cover
Contact Name
Dyah Mustika Nugraheni
Contact Email
-
Phone
+6285640740570
Journal Mail Official
medica.arteriana@unimus.ac.id
Editorial Address
Jl. Kedungmundu Raya No. 18, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Medica Arteriana (Med-Art)
ISSN : 26572370     EISSN : 26572389     DOI : http://dx.doi.org/10.26714/medart
Core Subject : Health,
Medica Arteriana (Med-Art) is an open access journal as the official scientific journal of the Faculty of Medicine University Muhammadiyah of Semarang. The Journal publishes articles in medical and health sciences resulted from basic sciences, clinical sciences and community health (public health, occupational medicine and family medicine) research to integrate researches in all aspects of human health. This journal published twice a year and provides original article, reviews, and also currently case reports. Letters and commentaries of our published articles are welcome. MED-ART aims to be a peer reviewed scientific journal of the highest quality. We want to ensure that whatever data published is true and original from the authors. MED-ART will records knowledge about the changing pattern of human diseases, human behaviour, community diseases and how researcher initiate to overcome all the health issues in Indonesia. It will also archive how medicine develops as a profession in the Nation. We will communicate and cooperate with other scientific journals in Indonesia and other countries.
Articles 79 Documents
Hubungan Pola Konsumsi Kopi dengan Kejadian Sindroma Dispepsia pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Yelvi Levani; Sofia Lailia; Detti Nur Irawati; Nafisah Nur'aini
Medica Arteriana (Med-Art) Vol 4, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/medart.4.2.2022.98-104

Abstract

Latar Belakang: Sindroma dispepsia merupakan kumpulan gejala atau sindrom yang ditandai dengan rasa tidak nyaman, nyeri pada epigastrium, rasa cepat penuh, mual dan muntah. Salah satu faktor pencetus sindroma dispepsia adalah minuman iritan seperti kopi. Pada kopi mengandung zat kafein dan chlorogenic acid yang dapat meningkatkan sekresi asam lambung sehingga memicu hipersensitivitas dan gangguan motilitas gastroduodenal. Mahasiswa Fakultas Kedokteran umumnya mengkonsumsi kopi supaya bisa belajar sampai larut malam. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pola konsumsi kopi dengan kejadian Sindroma Dispepsia pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan simple random sampling. Sampel mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya Angkatan 2018 – 2021. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner untuk menilai pola konsumsi kopi dan kuesioner PADYQ untuk mengetahui kejadian sindroma dispepsia. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Pearson.Hasil: Dari 118 mahasiswa, hasil analisis hubungan pola konsumsi kopi dan kejadian sindroma dispepsia dengan menggunakan uji Pearson menunjukkan nilai p = 0.00, r:0.323.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pola konsumsi kopi dengan kejadian sindroma dyspepsia pada mahasiswa Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Surabaya.
Pengaruh Ekstrak Kayu Secang terhadap Kadar Superoxide Dismutase dan Malondialdehid Tikus yang Terpapar Gas Formaldehid Nurullita, Ulfa; Susilaningsih, Neni; Suwondo, Ari
Medica Arteriana (Med-Art) Vol 5, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/medart.5.1.2023.1-11

Abstract

Latar Belakang: Formaldehid merupakan radikal bebas yang bila masuk pada mahluk hidup akan diikat oleh antioksidan. Paparan radikal yang melebihi kapasitas antioksidan akan mendorong terjadinya peroksidasi lipid yang berakhir dengan kerusakan sel, ini dapat diatasi dengan antioksidan eksogen, salah satunya dari kayu secang (Caesalpinia sappan L.). Antioksidan alami lebih aman terhadap sel dibanding yang sintetik. Tujuan penelian adalah untuk mengetahui efektifitas kayu secang dalam meningkatkan antioksidan endogen dan menekan peroksidasi lipid.Metode: Penelitian true experimental secara in vivo ini dengan desain Randomized Post Test Only Control Group. Subyek penelitian adalah tikus Sprague dawley jantan, umur 2-3 bulan, berat 200-300 gram, sebanyak 20 ekor. Tikus dibagi menjadi empat kelompok, kelompok 1 sebagai kontrol tidak mendapat perlakuan apapun, kelompok 2 mendapat paparan formaldehid, kelompok 3 mendapat paparan formaldehid dan ekstrak kayu secang (EKS) secara bersamaan, dan kelompok 4 mendapat EKS 14 hari sebelum dipapari formaldehid, terus berlanjut selama paparan paparan formaldehid. Gas formaldehid diberikan secara inhalasi dari formaldehid cair 10%, 8 jam/hari selama 2 minggu. Ekstrak kayu secang 0,2 ml/kg berat badan/hari diberikan secara oral dengan variasi waktu. Variabel yang diukur adalah kadar antioksidan endogen (Superoxide dismutase/SOD) dengan metode Elisa dan tingkat peroksidasi lipid (kadar Malondialdehid/MDA) dengan metode TBARS. Data dianalisis dengan one way anova dan Kruskal wallis dengan kemaknaan 95%.Hasil: Rata-rata kadar SOD terendah pada kelompok 2 (3,5 u/ml), rata-rata tertinggi pada kelompok 1 (9.5 u/ml), rata-rata kadar MDA terendah pada kelompok 1 (1,9 u/ml), tertinggi pada kelompok 2 (7,23 u/ml). Uji perbedaan kadar SOD dengan nilai p=0,000, perbedaan kadar MDA p=0,023, uji hubungan kadar SOD dan MDA p=0,000.Kesimpulan:Pada tikus yang terpapar gas formaldehid, pemberian ekstrak kayu secang sebanyak 0,2 ml/ kg/berat badan/ hari  mampu meningkatkan kadar SOD, namun belum mampu menekan kadar MDA, dan peningkatan SOD berhubungan dengan penurunan kadar MDA.
Hubungan Shift Kerja dan Sleep Hygiene dengan Kejadian Insomnia pada Perawat RSUD Bumiayu Sabila, Shelma Assyifa; Widayati, Ratih; Setiawan, Muhammad Riza
Medica Arteriana (Med-Art) Vol 5, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/medart.5.1.2023.12-17

Abstract

Latar Belakang: Insomnia merupakan salah satu dari bahaya akibat pelaksanaan shift kerja dikarenakan tidak sesuainya proses irama sirkadian dengan waktu yang diperlukan oleh seorang pekerja untuk tidur. Sleep hygiene merupakan seperangkat modifikasi dan identifikasi sikap, perilaku, dan lingkungan seseorang yang dapat memberi pengaruh terhadap kualitas tidur. Penerapan perilaku Sleep hygiene yang benar dan baik dapat memberikan kualitas tidur yang baik dan sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan shift kerja dan sleep hygiene dengan kejadian insomnia pada perawat RSUD Bumiayu.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik kuantitatif melalui rancangan cross sectional. Sampel penelitian adalah perawat RSUD Bumiayu, sebanyak 93 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Shift kerja dan sleep hygiene digunakan sebagai variabel bebas dan insomnia sebagai variabel terikat. Proses analisis penelitian ini menggunakan uji chi square.Hasil: Hasil analisis data antara shift kerja dengan insomnia didapatkan p value = 0,282 (p > 0,05), dan analisis data antara sleep hygiene dengan insomnia didapatkan p value = 0,048 (p < 0,05).Kesimpulan: Hasil analisis menunjukkan tidak ada hubungan antara shift kerja dengan kejadian insomnia pada perawat RSUD Bumiayu. Namun, ada hubungan antara sleep hygiene dengan kejadian insomnia pada perawat RSUD Bumiayu.
Karakteristik Alat Pelindung Diri dengan Kejadian Burnout pada Perawat Selama Pandemi COVID-19 Basuki, Rochman; Setiawan, Muhammad Riza; Prayogo, Indra Kunto
Medica Arteriana (Med-Art) Vol 5, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/medart.5.1.2023.18-23

Abstract

Latar Belakang: Burnout merupakan suatu sindrom psikologi yang meliputi kelelahan fisik maupun emosional, sinisme, dan penurunan produktifitas di tempat kerja. Faktor yang dapat menyebabkan burnout pada tenaga kesehatan, perawat dan dokter saat pandemi COVID-19, diantaranya alat pelindung diri (APD) yang tidak memadai. Karakteristik dari alat pelindung diri yang mempengaruhi kejadian burnout pada tenaga kesehatan khususnya pada perawat saat pandemi COVID-19 diantaranya jenis alat yang digunakan, ketersediaan (availability), dan kenyamanan (comfortability) dari alat pelindung diri tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik alat pelindung diri dengan kejadian burnout pada perawat selama pandemi COVID-19.Metode: Penelitian observasional dengan metode cross sectional dengan total sampling. Data menggunakan kuesioner dan lembar observasi yang dikimkan melalui link google form. Sampel penelitian ini yaitu perawat di Rumah Sakit Charlie Hospital dengan jumlah 32 sampel. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square.Hasil: Mayoritas responden memakai jenis APD yang mengganggu interaksi sosial sebanyak 28 responden (87,5%), merasa ketersediaan APD memadai sebanyak 24 responden (75%), merasa nyaman saat memakai APD sebanyak 19 responden (59,4%), dan responden mengalami burnout ringan sebanyak 28 (87,5%). Ketersediaan APD signifikan berhubungan dengan kejadian burnout (p=0,039) sedangkan jenis APD (p= 0,431) dan kenyamanan APD (p=0,279) tidak signifikan berhubungan dengan burnout.Kesimpulan: Ketersediaan APD berhubungan dengan kejadian burnout pada perawat selama pandemi COVID-19
Hubungan Postur Kerja, Masa Kerja, dan Durasi Kerja dengan Kejadian Low Back Pain pada Pekerja Wanita di Pabrik Bulu Mata Artifisial Puspitaningrum, Annisa Dwi; Setiawan, Muhammad Riza; Romadhoni, Romadhoni
Medica Arteriana (Med-Art) Vol 5, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/medart.5.1.2023.24-29

Abstract

Latar Belakang: Low back pain (LBP) menjadi masalah tersering di seluruh dunia, dan menjadi penyebab utama penyakit akibat kerja yang dapat menim-bulkan kecacatan. Low back pain sering dikenal dengan nyeri punggung bawah. Prevalensi LBP didominasi oleh perempuan. Postur keja, masa kerja, dan durasi kerja mengakibatkan terjadinya LBP. Hubungan antara postur kerja, masa kerja, dan durasi kerja dengan kejadian LBP pada pekerja wanita pabrik bulu mata artifisial dianalisis sebagai tujuan penelitian ini.Metode: Penelitian ini ialah penelitian observasional analitik melalui pendekatan cross sectional dengan teknik total sampling. Sampel merupakan pekerja wanita pabrik bulu mata artifisial PT. X kabupaten Purbalingga yang sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Penilaian LBP dilakukan dengan kuesioner Nordic body map, sedangkan penilaian postur kerja menggunakan RULA. Uji statistik menggunakan uji kolerasi Rank Spearman.Hasil: Hasil analisis didapat postur kerja signifikan berhubungan dengan LBP (p=0,000; r=0,758), masa kerja signifikan berhubungan dengan LBP (p=0,000; r=0,604), dan durasi kerja signifikan berhubungan dengan LBP (p=0,000; r=0,557).Kesimpulan: Terdapat hubungan antara postur kerja, masa kerja dan durasi kerja dengan kejadian LBP pada pekerja wanita di pabrik bulu mata artifisial.
Potensi Ekstrak Etanol Biji Melon (Cucumis melo L.) sebagai Antibakteri terhadap Streptococcus mutans Penyebab Karies Gigi Adisty Yasmin, Kamila Zalfa; Sulistyorini, Ratna; Rakhmawatie, Maya Dian
Medica Arteriana (Med-Art) Vol 6, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/medart.6.1.2024.19-26

Abstract

Latar Belakang: Karies disebabkan oleh demineralisasi pada jaringan gigi yang mempermudah invasi mikroorganisme seperti Streptococcus mutans. Karies dapat dikontrol dengan obat kumur. Untuk meningkatkan keamanan, dapat digunakan bahan alam sebagai zat untuk obat kumur, seperti melon yang telah diteliti memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol biji melon (Cucumis melo L.) dalam menghambat S. mutans.Metode: Biji melon dipersiapkan untuk ekstraksi dengan pelarut etanol meng-gunakan metode maserasi. Uji kualitatif fitokimia dilakukan untuk me-ngetahui kandungan senyawa aktif antibakteri. Uji daya hambat antibakteri dari ekstrak biji melon dilakukan dengan metode difusi cakram, dan untuk penentukan kadar hambat minimal dilakukan dengan metode mikrodilusi. Konsentrasi ekstrak etanol biji melon yang digunakan adalah 100; 50; 25; 12,5  dan 6,25 µg/mL. Ampisilin digunakan sebagai kontrol obat dan aquades sebagai kontrol negatif.Hasil: Hasil pemeriksaan fitokimia mendeteksi adanya senyawa flavonoid, saponin, dan alkaloid dari ekstrak etanol biji melon. Ekstrak etanol biji melon konsentrasi 100 dan 50 µg/mL dapat menghambat pertumbuhan S. mutans dengan kategori hambatan sedang (zona hambat secara berurutan 19,9 mm, 16,7 mm). Hambatan dari ekstrak lebih kecil dibandingkan kontrol positif ampisilin yang mencapai 21,2 mm (kategori kuat). Untuk nilai kadar hambat minimal ekstrak etanol biji melon dapat ditentukan sebesar 12,5 µg/mL. Kesimpulan: Aktivitas antibakteri ekstrak etanol biji melon dapat dipengaruhi adanya senyawa aktif dari golongan flavonoid, saponin, dan alkaloid. Ekstrak etanol biji melon (Cucumis melo L.) memiliki potensi dikembangkan sebagai antibakteri terhadap bakteri penyebab karies gigi S. mutans. 
Aplikasi Telemonitoring dalam Peningkatan Status Gizi Pasien Kanker Riani, Risky Ika; Nugraheni, Sri Achadi; Agushybana, Farid
Medica Arteriana (Med-Art) Vol 5, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/medart.5.2.2023.57-65

Abstract

Latar  Belakang:  Peningkatan  prevalensi  kanker  Indonesia  meningkat  pesat tiap tahunnya. albumin dan hemoglobin merupakan prediktor status gizi yang mudah dan cepat menilai status gizi pasien kanker. Namun seringkali kepatuhan diit terabaikan sehingga turunnya kadar albumin terjadi dan berakibat malnutrisi dan  penurunan  kualitas  hidup.  Penanganan  terapi  yang  komperhensif  seperti pengobatan dengan kemoterapi, radioterapi serta terapi gizi sangat dibutuhkan untuk  mencegah  perburukan.  Dibutuhkan  suatu  solusi  dalam  meningkatkan kepatuhan salah satunya dengan menerapkan aplikasi pengingat diit semacam aplikasi telenutrisi kanker yang dapat diinstal ke ponsel pasien. Penelitian ini bertujuan untuk manganalisa hubungan  pemberian  aplikasi  telenutrisi  kanker terhadap albumin dan hemoglobin pada pasien kanker.Metode: Studi menggunakan penelitian kuantitatif dengan Quasi Eksperiment Control Group  Design, rancangan  menggunakan pre-test  and post-test  group design dengan kelompok kontrol tanpa randomisasi. Jarak pengukuran data pre dan post perlakuan adalah 30 hari.Hasil:  Aplikasi  telenutrisi  kanker  dalam  bentuk  pengingat  diit  mempunyai hubungan positif dalam meningkatkan albumin (p<0,001) dan hemoglobin pa- sien kanker (p<0,001). Kesimpulan:  Pemberian  aplikasi  telenutrisi  kanker  berupa  pengingat  diit berhubungan dengan peningkatan albumin dan hemoglobin pasien kanker. Di- harapkan penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar penerapan inovasi tek- nologi informasi dalam meningkatkan praktek menajemen pelayanan kanker di Rumah Sakit. 
Hubungan Kadar Hemoglobin dengan Derajat Keparahan COVID-19 Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Cut Meutia, Aceh Luthfi Firdaus, Teuku Yocana; Surya Akbar, Teuku Ilhami; Khairunnisa, Khairunnisa
Medica Arteriana (Med-Art) Vol 6, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/medart.6.1.2024.28-34

Abstract

Latar Belakang: COVID-19 (Coronavirus Disease 2019) yaitu gangguan infeksi sistem respirasi. Gangguan ini disebabkan oleh Severe Acute Res-piratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2). Ada bermacam faktor risiko yang dikaitkan dengan infeksi penyakit ini seperti penyakit penyerta, kategori lansia, jenis kelamin laki-laki dan juga seorang perokok aktif. Selain itu, pasien anemia yang mengalami penurunan kadar hemoglobin juga di-kaitkan dengan derajat keparahan terhadap pasien terkonfirmasi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hu-bungan kadar hemoglobin (Hb) dengan derajat keparahan COVID-19 pada pasien yang menjalani rawat inap di Rumah Sakit Umum (RSU) Cut Meutia, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh.Metode: Studi retrospektif, observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel memakai teknik simple random sampling. Pengambilan sampel menggunakan rumus slovin. Instrumen penelitian merupakan data sekunder (rekam medis) pasien COVID-19 yang menjalani rawat inap di RSU Cut Meutia, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh. Analisis menggunakan uji Pearson Chi-Square dengan nilai p<0,05.Hasil: dari 211 pasien mayoritas berusia 46-65 tahun (54,0%), berjenis kelamin laki-laki (50,7%), dan memiliki kadar Hb ≥12 gr/dL (55,9%). Hasil analisis bivariat didapatkan hasil tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar hemoglobin dengan derajat keparahan pasien COVID-19 yang menjalani rawat inap di RSU Cut Meutia, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh.Kesimpulan: Kadar hemoglobin tidak berhubungan dengan derajat ke-parahan pasien COVID-19 yang menjalani rawat inap di RSU Cut Meutia, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh.
Hubungan Postur Kerja dan Durasi Kerja dengan Keluhan Nyeri Bahu pada Pekerja Penyapu Jalan di Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang Pratama, Susilo Budi; Karima, Salma Ramadhani; Dewi, Novita Sari
Medica Arteriana (Med-Art) Vol 5, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/medart.5.1.2023.30-36

Abstract

Latar Belakang: Pekerja penyapu jalan rawan mengalami keluhan musku-loskeletal karena melibatkan fisik pada seluruh prosesnya dalam bekerja. Keluhan nyeri bahu merupakan salah satu penyebab penyakit muskuloskeletal yang dialami individu atau pekerja.  Tujuan penelitian untuk menganalisis ada-nya hubungan postur kerja dan durasi kerja dengan keluhan nyeri bahu pada pekerja penyapu jalan di Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang.Metode: Penelitian menggunakan metode kuantitatif, jenis penelitian analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Sampel adalah 35 pekerja penyapu jalan di Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang. Variabel independen adalah postur kerja yang ditunjukkan dari postur saat menyapu dengan skoring REBA dan durasi kerja yang didapatkan dari hasil kuesioner, variabel dependen adalah keluhan nyeri bahu yang didapatkan dari hasil kuesioner dengan skoring Numeric Rating Scale. Analisis hubungan antar variabel dilakukan dengan uji Rank Spearman.Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara postur kerja dengan keluhan nyeri bahu (p-value 0,002) dan terdapat hubungan yang signifikan antara durasi kerja terhadap keluhan nyeri bahu (p-value 0,001).Kesimpulan: Terdapat hubungan antara postur kerja dan durasi kerja dengan keluhan nyeri bahu pada pekerja penyapu jalan di Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang
Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum) terhadap Jumlah Eritrosit, Trombosit, dan Masa Perdarahan Tikus (Rattus norvegicus L.) yang Diberi Paparan Asap Rokok Fauziansyah, Hidayat; Tambunan, Efrida Pima Sari; Syukriah, Syukriah
Medica Arteriana (Med-Art) Vol 5, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : University of Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/medart.5.2.2023.66-75

Abstract

Latar Belakang: Rokok dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan terhadap perokok dan perokok pasif. Asap rokok memiliki kandungan yang menimbulkan ancaman, termasuk karbonmonoksida, tar, nikotin, radikal bebas, dan eugenol. Akibat dari kandungan berbahaya tersebut, dapat mempengaruhi komponen-komponen darah seperti, eritrosit dan trombosit. Efek yang disebabkan oleh paparan asap rokok dapat dicegah dengan pola hidup sehat atau menggunakan tanaman herbal untuk perawatan obat. Menggunakan bahan alami seperti daun salam adalah salah satunya. Tujuan penelitian adalah untuk memastikan bagaimana ekstrak daun salam mempengaruhi jumlah eritrosit, trombosit, dan masa perdarahan akibat paparan asap rokok.Metode: 20 tikus putih jantan digunakan dalam penelitian ini, dengan memakai rancangan acak lengkap dan 5 perlakuan kelompok. Kelompok negatif tanpa perlakuan selama 30 hari. kontrol positif diberikan 3 batang paparan asap rokok selama 30 hari, kelompok perlakuan 1,2, & 3 dipaparkan asap rokok (3 batang) dan ekstrak daun salam selama 30 hari (P1=62,5; P2=125; P3=250mg/kg BB). Tahapan dalam penelitian ini meliputi skrining fitokimia, pengamatan jumlah eritrosit, trombosit dan masa perdarahan. Pengamatan eritrosit dan trombosit menggunakan hematology analyzer sedangkan pengamatan masa perdarahan menggunakan metode tail bleeding. Uji Duncan dan Anova satu arah digunakan untuk menganalisis data.Hasil: Ekstrak daun salam memiliki efek pada jumlah eritrosit dengan nilai p=0,046. Ekstrak daun salam berpengaruh terhadap jumlah trombosit dengan nilai p=0,002. Ekstrak daun salam berpengaruh terhadap waktu masa perdarahan dengan nilai p=0,005.Kesimpulan: Dosis ekstrak daun salam yang optimal memperbaiki jumlah eritrosit, trombosit dan masa perdarahan adalah pada kelompok perlakuan 3 (P3) dosis 250 mg/kg BB.