cover
Contact Name
Endra Ubaidillah
Contact Email
jamp.journal@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jamp.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang No.5 Malang 65145, Telepon (0341) 551312 psw. 224 Sambungan Langsung/Fax. (0341) 557202
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 26158574     DOI : 10.17977
Core Subject : Education, Social,
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan [e-ISSN 2615-8574] was first published in 2018 by the Department of Educational Administration Faculty of Education State University of Malang. Published four times a year, March, June, September, and December. We accept research articles within the scope of the study of educational administration and educational management
Articles 343 Documents
Analisis Pengaruh Iklim Sekolah Teradap Kepuasan Kerja Guru melalui Metode Kajian Literatur Sistematis Farha, Syahla Athia; Sari, Siti Rahma; Hariri, Hasan
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study examines the role of educational facility optimization in shaping discipline among early childhood in RA Assyifa' Balerejo Madiun using B.F. Skinner's theory of behaviorism. The approach used was a qualitative case study with data collection techniques through participatory observation, in-depth interviews, and documentation for three months. The results show that well-managed facilities, such as organized classrooms, shoe racks, and sinks, serve as environmental stimuli that support disciplined behaviors, such as neatness and adherence to rules. Positive reinforcement, such as praise from teachers, plays an important role in reinforcing these behaviors. Structured facility management, parent and student engagement, and regular evaluation, contribute to an increase in the consistency of the stimulus, leading to an increase in rule compliance from 60% to 85%, as well as the use of facilities for hygiene reaching 70%. The challenges found, such as damaged facilities and inconsistent reinforcement, point to the need for more intensive positive reinforcement and more innovative facility design. The study confirms that optimal educational facilities, supported by structured management and community involvement, can effectively foster discipline in early childhood, as well as provide practical implications for environment-based education management. Keywords: School Climate; Teacher Job Satisfaction; Systematic Literature Abstrak: Penelitian ini mengangkat isu-isu penting mengenai peran iklim sekolah sebagai faktor penentu dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan mendukung proses pembelajaran. Iklim sekolah yang kondusif diyakini mampu mendorong motivasi, kenyamanan, serta meningkatkan kinerja guru secara keseluruhan. Disisi lain, kepuasan kerja guru menjadi fokus utama dalam penelitian ini, karena berperan besar dalam menunjang kualitas pendidikan. Kepuasan kerja tidak hanya dipengaruhi oleh aspek material seperti gaji dan fasilitas, tetapi juga oleh faktor psikologis dan sosial, seperti hubungan interpesonal, dukungan organisasi, serta adanya apresiasi dan pengakuan terhadap kinerja guru. Peran kepala sekolah sangat penting dalam membentuk iklim sekolah yang positif, karena gaya kepemimpinan dan kebijakan yang diterapkan akan berdampak langsung pada suasana kerja guru di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh iklim sekolah teradap kepuasan kerja guru dengan menggunakan metode kajian literatur sistematis. Proses peninjauan dilakukan dengan bantuan mesin pencarian Harzing’s Publish or Perish, dari 100 artikel yang dikumpulkan, hanya 12 artikel yang dinyatakan relevan dan dimasukkan ke dalam tinjauan. Hasil kajian menunjukkan bahwa iklim sekolah memainkan peran krusial dalam membentuk kepuasan kerja guru. Iklim yang positif ditandai oleh kepemimpinan yang mendukung, hubungan yang harmonis, kolaborasi profesional, kompensasi yang memadai, serta motivasi personal secara signifikan meningkatkan kesejahteraan dan kinerja guru. Iklim sekolah tidak hanya berfungsi sebagai lingkungan yang mendukung, tetapi juga sebagai penentu utama kepuasan kerja guru dan efektivitas keseluruhan lembaga pendidikan Kata kunci: Iklim Sekolah; Kepuasan Kerja Guru; Literatur Sistematis
Eksplorasi Model Kepemimpinan Transformasional dalam Penguatan Pengembangan Organisasi Perguruan Tinggi Nurlatifah, Siti; Permana, Johar; Komariah, Aan; Sururi, Sururi
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The transformation of higher education institutions is inseparable from the role of leaders capable of driving change in a visionary, inclusive, and sustainable manner. Responding to this need, the present study explores how transformational leadership shapes and strengthens organizational development within universities, with a focus on Universitas Djuanda Bogor and Universitas Singaperbangsa Karawang. A qualitative exploratory approach was employed to capture the meanings, values, and leadership practices through in-depth interviews, document analysis, and data triangulation. Thematic analysis supported by NVivo 15 was used to identify patterns, categories, and core themes within the dynamics of leadership and organizational change. The findings reveal that transformational leadership enhances institutional performance through practices of humanism, role modeling, two-way communication, and the cultivation of a collaborative–innovative culture. This leadership model also strengthens the institution’s adaptive capacity toward national policies such as IKU and MBKM through structural flexibility, policy alignment, and strategic networking. The study additionally identifies constructive collaboration patterns among lecturers, students, and stakeholders, as well as the development of a prototype dashboard-based leadership measurement system. It concludes that transformational leadership serves as a strategic foundation for building adaptive, innovative, and competitive higher education institutions. Recommendations include enhancing leadership development programs, fostering collaborative cultures, implementing comprehensive leadership evaluation systems, and expanding reputation-building strategies grounded in social impact. Keywords: Transformational, Adaptive Organization, Leadership, Collaboration, Reputation. Abstrak: Transformasi perguruan tinggi tidak dapat dilepaskan dari peran pemimpin yang mampu menggerakkan perubahan secara visioner, inklusif, dan berkelanjutan. Berangkat dari kebutuhan tersebut, penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana kepemimpinan transformasional membentuk dan memperkuat pengembangan organisasi perguruan tinggi, dengan studi pada Universitas Djuanda Bogor dan Universitas Singaperbangsa Karawang. Pendekatan kualitatif eksploratif digunakan untuk menangkap makna, nilai, dan praktik kepemimpinan melalui wawancara mendalam, analisis dokumen, serta triangulasi data. Analisis tematik berbantuan NVivo 15 digunakan untuk mengidentifikasi pola, kategori, dan tema utama dalam dinamika kepemimpinan dan perubahan organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional mendorong peningkatan kinerja institusi melalui praktik humanisme, keteladanan, komunikasi dua arah, dan penciptaan budaya kolaboratif–inovatif. Kepemimpinan ini juga memperkuat kapasitas adaptif organisasi terhadap kebijakan nasional seperti IKU dan MBKM melalui fleksibilitas struktural, sinkronisasi kebijakan, dan jejaring strategis. Penelitian juga menemukan pola kolaborasi dosen–mahasiswa–stakeholder yang konstruktif serta pengembangan prototipe sistem pengukuran kepemimpinan berbasis dashboard digital. Penelitian menyimpulkan bahwa kepemimpinan transformasional merupakan fondasi strategis bagi terwujudnya organisasi perguruan tinggi yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing. Direkomendasikan agar perguruan tinggi memperkuat program pengembangan kepemimpinan, membangun budaya kolaboratif, mengimplementasikan sistem evaluasi kepemimpinan yang komprehensif, dan memperluas strategi reputasi berbasis dampak sosial. Kata kunci: Transformasional, Organisasi Adaptif, Kepemimpinan, Kolaborasi, Reputasi
Manajemen Etno STEAM Bagi Suku Amarasi dalam Pegelolahan Warna Kain Tenun Ikat Sebagai Dasar Pendidikan Karakter Tangi, Hironimus; Tinenti, Yanti Rosinda
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This research focuses on ethno STEAM management in the processing of NTT Amarasi ikat woven cloth and the value of character education for the Amarasi community. The problems in this research are 1). How does ethno STEAM management work in the processing of Amarasi ikat woven fabric? 2). What is the value of character education for the community from the Amarasi ikat woven fabric processing process? The type of research in this research is descriptive qualitative. This research will describe, describe, explain and explain in the form of words and sentences the STEAM concept of the Amarasi tribe in making Ikat Woven Cloth by several groups of craftsmen in the Teunbaun sub-district, Amarasi District, Kupang Regency, NTT. The samples for this research were 3 (three) groups of Amarasi ikat weaving craftsmen in Amarasi District, Kupang Regency, East Nusa Tenggara. The results of this research are 1). The process of managing ikat woven cloth applies the STEAM concept, namely the Science Concept that has been used by the Amarasi tribe in making ikat woven cloth. The technological concept developed by weaving craftsmen for the Amarasi tribe is: roki ana roki ko'u for untangling threads and for weaving. The concept of Engineering, for the Amarasi tribe, is engineering in spinning and dyeing threads and engineering of the tools used in weaving activities which are divided into three, namely moleng for spinning thread, roki ana for tying threads (making motifs) and also roki ko'u for unraveling threads. and for weaving. Concept art in geometric decoration, flora decoration and fauna decoration. The concept of mathematical science applied in the Amarasi tribe is counting the number of threads spun, the number of sticks, making thread rolls, counting the number of strands of thread in the process of tying the thread to form the desired motif. 2). Character education from the ikat woven fabric processing process, namely; values in life, the value of knowledge, social skills, and identity formation. Keywords: Ethno STEAM, Local Wisdom, Character Education Abstrak: Penelitian ini difokuskan pada pada manajemen etno STEAM pada pengolahan kain tenun ikat Amarasi NTT dan nilai pendidikan karakter bagi masyarakat Amarasi. Masalah dalam penelitian ini adalah 1). Bagaimana manajemen etno STEAM dalam proses pengolahan kain tenun ikat Amarasi ? 2). Bagaimana nilai pendidikan karakter bagi masyarakat dari proses pengolahan kain tenun ikat Amarasi ?. Jenis penelitian pada penelitian ini, yaitu deskriptif kualitatif. Penelitian ini akan menggambarkan, menguraikan, menjelaskan dan menerangkan dalam bentuk kata dan kalimat mengenai konsep STEAM pada suku Amarasi dalam pembuatan Kain Tenun Ikat oleh beberapa kelompok pengrajin di kelurahan Teunbaun Kecamatan Amarasi Kabupaten Kupang, NTT. Sampel penelitian ini adalah 3 (tiga) kelompok pengrajin tenun ikat Amarasi di Kecamatan Amarasi Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur. Hasil penelitian ini adalah 1). Proses pengelolaan kain tenun ikat menerapkan konsep STEAM yaitu Konsep Sains sudah digunakan oleh suku Amarasi dalam pembuatan kain tenun ikat. Konsep Teknologi yang dikembangkan oleh perajin tenun untuk suku Amarasi yaitu: roki ana roki ko’u untuk mengurai benang dan untuk menenun. Konsep Engineering, bagi suku Amarasi yaitu rekayasa dalam pemintalan dan pewarnaan benang dan rekayasa alat-alat yang digunakan dalam aktivitas menenun terbagi menjadi tiga yaitu moleng untuk memintal benang, roki ana untuk mengikat benang (membuat motif) dan juga roki ko’u untuk mengurai benang dan untuk menenun. Konsep seni dalam ragam hias gemetris, ragam hias flora dan ragam hias fauna. Konsep Ilmu matematika yang diterapkan dalam suku Amarasi yaitu menghitung banyaknya pintalan benang, jumlah lidi, membuat gulungan benang, menghitung banyaknya helai benang pada proses ikat benang untuk membentuk motif yang diinginkan. 2). Pendidikan karakter dari proses pengolahan kain tenun ikat yaitu; nilai dalam kehidupan, nilai pengetahuan, keterampilan sosial, dan pembentukan identitas. Keywords: Etno STEAM, Kearifan Lokal, Pendidikan Karakter
Analisis Kebijakan Program Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP-K) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Ningsih, Lidiana Fitria; Dzikrullooh, Rahmania Ramadhani; Sukma, Fitrotul Mutiara; Sari, Sulistya Umie Ruhmana
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: KIP-K is a scholarship program launched by the Indonesian government to support underprivileged students in accessing higher education. This research applies a qualitative approach with a case study design to examine the implementation of the KIP-K policy at UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Data were obtained through interviews and documentation, then analyzed using four stages: data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The study shows that the KIP-K policy at UIN Maulana Malik Ibrahim Malang is already equipped with established procedures, criteria, and requirements that must be met by prospective recipients. The student affairs staff responsible for KIP-K management carries out rigorous assessments, including surveys and direct verification, to ensure the accuracy of data and the eligibility of applicants so that the program benefits those who truly need it. Nevertheless, the implementation still faces several challenges, such as document forgery by students attempting to qualify, secret marriages that affect recipient eligibility, and students transferring study programs without informing the KIP-K management staff. Another issue encountered is the late submission of academic grades, which often hampers the timely disbursement of KIP-K funds. These problems not only create administrative difficulties but also potentially undermine the effectiveness and credibility of the scholarship program. Therefore, this research suggests the need for more intensive socialization efforts targeted at both students and lecturers. By improving awareness of the regulations, responsibilities, and possible consequences of violations, the university can build a more transparent and accountable management system. Such measures are expected to minimize irregularities and ensure that KIP-K continues to achieve its primary goal, namely to provide equal opportunities for underprivileged students to pursue higher education and to contribute to the development of human resources in Indonesia. Keywords: Education, Policy, KIP-K Abstrak: Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) merupakan program beasiswa yang diluncurkan pemerintah Indonesia untuk membantu mahasiswa kurang mampu dalam memperoleh akses pendidikan tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk mengkaji implementasi kebijakan KIP-K di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui empat tahapan, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan KIP-K di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang telah dilengkapi dengan prosedur, kriteria, serta persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon penerima. Pihak kemahasiswaan selaku pengelola KIP-K menerapkan seleksi yang ketat melalui survei maupun verifikasi langsung untuk memastikan keabsahan data dan kelayakan mahasiswa sehingga bantuan dapat diberikan tepat sasaran kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Meskipun demikian, implementasi program ini masih menghadapi beberapa kendala. Beberapa mahasiswa diketahui melakukan pemalsuan dokumen untuk dapat lolos seleksi, adanya pernikahan siri yang memengaruhi kelayakan penerima, serta kasus perpindahan program studi tanpa sepengetahuan pengelola KIP-K yang menimbulkan persoalan administratif. Selain itu, keterlambatan penginputan nilai akademik juga kerap menghambat proses pencairan dana KIP-K. Permasalahan tersebut tidak hanya menimbulkan kesulitan administratif, tetapi juga berpotensi melemahkan efektivitas serta kredibilitas program beasiswa. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan perlunya sosialisasi yang lebih intensif kepada mahasiswa maupun dosen mengenai aturan, kewajiban, dan konsekuensi dari penyalahgunaan program. Dengan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran, diharapkan terbangun sistem pengelolaan yang lebih transparan dan akuntabel. Upaya ini penting untuk meminimalisasi penyimpangan sekaligus memastikan KIP-K tetap berjalan sesuai tujuan utamanya, yaitu memberikan kesempatan yang adil bagi mahasiswa kurang mampu untuk menempuh pendidikan tinggi serta berkontribusi pada pengembangan sumber daya manusia di Indonesia. Kata kunci: Pendidikan, Kebijakan, KIP-K
Strategi Manajemen Kesiswaan dalam Mengatasi Degradasi Moral Melalui Program Pembinaan Siswa Anggraini, Helda Yusfarina; Zamroni, Zamroni; Shafa, Shafa
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This research is motivated by the increasing cases of moral degradation of students in adolescence which is marked by the emergence of cases of juvenile delinquency. This phenomenon increasingly encourages educational institutions, especially schools, to be able to provide appropriate guidance so that the problem of moral degradation can be immediately addressed. One strategy that can be an alternative in dealing with cases of moral degradation in schools is through student development. This is what the Deputy Head of Student Affairs at SMP Negeri 2 Tenggarong Seberang did in dealing with the problem of moral degradation that occurred among students. Based on this background, this research aims to describe and provide explanations regarding student development strategies at SMP Negeri 2 Tenggarong Seberang. The type of research used by researchers is a case study with a qualitative research approach. Data from this research was collected through data collection techniques such as non-participant observation, semi-structured interviews and documentation. The collected data was analyzed using the Miles, Huberman, and Saldana model analysis techniques. This technique includes the stages of data condensation, data presentation and conclusion drawing. Meanwhile, testing the validity of the data uses triangulation techniques. Based on the research results, it was found that the student development strategy in overcoming moral degradation at SMP Negeri 2 Tenggarong Seberang was carried out through three development strategies, namely; (1) academic development of students, which includes development of academic, arts and sports achievements, development of literature and culture, and development of ICT and English; (2) non-academic student development which includes fostering creativity and entrepreneurship, as well as fostering physical health; (3) attitudinal and spiritual development of students which includes moral development, personality development, as well as democracy and tolerance development. Keywords: student development, moral degradation, strategy Abstrak: Penelitian ini di latar belakangi oleh maraknya kasus degradasi moral siswa di usia remaja yang ditandai dengan kemunculan kasus kenakalan remaja. Fenomena ini semakin mendorong lembaga pendidikan terutama sekolah untuk dapat memberikan pembinaan yang tepat agar permasalahan degradasi moral ini dapat segera tertangani. Adapun salah satu strategi yang dapat menjadi alternatif dalam menangani kasus degradasi moral di sekolah yakni melalui pembinaan kesiswaan. Hal inilah yang dilakukan oleh Waka Kesiswaan di SMP Negeri 2 Tenggarong Seberang dalam menangani permasalahan degradasi moral yang terjadi di kalangan para siswa. Berdasarkan pada latar belakang inilah, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan memaparkan penjelasan terkait strategi pembinaan kesiswaan di SMP Negeri 2 Tenggarong Seberang. Jenis penelitian yang digunakan peneliti yakni studi kasus dengan pendekatan penelitian kualitatif. Data dari penelitian ini dikumpulkan melalui teknik pengumpulan data secara observasi non partisipan, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul dilakukan analisis menggunakan teknik analisis model Miles, Huberman, dan Saldana. Teknik ini meliputi tahap kondensasi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan. Sedangkan uji keabsahan data menggukan teknik triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan hasil bahwa strategi pembinaan kesiswaan dalam mengatasi degradasi moral di SMP Negeri 2 Tenggarong Seberang dilakukan melalui tiga strategi pembinaan, yakni; (1) pembinaan kesiswaan secara akademik yang mana meliputi pembinaan prestasi akademik, seni, dan olahraga, pembinaan sastra dan budaya, serta pembinaan TIK dan bahasa inggris; (2) pembinaan kesiswaan secara non akademik yang meliputi pembinaan kreativitas dan kewirausahaan, serta pembinaan kesehatan jasmani; (3) pembinaan kesiswaan secara sikap dan spiritual yang meliputi pembinaan pembinaan akhlak, pembinaan kepribadian, serta pembinaan demokrasi dan toleransi. Kata kunci: pembinaan kesiswaan, degradasi moral, strategi
Efisiensi Pembayaran UKT Mahasiswa Melalui Pemanfaatan Mobile Banking di Prodi Magister MPI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Firdaus, Hanif; Kiram, Syaiful; Amin, Muhammad Safiul; Munawwaroh, Fabroy Fauziyatul; Munastiwi, Erni
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The development of information and communication technology has had a major impact on the education sector. The use of mobile banking is increasingly being used in higher education for UKT payments. Therefore, the use of mobile banking can achieve its goals if used efficiently. This research aims to analyze the efficiency of using mobile banking in UKT payments by students by highlighting aspects of speed, cost savings, ease of access, and the obstacles faced. This research used a descriptive qualitative approach involving 10 students of the Islamic Education Management Masters Study Program (MPI) at UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta as research subjects. Data was collected through in-depth interviews and analyzed using thematic methods. The research results show that the use of mobile banking provides time efficiency, reduces administrative costs, and reduces recording errors. Apart from that, students are satisfied with the flexibility of transactions that can be carried out anytime and anywhere. However, there are several obstacles, such as uneven levels of digital literacy and internet network disruptions that affect the smoothness of transactions. Apart from that, concerns about data security are also a major concern for some students. This research recommends increasing digital literacy, strengthening network infrastructure, and providing digital security education to support a more inclusive and efficient implementation of mobile banking. These findings are expected to help educational institutions and financial service providers in optimizing digital payment systems for ease and sustainability of educational services. Keywords: Mobile banking; Efficiency; UKT Payment; Digital Liteacy Abstrak: Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membawa dampak besar terhadap sektor Pendidikan. Penggunaan mobile banking semakin banyak digunakan di perguruan tinggi untuk pembayaran UKT. Oleh karena itu penggunaan mobile banking dapat mencapai tujuannya apabila digunakan secara efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi penggunaan mobile banking dalam pembayaran UKT oleh mahasiswa, dengan menyoroti aspek kecepatan, penghematan biaya, kemudahan akses, serta kendala yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 10 mahasiswa Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam (MPI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan metode tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan mobile banking memberikan efisiensi waktu, biaya administrasi, dan pengurangan kesalahan pencatatan. Selain itu, mahasiswa merasa puas dengan fleksibilitas transaksi yang dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja. Namun, terdapat beberapa kendala, seperti tingkat literasi digital yang belum merata dan gangguan jaringan internet yang memengaruhi kelancaran transaksi. Selain itu, kekhawatiran terhadap keamanan data juga menjadi perhatian utama sebagian mahasiswa. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan literasi digital, penguatan infrastruktur jaringan, serta edukasi keamanan digital untuk mendukung implementasi mobile banking yang lebih inklusif dan efisien. Temuan ini diharapkan dapat membantu institusi pendidikan dan penyedia layanan keuangan dalam mengoptimalkan sistem pembayaran digital untuk kemudahan dan keberlanjutan layanan pendidikan. Kata kunci: Mobile banking; Efisiensi; Pembayaran UKT; Literasi Digital
Efektivitas Program Indonesia Pintar dalam Mengatasi Kesenjangan Biaya Pendidikan Eldita, Sirda; Umanto, Umanto
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The Indonesia Smart Program (Program Indonesia Pintar/PIP) is a government initiative aimed at enhancing educational accessibility for children from economically vulnerable families. This study aims to analyze the effectiveness of PIP in reducing the personal education cost burden of students from poor and near-poor families at both primary and secondary education levels. Using a post-positivist approach, this research employs primary data obtained through interviews with representatives from the Educational Financing Service Center (Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan/Puslapdik) and student beneficiaries of PIP, as well as secondary data from official government documents related to the program. The findings indicate that PIP has successfully reached over 18 million students annually, with fund disbursement exceeding the targeted allocation. However, the financial assistance provided only covers approximately 23% to 25% of the students' actual educational needs. This reveals a mismatch between the aid amount and the students’ real requirements in the field. Further analysis highlights that the inadequacy of the financial support received, accessibility challenges in remote areas, and weak oversight of fund utilization constitute major challenges affecting the program’s sustainability. Additionally, while data show an increase in the net enrollment rate (Angka Partisipasi Murni/APM) among the bottom 40% income group, the insufficient amount of financial assistance relative to students’ actual needs hinders the program's effectiveness. The study also reveals geographic disparities in aid accessibility, driven by infrastructure limitations and restricted banking access in remote areas. Although PIP has proven effective in supporting educational access, optimizing its impact requires periodic adjustments to the assistance amount, an improved monitoring system, and enhanced distribution mechanisms to ensure a more significant impact in the future. Keywords: effectiveness, educational costs, smart indonesia program Abstrak: Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan aksesibilitas pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang rentan secara ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas PIP dalam mengurangi beban biaya personal pendidikan peserta didik dari keluarga miskin dan rentan miskin di jenjang pendidikan dasar dan jenjang pendidikan menengah. Dengan menggunakan pendekatan post-positivist, penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh melalui wawancara dengan perwakilan Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) dan peserta didik penerima manfaat PIP, serta data sekunder dari dokumen resmi pemerintah berkaitan dengan Program Indonesia Pintar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PIP telah berhasil menjangkau lebih dari 18 juta peserta didik setiap tahunnya, dengan realisasi penyaluran dana melebihi target yang ditetapkan. Namun, besaran dana bantuan yang diberikan hanya mampu memenuhi 23% hingga 25% dari kebutuhan rill pendidikan peserta didik. Hal ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian dengan kebutuhan aktual peserta didik dilapangan. Analisis lebih lanjut juga mengungkapkan bahwa ketidakcukupan besaran bantuan yang diterima, kendala akses di daerah terpencil, serta lemahnya pengawasan penggunaan dana menjadi tantangan utama program ini yang mempengaruhi keberlanjutan program. Selain itu, meskipun data menunjukkan adanya peningkatan angka partisipasi murni (APM) pada kelompok 40% pendapatan terbawah, besaran dana yang tidak sebanding dengan kebutuhan riil peserta didik dinilai menghambat efektivitas program. Temuan penelitian juga menunjukkan adanya disparitas geografis dalam aksesibilitas bantuan, yang disebabkan oleh keterbatasan infrastruktur dan akses perbankan di daerah terpencil. Meskipun PIP efektif dalam mendukung akses pendidikan, namun untuk meningkatkan efektivitas program secara optimal, maka diperlukan adanya penyesuaian besaran bantuan secara berkala, sistem pengawasan, dan mekanisme penyaluran agar program ini dapat memberikan dampak yang lebih signifikan di masa mendatang. Kata kunci: efektivitas; biaya pendidikan; program indonesia pintar
Kolaborasi Antara Guru Dan Orang Tua dalam Mendukung Pendidikan Inklusif Anastasya, Eja Puji
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Inclusive education at MTsN 5 Kerinci faces challenges similar to those found in many schools in Indonesia. This study aims to identify the challenges faced by teachers and parents in supporting inclusive education, with a focus on communication and collaboration. The method used in this study is a qualitative approach with data collection through interviews with teachers, parents and school officials, as well as observation and document analysis. The results showed that the main challenges faced were teachers' lack of understanding and skills in dealing with children with special needs, limited teacher training and a lack of learning resources. On the parents' side, they often feel they lack knowledge on how to support their child and communication between teachers and parents is often ineffective. Effective communication between teachers and parents is essential to creating a supportive learning environment for children with disabilities, which includes information sharing, empathy and the use of technology. Successful inclusive education requires collaboration between government, schools and communities to improve teacher training, improve communication between parents and teachers and provide the necessary facilities. Keywords: inclusive education, teachers, parents, communication Abstrak: Pendidikan inklusif di MTsN 5 Kerinci menghadapi berbagai tantangan yang serupa dengan yang ditemukan di banyak sekolah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi oleh guru dan orang tua dalam mendukung pendidikan inklusif, dengan fokus pada komunikasi dan kolaborasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara dengan guru, orang tua, dan pihak sekolah, serta observasi dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama yang dihadapi adalah kurangnya pemahaman dan keterampilan guru dalam menangani anak berkebutuhan khusus (ABK), terbatasnya pelatihan guru, dan kurangnya sumber daya pembelajaran. Di sisi orang tua, mereka sering kali merasa kurang pengetahuan tentang cara mendukung anak mereka, dan komunikasi antara guru dan orang tua sering kali tidak efektif. Komunikasi yang efektif antara guru dan orang tua sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung bagi ABK, yang mencakup keterbukaan informasi, empati, dan penggunaan teknologi. Untuk mencapai keberhasilan pendidikan inklusif, dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat dalam meningkatkan pelatihan guru, memperbaiki komunikasi antara orang tua dan guru, serta menyediakan sarana yang diperlukan. Kata Kunci: pendidikan inklusif, guru, orangtua, komunikasi
Peran Kepemimpinan Perempuan dengan Perspektif Gender di MIN Se-Kota Bandar Lampung Juniasari, Juniasari; Hadiati, Eti; Tuala, Riyuzen Praja
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the role of female leadership from a gender perspective at Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) schools in Bandar Lampung City, focusing on their effectiveness, challenges, and contributions to advancing educational institutions. Gender stereotypes often shape perceptions of women's leadership abilities, particularly in religious-based educational environments. A qualitative descriptive approach was used in this study, employing data collection methods such as in-depth interviews, observations, and documentation. The results of the study indicate that women are capable of performing leadership roles effectively, especially in building effective communication, motivating educators, and creating an inclusive work environment. However, they also face various obstacles, such as gender stereotypes, societal expectations, and limitations in making strategic decisions. Despite these challenges, support from gender equality policies and school collaboration helps them overcome these issues. The conclusion of this study emphasizes that female leadership in MIN schools in Bandar Lampung City holds significant potential for improving the quality of education, with recommendations for strengthening gender equality policies and providing leadership training for women. This research contributes to demonstrating their effectiveness in creating an inclusive work environment, effective communication, and motivation for educators, despite facing gender stereotypes. The study recommends gender equality policies and leadership training to support women's roles in religious-based education. Keywords: Leadership, Women, Gender Perspective Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan perempuan dari perspektif gender di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) se-Kota Bandar Lampung, dengan fokus pada efektivitas, tantangan, dan kontribusi mereka dalam memajukkan institusi pendidikan. Stereotip gender yang kerap memenuhi pandangan terhadap kemampuan perempuan dalam memimpin, khususnya di lingkungan pendidikan berbasis agama. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan mampu menjalankan peran kepemimpinan dengan baik, terutama dalam membangun komunikasi efektif, memotivasi tenaga pendidik, serta menciptakan lingkungan kerja yang inklusif. Namun, mereka juga menghadapi bebagai hambatan seperti stereotip gender, ekspektasi masyarakat, dan keterbatasan dalam pengambilan keputusan strategis. Meski demikian, dukungan dari kebijakan kesetaraan gender dan kolaborasi sekolah membantu mereka mengatasi tantangan tersebut. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa kepemimpinan perempuan di MIN se-Kota Bandar Lampung memiliki potensi signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan, dengan rekomendasi untuk penguatan kebijakan kesetaraan gender dan penyediaan pelatihan kepemimpinan bagi perempuan. Penelitian ini berkontribusi menunjukkan efektivitas mereka dalam menciptakan lingkungan kerja inklusif, komunikasi efektif, dan motivasi tenaga pendidik, meskipun menghadapi stereotip gender. Penelitian ini merekomendasikan kebijakan kesetaraan gender dan pelatihan kepemimpinan untuk mendukung peran perempuan dalam pendidikan berbasis agama. Kata Kunci: Kepmimpinan, Perempuan, Perspektif Gender.
Strategi Hubungan Masyarakat (Humas) dalam Memperkuat Citra dan Positioning Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) di Kawasan Ibu Kota Nusantara Basuki, Anita Dwi; Masruhim, Muh. Amir
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Formation of a positive image of SMK is an effort to increase the level of competition amidst the progress of the development of the Capital Region of Nusantara. The purpose of this study is to describe the planning, organization, implementation, and evaluation of Public Relations (PR) strategies in strengthening the image and positioning of State Vocational High Schools in the Capital Region of the Archipelago. This study uses a qualitative approach with a case study method in three State Vocational High Schools in Penajam Paser Utara Regency, the Capital Region of the Archipelago, data collection techniques in the form of interviews, observations and documentation, with data validity checks through triangulation of techniques and sources. The results of the study indicate that public relations strategy planning is carried out through an early school year meeting with a focus on strengthening external relations, school branding, and increasing industrial cooperation. The organization of the strategy is adjusted to the conditions and resources of each school. The implementation of the strategy involves the use of social media, as well as active collaboration with the business world and industry. Program evaluations are carried out periodically to measure the effectiveness in building the school's image. This study confirms that public relations have a strategic role in shaping public perception and increasing the competitiveness of vocational schools, especially amidst the rapid development of the Public Relations; Image; School Positioning; Capital Region of the Archipelago. Keywords: Public Relations, Image, School Positioning, Capital Region of Nusantara Abstrak: Pembentukan citra positif SMK adalah sebuah upaya terhadap meningkatnya tingkat persaingan di tengah kemajuan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi strategi Hubungan Masyarakat (Humas) dalam memperkuat citra dan positioning Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) di Kawasan Ibu Kota Nusantara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di tiga SMK Negeri di kabupaten Penajam Paser Utara kawasan Ibu Kota Nusantara, teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi, dengan pemeriksaan keabsahan data melalui triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan strategi humas dilakukan melalui rapat awal tahun ajaran dengan fokus pada penguatan hubungan eksternal, branding sekolah, dan peningkatan kerja sama industri. Pengorganisasian strategi menyesuaikan dengan kondisi dan sumber daya masing-masing sekolah. Pelaksanaan strategi melibatkan penggunaan media sosial, serta kolaborasi aktif dengan dunia usaha dan industri. Evaluasi program dilakukan secara berkala untuk mengukur efektivitas dalam membangun citra sekolah. Penelitian ini menegaskan bahwa humas memiliki peran strategis dalam membentuk persepsi publik dan meningkatkan daya saing SMK, khususnya di tengah perkembangan pesat Ibu Kota Nusantara. Kata kunci: Hubungan Masyarakat, Citra, Positioning Sekolah, Ibu Kota Nusantara

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026 Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 Desember 2025 Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025 Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 Maret 2025 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 Desember 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 September 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 Juni 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 Maret 2024 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 Desember 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 September 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Juni 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Maret 2023 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 Desember 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 September 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Juni 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Maret 2022 Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 No 4 Desember 2021 Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 No 3 September 2021 Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 No 2 Juni 2021 Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 No 1 Maret 2021 Vol 3, No 4 (2020): Volume 3 No 4 Desember 2020 Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 No 3 September 2020 Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 No 2 Juni 2020 Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 No 1 Maret 2020 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 No 4 Desember 2019 Vol 2, No 3 (2019): Volume 2 No 3 September 2019 Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 No 2 Juni 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 No 1 Maret 2019 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 No 4 Desember 2018 Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 No 3 September 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 No 2 Juni 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 No 1 Maret 2018 More Issue