cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 351 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 1 (2026)" : 351 Documents clear
Pengetahuan dan Motivasi Perempuan tentang Aborsi di Jawa Timur dan DKI Jakarta tahun 2019: Studi Kualitatif Indriana Simbolon; Dien Anshari; Dini Dachlia; Robbiyani Ilma; Bethani Putri Jatusari
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.51976

Abstract

Aborsi merupakan masalah kesehatan masyarakat dan hak asasi manusia yang krusial. Aborsi yang tidak aman merupakan penyebab mortalitas dan morbiditas ibu yang dapat dicegah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi lebih lanjut tentang pengetahuan dan motivasi perempuan untuk melakukan atau mencoba melakukan aborsi. Sebagai upaya untuk mencegah aborsi yang tidak aman agar meningkatkan kesehatan ibu dan mengurangi angka kematian ibu di Jawa Timur dan DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan metodologi kualitatif dan teknik eksploratif berbasis data sekunder. Mendalami pengetahuan, motivasi aborsi pada 37 perempuan yang pernah mengalami atau berisiko mengalami aborsi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis dengan metode tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dinamika pengertian, metode dan motivasi terhadap aborsi yang kompleks dan dipengaruhi oleh pengalaman hidup, lingkungan sekitar dan stigma masyarakat. Diperlukan edukasi yang komprehensif, layanan kesehatan yang inklusif terhadap perempuan, serta intervensi berbasis komunitas untuk meningkatakan pengetahuan tentang aborsi sehingga dapat mengurangi jumlah kesakitan dan kematian ibu dan anak.
Pola Sebaran Kasus dan Faktor Risiko Kejadian TB MDR di Kota Palu Marselina Marselina; Dilla Srikandi Syahadat; Siti Nurhalisah; Pertiwi Pertiwi; Vidyanto Vidyanto
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52008

Abstract

Indonesia menempati peringkat kedua di dunia dalam jumlah kasus Tuberkulosis Multi Drug Resistant (TB MDR), yang sebagian besar disebabkan oleh tingginya angka lost to follow up. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara riwayat konsumsi alkohol, hasil pengobatan sebelumnya, dan keterlibatan Pengawas Menelan Obat (PMO) terhadap kejadian TB MDR, serta memetakan pola sebarannya di Kota Palu. Desain penelitian menggunakan case control dengan teknik purposive sampling dan perbandingan 1:1, yaitu 30 kasus TB MDR dan 60 kontrol non-TB MDR yang berasal dari Rumah Sakit Anutapura dan Rumah Sakit Undata, Kota Palu. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square serta Odds Ratio (OR), sedangkan pemetaan dilakukan dengan analisis spasial menggunakan likelihood test. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara riwayat pengobatan TBC sebelumnya dengan kejadian TB MDR (p = 0.003 < 0.05; OR = 6.000; CI = 1.635–22.012), sedangkan riwayat konsumsi alkohol dan keterlibatan PMO tidak menunjukkan hubungan bermakna. Uji spasial memperlihatkan pola sebaran TB MDR yang berpola kelompok (p = 0.000). Dengan demikian, riwayat pengobatan TBC sebelumnya merupakan faktor risiko signifikan terhadap kejadian TB MDR di Kota Palu.
Stigma sebagai Beban Psikososial pada Pasien Kanker Payudara: Studi Deskriptif Fillia Putri; Esthika Ariany Maisa; Daan Khambri; Made Satya Nugraha Gautama; Leni Merdawati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52033

Abstract

Kanker payudara merupakan kanker dengan prevalensi tertinggi pada perempuan dan berdampak pada aspek psikososial. Selain beban fisik akibat pengobatan, pasien juga menghadapi stigma yang memengaruhi citra diri, hubungan sosial, dan pemulihan.Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat stigma yang dialami oleh pasien kanker payudara di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Sebanyak 280 responden yang memenuhi kriteria inklusi berpartisipasi dalam penelitian ini, yaitu perempuan berusia ≥18 tahun yang telah didiagnosis kanker payudara dan sedang atau telah menjalani pengobatan. Instrumen yang digunakan adalah Breast Cancer Stigma Assessment Scale (BCSAS) yang terdiri atas 28 item dengan tujuh domain. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien mengalami tingkat stigma tinggi (39,6%), sedangkan 25,4% dengan tingkat sedang dan 35% pada tingkat rendah. Domain dengan skor tertinggi adalah dapat disembunyikan dan perubahan citra diri, sedangkan skor terendah terdapat pada gangguan keluarga dan asal penyakit. Hasil ini menunjukkan bahwa stigma masih menjadi beban psikososial signifikan bagi pasien kanker payudara. Oleh karena itu, diperlukan intervensi psikososial yang berkelanjutan, seperti pembentukan peer support group, untuk membantu pasien saling berbagi pengalaman, meningkatkan penerimaan diri, dan mengurangi dampak stigma terhadap kesejahteraan emosional.
Sanitasi Lingkungan Sebagai Determinan Stunting Balita di Nusa Tenggara Timur: Analisis Data Ski 2023 Hilmi Friska; Ahmad Syafiq; Noviyana Noviyana; Sari Laila Wahyuni
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52053

Abstract

Stunting adalah kondisi gizi kronis yang ditimbulkan dari kekurangan asupan nutrisi dalam cukup lama. Pada tahun 2023, Provinsi Nusa Tenggara Timur menempati posisi kedua tertinggi prevalensi stunting pada balita di Indonesia yaitu sebesar 37,9%. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengidentifikasi sanitasi lingkungan dan risiko infeksi yang berkaitan dengan kasus stunting pada balita di NTT. Penelitian menggunakan desain studi cross-sectional, dengan data dari Survei Kesehatan Indonesia 2023. Jumlah sampel 4291 balita (0-59 bulan) di NTT. Analisis data mencakup analisis univariat untuk distribusi frekuensi, analisis bivariat dengan uji chi-square, dan analisis multivariat dengan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian menemukan proporsi kejadian stunting di Provinsi NTT sebesar 32,9% balita mengalami stunting. Variabel yang mempengaruhi kejadian stunting di NTT adalah sumber air minum, penggunaan jamban, pembuangan limbah, dan pengelolaan sampah. Faktor paling berpengaruh kejadian stunting di NTT adalah pengelolaan sampah. Dapat disimpulkan bahwa sanitasi lingkungan yang kurang baik sebagai determinan utama stunting pada balita di NTT.
Pengabdian dan Penyuluhan Kepada Perawat Setio Husodo Kisaran: Kepemimpinan Profesionalisme Perawat Tumbur Sirait; Dwight Hutapea; Lyna Hutapea
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52060

Abstract

Kepemimpinan dan profesionalisme merupakan dua aspek penting yang saling berkaitan dalam meningkatkan mutu pelayanan keperawatan di rumah sakit. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman perawat mengenai hubungan antara kepemimpinan dan profesionalisme, menggali gaya kepemimpinan yang efektif, serta memberikan rekomendasi penerapan gaya kepemimpinan yang sesuai bagi RS Setio Husodo Kisaran. Kegiatan dilaksanakan dengan metode ceramah interaktif, diskusi kelompok, serta evaluasi melalui pre dan posttest terhadap 20 perawat peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kesadaran peserta tentang pentingnya kepemimpinan demokratis dalam menciptakan lingkungan kerja profesional. Penyuluhan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya kepemimpinan partisipatif yang mendorong kolaborasi dan kinerja optimal di lingkungan keperawatan rumah sakit.
Determinasi Sosiodemografi terhadap Supresi Viral Load pada Orang Dengan HIV di Oecusse-Timor Leste Lolita Lay dos Santos; Amran Julianto Tanesib; Sabarinah Prasetyo
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52075

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat global. Target 95-95-95 UNAIDS menekankan pentingnya pencapaian supresi viral load untuk menekan transmisi HIV dan meningkatkan kualitas hidup orang dengan HIV (ODHIV). Namun, di Timor Leste, hanya 42,4% ODHIV yang mencapai supresi viral load, jauh di bawah target global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinasi faktor sosiodemografi terhadap jumlah viral load pada ODHIV di Oecusse. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan data sekunder dari rekam medis pasien HIV di wilayah Oecusse. Sampel diambil secara total sampling sebanyak 46 ODHIV. Variabel dependen adalah jumlah viral load (<1000 kopi/ml dan ≥1000 kopi/ml), sedangkan variabel independen meliputi jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, dan status perkawinan. Analisis dilakukan secara deskriptif dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil menunjukkan 52,2% pasien memiliki viral load <1000 kopi/ml. Tidak terdapat hubungan bermakna antara jenis kelamin (p=1,000), usia (p=0,869), tingkat pendidikan (p=0,182), dan status perkawinan (p=0,700) dengan jumlah viral load. Meskipun pendidikan rendah menunjukkan kecenderungan supresi lebih tinggi, perbedaannya tidak signifikan. Faktor sosiodemografi tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah viral load pada ODHIV di Oecusse. Penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar serta mempertimbangkan variabel klinis dan kepatuhan terapi ART diperlukan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai faktor yang memengaruhi keberhasilan terapi HIV.
Prediktor Lama Rawat Inap Pasien Stroke : A Systematic Review Sudrisman Sudrisman; Bagoes Widjanarko; Antono Suryoputro
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52141

Abstract

Length of Stay (LOS) menjadi satu jenis faktor sehingga mengakibatkan tumpuan harga rawat inap (ranap) dan sebagai alat ukur mutu pelayanan rumah sakit. Lama rawat inap dipengaruhi oleh berbagai faktor, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prediktor lama rawat inap pasien stroke. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan metode scoping review dengan menggunakan database elsivier scopus, google scholar, academia.edu dan pub med. Langkah – langkah penelitian ini terdiri dari: 1) Identifikasi pertanyaan, 2) Identifikasi artikel, 3) Penyaringan artikel, 4) Pemetaan data, 5) Penyusunan hasil, dan 6) Konsultasi. 881 artikel dipilih berdasarkan judul, abstrak, isi dan hasil sesuai dengan kriteria inklusi dan tujuan studi literatur ini. Hasil skrining diterjemahkan ke dalam literatur review chart sehingga diperoleh 17 artikel dan kemudian dilakukan analisis. Kriteria inklusi yang ditetapkan adalah : artikel teks lengkap, fokus pembahasan tentang prediktor lama rawat inap pasien stroke, serta populasi dan sampel pasien stroke. Hasil: Scoping review ini menunjukkan prediktor lama rawat inap pasien stroke, yaitu karakteristik responden, komorbiditas, jenis stroke, penatalaksanaan, komplikasi, gejala stroke, riwayat merokok, ekonomi tempat tinggal, dan waktu rujukan dapat meningkatkan lama rawat inap pasien stroke. Meskipun riwayat merokok dalam scoping review mempunyai hasil yang berbanding terbalik yaitu dapat menurunkan lama rawat inap pasien stroke. Kesimpulan: Lama rawat inap pasien stroke bisa meningkat atau menurun dipengaruhi oleh prediktor lama rawat inap pasien stroke, sehingga penelitian lebih lanjut diperlukan untuk meneliti secara menyeluruh terkait prediktor lama rawat inap pasien stroke. Kata Kunci: Faktor determinan; Lama rawat inap; LOS; Pasien stroke; Stroke
Palm Oil And Pregnancy: A Review of Recent Research Loso Judijanto
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52156

Abstract

Palm oil has become a major dietary fat source in many parts of the world, and increasing attention has been directed toward its potential effects on maternal health and pregnancy outcomes. Nutritional components of palm oil, particularly carotenoids, tocotrienols, and vitamin E, have been hypothesized to influence maternal antioxidant capacity, micronutrient status, and fetal development. This study aimed to systematically review recent research on the role of palm oil during pregnancy and its effects on related health outcomes. A qualitative research design using a Systematic Literature Review (SLR) was applied. Data collection was conducted through the Scopus database. The initial search with the term palm oil AND health yielded 2,183 results. After refining the search to include pregnancy-related terms, 243 articles were identified. Screening criteria were then applied: publication period (2020–2025), language (English), and accessibility (Open access and Open archive). After exclusions, 37 articles met all criteria and were included for final analysis. Data were analyzed through thematic synthesis, categorizing findings into maternal outcomes, oxidative stress modulation, and neonatal health indicators. The results showed that palm oil supplementation, particularly red palm oil, improved maternal vitamin A status, reduced oxidative stress, and showed positive trends in fetal growth and neonatal birth weight. Nonetheless, variability in study design, population characteristics, and supplementation methods indicates the need for cautious interpretation. In conclusion, palm oil has the potential to confer maternal and neonatal health benefits when consumed as part of a balanced diet. Future research should apply longitudinal and standardized clinical approaches to strengthen causal understanding and guide nutritional policy.
Hubungan Lama Menjalani Hemodialisa dengan Status Gizi Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di Rsu Royal Prima Medan Tahun 2025 Gabriella S. Pandiangan; Rosalina Pakpahan; Ruth Kristyanti Dakhi; Geby Laura Lastry Sinambela; Dinda Maharany; Karmila Br Kaban
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52171

Abstract

ABSTRAK Gagal Ginjal Kronik (GGK) didefinisikan sebagai penurunan fungsi ginjal bersifat permanen dan terus memburuk, yang umumnya membutuhkan intervensi terapi pengganti ginjal seperti hemodialisa. Terapi hemodialisa yang diterapkan dalam durasi yang lama mempengaruhi status gizi pasien akibat hilangnya zat gizi selama proses dialisis dan penurunan nafsu makan. Status gizi yang buruk dapat meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas pasien Gagal Ginjal Kronik (GGK) penelitian ini bertujuan mengetahui sejauh mana hubungan antara lama waktu hemodialisa dengan status gizi pasien GGK yang berada di RSU Royal Prima Medan periode 2025. Studi ini menggunakan desain cross-sectional dengan metode kuantitatif. Populasi riset terdiri dari 134 pasien GGK yang menjalani prosedur hemodialisa di rumah sakit yang sama. Pengambilan sampel dilakukan secara tidak sengaja (accidental sampling) dan menghasilkan 47 sempel. Untuk pengumpulan data, peneliti memanfaatkan rekam medis dan kuesioner, kemudian data tersebut dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (α < 0,05) Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden menjalani hemodialisa selama >2 tahun sebanyak 22 orang (46,8%), sedangkan mayoritas status gizi responden tergolong gizi kurang sebanyak 25 orang (53,2%). Terdapat hubungan signifikan yang ditunjukkan oleh hasil uji statistik antara status gizi pasien GGK dan lama waktu mereka menjalani hemodialisa (p-value 0,000). Dapat disimpulkan, bahwa semakin lama pasien menjalani hemodialisa, semakin besar kemungkinan mengalami penurunan status gizi. Oleh karena itu, diperlukan pemantauan status gizi secara rutin dan intervensi nutrisi yang tepat bagi pasien yang telah lama menjalani terapi hemodialisa untuk menjaga kondisi gizi mereka. Kata Kunci: Gagal ginjal kronik, hemodialisa, lama menjalani hemodialisa, status gizi. ABSTRACT Chronic Kidney Failure (CKF) is a medical condition marked by the gradual and ongoing decline in kidney function and permanent decline in kidney function, which often requires renal replacement therapy such as hemodialysis. Long-term hemodialysis therapy can affect the patient's nutritional status due to the loss of nutrients during the dialysis process and decreased appetite. Suboptimal nutritional status among individuals suffering from Chronic Kidney Disease (CKD) heightens their susceptibility to both illness (morbidity) and death (mortality). This research was therefore conducted to assess the correlation between the length of time a patient receives hemodialysis and their nutritional state at Royal Prima Medan Hospital in 2025. The study employed a quantitative methodology with a cross-sectional design. The entire study population consisted of 134 chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis at that facility. Using an accidental sampling technique, 47 respondents were successfully recruited. Data were collected via medical record review and questionnaires, and subsequently analyzed using the Chi-Square test at the 95% significance level (α< 0.05). The findings indicated that the majority of participants (22 individuals) had been on hemodialysis for over two years, while a separate majority (25 individuals) were concurrently classified as malnourished. Critically, the statistical analysis demonstrated A strong correlation was found between the length of time patients were on hemodialysis and their nutritional status (p-value = 0.000). The longer a patient undergoes hemodialysis, the greater the likelihood of experiencing a decline in nutritional status. Therefore, routine nutritional monitoring and appropriate nutritional interventions are necessary for patients undergoing long-term hemodialysis therapy to maintain their nutritional status. Keywords: Chronic kidney failure, hemodialysis, duration of hemodialysis, nutritional status.
Kondisi Fisik Rumah dengan Kejadian Malaria: Studi Kasus di Benyom Jaya I Kecamatan Nimbokrang Kabupaten Jayapura Renold M Mofu; Ayu Cahyani; Lalu Guntur Payasan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52174

Abstract

Eliminasi malaria pada tahun 2030 di Indonesia menghadapi tantangan multifaktor. Faktor-faktor yang mesti dipenuhi terlebih dahulu disamping faktor nyamuk adalah kondisi fisik rumah. Kondisi fisik rumah memainkan peran yang penting dalam konteks menghalangi nyamuk masuk ke dalam rumah, berkembang biak dan transmisi antara anggota keluarga didalam rumah. Penelitian ini mengkaji kondisi fisik rumah dengna kejadian malarian. Metode yang digunakan ialah kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 99 responden dan analisa data menggunakan chi-square. Penelitian ini mendapatkan bahwa 41 responden menderita malaria dan 58 responden tidak menderita malaria. jenis rumah responden yaitu permanen 82 rumah (82,8%) dan semi permanen 17 rumah (17,2%), keberadaan plafon yang tidak memenuhi syarat 61 rumah (61,6%) dan memenuhi syarat 38 rumah (38,4%), keberadaan kawat kasa yang tidak memenuhi syarat 69 rumah (69,7%) dan memenuhi syarat 30 rumah (30,3%), ada hubungan jenis rumah terhadap kejadian malaria (p=0,003) dan tidak ada hubungan keberadaan plafon/langit-langit terhadap kejadian malaria (p=0,075) dan juga tidak ada hubungan keberadaan plafon terhadap kejadian malaria (p=0,393). Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara jenis rumah dengan kejadian malaria, tidak terdapat hubungan antara keberadaan plafon/langit-langit dengan kejadian malaria dan tidak terdapat hubungan antara keberadaan kawat kasa dengan kejadian malaria pada masyarakat di Desa Benyom Jaya I, Kecamatan Nimbokrang Kabupaten Jayapura, Papua. Masyarakat diharapkan memiliki jenis rumah yang permanen sehingga dapat mengurangi faktor risiko terjadinya malaria dan mengurangi kontak vektor malaria di sekitar rumah agar tidak menjadi tempat perkembangbiakan

Page 8 of 36 | Total Record : 351