cover
Contact Name
Endra Ubaidillah
Contact Email
jamp.journal@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jamp.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang No.5 Malang 65145, Telepon (0341) 551312 psw. 224 Sambungan Langsung/Fax. (0341) 557202
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 26158574     DOI : 10.17977
Core Subject : Education, Social,
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan [e-ISSN 2615-8574] was first published in 2018 by the Department of Educational Administration Faculty of Education State University of Malang. Published four times a year, March, June, September, and December. We accept research articles within the scope of the study of educational administration and educational management
Articles 343 Documents
Pemetaan Kajian Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Pendidikan: Analisis Bibliometrik Ndoa, Paulinus Kanisius; Satori, Djam’an; Herawan, Endang; Triatna, Cepi
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study presents a comprehensive bibliometric analysis of global research trends concerning human resources and productivity in education. Drawing upon 660 Scopus-indexed documents published between 2000 and 2025, the analysis employs quantitative mapping techniques using VOSviewer to uncover patterns in publication growth, influential authors and institutions, dominant research themes, and keyword co-occurrence networks. The findings reveal a consistent and significant rise in scholarly output, especially in areas such as teacher performance, educational leadership, and digital transformation. The co-occurrence analysis highlights strong linkages between human capital development strategies and institutional productivity, suggesting a convergence of educational management, organizational psychology, and public policy perspectives. Additionally, emerging themes emphasize the increasing importance of digital competencies, professional well-being, and workforce agility, particularly in the context of educational reform and post-pandemic challenges. Despite growing interest, the analysis also reveals fragmented research collaboration across countries and limited integration between developed and developing contexts. This study contributes theoretically by reinforcing the relevance of human capital theory in modern educational discourse and offers practical implications for policymakers and educational leaders. It recommends incorporating bibliometric insights into strategic planning, capacity-building initiatives, and inclusive policy frameworks aimed at optimizing human resources in education. By providing a data-informed foundation, the study enhances the understanding of productivity drivers in the education sector and supports evidence-based decision-making for sustainable development.. Keywords: Human Resources; Educational Productivity; Teacher Performance; Digital Transformation; Bibliometric Analysis; VOSViewer. Abstrak: Penelitian ini menyajikan analisis bibliometrik komprehensif terhadap tren global dalam riset sumber daya manusia (SDM) dan produktivitas di bidang pendidikan. Berdasarkan 660 dokumen yang terindeks Scopus antara tahun 2000 hingga 2025, penelitian ini menggunakan teknik pemetaan kuantitatif dengan perangkat lunak VOSviewer untuk mengidentifikasi pola pertumbuhan publikasi, penulis dan institusi yang berpengaruh, tema-tema utama, serta jaringan keterkaitan kata kunci. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah dan keragaman publikasi, terutama pada topik kinerja guru, kepemimpinan pendidikan, dan transformasi digital. Temuan ini mengindikasikan keterkaitan erat antara strategi pengembangan modal manusia dan produktivitas kelembagaan, serta mencerminkan sinergi antara manajemen pendidikan, psikologi organisasi, dan kebijakan publik. Tema-tema baru yang muncul menekankan pentingnya penguasaan kompetensi digital, kesejahteraan profesional, dan ketahanan tenaga kerja, terutama dalam menghadapi tantangan pasca-pandemi dan reformasi pendidikan. Namun, kolaborasi riset antarnegara masih menunjukkan fragmentasi, dengan keterlibatan yang belum merata antara negara maju dan berkembang. Secara teoritis, studi ini memperkuat relevansi teori modal manusia dalam konteks pendidikan kontemporer. Secara praktis, studi ini merekomendasikan pemanfaatan hasil analisis bibliometrik untuk mendukung perencanaan strategis, penguatan kapasitas SDM, dan perumusan kebijakan yang inklusif dan berbasis data. Dengan demikian, penelitian ini memberikan landasan informasi yang kuat untuk pengambilan keputusan yang berkelanjutan di sektor pendidikan. Kata kunci: Sumber Daya Manusia; Produktivitas Pendidikan; Kinerja Guru; Transformasi Digital; Analisis Bibliometrik; VOSViewe
Peranan Manajemen Humas dalam Membangun Branding Image Di SMP IT Nurul ‘Azizi Medan Astika, Lilis; Chaniago, Syakur
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to examine public relations management strategies in building the branding image of SMP IT Nurul ‘Azizi Medan. Increasing competition among educational institutions requires public relations to play a crucial role in shaping a positive image and enhancing the school’s appeal to the public. A descriptive qualitative approach was employed, with data collected through observation, in-depth interviews, and document analysis. The findings indicate that public relations activities have been implemented actively through social media, community-based programs, and intensive communication with parents. Supporting factors include strong leadership support, active participation from teachers and students, and a high level of public trust. However, challenges remain, particularly in terms of limited human resources, insufficient promotional budgets, and low digital literacy. Strengthening public relations planning and implementing more professional management are essential steps to enhance the school’s branding strategy. Keywords: public relations management, branding image, school Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi manajemen humas dalam membangun branding image di SMP IT Nurul ‘Azizi Medan. Persaingan yang semakin ketat antar lembaga pendidikan menuntut peran humas untuk menciptakan citra positif dan meningkatkan daya saing sekolah di mata publik. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas humas telah berjalan secara aktif melalui media sosial, kegiatan eksternal, serta komunikasi intensif antara sekolah dan orang tua. Faktor pendukung keberhasilan mencakup dukungan pimpinan sekolah, partisipasi guru dan siswa, serta kepercayaan masyarakat yang kuat. Sementara itu kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan sumber daya manusia, minimnya anggaran promosi, dan rendahnya literasi digital. Peran strategis humas dalam membentuk citra institusi perlu diperkuat melalui perencanaan yang sistematis dan pengelolaan profesional. Kata Kunci: manajemen hubungan masyarakat, branding image, sekolah
Manajemen Pembelajaran dalam Meningkatkan Keterampilan 4C (Communication, Collaboration, Critical Thinking, Creativity) Pada Siswa di SMP IT Nurul Ilmi Medan Jannah, Zahra; Rustam, Rustam
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to identify learning management in enhancing 4C skills (Communication, Collaboration, Critical Thinking, and Creativity) among students at SMP IT Nurul Ilmi Medan. The 4C skills are essential for 21st-century learners; therefore, their implementation requires a strategic and practical learning management system. This research employed a qualitative descriptive approach, focusing on managerial processes including planning, organizing, leading, and supervising learning activities. Data were collected through semi-structured interviews, semi-participant observations, and document analysis. The results show that learning management at SMP IT Nurul Ilmi Medan effectively enhances 4C skills through systematic planning (task analysis, needs identification, goal formulation), flexible organization of resources and classrooms, supportive and motivating teacher leadership, and supervision through reflection and academic oversight. The implemented learning management not only supports the achievement of academic objectives but also creates a learning environment conducive to the development of 21st-century skills. Thus, the application of effective learning management plays a crucial role in establishing a relevant, innovative, and competency-oriented learning process. Keywords: Learning Management; 4C Skills; 21st-Century Skills. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi manajemen pembelajaran dalam meningkatkan keterampilan 4C (Communication, Collaboration, Critical Thinking, Creativity) pada siswa di SMP IT Nurul Ilmi Medan. Keterampilan 4C sangat krusial bagi peserta didik abad ke-21, sehingga implementasinya memerlukan sistem manajemen pembelajaran yang strategis dan praktis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, berfokus pada proses manajerial yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengawasan pembelajaran. Dengan pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur, observasi semi-partisipan, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pembelajaran di SMP IT Nurul Ilmi Medan secara efektif meningkatkan keterampilan 4C melalui perencanaan yang sistematis (analisis tugas, identifikasi kebutuhan, perumusan tujuan), pengorganisasian sumber daya dan kelas yang fleksibel, kepemimpinan guru yang suportif dan memotivasi, serta pengawasan melalui refleksi dan supervisi akademik. Manajemen pembelajaran yang dilakukan tidak hanya mendukung tercapainya tujuan akademik, tetapi juga membentuk lingkungan belajar yang kondusif bagi pengembangan keterampilan abad ke-21. Dengan demikian, penerapan manajemen pembelajaran yang efektif berperan penting dalam menciptakan proses pembelajaran yang relevan, inovatif, dan berorientasi pada penguatan kompetensi siswa secara menyeluruh. Kata kunci: Manajemen Pembelajaran; Keterampilan 4C; Keterampilan abad ke-21
MANAJEMEN KEPALA SEKOLAH DALAM PENINGKATAN KOMPETENSI PROFESIONAL BERBASIS TEKNOLOGI DI TK NEGERI PEMBINA KECAMATAN DEMAK Rosadi, Ima Dwi; Wuryandini, Endang; Sudana, I Made
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Wise use of technology by principals can help facilitate the improvement of teacher competency. Principal management and teacher professional competency are interconnected because they influence each other. Therefore, the role of the principal as an educator is expected to be a figure who strives for change for teachers so that they consistently carry out their teaching duties optimally.The purpose of this study is to describe the planning, organization, implementation, and supervision of technology-based professional competency improvement for teachers at Pembina State Kindergarten in Demak District. This study is a qualitative descriptive study. The subjects were the principal and seven teachers at Pembina State Kindergarten in Demak District. Data were collected through interviews, observation, and documentation. Data analysis included data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions.Technology-based professional competencies in teachers are: a) identifying problems and analyzing needs; b) Setting goals; c) Preparing programs and strategies and d) Preparing budgets. 2) Organizing the principal in improving technology-based professional competencies in teachers includes: a) Team formation and division of tasks; b) Internal coordination; c) Resource management. 3) Implementation of the principal in improving technology-based professional competencies in teachers is: a) Program implementation; b) Facilitation and support; and c) Direct monitoring. 4) Supervision of the principal in improving technology-based professional competencies in teachers at TK Negeri Pembina, Demak sub-district is: a) Implementation of supervision; and b) Evaluation and follow-up. Keywords: principal management, professional competence, technology Abstrak: Pemanfaatan teknologi secara bijak oleh kepala sekolah dapat membantu memudahkan dalam meningkatkan kompetensi guru. Manajemen kepala sekolah dan kompetensi professional guru saling berkaitan karena saling mempengaruhi satu sama lain. Oleh karena itu, peran pemimpin selaku Kepala Sekolah sebagai educator diharapkan menjadi sosok mengupayakan perubahan bagi para guru agar senantiasa menjalankan tugas pembelajarannya secara maksimal. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan dalam meningkatkan kompetensi profesional berbasis teknologi pada guru di TK Negeri Pembina Kecamatan Demak. Penelitian merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subyek penelitian adalah kepala sekolah, guru yang ada di TK Negeri Pembina Kecamatan Demak yang berjumlah 7 orang. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Perencanaan kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi professional berbasis teknologi pada guru adalah: a) mengidentifikasi masalah dan menganalisis kebutuhan; b) Menetapkan Tujuan; c) Penyusunan program dan strategi dan d) Penyusunan anggaran. 2) Pengorganisasian kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi professional berbasis teknologi pada guru diantaranya adalah: a) Pembentukan tim dan pembagian tugas; b) Koordinasi internal; c) Pengelolaan sumber daya. 3) Pelaksanaan kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi professional berbasis teknologi pada guru adalah: a) Implementasi program; b) Fasilitasi dan dukungan; dan c) Pemantauan langsung. 4) Pengawasan kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi professional berbasis teknologi pada guru di TK Negeri Pembina kecamatan Demak adalah: a) Pelaksanaan pengawasan; dan b) Evaluasi dan tindak lanjut. Kata Kunci: manajemen kepala sekolah, kompetensi professional, teknologi
Pengaruh Kepemimpinan Instruksional, Iklim Organisasi dan Kepuasan Kerja Terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) Guru SMA Negeri di Kota Palangka Raya Sermantho, Sermantho; Aslamiah, Aslamiah; Noorhapizah, Noorhapizah
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to describe and analyze the influence of instructional leadership, organizational climate, and job satisfaction on Organizational Citizenship Behavior (OCB) of public high school teachers in Palangka Raya City. The research method uses a quantitative approach with a sample of 177 teachers determined through proportional random sampling. Data were collected through questionnaires and analyzed using descriptive statistics, classical assumption tests, hypothesis testing using path analysis with multiple regression methods and Sobel tests. The results of the descriptive analysis show that instructional leadership, organizational climate, job satisfaction, and OCB are in the high category. The results of the analysis of the regression coefficient value of the instructional leadership variable on OCB are 0.454, the organizational climate variable on OCB is 0.167, the job satisfaction variable on OCB is 0.190, the instructional leadership variable on job satisfaction is 0.265, the organizational climate variable on job satisfaction is 0.415, the instructional leadership variable on OCB through job satisfaction is 0.029, and the organizational climate variable on OCB through job satisfaction is 0.038. The conclusion of this study is that instructional leadership, organizational climate, job satisfaction, and teacher OCB are in the high category. There is a direct influence between instructional leadership, organizational climate, and job satisfaction on OCB of public high school teachers in Palangka Raya City. There is an indirect influence between instructional leadership and organizational climate on OCB through job satisfaction of public high school teachers in Palangka Raya City. Keywords: Instructional Leadership, Organizational Climate, and Job Satisfaction on Organizational Citizenship Behavior (OCB). Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pengaruh kepemimpinan instruksional, iklim organisasi, dan kepuasan kerja terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) guru SMA Negeri di Kota Palangka Raya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel sebanyak 177 guru yang ditentukan melalui proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui angket dan dianalisis dengan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, pengujian hipotesis menggunakan analisis jalur dengan metode regresi berganda dan uji Sobel. Hasil analisis deskriptif menunjukkan kepemimpinan instruksional, iklim organisasi, kepuasan kerja, dan OCB berada pada kategori tinggi. Hasil analisis nilai koefisien regresi variabel kepemimpinan instruksional terhadap OCB sebesar 0,454, variabel iklim organisasi terhadap OCB sebesar 0,167, variabel kepuasan kerja terhadap OCB sebesar 0,190, variabel kepemimpinan instruksional terhadap kepuasan kerja sebesar 0,265, variabel iklim organisasi terhadap kepuasan kerja sebesar 0,415, variabel kepemimpinan instruksional terhadap OCB melalui kepuasan kerja sebesar 0,029, dan variabel iklim organisasi terhadap OCB melalui kepuasan kerja sebesar 0,038. Kesimpulan penelitian ini adalah kepemimpinan instruksional, iklim organisasi, kepuasan kerja, dan OCB guru berada pada kategori tinggi. Terdapat pengaruh langsung antara kepemimpinan instruksional, iklim organisasi, dan kepuasan kerja terhadap OCB guru SMA Negeri di Kota Palangka Raya. Terdapat pengaruh tidak langsung antara kepemimpinan instruksional dan iklim organisasi terhadap OCB melalui kepuasan kerja guru SMA Negeri di Kota Palangka Raya. Kata kunci: Kepemimpinan Instruksional, Iklim Organisasi, dan Kepuasan Kerja Terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB).
Total Quality Management dalam Meningkatkan Budaya Mutu di Pendidikan Tinggi Widiastuti, Widiastuti; Madhakomala, Madhakomala; Hulwan, Najma Ilmi
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Studi ini menganalisis implementasi Total Quality Management (TQM) dalam memperkuat budaya mutu di Fakultas Ilmu Pendidikan. Adopsi TQM di pendidikan tinggi semakin diakui sebagai kerangka strategis untuk mengembangkan sistem manajemen terpadu yang menekankan peningkatan berkelanjutan, kepuasan pemangku kepentingan, dan keterlibatan aktif semua anggota organisasi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara semi-terstruktur, observasi langsung, dan analisis dokumen yang melibatkan pimpinan fakultas, koordinator program studi, dosen, dan staf administrasi. Temuan menunjukkan bahwa prinsip-prinsip TQM utama seperti perencanaan sistematis, standardisasi, dan evaluasi berkelanjutan telah diterapkan melalui kebijakan penjaminan mutu internal, program pengembangan profesional dosen, dan mekanisme pemantauan digital. Upaya-upaya ini telah berkontribusi pada peningkatan transparansi, efisiensi, dan konsistensi dalam proses akademik dan administratif. Meskipun demikian, beberapa kendala masih ada, termasuk internalisasi nilai-nilai mutu yang tidak merata di berbagai unit, kesenjangan komunikasi antar tingkatan organisasi, dan tingkat partisipasi yang berbeda-beda dalam kegiatan penjaminan mutu. Untuk mengatasi tantangan ini, studi ini merekomendasikan penguatan kepemimpinan transformatif, perluasan sistem mutu digital, dan peningkatan keterlibatan pemangku kepentingan untuk membangun budaya mutu yang lebih berkelanjutan dan kohesif. Hasil penelitian ini berkontribusi pada semakin banyaknya literatur tentang implementasi TQM di lembaga pendidikan tinggi. Kata kunci: total quality management, budaya mutu, pendidikan tinggi, penjaminan mutu, manajemen pendidikan Abstract: This study analyzes the implementation of Total Quality Management (TQM) in strengthening a quality culture in the Faculty of Education. The adoption of TQM in higher education is increasingly recognized as a strategic framework for developing an integrated management system that emphasizes continuous improvement, stakeholder satisfaction, and the active involvement of all organizational members. Using a descriptive qualitative approach, the study collected data through semi-structured interviews, direct observation, and document analysis involving faculty leaders, program coordinators, lecturers, and administrative staff. The findings indicate that key TQM principles—such as systematic planning, standardization, and continuous evaluation—have been implemented through internal quality assurance policies, professional development programs for lecturers, and digital monitoring mechanisms. These efforts have contributed to improved transparency, efficiency, and consistency in academic and administrative processes. Nevertheless, several challenges remain, including uneven internalization of quality values across units, communication gaps among organizational levels, and varying levels of participation in quality assurance activities. To address these challenges, the study recommends strengthening transformational leadership, expanding the digital quality management system, and increasing stakeholder engagement to build a more sustainable and cohesive quality culture. This study contributes to the growing body of literature on TQM implementation in higher education institutions. Keywords: total quality management; quality culture; higher education; quality assurance; educational management
Kepemimpinan Visioner Kepala Sekolah dalam Mengembangkan Program Tatanén di Balé Atikan di Kabupaten Purwakarta dalam Konteks Disrupsi Pendidikan Global Taufik, Iwan Mochamad; Komariah, Aan; Nurdin, Nurdin
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze how visionary leadership of school principals contributes to the development of the Tatanén di Balé Atikan program amid the context of global educational disruption, which demands high levels of innovation, creativity, and adaptability. Tatanén di Balé Atikan is a local education policy in Purwakarta Regency that embeds ecological, social, and spiritual values into the learning process to strengthen students’ character, independence, and environmental awareness. This research employs a qualitative approach with a case study method, involving school principals and teachers as key informants. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis, and processed using the interactive model of Miles and Huberman, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that school principals with visionary leadership are able to integrate the local values of Tatanén di Balé Atikan into a future-oriented educational vision that is adaptive to global changes. Principals act as innovators, motivators, and collaborators in fostering a school culture that is reflective, adaptive, and ecologically conscious. These findings affirm that visionary leadership strengthens school community participation, enhances the relevance of learning to real-life contexts, and positions the Tatanén di Balé Atikan program as a vehicle for educational transformation. The study recommends strengthening visionary leadership capacity through professional mentoring, continuous reflection, and the development of learning communities within schools. Keywords: visionary leadership; school principal; Tatanén di Balé Atikan; global educational disruption; local wisdom Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kepemimpinan visioner kepala sekolah berperan dalam pengembangan program Tatanén di Balé Atikan di tengah konteks disrupsi pendidikan global yang menuntut tingkat inovasi, kreativitas, dan adaptabilitas yang tinggi. Program Tatanén di Balé Atikan merupakan kebijakan pendidikan lokal di Kabupaten Purwakarta yang menanamkan nilai-nilai ekologis, sosial, dan spiritual dalam proses pembelajaran untuk memperkuat karakter, kemandirian, serta kesadaran lingkungan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan kepala sekolah dan guru sebagai informan kunci. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen, serta dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kepala sekolah dengan kepemimpinan visioner mampu mengintegrasikan nilai-nilai lokal Tatanén di Balé Atikan ke dalam visi pendidikan berorientasi masa depan yang adaptif terhadap perubahan global. Kepala sekolah berperan sebagai inovator, motivator, dan kolaborator dalam menumbuhkan budaya sekolah yang reflektif, adaptif, dan berwawasan ekologis. Temuan ini menegaskan bahwa kepemimpinan visioner memperkuat partisipasi komunitas sekolah, meningkatkan relevansi pembelajaran dengan kehidupan nyata, serta menjadikan program Tatanén di Balé Atikan sebagai wahana transformasi pendidikan. Studi ini merekomendasikan penguatan kapasitas kepemimpinan visioner melalui pendampingan profesional, refleksi berkelanjutan, dan pengembangan komunitas belajar di sekolah. Kata kunci: kepemimpinan visioner; kepala sekolah; Tatanén di Balé Atikan; disrupsi pendidikan global; kearifan lokal
Hubungan Kompetensi Guru Profesioal dan Dukungan Orang tua dengan Motivasi Belajar Siswa SMP Negeri 13 Kolaka Utara Bakhtiar, Marfuatul Jannah; Hasan, Kamaruddin; Ardiansyah, Muhammad
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Students’ learning motivation is a crucial factor in determining the success of the learning process. Learning motivation is influenced by various external factors, particularly teachers’ professional competence and parental support. This study aims to examine the relationship between teachers’ professional competence and students’ learning motivation, the relationship between parental support and students’ learning motivation, and the simultaneous relationship between teachers’ professional competence and parental support and students’ learning motivation at SMP Negeri 13 Kolaka Utara. This study employed a quantitative approach with a correlational research design. The research sample consisted of 119 students selected using proportional sampling techniques. Data were collected through Likert-scale questionnaires measuring teachers’ professional competence, parental support, and students’ learning motivation. The data were analyzed using Pearson correlation analysis and multiple regression analysis at a significance level of 0.05. The results indicate that teachers’ professional competence has a positive and significant relationship with students’ learning motivation. Parental support also shows a positive and significant relationship with students’ learning motivation. Furthermore, teachers’ professional competence and parental support simultaneously have a significant relationship with students’ learning motivation, although the strength of the relationship is relatively low. These findings highlight the importance of collaboration between teachers and parents in fostering students’ learning motivation. Strengthening teachers’ professional competence and enhancing parental involvement are expected to contribute positively to improving students’ motivation to learn. Keywords: teachers professional competence; parental support; students learning motivation. Abstrak: Motivasi belajar siswa merupakan faktor krusial dalam menentukan keberhasilan proses pembelajaran. Motivasi belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal, khususnya kompetensi profesional guru dan dukungan orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kompetensi profesional guru dengan motivasi belajar siswa, hubungan antara dukungan orang tua dengan motivasi belajar siswa, serta hubungan simultan antara kompetensi profesional guru dan dukungan orang tua dengan motivasi belajar siswa di SMP Negeri 13 Kolaka Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Sampel penelitian terdiri atas 119 siswa yang dipilih menggunakan teknik sampling proporsional. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert yang mengukur kompetensi profesional guru, dukungan orang tua, dan motivasi belajar siswa. Data dianalisis menggunakan analisis korelasi Pearson dan analisis regresi ganda pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi profesional guru memiliki hubungan positif dan signifikan dengan motivasi belajar siswa. Dukungan orang tua juga menunjukkan hubungan positif dan signifikan dengan motivasi belajar siswa. Selain itu, kompetensi profesional guru dan dukungan orang tua secara simultan memiliki hubungan yang signifikan dengan motivasi belajar siswa, meskipun kekuatan hubungannya tergolong rendah. Temuan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara guru dan orang tua dalam menumbuhkan motivasi belajar siswa. Penguatan kompetensi profesional guru serta peningkatan keterlibatan orang tua diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Kata kunci: kompetensi guru profesional, dukungan orang tua, motivasi belajar siswa.
Evaluasi Capaian Program Supervisi Pengajaran untuk Optimalisasi Praktik Pembelajaran di SMAN 5 Banjarmasin Anggraeni, Sulis; Maryani, Besse; Syukran, Agus; Sulistiyana, Sulistiyana; Metroyadi, Metroyadi
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to evaluate the implementation of the instructional supervision program at SMAN 5 Banjarmasin by examining its execution quality, feedback effectiveness, and the extent to which follow-up actions support improvements in teachers’ classroom practices. Data were collected through interviews with the principal, teachers, and supervisors, classroom observations, and an analysis of supervision documents. The findings indicate that supervision has contributed to enhancing teacher reflection and lesson planning; however, it has not consistently led to sustained changes in teaching practices. The supervision process remains largely administrative, offering limited opportunities for pedagogical guidance, deep reflection, and collaborative problem-solving. Differences in stakeholders’ perceptions and irregular observation schedules further reduce the consistency and quality of supervision. Moreover, follow-up actions after supervision are insufficiently structured, resulting in only a small proportion of recommendations being implemented by teachers. These findings align with existing literature emphasizing the importance of dialogic supervision, ongoing coaching, and systematic monitoring to ensure that professional development translates into classroom practice. The study recommends strengthening supervisors’ competencies, utilizing more comprehensive observation instruments, and adopting evaluation models such as CIPP to ensure that supervision functions as a professional learning process rather than a procedural requirement. With these improvements, the supervision program is expected to play a more effective role in enhancing teaching quality and supporting continuous teacher development. Keywords: CIPP, program evaluation, teaching supervision, teacher professionalism Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan program supervisi pengajaran di SMAN 5 Banjarmasin dengan menelaah kualitas implementasi, efektivitas umpan balik, serta keberlanjutan tindak lanjut supervisi terhadap peningkatan praktik pembelajaran guru. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan kepala sekolah, guru, dan pengawas; observasi kelas; serta analisis dokumen supervisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi telah memberikan kontribusi terhadap peningkatan refleksi guru dan perencanaan pembelajaran, namun belum sepenuhnya menghasilkan perubahan mengajar yang konsisten. Pelaksanaan supervisi masih berfokus pada aspek administratif sehingga ruang pembinaan pedagogik, seperti diskusi mendalam dan refleksi terarah, belum berjalan optimal. Variasi persepsi antar-pemangku kepentingan dan ketidakteraturan observasi juga menyebabkan mutu supervisi tidak merata. Selain itu, tindak lanjut supervisi belum terstruktur dan hanya sebagian kecil rekomendasi yang benar-benar diterapkan oleh guru. Temuan ini diperkuat oleh literatur mengenai pentingnya supervisi dialogis, coaching berkelanjutan, serta mekanisme pemantauan yang konsisten untuk memastikan transfer pengetahuan ke praktik pembelajaran. Studi ini merekomendasikan penguatan kapasitas supervisor, penggunaan instrumen observasi yang lebih komprehensif, serta penerapan model evaluasi seperti CIPP untuk memastikan supervisi berjalan sebagai proses pembinaan profesional, bukan sekadar pemenuhan administrasi. Dengan penguatan tersebut, supervisi diharapkan dapat berperan lebih efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan kinerja guru secara berkelanjutan. Kata kunci: CIPP, evaluasi program, supervisi pengajaran, profesionalisme guru
Analisis Pelaksanaan Supervisi Akademik Sebagai Upaya Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Guru (Studi Multi Situs Pada Smp Di Kabupaten Bantaeng) sulfiani, sulfiani; Ansar, Ansar; Saleh, Sirajuddin
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the implementation of academic supervision as an effort to improve teachers' pedagogical competencies at the Junior High School (SMP) level in Bantaeng Regency. The research adopts a qualitative approach with a multi-site design, involving two schools in the region: SMP Negeri 2 Bantaeng and SMPs PGRI Campagaloe. Data collection methods include in-depth interviews, classroom observations, and document analysis to provide a comprehensive picture of the academic supervision practices at these two schools. The findings show that the academic supervision at SMP Negeri 2 Bantaeng is more structured and systematic, with clear supervision plans, regular classroom observations, and constructive feedback. This has positively impacted teachers' pedagogical competencies, particularly in classroom management and the variation of teaching methods. In contrast, the supervision at SMPs PGRI Campagaloe remains informal and more personal, though still positively impacting teacher competency, especially in terms of interpersonal relationships and classroom management. The study also identifies various supporting and inhibiting factors in the implementation of academic supervision, such as time constraints, varying competencies of school principals, and teachers' mental readiness. Based on these findings, the study recommends the need for more structured, continuous, and needs-based academic supervision to effectively improve teachers' pedagogical competencies, especially in light of the challenges posed by the Merdeka Curriculum, which requires more creative and innovative teaching approaches. Keywords: Academic Supervision, Pedagogical Competency, Teacher Professionalism, Multi-Site Study, Bantaeng Regency. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan supervisi akademik sebagai upaya meningkatkan kompetensi pedagogik guru pada tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Bantaeng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multi situs, yang melibatkan dua sekolah di wilayah tersebut, yaitu SMP Negeri 2 Bantaeng dan SMPs PGRI Campagaloe. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan studi dokumentasi untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif tentang praktik supervisi akademik yang diterapkan di kedua sekolah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan supervisi akademik di SMP Negeri 2 Bantaeng lebih terstruktur dan sistematis, dengan adanya rencana supervisi yang jelas, observasi kelas yang rutin, serta tindak lanjut berupa umpan balik yang konstruktif. Hal ini berdampak positif terhadap peningkatan kompetensi pedagogik guru, khususnya dalam hal pengelolaan kelas dan variasi metode pembelajaran yang diterapkan. Di sisi lain, pelaksanaan supervisi di SMPs PGRI Campagaloe masih bersifat informal dan lebih personal, meskipun tetap memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi guru, terutama dalam aspek hubungan interpersonal dan pengelolaan kelas. Penelitian ini juga mengidentifikasi berbagai faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan supervisi akademik, seperti keterbatasan waktu, variasi kompetensi kepala sekolah, serta kesiapan mental guru. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menyarankan perlunya peningkatan pelaksanaan supervisi akademik yang lebih terstruktur, berkelanjutan, dan berbasis kebutuhan guru agar dapat lebih efektif dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru, khususnya dalam menghadapi tantangan kurikulum merdeka yang mengharuskan adanya pendekatan yang lebih kreatif dan inovatif dalam proses pembelajaran. Kata kunci: Pengawasan Akademik, Kompetensi Pedagogis, Profesionalisme Guru, Studi Multi-Lokasi, Kabupaten Bantaeng.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026 Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 Desember 2025 Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025 Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 Maret 2025 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 Desember 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 September 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 Juni 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 Maret 2024 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 Desember 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 September 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Juni 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Maret 2023 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 Desember 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 September 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Juni 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Maret 2022 Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 No 4 Desember 2021 Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 No 3 September 2021 Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 No 2 Juni 2021 Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 No 1 Maret 2021 Vol 3, No 4 (2020): Volume 3 No 4 Desember 2020 Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 No 3 September 2020 Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 No 2 Juni 2020 Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 No 1 Maret 2020 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 No 4 Desember 2019 Vol 2, No 3 (2019): Volume 2 No 3 September 2019 Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 No 2 Juni 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 No 1 Maret 2019 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 No 4 Desember 2018 Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 No 3 September 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 No 2 Juni 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 No 1 Maret 2018 More Issue