cover
Contact Name
Pepi Sugianto Umar
Contact Email
pepisugianto@poltekkesgorontalo.ac.id
Phone
+6282394946611
Journal Mail Official
pepisugianto@poltekkesgorontalo.ac.id
Editorial Address
Jalan Taman Pendidikan No. 36 Kel. Moodu Kec. Kota Timur Kota Gorontalo
Location
Kab. gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS
ISSN : 24078484     EISSN : 25497618     DOI : -
Jurnal Health and Nutritions adalah terbitan berkala yang memuat artikel penelitian ilmiah di bidang gizi dan kesehatan. Jurnal Health and Nutritions diharapkan dapat menjadi media untuk menyampaikan temuan dan inovasi ilmiah di bidang gizi dan kesehatan kepada para praktisi di bidang gizi, baik yang bergerak di bidang pendidikan gizi maupun yang bergerak di bidang pelayanan gizi di rumah sakit dan puskesmas, serta para praktisi gizi di dinas kesehatan maupun institusi-institusi lain. Jurnal Health and Nutritions diterbitkan 2 kali dalam setahun (bulan Februari dan Agustus) oleh Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Gorontalo. Jurnal ini merupakan jurnal peer-reviewed dan open access journal yang berfokus pada ilmu gizi dan kesehatan.
Articles 188 Documents
GAMBARAN KEJADIAN OBESITAS PADA REMAJA MADRASAH ALIYAH Zulda Biki; Misrawatie Goi; Novian Swasono Hadi; Denny Indra Setiawan
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 6, No 2 (2020): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v6i2.568

Abstract

Obesity is a condition that occurs when there is excessive fat accumulation in the body. Obesity is also a risk factor for the emergence of various non-communicable diseases such as heart disease and stroke.This study aims to determine the description of the prevalence of obesity in Class X, XI, XII students at Madrasah Aliyah MonanoThis research method uses a descriptive survey, namely a survey conducted to describe the variables studied. The population is 61 students, the sample is 61 students in class X, XI, and XII.STR by the Over Nutrition category, namely 23 respondents or 37.1%, followed by good nutrition, namely 22 people or 36.1% and finally obesity with a total of 16 respondents or 26 ,2%. The conclusion of this study is that respondents who have a prevalence of BMI/U Nutritional Status are dominated by the Over Nutrition category, namely 23 respondents or 37.1%, followed by good nutrition, namely 22 people or 36.1% and finally obesity with a total of 16 respondents or 26,2%.Obesitas adalah keadaan yang terjadi ketika adanya penumpukan lemak yang berlebihan di dalam tubuh.Obesitasjuga menjadi salah satu faktor risiko munculnya berbagai penyakit tidak menular seperti jantung dan stroke.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran prevalensi Obesitas Pada Siswa Kelas X, XI, XII di Madrasah Aliyah Monano. Metode penelitian ini menggunakan survey deskriptif, yaitu survey yang dilakukan untuk menggambarkan variable yang diteliti. Populasi sebanyak 61 siswa, sampel 61 Siswa kelas X, XI, dan XII. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa responden yang memiliki prevalensi Status Gizi IMT/U didominasi oleh kategori Gizi Lebih yaitu 23 responden atau 37,1%, diikuti oleh gizi baik yaitu 22 orang atau 36,1% dan terakhir obesitas dengan jumlah 16 responden atau 26,2%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah responden yang memiliki prevalensi Status Gizi IMT/U didominasi oleh kategori Gizi Lebih yaitu 23 responden atau 37,1%, diikuti oleh gizi baik yaitu 22 orang atau 36,1% dan terakhir obesitas dengan jumlah 16 responden atau 26,2%.
GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TERKAIT ANEMIA Salman Salman; Anna Yuliastani Pomalingo
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 7, No 1 (2021): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v7i1.569

Abstract

Anemia is a condition with hemoglobin  (Hb) levels in the blood lower than normal. This study aims to determine the picture of knowledge of young women whoare not aware of anemia. The research method used was descriptive research, the population of all students of SMP Negeri 10 Gorontalo City by drawing samples using  a random sampling system, so that a sample of 61 people was obtained. Variable knowledge of adolescent anemia includes the definition, causes, signs, impact and prevention of anemia. Analisis of data using univariate descriptive analysis. The results showed that  the most age group was 14 years old (41.0%) and at least in the 11-year-old age group (1.6%), the level of parental education was the largest in the junior high school education category (45.9%), the parental occupational category was the most as self-employed (42.7%), the description of  adolescent  knowledge about good category   anemia was 6 respondents (9, 8%), sufficient knowledge of 40 respondents (65.6%) and less knowledge of 15 respondents (24.6%).  The conclusion in this study is that the young women's knowledge of anemia is mostly sufficient.Anemia adalah suatu kondisi dengan kadar hemoglobin (Hb) dalam darah lebih rendah dari normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja putri tentang anemia. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif, populasi yaitu seluruh siswi SMP Negeri 10 Kota Gorontalo dengan penarikan sampel menggunakan system random sampling, sehingga diperoleh sampel sebanyak 61 orang. Variable pengetahuan anemia remaja mencakup pengertian, penyebab, tanda – tanda, dampak dan pencegahan anemia. Analisis data menggunakan analisis deskriptif univariate. Hasil penelitian menunjukkan kelompok umur paling banyak yakni umur 14 tahun (41,0%) dan paling sedikit pada kelompok umur 11 tahun (1,6%), tingkat pendidikan orang tua paling besar pada kategori pendidikan  SMP (45,9%), kategori pekerjaan orang tua paling banyak sebagai wiraswasta (42,7%), gambaran pengetahuan  remaja tentang anemia kategori baik sebanyak 6 responden (9,8%), pengetahuan cukup sebanyak 40 responden (65,6%) dan pengetahuan kurang sebanyak 15 responden  (24,6%). Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu pengetahuan remaja putri tentang anemia sebagian besar kategori cukup.
GAMBARAN STATUS GIZI PADA ANAK BALITA Novita Anastasya Hasan; Misrawatie Goi; Imran Tumenggung
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 7, No 2 (2021): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v7i2.574

Abstract

Nutritional status is a measure description for the fulfilment of nutritional requirements obtained from the nutrients intake and use of nutrients by the body whilst, a toddler is a child who turned over one year old or known ad the child under five years of age. This study aims to figure out the overview of the nutritional status of toodlers in Toto Selatan Village, Kabila Subdistrict, Bone Bolango District. The research method employs descriptive research to observe the nutritional status of toddlers in Toto Selatan Village, Kabila Subdistrict, Bone Bolango District. Finding reveals that out of the 30 samples, toddlers with malnutrition are 6,7%, undernutrition are 26,7%, normal nutrition are 66,6%, and overnutrition is 0%. Whereas toddlers’ nutritional status based on BH/A (Body Height/Age) indicates that of the 30 toddlers as the respondents, 3,3% of toddlers are severely stunted, 30,0% of toddlers are stunted, 60,0% of toddlers are normal and, 6,7% of toddlers are tall. In brief, there are some undernourished toddlers malnourished toddlers, stunted toddlers, and severely stunted toddlers in Toto Selatan Village.Status gizi merupakan gambaran ukuran terpenuhinya kebutuhan gizi yang diperoleh dari asupan dan penggunaan zat gizi oleh tubuh. Anak balita adalah anak yang telah menginjak usia di atas satu tahun atau lebih popular dengan pengertian usia anak di bawah lima tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status gizi pada balita di desa Toto Selatan kecamatan Kabila kabupaten Bone Bolango. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif yang melihat gambaran status gizi pada anak balita di Bone Bolango dengan mengambil data dalam satu waktu. Hasil Penelitian dari 30 sampel anak balita yang memiliki status gizi buruk sebanyak 6,7%, gizi kurang 26,7%, gizi baik 66,6% dan gizi lebih 0,0%. Status gizi berdasarkan TB/U menunjukkan dari 30 anak balita sebagai responden yang memiliki status gizi sangat pendek sebanyak 3,3 %, pendek 30,0%, normal  60,0% dan tinggi  6,7%. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa sebagian Anak Balita di Desa Toto Selatan masih ada status gizi yang kurang, gizi buruk, pendek, dan sangat pendek.
GAMBARAN STATUS PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN STATUS GIZI BALITA UMUR 6-24 BULAN Apriyanto Anu; Salman Salman; Liean A. Ntau; Sofyawati D. Talibo
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 8, No 1 (2022): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v8i1.474

Abstract

Exclusive breastfeeding can be defined as a practice whereby the infants only receive breast milk without complementary foods for the first six months. Early initiation of breastfeeding is beneficial for both mother and child. The prevalence of malnutrition status in toddlers aged 6 to 24 months is 17.75% undernourished toddlers are 32.47% severely stunted toddlers are 25,49% stunted toddlers are 25,08% severely underweight toddlers are 11,98% and underweight toddlers are 22,45%. The study aims at finding out the overview of exclusive breastfeeding status and toddlers aged 6 to 24 months nutritional status in Pauwo Village, Kabila Subdisrict, Bone Bolango District. It applies descriptive survey research with the numbers of samples are seven toddlers. The research variale are the independent variable namely the overview of exclusive breastfeeding status and toddlers aged 6 to 24 months nutritional status in Pauwo Village, Kabila Subditrtict, Bone Bolango District. Finding reveals that toddles who receive exculsive breastfeeding are 19 toddlers (76%) and non-exclusive breastfeeding status are six toddlers (24%). In addition, the toddlers’s nutritional status with overnutrition category is as many as one toddler (4$), normal nutrition is as many as 20 toddlers (80%), undernutrition is as many as two toddlers (8%) and malnutrition is as many as two toddlers (8%). In short, most toddlers in Pauwo Viillage, Kabila Subdisctrict, Bone Bolango District, receive exclusive breastfeeding and have normal nutritional status.Pemberian ASI eksklusif merupakan pemberian ASI saja kepada bayi tanpa diberi makanan dan minuman lain sejak dari lahir sampai 6 bulan. Menyusui sejak dini mempunyai dampak yang positif baik bagi ibu maupun bayinya. . Prevalensi status gizi buruk pada balita usia 6-24 sebesar 17,57% , balita gizi kurang 32,47%, balita sangat pendek 25,49%, balita pendek 25,08%, balita sangat kurus 11,98% sedangkan balita kurus 22,45%. (Riskesdas, 2018). Penetian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status gizi pemberian ASI eksklusif dan status gizi balita umur 6-24 bulan di Kelurahan pauwo Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango. Jenis penelitian ini adalah  penelitian  survey deskriptif. Jumlah sampel sebanyak 7 sampel. Vareabel penelitian yaitu variabel variabel mandiri yaitu gambaran status pemberian ASI eksklusif dan status gizi balita usia 6-24 bulan  di Desa Pauwo  Kabupaten Bone Bolango. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa balita yang mendapatkan ASI eksklusif berjumlah 19 orang (76%) dan yang tidak Eksklusif sebanyak 6 orang (24%). Status gizi anak balita dengan kategori gizi lebih 1 orang (4%), gizi baik 20 oramg (80%), gizi kurang 2 orang (8%) dan gizi buruk sebanyak 2 orang (8%). Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu sebagian besar balita di Kelurahan Pauwo Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango medapatkan ASI eksklusif dan berstatus gizi baik.
TINGKAT PENERIMAAN DAN NILAI GIZI NUGGET IKAN CAKALANG DENGAN PENAMBAHAN DAUN BAYAM HIJAU Nur Iin Bumulo; Novian Swasono Hadi; Denny Indra Setiawan; Indra Domili; Sofyawati D. Talibo
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 7, No 2 (2021): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v7i2.456

Abstract

 Skipjack  is a medium-sized fish from the skombride family and  the only species from katsuwonus genus, and it contains macro and micro minerals contain  needed by body. The minerals in skipjack includes K, Na, Ca, Fe, Cu, and Zn. Also, the fish contains good nutrientl content such as omega-3, omega-6, iron, vitamin A, D, E, B1, B6 and C. This research aims at finding out the preference level and nutritional value of skipjack nuggets with the addition of green spinach leaves for 10gr, 20gr and  30gr. Method applied in the research is organoleptic test with Friedman test and Wilcoxon test. The research data are collected by using  organoleptic test. The results of preference level indicated that the most preferred test by panelist is treatment I with average value of 2.88,  the most preferred aroma of skipjack nugget by panelist is in  treatment 2 with average value of 2.92,  the most preferred texture of skipjack nugget by panelist is in  treatment 2 with average value of 2.92 and the highest nutritional value  found in treatment 3 with value of  4.8 for energi,  0.27 for protein,   0.12 for fat and  0.87 for carbohydrate. To sum up, the most preferred skipjack nugget, reviewed from taste, color, aroma and texture, is in treatment2 (addition of 10 grams of skipjack. Ikan cakalang adalah ikan berukuran sedang dari familia skombride (tuna) satu-satunya spesies dari genus katsuwonus.Ikan cakalang memiliki kandungan mineral makro dan mikro yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Jenis mineral yang terkandung dalam ikan cakalang yaitu K, Na, Ca, Fe, Cu, dan Zn dan ikan cakalang memiliki kandungan gizi yang baik di antaranya omega-3, omega-6, zat besi, vitamin A, D, E, B1, B6 dan C. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penerimaan dan nilai gizi nugget ikan cakalang dengan penambahan daun bayam hijau 10gr, 20gr, 30gr. Metode penelitian yang digunakan yaitu uji organoleptik dengan uji friedman test/perengkingan dan uji Wilcoxon. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan form uji organoleptik. Hasil tingkat penerimaan nugget ikan cakalang terhadap rasa yang paling banyak disukai panelis yaitu pada perlakuan 1 nilai rata-rata diperoleh 2,88 untuk warna nugget ikan cakalang yang paling banyak disukai panelis yaitu pada perlakuan 1 dengan nilai rata-rata 2,92 untuk aroma nugget ikan cakalang yang paling banyak disukai panelis yaitu pada perlakukan 2 dengan nilai rata-rata 2,92 untuk tekstur nugget ikan cakalang yang paling banyak disukai panelis yaitu pada perlakuan 2 dengan nilai rata-rata 2,95 dan nilai gizi yang tertinggi yaitu ada pada perlakuan 3 dengan energi 4,8 protein 0,27 lemak 0,12 karbohidrat 0,87. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu nugget ikan cakalang yang paling banyak disukai ditinjau dari rasa, warna, aroma dan teksturnya itu pada nugget jantung pisang dengan perlakuan 2 (penambahan ikan tuna 10 gram).  
GAMBARAN PENGETAHUAN GIZI ORANG TUA DAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK SEKOLAH DASAR Fendri Ismail; M. Anas Anasiru; Rahma Labatjo; Sofyawati D. Talibo
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 8, No 1 (2022): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v8i1.473

Abstract

Nutrition knowledge is knowledge about the role of nutrition, nutrients, sources of nutriens in food, foods that are safe to eat so it does not cause disease, and how to process food properly so that nutrients in food are not lost and how to live a healthy life. Besides, stunting is the impact of various factors such as low birth weight, inappropriate stimulation and parenting, inadequate nutrients intake, recurrent infection, and other assorted environmental factors. The research aims to discover the overview of parental nutrition knowledge and stunting incidents in school children in Pauwo Village, Kabila Subdistrict, Bone Bolango Distirict. The research method applies a descriptive survey, namely a survey conducted to describe the variable examined. The population in this research is the whole elementary school stundents in Pauwo Village, Kabila Subdistrict, Bone Bolango District, Which is amounted to 147 students, while the samples taken are 34 students. The independent variable are parental nutrition knowledge and stunting incidents in school children in Pauwo Village, Kabila Subdistrict, Bone Bolango District. Finding discloses that parental knowledge with a good category is 85% and less good category is 15,0%. Whereas the stunting incident status in school children in Pauwo Village, Kabila Subdsitrict, Bone Bolango district indicates that a child (5,0%) is stunting, 30 children (80%) are normal, and three children (15%) are tall. In conclusion, parental nutrition knowledge is mostly in the good category and stunting incidents in elementary school students in Pauwo Village, Kabila Subdistrict, Bone Bolango District is 5%.Pengetahuan gizi merupakan pengetahuan tentang peranan dan zat gizi, sumber- sumber zat gizi pada makanan, makanan yang aman untuk dimakan sehingga tidak menimbulkan penyakit dan cara mengolah makanan yang baik agar zat gizi dalam makanan tidak hilang, serta bagaimana cara hidup sehat. Stunting merupakan dampak dari berbagai faktor seperti berat badan lahir rendah, stimulasi dan pengasuhan anak yang kurang tepat, asupan nutrisi kurang dan infeksi yang berulang, serta berbagai faktor lingkungan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Pengetahuan gizi orang tua dan terjadinya stunting pada anak sekolah dasar Di Kelurahan Pauwo Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango. Metode penelitian ini menggunakan survey deskriptif, yaitu survey yang dilakukan untuk menggambarkan variable yang diteliti. Populasi yaitu seluruh siswa di sekolah dasar Kelurahan Pauwo Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango yang berjumlah 147 siswa, sampel yang diambil yaitu berjumlah 34 orang. Variabel mandiri yaitu gambaran Pengetahuan gizi orang tua dan terjadinya stunting pada anak sekolah dasar di Kelurahan Pauwo Kecamatan Kabila Kabupaten Bone bolango. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan dengan kategori baik (85,0%) dan kategori kurang baik (15,0%), Status kejadian stunting anak sekolah dasar Di Kelurahan Pauwo Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango bahwa sebanyak 1 orang (5,0%) memiliki status gizi pendek, sedangkan yang normal 30 orang (80,0%) dan 3 orang (15,0%) tinggi.
UJI DAYA TERIMA PEMBUATAN KERUPUK DENGAN PENAMBAHAN IKAN TERI Hendrawanto Tupi; Denny Indra Setiawan; Sofyawati D. Talibo
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 7, No 2 (2021): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v7i2.572

Abstract

Cracker is one of the traditional processed foods preferred by the Indonesian people. This kind of foof is known both at all ages and at all social levels of society. Crackers have a crispy and crunchy texture that can be anchovy is one group of pelagic fish inhabiting coastal waters and has an extensive distribution. This study aims to reveal the acceptability of taste, color, aroma and texture of crackes with the addition of 25 g, 30 g, and 35 g anchovies. In this study, the organoleptic test with the friedman test/ranking test and the further testing or Wilcoxon testing is used as the research method. Moreover, the data collection is performed by using a checklist. The result shows that the most favored crackers in terms of the acceptability of taste are the P1 with an average score of 2,65, with the addition of 25 g anchovies. In terms of color acceptability, the most favored cracker is the P2,with an average score of 2,65, with the addition of 30 g anchovies. For the acceptability of aroma, the P3 is the most preferred cracker with the addition of 35 g anchovies with an average score of 2,71. And finally, in terms of texture acceptability,P1 becomes the most preferred cracker with an average score of 2,58 and the addition of 25 g anchovies. To sum up, based on the organoleptic test the highest taste, color, aroma, and texture acceptability of crackers in P3 with the addition of 30 g anchovies.Kerupuk adalah salah satu produk olahan tradisional yang digemari oleh masyarakat Indonesia. Makanan tersebut dikenal baik di segala usia maupun tingkat sosial masyarakat. Kerupuk memiliki tekstur yang renyah dan garing yang dapat dikonsumsi sebagai makanan selingan maupun sebagai variasi dalam lauk pauk (Koswara, 2009). Ikan teri merupakan salah satu kelompok ikan pelagis yang menghuni perairan pesisir serta memiliki sebaran yang sangat luas.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya terima terhadap rasa, warna, aroma, dan tekstur pada kerupuk dengan penambahan ikan teri 25 gr, 30 gr, 35 gr. Metode yang dilakukan yaitu uji organoleptik dengan uji friedman test/perengkingan dan uji lanjut atau uji Wilcoxon. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan check list. Hasil uji daya terima kerupuk dengan penambahan ikan teri terhadap rasa yang paling banyak disukai yaitu P1 dengan nilai rata-rata 2,65 dengan penambahan ikan teri 25 gr, untuk warna yang paling banyak disukai yaitu P2 dengan nilai rata-rata 2,65 dengan penambahan ikan teri 30 gr, aroma yang paling banyak disukai yaitu P3 nilai rata-rata 2,71 dengan penambahan 35 gr ikan teri, dan untuk tekstur yang paling banyak disukai yaitu P1 nilai rata-rata 2,58 dengan penambahan 25 gr ikan teri. Kesimpulan dari penelitian ini berdasarkan hasil uji organoleptik yang paling di sukai berdasarkan rasa, warna, aroma, tekstur pada P3 dengan penambahan 30 gram.
ASUPAN KARBOHIDRAT DAN PROTEIN SERTA KEJADIAN STUNTING PADA ANAK SEKOLAH Imran Tumenggung; Sri Yulan; M. Anas Anasiru
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 7, No 2 (2021): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v7i2.573

Abstract

 One of the nutritional problems of the Indonesia people is stunting. Those who often experience stunting are school children caused by lack of nutritional intake consumed, Inappropriate parenting behavior or patterns, low household food availability, and infectious diseases. This study aims to determine the description of carbohydrate and protein intake and the incidence of stunting in school children in Pauwo Village, Kabila Subdistrict, Bone Bolango District. The method employed was a descriptive survey, which is a survey to describe the variables studied. The population was 118 respondents where 55 of them met the inclusion criteria as the sample. The results showed that some school children in Pauwo Village, Kabila Subdistrict, Bone Bolango District were stunted (23%), and some had very low carbohydrate intake (27.3%), and protein intake (29.1%). In conclusion, school children in Pauwo Village, Kabila Subdistrict, Bone Bolango Disctrict experience low carbohydrate and protein intake, and the majority of their  nutritional status (H/A) is categorized as not stunting.Salah satu masalah gizi masyarakat di indonesia adalah stunting. Yang sering mengalami stunting adalah kelompok sasaran anak sekolah karena disebabkan oleh kurangnya asupan gizi yang dikonsumsi, perilaku atau pola asuh orang tua yang salah, ketersediaan pangan tingkat rumah tangga yang rendah, dan juga infeksi penyakit. Penelitian ini bertujan untuk mengetahui gambaran asupan karbohidrat dan protein serta kejadian stunting pada anak sekolah di Kelurahan Pauwo Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango. Metode penelitian menggunakan survey deskriptif, yaiitu survey yang dilakukan untuk menggambarkan variabel yang diteliti. Populasi berjumlah 118 orang, sampel yang memenuhi kriteria inklusi sejumlah 55 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian anak sekolah mengalami stunting (23%), sebagian anak sekolah memiliki asupan karbohidrat yang sangat kurang (27,3%), dan asupan protein yang sangat kurang (29,1%). Kesimpulan penelitan yaitu anak sekolah di Kelurahan Pauwo Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango memiliki asupan karbohidrat dan protein dengan kurang, sedangkan mayoritas status gizi (TB/U) berkategori tidak stunting.
HUBUNGAN POLA ASUH MAKAN TERHADAP STATUS GIZI BALITA USIA 7-59 BULAN Jeklin Feronika Tolaba; Armenia Eka Putriana; Nency Florence Damanik
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 8, No 2 (2022): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v8i2.549

Abstract

The problem of malnutrition can also be seen from the slow growth of the child's height, which is reflected in the length or height. The purpose of this study was to determine the relationship between eating parenting patterns and the nutritional status of children aged 7-59 months in the working area of the Watutau Health Center, Poso Regency. This type of research is analytic observational with a cross sectional approach. The population in this study were all children under five and mothers of children under five in the working area of the Watutau Health Center which amounted to 203 people with purposive sampling technique. The results of this study statistically showed that there was no difference in the relationship between eating patterns and the nutritional status of children under five with a significance value of 0.899. The conclusion in this study is that there is no difference in the relationship between parenting and nutritional status of children under five years old.Masalah kekurangan gizi pun dapat dilihat dari lambatnya proses pertumbuhan tinggi badan anak yang tercermin dari panjang atau tinggi badan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pola asuh makan terhadap status gizi balita usia 7-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Watutau Kabupaten Poso. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik  dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh balita dan ibu balita di wilayah kerja Puskesmas Watutau yang berjumlah 203 orang dengan tehnik pengambilan sampel purposive sampling. Hasil penelitian ini secara statistik menunjukkan tidak ada perbedaan hubungan pola asuh makan dan status gizi balita dengan nilai Signifikansi 0,899. Kesimpulan pada penelitian ini adalah tidak ada perbedaan hubungan pola asuh makan dan status gizi balita.
GAMBARAN KEBIASAAN KONSUMSI SAYUR DAN BUAH PADA REMAJA Melinda S. Mahful; Salman Salman; Misnati Misnati; Rahma Labatjo; Misrawati Goi
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 8, No 1 (2022): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v8i1.577

Abstract

Vegetables and fruits are foods that are very beneficial to the body, especially to support the need for vitamins. This research aims to determine the picture of vegetable and fruit consumption in adolescents. The research method uses a descriptive survey, which is to describe the variables studied. The population is 210 people, the sample is calculated at 10% of the population of 21 people. The research variable is an independent variable, namely vegetable and fruit consumption in adolescents. The results showed that the distribution of research subjects based on the age group was the largest in the age group of 10-14 years, namely 12 people (57.1%)  while the group of subjects based on sex was the most male, namely 12 people (57.1%), the picture of  vegetable  and fruit consumption showed vegetable  consimsion In adolescents with less categories, there were 14 people (66.7%), 7 people (33.3%). Fruit consumption in adolescents with less categories amounted to 13 people (61.9%), quite 8 people (38.1%). The conclusion of this study is that most adolescents have less consumption rates of vegetables and fruits when  compared to the recommended recommendations.Sayur dan buah merupakan bahan pangan yang sangat memberi manfaat bagi tubuh, terutama untuk mendukung kebutuhan akan vitamin. Penetian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran konsumsi sayuran dan buah pada remaja. Metode penelitian menggunakan survey deskriptif yaitu untuk menggambarkan variabel yang diteliti. Populasi sebanyak 210 orang, sampel dihitung sejumlah 10% dari populasi yaitu 21 orang. Variabel penelitian merupakan variabel mandiri yaitu konsumsi sayur dan buah pada remaja. Hasil penelitian menunjukkan distribusi subjek penelitian berdasarkan kelompok umurr paling besar pada kelompok umur 10 – 14 tahun yakni sebanyak 12 orang (57,1%) sementara kelompok subjek berdasarkan jenis kelamin paling banyak laki – laki yakni 12 orang (57,1%), gambaran konsumsi sayur dan buah menunjukkan konsimsi sayur pada remaja dengan kategori kurang berjumlah 14 orang (66,7%), cukup berjumlah 7 orang (33,3%). Konsumsi buah pada remaja dengan kategori kurang  berjumlah 13 orang (61,9%), cukup  berjumlah 8 orang (38,1%). Kesimpulan penelitian ini adalah sebagian besar remaja memiliki tingkat konsumsi sayur dan buah termasuk kategori kurang jika dibandingkan dengan rekomendasi yang dianjurkan.