cover
Contact Name
Maria
Contact Email
-
Phone
+628161961710
Journal Mail Official
jmbkmm@untar.ac.id
Editorial Address
Program Studi MM Untar, Kampus 1, Gedung Utama, Lantai 14 Jl. Let. Jen. S. Parman No. 1 Grogol, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
ISSN : -     EISSN : 25980289     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmbk
Core Subject : Economy, Social,
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan (E-ISSN: 2598-0289) is a peer-reviewed journal, which provides a forum for publishing scientific articles in management and business field, including genuine research result, novel scientific review, and critics or comments about management nowadays. Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan published by Magister Manajemen Universitas Tarumanagara. Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan accepts articles or manuscript in the management and business field from various source, academics and researchers, both national and international.
Articles 958 Documents
Determinasi financial distress: Peran profitabilitas, likuiditas, dan leverage pada industri bahan konstruksi Mustamin, Riandi; Ida, Ida
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 9 No 4 (2025): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v9i4.34662

Abstract

This study aims to investigate the impact of profitability, liquidity, and leverage on financial distress in construction materials companies. The construction industry plays a vital role in national development. Yet, it remains vulnerable to financial pressure due to factors like rising raw material costs and high dependency on imported inputs. This research employs a quantitative approach, utilizing binary logistic regression, based on financial data from 11 companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2021–2024 period, resulting in 44 observations. Financial distress is defined by operating losses sustained for two consecutive years. The results show that leverage (measured by Debt to Asset Ratio) has a positive and significant effect on financial distress, meaning that a higher proportion of debt in the capital structure increases the likelihood of financial distress. On the other hand, profitability (measured by Return on Assets) and liquidity (measured by Current Ratio) show no significant relationship with financial distress. These findings suggest that poorly managed debt is the primary driver of financial difficulties, while profit and liquid assets alone are insufficient to prevent financial distress. This study highlights the importance of managing capital structure wisely and avoiding excessive reliance on debt, especially in an industry exposed to operational and economic uncertainty. The results are expected to serve as useful input for financial management strategies and contribute to academic literature in corporate finance. Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana kondisi keuangan perusahaan bahan konstruksi bisa dipengaruhi oleh profitabilitas, likuiditas, dan leverage. Industri ini dianggap penting karena mendukung pembangunan nasional, tetapi juga rentan mengalami tekanan keuangan, terutama akibat kenaikan harga bahan baku dan ketergantungan pada impor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi logistik terhadap 11 perusahaan yang terdaftar di BEI selama periode 2021–2024, dengan total 44 observasi. Financial distress diklasifikasikan berdasarkan kondisi rugi operasional selama dua tahun berturut-turut. Hasil analisis menunjukkan bahwa leverage (DAR) berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial distress, yang berarti semakin besar proporsi utang dalam struktur pembiayaan perusahaan, maka semakin tinggi pula kemungkinan perusahaan mengalami tekanan keuangan. Sebaliknya, profitabilitas (ROA) dan likuiditas (CR) tidak berpengaruh signifikan terhadap financial distress. Dari sini bisa disimpulkan bahwa utang yang tidak terkelola dengan baik menjadi faktor utama penyebab risiko keuangan, sementara laba dan aset lancar tidak cukup kuat sebagai penyangga terhadap tekanan finansial. Hasil ini memberikan gambaran bahwa perusahaan di sektor konstruksi perlu lebih berhati-hati dalam mengatur struktur modal dan tidak semata-mata bergantung pada utang untuk menjaga keberlangsungan usahanya. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan manajerial dan literatur tambahan di bidang keuangan.
Teknologi dipersonalisasi dan kepribadian narsistik di kalangan Generasi Z Palupi, Rosa De Lima Dyah Retno; Widjojo, Maria Rosa Ratna Sri Anggraeni; Noventaa, Oscar Chrismadian; Suprapto, Budi
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 9 No 4 (2025): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v9i4.34663

Abstract

This study aims to examine the impact of personalized technology in advertising by considering two personality traits among Generation Z: Grandiose Narcissism and Vulnerable Narcissism. The research was conducted through a quantitative survey with respondent from Generation Z in Surakarta and Yogyakarta. A total of 248 valid questionnaires were collected and analyzed using PLS SEM techniques. The results show significant differences from earlier studies, particularly in four main hypotheses, including the moderating role of Vulnerable Narcissism. The findings suggest that cultural factors and the digital characteristics of Indonesian Generation Z influence the relationship between digital advertising and users’ psychological experiences. The implications of this study are directed toward advertisers in designing effective communication strategies and toward policymakers in developing privacy protection regulations, especially in the coGNext of social media. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknologi yang dipersonalisasi dalam konteks periklanan dengan mempertimbangkan dua jenis kepribadian pada generasi Z yaitu Grandiose Narcisism dan Vulnareble Narcisism. Penelitian ini dilakukan dengan responden generasi Z di Surakarta dan Yogyakarta dengan pendekatan kuantitatif survey. 248 Kuesioner berhasil dikumpulkan dalam penelitian ini dan diolah menggunakan teknik PLS SEM. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan dari penelitian terdahulu, khususnya pada empat hipotesis utama termasuk moderasi dari Vulnareble Narcisism. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa faktor budaya, karakter digital generasi Z Indonesia turut mempengaruhi antaraiklan digital dengan pengalaman psikologis pengguna. Implikasi dari penelitian ini ditujukan bagi pengiklan untuk merancang strategi komunikasi serta bagi pembuat kebijakan dalam pembuatan regulasi untuk melindungi masalah privasi terutama di media sosial.
Pengaruh inclusive leadership dan entrepreneurial leadership terhadap employee’s innovative behavior di perusahaan konstruksi Soetedjo, Eric Himawan; Widoatmodjo, Sawidji
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 9 No 5 (2025): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v9i5.35320

Abstract

The purpose of this study was to gain better understanding of how Inclusive Leadership and Entrepreneurial Leadership relates to Employee’s Innovative Behavior through Innovative Self-Efficacy. The primary data was collected with an online questionnaire and 111 respondents gave their responses. The data was then processed using Structural Equation Modeling - Partial Least Square (SEM-PLS) method using SmartPLS 4 software. The data was subjected to reliability and validity assessment, R-square and f-square assessments, as well as hypotheses testing. Through successive data-processing it was then discovered that contrary to prior researches, Inclusive Leadership does not affect Employee’s Innovative Behavior in a meaningful way, and Innovative Self-Efficacy does not mediate the aforementioned relationship. However, Entrepreneurial Leadership significantly affects Employee’s Innovative Behavior, confirming the findings of prior researches. Innovative Self-Efficacy plays a partial mediation role in the relationship between Entrepreneurial Leadership and Employee’s Innovative Behavior. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana Inclusive Leadership dan Entrepreneurial Leadership berpengaruh terhadap Employee’s Innovative Behavior melalui Innovative Self-Efficacy. Data primer dikumpulkan dengan kuesioner online dan 111 responden mengirimkan jawaban. Data diproses dengan metode Structural Equation Modeling - Partial Least Square (SEM-PLS) menggunakan perangkat lunak SmartPLS 4. Data diuji reliabilitas dan validitasnya, diuji R-square dan f-square-nya, dan hipotesisnya diuji. Melalui pemrosesan data ditemukan bahwa berketerbalikan dengan penelitian sebelumnya, Inclusive Leadership tidak memengaruhi Employee’s Innovative Behavior secara berarti, dan lebih tidak berpengaruh melalui variabel mediasi Innovative Self-Efficacy. Akan tetapi, Entrepreneurial Leadership berpengaruh signifikan terhadap Employee’s Innovative Behavior, mengonfirmasi penemuan pada penelitian sebelumnya. Innovative Self-Efficacy melakukan peran mediasi parsial pada hubungan antara Entrepreneurial Leadership dan Employee’s Innovative Behavior.
Pengaruh perceived ease of use dan perceived usefulness terhadap intention to use aplikasi myBCA digital banking dengan perceived satisfaction sebagai mediator Budiman, Grisvian Irvan; Firdausy, Carunia Mulya
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 9 No 5 (2025): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v9i5.35321

Abstract

This study aims to analyze the influence of perceived ease of use and perceived usefulness on intention to use the myBCA application with perceived satisfaction as a mediator. Data were collected from 160 users of myBCA digital banking application in the Greater Jakarta area (Jabodetabek) through purposive sampling and analyzed using SmartPLS version 4.1.0.0. The results reveal that perceived usefulness and perceived satisfaction have a positive and significant effect on intention to use the myBCA application, while perceived ease of use does not have a significant effect on intention to use the myBCA application. Nevertheless, both perceived ease of use and perceived usefulness significantly influence perceived satisfaction. Furthermore, perceived satisfaction fully mediates the effect of perceived ease of use on intention to use the myBCA application and partially mediates the effect of perceived usefulness on intention to use the myBCA application. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perceived ease of use dan perceived usefulness terhadap intention to use aplikasi myBCA dengan perceived satisfaction sebagai mediator. Data dikumpulkan dari 160 pengguna aplikasi myBCA di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) melalui teknik purposive sampling dan dianalisis menggunakan SmartPLS versi 4.1.0.0. Hasil analisis mengungkapkan bahwasanya perceived usefulness dan perceived satisfaction berpengaruh positif dan signifikan terhadap intention to use aplikasi myBCA, sementara perceived ease of use tidak berpengaruh signifikan terhadap intention to use aplikasi myBCA. Meskipun demikian, baik perceived ease of use maupun perceived usefulness berpengaruh signifikan terhadap perceived satisfaction. Selanjutnya, perceived satisfaction memediasi secara penuh pengaruh perceived ease of use terhadap intention to use aplikasi myBCA serta memediasi secara parsial pengaruh perceived usefulness terhadap intention to use aplikasi myBCA.
Faktor organisasi penentu kinerja guru dan staf di sekolah Iskandar, Oktavia; Yanuar, Yanuar
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 9 No 5 (2025): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v9i5.35323

Abstract

This study examines the impact of Transformational Leadership, Work-Life Balance, and Motivation on the performance of teachers and staff at Sekolah ABC, with Work Engagement serving as a mediating variable. The research is grounded in the importance of performance as a measure of organizational success and addresses a gap in previous studies concerning the leadership-performance relationship. A quantitative approach was employed using a descriptive design and PLS-SEM analysis, based on data collected through questionnaires from 190 respondents in March 2025. The results indicate that all three independent variables have a positive and significant effect on performance, with Work Engagement mediating the effect of Transformational Leadership on performance. These findings highlight the critical role of leadership, work-life balance, and motivation in enhancing engagement, which in turn contributes to improved performance. As an implication, educational institutions should develop human resource strategies that foster engagement to achieve optimal performance. Penelitian ini meneliti dampak dari Kepemimpinan Transformasional, Work Life Balance, dan Motivasi terhadap kinerja guru dan staf di Sekolah ABC, dengan Keterlibatan Kerja berfungsi sebagai variabel mediasi. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya kinerja sebagai ukuran sukses sebuah organisasi, serta adanya celah pada penelitian sebelumnya mengenai hubungan antara kepemimpinan dan kinerja. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain deskriptif dan analisis PLS-SEM, berdasarkan data yang dikumpulkan melalui kuesioner dari 190 responden pada Maret 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel independen memberikan dampak yang positif dan signifikan terhadap kinerja, sementara Keterlibatan Kerja terbukti menjadi mediator dalam pengaruh Kepemimpinan Transformasional terhadap kinerja. Temuan ini menegaskan pentingnya peranan kepemimpinan, keseimbangan kerja, dan motivasi dalam meningkatkan keterlibatan yang berkontribusi pada perbaikan kinerja. Sebagai implikasi, lembaga pendidikan harus merumuskan strategi sumber daya manusia yang mendukung keterlibatan guna mencapai kinerja yang maksimal.
Pengaruh faktor organisasi terhadap niat mengundurkan diri di Sekolah XYZ Merry, Merry; Yanuar, Yanuar
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 9 No 5 (2025): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v9i5.35324

Abstract

The high level of turnover intention in educational work environments poses a serious challenge that can affect organizational stability and quality. This study aims to analyze the influence of Transformational Leadership, Organizational Learning Culture, and Job Satisfaction on Turnover Intention, with Affective Commitment as a mediating variable. A descriptive quantitative approach was employed, using Structural Equation Modeling based on Partial Least Squares (PLS-SEM). Data were collected from 165 teachers and staff of Sekolah XYZ through an online questionnaire conducted from March to April 2025. The results show that Transformational Leadership, Organizational Learning Culture, and Job Satisfaction have a negative and significant effect on Turnover Intention. In addition, Transformational Leadership was found to have a significant positive effect on Affective Commitment, which in turn negatively influences Turnover Intention. Mediation analysis reveals that Affective Commitment significantly mediates the relationship between Transformational Leadership and Turnover Intention. These findings highlight the importance of leadership and a supportive work environment in enhancing employees’ emotional attachment to the organization, ultimately reducing their intention to leave. The implications of this study underscore the need to strengthen learning culture and transformational leadership as effective retention strategies in educational settings. Tingginya tingkat intensi untuk keluar di lingkungan pendidikan menjadi tantangan serius bagi stabilitas operasional dan kualitas organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Kepemimpinan Transformasional, Budaya Belajar Organisasi, dan Kepuasan Kerja terhadap Intensi Keluar, dengan Komitmen Afektif sebagai variabel mediasi. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan analisis PLS-SEM. Data dikumpulkan dari 165 guru dan staf Sekolah XYZ melalui kuesioner daring pada bulan Maret hingga April 2025. Hasil penelitian menunjukkan Kepemimpinan Transformasional, Budaya Belajar Organisasi, dan Kepuasan Kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Intensi Keluar. Selain itu, Kepemimpinan Transformasional terbukti memiliki pengaruh positif signifikan terhadap Komitmen Afektif, dan Komitmen Afektif sendiri berpengaruh negatif terhadap Intensi untuk Keluar. Uji mediasi menunjukkan bahwa Komitmen Afektif secara signifikan memediasi hubungan antara Kepemimpinan Transformasional dan Intensi untuk Keluar. Temuan ini menegaskan pentingnya peran kepemimpinan dan lingkungan kerja yang mendukung dalam meningkatkan keterikatan emosional karyawan terhadap organisasi, yang pada akhirnya dapat menurunkan keinginan untuk keluar. Implikasi dari penelitian ini menyoroti perlunya penguatan budaya belajar dan kepemimpinan transformatif sebagai strategi retensi yang efektif di lingkungan pendidikan.
Pengaruh influencer virtual terhadap sikap audiens dalam membentuk niat beli Nike di Jawa Timur Natalya, Yenny; Cokki, Cokki
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 9 No 5 (2025): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v9i5.35325

Abstract

This study aims to explore the influence of attitudes toward virtual influencers on attitudes toward product placement, brand attitudes, and purchase intention, focusing on followers of Allysa Gladys as a virtual influencer promoting the Nike brand. A quantitative approach was employed by collecting data through questionnaires from 148 respondents. Data analysis was conducted using the PLS-SEM method. The results indicate that attitudes toward the virtual influencer significantly affect attitudes toward product placement and the brand but do not have a direct influence on purchase intention. On the other hand, attitudes toward product placement and the brand were found to have a significant impact on purchase intention. These findings suggest that the presence of virtual influencers such as Allysa Gladys can create positive perceptions of the brand through effective product placement strategies and a strong brand image. This study provides empirical insights into the effectiveness of virtual influencers in shaping consumer attitudes and serves as a reference for marketing practitioners in designing more relevant brand communication strategies in the digital era. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh sikap terhadap influencer virtual terhadap sikap terhadap penempatan produk, sikap terhadap merek, dan niat beli, dengan fokus pada pengikut Allysa Gladys sebagai virtual influencer yang mempromosikan merek Nike. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan mengumpulkan data melalui kuesioner dari 148 responden. Analisis data dilakukan menggunakan metode PLS-SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap terhadap influencer virtual secara signifikan memengaruhi sikap terhadap penempatan produk dan merek, namun tidak memiliki pengaruh langsung terhadap niat beli. Di sisi lain, sikap terhadap penempatan produk dan merek terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap niat beli. Temuan ini menunjukkan bahwa kehadiran virtual influencer seperti Allysa Gladys dapat menciptakan persepsi positif terhadap brand melalui strategi penempatan produk yang efektif dan citra merek yang kuat. Penelitian ini memberikan wawasan empiris mengenai efektivitas virtual influencer dalam memengaruhi sikap konsumen, serta menjadi acuan bagi praktisi pemasaran dalam merancang strategi komunikasi merek yang lebih relevan di era digital.
Perceived usefulness, brand identity, dan purchase intention mobil listrik Korea: Brand image sebagai mediator Manurung, Boris; Tjokrosaputro, Miharni
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 9 No 5 (2025): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v9i5.35326

Abstract

This study investigates the influence of perceived usefulness and brand identity on the purchase intention of Korean electric vehicles (EVs), with brand image as a mediating variable. Utilizing a quantitative approach, data were collected from 213 prospective EV consumers in Indonesia and analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results reveal that perceived usefulness and brand identity do not directly affect purchase intention. However, both significantly impact purchase intention indirectly through brand image, which serves as a full mediator. These findings suggest that marketing strategies for Korean EVs should focus on enhancing perceived usefulness and brand identity to strengthen brand image, thereby increasing consumer purchase intention. The study offers practical implications for marketers and contributes to the academic discourse on consumer behavior by emphasizing the crucial mediating role of brand image, particularly in the context of sustainable vehicle adoption. Penelitian ini mengkaji pengaruh perceived usefulness (persepsi kegunaan) dan brand identity (identitas merek) terhadap purchase intention (niat beli) mobil listrik Korea, dengan brand image (citra merek) sebagai variabel mediasi. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan dari 213 calon konsumen mobil listrik di Indonesia dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceived usefulness dan brand identity tidak berpengaruh langsung terhadap purchase intention. Namun, keduanya memiliki pengaruh tidak langsung yang signifikan melalui brand image, yang berperan sebagai mediator penuh. Temuan ini menyarankan bahwa strategi pemasaran mobil listrik Korea perlu difokuskan pada peningkatan persepsi kegunaan dan identitas merek guna memperkuat citra merek, sehingga dapat meningkatkan niat beli konsumen. Studi ini memberikan implikasi praktis bagi para pemasar serta kontribusi akademik dalam kajian perilaku konsumen dengan menekankan peran mediasi citra merek yang krusial, khususnya dalam konteks adopsi kendaraan berkelanjutan.
Pengaruh kualitas layanan dan teknologi terhadap loyalitas pasien: Studi kualitatif di Pathlab Gading Serpong Najati, Rosita Ainun; Widoatmodjo, Sawidji
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 9 No 5 (2025): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v9i5.35328

Abstract

This study aims to analyze the implementation of relationship marketing strategies in enhancing patient retention and loyalty at Pathlab Gading Serpong. Given the increasing competition in the healthcare sector, the application of effective marketing strategies is crucial for retaining existing patients and strengthening their loyalty. A qualitative approach was used in this research, with in-depth interviews conducted with 8 new patients and 7 long-time patients to explore the factors influencing their decisions to continue using the clinic's services. The instrument used consisted of open-ended questions, allowing respondents to provide broader and deeper answers. Data collection was carried out through in-depth interviews, and to ensure the validity and reliability of the data, this study employed triangulation, comparing interview data with other information such as documents or observational data. The results showed that the key factors driving patient loyalty include service quality, effective communication that builds trust, and the utilization of technology such as the Laboratory Information System (LIS), which improves service efficiency and accuracy. Furthermore, aftercare services also play an important role in strengthening the long-term relationship between patients and the clinic. Based on these findings, the study recommends that Pathlab Gading Serpong improve service quality, strengthen relationship marketing through transparent communication, and develop more personalized services. Additionally, the development of LIS technology should be enhanced to accelerate service delivery and improve patient satisfaction. This research contributes practically to the understanding of how marketing strategies can be applied in the healthcare sector, particularly in increasing patient loyalty in clinical laboratories. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan strategi pemasaran hubungan dalam meningkatkan retensi dan loyalitas pasien di Pathlab Gading Serpong Gading Serpong. Mengingat persaingan yang semakin ketat dalam sektor layanan kesehatan, penerapan strategi pemasaran yang efektif menjadi krusial untuk mempertahankan pasien yang sudah ada dan memperkuat loyalitas mereka. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan wawancara mendalam terhadap 8 pasien baru dan 7 pasien lama untuk menggali faktor-faktor yang memengaruhi keputusan mereka dalam menggunakan layanan klinik. Instrumen yang digunakan adalah pertanyaan terbuka, yang memungkinkan responden memberikan jawaban lebih luas dan mendalam. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan untuk memastikan keabsahan serta keandalan data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi, yaitu membandingkan data dari wawancara dengan informasi lain seperti dokumen atau data observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang mendorong loyalitas pasien meliputi kualitas layanan, komunikasi yang efektif yang membangun kepercayaan, serta pemanfaatan teknologi seperti Sistem Informasi Laboratorium (LIS) yang meningkatkan efisiensi dan akurasi layanan. Selain itu, layanan purna perawatan juga terbukti memainkan peran penting dalam memperkuat hubungan jangka panjang antara pasien dan klinik. Berdasarkan temuan ini, penelitian merekomendasikan agar Pathlab Gading Serpong meningkatkan kualitas layanan, memperkuat pemasaran hubungan melalui komunikasi transparan, serta mengembangkan layanan yang dipersonalisasi. Selain itu, pengembangan teknologi LIS perlu ditingkatkan untuk mempercepat layanan dan meningkatkan kepuasan pasien. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis dalam pemahaman penerapan strategi pemasaran dalam sektor layanan kesehatan, khususnya dalam meningkatkan loyalitas pasien di laboratorium klinik.
Komparasi dimensi ServQual dalam penilaian kualitas layanan rumah sakit swasta dan pemerintah di Semarang Jauhary, Minerva Cessilia Nafileita; Irawan, Agustinus Purna
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 9 No 5 (2025): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v9i5.35329

Abstract

Service quality in the healthcare sector is often considered more complex than in other service industries due to the higher risks involved. In this context, service quality becomes a strategic factor that can offer a competitive advantage for healthcare institutions. As such, examining service quality in both public and private hospitals is crucial to understanding potential differences in patient perceptions. This study aims to: (1) assess the quality of healthcare services provided by public and private hospitals; and (2) determine whether significant differences exist in service quality perceptions between these two types of hospitals. The research employed a cross-sectional design using data collected from selected hospitals in Semarang, representing both public and private sectors. A quantitative approach was utilized to develop the instruments, collect data, and perform the analysis. The sample consisted of 200 inpatients selected through incidental sampling, with service quality measured using the five dimensions of the SERVQUAL model: tangibility, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. Data were analyzed using Excel 2003 and IBM SPSS Statistics 26. Findings reveal that: (1) the majority of respondents expressed agreement or strong agreement with statements reflecting the five SERVQUAL dimensions for both public and private hospitals; and (2) there was no statistically significant difference in perceived service quality between the two types of hospitals. It can be concluded that patients perceive the service quality in public and private hospitals to be equally satisfactory. Kualitas layanan dalam sektor kesehatan kerap dipandang lebih menantang dibandingkan sektor layanan lainnya karena menyangkut risiko yang tinggi. Dalam konteks ini, mutu pelayanan menjadi elemen strategis yang mampu menciptakan keunggulan kompetitif bagi fasilitas kesehatan. Oleh karena itu, studi mengenai kualitas layanan, baik di rumah sakit milik pemerintah maupun swasta, menjadi relevan untuk mengetahui sejauh mana perbedaan persepsi masyarakat terhadap keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengevaluasi kualitas pelayanan di rumah sakit pemerintah dan swasta; serta (2) mengidentifikasi apakah terdapat perbedaan persepsi kualitas layanan antara kedua jenis rumah sakit tersebut. Data dikumpulkan melalui pendekatan cross-sectional dari sejumlah rumah sakit di Kota Semarang yang mewakili sektor publik dan swasta. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk merancang instrumen, mengumpulkan data, dan menganalisis hasil. Sampel penelitian terdiri dari 200 pasien rawat inap yang dipilih secara insidental, dengan pengukuran berdasarkan lima dimensi model SERVQUAL: bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati. Analisis dilakukan menggunakan Excel 2003 dan IBM SPSS Statistics 26. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan penilaian positif terhadap lima dimensi pelayanan, baik pada rumah sakit pemerintah maupun swasta. Selain itu, tidak ditemukan perbedaan signifikan dalam persepsi terhadap kualitas pelayanan antara kedua jenis rumah sakit tersebut. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kualitas pelayanan di rumah sakit swasta dan pemerintah dinilai sama baik oleh pasien.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9 No 5 (2025): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 9 No 4 (2025): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 8 No 6 (2024): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 8 No 5 (2024): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 8 No 4 (2024): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 8 No 2 (2024): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 7 No 6 (2023): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 7 No 5 (2023): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 7 No 4 (2023): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 6 No 6 (2022): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 6 No 5 (2022): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 6 No 4 (2022): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 6, No 3 (2022): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 5, No 6 (2021): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 5, No 5 (2021): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 5, No 4 (2021): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 5, No 3 (2021): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 5, No 2 (2021): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 4, No 6 (2020): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 4, No 5 (2020): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 4, No 4 (2020): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 4, No 3 (2020): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 3, No 6 (2019): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 3, No 5 (2019): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 3, No 4 (2019): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan Vol 3, No 3 (2019): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan Vol 2, No 6 (2018): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan Vol 2, No 5 (2018): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan Vol 2, No 4 (2018): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan Vol 2, No 3 (2018): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan Vol 2 No 6 (2018): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Manajemen Bisnis Dan Kewirausahaan Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan More Issue