cover
Contact Name
Rira Nuradhawati
Contact Email
rira.nuradhawati@lecture.unjani.ac.id
Phone
+6281221614279
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Magister Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal achmad Yani Jl. Terusan Jenderal Sudirman Cimahi 40531
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan dan Administrasi Publik
ISSN : 26148692     EISSN : 27159124     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Academia Praja merupakan media publikasi yang dibentuk oleh Tim dari Magister Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Achmad Yani, dalam rangka menampung berbagai hasil penelitian, pemikiran – pemikiran ilmiah, serta wacana – wacana keilmuan lainnya yang memberikan kontribusi positif bagi pemgembangan ilmu pengetahuan dalam lingkup ilmu sosial, politik dan pemerintahan di Indonesia. Berbagai tulisan yang disajikan dalam jurnal ilmiah ini merupakan sajian karya tulis dari para ilmuwan Ilmu Sosial, Politik dan Pemerintahan yang terangkum dalam jurnal Academia Praja sebagai produk akademik yang bermanfaat, baik bagi para dosen, mahasiswa, kalangan intelektual ekstra maupun intra kampus, maupun bagi para penulisnya sebagai sebuah sumbangan dan pengembangan keilmuan. Dengan demikian diharapkan bahwa berbagai dinamika dan gagasan yang terus berkembang cepat dalam lingkup ilmu pemerintahan dapat terus menerus memperbaharui pemahaman para pembaca, khususnya kalangan akademisi maupun mahasiswa.
Articles 164 Documents
BONUS DEMOGRAFI JAWA BARAT DAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH: SUDAH SIAPKAH JAWA BARAT? Nina Minawati Muhaemin
Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Academia Praja
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jap.v4i1.269

Abstract

Jawa Barat merupakan salah satu Provinsi yang diproyeksikan akan mengalami Bonus Demografi dalam rentang waktu 2020 sampai dengan 2030. Bonus Demografi merupakan keadaan kependudukan suatu negara dengan komposisi penduduk usia produktif (15-64 tahun) mendominasi jumlah penduduk usia tidak produktif (0-14 tahun dan 65+ tahun). Keadaan ini dapat menjadi peluang sekaligus ancaman bagi Jawa Barat. Jika Bonus Demografi ini mampu dipersiapkan, maka akan mendatangkan manfaat berupa peningkatan pertumbuhan ekonomi melalui pemanfaatan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai modal pembangunan. Sebaliknya, jika tidak dipersiapkan dengan baik, bonus demografi dapat menjadi bencana kependudukan, salah satunya dengan meningkatnya tingkat pengangguran. Untuk mempersiapkan Bonus Demografi, pemerintah Jawa Barat perlu memberikan perhatian terhadap beberapa lingkungan kebijakan yang dapat mendukung tercapainya manfaat Bonus Demografi, yakni: kebijakan di bidang kesehatan, keluarga berencana, pendidikan, dan kebijakan di bidang ekonomi. Untuk itu, melalui studi pustaka terhadap dokumen RPJMD Provinsi Jawa Barat Tahun 2018-2023, penelitin ini bertujuan untuk memberikan analisis deskriptif tentang bagaimana Pemerintah Provinsi Jawa Barat mempersiapkan pembangunan daerah dalam menghadapi Bonus Demografi. Berdasarkan hasil temuan, dalam RPJMD Jawa Barat Tahun 2018-2023, tiga kebijakan penunjang Bonus Demografi telah masuk ke dalam prioritas pembangunan, yakni bidang kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Sementara itu, bidang pengendalian laju pertumbuhan penduduk melalui program Keluarga Berencana (KB) tidak menjadi prioritas pembangunan.
KOMBINASI RESIPROKAL ASAS REKOGNISI DAN SUBSIDIARITAS PEMERINTAHAN DESA DENGAN KONSEP PEMERINTAHAN BERGAYA WIRAUSAHA Yayat Rukayat Sape'i
Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Academia Praja
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jap.v4i1.277

Abstract

The village as an indigenous community unit which has laws, customs, rights of origin and traditional rights has been lagging behind in development. In fact, if viewed from the potential and resources owned, the government and village communities have a great opportunity to advance and improve the welfare of the government and society. On the contrary, the facts show that villages are immersed in the hegemony of development. As a result, many villages are abandoned by their young generation who choose to seek their fortune in big cities. The fate of the village is getting worse, left behind, backward and unable to catch up with the urban development. The concept of entrepreneurial government or entrepreneurial-style government becomes a more realistic approach to village governance. The authorities and rights possessed by the village government allow the concept of entrepreneurial-style government to develop properly and produce welfare for the village government and the community. This has been proven by many villages that have been able to move out of the status of underdeveloped villages are become developed villages, even the independent ones that are able to finance their own development without any assistance from the central government.
KERJA SAMA PENGURANGAN RISIKO BENCANA INDONESIA AUSTRALIA 2016-2018 Anggun Dwi Panorama; Nala Nourma Nastiti; Fika Aulia Anfasa
Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Academia Praja
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jap.v4i1.290

Abstract

Abstract Disaster-related issues have become a study in International Relations because these issues categorize into non-traditional security issues that threaten human security. This particular issue of disaster becomes an issue that has its own challenges because it requires special handling and great attention because of the impact caused by various kinds of disasters that are very detrimental to humans’ life. Both Indonesia and Australia have ratified the Hyogo Framework for Action (HFA) framework which discusses disaster risk reduction efforts have long collaborated in the disaster sector, one of which is in the post-tsunami Nanggroe Aceh Darussalam’s reconstruction program in 2004. Since then, the cooperation between the both countries have continued and developed, one of which is cooperation in the field of disaster risk reduction which was marked by the signing of the 2016-2018 Disaster Risk Management MoU between the Australian Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) and Indonesian National Board for Disaster Management (BNPB). One of the areas focusing through this cooperation is the province of East Nusa Tenggara (NTT) in which has the fourth highest disaster threat in Indonesia. Hence, seeing the dynamics of the relationship between Australia and Indonesia which currently tends to fluctuate, researchers are interested in discussing the implementation and also the various obstacles of disaster risk reduction cooperation between DFAT Australia and BNPB Indonesia in NTT province by using both theories of foreign aid and disaster resilience theory respectively. Keywords : NTT, Indonesia, Australia, Cooperation, Disaster Risk Reduction
MAINSTREAMING DISABILITAS DALAM SISTEM MANAJEMEN BENCANA INKLUSIF DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Aulia Widya Sakina; Raden Yoseph Gembong Rahmadi; Widati Widati
Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Academia Praja
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jap.v4i1.291

Abstract

People with disabilities are a high-risk group who tend not to be "visible" during a disaster. Moreover, being involved in emergency preparedness and response efforts. This is due to their limitations in accessing the physical environment, information and communication, knowledge, and limited skills and abilities. They tend to be perceived as a burden and are often ignored by the system. Based on these problems, disability mainstreaming in inclusive disaster management must be realized so that the entire system can be balanced and can work well. Especially now that the global world is facing the COVID-19 pandemic which demands the readiness of all levels of society, especially people with disabilities, to mitigate and anticipate the risk of pandemic disasters according to their respective roles. The aim of this research is to enrich the discourse of inclusion of disabilities in disaster risk management, which is still very limited, so that it can be used as a basis in formulating a model for empowering persons with disabilities in an inclusive disaster management system. This research uses descriptive qualitative method. Primary data in this study were events related to the integration of the AGIL function in the Difagana group which were collected through observation, interviews and focus group discussions, both face-to-face and via online (whatsapp and zoom). Meanwhile, secondary data is based on literature related to disabilities and disasters. The results showed connectivity between the adaptation function, goal attainment, integration, and system maintenance (AGIL) in the Difagana group in situations of natural disasters and non-natural disasters.
ANALISIS KRITIS TERHADAP GERAKAN NASIONAL LITERASI DIGITAL DALAM PERSPEKTIF GOOD GOVERNANCE Dadan Kurnia
Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Academia Praja
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jap.v4i1.321

Abstract

The paper analyzes the analysis of the National Digital Literacy Movement (GNLD) from the perspective of good governance with qualitative methods. This analysis is motivated by the pros and cons of GNLD. Those who view this movement as good at fighting hoaxes, fake news, fake news or other negative content that are judged by the wider community. Meanwhile, those who assess the assessment, this movement is an attempt by the government to lead public opinion to legitimize and silence voices criticizing government policies. Analysis of the conclusions of GNLD in the perspective of good governance that GNLD is a government effort to provide security services as well as members of the public in surfing in cyberspace.
VAKSINASI COVID 19 DAN KEBIJAKAN NEGARA : PERSPEKTIF EKONOMI POLITIK Idil Akbar
Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Academia Praja
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jap.v4i1.374

Abstract

This study aims to explain how the political economy perspective views the functions of the state and government in the Covid 19 vaccination plan. Currently, Indonesia is trying to overcome the COVID-19 pandemic by entering into contracts to purchase covid 19 vaccines with three vaccine producers from China, namely Cansino, G42 . / Sinopharm and SinoVac. The hope is that the Covid 19 outbreak can be handled immediately to restore the economy and citizens. This study uses Caporaso and Levine's political economy theory, especially in looking at the relationship between power and state mechanisms against the market, so that it will be seen whether the state and the government are carrying out their functions as part of the new solution or problem behind the covid 19 vaccination. analytic descriptive. Data were analysed using the stages of organizing data, reading and recording, as well as descriptions, clarifications, and interpretations.
MODEL KEPEMIMPINAN MASA DEPAN INDONESIA DALAM PERSPEKTIF SIPIL DAN MILITER Danny Permana
Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Academia Praja
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jap.v4i1.394

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan Model Kepemimpinan Masa Depan Indonesia dari Perspektif Sipil dan Militer. Gaya kepemimpinan sangat mempengaruhi struktur di bawahnya. Fenomena yang terjadi saat ini adalah adanya calon pimpinan atau calon presiden dari kalangan militer dan sipil. Dimana karakter kepemimpinan yang dipelajari oleh calon pemimpin dari militer adalah karakter kepemimpinan militer, bukan karakter kepemimpinan sipil. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif, data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui dokumentasi dengan cara observasi pustaka, dan untuk memperoleh kesimpulan yang valid, penyusun menggunakan analisis deduktif. Hasil penelitian ini antara lain bahwa tipe kepemimpinan harus terlebih dahulu melihat situasi dan kondisi. Ciri pemimpin yang berangkat dari kalangan sipil dianggap lebih merakyat melihat kondisi di Indonesia yang sedemikian majemuk dengan masyarakatnya. Jadi orang sipil lebih fleksibel karena berasal dari masyarakat sipil, sedangkan model kepemimpinan dalam perspektif militer di suatu negara adalah kepemimpinan yang berada di bawah kewenangan dan kepentingan dominasi institusi militer dan / atau negara yang menggunakan prinsip-prinsip disiplin yang kuat. . Otokrasi adalah sifat seorang pemimpin, berbeda dengan otokrasi yang merupakan sistem pemerintahan. Ketika situasi membutuhkan pemimpin dengan tipe otokratis, pemimpin harus otokratis. Penerapan dari kombinasi jenis kepemimpinan sipil dan militer, peran masyarakat umum juga penting dalam negara yang menganut sistem demokrasi dalam memilih calon pemimpin nasional, yaitu pemimpin yang visioner dan pro rakyat, tetapi tetap memiliki sikap yang tegas, konsisten dan memiliki komitmen, baik dari masyarakat sipil maupun yang berlatar belakang militer.
THE PACIFIC EXPOSITION 2019 IMPLEMENTASI KEBIJAKAN LUAR NEGERI INDONESIA DALAM PENDEKATANNYA DENGAN KAWASAN PASIFIK Yohanes Sulaiman; Prasetia Anugrah Pratama
Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik Vol 4 No 1 (2021): Jurnal Academia Praja
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jap.v4i1.395

Abstract

Masalah keamanan di Papua Barat terus mendapatkan perhatian dari negara-negara lain. Indonesia yang bertindak untuk mempertahankan kedaulatannya di tanah Papua, dikecam sebagai pelanggar hak asasi penduduk Papua Barat, terutama oleh negara-negara di kawasan Pasifik. Sorotan ini menyebabkan Pemerintah Indonesia mengambil kebijakan untuk melaksanakan Pacific Exposition 2019 sebagai salah satu cara untuk memperbaiki citra Indonesia di kawasan Pasific. Artikel ini akan menjelaskan mengapa biro di birokrasi Indonesia membentuk kebijakan luar negeri dengan cepat dan dapat memperlihatkan reaksi dan mengambil langkah-langkah antisipasi yang diperlukan negara, terutama dibandingkan dengan menunggu persamaan pandangan dengan opini-opini masyarakat untuk menyelesaikan masalah yang sudah ada.
KOMUNIKASI POLITIK ANIES BASWEDAN MELALUI SOSIAL MEDIA TWITTER Ashari Sakti Alim; Dian Eka Rahmawati
Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Academia Praja
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jap.v4i2.334

Abstract

Abstract This paper wants to analyze how Anies Baswedan conveyed his political communication on Twitter social media. In this contemporary era, one of the most dominant political communications is social media, where political communication plays an important role because it can have an impact on political participation, political socialization. In the political field the role of social media is very important because it contributes as openness and transparency, Anies Baswedan is one of the political actors who play social media Twitter to convey political communication while increasing its popularity. In accordance with its previous political promises of integrated transportation and ok oce program. Anies is not uncommon to convey and show the development of political promises that have been running on his Twitter social media. in disseminating information through social media Twitter has proven to be very effective because many users around the world. This study uses descriptive qualitative research methods and analyzes using the help of NVIVO12 Plus software applications. The results of this study revealed that Anies Baswedan's political communication on Twitter social media was very focused on public services in DKI Jakarta. Political communication from Anies Baswedan also received a lot of responses from his followers on his Twitter account. This can be seen from the number of retweets and mentions done to Anies Baswedan. Anies Baswedan was also quite active in conveying his political communication through Twitter social media such as notifying work programs, political branding, giving political talks that were light in nature and also related to public services in DKI Jakarta. Keywords : Political Communication, Anies Baswedan, Social Media, Twitter Abstrak Tulisan ini ingin menganalisis bagaimana Anies Baswedan dalam menyampaikan komunikasi politiknya di sosial media Twitter. Pada era kontemporer ini salah satu komunikasi politik yang paling dominan adalah media sosial, dimana komunikasi politik sangat memegang peranan penting karena bisa berdampak untuk partisipasi politik, sosialisasi politik. Dalam bidang politik peran media sosial media sangat penting karena berkontribusi sebagai keterbukaan dan transparansi, Anies Baswedan adalah salah satu aktor politik yang bermain sosial media Twitter untuk menyampaikan komunikasi politik sekaligus menaikan popularitasnya. Sesuai dengan janji politiknya terdahulu yaitu transportasi terintegrasi dan program oke oce. Anies tak jarang menyampaikan dan memperlihatkan perkembangan janji politiknya yang telah berjalan di sosial media Twitter miliknya. dalam penyebaran informasi melalui sosial media Twitter sudah terbukti sangat efektif karena banyak penggunanya diseluruh dunia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dan melakukan analisis dengan menggunakan bantuan aplikasi perangkat lunak NVIVO12 Plus. Hasil dari ini penelitian ini mengungkapkan bahwa komunikasi politik Anies Baswedan di sosial media Twitter sangat befokus pada pelayanan publik di DKI Jakarta. Komunikasi politik dari Anies Baswedan juga mendapatkan banyak respon dari pengikutnya di akun Twitter hal ini dapat dilihat dari jumlah Retweet dan mentions yng dilakukan kepada Anies Baswedan. Anies Baswedan juga cukup aktif dalam menyampaikan komunikasi politiknya melalui sosial media Twitter seperti memberitahukan program kerja, Branding politik, memberikan perbincangan politik yang sifatnya ringan dan juga terkait dengan pelayanan publik di DKI Jakarta. Kata Kunci : Komunikasi Politik, Anies Baswedan, Sosial Media, Twitter
DIPLOMASI EKONOMI INDONESIA KE KAWASAN AFRIKA Mariane Olivia Delanova
Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Academia Praja
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jap.v4i2.414

Abstract

Negara Amerika, Jepang dan Tiongkok selama ini dikenal sebagai mitra dagang terbesar bagi Indonesia. Tidak mengherankan jika ekspor Indonesia banyak diarahkan kepada negara-negara tersebut. Akan tetapi, beberapa tahun ini nilai ekspor Indonesia terhadap negara-negara mitra dagang terbesar atau yang biasa disebut sebagai pasar non tradisional, semakin mengalami penurunan. Saat ini, berbagai upaya dilakukan oleh Pemerintah Indonesia. Salah satunya adalah dengan semakin mengintensifkan diplomasi ekonomi Indonesia kepada kawasan yang selama ini belum menjadi mitra dagang Indonesia. Kawasan-kawasan tersebut diidentifikasi menjadi pasar non tradisional Indonesia. Diplomasi ekonomi Indonesia semakin intens dan fokus diarahkan kepada kawasan-kawasan yang menjadi pasar non tradisional. Salah satunya adalah kawasan Afrika. Kawasan Afrika dianggap sebagai pasar non tradisional Indonesia yang memiliki potensi besar yang belum dieksplorasi oleh Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi atau pelaksanaan diplomasi ekonomi Indonesia ke kawasan Afrika untuk mencapai kepentingan ekonomi Indonesia, utamanya adalah meningkatkan ekspor Indonesia yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan kesejahteraan Indonesia.

Page 8 of 17 | Total Record : 164