cover
Contact Name
Dyah Mustika Nugraheni
Contact Email
-
Phone
+6285640740570
Journal Mail Official
medica.arteriana@unimus.ac.id
Editorial Address
Jl. Kedungmundu Raya No. 18, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Medica Arteriana (Med-Art)
ISSN : 26572370     EISSN : 26572389     DOI : http://dx.doi.org/10.26714/medart
Core Subject : Health,
Medica Arteriana (Med-Art) is an open access journal as the official scientific journal of the Faculty of Medicine University Muhammadiyah of Semarang. The Journal publishes articles in medical and health sciences resulted from basic sciences, clinical sciences and community health (public health, occupational medicine and family medicine) research to integrate researches in all aspects of human health. This journal published twice a year and provides original article, reviews, and also currently case reports. Letters and commentaries of our published articles are welcome. MED-ART aims to be a peer reviewed scientific journal of the highest quality. We want to ensure that whatever data published is true and original from the authors. MED-ART will records knowledge about the changing pattern of human diseases, human behaviour, community diseases and how researcher initiate to overcome all the health issues in Indonesia. It will also archive how medicine develops as a profession in the Nation. We will communicate and cooperate with other scientific journals in Indonesia and other countries.
Articles 79 Documents
Korelasi Tingkat Stres terhadap Self Directed Learning Readiness Mahasiswa Kedokteran Selama Pembelajaran Online Luailiyah, Afridatul; Julianti A, Andi Citra; Utami, Kamila Dwi
Medica Arteriana (Med-Art) Vol 4, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/medart.4.1.2022.11-17

Abstract

Latar Belakang: Pandemi Covid-19 membawa perubahan besar dalam sistem pembelajaran. Adaptasi pembelajaran dari offline menjadi online membuat mahasiswa yang mengalami stres akademik menjadi semakin meningkat. Pembelajaran online membutuhkan banyak persiapan dalam berbagai aspek, sehingga jika tidak di persiapkan baik oleh mahasiswa dan dosen mengakibatkan meningkatnya stress dan menurunnya self-eficacy Kesiapan belajar mandiri atau Self directed learning readiness merupakan komponen yang penting untuk membiasakan belajar sepanjang hayat di pendidikan kedokteran. Penelitian ini ingin mencari korelasi tingkat stress selama pandemi covid-19 dengan Self Directed Learning Readiness mahasiswa kedokteran.Metode: Rancangan penelitian ini menggunakan studi observasional dengan desain cross-sectional. Seluruh mahasiswa kedokteran Universitas Islam Sultan Agung tahun kedua.yang bersedia mengisi kuesioner di jadikan sebagai subjek penelitian. Mahasiswa yang tidak lengkap mengisi kuesioner diekskusikan dari data penelitian. Kuesioner DASS (Depression anxiety stress scales) dan SDLRS (Self directed learning readiness scale) di bagikan secara online melalui aplikasi google form. Analisa statistik yang dugunakan adalah uji korelasi Spearman untuk mengatahui hubungan antara tingkat stress dengan kesiapan belajar mandiri mahasiswa kedokteran.Hasil: Hasil uji bivariat didapatkan nilai (p) 0,002 (p<0,05) dan (r) -0,206 , sehingga terbukti ada korelasi yang bermakna yang bersifat lemah dan memiliki nilai negatif antara tingkat stres terhadap kesiapan belajar mandiri mahasiswa tahun pertama fakultas kedokteran.Kesimpulan: Semakin rendah tingkat stress maka mahasiswa semakin siap melakukan belajar mandiri dan semakin tinggi tingkat stress maka semakin rendah kesipan mahasiswa dalam melakukan belajar mandiri selama pandemi covid-19.
Hubungan Ekspresi LMP-1 dengan Overall Survival Pasien Diffuse Large B-Cell Lymphoma di RSUP Dr Kariadi Semarang Hamidiyah, Silpi; Sadhana, Udadi; Istiadi, Hermawan; Karlowee, Vega; Miranti, Ika Pawitra
Medica Arteriana (Med-Art) Vol 4, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/medart.4.1.2022.18-25

Abstract

Latar Belakang: Latent membrane protein 1 (LMP1) merupakan onkoprotein abnormal yang paling utama ditemukan pada infeksi virus Epstein-Barr (EBV). LMP1 sering terekspresi pada berbagai keganasan terkait EBV, salah satunya adalah diffuse large B cell lymphoma (DLBCL). Beberapa literatur telah menjelaskan keterlibatan EBV terhadap outcome klinis pasien namun nilai prognostik dari ekspresi LMP1 terhadap overall survival pasien DLBCL terkait EBV masih belum dapat dijelaskan.Metode: Penelitian dengan desain cross sectional ini melibatkan 50 pasien DLBCL yang didiagnosis antara Januari 2017 sampai Juni 2018. Pengamatan dilakukan selama 60 bulan. Data yang dikumpulkan meliputi usia, gejala B, stadium tumor, subtipe molekuler, dan survival 5 tahun. Analisis data menggunakan uji beda dan kurva Kaplan-Meier.Hasil: Dari 50 pasien, sebagian besar berusia diatas 40 tahun (88%), jenis kelamin laki-laki (60%), subtipe non GCB (62%), mengeluhkan semua gejala B (30%) dan stadium I (38%). Sebanyak 21 pasien meninggal (42%). Pasien dengan skor LMP1 yang tinggi menunjukkan overall survival yang lebih buruk secara bermakna dibandingkan dengan skor LMP1 yang rendah (P <0.001).Kesimpulan: DLBCL yang mengekspresikan LMP1 berhubungan dengan rendahnya overall survival 5 tahun dibandingkan dengan yang tidak mengekspresikan LMP1.
Hubungan Family Support System terhadap Kemandirian Activity Of Daily Living Anak Tunagrahita Di Kota Semarang Mubarok, Zaki; Anggraini, Merry Tiyas; Noviasari, Nina Anggraeni
Medica Arteriana (Med-Art) Vol 4, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/medart.4.1.2022.26-31

Abstract

Latar belakang: Tunagrahita dapat didefinisikan sebagai disabilitas mental karena mempunyai hambatan dalam perkembangan mental, keterbatasan dalam hal intelegensi, bahasa, sosial dan motorik. Peran keluarga diperlukan sebagai support system untuk menanamkan kemandirian dalam memenuhi aktifitas hidupnya untuk mencegah ketergantungan anak tunagrahita sehingga akan mencegah timbulnya berbagai penyakit sejak dini. penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan peran keluarga sebagai support system terhadap aktifitas hidup (ADL) pada anak tunagrahita di kota Semarang.Metode: Penelitian menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil memakai Teknik non probabbility sampling dengan consecutive sampling. Data penelitian ini diambil dengan menggunakan kuesinoer Perceived Social-family Scale dan kuesioner Indeks Barthel. Sampel adalah para murid tunagrahita di SLB Negeri Semarang tahun 2021 sebanyak 50 orang. Teknik analisis data menggunakan uji spearman rank.Hasil: Hasil uji korelasi spearman rank antara variabel Family support system terhadap variabel kemandirian Activity of daily living (ADL) pada anak tunagrahita menunjukan terselip hubungan diantara kedua variabel karena nilai p (<0,05). Hasil koefisien korelasi sebesar 0,854 menandakan korelasi yang sangat kuat diantara kedua variabel.Kesimpulan: Semakin besar family support system akan diikuti peningkatan kemandirian Activity of daily living (ADL) pada anak Tunagrahita di Kota Semarang.
Pengaruh Pemberian Beras Ketan Hitam (Oryza sativa L. Var glutinosa) terhadap Perubahan Kadar Gula Darah Tikus Wistar Yang Diinduksi Streptozotocin-NA Ramadhani, Nuzul Zakila; Tursinawati, Yanuarita; Nugraheni, Dyah Mustika
Medica Arteriana (Med-Art) Vol 4, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/medart.4.1.2022.39-48

Abstract

Diabetes adalah penyakit metabolik yang ditandai dengan gula darah tinggi. Beras ketan hitam (Oryza Sativa L. Var Glutinosa) mengandung antioksidan flavonoid, seperti antosianin, yang dapat berperan sebagai antihiperglikemik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menunjukkan pengaruh pemberian beras ketan hitam terhadap tingkat GDP tikus wistar. Penelitian ini mengadopsi metode desain pre-test control group. Dengan cara membagi 24 ekor tikus wistar jantan menjadi 5 kelompok dengan cara simple random sampling, yaitu: K-, K+, P1 dan P2. K+, P1 dan P2 disuntik dengan streptozotocin dengan konsentrasi 45 mg/kgBB + 110 mg/kgBB NA. P1 dan P2 diberi campuran beras ketan hitam matang dan pakan standar masing-masing dengan dosis 1.5gr+2.5gr dan 3gr+1gr selama 28 hari. Perbedaan tingkat GDP dianalisis secara statistik dengan analisis uji varians satu arah dan pascates. Tingkat GDP kelompok pra intervensi menurun pada semua kelompok (p=0,000), menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna antar kelompok setelah intervensi (p=0,000) Uji Post-Hoc memberikan perbedaan yang signifikan pada kelompok K-, dimana K+ (p=0,000), K+ dan P1 (p=0,000), K+ dan P2 ( p = 0,000), K- dan P1 (p=0,000), K- dan P2 (p=0,000), P1 dan P2 (p=0,002). Pada tikus wistar yang disuntik streptozotocin + NA, pemberian beras ketan hitam berpengaruh menurunkan tingkat GDP. Dosis terendah yang dapat menurunkan tingkat GDP adalah 1,5 g/hari.
Hubungan Jumlah dan Indeks Trombosit (MPV, PDW, P-LCR, dan Plateletcrit) dengan D-Dimer pada Pasien COVID-19 Subandhini Arika Pradati; Banundari Rachmawati
Medica Arteriana (Med-Art) Vol 4, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/medart.4.1.2022.49-56

Abstract

Latar Belakang:D-dimer digunakan untuk monitoring pasien COVID-19 namun tidak semua rumah sakit dapat melakukannya sehingga diperlukan adanya pemeriksaan alternatif. Jumlah dan indeks trombosit merupakan parameter yang secara otomatis diukur saat pemeriksaan dengan hematology analyzer. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara jumlah dan indeks trombosit dengan D-dimer pada pasien COVID-19.Metode:Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan belah lintang. Sampel penelitian ini menggunakan catatan medik dari 33 pasien COVID-19 berusia 30 – 65 tahun dengan teknik consecutive sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni – Agustus 2021 di RSUP dr. Kariadi Semarang. Analisis data dengan uji Pearson dan Spearman dengan nilai signifikansi p < 0,05Hasil: Dari 33 sampel didapatkan hubungan signifikan antara jumlah trombosit, MPV dan PCT dengan D-dimer (p=0,004; dan r=-0,483); (p=0,042; dan r=0,357); (p=0,000; dan r=-0,611). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara PDW dan P-LCR dengan D - dimer (p=0,872; dan r=-0,029); (p=0,899; dan r= 0,023)Kesimpulan:Terdapat hubungan negatif sedang antara jumlah trombosit dengan D-dimer, positif lemah antara MPV dan D-dimer, positif kuat antara PCT dan D-dimer serta tidak terdapat hubungan antara PDW, P-LCR, dengan D-dimer
Teaching dan Learning Related Stressor merupakan Stressor yang Paling Dominan terhadap Tingkat Stress dan Distress pada Mahasiswa Kedokteran Romadhoni, Romadhoni; Ahsanti, Wazna Rosyidatu; Widayati, Ratih
Medica Arteriana (Med-Art) Vol 4, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/medart.4.1.2022.57-66

Abstract

Latar Belakang: Mahasiswa kedokteran tingkat akhir mengalami stress dengan persentase sebesar 87,5%. Hal yang menyebabkan stress adalah mahasiswa merasa keberatan dengan tugas yang diberikan pada kuliah daring di era Covid-19. Tekanan negatif yang seperti ini dapat digolongkan dalam Academic Related Stressor (ARS). Mahasiswa kedokteran erat dengan stressor lainya seperti: Interpersonal and Intrapersonal Related Stressor (IRS), Teaching and Learning Related Stressor (TLRS), Social Related Stressor (SRS), Drive and Desire Related Stressor (DRS), Group Activity Related Stressor (GARS). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan stressor dengan skor distress pada mahasiswa kedokteran selama pandemi.Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Subjek penelitian adalah mahasiswa kedokteran tahun keempat di salah satu Universitas Swasta di Jawa Tengah. Sampel dipilih dengan metode consecutive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner Medical Student Stressor Questionnaire untuk stressor dan Kessler Psychological Distress Scale untuk tingkat distres. Analisis bivariat menggunakan uji chi square dan multivariat menggunakan regresi logistik ordinal.Hasil: Jumlah subjek penelitian adalah sebanyak 85 orang. 75% responden menghadapi ARS sebagai pemicu stress sedang. Hampir 75% responden menghadapi variabel IRS, TLRS, SRS, DRS, dan GARS sebagai pemicu stress ringan. Hampir 75% mahasiswa tidak mengalami distress. Hasil analisis dengan uji chi square diperoleh p value<0,05. Analisis multivariat dengan regresi logistik ordinal dengan p value terkecil (0,017) yang ada pada variabel TLRS.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara stress dengan skor distress pada mahasiswa kedokteran selama pandemi. Stressor yang paling berpengaruh adalah TLRS.
Karakteristik Klinikopatologik dan Luaran Klinik Pasien Ependimoma Di Rsup Dr. Kariadi Semarang Kasmiliwaty Kasmiliwaty; Vega Karlowee; Hermawan Istiadi; Awal Prasetyo; Dik Puspasari
Medica Arteriana (Med-Art) Vol 4, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/medart.4.2.2022.8-16

Abstract

Latar Belakang: Ependimoma merupakan salah satu penyumbang kematian akibat tumor intrakranial pada anak, karena beberapa dari subgrup tumor ini memiliki sifat agresifitas dan prognosis buruk terkait etiologi molekuler yang medasari tumor tersebut. Dilaporkan 2 subgrup yang memiliki prognosis buruk serta memiliki angka kematian yang tinggi, yaitu ST-EPN-RELA (RELA fusion) dan PF-EPN-A. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan karakteristik klinikopatologik dan luaran klinik pasien ependimoma di RSUP Dr. Kariadi Semarang.Metode: Penelitian dengan desain deskriptif analitik, dilakukan pada 31 kasus pasien terdiagnosis histopatologik ependimoma (28 kasus primer, 3 kasus berulang) periode 1 Januari 2017 hingga Desember 2021. Sampling dengan cara consecutive sampling, berdasarkan kriteria eksklusi dan inklusi usia, jenins kelamin, diagnsosis histopatologik (seluruh subtipe ependimoma), grading WHO, tindakan pembedahan, rekurensi dan laporan kematian. Analisis data menggunakan uji beda exact fischer dengan kemaknaan p:<0.05.Hasil: Jumlah sampel yang didapatkan 31 kasus, sebagian besar terdiagnosis sebagai supratentorial ependimoma (100%) dengan mayoritas WHO grade II (33,3%), diderita oleh mayoritas laki-laki (52,9%) dan pasien sebagian besar berusia > 18 tahun. Dari 31 kasus ditemukam meninggal (50%), kasus berulang (100%) dan sisanya sembuh. Terdapat perbedaan bermakna luaran pasien dengan berbagai kelompok usia (p=0,036) dan dan kelompok menurut grading WHO (p=0,049).Kesimpulan: Terdapat perbedaan bermakna antara luaran klinik pasien ependimoma, berdasarkan kelompok usia dan WHO grading.
Gambaran Tingkat Kecemasan Mahasiswa S1 Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang dalam Pengerjaan Skripsi Natasya Elza Ahyani; Suprihartini Suprihartini; Andra Novitasari
Medica Arteriana (Med-Art) Vol 4, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/medart.4.2.2022.1-7

Abstract

Latar Belakang: Skripsi merupakan sebutan untuk menggambarkan karya tulis ilmiah berbentuk penjelasan hasil penelitian sarjana yang membahas sebuah permasalahan ataupun fenomena sesuai dengan bidang ilmu tertentu menggunakan aturan-aturan yang berlaku. Pengerjaan skripsi yang cukup rumit membuat beberapa mahasiswa mendapat tekanan sehingga menimbulkan rasa cemas. Cemas yakni perasaan yang subyektif mengenai ketegangan mental yang membuat gelisah sebagai reaksi yang umum dari ketidakmampuan menangani suatu permasalahan ataupun perasaan tidak aman. Begitu pula hal nya dengan yang dialami para mahasiswa saat menghadapi skripsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran tingkat kecemasan mahasiswa S1 Fakultas Universitas Muhammadiyah Semarang yang sedang dalam proses penyusunan skripsiMetode: Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional deskriptif kuantitatif menggunakan pendekatan Cross Sectional dengan melakukan total sampling pada angkatan 2018, 2017, dan 2016 yang masih dalam proses pengerjaan skripsi. Instrumen yang digunakan Zung Self Rating Anxiety Scale (SAS/ZSRAS) dan di analisis secara univariatHasil: Gambaran tingkat kecemasan mahasiswa S1 Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang dalam Pengerjaan Skripsi sebanyak 97 responden (58,10%) tidak mengalami kecemasan, 55 responden (32,9%) mengalami cemas ringan, 15 responden (9%) mengalami cemas sedang, dan tidak ada responden yang mengalami cemas berat.Kesimpulan: Tingkat kecemasan mahasiswa S1 Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang yang sedang dalam pengerjaan skripsi sebanyak 97 (58,1%) mayoritas tidak mengalami kecemasan.
Perbedaan NLR, PLR dan CRP pada Pasien Covid-19 Di ICU dengan Non ICU Melisa Ratnawati Tjandra; Purwanto Adipireno
Medica Arteriana (Med-Art) Vol 4, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/medart.4.2.2022.83-89

Abstract

Latar Belakang: COVID-19 merupakan penyakit menular yang akibatkan oleh infeksi SARS-CoV-2. Gejala klinis bervariasi dari penyakit seperti flu ringan sampai berat hingga mengarah ke ARDS. Parameter inflamasi seperti Neutrophil Lymphocyte Ratio (NLR), Platelet Lymphocyte Ratio (PLR) dan C-Reactive Protein (CRP) adalah penanda prognosis keparahan dan kematian COVID-19.Metode: Mulai bulan Juni hingga September 2021, 91 pasien yang terinfeksi COVID-19 di Rumah Sakit Dr. Kariadi dilakukan pendataan dengan pen-dekatan cross sectional mengenai karakteristik umum, analisis darah lengkap, kadar NLR, PLR dan CRP dari rekam medis pasien di ICU dan non-ICU menggunakan independent t-test pada tahap observasi analitik. Hasil uji statistik bermakna apabila pHasil: Partisipan berasal dari dua kelompok, 46 pasien dirawat di ICU dan 45 pasien dirawat di non-ICU. Rerata usia pasien dengan infeksi COVID-19 di ICU (52,78 ± 7,41) lebih tua dari pasien di non-ICU (47,09 ± 9,86). Nilai PLR (29.089,63 ± 16.597,39), NLR (8.9 ± 4.37) dan CRP (12.15 ± 6.75 mg/dL) secara signifikan (p=0,000) lebih tinggi pada kelompok ICU.Kesimpulan: NLR, PLR, dan CRP secara signifikan lebih tinggi pada pasien COVID-19 di ICU. Parameter ini dapat membantu mengidentifikasi keparahan infeksi dan risiko kematian COVID-19.
Hubungan Gerakan Berulang dan Posisi Kerja dengan Keluhan Musculoskeletal Disorders pada Pekerja Fillet Ikan di Kota Tegal Dwilago, Ibro Tanderi; Anggraini, Merry Tiyas; Setiawan, Muhammad Riza
Medica Arteriana (Med-Art) Vol 4, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/medart.4.2.2022.90-97

Abstract

Latar Belakang: Musculoskeletal Disorders (MSD) dikeluhkan apabila otot menerima beban statis secara terus menerus dan berulang dalam waktu yang lama serta posisi kerja tidak ergonomis maka dapat menimbulkan keluhan muskuloskeletal. Pekerja fillet ikan bekerja dalam posisi duduk yang lama dalam memfillet ikan yakni sekitar 4-8 jam perhari dan secara ber-kesinambungan melakukan gerakan berulang saat memfillet ikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan gerakan berulang dan posisi,kerja,dengan keluhan Musculoskeletal Disorders pada pekerja fillet ikan di Kota Tegal.Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasi analitik cross sectional. Responden penelitian sebanyak 38 pekerja, diolah dengan uji fisher’s exact. Kuesioner penelitian berupa lembar RULA untuk pengukuran posisi kerja, kuesioner NBM untuk penilaian keluhan MSD.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara keluhan MSD dengan posisi kerja (p=0,002, RP=1,083) dan tidak ada hubungan antara keluhan MSD dengan gerakan berulang (p= 0,081, RP=1,235). Terdapat 34 responden (89,5%) yang mengeluhkan MSD, diantaranya 26 responden (89,7%) mempunyai posisi kerja kurang baik dan 17 responden (81%) melakukan gerakan berulang >30x/menit saat memfillet ikan.Kesimpulan: Posisi kerja kurang baik 1 kali lebih besar mengalami MSD dibandingkan posisi kerja cukup baik yang mana posisi kerja menjadi faktor resiko keluhan MSD. Gerakan berulang >30 kali permenit 1 kali lebih besar mengalami MSD dibandingkan yang melakukan gerakan berulang ≤30 kali permenit pada pekerja fillet ikan di Kota Tegal yang mana gerakan berulang menjadi faktor resiko keluhan MSD.