cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
+6285257756064
Journal Mail Official
alfikrah.stamidiya@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Sen - Asen 74 Pondok Pesantren Al-Hamidiyah Sen-Asen Konang Bangkalan
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman
ISSN : 26204207     EISSN : 26204304     DOI : -
Core Subject : Education,
Al-Fikrah : Merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Hamidiyah Bangkalan yang memuat tentang Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman sebagai sarana publikasi hasil penelitian dan berbagai kajian ilmu keislaman baik pendidikan, pemikiran, syariah, dan kajian Islam lainnya. Jurnal ini memuat artikel yang belum pernah dipublikasikan yang berupa hasil penelitian atau penelitian terapan. Jurnal ini diterbitkan setiap enam bulan satu kali yakni bulan Juni dan Desember.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 1 (2024)" : 7 Documents clear
PERSEPSI GURU PAI TERHADAP KOMPETENSI 6C ERA SOCIETY 5.0 Syifanaya Firdausi, Kharisma; Hanif Indra Maulana; Laila Badriyah
AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/al-fikrah.v7i1.301

Abstract

Era of society 5.0, 6 basic literacy skills are needed, such as data literacy, namely the ability to read, analyze and use information (big data) in the digital world. Then technological literacy, understanding how machines work, technological applications (coding, artificial intelligence, machine learning, engineering principles, biotech), finally human literacy, namely humanities, communication and design, where technology is developing rapidly causing changes in the way of looking at concepts. education. The competencies required in the world of education are also changing. This affects the competencies possessed by prospective teachers. They must prepare, improve and continue to hone their competencies in order to be able to produce a quality generation that is able to answer the challenges of the increasingly sophisticated 5.0 era. This research aims to explain the role of prospective PAI teachers, explaining the 6C competencies which are a renewal in the 5.0 era curriculum where previously they were known as 4C competencies but now the Minister of Education and Culture has added two new competencies to become 6C competencies, as well as the challenges faced by prospective PAI teachers in the 5.0 era. The methods used in this research are qualitative descriptive methods and literature studies. The results and discussion of this research found that: 1. From the role of prospective PAI teachers, many do not yet know about the 6C competencies that are being promoted by the Minister of Education and Culture because they have not yet become a focus among educators. 2. Prospective educators try to hone their competencies to face the 5.0 era.
PENERAPAN METODE QIROATI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN DENGAN BAIK DAN BENAR DI MI NIHAYATUL AMAL 2 PURWASARI KARAWANG Jeani Rida Dwi Lestari; Taufik Mustofa; Abdurohim
AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode Qiroati dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, bagi para peserta didik MI Nihayatul Amal 2 Purwasari Karawang. Adapun pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, sedangkan jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi kasus. Metode yang di gunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini ialah dengan menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa penerapan metode Qiroati sebagai salah satu metode membaca Al-Qur’an yang di pilih. Dalam penerapannya ada 3 tahapan, Pembiasaan, Klasikal, dan Individual, pembiasaan merupakan kegiatan memca do’a pendek sehari-hari dan surat-surat pendek, Klasikal merupakan tahapan penyampaian materi dan juga sebagai sebuah sarana untuk memperbaiki makroj dari setiap hurufnya dari tahap ini pula merupakan kunci keberhasilan dari metode Qiroati, dan terakhir tahapan individual, di mana peserta didik maju kedepan satu per satu dan di simak secara langsung oleh guru dan tidak boleh di tuntun. semua dilakukan sevara sistematis, dengan tujuan agar peserta didik belajar untuk disiplin dalam segala hal terutama tentang membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, tentunya ini akan menjadi habits yang baik bagi para peserta didik.
MODERASI BERAGAMA BERBASIS MA’HAD AL-JAMI’AH (STUDI DI UIN SUNAN AMPEL SURABAYA DAN IAIN SALATIGA) Wasid; Abd Mujib Adnan
AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The issue of religious moderation on Islamic campuses, in particular, has evolved into a collective movement that must be nurtured to combat the spread of radicalism in higher education. The government has taken many measures so that colleges might play a role in protecting and saving students from extremism and terrorism movements, such as directions for establishing campus Islamic boarding schools (Ma'had al-Jami'ah). However, it is impossible to ignore the reality that these broad instructions leave a gap for different institutions to fill in building religious moderation for students so that each university has distinct qualities that the others do not. As a result, the focus of this research is on Ma'had al-Jami'ah at UIN Sunan Ampel Surabaya and IAIN Salatiga as research objects to identify a model for how Ma'had al-Jami'ah carries out the process of building religious moderation for students. This qualitative study was based on library sources and field surveys with Ma'had al-Jami'ah stakeholders. Aside from that, social capital theory served as a foundation for discovering each character to give rise to distinct methods of developing moderation in each Ma'had al-Jami'ah. The study results are as follows: First, the embryo of the existence of Ma'had al-Jami'ah at UIN Sunan Ampel Surabaya and IAIN Salatiga have similarities. Ma'had al-Jami'ah is an urgent need for universities for students to balance academic scientific traditions and spiritual traditions within the framework of al-Karima morals. Second, the social capital of Ma'had al-Jami'ah at UIN Sunan Ampel Surabaya and IAIN Salatiga in promoting religious moderation based on Ma'had al-Jami'ah is extensive and diverse. This diversity is so dynamic that it has given rise to a variety of activities that lead to students developing their religious moderation, and the three models for strengthening religious moderation at UIN Sunan Ampel Surabaya and IAIN Salatiga are all founded on Ma'had al-Jami'ah. As a result, the two universities' different social and cultural conditions give rise to various supporting activities for strengthening religious moderation. In general, the values of religious moderation are evident by placing al-Karima morals as one of the endings of all student activities.
I MANAJEMEN KELUARGA BERDASARKAN AL-QUR'AN DAN HADIS Indah Kusharyati; Zahid, Moh; Nurhadi, Ali
AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Family is the smallest order that must be managed. Family management is defined as the process of organizing, planning, directing, and controlling family resources (including finances, time, energy, and skills) to achieve common family goals. In managing a family, many bases are used, one of which is based on the Qur'an and Hadith. Based on a literature review, especially the Qur'an and Hadith, there are six basic concepts of Islamic family management, namely leadership in the family, education, justice and compassion, cooperation and responsibility, finance, and problem solving in the family. In addition, there are several theoretical foundations of Islamic family management that can be applied based on the interpretation of Al Misbah, namely the value of monotheism, the importance of justice and equality in husband and wife relationships, Islamic education and child care, the importance of managing the economy, the balance of the world and the hereafter, and patience and fortitude in facing the tests of family life.
MENANGKAL KONFLIK PASCA PEMILU LEGISLATIF 2024 BERBASIS IKATAN GEMEINSCHAFT; MENGUATKAN NILAI-NILAI TOLERAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL ISLAM Muniri; Mahsun; Nur Chotimah Aziz
AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap peran gemeinschaft dalam mencegah konflik yang mungkin timbul selama pemilu legislatif 2024. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-fenomenologis, penelitian ini mengkaji interaksi di dalam masyarakat Desa Kopang, yang terletak di Karang Gayam, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, setelah pemilu. Penelitian ini mengidentifikasi tiga faktor kunci yang mendorong masyarakat untuk menghindari konflik pasca pemilu: ikatan bersama dengan tempat asal mereka, koneksi klan keluarga, dan kebutuhan kerja sama ekonomi di bidang pertanian. Elemen-elemen ini sangat dihargai oleh masyarakat Kopang dan dianggap lebih penting daripada terlibat dalam perselisihan yang tidak produktif. Masyarakat menganggap ikatan-ikatan tersebut sebagai sesuatu yang sakral dan memprioritaskannya di atas kepentingan-kepentingan pragmatis yang bersifat sementara. Perspektif ini mencerminkan kemampuan mereka untuk berpikir dan bertindak secara rasional, dengan menekankan pentingnya kenangan lama yang terkait dengan asal-usul bersama, jaringan keluarga, dan saling ketergantungan ekonomi. Ikatan abadi ini tidak tergantikan dan tetap menjadi pusat untuk menjaga keharmonisan dalam menghadapi peristiwa politik yang berpotensi memecah belah.
HAKIKAT PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA ANAK USIA DINI DALAM AL-QUR’AN Hafid; Ach. Shobri; Hasanuddin; Nur Khofifah
AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berawal dari pada rentang usia dini anak mengalami masa keemasan, yang merupakan masa dimana anak mulai peka untuk menerima berbagai rangsangan. Pada masa ini anak-anak sangat terpengaruh pada perkembangan kepribadian masa dewasa seseorang. Karena pada masa ini, anak mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Untuk itu perlu diberi rangsangan agar potensi anak berkembang secara optimal. Salah satunya pendidikan anak usia dini. selain pembentukan sikap dan perilaku terbaik anak memerlukan pula kemampuan intelektual agar anak siap menghadapi tuntutan masa kini dan masa datang. Maka dari itu anak memerlukan penguasaan berbagai kemampuan dasar agar anak siap dan dapat menyesuaikan diri dalam setiap segi kehidupanya. Sehubungan dengan itu maka progam pendidikan anak usia dini dapat mencakup bidang pembentukan sikap dan pengembangan kemampuan dasar yang keseluruhanya berguna untuk mewujudkan manusia indonesia yang mampu berdiri sendiri bertanggung jawab dan mempunyai bekal untuk memasuki pendidikan selanjutnya.
USING FLASH CARD ON YOUNG LEARNERS’ ENGLISH VOCABULARIES MASTERY AT GB (GURU BAHASA ) STUDENTS IN PARE KEDIRI Kulsum, Ummu; Ahmadi; Hayyul Mubarok
AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nowdays, English vocabularies is taught in early young learners Elementary school around 1-4 grade. Hopely, the early vocabulary learning can stimulate the learners in knowing and to memorize the simple English vocabularies naturally. Then, they have a strong memorization and many vocabularies. In this case, the researcher hypothesizes that the English by using flash card can be an alternative for young learners to stimulate them in finding and knowing new English vocabularies as fun as possible. So they are not aware that they are studying and memorizing many English vocabularies whiles they like playing around, but they got many English vocabularies in their early life. The study mainly aimed at measuring the effectiveness of using English Flash card on young learners’ English vocabularies mastery at GB students of elementary level. English by using flash card is a card that consist of many vocabularies with the picture and has colorfully pictures. where students can acquire the vocabularies and practice their English language skills. There are two problem statements in this study. The first one is whether the English by using flash card have the effectiveness on the young learners’ English vocabularies mastery or not. The second is How significance is the effectiveness of English by using flash card to the young learners’ English vocabularies mastery. The subject of this study is B class GB students which consists of 43 students. Research instrument which are used are tests (pre-test and post-test) and documentation as the major instruments, also observation and interview as the secondary instruments. The study took place for two weeks, from March 23nd until April 6th. The obtained data of tests was analyzed by using dependent t-test (one group pre-test post-test design) formula. The result showed that there is an effectiveness of using English using flash card on young learners’ English vocabularies mastery; and the effectiveness of using English flash card is statistically significant on young learners’ English vocabularies mastery either in 5% level significance or in 1% level significance. It was proven by the result of the obtain data, t0 is greater than ttable (6,48>2,02 or 2,69). It can be drown a conclusion that English by using flash card setting in the classroom have an efectiveness on young learners ability to master vocabulary. It is proven by the average of post-test scores is higher than the average of pre-test scores. It means

Page 1 of 1 | Total Record : 7