cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 351 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 1 (2026)" : 351 Documents clear
Game-Based Learning Anemia (GBLA) Untuk Meningkatkan Pengetahuan Pencegahan Anemia Pada Remaja Putri: Studi Quasi Eksperimen di SMK Pasundan 2 Garut Bayyin Sazty Noer; Asri Handayani Solihin; Deris Riandi Setiawan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52686

Abstract

Pendahuluan: Anemia masih menjadi masalah kesehatan pada remaja putri yang banyak dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan terkait pencegahan anemia. Metode pendidikan kesehatan konvensional sering kali kurang menarik bagi remaja digital native, sehingga diperlukan pendekatan edukasi yang lebih inovatif dan interaktif. Game-Based Learning Anemia (GBLA) dikembangkan sebagai media pembelajaran berbasis permainan digital untuk meningkatkan keterlibatan dan pengetahuan remaja. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental pretest–posttest with control group yang dilaksanakan pada Juni 2025 di SMK Pasundan 2 Garut. Sebanyak 56 remaja putri dipilih menggunakan purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi (GBLA) dan kelompok kontrol (leaflet), masing-masing 28 responden. Pengukuran pengetahuan pencegahan anemia dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji nonparametrik, yaitu uji Wilcoxon dan uji Mann–Whitney U. Hasil: Terdapat peningkatan pengetahuan pencegahan anemia yang signifikan pada kedua kelompok setelah intervensi (p < 0,001). Namun, peningkatan skor pengetahuan pada kelompok intervensi lebih besar dibandingkan kelompok kontrol. Perbedaan skor pengetahuan post-test antara kedua kelompok menunjukkan hasil yang signifikan secara statistik (p=0,001). Kesimpulan: Game-Based Learning Anemia (GBLA) efektif meningkatkan pengetahuan pencegahan anemia pada remaja putri. Metode ini direkomendasikan untuk diintegrasikan dalam program pendidikan kesehatan berbasis sekolah dan kegiatan promosi kesehatan remaja sebagai media edukasi yang interaktif dan sesuai dengan karakteristik remaja.
Keterlambatan Fasciotomi pada Cedera Listrik sebagai Penyebab Amputasi Antebrachii: Laporan Kasus Moh Habib; Mulyadi Mulyadi; Welli Zulfikar; Romy Deviandri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52693

Abstract

Cedera listrik merupakan bentuk trauma energi tinggi yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan mendalam, sering kali tidak sesuai dengan gambaran permukaan kulit. Salah satu komplikasi paling serius adalah sindrom kompartemen, yang membutuhkan fasciotomy segera dalam kurun waktu emas (golden time). Laporan kasus ini membahas seorang laki-laki 28 tahun yang mengalami electrical burn injury full-thickness dengan eschar pada regio antebrachii–manus sinistra 2% pasca tersengat kabel listrik tegangan tinggi. Pasien datang 24 jam setelah kejadian dengan keluhan nyeri, kebas, dan hilangnya sensasi pada jari tangan kiri. Pemeriksaan menunjukkan tanda cedera jaringan dalam, disertai peningkatan SGOT/SGPT, hematuria, dan peningkatan kreatinin. Rencana awal fasciotomy tidak dapat menyelamatkan ekstremitas karena jaringan sudah non-viable, sehingga dilakukan amputasi pada level antebrachii. Kasus ini menegaskan pentingnya identifikasi dini dan tindakan fasciotomy segera pada cedera listrik untuk mencegah komplikasi ireversibel. Kata Kunci: electrical burn, fasciotomy, compartment syndrome, amputasi, golden time
Analisa Kandungan Flavonoid dan Uji Efek Nefrotoksik Ekstrak Metanol Kulit Pisang Raja (Musa paradisiaca var. Sapientum) Sintya Sari Dwi Kusumaningrum; Lukman Hardia; A.M Muslihin
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52699

Abstract

Kulit pisang raja (Musa paradisiaca var. Sapientum) merupakan limbah organik yang berpotensi mencemari lingkungan, namun mengandung senyawa bioaktif terutama flavonoid yang memiliki berbagai aktivitas biologis. Pemanfaatannya masih belum optimal dan data ilmiah terkait keamanan serta efeknya terhadap fungsi ginjal masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan rendemen ekstrak metanol kulit pisang raja, kadar flavonoid total, serta mengevaluasi pengaruh pemberiannya terhadap kadar kreatinin serum tikus sebagai indikator fungsi ginjal. Simplisia disiapkan melalui proses sortasi, pengeringan, dan penghalusan, kemudian diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol. Penetapan kadar flavonoid total dilakukan secara spektrofotometri ultraviolet-visible menggunakan pereaksi aluminium klorida. Pengujian efek nefrotoksisitas dilakukan dengan mengukur kadar kreatinin serum sebelum dan sesudah perlakuan, kemudian dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Hasil menunjukkan bahwa dari 467 gram simplisia diperoleh 84 gram ekstrak kental dengan rendemen 17,99%. Kadar flavonoid total sebesar 29,6 mg/g atau setara 2959,9 QE. Analisis statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan kadar kreatinin serum sebelum dan sesudah perlakuan (p>0,05). Disimpulkan bahwa ekstrak metanol kulit pisang raja memiliki kandungan flavonoid tinggi dan relatif aman terhadap fungsi ginjal, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai bahan alami bernilai farmakologis sekaligus mengurangi limbah organik.
Pengaruh Media Lembar Balik dan Video Terhadap Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Stimulasi Produksi ASI Yulidian Nurpratiwi; Aprilina Sartika; Risti Tamara Tahanora; Beatrix Elizabeth; Aria Wahyuni
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52700

Abstract

Pemberian edukasi yang efektif pada ibu nifas sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan tentang stimulasi produksi ASI dan mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media lembar balik dan media video terhadap pengetahuan ibu nifas tentang stimulasi produksi ASI serta membandingkan efektivitas kedua media. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pretest–posttest dua kelompok. Populasi dari 50 ibu nifas dengan tehnik total sampling, terbagi rata ke dalam kelompok lembar balik (n=25) dan kelompok video (n=25). Instrumen berupa kuesioner pengetahuan yang telah diuji validitasnya melalui penilaian expert. Hasil analisis tidak berdistribusi normal sehingga dilakukan uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan pada kedua kelompok setelah intervensi lembar balik (p = 0,001) dan video (p = 0,001). Perbandingan antar kelompok menggunakan uji Mann–Whitney menunjukkan peningkatan pengetahuan pada kelompok video lebih tinggi dibanding lembar balik (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa kedua media efektif meningkatkan pengetahuan ibu nifas, namun media video lebih efektif dibanding lembar balik dalam meningkatkan pemahaman mengenai stimulasi produksi ASI.
Efektifitas Model Pendidikan Seksual Komprehensif melalui Pendekatan Budaya Suku Pamona terhadap Pencegahan Seksual Pranikah Remaja SMA dan SMK Kabupten Poso Fauziah H. Tambuala; Dwi Debi Tampa’i; Fany Lairin Djala; Moh. Wafri Matorang
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52705

Abstract

Perilaku sosial pranikah merupakan aktivitas yangv memiliki dampak salah satunya adalah penyakit menular seksual. Pendekatan budaya suku Pamona merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencegah perilaku tersebut. Tujuan : penelitian ini bertujuan untuk menerapkan model pendidikan seksual komprehensif melalui pendekatan budaya suku pamona pada remaja SMA dan SMK di kabupaten poso agar dapat mencegah seksual pranikah pada remaja. Metode penelitian : menggunakan desain quasi experiment pre-post test with control group. Teknik sampling menggunakan simple random sampling dengan sampel 92 responden (kelompok intervensi 46 dan kelompok kontrol 46). Instrument menggunakan kuesioner. Uji statistik menggunakan uji Independen Sample t test. Hasil penelitian : menunjukkan ada perbedaan efektifitas model pendidikan seksual komprehensif melalui budaya suku pamona terhadap pencegahan perilaku seksual pranikah dengan p value= 0,000 Kesimpulan : Pada penelitian ini ada perbedaan efektifitas model pendidikan seksual komprehensif melalui pendekatan budaya suku pamona terhadap pencegahan perilaku seksual pranikah remaja.
Memutus Siklus Stunting–Tbc: Strategi Menuju Generasi Emas 2045 Yasyfa Mutiara; Fathimah Sulistyowati Sigit; Rohman Daka; Evi Martha
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52708

Abstract

Stunting dan tuberkulosis (TBC) merupakan dua masalah kesehatan yang saling terkait lewat siklus gizi‑infeksi yang dapat memengaruhi pertumbuhan, perkembangan kognitif, dan produktivitas nasional. Studi ini meneliti data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 untuk menemukan celah kebijakan dan peluang menggabungkan intervensi stunting‑TBC. Studi ini memakai desain potong lintang dan mencakup sekitar 345.000 rumah tangga menggunakan analisis deskriptif, analisis spasial, dan regresi logistik. Hasilnya menunjukkan prevalensi stunting pada balita sebesar, 21,5% dan TBC sebesar 1,7%, terutama pada rumah tangga berpendidikan rendah, berstatus sosial ekonomi rendah, dan tinggal di pedesaan. Rendahnya cakupan imunisasi (74,1%), akses sanitasi aman (9,3%), dan konsumsi vitamin A (85,2%) memperburuk beban ganda tersebut. Keterpisahan kebijakan penurunan stunting dan pengendalian TBC menyebabkan inefisiensi program. Diperlukan penguatan layanan primer melalui skrining terpadu di Posyandu dan Puskesmas, pemanfaatan data SSGI dan SITT untuk penentuan prioritas, serta intervensi berbasis keadilan sosial guna mempercepat eliminasi TBC tahun 2030 dan penurunan stunting hingga 14,2% pada 2029 menuju Generasi Emas Indonesia 2045.Kata Kunci: stunting; tuberkulosis; siklus gizi-infeksi; kebijakan kesehatan; Generasi Emas 2045
Possible Role of Hidden Hyperthyroidism in Recurrent Supraventricular Tachycardia: Case Report and Brief Review Rico Rudikan; Mochamad Faishal Riza
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52715

Abstract

Supraventricular tachycardia (SVT) is a group of cardiac rhythm disorders characterized by a rapid heart rate, which may be regular or irregular. This condition arises from abnormal electrical activity originating above the His bundle, including the atrioventricular (AV) node and parts of the atria. Although SVT is generally not life-threatening, frequent, or prolonged episodes can significantly impact quality of life and increase the risk of complications. Hyperthyroidism is a well-known cause of various arrhythmias, including SVTs. Elevated thyroid hormone levels lead to overstimulation of adrenergic receptors and altered ion channel function, disrupting cardiac electrophysiological balance. In this report, we present a patient experiencing recurrent SVT episodes who was subsequently diagnosed with previously undetected hyperthyroidism. This case highlights the importance of comprehensive evaluation and maintaining high clinical suspicion to identify underlying conditions contributing to arrhythmias.
Pengaruh Berkumur Rebusan Daun Sirih Hijau (Piper Betle Linn) Terhadap Penurunan Indeks Plak pada Siswa Kelas VIII SMP N 4 Pineleng Jeanne d'Arc Zavera Adam; Anneke A Tahulending; Jeineke E. Ratuela
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52722

Abstract

Kebersihan gigi dan mulut adalah keadaan yang menunjukkan bahwa di dalam rongga mulut seseorang bebas dari kotoran, seperti plak. Apabila kebersihan gigi dan mulut terabaikan akan terbentuk plak pada gigi geligi dan meluas keseluruh permukaan gigi. Daun sirih memiliki efek antibakteri terhadap streptococcus mutans yang terdapat pada plak gigi.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh berkumur menggunakan rebusan daun sirih hijau (Piper Betle L) terhadap penurunan indeks plak Siswa Smp N 4 Pineleng. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu, untuk mengetahui Pengaruh berkumur menggunakan rebusan daun sirih hijau (Piper Betle L) terhadap penurunan indeks plak. Penelitian ini dilakukan pada bulan mei 2025 di Di Smp N 4 Pineleng dengan Jumlah populasi sebanyak 30 responden, sampel adalah total dari populasi. Data diperoleh, ditabulasi kemudian dianalisa menggunakan uji statistik non parametrik dengan metode uji Wilcoxon. Berdasarkan Analisa statistik menggunakan uji Wilcoxon, menunjukkan responden yang mengalami kenaikan 0,00 sedangkan yang mengalami penurunan dengan mean rank 33,50, Dan nilai p = 0,000 < α 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa berkumur dengan rebusan daun sirih hijau efektif terhadap penurunan indeks plak.
Manajemen Strategis Rumah Sakit Menghadapi Tantangan Lanskap Vuca/Bani: Systematic Literature Review dan Implikasinya Pada Manajemen Layanan Keperawatan Purwadhi Purwadhi; Yani Restiani Widjaja; Irandi Putra Pratomo; I Made Gunawan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52741

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi manajemen rumah sakit berdasarkan temuan 20 artikel ilmiah yang membahas adaptasi organisasi pada konteks VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) dan BANI (Brittle, Anxious, Non-linear, Incomprehensible). Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti standar PRISMA 2020. Hasil analisis menunjukkan bahwa manajemen rumah sakit menghadapi tekanan ketidakpastian melalui empat pendekatan utama: penguatan leadership agility, transformasi digital, manajemen sumber daya manusia berbasis kompetensi adaptif, serta pemantapan tata kelola risiko dan manajemen darurat. Literatur juga merekomendasikan strategi peningkatan adaptabilitas dan resiliensi organisasi melalui pembangunan budaya organisasi yang fleksibel, pengembangan learning organization, percepatan integrasi teknologi informasi, serta kolaborasi lintas lembaga untuk memperkuat kapasitas respons krisis. Secara keseluruhan, studi ini menegaskan bahwa strategi manajemen yang berorientasi pada ketangkasan organisasi dan penguatan kapasitas adaptif merupakan kunci bagi rumah sakit untuk bertahan dan berkembang di tengah kondisi VUCA/BANI. Kata kunci: manajemen rumah sakit, VUCA, BANI, adaptabilitas organisasi, resiliensi organisasi, sistem kesehatan
Faktor Risiko Resistensi Rifampicin Pada Pasien Tuberkulosis di RSUD Dr. J.P Wanane Kabupaten Sorong Serlin Marsela; Lukman Hardia; A.M Muslihin
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52743

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan diindonesia. Rifampicin merupakan obat lini pertama yang paling penting dalam pengobatan tuberkulosis. Namun, ketidakpatuhan terhadap pengobatan, durasi terapi yang tidak sesuai standar, serta kondisi komorbid dapat memicu terjadinya resistensi terhadap rifampicin (TB-RO). Sehingga menurunkan keberhasilan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian resistensi rifampicin pada pasien tuberkulosis di RSUD Dr. J.P. Wanane Kabupaten Sorong menggunakan metode analitik dengan pendekatan case control study, melibatkan 130 pasien TB periode Agustus 2023-Agustus 2025, terdiri dari 39 pasien resisten dan 91 pasien sensitif rifampicin. Data diperoleh melalui rekam medis dan dianalisis menggunakan uji chi-square serta perhitungan odds rasio (OR). Empat variabel yang diteliti yaitu, usia, jenis kelamin, lama pengobatan, riwayat komorbid. Hasil penelitian menunjukkan hanya variabel lama pengobatan yang berhubungan signifikan dengan kejadian resistensi rifampin (P=0,000; P<0,005) pasien dengan durasi pengobatan > 6 bulan memiliki risiko mengalami resistensi dibandingkan pasien yang menyelesaikan pengobatan sesuai standar. Dapat disimpulkan, lama pengobatan merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian resistensi rifampicin pada pasien TB di RSUD Dr. J.P. Wanane Kabupaten Sorong. Kata Kunci: Tuberkulosis, Rifampicin, Resistensi Obat, Lama Pengobatan, Faktor Risiko Abstract Tuberculosis (TB) remains a major health problem in Indonesia. Rifampicin is the most important first-line drug in the treatment of tuberculosis. However, non-adherence to treatment, inadequate duration of therapy, and comorbid conditions can trigger rifampicin resistance (RO-TB), thus reducing the success of therapy. This study aims to determine the factors associated with the occurrence of rifampicin resistance in tuberculosis patients at Dr. J.P. Wanane Regional General Hospital, Sorong Regency, using an analytical method with a case-control study approach, involving 130 TB patients from August 2023 to August 2025, consisting of 39 resistant patients and 91 sensitive patients with rifampicin. Data were obtained through medical records and analyzed using the chi-square test and odds ratio (OR) calculation. Four variables studied were age, gender, duration of treatment, and history of comorbidities. The results showed that only the duration of treatment was significantly associated with the incidence of rifampin resistance (P=0.000; P<0.005). Patients with a duration of treatment >6 months had a higher risk of developing resistance compared to patients who completed treatment according to standards. It can be concluded that the duration of treatment is the most influential factor in the incidence of rifampicin resistance in TB patients at Dr. J.P. Wanane Regional Hospital, Sorong Regency. Keywords: Tuberculosis, Rifampicin, Drug Resistance, Treatment Duration, Risk Factors