cover
Contact Name
Isnanto, S.Kep., Ns., MAN
Contact Email
-
Phone
+62274517065
Journal Mail Official
jurnal@stikesbethesda.ac.id
Editorial Address
Johar Nurhadi Number 6 Kota Baru
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kesehatan
ISSN : 23387947     EISSN : 25020439     DOI : https://doi.org/10.35913/jk.v8i1.196
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Kesehatan (e-ISSN: 2502-0439, p-ISSN: 2338-7947) merupakan jurnal yang meliputi bidang keperawatan dengan cakupan Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Anak, Keperawatan Komunitas, Keperawatan Gerontik, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Manajemen dan Paliative Care. Jurnal Kesehatan publish 2 kali dalam setahun, setiap bulan Januari dan Juli dan dipublish oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bethesda Yakkum. Jurnal Kesehatan sudah terakreditasi oleh Akreditasi Jurnal Nasional (ARJUNA) dikelola oleh Kementerian Riset dan Teknologi/ Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia.
Articles 188 Documents
PENGARUH AKTIVITAS SHOLAT TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI POLI PENYAKIT DALAM Hasan, Ghofar; Winarti, Eko
Jurnal Kesehatan Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v11i2.379

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik ditandai peningkatan glukosa darah disebabkan oleh defisiensi atau resistensi insulin. Salah satu pengobatan DM adalah aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur. Sholat termasuk olahraga yang baik, gampang, dan cocok untuk semua orang. Sholat adalah ibadah umat muslim yang terdiri dari perkataan, diucapkan lidah dan dikerjakan dengan gerakan tubuh. Gerakan dalam sholat tersebut adalah berdiri tegak menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan, gerakan telapak tangan, ruku’, turun dan berdiri, gerakan telapak kaki, sujud, duduk dan salam yang dilakukan secara berulang. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh aktivitas sholat terhadap kadar glukosa darah penderita diabetes melitus di RSUD Kertosono. Desain penelitian yang digunakan eksperimen one group pre test-post test desain, pengambilan sampel secara purposive sampling pada pasien di poli penyakit dalam RSUD Kertosono. Sampel terdiri dari 26 penderita. Uji yang digunakan paired sample test. Tingkat kepercayaan 95 % dengan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar glukosa darah sebelum sholat memiliki nilai rata-rata lebih tinggi dari pada nilai rata-rata glukosa darah sesudah sholat. Terdapat perbedaan bermakna (p<0,05) antara glukosa darah sebelum dan sesudah sholat.Aktivitas sholat terbukti dapat menurunkan kadar glukosa darah. Diduga adanya penggunaan kelebihan glukosa dalam darah sebagai energi oleh sel, yang disebabkan oleh pengikatan GLUT-4 ke permukaan sel dan peningkatan transport glukosa. Tetapi peneliti tidak tahu apakah faktor psikologis (tuma’ninah) dalam sholat juga mempengaruhi kadar glukosa darah.  Kata kunci : Diabetes melitus, glukosa darah dan sholat.
ANALYSIS OF THE FACTORS CAUSING COMMUNITIES TO CHOOSE MEDICAL TREATMENT AFTER TREATMENT IN SANGKAL PUTUNG. Herdiana, Rina Wahyu
Jurnal Kesehatan Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v10i2.380

Abstract

Latar belakang: Pada jaman modern sekarang ini, banyak cara yang dilakukan masyarakat untuk mendapatkan kesembuhan dari penyakitnya. Cara yang dimaksud adalah pengobatan medis dan non medis yang biasa disebut pengobatan allternatif. Keduanya mempunyai metode   berbeda dalam menangani pasien. Pengobatan medis berdasarkan sains dan penelitian ilmiah, sedangkan pengobatan non medis berdasarkan pada pengalaman, bahkan kadang didapat dari turun temurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengalaman masyarakat dalam memilih pelayanan medis setelah berobat di Sangkal Putung.Metode: Desain penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Mengumpulkan data menggunakan wawancara dengan 5 partisipan yang dipilih secara technical purpose-driven sampling berdasarkan kriteria inklusi. Hasil penelitian: Penelitian ini menemukan 4 (empat) tema utama yaitu (1) sikap masyarakat, (2) faktor ekonomi, (3) stigma rumah sakit, dan (4) faktor pendorong yang menjadi penyebab masyarakat akhirnya beralih ke pengobatan medis dimana sebelumnya sudah melakukan pengobatan di sangkal putung. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa meskipun kolaborasi antara pengobatan medis dengan pengobatan sangkal putung sangatlah mungkin terjadi, tetapi tidak semua kasus cedera tulang bisa diselesaikan dengan pengobatan di sangkal putung karena harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu. Keputusan untuk memilih jenis pengobatan yang tepat harus tetap dihormati karena kedua pengobatan tersebut sama-sama memiliki tujuan penting yang ingin dicapai yakni kesembuhan masyarakat.
THE RELATIONSHIP BETWEEN THE IMPLEMENTATION OF ELECTRONIC MEDICAL RECORDS AND PATIENT WAITING TIME AT THE GLAUCOMA SUB-SPECIALIST POLYCLINIC AT "DR. YAP" EYE HOSPITAL YOGYAKARTA Purwanti, Ika; Syarifah, Nur Yetty; Hidayat, Nur
Jurnal Kesehatan Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v11i2.394

Abstract

Latar Belakang: Waktu tunggu yang lama disebabkan karena pelayanan rekam medis membutuhkan waktu yang relative lama karena untuk mencatat data dan riwayat kesehatan pasien serta lamanya pencarian data pasien di tempat penyimpanan rekam medis. Salah satu cara untuk mempercepat waktu tunggu yaitu dengan adanya pengolahan data yang cepat dan tepat disarana pelayanan kesehatan melalui sistem rekam medis. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan penerapan rekam medis elektronik dengan waktu tunggu pasien di poliklinik sub spesialis glaukoma rumah sakit mata “Dr. YAP” Yogyakarta. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif observasional analitik dengan desain case control. Populasi sebanyak 2.472 pasien dengan rata-rata per bulannya yaitu 824 pasien dengan jumlah sampel sebanyak 100 pasien. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling, analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil: Hasil analisis didapatkan sebagian besar waktu tunggu pasien yang menggunakan rekam medis elektronik dalam kategori cepat (86%) dan konvensional dalam kategori lama (82%). Hasil uji Chi square didapatkan nilai P Value =0.000 yang berarti Hα diterima. Kesimpulan: Ada hubungan penerapan rekam medis elektronik dengan waktu tunggu pasien di poliklinik sub spesialis glaukoma rumah sakit mata “Dr. YAP” Yogyakarta.
PARTICIPATION OF HEALTH CAREERS AS IMPLEMENTATION OF NURSING CARE WITH COMMUNITY ATTITUDES IN EFFORTS TO PREVENT COVID-19 Sholichin; Damanik, Chrisyen; fittarsih, Niya; Purwanto, Puwanto
Jurnal Kesehatan Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v11i2.397

Abstract

Pendahuluan : Upaya pencegahan Covid-19 yang dapat dilakukan adalah dengan pemberdayaan masyarakat dalam hal ini adalah peran aktif kader kesehatan yang dapat menjadi role model dan memberikan contoh ke masyarakat. Sikap masyarakat merupakan faktor penting untuk mewujudkan perilaku yang efektif dalam pencegahan penularan penyakit Covid-19. Metode: Penelitian korelasional melalui pendekatan cross sectional. 109 responden yang terlibat dalam penelitian dengan teknik consecutive sampling. Analisa data dilakukan dengan uji Spearman Rho dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil : Responden penelitian didominasi laki-laki (n=69; 63,3%), berusia 36-45 tahun (n=45; 41,28%), berpendidikan SMA (n=45; 41,3%) dan bekerja petani(n=40; 36,69%). Skor rata-rata partisipasi kader adalah 70,01 dan sikap masyarakat adalah 56,56. Terdapat hubungan yang signifikan antara partisipasi kader kesehatan dengan sikap masyarakat dalam upaya pencegahan COVID-19 di Kecamatan Talisayan (p= 0,000; koefisien korelasi 0,364). Simpulan & Saran: Semakin baik partisipasi kader akan meningkatkan sikap masyarakat dalam pencegahan COVID-19. Diharapkan pemberdayaan masyarakat dilakukan secara optimal dalam pencegahan penularan COVID-19.
FAKTOR-FAKTOR KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI SECTIO CAESAREA DI INSTALASI KAMAR BEDAH RUMAH SAKIT SWASTA YOGYAKARTA Kristiani, Agustina Dewi; Setiani, Fransisca Anjar Rina; Mahayanti , Agnes
Jurnal Kesehatan Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v11i2.398

Abstract

Pendahuluan: Dalam pandemi Covid-19, ibu hamil yang akan menjalani persalinan dengan metode operasi Sectio Caesarea (SC) juga terdampak dan mengalami kecemasan. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kecemasan ibu hamil tersebut adalah dukungan dari suami. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional dan melibatkan 33 responden yang dipilih secara accidental sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) dan kuesioner dukungan suami. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan suami dengan kecemasan (p value 0,039, p value < 0,05), sedangkan faktor usia (p value 0,877), tingkat pendidikan (p value 0,097), paritas (p value 0,877), dan pekerjaan (p value 0,455) tidak menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dengan kecemasan pada pasien pre operasi SC di Instalasi Kamar Bedah Rumah Sakit Swasta Yogyakarta. Oleh karena itu, peneliti selanjutnya disarankan untuk mencari faktor lain yang dapat mempengaruhi kecemasan pasien pre operasi SC, seperti faktor komplikasi persalinan, pengetahuan, dan komunikasi terapeutik.
PENGALAMAN BURNOUT PADA PERAWAT DI MASA PANDEMI COVID-19: SEBUAH ANALISIS FENOMENOLOGI INTERPRETATIF Astutik, Yuli; Bawono, Yudho
Jurnal Kesehatan Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v11i2.406

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan mental perawat di masa pandemi Covid-19 perlu mendapatkan perhatian. Hal tersebut perlu dilakukan untuk menekan angka burnout yang terjadi pada para perawat. Burnout  merupakan sekumpulan gejala akibat kelelahan fisik maupun mental yang termasuk di dalamnya berkembang konsep diri yang negatif, kurangnya konsentrasi serta perilaku kerja yang negatif. Tujuan: Ingin mengetahui pengalaman burnout perawat yang bekerja menangani pasien Covid-19 di Rumah Sakit “X”. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini melibatkan 3 orang partisipan yang merupakan perawat yang bekerja di ruangan khusus pasien Covid-19. Penggalian data menggunakan wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil: Burnout yang dialami perawat yang menangani pasien Covid-19 tampak pada perilaku seperti menghindari atau mengurangi interaksi baik dengan pasien maupun dengan rekan seprofesi dan tidak ramah kepada orang lain sehingga berdampak pada kinerja dan pelayanan yang diberikan. Gejala burnout juga tampak pada keluhan fisik seperti sakit kepala dan nyeri bahu. Kesimpulan: Burnout yang dirasakan berhubungan dengan harga diri seperti konsep diri yang rendah, merasa tidak berharga, putus asa dan kurang motivasi hidup. Hal tersebut juga berdampak di lingkungannya seperti selalu bersifat negatif terhadap orang lain dan lebih sering tidak peduli atau acuh pada lingkungannya. Saran: Partisipan diharapkan: a) Mampu mengungkapkan beban emosional yang sedang dirasakan dengan saling bertukar pendapat, ilmu pengetahuan, maupun perasaan kepada sesama rekan profesi; b) Menyadari pentingnya komunikasi dengan sesama rekan seprofesi.
HUBUNGAN LAMA SAKIT DENGAN KEPATUHAN KONTROL TEKANAN DARAH PASIEN HIPERTENSI PASCA PANDEMI COVID-19 DI PUSKESMAS KARANGNONGKO Kartika Sulistyaningrum; Tri Wahyuni Ismoyowati
Jurnal Kesehatan Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v11i2.452

Abstract

Pendahuluan : Hipertensi merupakan kondisi naiknya tekanan darah dengan sistolik ≥ 140 mmHg dan diastole ≥ 90 mmHg. Lama sakit menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kepatuhan. Hasil studi pendahuluan menunjukkan 9 dari 10 pasien hipertensi tidak rutin kontrol tekanan darah. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan lama sait dengan kepatuhan kontrol tekanan darah pasien hipertensi Metode : Desain penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling sebanyak 74 responden. Alat ukur menggunakan kuesioner dengan metode wawancara dan lembar studi dokumentasi dengan data rekam medis. Analisis bivariate menggunakan uji Chi Square. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan 45 responden tidak patuh dan 63 responden dengan lama sakit < 10 tahun. Hasil penelitian menggunakan uji Chi Square didapatkan hasil p-value (0,835) > α (0,05). Sehingga H0 diterima dan Hα ditolak yang menunjukkan tidak terdapat hubungan lama sakit dengan kepatuhan kontrol tekanan darah. Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan antara lama sakit dengan kepatuhan kontrol tekanan darah pasien hipertensi pasca pandemi Covid-19 di Puskesmas Karangnongko, Klaten, Jawa Tengah tahun 2023. Saran : Hasil penelitian dapat digunakan sebagai referensi peneliti selanjutnya untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan kontrol tekanan darah.
Metode Penelitian Eksperimental Yunitri, Ninik; Janitra, Fitria Endah; Kustanti, Christina Yeni; Nur Aini; Tiara Octary; Melati Fajarini; Hidayat Arifin; Putri, Alifiani Rahmi; Dluha Maf’ula; Yani Sofiani
Jurnal Kesehatan Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v11i2.453

Abstract

Praktik berbasis bukti dalam pengembangan ilmu kesehatan, menekankan perlunya penelitian berkelanjutan untuk memberikan dasar intervensi kesehatan terbaik. Keputusan klinis harus didasarkan pada bukti, bukan kebiasaan atau pendekatan tradisional, dan integrasi bukti dengan pengalaman klinis serta nilai-nilai pasien dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan luaran klinik. Metode penelitian eksperimental dianggap sebagai standar baku karena bersifat objektif dan presisi dalam menjawab hipotesis sebab-akibat, dengan fokus pada pengaruh variabel bebas terhadap luaran yang diukur dan pengendalian variabel pengganggu. Saat ini terdapat variasi terminologi dalam metode penelitian kesehatan. Perbedaan istilah ini dapat menimbulkan kebingungan dalam memahami metodologi penelitian sehingga pemahaman perbedaan terminologi dalam metode penelitian eksperimental menjadi langkah awal dan penting. Telaah literatur ini memberikan penjelasan komprehensif terkait penelitian eksperimental untuk mendukung pengembangan pelayanan kesehatan.
Pengaruh kegiatan rekreasi bermain kelompok dan kegiatan rekreasi bermain individu terhadap penurunan stres pada lansia Ajeng
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v12i1.454

Abstract

Elderly or elderly are an age group in humans who have entered the final stages of their life phase and are susceptible to various complex problems such as health problems due to the aging process. The aging process can cause various physical, biological, socio-economic and mental problems. The characteristics that are clearly visible are a decrease in the body's ability to adapt to the surrounding environment such as: decreased functions of organs and body systems that are natural or physiological and decreased stress management. Stress is a state where a person experiences internal events and environmental situations that burden the ability to adapt. Stressful conditions can occur due to the inability of individuals to manage the pressure they face. The literature search method was carried out based on articles published between 2019-2024 according to the inclusion and exclusion criteria that have been set using the Google Scholar, Pubmed and Science Direct databases. From the search results, there were 220 articles according to keywords that were filtered into 6 journals according to the analyzed theme that examined the effect of group play recreation activities and individual play recreation activities on reducing stress in the elderly. From the results of the literature review of 6 journals, it was found that all recreational coping mechanism activities can reduce stress levels in the elderly. The more often the intensity of recreational play activities is carried out, the lower the stress level of the elderly will be.
Bagaimana tingkat kepuasan lansia dalam pelayanan kesehatan prolanis di Yogyakarta? Listyaningsih, Enik; Sinaga, Mei Rianita Elfrida
Jurnal Kesehatan Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKES Bethesda Yakkum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35913/jk.v12i1.498

Abstract

The most common non-communicable diseases in the elderly in Yogyakarta are hypertension and diabetes mellitus. Prolanis is a program that focuses on providing services for hypertension and diabetes mellitus in the elderly. The transition from pandemic to endemic has made prolanis ' service system change which was initially carried out offline to switch to online and back to offline so that it affects the satisfaction of health services felt by the elderly. The number of elderly visits decreased by 30% from the initial observation results. This purpose of this study was to determine the satisfaction of the elderly to health services prolanis. Research methods using quantitative descriptive. Sampling technique used accidental sampling as many as 34 elderly who are prolanis patients who have been registered. Data collection using the satisfaction level questionnaire conducted validity test by researchers with 17 items valid statement with cronbachs's alpha value of 0.861. This study has received ethics from KEPK STIKES Bethesda Yakkum with No. 024 / KEPK.02.01 / III / 2023. Data analysis using descriptive statistics with the results obtained that the majority of elderly people who use prolanis services aged 60 to 74 years ( 67.6%), female gender (79.4%) with Junior High School Education Level (35.3%), and the level of satisfaction category quite satisfied 52.9%. For further research, researchers are expected to explore how treatment adherence prolanis participants.