cover
Contact Name
Dyah Mustika Nugraheni
Contact Email
-
Phone
+6285640740570
Journal Mail Official
medica.arteriana@unimus.ac.id
Editorial Address
Jl. Kedungmundu Raya No. 18, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Medica Arteriana (Med-Art)
ISSN : 26572370     EISSN : 26572389     DOI : http://dx.doi.org/10.26714/medart
Core Subject : Health,
Medica Arteriana (Med-Art) is an open access journal as the official scientific journal of the Faculty of Medicine University Muhammadiyah of Semarang. The Journal publishes articles in medical and health sciences resulted from basic sciences, clinical sciences and community health (public health, occupational medicine and family medicine) research to integrate researches in all aspects of human health. This journal published twice a year and provides original article, reviews, and also currently case reports. Letters and commentaries of our published articles are welcome. MED-ART aims to be a peer reviewed scientific journal of the highest quality. We want to ensure that whatever data published is true and original from the authors. MED-ART will records knowledge about the changing pattern of human diseases, human behaviour, community diseases and how researcher initiate to overcome all the health issues in Indonesia. It will also archive how medicine develops as a profession in the Nation. We will communicate and cooperate with other scientific journals in Indonesia and other countries.
Articles 79 Documents
Korelasi Parenting Style terhadap Kualitas Mental Hygiene Anak Usia Sekolah di SMAN 3 Gorontalo Alamri, Abd Hafidh; Soesanto, Edy; Anggraini, Merry Tyas
Medica Arteriana (Med-Art) Vol 6, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/medart.6.1.2024.35-42

Abstract

Latar belakang: Mental hygiene menjadi salah satu dari 10 faktor perilaku yang berisiko terhadap kesehatan remaja diantaranya cemas, gangguan emosi seperti kesepian, kekhawatiran berlebihan bahkan pikiran untuk bunuh diri. Mental hygiene dipengaruhi oleh interaksi antara faktor risiko dan faktor pro tektif, salah satunya yaitu parenting style. Pentingnya parenting style adalah metode pola asuh orang tua yang dapat memberikan landasan bagi pembentukan kepribadian, perilaku, moral, watak dan pendidikan bagi anak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan parenting style dengan kualitas mental hygiene anak usia sekolah di SMAN 3 Gorontalo.Metode: Penelitian observasional analitik mempergunakan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini yaitu anak usia sekolah di SMAN 3 Gorontalo. Teknik pengambilan sampel yaitu dengan propotional sampling. Instrumen pada penelitian ini mempergunakan kuesioner Strength and Difficulties Questionnaire (SDQ) dan Parenting Style Dimensions Questionaire (PSDQ). Data diuji menggunakan analisis rank spearman dengan bantuan software komputer. Penelitian ini menggunakan Ethical Clearance dari Komisi Etik Penelitian Kesehatan (KEPK) FK Unimus dengan nomor 065/EC/KEPK-FK/UNIMUS/2023Hasil: Jumlah sampel pada penelitian ini berjumlah 216 responden. Mayoritas responden penelitian yaitu berusia 17 tahun sebanyak 140 responden (64,8%), berjenis kelamin perempuan berjumlah 121 responden (56,0%) dan anak pertama berjumlah 91 responden (42,1%). Mayoritas responden memiliki parenting style demokratis  sebanyak 146 responden (67,6%) dan kualitas mental hygiene normal sebanyak 106 responden (49,1%). Hasil uji bivariat antara parenting style dengan mental hygiene didapat p value 0,000 dan koefisien korelasi (r) sebesar -0,659 artinya hubungan kuat dan linier negatif, menunjukkan bahwa semakin tinggi skor parenting style, semakin rendah tingkat masalah mental hygiene pada responden.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara parenting style dengan kualitas mental hygiene anak usia sekolah di SMAN 3 Gorontalo.
Hubungan Intensitas Aktivitas Fisik dengan Tingkat Stres pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter FK UM Surabaya Aryantara, Arif Rachman; Levani, Yelvi; Prahasanti, Kartika; Yuliyanasari, Nurma
Medica Arteriana (Med-Art) Vol 5, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/medart.5.2.2023.37-43

Abstract

Latar Belakang: Mahasiswa kedokteran memiliki tingkat stres yang tinggi. Rendahnya intensitas aktivitas fisik menjadi salah satu pemicunya. Maha-siswa mendengarkan perkuliahan dari pagi sampai sore dalam posisi yang sama yaitu duduk. Sehingga mahasiswa memiliki intensitas aktivitas fisik sedentary. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan intensitas aktivitas fisik dengan tingkat stres pada mahasiswa program studi pendidikan dokter FK UM SurabayaMetode: Penelitian dilakukan dengan metode analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Sampel sebesar 75 sampel. Pengambilan sampel secara simple random sampling. Pengukuran intensitas aktivitas fisik menggunakan kuisoner International Physical Activity Queistionnaire (IPAQ). Pada tingkat stres pengukuran menggunakan kuisioner Depression Anxiety Stress Scale 21 (DASS-21). Analisis data mengguanakan analisis SpearmanHasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan intensitas aktivitas fisik dengan tingkat stres dengan nilai signifikansi sebsar 0,000. Yang mana tingkat signifikansi <0,05 memiliki korelasi cukup. Nilai korelasi didapatkan sebesar -0,517. Hal ini menunjukkan adanya korelasi negatif yang kuat dimana intensitas fisik memiliki hubungan terbalik dengan tingkat stres.Kesimpulan: Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan berlawanan yang siginifikan antara intensitas aktivitas fisik dengan tingkat stress. Semakin tinggi tingkat intensitas aktivitas fisik, maka semakin rendah tingkat stress yang dialami mahasiswa kedokteran.
Hubungan Antara Ekspresi LMP1 dan Karakteristik Klinikopatologis Karsinoma Payudara Invasif Di RSUP Dr. Kariadi Semarang Utami, Asih Ratna; Miranti, Ika Pawitra; Puspasari, Dik; Istiadi, Hermawan; Karlowee, Vega
Medica Arteriana (Med-Art) Vol 6, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/medart.6.1.2024.1-9

Abstract

Latar Belakang: Sekitar 30-50% karsinoma payudara positif terhadap virus Epstein-Barr (EBV). Studi melaporkan bahwa karsinoma payudara positif EBV cenderung lebih agresif. Infeksi EBV dapat dibuktikan salah satunya melalui pemeriksaan LMP1. Sejauh ini studi tentang infeksi EBV terhadap karakteristik klinikopatologis karsinoma payudara di negara-negara Asia termasuk Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan ekspresi LMP1 dengan karakteristik klinikopatologis karsinoma payudara invasif.Metode: Penelitian cross-sectional menggunakan 64 sampel blok parafin dari pasien karsinoma payudara invasif di RSUP Dr. Kariadi periode Juni-September 2019. Ekspresi LMP1 dinilai dengan immunostaining. Data klinikopatologis berupa usia, ukuran tumor, grade, ekspresi ER, PR, HER2, Ki67, subtipe molekuler dan keterlibatan KGB aksila. Analisis menggunakan uji korelasi dan SPSS 17.Hasil: Dari 64 kasus karsinoma payudara invasif, sebagian besar berusia >50 tahun (59,4%), ukuran T2 (45,3%), grade 2 (70,3%), ekspresi ER positif (62,5%), ekspresi PR negatif (56,3%), ekspresi HER2 negatif (64,1%), indeks Ki67 > 20% (75%), subtipe molekuler Luminal B-like (HER2 negative) (31,3%) dan metastasis KGB N1 (35,9%). Ekspresi hanya berkorelasi dengan metastasis KGB (p=0.01), bermakna karsinoma payudara invasif dengan LMP1 positif menunjukkan semakin tinggi risiko keterlibatan KGB.Kesimpulan: Ekspresi LMP1 berkorelasi dengan tingkat metastasis KGB.
Hubungan antara Penggunaan Alat Perlindungan Diri (APD) dengan Tingkat Konsentrasi Kerja pada Perawat Ruang Isoler di RSUD dr. R. Soedjati Purwodadi Pratama, Susilo Budi; Syahardinata, Yanuar Vigor; Faizin, Chamim
Medica Arteriana (Med-Art) Vol 5, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/medart.5.2.2023.44-50

Abstract

Latar Belakang: Konsentrasi menjadi alternatif yang sangat penting sehingga dapat mengerjakan aktivitas sehari-hari. Ketika mengabaikan konsentrasi, dapat menimbulkan dampak yang sangat besar berupa adanya kecelakaan di-tempat kerja. Perawat ruang isoler perlu menggunakan APD, mengingat ling-kungan kerjanya memiliki potensi bahaya bagi kesehatan terlebih ditingkat konsentrasi kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adanya hu-bungan antara penggunaan Alat Perlindungan Diri (APD) dengan tingkat konsentrasi kerja pada perawat.Metode: Sampel penelitian yaitu perawat berjumlah 56 responden melalui metode total sampling. Instrumen penelitian menggunakan modul Grid Concentration Exercise. Penelitian bersifat kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Analisis bivariat menggunakan APD dengan tingkat konsentrasi mempergunakan uji korelasi rank spearman.Hasil: Perawat dengan APD level I berjumlah 6 perawat atau (10,7%) memiliki tingkat konsentrasi sangat baik. Perawat dengan APD II berjumlah 36 (64,3%) perawat memiliki tingkat konsentrasi cukup baik, sementara pada APD III 14 perawat (25,00%) memiliki tingkat konsentrasi cukup. Ada hubungan yang signifikan antara penggunaan APD dengan tingkat konsentrasi kerja (p 0,000; r= -0,852).Kesimpulan: Penggunaan APD berhubungan dengan tingkat konsentrasi pera-wat. Semakin tinggi level penggunaan APD maka tingkat konsentrasi pada pera-wat ruang isoler semakin menurun.
Ekstrak Moringa oleifera sebagai Terapi Adjuvan dalam Menurunkan Kadar IL-6 pada Pasien Reaksi Kusta Tipe 1 An Nidha, Amalia; Yuniati, Renni; Putra, Farmaditya Eka
Medica Arteriana (Med-Art) Vol 6, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/medart.6.1.2024.10-18

Abstract

Latar Belakang: Reaksi Kusta adalah suatu episode hipersensitivitas akut yang dapat terjadi sebelum, saat, atau setelah pengobatan. Beberapa kasus, reaksi kusta yang parah dapat mengancam jiwa pasien. Interleukin-6 (IL-6) adalah sitokin multifungsi terlibat dalam regulasi respon imun, peradangan, reaksi fase akut, dan pertumbuhan hematopoietik. Pada reaksi kusta IL-6 menginduksi respon inflamasi akut saat disintesis di lokasi infeksi oleh sel-sel inflamasi. Moringa oleifera diketahui memiliki senyawa bioaktif yang me-miliki fungsi biologis salah satunya anti-inflamasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui efek dari ekstrak Moringa oleifera sebagai terapi Adjuvan dalam menurunkan kadar IL-6 pada pasien dengan Reaksi Kusta Tipe 1Metode: Penelitian ini menggunakan studi eksperimental dengan desain pre and post randomized single blinded controlled trial. Sampel pada penelitian ini adalah pasien kusta dengan reaksi tipe 1 yang berkunjung ke Poliklinik Kulit atau dirawat di RSUD dr. Rehatta Provinsi Jawa Tengah pada bulan Desember 2023-April 2024 dengan jumlah 22 subjek yang dibagi kedalam dua kelompok yaitu kontrol dan perlakuan. Subjek pada kelompok perlakuan mendapatkan terapi Prednison dan ekstrak Moringa oleifera 2gr/hari. Sedang-kan pada kelompok kontrol hanya mendapatkan terapi Prednison yang dilakukan selama 1 bulan. Kadar IL-6 pretest dan postest dilakukan meng-gunakan metode sandwich Enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA).Hasil: Analisis perbedaan kadar serum IL-6 pretest dan postest dengan uji Wilcoxon pada kelompok perlakuan didapatkan nilai p=0,155 dan kontrol p=0,110. Sedangkan perbedaan antar kelompok perlakuan dan kontrol dengan uji Mann Whitney menunjukkan nilai p=0,412 pada postest. Sehingga dapat dilihat bahwa tidak terdapat perbedaan yang bermakna (p>0,05) antara pretest dan postest serta perbandingan antar kelompok.Kesimpulan: Pemberian terapi adjuvan ekstrak Moringa oleifera 2gr/hr tidak berpengaruh terhadap penurunan kadar IL-6 pada pasien reaksi kusta tipe 1.
Analisis Pemberian MPASI dan Penerapan Basic Feeding Rules terhadap Kesulitan Makan pada Anak Usia 24-36 Bulan Anggraheny, Hema Dewi
Medica Arteriana (Med-Art) Vol 5, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/medart.5.2.2023.51-56

Abstract

Latar Belakang : Kesulitan makan merupakan keadaan dimana anak tidak mampu untuk makan dan menolak makanan tertentu. Terdapat dua faktor yang mempengaruhi kejadian kesulitan makan pada anak yaitu masalah kesehatan pada anak dan faktor nutrisi. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor nutrisi meliputi riwayat pemberian MPASI, pola penerapan Basic Feeding Rules (BFR) terhadap kesulitan makan pada anak.Metode Penelitian : Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Banyumanik dengan jumlah responden sebanyak 39 orang. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel secara purposif sampling. Kuesioner pemberian MPASI, penerapan BFR dan kesulitan makan menggunakan kuesioner yang pernah digunakan pada penelitian sebelumnya. Analisis menggunakan uji statistika chi-square.Hasil : Mayoritas anak berjenis kelamin laki-laki (53,8%), pendidikan ibu SMU/SMK (46,2%), ibu tidak bekerja (66,7%), pemberian MPASI tidak sesuai pedoman (56,4%), penerapan BFR sedang (46,2%), serta mengalami kesulitan makan (82,1%). Terdapat hubungan signifikan antara riwayat pemberian MPASI (p=0,030) dan penerapan BFR (p=0,000) terhadap kejadian kesulitan makan anak usia 24-36 bulan.Kesimpulan: Pemberian MPASI yang sesuai dan penerapan BFR yang tepat dapat membantu anak dalam proses belajar makan serta membiasakan kebiasaan makan yang baik pada anak sehingga mencegah kesulitan makan pada anak.
Appropriate Slice for Microscopic of Hepar and Kidney Mice Fixed With BNF 10% Armalina, Desy; Elen, Mircha Restiana; Labai, Nikita Ferren
Medica Arteriana (Med-Art) Vol 6, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/medart.6.2.2024.43-49

Abstract

Background: Histological processing encompasses the steps of acquiring fresh tissue, preserving it through fixation to maintain its natural appearance, slicing it into thin sections, placing the sections on glass slides, and subsequently staining them. This enables the observation of various histological components within the tissue using a microscope. The objective of this study was to ascertain the microscopic characteristics of heparin preparations and the kidneys of mice (Mus musculus) through fixation using a formalin buffer solution.Method: This kind of research encompasses experimental research. The study employed a purposive sample methodology in its research design. This study concludes that preparations containing images provide a representative depic-tion of the cell nucleus, cytoplasm, and exhibit consistent coloration with different cutting thicknesses. The standard thickness for cutting the mice hepatic tissue using a microtome is 5 μm.Result: This thickness yields good microscopic results overall, with 25 field views from 5 preparations. The percentage of high-quality microscopic images obtained at this thickness is 100%. The statistical analysis revealed significant differences (p<0.05) between the 2 μm and 5 μm groups, as well as between the 5 μm and 8 μm groups. There was no statistically significant difference (p>0.05) observed between the 2 μm and 8 μm groups in terms of many aspects including structural, nucleolus, cytoplasm, color uniformity, and total structure scores.Conclusion: The optimum thickness in this research was 5 μm. Additional investigation is required to examine the microscopic characteristics of tissue samples by varying the duration of staining on the samples.
Gambaran Pemeriksaan Hepatitis B Surface Antigen (HBsAg) pada Ibu Hamil di Puskesmas Wringinanom, Gresik Niswata, Navila Arfianti; Suhariyadi, Suhariyadi; Anggraini, Anita Dwi; Woelansari, Evy Diah
Medica Arteriana (Med-Art) Vol 6, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/medart.6.2.2024.50-55

Abstract

Latar Belakang: Penularan virus hepatitis B (VHB) secara vertikal masih menjadi faktor utama dari penularan penyakit hepatitis B di negara dengan tingkat endemisitas infeksi tinggi termasuk Indonesia. Berdasarkan laporan Deteksi Dini Hepatitis B (DDHB) ibu hamil tahun 2022 di Provinsi Jawa Timur, prevalensi dari hepatitis B pada ibu hamil di Kabupaten Gresik adalah 3,24% yang termasuk dalam prevalensi HBsAg 5 tertinggi di Provinsi Jawa Timur. Pada tahun 2023, diketahui 22 ibu hamil dengan hasil pemeriksaan positif HBsAg di Puskesmas Wringinanom, Gresik. Skrining pada ibu hamil adalah cara terbaik untuk mencegah virus hepatitis B menyebar dari ibu ke bayi. Sehingga tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pemeriksaan HBsAg pada ibu hamil di Puskesmas Wringinanom Gresik.Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif dengan sampel penelitian adalah data primer dari pemeriksaan sampel serum darah pasien ibu hamil dari trimester pertama, kedua, dan ketiga yang berkunjung ke Puskesmas Wringin-anom Gresik untuk melakukan pemeriksaan ANC terpadu (Antenatal Care) dan melakukan pemeriksaan HBsAg. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 30 orang ibu hamil. Metode yang digunakan adalah imunokromatografi dengan strip HBsAg rapid test dengan analisa data menggunakan uji distribusi frekuensi.Hasil: Ibu hamil dengan hasil pemeriksaan positif HBsAg adalah sebanyak 3 orang (10%) dan hasil pemeriksaan negatif HBsAg adalah 27 orang (90%). Ibu hamil dengan positif HBsAg berdasarkan karakteristik ditemukan 67% pada ibu hamil dengan interval umur 26-35 tahun dan pada trimester I. Ditemukan 33% pada interval umur 36-45 tahun dan pada trimester III. Serta ditemukan 100% pada ibu multigravida.Kesimpulan:Terdapat 10% pemeriksaan HBsAg dinyatakan positif pada Ibu hamil di Wilayah Puskesmas Wringinanom Gresik.
Kecenderungan Nilai Hematokrit (HCT) pada Ibu Hamil Menggunakan Metode Fowcytometry Octarina, Nofita; Suhariyadi, Suhariyadi; Arifin, Syamsul
Medica Arteriana (Med-Art) Vol 6, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/medart.6.2.2024.56-62

Abstract

Latar Belakang: Angka kejadian anemia pada ibu hamil trimester pertama sebesar 20%, trimester kedua sebesar 70%, dan trimester ketiga sebesar 70%. Penyebab anemia selama hamil yaitu peningkatan volume plasma yang lebih besar dibandingkan dengan peningkatan sel darah merah sehingga menyebabkan hemodilusi (pengenceran). Apabila volume plasma terus meningkat dan tidak diimbangi peningkatan produksi eritropoietin dapat menyebabkan penurunan kadar hematokrit. Penurunan nilai hematokrit cenderung rendah pada ibu hamil trimester kedua dan ketiga. Salah satu pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui derajat anemia adalah pemeriksaan hematokrit. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur nilai hematokrit pada ibu hamil trimester pertama, kedua, dan ketiga menggunakan metode flowcytometry dan menganalisis nilai hematokrit pada ibu hamil trimester pertama, kedua, dan ketiga.Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif dengan sampel penelitian yaitu data primer dari pemeriksaan sampel darah vena pasien ibu hamil trimester pertama, kedua, dan ketiga yang datang ke Puskesmas Gedangan, Sidoarjo. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 30 orang ibu hamil. Metode yang digunakan adalah flowcytometry dengan alat Hematology Analyzer. Analisa data menggunakan uji distribusi frekuensi. Penelitian dilakukan di Laboratorium Puskesmas Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur pada bulan Februari 2024.Hasil: Hasil penelitian nilai hematokrit dari 30 sampel ibu hamil didapatkan hasil dengan nilai normal sebanyak 12 orang (40%) dan di bawah normal sebanyak 18 orang (60%).Kesimpulan: Nilai hematokrit ibu hamil di Puskesmas Gedangan, Sidoarjo, Jawa Timur cenderung rendah dan mengalami anemia.