884149993
Journal Mail Official
jurnalinfo@arraayah.ac.id
Editorial Address
Jl. Printis Kemerdekaan km.6, 01/05 Sukamulya, Cimenteng, Cikembar 43157
Location
Kab. sukabumi,
Jawa barat
INDONESIA
Rayah Al Islam : Jurnal Ilmu Islam
ISSN : 25033816     EISSN : 26862018     DOI : https://doi.org/10.37274/rais
Rayah Al-Islam (p-ISSN: 2503-3816, e-ISSN: 2686-2018) is a Journal of Islamic studies published twice a year, this scientific publication is managed by the Institute for Research and Community Service (LP2M) Ar-Raayah Arabic Language College (STIBA) Sukabumi. This journal focuses on the study of Islam, in the form of Research Results, Ideas, Theories, Methods and other Actual Problems Related to Islamic studies.This journal openly accepts contributions from experts to publish the results of his research.
Articles 549 Documents
Media Sosial sebagai Alat Informasi dan Komunikasi dalam Manajemen Haji dan Umroh: Studi Kepustakaan Al-Rizki Febriyanti, Clarissa; Sabillah Bahri, Elsa; Taufiqurrahman, Shalman; Hafiz, Abdul
Rayah Al-Islam Vol 8 No 3 (2024): Rayah Al Islam Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i3.1029

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi peran media social dalam manajemen haji dan umroh, dengan analisis data yang diperoleh dari jamaah melalui survei dan wawancara. Hasilnya menunjukkan bahwa WhatsApp adalah platform yang paling banyak digunakan (85%), diikuti oleh Facebook (70%), Instagram (55%), Twitter (40%), dan Youtube (35%). Media social terbukti efektif dalam komunikasi dan koordinasi antara jamaah dan penyelenggara, memungkinkan penyebaran informasi cepat dan real-time. Temuan ini sejalan dengan teori komunikasi massa dan difusi inovasi, yang menekankan pentingnya kecepatan dan jangkauan dalam penyebaran informasi. Namun, tantangan seperti keterbatasan akses internet dan isu keamanan data perlu ditangani. Penelitian ini menyarankan peningkatan infrastruktur internet, pengembangan kebijakan privasi, serta edukasi penggunaan media social bagi jamaah. Pandemi COVID-19 juga mengeaskan pentingnya media social dalam adaptasi manajemen haji dan umroh selama situasi krisis. Temuan ini memberikan kontribusi signifikan pada literatur dan menawarkan wawasan praktis untuk peningkatan manajemen haji dan umroh di masa depan. This study explores the role of social media in Hajj and Umrah management, by analyzing data obtained from pilgrims through surveys and interviews. The results show that WhatsApp is the most widely used platform (85%), followed by Facebook (70%), Instagram (55%), Twitter (40%), and Youtube (35%). Social media proved to be effective in communication and coordination between pilgrims and organizers, allowing for quick and real-time information dissemination. This finding is in line with mass communication and innovation diffusion theories, which emphasize the importance of speed and reach in information dissemination. However, challenges such as limited internet access and data security issues need to be addressed. This research suggests improving internet infrastructure, developing privacy policies, and educating pilgrims on the use of social media. The COVID-19 pandemic also emphasizes the importance of social media in the adaptation of Hajj and Umrah management during crisis situations. The findings make a significant contribution to the literature and offer practical insights for the improvement of Hajj and Umrah management in the future.
Implementasi Zakat Modern Rahmatul Dzikri, Ridho; Yumna Mardiyah, Khansa; Sabrina Aziz, Atikah Alfah; Hafiz, Abdul
Rayah Al-Islam Vol 8 No 3 (2024): Rayah Al Islam Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i3.1030

Abstract

Zakat merupakan sebuah syariat yang eksistensinya amat sangat berpengaruh kepada prospek hidup seseorang terutama pada segmen ekonomi, mengingat adanya zakat juga merupakan sebuah ketetapan yang menjadi salah satu dari lima landasan fundamenta keislaman seseorang sehingga harus difahami tiap muslim baik dari segi tekstual maupun kontekstual. Meninjau hal tersebut penulis berusaha mengemas tentang Konsep Pemahaman Zakat di mana persoalan perekonomian telah menjadi hal yang amat sangat nyata mulai dari kesenjangan sosial dan kemiskinan yang kian menjadi sedangkan Zakat merupakan Solusi yang diberikan Syariat Islam guna mengatasi problemik tersebut maka dari itu penulis ingin memberikan gagasan zakat sebagai Solusi menangani berbagai probemik tersebut. Dengan metode penelusuran Pustaka kemudian merelevansikannya dengan sumber-sumber yang akurat atau tervalidasi lalu disusun dalam satu teori yang kompleks agar melahirkan sebuah keterangan yang dapat dipertanggung jawabkan. Melihat realita sosial yang terjadi menegaskan bahwa zakat amat sangat perlu difahami oleh tiap-tiap muslim demi menjaga dan menjunjung kesejahteraan baik individu, Masyarakat, hingga lingkungan. Dengan adanya penelitian ini nantinya akan melahirkan tentang konsep distribusi Zakat yang Efektif, Pengentasan kesenjangan sosial lewat Syariat Zakat, dan Konsep Zakat yang berlaku di indonesia. Zakat is a Sharia law whose existence significantly influences the life prospects of individuals, especially in economic segments, given that zakat is also a decree that forms one of the five fundamental pillars of a person's Islam and therefore must be understood by every Muslim both textually and contextually. In light of this, the author attempts to encapsulate the Concept of Understanding Zakat, where economic issues have become increasingly evident, from social inequality to poverty that is growing, while Zakat is a solution provided by Islamic Sharia to address these problems. Therefore, the author aims to present zakat as a solution to address various issues. Using the method of literature review and relating it to accurate or validated sources, the author compiles a complex theory to produce accountable explanations. Observing the social reality that unfolds confirms the necessity for every Muslim to understand zakat to uphold individual, societal, and environmental well-being. This research aims to elucidate the concept of Effective Zakat Distribution, Alleviating Social Inequality through Sharia Zakat, and the Concept of Zakat as applicable in Indonesia.
Implementation of Islamic Values in Strategic Performance Management in Islamic Universities to Increase Global Competitiveness and Innovation Prawoto, Imam; Anisa, Fitri; Fi Ismi, Syakillah
Rayah Al-Islam Vol 8 No 2 (2024): Rayah Al Islam Mei 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i2.1037

Abstract

Islam telah menjadi sentral dalam kehidupan bernegara, terbukti dengan meningkatnya pendidikan tinggi Islam di Indonesia yang mencapai lebih dari 400 pada tahun 2022. Pendidikan tinggi Islam juga memegang peranan tinggi dalam pembentukan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing di era globalisasi saat ini, maka dari itu manajemen kinerja menjadi penting dalam hal ini mencakup perencanaan, implementasi, dan pengukuran kinerja untuk mencapai keunggulan kompetitif jangka panjang. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengidentifikasi implementasi manajemen kinerja strategis yang berlandaskan nilai-nilai islam dalam pendidikan tinggi Islam untuk mencapai peningkatan daya saing global dan inovasi. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur, dengan maksud untuk memperdalam informasi dari berbagai sumber-sumber referensi yang relevan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan manajemen kinerja strategis yang efektif, didukung oleh nilai-nilai Islami seperti kejujuran, keadilan, amanah, dan tanggung jawab, diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional, mendorong inovasi, dan meningkatkan daya saing global institusi pendidikan tinggi Islam. Islam has become central to state life, as evidenced by the increase in Islamic higher education in Indonesia which reached more than 400 in 2022. Islamic higher education also plays a high role in forming quality and competitive human resources (HR) in the current era of globalization, therefore performance management is important in this case including planning, implementation, and performance measurement to achieve long-term competitive advantage. The objective of this study is to identify the implementation of strategic performance management based on Islamic values in Islamic higher education to achieve increased global competitiveness and innovation. This research uses the method of literature study, to deepen information from various relevant reference sources. This study concludes that the implementation of effective strategic performance management, supported by Islamic values such as honesty, fairness, trust, and responsibility, is expected to improve operational efficiency, encourage innovation, and increase the global competitiveness of Islamic higher education institutions.
Reconciling Local and Global Identities Challenges of Constitutional Law in the Era of Globalization Rohmah, Siti Ngainnur; Barra Ma’rifah, Brilliant
Rayah Al-Islam Vol 8 No 2 (2024): Rayah Al Islam Mei 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i2.1038

Abstract

Dalam era globalisasi yang semakin terhubung secara erat, tantangan hukum tatanegara dalam menyatukan identitas lokal dengan dinamika global menjadi semakin kompleks. Rekonsiliasi antara identitas lokal dan global menjadi sebuah isu yang mendesak dalam konteks pembentukan dan penerapan hukum tatanegara. Identitas lokal, yang sering kali menjadi penanda keberagaman budaya, adat istiadat, dan nilai-nilai historis suatu bangsa, sering kali bertentangan dengan arus globalisasi yang mengarah pada homogenisasi budaya dan harmonisasi hukum. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tantangan hukum tatanegara dalam menyatukan identitas lokal dengan dinamika global pada era globalisasi. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian deskriptif kualitatif deduktif. Analisis data menggunakan analisis isi. Hasil penelitian ini yaitu dalam menghadapi tantangan globalisasi, Indonesia perlu memperkuat pengakuan dan perlindungan terhadap keberagaman budaya, termasuk hukum adat dan nilai-nilai lokal. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dianggap penting dalam merumuskan kebijakan yang mendukung pelestarian dan pengembangan budaya lokal. Penelitian menunjukkan bahwa dampak globalisasi memunculkan tantangan dalam mempertahankan nilai-nilai lokal tanpa mengorbankan relevansi dalam konteks global. Tantangan tersebut mencakup perubahan dalam sistem hukum tatanegara untuk menyatukan identitas lokal dengan standar internasional, serta perlunya mengakomodasi keberagaman budaya tanpa mengabaikan prinsip-prinsip universalitas dalam hak asasi manusia. Perlindungan terhadap hukum adat dianggap krusial dalam mempertahankan warisan budaya dan menghadapi dampak globalisasi. Untuk menjaga keberlanjutan budaya, diperlukan upaya konkret dalam memperkuat pengakuan hukum adat dan menghormati hak-hak adat. Pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama dalam merumuskan kebijakan yang mendukung pelestarian dan pengembangan budaya lokal, serta menjaga keberlangsungan nilai-nilai tradisional yang menjadi identitas Indonesia. In an era of increasingly interconnected globalization, the constitutional law challenges of reconciling local identities with global dynamics are becoming more complex. Reconciliation between local and global identities has become an urgent issue in the context of the formation and implementation of constitutional law. Local identity, which often signifies a nation's cultural diversity, customs, and historical values, frequently conflicts with the currents of globalization that lead to cultural homogenization and legal harmonization. The aim of this research is to understand the constitutional law challenges in uniting local identity with global dynamics in the era of globalization. This research uses a qualitative descriptive deductive method. Data analysis employs content analysis. The results of this research indicate that in facing the challenges of globalization, Indonesia needs to strengthen the recognition and protection of cultural diversity, including customary law and local values. Collaboration between the government and society is considered important in formulating policies that support the preservation and development of local culture. The research shows that the impact of globalization poses challenges in maintaining local values without sacrificing relevance in a global context. These challenges include changes in the constitutional law system to unite local identity with international standards, as well as the need to accommodate cultural diversity without neglecting the universal principles of human rights. The protection of customary law is deemed crucial in maintaining cultural heritage and facing the impacts of globalization. To sustain culture, concrete efforts are required to strengthen the recognition of customary law and respect indigenous rights. The government and society need to work together in formulating policies that support the preservation and development of local culture, as well as maintain the continuity of traditional values that form Indonesia's identity.
Penarikan Kembali Obyek Wakaf (Studi Analisis Putusan Pengadilan Agama Kab. Malang Nomor 6551/Pdt.G/2018/PA.Kab.Mlg) Muzakky, Hubaib Ahmad; Irawan, Deni
Rayah Al-Islam Vol 8 No 3 (2024): Rayah Al Islam Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i3.1049

Abstract

Penelitian ini berfokus pada putusan yang ditetapkan oleh Pengadilan Agama Kabupaten Malang terkait penarikan kembali obyek wakaf yang diajukan oleh wakif kepada Pengadilan Agama tersebut. Penelitian ini ditujukan guna mendalami hukum yang tepat untuk kasus penarikan kembali obyek wakaf dalam berbagai tinjauan hukum di Indonesia maupun di dalam Islam juga meninjau pertimbangan-pertimbangan hakim dalam memutuskan perkara serta implikasinya terhadap perkembangan hukum wakaf di Indonesia. Metode yang digunakan adalah kajian kualitatif dengan pendekatan teologis normatif dan bersifat deskriptif analitis dengan putusan 6551/Pdt.G/2018/PA.Kab.Mlg sebagai subjek penelitian, menelaah kepustakaan sebagai prosedur penelitian. Hasil penelitian menyatakan bahwa hukum menarik kembali obyek wakaf memiliki dua pandangan yang berbeda kalangan ulama, di antara mereka ada yang membolehkan hal tersebut dan ada pula yang melarang. Secara umum penarikan kembali obyek wakaf dapat menghilangkan aspek-aspek maqashid syari’ah dari wakaf tersebut sehingga tidak dianjurkan untuk menariknya kembali. Akan tetapi dalam keadaan tertentu penarikan kembali obyek wakaf diperbolehkan jika membawa maslahat yang lebih besar. Dalam kasus wakaf yang terjadi di Kabupaten Malang ini, hakim memutuskan untuk menerima permintaan wakif untuk menarik kembali obyek wakaf setelah melalui berbagai pertimbangan yang didasarkan pada kajian hukum Islam dan hukum positif di Indonesia. This research focuses on the verdict issued by the Religious Court of Malang Regency regarding the retrieval of a waqf object requested by the waqif to the Religious Court. The study aims to delve into the appropriate legal framework for the retrieval of waqf objects from various legal perspectives in Indonesia and within Islam. It also examines the judges' considerations in deciding cases and the implications for the development of waqf law in Indonesia. The method used is a qualitative study with a normative theological approach and is descriptive-analytical in nature, using the decision 6551/Pdt.G/2018/PA.Kab.Mlg as the research subject, and conducting literature review as the research procedure. The results of the study indicate that the law on retrieving waqf objects has two differing views among scholars; some permit it, while others prohibit it. In general, retrieving waqf objects can negate the aspects of maqasid shari'ah of the waqf, and thus it is not recommended to retrieve them. However, under certain conditions, the retrieval of waqf objects is allowed if it brings greater benefits. In the case of waqf that occurred in Malang Regency, the judge decided to accept the waqif's request to retrieve the waqf object after considering various factors based on the study of Islamic law and positive law in Indonesia.
Implikasi Penundaan Perkawinan Terhadap Konsentrasi Akademis Mahasiswa (Studi Kasus di STDI Imam Syafi’i Jember) Nur Maulana, Muhammad Iqbal; Kumaini, Ruston
Rayah Al-Islam Vol 8 No 3 (2024): Rayah Al Islam Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i3.1051

Abstract

Penundaan perkawinan menjadi topik yang semakin populer di kalangan mahasiswa. Banyak mahasiswa yang memilih untuk menunda pernikahan karena berbagai faktor mulai dari faktor internal hingga faktor eksternal. Terjadinya penundaan pernikahan tersebut bukan tanpa alasan, setiap mahasiswa mempunyai alasan tersendiri terkait sikapnya dalam rangka menunda pernikahan. Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi’i merupakan perguruan tinggi keagamaan Islam swasta yang terletak di Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan faktor yang mempengaruhi mahasiswa dalam menunda perkawinan, dampak positif dan negatif dari penundaan perkawinan terhadap konsentrasi akademis mahasiswa dan menjelaskan perspektif fikih Islam tentang penundaan perkawinan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan metode kualitatif, dengan jenis penelitian studi kasus. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) ada lima faktor penyebab penundaan perkawinan pada mahasiswa, (2) ada empat dampak positif dan empat dampak negatif dari penundaan perkawinan pada mahasiswa, (3) dalam Islam menunda pernikahan menjadi terlarang ketika tidak mampu menjaga diri dari zina dan menjadi boleh ketika masih mampu menjaga kesucian dirinya baik jiwa maupun akhlaknya. The postponement of marriage has become an increasingly popular topic among students. Many students choose to delay marriage due to various factors, ranging from internal to external factors. The occurrence of this marriage postponement is not without reason; each student has their own reasons regarding their decision to delay marriage. Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi’i is a private Islamic religious college located in Jember Regency, East Java Province. The aim of this research is to explain the factors influencing students in delaying marriage, the positive and negative impacts of delaying marriage on students' academic concentration, and to explain the Islamic jurisprudence perspective on delaying marriage. The approach used in this research is a qualitative method approach, with a case study research type. The results of this research are: (1) there are five factors causing the postponement of marriage among students, (2) there are four positive impacts and four negative impacts of delaying marriage on students, (3) in Islam, delaying marriage becomes prohibited when one is unable to guard themselves against adultery and becomes permissible when one is still able to maintain their chastity, both in soul and morality.
Meningkatkan Transparansi dan Efisiensi dalam Manajemen Haji dan Umrah: Tantangan dan Inovasi untuk Pelayanan Prima Jamaah Salsabila, Rahmah; Hafidzah, Aulia; Maali, Faqih; Hafiz, Abdul
Rayah Al-Islam Vol 8 No 3 (2024): Rayah Al Islam Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i3.1052

Abstract

Dua ibadah penting dalam Islam, haji dan umrah, melibatkan perjalanan ke Tanah Suci Mekah. Untuk memastikan bahwa haji dan umrah berjalan dengan lancar, aman, dan nyaman bagi para jamaah, sangat penting untuk memiliki manajemen yang baik. Dalam artikel ini, konsep, masalah, dan pendekatan manajemen haji dan umrah dibahas, dengan penekanan khusus pada inovasi sebagai kunci untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan. Selain itu, penelitian mengaitkan "Haji dan Inovasi: Investigasi Proses Inovasi Pelayanan Haji dalam Negeri" dengan perbaikan manajemen haji melalui inovasi. Tingginya permintaan haji di Indonesia menyebabkan banyak masalah. Yang paling menonjol adalah bagaimana dana haji dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Transparansi dan efektivitas pengelolaan dana sangat penting karena hal ini dapat mempengaruhi biaya dan ketersediaan bagi calon anggota. Kebijakan dan praktik pengelolaan dana haji memerlukan analisis dari sudut pandang siyasah maliyah, yang berkaitan dengan prinsip ekonomi Islam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perdebatan terkait kenaikan biaya perjalanan haji di Indonesia tahun 2023, dengan fokus pada peran dan kinerja BPKH dalam mengelola dana haji. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi untuk meningkatkan transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana haji, sehingga memberikan kepastian dan kepercayaan kepada jamaah haji mengenai pengelolaan dana mereka. Two important pilgrimages in Islam, the hajj and umrah, involve travel to the Holy Land of Mecca. To ensure that the Hajj and Umrah run smoothly, safely and comfortably for the pilgrims, it is very important to have good management. In this article, the concepts, problems and approaches to Hajj and Umrah management are discussed, with special emphasis on innovation as the key to improving efficiency and quality of services. In addition, the research links "Hajj and Innovation: Investigation of the Innovation Process of Domestic Hajj Services" with improving Hajj management through innovation. The high demand for Hajj in Indonesia causes many problems. What stands out most is how Hajj funds are managed by the Hajj Financial Management Agency (BPKH). Transparency and effectiveness of fund management is very important because this can affect costs and availability for prospective members. Hajj fund management policies and practices require analysis from the perspective of siyasah maliyah, which is related to Islamic economic principles. The aim of this research is to identify the debate regarding the increase in Hajj travel costs in Indonesia in 2023, with a focus on the role and performance of BPKH in managing Hajj funds. It is hoped that the results of this research can provide recommendations for increasing transparency, efficiency and accountability in the management of Hajj funds, thereby providing certainty and confidence to Hajj pilgrims regarding the management of their funds.
Strategi Bauran Promosi Dalam Meningkatkan Jamaah Umrah Pada Agta Mandiri Tour Travel Aulia Risdiyanto, Annisa; Fauziah, Wasfah; Hafidz, Abdul
Rayah Al-Islam Vol 8 No 3 (2024): Rayah Al Islam Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i3.1053

Abstract

Seiring berjalannya waktu bisnis biro haji dan umrah semakin berkembang pesat dalam peningkatan jumlah travel. Dengan banyaknya travel menimbulkan persaiangan bisnis yang sangat ketat, sehingga diperlukan strategi untuk dapat bertahan diantara banyaknya kompetitor. Dalam melakukan pemasaran travel harus melakukan kegiatan promosi agar dapat menawarkan produk dan jasanya kepada konsumen. Promosi adalah kegiatan komunikasi yang dilakukan melalui pemberian informasi kepada masyarakat yang bertujuan untuk mengetahui, memahami dan meningkatkan citra perusahaan sehingga menarik konsumen untuk membeli produk serta jasa yang ditawarkan. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana efektifitas pada kegiatan promosi yang dilakukan oleh Agta Mandiri Tour Travel Kota Palu dan mengetahui bagaimana pengaruhnya terhadap peningkatan jumlah jamaah umrah. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif melalui wawancara, dokumentasi dan observasi. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah bauran promosi memberikan pengaruh yang sangat besar dalam rekuitmen jamaah haji, tetapi jumlah biaya yang di keluarkan mempengaruhi terkadang juga tidak mempengaruhi jumlah rekuitmen jamaah. As time goes by, the Hajj and Umrah bureau business is growing rapidly as the number of travelers increases. With so much travel, business competition is very tight, so a strategy is needed to survive among the many competitors. In carrying out travel marketing, you must carry out promotional activities in order to offer products and services to consumers. Promotion is a communication activity carried out through providing information to the public with the aim of knowing, understanding and improving the company's image so as to attract consumers to buy the products and services offered. This research aims to find out the effectiveness of promotional activities carried out by Agta Mandiri Tour Travel Palu city and to find out how it affects the increase in the number of Umrah pilgrims. In this research the author used a qualitative descriptive research method through interviews, documentation and observation. The conclusion from the results of this research is that the promotional mix has a very big influence on the recruitment of Hajj pilgrims, but the amount of costs incurred does not sometimes affect the number of pilgrims' recruitment.
Perbedaan Fasilitas Sistem Manajemen Haji di Indonesia dan Korea Selatan Dzikri, Dzulfadly; Andriani, Ikha; Albian, Kemil; Hafiz, Abdul
Rayah Al-Islam Vol 8 No 3 (2024): Rayah Al Islam Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i3.1054

Abstract

Jurnal ini bertujuan untuk memberikan layanan terbaik disaat melaksanakan Haji, supaya jamaah dapat melaksanakannya dengan nyaman dan khusyuk; Untuk memberikan pelayanan yang setara dengan pelayanan haji negara Korea Selatan yang mendapatkan fasilitas yang baik dan layak sebagaimana yang digunakan negara asia lain; Dekskriptif Kuantitatif; Ada beberapa kasus yang baru ditemukan, karena adanya perbedaan fasilitas yang seharusnya didapatkan oleh semua jamaah yaitu fasilitas di Mina. Disaat bermalam di Mina sangat terlihat perbedaannya, ketika jamaah haji asal negara Korea Selatan mendapatkan fasilitas bermalam di Mina seperti sebuah kamar dengan beberapa ruangan didalamnya. Dan juga jamaah haji perempuan dan laki-laki terpisah. Sedangkan jamaah haji Indonesia hanya mendapatkan fasilitas seperti aula yang berupa tenda dengan alas dan juga antara jamaah laki-laki dan perempuan digabung. Terlihat adanya perbedaan yang jelas dari kedua negara tersebut. This journal aims to providing the best service when carrying out Hajj and Umrah so that pilgrims can carry it out comfortably and solemnly; To provide services that are equivalent to Hajj and Umrah services in other Asian countries, providing good and appropriate facilities as used by other Asian countries; Descriptive Quantitative; There are several cases that have just been discovered, because there are differences in the facilities that all pilgrims should get, namely the facilities in Mina. When spending the night in Mina, the difference is very visible, when Hajj pilgrims from South Korea get overnight facilities in Mina such as a room with several rooms in it. And female and male Hajj pilgrims are separated. Meanwhile, Indonesian Hajj pilgrims only get facilities such as a hall in the form of a tent with a base male and female pilgrims are also combined. There are clear differences between the two countries.
Perbedaan Haji Furoda, Haji ONH Plus, dan Haji Regular Maulana, Refa; Arsyad Ahlibaet, Bani Rizki; Putri, Ade; Hafiz, Abdul
Rayah Al-Islam Vol 8 No 3 (2024): Rayah Al Islam Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i3.1055

Abstract

Haji reguler, haji plus, dan haji furoda adalah jenis-jenis program haji yang berbeda dengan fitur dan ketentuan masing-masing: Haji Reguler: Program ini merupakan haji yang dilakukan dengan mengikuti prosedur dan peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah Arab Saudi. Peserta haji reguler tidak memiliki opsi untuk melakukan tambahan layanan atau fasilitas ekstra selama perjalanan haji. Haji Plus: Program haji plus menawarkan tambahan layanan dan fasilitas yang tidak disediakan dalam haji reguler. Contohnya adalah pilihan hotel yang lebih mewah, transportasi yang lebih nyaman, dan mungkin juga beberapa tur wisata di luar ibadah haji utama. Program ini biasanya memiliki biaya lebih tinggi dibandingkan haji reguler. Haji Furoda: Haji furoda adalah haji yang dilakukan secara individu tanpa melalui kelompok jamaah tertentu. Peserta haji furoda dapat membuat pengaturan sendiri untuk akomodasi, transportasi, dan jadwal ibadah mereka selama di Mekah dan Madinah. Ini memberikan fleksibilitas yang lebih besar tetapi juga memerlukan perencanaan yang lebih teliti. Perbedaan utama antara ketiganya terletak pada jenis layanan, fleksibilitas, dan biaya yang terkait dengan masing-masing program. Pemilihan program haji biasanya tergantung pada preferensi individu, anggaran, dan kenyamanan yang diinginkan selama perjalanan ibadah ke tanah suci. Regular Hajj, Hajj Plus, and Hajj Furoda are different types of Hajj programs with their respective features and conditions: Regular Hajj: This program is a Hajj that is carried out by following the procedures and regulations set by the Saudi Arabian government. Regular Hajj participants do not have the option of additional services or extra facilities during the Hajj trip. Hajj Plus: The hajj plus program offers additional services and facilities not provided in the regular hajj. Examples include more luxurious hotel options, more comfortable transportation, and perhaps also some sightseeing tours outside the main Hajj pilgrimage. This program usually has higher costs than the regular Hajj. Furoda Hajj: Furoda Hajj is a pilgrimage carried out individually without going through a particular group of pilgrims. Furoda Hajj participants can make their own arrangements for accommodation, transportation and their worship schedule while in Mecca and Medina. This provides greater flexibility but also requires more thorough planning. The main differences between the three lie in the types of services, flexibility, and costs associated with each program. The selection of a Hajj program usually depends on individual preferences, budget, and desired comfort during a pilgrimage to the Holy Land.