cover
Contact Name
Dandy Nugroho
Contact Email
dandynugroho@gmail.com
Phone
+6282335372393
Journal Mail Official
wahanateknik2019@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Teknik Universitas Gresik Jalan A.R Hakim No 2B, Gresik
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Wahana Teknik
Published by Universitas Gresik
ISSN : 2252777X     EISSN : 2657022X     DOI : https://doi.org/10.5281/zenodo
Core Subject : Engineering,
Wahana Teknik merupakan wadah publikasi ilmiah yang menyajikan hasil-hasil penelitian berupa makalah terkait bidang Teknik Mesin dan Teknik Sipil. Jurnal Wahana Teknik diterbitkan oleh Fakultas Teknik Universitas Gresik. Pada tahun 2017 jurnal Wahana Teknik terbit berkala dua kali per tahun. Makalah dapat berupa ringkasan laporan hasil penelitian atau kajian pustaka ilmiah. Makalah yang akan dimuat hendaknya memenuhi format yang telah ditentukan. Bahasa yang digunakan pada jurnal ini adalah bahasa Indonesia.
Articles 98 Documents
PERENCANAAN GUDANG PABRIK BRONJONG ROMOKALISARI SURABAYA JL. BUMI MASPION SELATAN NO. 37 Irawan Agustiar; Mohammad Khoirul Anam
Wahana Teknik Vol 6 No 2 (2017): Wahana Teknik
Publisher : Wahana Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.272 KB)

Abstract

Struktur baja (steel structure) adalah material yang banyak digunakan dalam bangunan industri khususnya bangunan dengan fungsi sebagai refinery dan fraksinasi, namun dibutuhkan perencanaan yang optimum agar kinerja dari bangunan tersebut dapat memenuhi standart keamanan dan kenyamanan.Penelitian ini menggunakan struktur baja sebagai rangka utama. Beban dihitung berdasarkan berat jenis, beban hidup dan angin berdasarkan peraturan pembebanan indonesia untuk gedung tahun 1983, sedangkan struktur baja dihitung berdasarkan tata cara perencanaan struktur baja untuk bangunan gedung tahun 2002 Departemen Pekerjaan Umum. Perhitungan beban dan analisis kekuatan menggunakan program Microsoft Excel dan Staad Pro.Hasil dari perencanaan adalah konstruksi atap dengan panjang bentang 8 m, lebar total 8,41 m, tinggi kolom 4 m, untuk profil gording yang digunakan menggunakan baja kanal C 200x75x20x3,2, untuk trekstang digunakan tulangan dengan dia 6 mm, untuk ikatan angin digunakan tulangan dengan dia 5 mm, profil kuda-kuda menggunakan baja IWF 350x250x9x14, dan profil kolom menggunakan baja IWF 350x250x9x14. Dari hasil perhitungan gaya-gaya pada konstruksi tersebut sudah memenuhi syarat pada pedoman Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia (1984).Kata kunci: konstruksi, baja, gording, rafter, kolom
DESAIN SEPARATOR NATURAL GAS DENGAN KAPASITAS 0,79 M3, TEMPERATURE 60 C, TEKANAN 21 KG/CM2G Sutrisno Sutrisno; Agus Didik Setiawan
Wahana Teknik Vol 4 No 1 (2015): Wahana Teknik
Publisher : Wahana Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.823 KB)

Abstract

Dalam merancang separator (pressure vessel) untuk tahap awal adalah mendefinisikan separator tersebut dengan kapasitas dan tekanan kerja serta menentukan dimensi awal separator yang aman dan sesuai dengan kondisi lingkungan di Gresik. Proses perancangan separator (Pressure vessel) harus mempertimbangkan fungsi, nilai estetika dan lingkungan kerja pada bejana. Beban yang terjadi pada bejana tekan antara lain tekanan desain, beban angin, dan beban gempa.Separator ini dirancang menggunakan standar ASME VIII, sedangkan bahan yang digunakan adalah baja karbon berbentuk silinder atau pipa untuk shell dan nozzle dengan diameter 650 mm dan tebal dinding shell 9,8 mm dan tebal head 9,7 mm, inside diameter nozzle 146,4 mm tebal 6,26 mm, inside diameter nozzle 3,91 mm dengan tebal 3,4 mm, tebal support 7 mm.Hasil perhitungan menghasilkan kesimpulan sebagai berikut: 1)  Shell menggunakan A515 Grade 60 dengan ukuran Ø 650 x 2180 x 10. 2) Head menggunakan A515 Grade 60 dengan ukuran Ø 650 x 300 x 10. 3) Nozzle menggunakan SA 106 dengan ukuran Ø 146,4 x 380 x 6,26. 4) Nozzle menggunakanSA 106 dengan ukuran Ø 18,9 x 330 x 3,4. 5) Support menggunakan SA 106 dengan ukuran L 90 x 90 x 7.Kata kunci: desain, separator, natural, gas
ANALISA KEGAGALAN SAMBUNGAN LAS BAJA PADUAN RENDAH (BS-1501-224 Gr 490 BLT 45) Mochammad Sochib; Budi Astoro
Wahana Teknik Vol 1 No 1 (2012): Wahana Teknik
Publisher : Wahana Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.097 KB)

Abstract

Before the manufacture of pressure vessel welding process performed on the test material in which the test material is then carried out the testing process from the mechanical (tensile tests, comparisons, test the hardness and toughness test) of the test results will be obtained from the value of each test and if the value of the produced in accordance with the implied then for the next process can be used for the same job and if the contrary should be tested again with the same procedure from previous work.Testing performed to analyze the causes of failure in welded joints of low alloy steel material (BS 1501-224 Gr 490 BLT 45). Used method of impact testing where the test material will be taken on the position of weld material, fusion and fusion line + line 2mm with test temperature 45° C.The first test results are known the value obtained does not meet / achieve the implied value of the standard, but after re-commissioning and testing (re-test) by the same process as before it can be seen where the test results have met both the value of the implied value for the results of testing welded joints of low alloy steel material (BS 1501-224 Gr 490 BLT 45).Keywords : failure, welded joints
ANALISA FOULING PADA PLATE AND FRAME, LEAN/RICH AMINE EXCHANGER 135-H-02 DI SAKA INDONESIA-PANGKAH Mochammad Sochib; Agus Riyanta
Wahana Teknik Vol 6 No 1 (2017): Wahana Teknik
Publisher : Wahana Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1477.467 KB)

Abstract

Lean/ Rich Amine Exchanger 135-H-02 adalah salah satu alat penukar panas tipe plate and frame yang dipakai sebagai alat penukar panas di Saka Indonesia-Pangkah Ltd. Alat penukar panas ini sangat penting sekali perannya untuk menjaga kualitas produk, sehingga perlu dilakukan penelitian/analisis luas permukaan panas untuk mengetahui adanya kebuntuan di dalam alat penukar panas tersebut.Data temperatur yang diambil, kemudian dihitung luas permukaan panasnya, terjadi penurunan luas permukaan panas sebesar 2,3 m2, dan efisiensi heat exchanger saat ini adalah 88,3 %. Standart minimum efisiensi heat exchanger tersebut adalah 75 %. Sedangkan standar maksimum penurunan luas permukaan panasnya adalah 5 m2. Dari hasil perhitungan, alat penukar panas tersebut masih bisa beroperasi selama 5,8 tahun.Kondisi alat penukar panas tersebut perlu dikontrol secara rutin, salah satu caranya adalah dengan memonitor adanya perubahan temperatur Lean dan Rich Amine, sehingga umur alat penukar panas tersebut bisa bertahan selama 5,8 tahun.Kata kunci: fouling, plate and frame, lean rich amine exchanger
ANALISA KEKUATAN MATERIAL DAN UMUR CHAINMILL CRUSHER Sutrisno Sutrisno; Maulana Mustamiskin
Wahana Teknik Vol 3 No 1 (2014): Wahana Teknik
Publisher : Wahana Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4666.461 KB)

Abstract

P.T Wilmar Nabati Indonesia Gresik memiliki plant yang memproduksi NPK fertilizer. Sistem produksi tersebut memiliki banyak equipment yang harus beroperasi secara baik sehingga dapat menjamin keberlangsungan produksi NPK.  Salah satu equipment yang dipakai Dalam system produksi tersebut adalah Chain Mill Crusher. Chain Mill Crusher PT. Wilmar Nabati Indonesia sering mengalami pergantian secara tidak terjadwalkan. Hal ini membuat peneliti merasa perlu untuk mengangkat masalah ini dengan tujuan untuk mengetahui penyebab sering digantinya Chain Mill Crusher tersebut.Penelitian ini melakukan beberapa pengujian secara bertahap agar faktor penyebab kerusakan Chain Mill Crusher dapat diketahui. Pengujian tersebut antara lain pengujian komposisi material, hardness dan struktur mikro.Dari hasil analisa komposisi material, hardness, dan struktur mikro dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:. 1) Hardness Chain Mill Crusher A sebesar 43,59 HRC dan ditandai dengan hasil analisa unsur Carbon (C) yaitu 0,271% lebih besar disbanding dengan Hardness Chain Mill Crusher B sebesar 27,59 HRC dan ditandai dengan hasil analisa unsur Carbon (C) yaitu 0,207%. 2) struktur milkro terlihat fasa perlit Chain Mill Crusher A lebih banyak daripada Chain Mill Crusher BKata kunci: Chain Mill Crusher , komposisi material, hardness, struktur mikro
REDESIGN BUCKET ELEVATOR BIJI GANDUM DARI KAPASITAS 23 TON/JAM MENJADI 28 TON/JAM DI PT. HARVESTAR FLOUR MILLS Sugeng Hariyadi; Muchammad Muchklis
Wahana Teknik Vol 7 No 1 (2018): Wahana Teknik
Publisher : Wahana Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.285 KB)

Abstract

Sebagai konsekuensi perkembangan pesatnya teknologi industri tepung terigu, PT. Harvestar Flour Mills berkeinginan untuk meningkatkan kapasitas produksinya, salah satu peralatan penunjangnya ialah bucket elevator. PT. Harvestar Flour Mills telah terpasang bucket elevator dengan kapasitas 23 ton/jam, dengan peningkatan kapasitas produksi maka kapasitas bucket elevator yang dibutuhkan yakni 28 ton/jam.Rumusan masalah yang dapat diambil adalah bagaimana merencanakan bucket elevator supaya stabil dan dapat bekerja secara optimal, dengan merubah jarak antar bucket yang awalnya 0,23 meter menjadi 0,19 meter, sehingga meningkatkan kapasitas pemindahan material, meningkatkan kecepatan pemindahan material dimana Q = 28 ton/jam , t = 0,19 meter dan dengan berat material 1 kg/bucket, sehingga didapat kecepatan pemindahan material v = 1,47 m/s. Mengganti motor listrik dengan daya yang lebih besar yakni 7,5 kW, dengan diameter poros sebesar 75 mm, dan menggunakan bearing dengan type SNA 517, dengan perkiraan umur bearing 3500 jam. Ukuran desain tersebut sesuai dan efektif untuk mengangkut biji gandum tanpa over load capacity dan sangat efisien serta dapat menghindari ngeslong atau patah poros saat mesin berjalan.Kata kunci: bucket elevator, kapasitas, bearing, redesign
ANALISA KEBUTUHAN ANODA KORBAN SENG PADA PLAT BOTTOM KAPAL DI PT. INDONESIA MARINA SHIPYARD Sunarto Sunarto; Deni Septian
Wahana Teknik Vol 4 No 1 (2015): Wahana Teknik
Publisher : Wahana Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1031.338 KB)

Abstract

Plat bottom kapal adalah daerah yang pertama kali terkena air laut. Pada daerah ini dan bagian bawah garis air (BGA) maupun bagian atas garis air (AGA) sangat rentan terkena korosi. Untuk menghindari dampak yang timbul akibat korosi air laut, maka plat lambung kapal perlu diberi perlindungan korosi secara berkala. Sampai saat ini perlindungan tersebut masih menggunakan perlindungan secara pasif (dengan pengecatan) dan perlindungan secara aktif dengan metoda (cathodic protection). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas kebutuhan anoda korban paduan zinc, sebagai proteksi katodik pada plat lambung kapal ( lapisan plat yang terkena air ).Penelitian ini akan menghitung laju korosi plat baja, kebutuhan anoda karbon, dan ketebalan plat lambung kapal.Berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan anoda korban sesuai dasar pembahasan pada KMP. CITRA MANDALA SAKTI, secara teknis dapat diketahui bahwa untuk memperlambat laju korosi plat lambung area bawah garis air kapal selama 3 tahun berlayar, dibutuhkan anoda korban paduan zink sebanyak @ 8 kg x 21 buah. Anoda korban paduan zink yang dipasang pada plat lambung kapal secara arus ternyata dapat memperlambat laju korosi rata-rata sebesar 0,308 mm/tahun.Kata kunci: plat, kapal, anoda, zinc, korosi
ANALISA PEMBANGUNAN RUMAH TINGGAL SEDERHANA DARI SEGI PERENCANAAN ATAP Mohammad Saiful Hakiki; Hamzah Hamzah
Wahana Teknik Vol 6 No 2 (2017): Wahana Teknik
Publisher : Wahana Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.972 KB)

Abstract

Perencanaan struktur rangka atap kayu penting diperhatikan dalam perencanaan. Kayu memiliki berbagai kelas mutu dan kuat acuan, oleh karena itu pemilihan jenis kayu sangat berpengaruh terhadap suatu perencanaan khususnya perencanaan struktur atap secara konvensional. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa perencanaan struktur atap rumah tinggal sederhana dengan membandingkan penggunaan kayu sebagai rangka atap dengan mutu kayu yang berbeda tapi memiliki kelas kayu yang sama.Metode penelitian yang digunakan ialah metode kuantitatif dengan cara menganalisis struktur statis tertentu. Tahap-tahap penelitian ini antara lain: pengumpulan data, analisis data, dan iterprestasi hasil analisis, sehingga didapatkan informasi untuk  pengambilan keputusan dan kesimpulan.Hasil penelitian ini ialah: 1) Kombinasi pembebanan sebesar 11.198,48 Nm. 2) Kekuatan tarik kayu kelas A kode mutu E-22 lebih besar daripada kayu kelas B Kode mutu E-22 yaitu 138.240 N  dibanding 108.864 N. 2) Kayu kelas E22 kode mutu A lebih baik daripada kayu dengan kode mutu B.Kata kunci: perencanaan, atap, kayu, mutu A, mutu B, kelas E-22  
ANALISA KEGAGALAN PATAH PADA LEAN AMINE COOLER FAN 135 H 04 PT. HESS INDONESIA PANGKAH LTD Sunarto Sunarto; Teguh Nugroho
Wahana Teknik Vol 2 No 1 (2013): Wahana Teknik
Publisher : Wahana Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1722.794 KB)

Abstract

Dalam dunia industri, lazim digunakan berbagai alat pemindah panas atau heatexchanger. Ada beberapa jenis heat exchanger yang sering digunakan, antara lainmenggunakan hembusan udara, mengalirkan pada air, dll. Tugas akhir ini membahas salah satu jenis heat exchanger yaitu dengan menggunakan aliran udara (Air Cooled Heat Exchanger / ACHE). Untuk dapat menghembuskan udara diperlukan baling-balingyang biasa digerakkan oleh motor terhubung oleh sabuk (belt). Istilah umum yang sering dipakai untuk pendingin dengan baling-baling ini adalah Cooler Fan.Terdapat kasus yang terjadi pada sebuah instalasi di PT. HESS Indonesia Pangkah Ltd. yaitu kipas pendingin Lean Amine ( Lean Amine Cooler Fan / 135 H 04 ) yang mengalami patah pada bilah baling-balingnya. Kejadian patah yang terjadi beberapa kali dengan modus yang sama, tentulah sangat merugikan industri. Oleh karenanya jurnal ini dirasa cukup penting untuk memberikan sedikit solusi demi tercapainya kehandalan peralatan industri. Yang tentu akan berimbas pada meningkatnya produktifitas. Akan dijelaskan mengenai landasan teori, faktor penyebab kegagalan, analisisa kegagalan dan penyelesaiannya. Hasil studi kasus ini diharapkan bermanfaat untuk kemudian dapat diterapkan dalam cooler fan yang lain.Kata kunci: Air Cooled Heat Exchanger, Cooler Fan, analisisa kegagalan
ANALISA HEAT EXCHANGER PADA GEAR BOX OLI REDUCER DRYER DI PT. PETROKIMIA GRESIK Sugeng Hariyadi; Elang Adi Saputra
Wahana Teknik Vol 6 No 1 (2017): Wahana Teknik
Publisher : Wahana Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1714.145 KB)

Abstract

PT. Petrokimia Gresik merupakan perusahaan yang berjalan dalam lingkup departemen perindustrian dan perdagangan yang bergerak dalam produksi pupuk, bahan-bahan kimia dan jasa lainnya seperti kontsruksi dan engineering. PT. Petrokimia Gresik merupakan pabrik pupuk tertua kedua di Indonesia setelah PT. Pupuk Sriwijaya Palembang dan juga pabrik pupuk terlengkap di antara pabrik lainnya. Jenis pupuk yang diproduksi oleh PT. Petrokimia Gresik antara lain : Zwavelzuur Ammonium ( ZA I, ZA II, ZA III ). Super Phospat ( SP-36 I/ TSP I, SP-36 II/ TSP2 ), NPK/PHONSKA dan UREA.Dalam unit produksi PHONSKA terdapat suatu equitmen yaitu Rotary Dryer. Rotary Dryer sendiri adalah suatu alat yang berfungsi untuk mengeringkan aneka bahan padatan, bahan padatan dimasukan melalui ujung inlet screw conveyor dan dikeringkan sepanjang tabung yang berputar, adanya kemiringan tabung dan sirip-sirip di dalam tabung menyebabkan bahan akan keluar menuju screw conveyor outlet. Rotary Dryer ini digerakan oleh motor listrik dengan tegangan 6 kV,  dan dalam proses putaran dryer ditambahkan gear box sebagai pengatur speed dryer. Apabila gear box dijalankan terus menerus maka akan mengalami keaausan dan cepat panas. PT. Petrokimia Gresik mengisi gear box dengan oli sebagai media pelumas dan pendingin yang disirkulasikan secara terus menerus dengan tambahan heat exchanger untuk menstransfer panas yang dihasilkan oleh outlet gear box.Kata kunci: Gear Box, Oli, Dryer

Page 5 of 10 | Total Record : 98