cover
Contact Name
Hisan Mursalin
Contact Email
hisanmursalin@arraayah.ac.id
Phone
+6285884149993
Journal Mail Official
jurnalinfo@arraayah.ac.id
Editorial Address
Jl. Printis Kemerdekaan km.6, 01/05 Sukamulya, Cimenteng, Cikembar 43157
Location
Kab. sukabumi,
Jawa barat
INDONESIA
Rayah Al Islam : Jurnal Ilmu Islam
ISSN : 25033816     EISSN : 26862018     DOI : https://doi.org/10.37274/rais
Rayah Al-Islam (p-ISSN: 2503-3816, e-ISSN: 2686-2018) is a Journal of Islamic studies published twice a year, this scientific publication is managed by the Institute for Research and Community Service (LP2M) Ar-Raayah Arabic Language College (STIBA) Sukabumi. This journal focuses on the study of Islam, in the form of Research Results, Ideas, Theories, Methods and other Actual Problems Related to Islamic studies.This journal openly accepts contributions from experts to publish the results of his research.
Articles 549 Documents
Resiliensi Perempuan setelah Cerai Gugat (Studi Kasus di Kecamatan Pamulang Tangerang Selatan) Fauzi, Muhammad Hanif; Arifin, Muhamad
Rayah Al-Islam Vol 8 No 3 (2024): Rayah Al Islam Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i3.1056

Abstract

Pernikahan bertujuan membentuk keluarga yang bahagia, namun kadang kala pernikahan berakhir dengan perceraian. Perempuan yang mengalami perceraian, khususnya cerai gugat, sering menghadapi tantangan baru, sehingga mereka membutuhkan kepada resiliensi (kemampuan untuk beradaptasi). Penelitian ini mengeksplorasi resiliensi perempuan pasca cerai gugat di Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan perempuan yang berpisah dari suaminya melalui proses cerai gugat, sementara data sekunder meliputi undang-undang, buku, dan jurnal terkait. Hasil penelitian menunjukkan faktor penyebab cerai gugat meliputi masalah ekonomi, perselingkuhan, kekerasan dalam rumah tangga, pertengkaran terus-menerus, dan lalai dalam ibadah. Tantangan utama pasca perceraian adalah masalah ekonomi, stigma sosial, dan tanggung jawab sebagai orang tua tunggal. Meskipun demikian, mereka mampu berdamai dengan situasi, menetapkan tujuan hidup baru seperti fokus pada keluarga dan anak-anak, serta menerima dukungan dari keluarga, teman, dan komunitas. Kesimpulannya, perempuan di Pamulang menunjukkan resiliensi tinggi pasca cerai gugat, mengatasi tantangan dan membangun kembali kehidupan dengan dukungan lingkungan sekitar. Penelitian ini memberikan wawasan tentang dinamika resiliensi perempuan pasca perceraian dan pentingnya dukungan sosial dalam proses tersebut. Marriage aims to form a happy family, but sometimes marriages end in divorce. Women who experience divorce (khulu’), often face new challenges, so they need resilience (the ability to adapt). This research explores women's resilience after filing for divorce in Pamulang District, South Tangerang. This research uses a qualitative approach with a case study method. Primary data was obtained through interviews with women who separated from their husbands through a divorce process, while secondary data included related laws, books and journals. The research results show that the factors that cause divorce include economic problems, infidelity, domestic violence, constant fighting, and negligence in worship. The main challenges after divorce are economic problems, social stigma, and responsibilities as a single parent. Despite this, they are able to make peace with the situation, set new life goals such as focusing on family and children, and receive support from family, friends, and the community. In conclusion, women in Pamulang show high resilience after filing for divorce, overcoming challenges and rebuilding their lives with the support of the surrounding environment. This research provides insight into the dynamics of women's resilience after divorce and the importance of social support in this process.
Studi Maqâshid Al-Qur’ân Surah Al-Bayyinah Menurut Muhammad ‘Abduh Dalam Kitab Tafsir Juz ‘Amma Ramadanti Cania, Awni
Rayah Al-Islam Vol 8 No 3 (2024): Rayah Al Islam Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i3.1057

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengungkapkan penafsiran maqâshidi Muhammad ‘Abduh dalam karyanya yaitu tafsir juz ’Amma terhadap surah al-Bayyinah. Metode yang digunakan adalah metode analisis (tahlili) yaitu menggali pesan-pesan maqâshid terhadap ayat-ayat pada surah al-Bayyinah. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa menurut Muhammad ‘Abduh terhadap lima tema-tema pokok al-Qur’ân atau disebut sebagai Maqâshid al-Qur’ân secara universal yaitu tauhid, janji dan ancaman, ibadah yang dapat menghidupkan hati, kebahagiaan dan cara memperolehnya menuju kebahagaiaan dunia dan kahirat, dan kisah-kisah sebagai pelajaran dari seluruh dimensi akidah, syariat dan akhlak. Pesan-pesan maqâshidi terhadap surah al-Bayyinah sesuai dengan lima maqashid yang diungkapkan oleh Muhammad ‘Abduh. Demikian sebenarnya tujuan diturunkan surah ini mengenai kisah tentang orang terdahulu yaitu orang musyrik dari ahli kitab dan orang syirik yang mengingkari adanya al-Qur’ân dan nabi Muhammad lalu turunlah surah ini sebagai pembuktian. Padahal agama yang lurus yaitu berpegang teguh kepada al-Qur’ân dan hadis dan diwajibkan menjalankan ibadah seperti yang diperintahkan Allah dalam al-Qur’ân agar kita mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. This article aims to reveal the maqâsidi interpretation of Muhammad ‘Abduh in his work, namely juz'Amma's interpretation of surah al-Bayyinah. The method used is the method of analysis (tahlili), which explores maqâshid messages on the verses in surah al-Bayyinah. Based on the results of the study it can be concluded that according to Muhammad ‘Abduh the five main themes of the Qur'ân or referred to as Maqâshid al-Qur'ân universally, namely monotheism, promises and threats, worship that can revive the heart, happiness and how to get it towards happiness world and hereafter, and stories as lessons from all dimensions of faith, law and morals. The maqâsidi messages to surah al-Bayyinah are in accordance with the five maqashid revealed by Muhammad ‘Abduh. Thus, in fact, the purpose of this surah was revealed regarding the story of the ancient people, namely polytheists from the people of the book and shirk who denied the existence of the Qur'ân and the Prophet Muhammad, so this surah was sent down as proof. Even though the straight religion is holding fast to the Koran and hadith and is required to carry out worship as commanded by Allah in the Koran so that we achieve happiness in the world and the hereafter.
Analisis Perbandingan Hak Waris Anak Perempuan Suku Sasak Antara Hukum Islam dan Hukum Adat Syukur, Muhamad; Son Ashari, Winning
Rayah Al-Islam Vol 8 No 3 (2024): Rayah Al Islam Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i3.1058

Abstract

Adanya perbedaan hak waris anak perempuan dari pandangan hukum adat dan hukum islam tentunya menyebabkan konflik tersendiri dalam kehidupan sebagian masyarakat suku sasak, anak laki-laki tentunya akan memilih cara pembagian hukum adat supaya mendapatkan harta warisan secara penuh, dan anak perempuan tentunya akan memilih cara pembagian hukum islam supaya mendapatkan hak warisan yang sudah ditentukan. Tujuan penelitian ini untuk membandingakan dan mengetahui diantara kedua hukum tersebut (hukum waris islam dan hukum waris adat) mana yang lebih mendatangkan keadilan dan kemaslahatan terkhususnya bagi anak perempuan suku sasak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan teknik dalam pengumpulan data adalah Teknik Pengumpulan Dokumen (library research) dianalisis dengan Teknik Analisis Deskriptif yaitu dengan memilih data yang penting, baru, unik dan terkait dengan rumusan masalah atau pertanyaan penelitian, analisis didasarkan pada seluruh data yang terkumpul sehingga diolah menjadi data yang utuh. Hasil dari Penelitian ini sebagai berikut : (1) Dalam hukum islam anak perempuan kandung adalah ahli waris karena anak perempuan adalah anak dari mayit yang seharusnya lebih berhak dari anggota keluarga yang lain, walaupun bagiannya setengah dari bagian anak laki-laki namun harta warisannya bisa menjaganya dari kemiskinan dan meminta-minta. (2) Suku sasak tradisional menganut sistem kekeluargaan patrilineal yaitu sistem yang menarik garis keturunan dari laki-laki yang menyebabakan anak perempuan bukan dari ahli waris karena anak perempuan akan dibawa oleh suaminya. (3) Hukum waris islam dalam menentukan hak untuk ana perempuan lebih jelas, lebih terperinci, lebih adil dan lebih mendatangkan maslahat, karena dalam suatu keadaan mereka juga membutuhkan harta kekayaan tidak selamanya bisa bergantung kepada laki-laki mereka juga makluk sosial dan makluk yang lemah yang butuh bekal dari harta warisan untuk menghindari mereka dari kemiskinan dan meminta-minta. The difference in inheritance rights of daughters from the perspective of customary law and Islamic law certainly causes its own conflicts in the lives of some Sasak communities, sons will of course choose the customary law distribution method in order to get the full inheritance, and daughters will of course choose the legal distribution method. Islam in order to obtain the inheritance rights that have been determined. The aim of this research is to compare and find out between the two laws (Islamic inheritance law and customary inheritance law) which brings more justice and benefit, especially for Sasak girls. The research method used is a qualitative method and the technique for collecting data is the Document Collection Technique (library research) analyzed using the Descriptive Analysis Technique, namely by selecting data that is important, new, unique and related to the formulation of the problem or research question, the analysis is based on All data collected is processed into complete data. The results of this research are as follows: (1) In Islamic law, biological daughters are heirs because daughters are children of the deceased who should have more rights than other family members, even though their share is half that of sons, their inheritance can protect them. from poverty and begging. (2) The traditional Sasak tribe adheres to a patrilineal family system, namely a system that draws the lineage from the male, which means that female children are not heirs because female children will be brought by their husbands. (3) Islamic inheritance law in determining the rights of women's children is clearer, more detailed, fairer and more beneficial, because in a situation they also need wealth and cannot always depend on men, they are also social creatures and weak creatures. who need provisions from inherited assets to prevent them from poverty and begging.
Pendekatan dan Metode Character Building Perspektif Islam Mursalin, Hisan
Rayah Al-Islam Vol 8 No 2 (2024): Rayah Al Islam Mei 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i2.1059

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk memaparkan beberapa metode character building yang dianggap memiliki lingkup fleksibel untuk di terapkan dan memiliki nilai pengaruh tersendiri, dengan berdasarkan perspektif Islam sebagai sumber yang diyakini kebenarannya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif berupa kajian literatur (literature research) dari berbagai sumber seperti al Quran dan hadist, artikel dan jurnal- jurnal perspektif islam dan barat. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pembangunan sebuah karakter sangat penting , dan usaha-usaha pun dapat dilakukan melalui pengamalan metode-metode yang dapat diambil pemikirannya dari karakteristik akhlak islam yang baik dalam Alquran dan hadist serta teori-teori para tokoh Pendidikan yang telah menyuguhkan perjuangan mereka dalam perhatian terhadap keterjuwudan sebuah karakter yang baik. Kesadaran akan pentingnya pembangunan karakter, akan membawa individu kedalam usaha mewujudkan pembangunan nya, dan hal itu dapat dilakukan melalui proses pendidikan. Pendidikan dilakukan dengan berbagai metode , dan pada jurnal ini dikemukakan metode fleksibel berspektif islam yang berpengaruh pada individu tersebut. The aim of this research is to explain several character building methods which are considered to have a flexible scope for application and have their own influence value, based on the Islamic perspective as a source that is believed to be true. The research method used is a qualitative approach in the form of literature research from various sources such as the Koran and hadith, articles and journals from Islamic and western perspectives. The results of the research show that character development is very important, and efforts can be made through the practice of methods that can be taken from the characteristics of good Islamic morals in the Koran and hadith as well as the theories of educational figures who have presented their struggles in attention to the realization of a good character. Awareness of the importance of character development will bring individuals into efforts to realize their development, and this can be done through the educational process. Education is carried out using various methods, and in this journal a flexible method with an Islamic perspective is presented which has an influence on the individual.
Eksplorasi Pengalaman Guru dalam Mengatasi Prokrastinasi Akademik Siswa Kelas VI SD (Studi Fenomenologi Penerapan Metode Study outdoor) Irfan Hidayat, Asep; Suryana, Dudung; Dwi Febriani, Winarti
Rayah Al-Islam Vol 8 No 3 (2024): Rayah Al Islam Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i3.1060

Abstract

Di dalam konteks pembelajaran di sekolah, peserta didik sering menghadapi berbagai tantangan akademik. Ini termasuk pengaturan waktu yang efektif, pemilihan metode pembelajaran yang tepat, dan penyelesaian tugas-tugas sekolah secara konsisten. Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah prokrastinasi akademik, di mana siswa cenderung menunda-nunda penyelesaian tugas-tugas yang diberikan oleh guru (Lase, 2020). Prokrastinasi ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kurangnya keterampilan manajemen waktu dan motivasi yang kurang untuk menyelesaikan tugas tepat waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman guru dalam mengatasi prokrastinasi akademik di kalangan siswa kelas VI SDN 2 Kawasen. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi untuk mendalami perspektif guru dan dampak dari penerapan metode study outdoor dalam mengurangi prokrastinasi akademik. Hasil dari penelitian ini adalah Guru di SDN 2 Kawasen menunjukkan pengalaman positif dalam menerapkan metode study outdoor untuk mengatasi prokrastinasi akademik pada siswa kelas VI. Metode ini terbukti meningkatkan motivasi belajar dan keterlibatan siswa dalam menyelesaikan tugas akademik mereka tepat waktu. Guru-guru menerapkan berbagai strategi untuk memanfaatkan metode ini dalam mengatasi prokrastinasi akademik, termasuk melalui kegiatan yang menarik dan relevan dengan materi pelajaran. In the learning context at school, students often face various academic challenges. This includes effective time management, choosing appropriate learning methods, and consistent completion of school assignments. One of the main challenges faced is academic procrastination, where students tend to delay completing assignments given by the teacher (Lase, 2020). This procrastination can be influenced by various factors such as lack of time management skills and lack of motivation to complete tasks on time. This research aims to explore teachers' experiences in overcoming academic procrastination among class VI students at SDN 2 Kawasen. This research uses a phenomenological approach to explore teachers' perspectives and the impact of implementing outdoor study methods in reducing academic procrastination. The results of this research are that teachers at SDN 2 Kawasen show positive experiences in implementing outdoor study methods to overcome academic procrastination in class VI students. This method is proven to increase student motivation and engagement in completing their academic assignments on time. Teachers apply various strategies to utilize this method to overcome academic procrastination, including through activities that are interesting and relevant to the subject matter. It is hoped that this research will provide in-depth insight into how teachers can play a key role in overcoming academic procrastination at the elementary school level, as well as the relevance of innovative learning methods in the Indonesian educational context.
Meningkatkan Kreativitas Menggambar Siswa Kelas V SD Menggunakan Teknik Sketsa Motif Payung Geulis Tasikmalaya (Penelitian Tindakan Kelas pada Pembelajaran SBDP di SDN 1 Rancapaku Kecamatan Padakembang Kabupaten Tasikmalaya) Fuzi Lestari, Triana; Ahmad Wakih, Agus; Chandra, Deni
Rayah Al-Islam Vol 8 No 3 (2024): Rayah Al Islam Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i3.1061

Abstract

Pendidikan Seni Budaya di sekolah diadakan karena memiliki keunikan, makna, dan manfaat yang signifikan dalam perkembangan peserta didik. Keunikan pendidikan Seni Budaya terletak pada pengalaman estetik yang melibatkan aktivitas ekspresi dan kreativitas dengan pendekatan “belajar dengan seni,” “belajar melalui seni,” dan “belajar tentang seni,” dimana pendekatan ini tidak dapat ditemukan dalam mata pelajaran lainnya (Pitriani, 2020). Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan peneliti di SDN 1 Rancapaku kelas V yang berjumlah 30 siswa, menunjukkan bahwasannya pembelajaran SBdP belum memuaskan. Hal ini dibuktikan dengan sebanyak 20 siswa (66,67%) mengalami kesulitan dalam menggambar saat proses pembelajaran mata pelajaran SBdP dan belum memenuhi kriteria penilaian kreativitas yang meliputi kelancaran, keluwesan, keaslian, dan keuletan. Selain itu, siswa belum dikenalkan mengenai teknik-teknik dalam menggambar yang dapat digunakan untuk meningkatkan kreativitas siswa. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan kreativitas siswa dengan cara menggambar motif payung geulis Tasikmalaya menggunakan teknik sketsa. Dengan melalui penelitian ini, peneliti berharap siswa dapat meningkatkan kreativitas menggambar siswa kelas V di SDN 1 Rancapaku dalam menghasilkan sebuah karya seni rupa dua dimensi dan juga mengenal akan ciri khas dari tasikmalaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan metode Kemmis dan Mc. Tagart. Model penelitian ini merupakan pengembangan dari model Kurt lewn yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan penilaian hasil karya siswa. Model siklus PTK menurut Kemmis dan Mc. Hasil dari penelitian ini penulis menemukan bahwa penggunaan teknik sketsa motif payung geulis dapat meningkatkan kreativitas dengan nilai rata-rata kreativitas siswa meningkat dari 71,93 menjadi 85,67 dengan peningkatan signifikan pada setiap aspek yang diukur. Hal ini menunjukkan bahwa kreativitas menggambar siswa di kelas V SDN 1 Rancapaku sudah meningkat dan mencapai KKM yang telah ditentukan. Arts and Culture education in schools is held because it has uniqueness, meaning and significant benefits in the development of students. The uniqueness of Arts and Culture education lies in the aesthetic experience which involves expression and creativity activities with the approach of "learning with art," "learning through art," and "learning about art," where this approach cannot be found in other subjects (Pitriani, 2020) . Based on the results of observations made by researchers at SDN 1 Rancapaku class V, totaling 30 students, it shows that SBdP learning is not satisfactory. This is proven by as many as 20 students (66.67%) experiencing difficulties in drawing during the SBdP learning process and not meeting the creativity assessment criteria which include fluency, flexibility, originality and tenacity. Apart from that, students have not been introduced to drawing techniques that can be used to increase student creativity. Therefore, efforts are needed to increase students' creativity by drawing Tasikmalaya geulis umbrella motifs using sketching techniques. Through this research, researchers hope that students can increase the drawing creativity of class V students at SDN 1 Rancapaku in producing two-dimensional works of art and also become familiar with the characteristics of Tasikmalaya. The method used in this research is the Classroom Action Research (PTK) method using the Kemmis and Mc methods. Tagart. This research model is a development of the Kurt Lewn model which consists of planning, implementation, observation and reflection. Data was collected through observation, interviews and assessment of student work. PTK cycle model according to Kemmis and Mc. The results of this research, the author found that the use of the geulis umbrella motif sketch technique can increase students' creativity in aspects of fluency, flexibility, originality and elaboration. The average student creativity score increased from 71.93 to 85.67 with significant improvements in every aspect measured. This shows that the drawing creativity of students in class V of SDN 1 Rancapaku has increased and reached the specified KKM.
Manajemen Konflik Rumah Tangga Perspektif Muhammad Abduh Tuasikal Izzul Islam, M. Faruq; Misbahuzzulam
Rayah Al-Islam Vol 8 No 3 (2024): Rayah Al Islam Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i3.1062

Abstract

Konflik dalam rumah tangga adalah bagian tak terhindarkan dari kehidupan manusia yang memerlukan manajemen yang tepat agar tidak mengganggu keharmonisan keluarga. Dalam Islam, pernikahan diharapkan menciptakan rumah tangga yang ideal yang diliputi ketentraman jiwa serta dipenuhi cinta dan kasih sayang. Namun, berbagai faktor seperti masalah finansial, perbedaan prinsip hidup, rasa jenuh, hingga kecemburuan yang berlebihan dapat memicu konflik. Muhammad Abduh Tuasikal memberikan panduan dan solusi untuk mengelola konflik dalam rumah tangga. Beliau menekankan pentingnya pemahaman dan pelaksanaan tugas serta kewajiban suami dan istri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur, memanfaatkan sumber data primer dari video ceramah, serta data sekunder dan tersier dari buku, jurnal ilmiah dan berbagai artikel terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen konflik yang baik dalam rumah tangga Islam dapat dicapai dengan memahami dan menjalankan prinsip-prinsip syari'at. Penunaian kewajiban masing-masing pihak serta membina rumah tangga berdasarkan ilmu agama adalah kunci untuk menjaga keharmonisan dan keutuhan keluarga. Pemahaman dan penerapan manajemen konflik ini sangat penting untuk mewujudkan rumah tangga yang bahagia dan diridhai Allah. Conflict within the household is an inevitable part of human life that requires proper management to maintain family harmony. In Islam, marriage is expected to create an ideal household filled with tranquility, love, and affection. However, various factors such as financial issues, differences in life principles, boredom, and excessive jealousy can trigger conflicts. Muhammad Abduh Tuasikal provides guidance and solutions for managing conflicts within the household. He emphasizes the importance of understanding and fulfilling the duties and responsibilities of both husband and wife. This study employs a qualitative method with a literature review approach, utilizing primary data sources from video lectures, as well as secondary and tertiary data from books, scientific journals, and various related articles. The results show that effective conflict management within an Islamic household can be achieved by understanding and implementing Sharia principles. The fulfillment of each party's obligations and the cultivation of the household based on religious knowledge are key to maintaining family harmony and integrity. Understanding and applying this conflict management is crucial to achieving a happy and blessed household.
Dakwah dalam Perspektif Pendidikan: Integrasi Nilai-Nilai Islam dalam Proses Pembelajaran dan Peran Kecerdasan Buatan dalam Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran Hafiz, Abdul; Mu’ti, Abdul; Amirrachman, Alpha
Rayah Al-Islam Vol 8 No 3 (2024): Rayah Al Islam Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i3.1063

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi peran dakwah dalam perspektif pendidikan, menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai Islam dalam proses pembelajaran. Dakwah sebagai upaya menyampaikan ajaran Islam memiliki implikasi signifikan dalam dunia pendidikan, baik formal maupun non-formal. Melalui pendekatan kualitatif, artikel ini mengkaji bagaimana dakwah dapat diimplementasikan dalam kurikulum dan metode pengajaran untuk membentuk karakter dan moralitas peserta didik sesuai dengan nilai-nilai Islam. Penelitian ini menemukan bahwa integrasi dakwah dalam kurikulum, penggunaan metode pengajaran berbasis dakwah, peran guru sebagai da’i, dan pemanfaatan teknologi informasi dapat meningkatkan efektivitas pendidikan Islam dalam membentuk peserta didik yang berakhlak mulia dan berpengetahuan luas. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pendidik dan institusi pendidikan Islam dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih komprehensif dan holistik. This article explores the role of da'wah in an educational perspective, emphasizing the importance of integrating Islamic values ​​in the learning process. Da'wah as an effort to convey Islamic teachings has significant implications in the world of education, both formal and non-formal. Through a qualitative approach, this article examines how da'wah can be implemented in the curriculum and teaching methods to shape students' character and morality in accordance with Islamic values. This research found that the integration of da'wah in the curriculum, the use of da'wah-based teaching methods, the role of teachers as preachers, and the use of information technology can increase the effectiveness of Islamic education in forming students with noble character and broad knowledge. It is hoped that the results of this research can become a reference for educators and Islamic education institutions in developing more comprehensive and holistic learning strategies.
Faculties Theory dalam Tasawuf dan Pendidikan Hafiz, Abdul; Mujib, Abdul; Sururin; Sodiq, Akhmad
Rayah Al-Islam Vol 8 No 3 (2024): Rayah Al Islam Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i3.1064

Abstract

Teori Fakultas (Faculties Theory) mengemukakan bahwa pikiran manusia terbagi menjadi beberapa bagian dengan fungsi khusus, seperti intelek, emosi, dan kehendak. Asal-usul teori ini dapat dilacak pada filsuf dan psikolog awal seperti Plato dan Aristoteles, dan konsep ini terus berkembang dalam konteks psikologi modern. Teori ini mengklasifikasikan pikiran manusia menjadi bagian-bagian yang berperan dalam pemikiran rasional, pengalaman emosi, dan penggerak tindakan. Meskipun beberapa aspek Teori Fakultas telah diperdebatkan dalam perkembangan ilmu pengetahuan modern, pemahaman tentang berbagai fakultas pikiran manusia tetap relevan, terutama dalam pengembangan pribadi, kognisi, dan emosi. Dalam tasawuf, Teori Fakultas menggambarkan struktur batiniah manusia yang terdiri dari fakultas seperti qalb (hati), ruh (jiwa), nafs (ego), dan aql (akal). Konsep ini mencerminkan pemahaman tentang dimensi spiritual dan psikologis manusia dalam konteks pencarian kebenaran, pertumbuhan pribadi, dan hubungan dengan Tuhan. Setiap fakultas memiliki peran penting dalam perjalanan spiritual dan pengembangan diri. Misalnya, qalb sebagai pusat spiritual yang harus dijaga dari penyakit hati, ruh sebagai inti keberadaan spiritual, nafs sebagai ego yang harus dikendalikan, dan aql sebagai akal untuk memahami realitas spiritual. Dalam pendidikan, terutama yang dipengaruhi oleh tasawuf, Teori Fakultas digunakan untuk mengembangkan kesadaran spiritual dan intelektual. Tokoh-tokoh tasawuf seperti al-Ghazali, al-Junayd, dan al-Qushayri memberikan kontribusi besar dalam membentuk pemahaman ini. Mereka memandang bahwa fakultas-fakultas seperti qalb, ruh, aql, nafs, dan sirr dapat dikembangkan untuk mencapai kesempurnaan spiritual. Dengan demikian, Teori Fakultas tidak hanya berfungsi sebagai pandangan psikologis tetapi juga sebagai kerangka spiritual yang dapat diterapkan dalam pendidikan untuk mencapai keseimbangan antara perkembangan intelektual dan spiritual. Faculty Theory (Faculties Theory) suggests that the human mind is divided into several parts with special functions, such as intellect, emotions and will. The origins of this theory can be traced to early philosophers and psychologists such as Plato and Aristotle, and the concept continues to develop in the context of modern psychology. This theory classifies the human mind into parts that play a role in rational thinking, emotional experience, and driving action. Although some aspects of Faculty Theory have been debated in the development of modern science, understanding the various faculties of the human mind remains relevant, especially in personal development, cognition, and emotion. In Sufism, the Faculty Theory describes the inner structure of humans which consists of faculties such as qalb (heart), ruh (soul), nafs (ego), and aql (reason). This concept reflects an understanding of the spiritual and psychological dimensions of humans in the context of the search for truth, personal growth, and relationship with God. Each faculty has an important role in the spiritual journey and self-development. For example, qalb is the spiritual center that must be protected from heart disease, ruh is the core of spiritual existence, nafs is the ego that must be controlled, and aql is the mind to understand spiritual reality. In education, especially those influenced by Sufism, Faculty Theory is used to develop spiritual and intellectual awareness. Sufism figures such as al-Ghazali, al-Junayd, and al-Qushayri made major contributions in forming this understanding. They view that faculties such as qalb, ruh, aql, nafs, and sirr can be developed to achieve spiritual perfection. Thus, Faculty Theory not only functions as a psychological view but also as a spiritual framework that can be applied in education to achieve a balance between intellectual and spiritual development.
Analisis Dampak Covid 19 Terhadap Kinerja Karyawan Hotel Syariah di Samarinda (Studi Kasus Hotel Djakarta Anandita Syariah) Vincy, Muhammad; Irianto, Bambang
Rayah Al-Islam Vol 8 No 3 (2024): Rayah Al Islam Agustus 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab Ar Raayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37274/rais.v8i3.1065

Abstract

Muhammad Vincy, 2021, Analisis Dampak Covid 19 Terhadap Kinerja Karyawan Hotel Syariah di Samarinda (Studi Kasus Hotel Djakarta Anandita Syariah) Skripsi, Jurusan Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri Samarinda. Penelitian ini dibimbing oleh Muhammad Iswadi, M.SI dan Ahmad Syarif, S.E.I., M.Si. Latar belakang penelitian ini membahas tentang dampak covid 19 terhadap kinerja karyawan Hotel Djakarta Anandita Syariah di Samarinda, alasan dan tujuan pengambilan keputusan penelitian di Hotel Djakarta Anandita Syariah karena ingin melihat kinerja karyawan pada saat pandemi covid 19 dan sebelum pandemi covid 19. Penelitian ini merupakan penelitian (Field Research) yang digunakan untuk menggali data yang bersumber dari lokasi penelitian lapangan. Penelitian ini bersifat kualitatif, yaitu penelitian yang menggambarkan dan bertujuan untuk memperoleh gambaran yang lengkap tentang sesuatu yang diteliti. Sumber data dalam penelitian ini adalah karyawan yang bekerja di hotel. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh adalah selama dampak pandemi COVID-19 tidak ada perubahan yang terjadi pada faktor kinerja karyawan. Namun pada budaya organisasi terdapat perubahan norma atau kebiasaan di hotel, seperti menerapkan protokol kesehatan terhadap sesama karyawan hotel dan pengunjung, menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Muhammad Vincy, 2021, Analysis of the Impact of Covid 19 on the Performance of Sharia Hotel Employees in Samarinda (Case Study of Hotel Djakarta Anandita Syariah) Thesis, Department of Sharia Economics, Faculty of Economics and Islamic Business, Samarinda State Islamic Institute. This research was supervised by Muhammad Iswadi, M.SI and Ahmad Syarif, S.E.I., M.Sc. The background of this research discusses the impact of covid 19 on the performance of the employees of the Djakarta Anandita Syariah Hotel in Samarinda, the reasons and objectives of making research decisions at the Djakarta Anandita Syariah Hotel because they want to see the performance of employees during the covid 19 pandemic and before the covid 19 pandemic. This research is a research (Field Research) which is used to explore data sourced from field research locations. This research is qualitative, namely research that describes and aims to obtain a complete picture of something being researched. Sources of data in this study are employees who work in hotels. Data collection techniques used are observation, interviews and documentation. The results of the research obtained are that during the impact of the COVID-19 pandemic there were no changes that occurred to employee performance factors. However, in the organizational culture, there are changes in norms or habits at hotels, such as implementing health protocols for fellow hotel employees and visitors, using masks, maintaining distance and washing hands.