cover
Contact Name
Dandy Nugroho
Contact Email
dandynugroho@gmail.com
Phone
+6282335372393
Journal Mail Official
wahanateknik2019@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Teknik Universitas Gresik Jalan A.R Hakim No 2B, Gresik
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Wahana Teknik
Published by Universitas Gresik
ISSN : 2252777X     EISSN : 2657022X     DOI : https://doi.org/10.5281/zenodo
Core Subject : Engineering,
Wahana Teknik merupakan wadah publikasi ilmiah yang menyajikan hasil-hasil penelitian berupa makalah terkait bidang Teknik Mesin dan Teknik Sipil. Jurnal Wahana Teknik diterbitkan oleh Fakultas Teknik Universitas Gresik. Pada tahun 2017 jurnal Wahana Teknik terbit berkala dua kali per tahun. Makalah dapat berupa ringkasan laporan hasil penelitian atau kajian pustaka ilmiah. Makalah yang akan dimuat hendaknya memenuhi format yang telah ditentukan. Bahasa yang digunakan pada jurnal ini adalah bahasa Indonesia.
Articles 98 Documents
PENGARUH PENGERJAAN DINGIN (COLD WORKING) PADA BAJA TAHAN KARAT JENIS AUSTENITIK (AUSTENITIC STAINLESS STEEL) TYPE 304 Agus Setiyo Umartono
Wahana Teknik Vol 1 No 1 (2012): Wahana Teknik
Publisher : Wahana Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3581.868 KB)

Abstract

Stainless steel (Stainless Steel) is actually an alloy of steel alloy with high levels (High alloy steel), stainless steels have properties that privileges resistant to corrosion and high temperatures. Corrosion resistant properties obtained from the oxide layer (especially chrome) which are very stable on the surface of the steel and protects the steel against the corrosive environment.Stainless steel (Stainless Steel), the most popular and widely used is the type Austenitic stainless steels, because it has high shock resistant properties, tenacious, are not interested in magnetic, corrosion resistant and has the most good weldability (weldability) is good.However, austenitic stainless steels (austenitic stainless steel) type 304 is very difficult to do Cold Work. Because of cold work on type 304 austenitic stainless steel can provide a change of mechanical properties vary greatly.For that reason in this thesis will be carried out cold work. (cold work) by Rolling / Bending of material type austenitic stainless steel 304. The changes observed. In the event of changes in the nature kemagnetannya Cosmos, the second material is different is, each testing the mechanical properties (Pull, Violence, Chemical Composition, Structure and Corrosion Micro).From the test results are then compared and conducted studies of crystal structure, as additional data to draw conclusions.Keywords : Austenitic Stainless Steel , Cold Work, changes
ANALISA PENURUNAN KAPASITAS DAN VIBRASI POMPA SEA WATER INTAKE STUDI KASUS DI PGN SAKA INDONESIA PANGKAH LTD Eddy Priyanto; Wardjito Wardjito
Wahana Teknik Vol 6 No 1 (2017): Wahana Teknik
Publisher : Wahana Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1657.125 KB)

Abstract

Air laut sangat penting untuk pengolahan gas asam limbah H2S (Hidrogen sulfida) dari sumur minyak dan gas dari lepas pantai PGN Saka Indonesia Pangkah Ltd, pompa sea water intake terletak lima puluh meter dari pantai kawasan industri Maspion, ada tiga buah pompa submersible sentrifugal aliran aksial dengan kapasitas per pompa 935 m3/jam, memasok air laut ke fasilitas onshore untuk pengolahan H2S  pada SO2 scrubber.Dalam tahun terakhir, pompa rusak bergantian, diawali dengan penurunan kapasitas pompa dan peningkatan vibrasi, menurut data vendor idealnya pompa tersebut bisa bertahan sampai dua tahun, dengan kondisi tersebut penulis melakukan "Analisa penurunan kapasitas dan vibrasi pompa sea water intake".Dari hasil perhitungan telah terjadi kenaikan hambatan/friction head di suction strainer pompa dari 0,85 meter menjadi 24,3 meter, menyebabkan turunnya kapasitas pompa, timbulnya kapitasi, vibrasi dan akhirnya menyebabkan kerusakan. Pemeriksaan visualscreen bar di bawah permukaan air, ditemukan ada celah yang cukup besar antara cor semen dan frame screen bar, memungkinkan sampah plastik lolos dan menyumbat suction strainer pompa. Untuk menyelesaikan masalah tersebut, disarankan untuk menambahkan batu bronjong berupa susunan batu yang ditata sedemikian rupa dan dibungkus dengan jaring kawat diletakan sedemikian rupa di depan screen bar agar mengurangi abrasi akibat arus hisap pompa. Hal ini perlu dijadwalkan rutin, setidaknya enam bulan sekali untuk inspeksi visual.Kata kunci: kapasitas, vibrasi,  sea water
PERENCANAAN MESIN TEPUNG UBI JALAR DENGAN KAPASITAS 3OOKG/JAM Agus Setiyo Umartono; Suryo Budi Utomo
Wahana Teknik Vol 3 No 1 (2014): Wahana Teknik
Publisher : Wahana Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6900.067 KB)

Abstract

Kurang lebih tujuh puluh persen penduduk Indonesia bermata pencaharian pada sektor pertanian. Salah satu produk pertanian Indonesia yang potensial dijadikan altematif pengganti terigu adalah ubi jalar. Saat ini, permintaaan akan tanaman holtikultura khususnya ubi jalar terus meningkat sejalan dengan pertambahan penduduk dan juga kesadaran penduduk akan pemenuhan gizi. Oleh karena itu peneliti merasa perlu untuk merencanakan suatu alat agar proses pembuatan tepung ubi jalar menjadi lebih mudah.Tahapan dalam perencanaan mesin tepung ubi jalar ini terdiri dari analisa kebutuhan, penyusunan bahan teknis produk, dan perencanaan konsep produk. Sumber data yang diperoleh dari perencanaan ini berasal dari data primer yaitu meninjau secara langsung ke tempat pembuatan tepung ubi jalar skala besar maupun kecil, data sekunder diperoleh dari studi pustaka dengan mempelajari elemen mesin apa dapat yang digunakan Dalam merencanakan mesin tersebut. Spesifikasi perencanaan mesin tepung ubi jalar ini menggunakan material stainless steel AISI 304 pada poros, poros screw dan rumah screw dengan kekuatan tarik ð 53 kg/mm2. Menggunakan daya 0,447 kW, putaran poros 1.400 rpm. Panjang rumah screw 450 mm, diameter screw 150 mm, diameter poros screw 25 mm. Perencanaan rumah screw menggunakan pelat stainless steel dengan ketebalan 3 mm. Bantalan yang dipilih untuk poros screw adalah bantalan gelinding, dengan nomor 6205 kapasitas dinamik spesifikasi (C) 1.100 kg dan umur nominal (Lh) 7.924.637,89 jam. Hasil spesifikasi di atas dapat menghasilkan mesin tepung ubi jalar yang baik dan dapat dipakai dalam jangka waktu yang lama.Kata kunci: Screw, Press, Tepung, Ubi Jalar
ANALISA PENGARUH WAKTU TEMPUH DAN TEMPERATUR OUTPUT HEATING FURNACE SAMPAI INPUT QUENCHING TERHADAP SIFAT MEKANIS DAN STUKTUR MIKRO BAJA SUP-9 DAN BAJA SUP-11AM Agus Setiyo Umartono; Isa Ansori
Wahana Teknik Vol 7 No 1 (2018): Wahana Teknik
Publisher : Wahana Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1114.905 KB)

Abstract

Persaingan dunia industri manufaktur di pasar global sangat ketat sehingga diperlukan banyak improvement yang dapat menciptakan efisiensi pada proses produksi sehingga dapat menekan biaya produksi. Pada penelitian ini akan dianalisa bagaimana pengaruh waktu tempuh dan temperatur output heating furnace sampai input quenching terhadap sifat mekanis dan struktur mikro baja SUP-9 dan baja SUP-11 AM. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh waktu tempuh dan temperatur output heating furnace sampai input quenching terhadap sifat mekanis dan struktur mikro baja SUP-9 dan baja SUP-11 AM.Penelitian ini dilakukan dengan cara melakukan proses heat treatment dengan membedakan waktu tempuh dan temperatur output heating furnace sampai input quenching menjadi 5 variabel (31, 37, 42, 47, 55 detik) dan dilakukan pengujian setelah proses quenching dan tempering. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian hardness dan struktur mikro.Dari hasil pengujian setelah proses quenching dan tempering, pada waktu tempuh 55 detik dinyatakan reject dan waktu tempuh 31, 37, 42, 47 detik dinyatakan baik. Sehingga waktu tempuh output heating furnace sampai input quenching yang baik adalah tidak boleh lebih dari waktu tempuh 47 detik. Hasil dari penelitian ini dapat dijadikan acuan untuk menentukan waktu tempuh yang terbaik yang bisa digunakan untuk proses heat treatment sehingga output produksi bisa meningkat.Kata kunci : struktur mikro, temperatur, hardness, heating furnace, heat treatment.
ANALISA KEGAGALAN PROSES HEAT TREATMENT BAJA SUP-9 PADA PEMBUATAN PEGAS DAUN Agus Setiyo Umartono; Subhan Awali
Wahana Teknik Vol 4 No 1 (2015): Wahana Teknik
Publisher : Wahana Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3145.129 KB)

Abstract

Persaingan dunia industri manufaktur pada pasar global sangat ketat sehingga diperlukan banyak improvement yang dapat menciptakan efisiensi pada proses produksi dan pada akhirnya dapat menekan biaya produksi. Penelitian ini menganalisa mengapa terjadi kegagalan proses heat treatment baja SUP-9 pada pembuatan pegas daun yaitu kekerasannya di bawah 424-490 HV sehingga diketahui penyebab kegagalan proses heat treatment.Sebelum proses treatment dilakukan pengujian awal yaitu sifat mekanis (hardness) dan struktur mikro. Setelah proses treatment diambil sampel setelah proses quenching, dan setelah proses tempering untuk kembali dilakukan pengujian sifat mekanis (hardness) dan struktur mikronya.Hasil pengujian setelah proses quenching dan tempering pada supliyer Jatim Steel dinyatakan reject atau not good. Dengan diketahui hasil pengujian maka didapat kesimpulan bahwa penyebab terjadinya kegagalan proses heat treatment baja SUP-9 adalah karena hardness kurang dari 300 HV dan belum adanya pengujian awal pada raw material. Hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan pemilihan material baja SUP-9 yang bisa dipakai untuk proses heat treatment pada proses pembuatan pegas daun sehingga dapat mengurangi biaya produksi dan produktifitas meningkat.Kata kunci: kegagalan, heat, treatment, pegas, daun
KEGAGALAN PROSES MANUFAKTUR DALAM PEMBUATAN GATE LEAF PINTU AIR SERTA UPAYA PENANGGULANGAN Sunarto Sunarto
Wahana Teknik Vol 1 No 1 (2012): Wahana Teknik
Publisher : Wahana Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.307 KB)

Abstract

Deformation occurred during fabrication of Gate Leaf for dam construction was found to cause severe problems. The problems involved can be categorized as difficulty in assembling and erection of the component in the site plant. As a result construction strength would be lowered despite unfitted geometrical shape and in efficiency in production cost. In this thesis, the deformation described above was investigated based on the literature studies. The discussion was focused on characterization and elimination of technical problems that arisen from manufacturing operation. Therefore repairs would be reduced to a lower level besides quality improved. Research data was collected from direct observation in the field and report from previous production failures. A careful theoretical assessment came to the conclusion that deformation was particularly due to welding process which specifically could be identified as improper welding procedure, over deposited weld pool, unsuitable design and position of welding jigs. The studies also suggested that the manufacturing of the Gate Leaf component need to be supported with a correct implementation of production management, manufacturing operation procedure, as well as continuous quality inspection. The investigation indicated that human resource quality need to be improved in their technical skill, (ie: welding technology and construction design). This knowledge should have orientation in manufacturing skill and thereby improvement of welding engineer and welding inspector is essential in order to reduce risk of deformation. Keywords : Gate Leaf, Deformation, Manufacture
ANALISIS SISTEM PROTEKSI KOROSI UNTUK PIPA PETROLEUM GAS, MATERIAL API-5L X52 (ø 20”, Sch. 40, 8560m) Mochammad Sochib; Maryanta Maryanta
Wahana Teknik Vol 2 No 1 (2013): Wahana Teknik
Publisher : Wahana Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1152.572 KB)

Abstract

Pipa under ground dan under water perlu diadakan perlindungan korosi dan yang sesuai adalah Proteksi Katodik. Korosi itu sendiri sesungguhnya tidak dapat dihentikan namun hanya bisa dicegah atau diperlambat lajunya. Di Hess Indonesia Pangkah Ltd yang berlokasi di Manyar mensuplai PetroleumGas ke PT. Pembangkitan Jawa Bali (PJB) di Gresik sepanjang 8560 meter menggunakan pipa dengan material API-5L X52 (ø 20”, Sch. 40). Dari hasil pengukuran terjadi penurunan tegangan proteksi dibawah (-0,850 Volt DC). Maka kondisi ini perlu dilakukan penelitian dan analisis yang mendalam agar pipa tidak terjadi korosi. Kemudian diadakan penelitian dan perhitungan kembali desain yang terpasang adalah: Luas area yang diproteksi 670,29m2, arus proteksi yang diperlukan 40,22 ampere, jumlah anodeyang diperlukan 10,34 buah, maka berdasarkan besaran nilai tersebut desain telah sesuai dengan kebutuhan proteksi yang diperlukan, bahkan Panel Rectifier yang terpasang telah dinaikkan ke 125% dari perhitungan secara teoritis. Setelah diadakan penelitian yang mendalam menggunakan metoda standard internasional, ditemukan pada pipa unit-2 adanya kebocoran arus sebesar12 - 14 ampere pada Flange Isolasi IF-6 di Tie-In akhir pipa Hess yang menuju ke PJB yang berlokasi di area PJB Gresik. Agar sistem proteksi katodik kembali normal maka disarankan untuk melepas kabel jumper yang memisahkan proteksi pipa unit-1 dan pipa unit-2 dengan maksud untuk mengamankan pipa unit-1 sepanjang 8400 meter dan mengorbankan (sementara) pipa unit-2 sepanjang 160 meter tanpa proteksi katodik, sambil menunggu perbaikan selanjutnya.Turunnya tegangan proteksi dibawah (-0,850 Volt DC) diakibatkan karena terjadinya hubung singkat (short circuit) di Flange Isolasi IF-6, maka dari hasil penelitian disarankan untuk memberikan proteksi tambahan secara terpisah pada pipa unit-2 yang terjadi short circuit. Kata kunci: Pipa, korosi, katodik, proteksi.Kata kunci: pipa, korosi, katodik, proteksi
UJI KETAHANAN KOROSI MATERIAL BAJA KARBON A 283 Gr C, SS 317L, SS 304, SS HG-30, SS ALLOY-31 TERHADAP LIQUID SODIUM METABISULPHITE Mochammad Sochib; Gh Rifqi Syaifullah
Wahana Teknik Vol 3 No 1 (2014): Wahana Teknik
Publisher : Wahana Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6623.755 KB)

Abstract

Sodium Metabisulphite adalah suatu garam industri yang terbuat dari belerang/sulfur (S) dan soda ash (Na2Co3). Sebuah tangki penampungan Sodium Metabisulphite, dengan temperatur sekitar 27 C sampai 30 C, menggunakan material Carbon Steel A 283 Grade C, telah terjadi pengkorosian yang secara visual terlihat berupa lubang-lubang kecil pada body tangki secara merata sehingga sering menimbulkan kebocoran.Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengetahui jenis material apa yang mempunyai laju korosi yang rendah 2) Mengetahui jenis korosi apa yang terjadi pada berbagai material yang dipilih. Penelitian dilakukan pada material baja karbon A 283 C, SS 3I7 L, SS 304, SS HG 30, SS Alloy 31 yang dicelupkan dalam bejana yang berisi Sodium Metabisulphite. Pengujian dilakukan dengan metode uji kehilangan berat (weight loss) dan penelitian ini tidak membahas struktur mikromaterial.Hasil penelitian menghasilkan kesimpulan sebagai berikut: 1) Laju korosi (CPR) adalah: material A 283 C sebesar 1,663397735 mm/y, material SS 317 L sebesar 0,003144580 mm/y, material SS 304 sebesar 0,935858876 mm/y, material SS HG 30 sebesar 0,004859598 mm/y,  dan material SS Alloy 31 sebesar 0,003177925 mm/y. 2) Nilai laju korosi (CPR) yang paling besar adalah pada material baja karbon tipe A 283 C yaitu sebesar 1,663397735 mm/y, sedangkan yang paling rendah adalah pada material SS 317 L yaitu sebesar 0,003144580 mm/y. 3) Dilihat dari permukaan pada semua sampel uji, Karakteristik korosi yang terjadi pada masing-masing material uji adalah korosi jenis lubang (pitting corossion).Kata kunci: laju, korosi, liquid, sodium, metabisulphite
EVALUASI PENJADWALAN PROYEK MENGGUNAKAN METODE CPM DAN KURVA S Irawan Agustiar; Ryan Handrianto
Wahana Teknik Vol 7 No 2 (2018): Wahana Teknik
Publisher : Wahana Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.397 KB)

Abstract

Proyek konstruksi merupakan suatu rangakaian kegiatan yang dilaksanakan dalam satu siklus dan umumnya berjangka waktu pendek. Karena di dalam proyek konstruksi terdapat berbagai sumber daya, maka seorang manajer proyek harus dapat mengelola sumber daya tersebut secara efisien dan efektif. Subyek penelitian adalah untuk mengetahui jumlah waktu yang dapat dipercepat dan berapa besar biaya yang akan dikeluarkan. Objek penelitian ini adalah proyek pembangunan gedung perpustakaan SMKN 1 Gresik. Peneliti merasa perlu mengangkat penelitian ini karena saat ini proyek tersebut mengalami keterlambatan pekerjaan dan jika dibiarkan maka berpotensi menyebabkan durasi proyek menjadi molor.Penelitian ini akan dilakukan penyusunan jaringan kerja dengan metode Critical Path Method (CPM), mengidentifikasi jalur kritis dan jalur non kritis dan melakukan analisa perhitungan percepatan waktu dan biaya proyek.Hasil perhitungan menunjukkan waktu pelaksanaan normal proyek adalah 68 hari dan biaya normal sebesar Rp. 238.572.000,00, dengan menambah 3 jam penambahan jam kerja setiap hari maka dapat mempersingkat durasi proyek sebesar 6 hari dengan biaya tambahan sebesar Rp. 12.920.720,22.Kata kunci: evaluasi, jadwal, lembur, waktu, biaya
ANALISIS PENURUNAN KAPASITAS POMPA NATRIUM HIDROKSIDA (NaOH) DENGAN KAPASITAS 60 M3/JAM Agus Setiyo Umartono; Ahmad Ali Fikri
Wahana Teknik Vol 5 No 1 (2016): Wahana Teknik
Publisher : Wahana Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1314.245 KB)

Abstract

Pompa mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia. PT. Karunia Alam Segar Gresik menggynakan alat ini untuk memindahkan fluida, salah satunya Natrium Hidroksida (NaOH) yang berfungsi untuk keperluan water treatment, yaitu regenerasi air bebas mineral untuk ketel uap. Kebutuhan pompa yang digunakan untuk mengalirkan fluida Natrium Hidroksida (NaOH) ialah yang mampu menghasilkan kapasitas sebesar 60 m3 /jam, dimana saat ini hanya mampu menghasilkan 38.6 m3/jam. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk: 1) Menghitung ulang head instalasi. 2) Memilih tipe pompa yang sesuai dengan kebutuhan.Dari hasil perhitungan dan pembahasan, ditentukan debit aliran sebesar 60 m3/jam atau 1 m3/menit. Sehingga diperoleh hasil perhitungan yaitu: 1) diameter pipa 80 mm, mayor head losses 79 m, friction factor pipa dan peralatan 12,66 m, dan total head pompa adalah sebesar 96,8 m. 2) Dipilih pompa PENTAIR AURORA 3800 SERIES SINGLE STAGE END SUCTION model 3804 dengan dimensi 2 x 3 x 11L, dengan 2950 r/min menggunakan motor induksi 3 phase 30 HP, 230/460 V, 50 Hz.Kata kunci: analisis, kapasitas, pompa

Page 3 of 10 | Total Record : 98