cover
Contact Name
Pepi Sugianto Umar
Contact Email
pepisugianto@poltekkesgorontalo.ac.id
Phone
+6282394946611
Journal Mail Official
pepisugianto@poltekkesgorontalo.ac.id
Editorial Address
Jalan Taman Pendidikan No. 36 Kel. Moodu Kec. Kota Timur Kota Gorontalo
Location
Kab. gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS
ISSN : 24078484     EISSN : 25497618     DOI : -
Jurnal Health and Nutritions adalah terbitan berkala yang memuat artikel penelitian ilmiah di bidang gizi dan kesehatan. Jurnal Health and Nutritions diharapkan dapat menjadi media untuk menyampaikan temuan dan inovasi ilmiah di bidang gizi dan kesehatan kepada para praktisi di bidang gizi, baik yang bergerak di bidang pendidikan gizi maupun yang bergerak di bidang pelayanan gizi di rumah sakit dan puskesmas, serta para praktisi gizi di dinas kesehatan maupun institusi-institusi lain. Jurnal Health and Nutritions diterbitkan 2 kali dalam setahun (bulan Februari dan Agustus) oleh Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Gorontalo. Jurnal ini merupakan jurnal peer-reviewed dan open access journal yang berfokus pada ilmu gizi dan kesehatan.
Articles 188 Documents
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI Yuni Isnaini Nurazizah; Agung Nugroho; Nor Eka Noviani
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 8, No 2 (2022): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v8i2.545

Abstract

Female adolescents are more prone than male adolescents to suffer from anemia as a result of menstrual cycles and poor dietary habits. Nutritional imbalances such as insufficient macronutrient and micronutrient consumption, as well as the habit of eating high-calorie but low-nutrient foods (foods high in fat, carbohydrates, and sugar) can induce fat storage and interfere with nutrient metabolism, resulting in anemia. The study aims to analyze the correlation between nutritional status and the incidence of anemia in female adolescents at SMA Negeri 1 Way Tenong, West Lampung. This research employed a quantitative method with an analytical survey with a cross-sectional design. The population of the study was 458 female adolescents in grades X, XI, and XII at SMA Negeri 1 Way Tenong, West Lampung. The sample was taken as many as 140 students using a random sampling technique. The data collected were the identity of the respondent obtained through filling out a questionnaire by the respondent, then checking the nutritional status by measuring height and weight, as well as checking the incidence of anemia by measuring hemoglobin levels. Based on statistical tests using the Chi Square test, a p-value of 0.000 (p <0.1) was obtained which implied that there was a correlation between nutritional status and the incidence of anemia in female adolescent at SMA Negeri 1 Way Tenong, West Lampung. Female adlescents should consume an intake that is appropriate for their needs, with balanced nutrition, and take blood-added supplements on a regular basis.Remaja putri berisiko lebih tinggi terkena anemia dibandingkan remaja laki-laki karena remaja putri mengalami siklus menstruasi dan kebiasaan makan yang salah. Ketidakseimbangan nutrisi berupa kurangnya asupan makronutrien maupun mikronutrien, kebiasaan konsumsi makanan tinggi kalori namun rendah nutrisi (tinggi lemak, karbohidrat, dan gula) dapat menyebabkan penumpukkan lemak dan mengganggu metabolisme penyerapan gizi besi yang kemudian akan berakibat mengalami anemia. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan status gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA Negeri 1 Way Tenong, Lampung Barat. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat survey analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian yaitu siswa remaja putri kelas X, XI, dan XII di SMA Negeri 1 Way Tenong, Lampung barat sebanyak 458 siswi. Sampel diambil sebanyak 140 siswi dengan menggunakan teknik random sampling. Data yang dikumpulkan yaitu identitas responden yang didapatkan melalui pengisian kuesioner oleh responden, kemudian pemeriksaan status gizi dengan pengukuran tinggi badan dan berat badan, serta pemeriksaan kejadian anemia dengan melakukan pengukuran kadar hemoglobin. Berdasarkan uji statistik menggunakan uji Chi Square didapatkan hasil p-value sebesar 0,000 (p <0,1) yang disimpulkan bahwa terdapat hubungan status gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA Negeri 1 Way Tenong, Lampung Barat. Disarankan kepada siswa untuk mengonsumsi asupan yang sesuai kebutuhan dengan gizi yang seimbang serta rutin mengonsumsi suplemen tambah darah.
GAMBARAN KEBIASAAN MAKAN DAN STATUS GIZI PADA REMAJA USIA 12-17 TAHUN Alberto Kasiaradja; M. Anas Anasiru; Rahma Labatjo; Ayu Bulan Febry KD
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 8, No 1 (2022): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v8i1.578

Abstract

Nutritional status is the stste of the body as a result of food consumption and use of nutriens. One of the nutritional problems that often occurs in adolescent is malnutrition because the amount of energy consumption and other nutrients does not meet the body’s needs. The occurrence of overnutrition in adolescents is caused by poor eating habits, so that the amount of energy input is excessive. This study aims to determine the description of eating habits and nutritional status in adolescents age 12-17 in Dutohe Village, Kabila Subdistrict, Bone Bolango District. The methode employed was a descriptive survey. The population was the entire adolescents age 12-17 in Dutohe Village where 34 of them were taken as samples using Slovin Formula and accidental sampling technique. The results showed that the largest  animal side dish is fish, the largest vegetable side dish is tempeh, the largest fruit group is banana, and the largest vegetable group is water spinach. In addition, 23 respondents (67,6%) have good nutritional status. In conclusion, adolescents in Dutohe Village, Kabila Subdistrict, Bone Bolango District have good nutritional status and eating habits even though the food is still not diverse enough.Status gizi merupakan keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat gizi. Salah satu masalah gizi yang sering terjadi pada kelompok remaja adalah gizi kurang. Gizi kurang terjadi karena jumlah konsumsi energi dan zat gizi lain tidak memenuhi kebutuhan tubuh.  Kejadian gizi lebih remaja disebabkan kebiasaan makan yang kurang baik sehingga jumlah masukan energi berlebih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran kebiasaan makan dan status gizi pada remaja umur 12-17 tahun di Desa Dutohe Kecamatan Kabila kabupaten Bone Bolango. Metode penelitian ini menggunakan survey deskriptif,  Populasi yaitu seluruh remaja di Desa Dutohe, sedangkan untuk sampel yang digunakan yaitu remaja yang berumur 12-17 tahun di Dusun 1 Desa Dutohe dengan jumlah sampel sebanyak 34 responden dengan menggunakan rumus Slovin untuk penentuan sampel dan menggunakan Teknik Accidental Sampling sebagai Teknik pengambilan sampel. Hasil dan pembahasan  menunjukkan dari 34 sampel diketahui frekuensi makan remaja yang diperoleh yaitu untuk kelompok makanan pokok terbesar yaitu nasi, untuk kelompok lauk hewani yaitu ikan, untuk kelompok lauk nabati yaitu tempe, untuk kelompok buah-buahan yaitu pisang, sedangkan untuk kelompok sayur-sayuran yaitu kangkung. Untuk status gizi sendiri paling banyak didominasi oleh status gizi baik yaitu sejumlah 23 responden dengan persentase 67,6%. Simpulan  menunjukkan bahwa Kebiasaan Makan remaja di Desa Dutohe sudah baik walaupun masih belum beragam dengan status gizi remaja baik.
DETERMINAN STATUS GIZI ANAK USIA SEKOLAH DASAR Yulita Yulita; Herti Juliani Gulo; Tuty Hertati Purba; Wanda Lestari; Agnes Sry Vera Nababan
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 8, No 2 (2022): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v8i2.560

Abstract

The current nutritional condition shows two extreme conditions, namely malnutrition and excess nutrition. Based on the initial survey conducted at SDN 071079 Mandrehe District, out of 10 students whose nutritional status was seen, 7 students were classified as overweight and 3 students had good nutritional status. The impact of nutritional problems is more visible with the increase in degenerative diseases, such as coronary heart disease, diabetes mellitus, hypertension and liver disease. To prevent this impact, efforts are needed to improve children's diet so that the type and amount of food intake is in accordance with needs. Objective Knowing the relationship between nutritional intake, breakfast and consumption of fast food with the nutritional status of school-age children at SDN 071079 Mandrehe District, West Nias Regency. Methods This type of research is analytic observational with a cross sectional study design. The sampling method in this study was using random sampling with a sample of 60 samples. Collecting data using questionnaires and interviews. The test used is the Spearman rank test. Results Research shows that the variables of nutritional intake, breakfast and consumption of fast food have a significant relationship with the variable nutritional status with a value of p = (<0.05). Conclusion  There is a relationship between nutritional intake, breakfast and fast food consumption with the nutritional status of school-age children at SDN 071079, Mandrehe District, West Nias Regency.Kondisi zat gizi saat ini menunjukkan dua hal kondisi yang ekstrem, yaitu kekurangan gizi dan kelebihan gizi. Berdasarkan survei awal yang dilakukan di SDN 071079 Kecamatan Mandrehe, dari 10 siswa yang dilihat status gizinya terdapat 7 siswa tergolong status gizi lebih dan 3 siswa status gizi baik. Dampak masalah gizi lebih tampak dengan semakin meningkatnya penyakit degeneratif, seperti jantung coroner, diabetes mellitus, hipertensi dan penyakit hati. Untuk mencegah dampak ini perlu usaha dalam memperbaiki pola makan anak agar jenis dan jumlah asupan makan sesuai dengan kebutuhan. Tujuan Mengetahui hubungan antara asupan gizi, sarapan pagi dan konsumsi fast food dengan status gizi anak usia sekolah di SDN 071079 Kecamatan Mandrehe Kabupaten Nias Barat. Metode Jenis penelitian yaitu observasional analitik dengan rancangan cross sectional study. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu menggunakan random sampling dengan sampel penelitian sebanyak 60 sampel. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan wawancara. Uji yang digunakan yaitu uji rank spearman. Hasil Penelitian menunjukkan variabel asupan gizi, sarapan pagi dan konsumsi fast food memiliki hubungan signifikan dengan variabel status gizi dengan nilai p = (<0,05). Kesimpulan Ada hubungan asupan gizi, sarapan pagi dan konsumsi fast food dengan status gizi anak usia sekolah di SDN 071079 Kecamatan Mandrehe Kabupaten Nias Barat.
GAMBARAN STATUS GIZI DAN PRESTASI SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS Dilla Fadlila Hasania; M. Anas Anasiru; Misnati Misnati; Novian Swasono Hadi; Indra Domili
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 8, No 1 (2022): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v8i1.576

Abstract

Adolescents are one of the nutritionally vulnerable groups because adolescents are in a growth or development cycle that requires nutrients in larger amounts than other age groups. Nutritional status is the condition of the body as a result of food consumption and use of nutrients.This study aims to describe the nutritional status and achievement of high school students in Tanggilingo Village, Kabila District, Bone Bolango District. This research method uses a descriptive survey method, namely a survey conducted to describe the variables studied. The population is 46 students and a sample of 30 students. The independent variable is the learning achievement of high school students in Tanggilingo Village, Kabila District, Bone Bolango Regency. The results of the study: 7 students (23.4%) with poor nutritional status, 18 students (60%) with good/normal nutritional status, 4 students (13.3%) with overweight nutritional status and 1 student with obesity nutritional status (3.3%). Student achievement with high report card scores is 20 people (66.4%), moderate report card scores are 9 people (30.3%), and low report card scores are 1 person (3.3%).Most high school students in Tanggilingo Village, Kabila District, Bonebolango Regency have normal nutritional status and high academic achievement.Remaja  termasuk salah satu kelompok rentan gizi karena remaja berada pada siklus pertumbuhan atau perkembangan yang memerlukan zat-zat gizi dalam jumlah yang lebih besar dari kelompok umur yang lain, status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan pengunaan zat-zat gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Status Gizi  Dan Prestasi Siswa Sekolah Menengah Atas Di Desa Tanggilingo Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango. Metode penelitian ini menggunakan metode survey deskritif, yaitu survey yang dilakukan untuk menggambarkan variable yang diteliti. Populasi sebanyak 46 siswa dan sampel 30 siswa. Variable mandiri yaitu prestasi belajar siswa sekolah menengah atas di Desa Tanggilingo Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango.Siswa dengan status gizi kurang sebanyak 7 siswa (23,4%), status gizi baik/normal sebanyak 18 siswa(60%), status gizi lebih sebanyak 4 siswa (13,3%) dan status gizi obesitas sebanyak 1 siswa (3,3%). Prestasi belajar siswa dengan nilai raport tinggi yaitu 20 orang (66,4%), nilai raport sedang 9 orang (30,3%), dan nilai raport rendah 1 orang (3,3%). Sebagian besar siswa Sekolah Menengah Atas di Desa Tanggilingo Kecamatan Kabila Kabupaten Bonebolango memiliki status gizi yang normal dan prestasi belajar tinggi.
HUBUNGAN KETERJANGKAUAN MAKANAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA Astin Tono; Faurina Risca Fauzia
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 8, No 2 (2022): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v8i2.525

Abstract

Pocket money, food prices, and meal program assistance all contribute to the affordability of eating. This factor will influence the consumption of unhealthy foods. Food consumption is one of the factors that reduce productivity, particularly in learning performance. Student achievement is an important factor in determining students' future success. This study aims to determine the relationship between food affordability and student achievement in Lampung. This study employed a quantitative method, which was included in the category of empirical observational analytic research with a cross-sectional design. The sampling technique used in this study was snowball sampling, and the sample size was 196 active students in Lampung. Food affordability was collected through a questionnaire, while learning achievement was collected through the value of the GPA (Student Cumulative Index) in the previous year, and the analysis used in this study was the Analysis of the Independent Sample T-Test test. The findings revealed that there was no relationship between food affordability and learning achievement. These findings can be seen in the calculation of the independent t-test test results; if the indicator of food expenditure is P 0.064 > 0.05, purchasing power is P 0.96 > 0.05, and food program assistance is P 0.24 > 0.05, then Ho is accepted as indicating no relationship. Indicators of food expenditure, purchasing power, and food program assistance show no relationship between eating affordability and learning achievement. It is hoped that students will choose to eat according to balanced nutrition guidelines in order to focus more on receiving the material provided and thus improve their achievement.Komponen keterjangkuan makan terdiri uang saku, harga makanan dan bantuan program makan. komponen ini di akan mempengatuhi asupan makan yang tidak sehat. asupan makanan menjadi salah satu faktor menurunya produktivitas terutama pada perfoma belajar. Prestasi belajar mahasiswa merupakan salah satu faktor penting dalam kesuksesan mahasiswa dimasa depan. Penelitian ini adalah mengetahui hubungan keterjangkauan makanan terhadap terhadap prestasi mahasiswa di lampung. Penelitian ini dengan metode kuantitatif yang termasuk jenis penelitian empirik observasional analitik dengan desain cross sectional. Teknik sampling  yang di gunakan pada penelitian ini menggunakan snowball sampling, jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 196 mahasiswa aktif di kota lampung. Pengumpulan keterjangkauan makan di peroleh dari kuesioner, sedangkan untuk prestasi belajar diperoleh dengan nilai IPK (Indeks Kumalatif Mahasiswa) satu tahun terakhir dan analisis ini yang di gunakan dalam penelitian ini adalah Analisis uji Independent Sample T-Test. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Tidak ada hubungan keterjangkauan makan dengan prestasi belajar. hasil ini bisa di lihat dari perhitungan Hasil uji Independet t-test di ketahui indikator pengeluaran untuk makan P 0,064 > 0,05, Daya beli P 0,96> 0,05, dan bantuan program makan P 0,24> 0,05, maka Ho diterima menunjukkan tidak ada hubungan. Komponen keterjangkauan makan tidak berhubungan dengan prestasi belajar baik dari indikator Pengeluaran Makan, Daya Beli dan bantuan program makan. Harapannya Mahasiswa Memilih makan sesuai dengan pedoman gizi seimbang membantu lebih berkosentrasi dalam menerima materi  yang di berikan sehingga dapat meningkatkan prestasi.
ANALISIS UJI ORGANOLEPTIK TERHADAP JAHE (Zingieber Oficinale) SEBAGAI MINUMAN FUNGSIONAL Sanya Anda Lusiana; Dhea Istiqomah Syahfitri; Ratih Nurani Sumarni; Budi Kristanto
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 8, No 2 (2022): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v8i2.535

Abstract

Ginger as a functional ingredient has been shown to have an antiulserogenic effect because it contains Gingerol, Zingerone, Flavonoids, Acetone, Methanol and essential oils. Gingerol and zingerone can inhibit the secretion of gastric acid. Flavonoids have a cytoprotective effect that works by stimulating so that it increases prostaglandins. Acetone and methanol can protect the stomach by reducing stomach acid and preventing irritation of the gastric mucosa. In making traditional beverage products, the addition of brown sugar in addition to functioning as a sweet taste enhancer can also add a distinctive aroma and has a lower glycemic index than granulated sugar. To determine the level of preference for color, aroma, taste and texture and to find out the most preferred formula for Instant Ginger Drink. The type of research used is a quasi-experimental (quasi-experimental) with the manufacture of ginger drink that has been added with brown sugar with a ratio of formula 1 50 gr : 50 gr, formula 2 65 gr : 35 gr, formula 3 75 gr : 25 gr. The results of statistical tests using the Kruskal Wallis test because the data obtained were not normally distributed with the results obtained that the three treatments tested had no difference in color, aroma, taste, and texture (p > 0.50). In this study 3 formulas that have been tested for organoleptic preference levels are obtained formulas with the highest level of preference starting from color (52.6%), aroma (52.6 %), taste (52.6 %), and texture (68.4), which is in formula 2.Jahe sebagai bahan fungsional telah terbukti memiliki efek antiulserogenik karena mengandung Gingerol, Zingerone, Flavonoid, Aseton, Metanol dan minyak atsiri. Gingerol dan zingerone dapat menghambat sekresi asam lambung. Flavonoid memiliki efek sitoprotektif yang bekerja dengan merangsang sehingga meningkatkan prostaglandin. Aseton dan metanol dapat melindungi lambung dengan mengurangi asam lambung dan mencegah iritasi pada mukosa lambung. Dalam membuat produk minuman tradisional, penambahan gula merah selain berfungsi sebagai penambah rasa manis juga dapat menambah aroma khas dan memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan gula pasir. Untuk menentukan tingkat preferensi warna, aroma, rasa dan tekstur dan untuk mengetahui formula yang paling disukai untuk Minuman Jahe Instan. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi-experimental (quasi-experimental) dengan pembuatan minuman jahe yang telah ditambahkan dengan gula merah dengan perbandingan formula 1 50gr: 50gr, formula 2 65gr: 35gr, formula 3 75gr: 25gr.  Hasil uji statistik menggunakan uji Kruskal Wallis karena data yang diperoleh tidak didistribusikan secara normal dengan hasil yang diperoleh bahwa ketiga perlakuan yang diuji tidak memiliki perbedaan warna, aroma, rasa, dan tekstur (p>0,50)/. In penelitian ini diperoleh 3 rumus yang telah diuji tingkat preferensi organoleptik dengan tingkat preferensi tertinggi mulai dari warna (52,6%), aroma (52,6 %), rasa (52,6 %), dan tekstur ( 68,4), yaitu pada rumus 2.
HUBUNGAN STATUS GIZI, ASI EKSLUSIF DAN PAPARAN ASAP ROKOK DENGAN KEJADIAN ISPA BALITA Evy Wisudariani; Soja Zusnita; Marta Butar Butar
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 8, No 2 (2022): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v8i2.527

Abstract

Acute Respiratory Infection Disease (ARI) is an acute infectious disease that attacks one or more respiratory organs caused by microorganisms that can last for 2 weeks. The purpose of this study was to determine the correlation between nutritional status, exclusive breastfeeding and smoking with the incidence of ARI in the working area of the Puskesmas Semerap, Kerinci Jambi Regency. This research is a quantitative study with a cross sectional approach with a proportional random sampling technique with a total sample of 106 children under five. Data collection was carried out in April 2022. The independent variable was the nutritional status of children under five, history of exclusive breastfeeding and exposure to cigaratte smoke and the dependent variable was ARI. Analysis using Chi Square and Cox Regression test. The proportion of the incidence of ARI in toddlers is 55.7%. There is correlation between nutritional status (undernutrition p= 0.046, PR= 3.13; over nutrition p= 0.014, PR= 3.67), history of exclusive breastfeeding (p= 0.029, PR= 1.51) and exposure to cigarette smoke ( p= 0.020, PR= 3). Factors that influence the incidence of ARI in infants are maternal knowledge, nutritional status, history of exclusive breastfeeding, exposure to cigarette smoke. t is hoped that the community, especially mothers of toddlers, always monitor the growth and development of toddlers by routine weighing, giving immunizations and complementary foods with balanced nutrition requirements.ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) adalah penyakit infeksi akut yang menyerang satu atau lebih organ pernapasan yang disebabkan oleh mikroorganisme yang dapat berlangsung selama 2 minggu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status gizi, ASI ekslusif dan rokok dengan kejadian ISPA di wilayah kerja Puskesmas Semerap Kabupaten Kerinci Jambi. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional dengan teknik Proportional Random Sampling dengan jumlah sampel 106 balita. Pengumpulan data dilakukan pada bulan April 2022. Variabel independen adalah status gizi balita, riwayat ASI eksklusif dan paparan asap rokok dan variable dependen adalah ISPA. Analisis menggunakan uji Chi Square dan Cox Regression. Proporsi kejadian ISPA pada balita sebanyak 55,7%. Terdapat hubungan antara status gizi (gizi kurang p= 0,046, PR= 3,13; gizi lebih p= 0,014, PR= 3,67), riwayat ASI eksklusif (p= 0,029, PR= 1,51) dan paparan asap rokok (p= 0,020, PR= 3). Faktor yang mempengaruhi kejadian ISPA pada balita adalah pengetahuan ibu, status gizi, riwayat ASI eksklusif, paparan asap rokok. Diharapkan kepada masyarakat, khususnya ibu balita agar selali memantau tumbuh kembang balita dengan penimbangan rutin, pemberian imunisasi dan makanan pendamping ASI yang syarat gizi seimbang.
GAMBARAN STATUS GIZI PADA ANAK SEKOLAH DASAR Desliana Dai; M. Anas Anasiru; Indra Domili; Novian Swasono Hadi
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 8, No 1 (2022): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v8i1.575

Abstract

Nutritional status is a condition caused by a balance between the intake of nutrients from food and the need for nutrients needed formeta-bolism of the body. The impact of malnutrition is that it can inhibit growth, reduce endurance, so it is susceptible to infectious diseases, resulting in low levels of intelligence, decreased physical ability, impaired physical and mental growth, stunting, blindness and death in children.  This research aims to determine the picture of nutritional status in elementary school children. Jenis this research is descriptive research.  Accidental sampling by accidental sampling.  The number of samples was 25 samples. Var i abel research i.e. nutritional status in primary school children. The results showed that the largest age categories were 10 years old (24.0%) and the least at the age of 7, 11 and 12 years respectively – 8.0%, male schoolchildren (52.0%) more than schoolchildren of the female sex (48.0%), elementary school children with normal nutritional status of 56%, thin 28%, very thin and fat 4% each,  and obesity 8%. The conclusion of this study is that most primary school children have good nutritional status.Status gizi merupakan keadaan yang diakibatkan oleh keseimbangan antara asupan zat gizi dari makanan dengan kebutuhan zat gizi yang diperlukan untuk metabolisme tubuh. Dampak dari gizi kurang yaitu dapat menghambat pertumbuhan, mengurangi daya tahan tubuh, sehingga rentan terhadap penyakit infeksi, mengakibatkan rendahnya tingkat kecerdasan, penurunan kemampuan fisik, gangguan pertumbuhan jasmani dan mental, stunting, kebutaan serta kematian pada anak. Penetian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status gizi pada anak sekolah dasar. Jenis penelitian ini adalah  penelitian  deskriptif. Pengambilan sampel secara accidental sampling. Jumlah sampel sebanyak 25 sampel. Variabel penelitian yaitu status gizi  pada anak sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan kategori umur yang paling besar adalah usia 10 tahun (24,0%) dan yang paling sedikit pada usia 7, 11 dan 12 tahun masing – masing 8,0%, anak sekolah jenis kelamin laki – laki (52,0%) lebih banyak dibandingkan dengan anak sekolah jenis kelamin perempuan (48,0%), anak sekolah dasar dengan status gizi normal sebesar 56%, kurus 28%, sangat kurus dan gemuk masing-masing 4%, dan obesitas 8%. Kesimpulan penelitian ini adalah sebagian besar anak sekolah dasar memiliki status gizi baik.
PENGARUH PELATIHAN PENYEGARAN KADER TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN KADER POSYANDU Imran Tumenggung; Sofyawati D. Talibo; Fatmayanti Naway
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 9, No 1 (2023): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v9i1.618

Abstract

Cadres are community members who are willing, able and have the time to organize Posyandu activities voluntarily. The knowledge and skills of cadres need to be improved, especially in the duties of cadres in posyandu activities so that they can contribute properly in organizing posyandu activities. Knowledge and skills of cadres can be increased by providing cadre refreshments. This research is a quasi-experimental study with a non-randomized pre and post test group research design. The population in this study were all cadres in the Tilango Health Center, totaling 40 people. Samples were taken from the entire population. The results showed that there were differences in the value of cadre knowledge before and after training, where before training the lowest score was 20% and the highest was 80%, then after training there was an increase in the lowest score to 40% and the highest score to 90%. The results of statistical tests using the Wilcoxon signed rank test obtained a value of p = 0.001 (< α = 0.05), meaning that there was an increase in the knowledge of cadres after receiving training. In conclusion, there is an effect of cadre refreshment on cadre knowledge.Kader adalah anggota masyarakat yang mau, mampu dan memiliki waktu untuk menyelenggarakan kegiatan Posyandu secara sukarela. Pengetahuan dan keterampilan kader perlu ditingkatkan terutama pada tugas kader dalam kegiatan posyandu sehingga dapat berkontribusi dengan baik dalam penyelenggaraan kegiatan posyandu. Pengetahuan dan keterampilan kader dapat ditingkatkan dengan memberikan penyegaran kader.Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain penelitian non randomized pre and post test group. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kader yang ada di wilayah Puskesmas Tilango yang berjumlah 40 orang. Sampel diambil dari seluruh populasi. Hasil penelitiaan menunjukkan adanya perbedaan nilai pengetahuan kader sebelum dan sesudah pelatihan, di mana sebelum pelatihan diperoleh nilai terendah 20% dan tertinggi 80%, kemudian sesudah diberikan pelatihan terjadi peningkatan nilai terendah menjadi 40% dan nilai tertinggi menjadi 90%.Hasil uji statistik menggunakan wilcoxon signed rank test diperoleh hasil nilai p = 0,001  (< α = 0,05), artinya ada peningkatan pengetahuan kader setelah mendapatkan pelatihan.Kesimpulannya ada pengaruh penyegaran kader terhadap pengetahuan kader.
UJI SENSORI, KANDUNGAN GIZI TORTILLA CHIPS LENTIL MERAH DAN DAUN KELOR SEBAGAI CAMILAN REMAJA OBESITAS Aminatus Sholechah; Rita Ismawati
JOURNAL HEALTH AND NUTRITIONS Vol 9, No 1 (2023): Health and Nutritions
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jhn.v9i1.602

Abstract

Teenagers is a transitional period where nutritional problems are prone to occur, one of which is obesity. Nutritional imbalances in teenagers are also influenced by the intake of snacks consumed. Tortilla chips are a popular snack that can be modified into a nutritional snack for obese teenagers. This study aims to determine the sensory tests, nutritional content, red lentils and moringa leaves tortilla chips as a snack for obese teenagers. The method used in this study was experimental using a 3x2 factorial design that produced 6 treatment samples. The factors used in this study included factor L consisting of 3 levels of red lentil substitution and factor K consisting of 2 levels of Moringa leaves addition. Data collection technique used hedonic test on 5 trained panelists and 25 semi-trained panelists. The data of hedonic test results were analyzed using Kruskal Wallis non-parametric test with Mann-Whitney further test with 95% confidence level (p<0.05). The results of sensory test research with color, aroma, taste, texture, and overall parameters showed that the product was acceptable. The substitution of red lentils and the addition of Moringa leaves affected the taste and texture of the product (p<0.05) and did not affect the color, aroma, and overall product (p>0.05) which resulted the best product in the formula with a substitution of 40% red lentils and the addition of 5% Moringa leaves. The nutritional content in 100 grams of the best tortilla chips product was energy of 277.55 kcal, protein of 12.56%, fat of 3.23%, carbohydrates of 57.66%, iron (Fe) of 2.13 mg, and fiber content of 8.10%.Masa remaja merupakan masa peralihan di mana masalah gizi rentan terjadi, salah satunya adalah obesitas. Ketidakseimbangan zat gizi pada remaja juga dipengaruhi oleh asupan camilan yang dikonsumsi. Tortilla chips merupakan camilan populer yang dapat dimodifikasi menjadi camilan yang kaya akan zat gizi bagi remaja obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil uji sensori, kandungan gizi, tortilla chips lentil merah dan daun kelor sebagai camilan remaja obesitas. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimental dengan menggunakan desain rancangan faktorial 3x2 menghasilkan 6 sampel perlakuan. Faktor yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya faktor L terdiri dari 3 taraf subtitusi lentil merah dan faktor K terdiri dari 2 taraf penambahan daun kelor. Teknik pengambilan data menggunakan uji hedonik pada 5 panelis terlatih dan 25 panelis semi terlatih. Pengolahan data hasil uji hedonik menggunakan uji non parametrik Kruskal Wallis dengan uji lanjut Mann-Whitney dengan tingkat kepercayaan 95% (p<0,05). Hasil penelitian uji sensori dengan parameter warna, aroma, rasa, tekstur, dan keseluruhan menunjukkan bahwa produk dapat diterima. Subtitusi lentil merah dan penambahan daun kelor berpengaruh terhadap rasa dan tekstur produk (p<0,05) dan tidak berpengaruh terhadap warna, aroma, serta keseluruhan produk (p>0,05) dengan menghasilkan produk terbaik pada formula dengan subtitusi 40% lentil merah dan penambahan 5% daun kelor. Kandungan gizi pada 100 gram produk terbaik tortilla chips yaitu energi sebesar 277,55 kkal, protein sebesar 12,56%, lemak sebesar 3,23%, karbohidrat 57,66%, zat besi (Fe) sebesar 2,13 mg, dan kandungan serat sebesar 8,10%.