cover
Contact Name
Rio Febriannur Rachman
Contact Email
dakwatunaiais@gmail.com
Phone
+6287855996086
Journal Mail Official
dakwatuna.iais@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pondok Pesantren Kyai Syarifuddin Wonorejo Lumajang Jawa Timur 67358
Location
Kab. lumajang,
Jawa timur
INDONESIA
Dakwatuna: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam
ISSN : 24430617     EISSN : 26861100     DOI : -
Dakwatuna is Dawah and Islamic communication Journal. It has been published since 2015 provides a forum for scientific communication of thought and research of Islamic Counseling Guidance, Islamic Broadcasting Communication, Dawah Management. Published twice a year, February and August. The editors welcome articles and research reports in the study of Islamic Counseling Guidance, Islamic Broadcasting Communication, Dawah Management.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 11 No 2 (2025): AGUSTUS" : 7 Documents clear
Media dan Agama: Komunikasi Dakwah Gerakan Nahdliyyin Bersatu di Instagram Rachman, Rio Febriannur; Ghulam, Zainil; Farid, Achmad
Dakwah Vol 11 No 2 (2025): AGUSTUS
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/dakwatuna.v11i2.3640

Abstract

Artikel ini membahas tentang salah satu akun Instagram yang dikelola oleh nahdliyyin, sebutan untuk kader atau simpatisan Nahdlatul Ulama/NU (organisasi Islam terbesar di Indonesia), Gerakan Nahdliyyin Bersatu atau GNB. Media sosial GNB, termasuk Instagram, di masa Pilpres 2024 sibuk mengunggah konten-konten kampanye mendukung pasangan Anies Baswedan dan Abdul Muhaimin Iskandar. Saat ini, Instagram GNB bertransformasi menjadi media komunikasi dakwah Islam. Studi ini bertujuan mengungkap bagaimana komunikasi dakwah diimplementasikan di Instagram GNB. Teori yang digunakan dalam kajian ini adalah Komunikasi Dakwah (Azyumardi Azra) dan Sosioteknologi (Rully Nasrullah). Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah analisis konten kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Instagram GNB memanfaatkan simbol-simbol nahdliyyin dalam konten yang diunggah. Simbol yang dimaksud antara lain, kiai atau pengasuh pondok pesantren; pesantren; dan acara-acara khas nahdliyyin semacam ziarah kubur dan haul (peringatan hari wafat para pemuka Islam). Dalam konten-konten tersebut, disertakan pesan-pesan dakwah atau ajakan berbuat baik. Studi ini menyimpulkan bahwa media dan agama, dalam hal ini Islam, memiliki hubungan yang erat di era kekinian. Faktanya, umat Islam memanfaatkan media mutakhir, termasuk Instagram, untuk menyebarkan pesan-pesan dakwah atau kebajikan. Kata Kunci: Media; Islam; Gerakan Nahdliyyin Bersatu; Dakwah; Instagram
Pop-Islam versus Dakwah Ideologis: Strategi Media dan Segmentasi Audiens Habib Husein Ja’far dan Felix Siauw di YouTube Azharghany, Rojabi; Wahyuniati, Isnani
Dakwah Vol 11 No 2 (2025): AGUSTUS
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/dakwatuna.v11i2.3585

Abstract

This study explores a comparative analysis of the digital da’wa strategies of two prominent YouTube figures—Habib Husein Ja’far and Felix Siauw—within the context of the transformation of religious communication in the digital era. Habib Husein Ja’far promotes a moderate and inclusive Pop-Islam approach through collaborations with public figures and the use of popular media formats, while Felix Siauw adopts an ideological da’wa model grounded in sharia and identity politics, without engaging with mainstream celebrities. The study aims to examine their media strategies, audience segmentation, and the impact of their respective narratives on public perception and contemporary da'wah trends. This research employs a qualitative, descriptive-comparative approach using content analysis and virtual ethnography techniques. Data were collected through purposive observation of YouTube video content, audience comments, and media documentation. The analysis is based on Harold Lasswell’s communication theory, mediatization, and personal branding frameworks. The results of the study show the success of a collaborative, adaptive, and contemporary visualization approach in maintaining moderate Islamic discourse in the era of social media algorithms (Habib Husein), as well as the limitations of the expansion of ideological political Islamic narratives that rely on the strength of internal networks without media innovation (Felix Siauw). These findings affirm the premise of mediatization and personal branding that in the digital era, the success of da'wah is determined by the ability to follow the logic and ecosystem of new media, as well as the creation of a persona that is relevant to the trends and needs of its main audience. Keywords: Digital Da'wah; Media Strategy; Youtube
Dari Mimbar ke Tagar: Feminisme Islam dan Penemuan Kembali Praktik Dakwah Berbasis Gender Firdausi, Putri Nadiyatul
Dakwah Vol 11 No 2 (2025): AGUSTUS
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/dakwatuna.v11i2.3588

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dinamika perjuangan gerakan feminis Islam dengan corak gerakan yang beragam, serta menganalisis implikasinya terhadap arah dan pendekatan dakwah Islam kontemporer. Menggunakan pendekatan studi literatur, artikel ini menelaah artikel jurnal internasional yang membahas perkembangan gerakan feminis Islam di berbagai negara, dengan mempertimbangkan konteks lokal, politik, dan teologis yang melingkupinya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa gerakan feminis Islam paling aktif berkembang di negara-negara seperti India, Arab Saudi, dan Afghanistan. Gerakan-gerakan feminis Islam ini dilakukan secara masif melalui gerakan protes dan advokasi kebijakan, konstruksi literasi keagamaan, karya sastra, dan media. Gerakan dengan fokus protes dan advokasi kebijakan berjuang dengan mengonfrontasi kebijakan-kebijakan yang mendiskriminasi perempuan. Adapun gerakan konstruksi literasi keagamaan dilakukan dengan mendorong pembukaan ruang-ruang diskusi dan pembelajaran tentang peran serta hak perempuan di masyarakat. Melalui karya sastra, perjuangan diwujudkan melalui karya-karya kreatif seperti novel, film, dan pertunjukan teatrikal. Sementara itu, melalui media massa dan media sosial, gerakan feminis Islam secara aktif menyebarkan pesan-pesan kesetaraan dan keadilan, membangun dunia yang lebih inklusif. Gerakan feminis Islam melalui beragam cara memperlihatkan bahwa gerakan feminis bersifat kontekstual dan lokal. Gerakan feminis Islam kemudian mendorong terjadinya transformasi dakwah yang lebih sensitif gender dan inklusif. Gerakan feminis Islam dengan demikian tidak hanya mereformasi paradigma internal keagamaan, tetapi juga menawarkan kerangka dakwah progresif yang relevan dengan dinamika masyarakat kontemporer.
Dakwah dan Struktur Kuasa Digital dalam ‘Jatuhnya’ Citra Diri Gus Miftah Fahma, Alhimni; Mahardika, Bayu
Dakwah Vol 11 No 2 (2025): AGUSTUS
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/dakwatuna.v11i2.3607

Abstract

Penelitian ini membahas pergeseran citra diri pendakwah dalam konteks struktur kuasa digital melalui studi kasus kontroversi Gus Miftah versus penjual Es Teh. Dengan menggunakan perspektif komunikasi simbolik dan teori konstruksi identitas, kajian ini mengungkap bagaimana ruang dakwah kini bertransformasi menjadi arena mediatik yang sarat akan polarisasi publik, ekspektasi moral kolektif, serta intervensi algoritmik. Hasil analisis menunjukkan bahwa otoritas dakwah di era digital tidak lagi ditentukan semata oleh legitimasi keilmuan atau institusional, melainkan oleh kemampuan pendakwah dalam mengelola keutuhan identitas komunikatif, menjaga authenticity, dan merespons dinamika publik yang semakin kritis. Fenomena ini menandai urgensi reorientasi strategi dakwah yang adaptif terhadap medan kuasa baru, di mana reputasi religius bersifat fluktuatif dan sangat bergantung pada persepsi publik digital.
Penguatan Nilai Islam Melalui Dakwah Dalam Program Tahfiz Al-Kutub Di Pesantren Nurul Islam Pamekasan Pranata, Zamrotul Ula Zain; Mukarromah, Khomsiyatul
Dakwah Vol 11 No 2 (2025): AGUSTUS
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/dakwatuna.v11i2.3618

Abstract

Abstract: Perkembangan modernisasi yang semakin pesat membawa pengaruh besar terhadap perilaku dan karakter santri, baik secara positif maupun negatif. Dampak negatif dari modernisasi perlu diantisipasi dengan memperkuat nilai-nilai Islam di lingkungan pesantren. Pondok pesantren Nurul Islam Semar Ragang Waru Pamekasan merespon hal ini melalui program Tahfiz Al-Kutub untuk memperkuat nilai-nilai Islam, yaitu program hafalan kitab-kitab klasik berbasis madzhab Syafi’i. Program ini tidak hanya menekankan aspek hafalan, tetapi juga pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai Islam dalam program Tahfiz Al-Kutub, strategi penguatannya, serta efektivitasnya. Dengan teori penguatan sosial (Social Reinforcement) dari B.F. Skinner dan pendekatan kualitatif studi kasus, data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini memperkuat aqidah, ibadah, dan akhlak santri melalui kitab Sullamut Taufiq, Fathul Qorib, Safinatun Naja, dan Arba’in Nawawi. Penguatan dilakukan melalui pembiasaan hafalan, pemahaman, praktik langsung, serta sistem reward dan punishment yang mendorong kedisiplinan. Program ini terbukti efektif dalam membentuk karakter santri yang Islami, berakhlak mulia, dan disiplin, serta siap menghadapi tantangan zaman modern. Selain itu, program ini memberikan dampak positif terhadap kualitas spiritualitas santri baik selama di pesantren maupun setelah menjadi alumni, dan juga membentuk karakter Islami yang kokoh, serta membekali mereka menghadapi tantangan modernisasi.
Tarbiyah dan Dakwah dalam Novel Kemarau A.A Navis Nihayaty, Arini Indah
Dakwah Vol 11 No 2 (2025): AGUSTUS
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/dakwatuna.v11i2.3622

Abstract

Artikel ini membahas fenomena fatalisme, khususnya dalam bentuk kepatuhan yang berlebihan dan ketaatan tanpa nalar terhadap figur agama maupun tokoh politik. Sikap semacam ini dinilai menghambat tumbuhnya masyarakat yang kritis, tercerahkan, dan partisipatif. Dengan merujuk pada nilai-nilai Islam berupa tarbiyah (pendidikan) dan da’wah bil hikmah (dakwah dengan kebijaksanaan), tulisan ini mendorong pentingnya keterlibatan intelektual, literasi media, serta komunikasi yang egaliter sebagai cara untuk melawan konformitas buta. Dalam perspektif ini, dakwah Islam dimaknai ulang bukan sebagai alat indoktrinasi, melainkan sebagai kekuatan transformatif yang membebaskan manusia melalui rasionalitas, kesadaran etis, dan pemikiran kritis.
Revitalisasi Tafsir Maudu’i untuk Dakwah di Era Media Baru: Revitalization oaf Thematic Qur’anic Exegesis for Da’wah in the New Media Era Ulumudin, Ihya'; Satuyar, Satuyar
Dakwah Vol 11 No 2 (2025): AGUSTUS
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/dakwatuna.v12i1.3703

Abstract

Islamic da’wah in the digital era faces significant methodological challenges: religious messages are now packaged in fast, visual formats—snackable content—that often sacrifice the depth of Qur’anic interpretation. Many popular contents employ Qur’anic verses thematically but lack strong exegetical methodology, leading to potential meaning reduction and oversimplification (Hasanah et al., 2022). This study aims to explain the relevance of Tafsir Maudu’i-a systematic thematic exegesis method-within the context of new media da’wah and to formulate effective revitalization strategies. A descriptive qualitative approach was employed, using literature studies on classical and contemporary exegesis (Al-Farmawi, 1978; Yusuf, 2021) as primary data, and digital observations of popular da’wah content (YouTube, TikTok) as secondary data. The data were analyzed through content analysis to compare methodological adherence with digital communication practices. The results indicate that Tafsir Maudu’i possesses high contextual flexibility, making it ideal for addressing modern social issues while upholding the principles of wasathiyyah (moderation) and maqasid al-shari‘ah (objectives of Islamic law). However, the new media format’s demand for speed often conflicts with the exegetical requirement for deep contextual analysis. As a solution, the study identifies three revitalization strategies: (1) procedural application of the Tafsir Maudu’i framework within content workflows; (2) formal collaboration between exegetical scholars and content creators; and (3) development of micro-tafsir formats (e.g., thematic infographics). The main contribution of this study lies in proposing a new methodological framework that integrates the rigor of classical exegesis with the efficiency of modern communication, emphasizing that strengthening Qur’anic literacy among digital da’i is essential to ensure viral content remains theologically accurate.

Page 1 of 1 | Total Record : 7