cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 351 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 1 (2026)" : 351 Documents clear
Angka Nyeri Lutut pada Wanita Menopause di Rumah Sakit Universitas Airlangga Tahun 2019 – 2025 Trissha Adara Ranitta; Abudurachman Abudurachman; Jimmy Yanuar Annas; Yunus Yunus
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52182

Abstract

Nyeri lutut merupakan keluhan muskuloskeletal utama pada wanita menopause yang berdampak pada kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan usia menopause dan indeks massa tubuh (IMT) dengan derajat nyeri lutut. Studi observasional analitik potong lintang dilakukan di Rumah Sakit Universitas Airlangga pada Agustus–September 2025 terhadap 146 wanita menopause (usia 45–60 tahun) yang tercatat dalam rekam medis periode 2019–2025. Data dikumpulkan melalui kuesioner Visual Analog Scale (VAS) dan rekam medis. Analisis menggunakan regresi logistik berganda. Hasil menunjukkan bahwa 43,5% responden mengalami nyeri lutut sedang hingga berat (VAS ≥4). Usia menopause ≥55 tahun meningkatkan risiko nyeri sedang–berat sebesar 2,82 kali (OR = 2,82; 95% CI: 1,34–5,92; p = 0,006), sedangkan obesitas (IMT ≥25,0 kg/m²) meningkatkan risiko 2,41 kali (OR = 2,41; 95% CI: 1,08–5,37; p = 0,031). Kedua faktor ini bersifat independen setelah dikontrol terhadap aktivitas fisik dan lama menopause. Disimpulkan bahwa nyeri lutut pada wanita menopause dipengaruhi secara signifikan oleh durasi defisiensi estrogen (diwakili usia menopause lanjut) dan beban mekanis-inflamasi akibat obesitas. Intervensi promotif-preventif berbasis pengendalian berat badan dan edukasi kesehatan sendi perlu diintegrasikan ke dalam layanan kesehatan menopause.
Kesenjangan Pendidikan dan Praktik: Analisis Kualitatif Pemanfaatan Lulusan Ultrasonografi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Indonesia Nurhasuna Nurhasuna; Edy Susanto; Agung Nugroho; Gatot Murti Wibowo; Yeti Kartikasari; Ahmad Hariri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52204

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pemanfaatan lulusan konsentrasi ultrasonografi (USG) di fasilitas pelayanan kesehatan, meskipun pendidikan berbasis kompetensi telah diterapkan. Tujuan penelitian adalah menganalisis kesesuaian penempatan kerja, relevansi kompetensi, serta faktor pendukung dan penghambat pemanfaatan profesional lulusan USG Poltekkes Kemenkes Jakarta II. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui tiga Focus Group Discussion, wawancara mendalam dengan pemberi kerja, serta analisis dokumen tracer study dan kurikulum. Analisis tematik Braun dan Clarke digunakan untuk mengidentifikasi pola temuan. Hasil penelitian menunjukkan empat tema utama: pola kerja yang belum sepenuhnya sesuai kompetensi, relevansi kompetensi yang kuat namun tidak selalu diakui, faktor pendukung berupa kurikulum komprehensif, paparan klinik, dan mentorship, serta hambatan struktural seperti ketiadaan pengakuan formal profesi sonografer, ketidakjelasan klasifikasi jabatan, dan ambiguitas regulasi lingkup praktik. Sebanyak 59,04% lulusan bekerja sebagai sonografer penuh atau sambilan, sementara sisanya berada pada peran umum atau non-klinis. Kesimpulannya, lulusan memiliki kompetensi teknis yang baik, tetapi pemanfaatan mereka masih terhambat oleh ketidaksinkronan antara pendidikan, regulasi, dan struktur ketenagakerjaan. Reformasi kebijakan dan penegasan lingkup praktik diperlukan untuk meningkatkan integrasi profesional sonografer.
Peningkatan Akurasi Diagnostik Tissue Harmonic Imaging Ultrasound pada Populasi Overweight: Evaluasi Komparatif Ketajaman Dinding, Artefak Intralumen, dan Ketajaman Lesi Rahayu Nia Pratiwi; Sugeng Rianto; Agung Nugroho Setiawan; Rasyid Rasyid; Bambang Satoto; Ahmad Hariri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52205

Abstract

Latar belakang: Kualitas citra pada ultrasonografi abdomen menurun secara signifikan pada pasien dengan indeks massa tubuh (BMI) tinggi akibat redaman akustik oleh jaringan adiposa. Keterbatasan ini mempengaruhi akurasi diagnostik penyakit kandung empedu, termasuk kolelitiasis, kolesistitis, dan polip. Tissue Harmonic Imaging (THI) dikembangkan untuk mengatasi degradasi citra dengan memanfaatkan propagasi gelombang non-linier yang menghasilkan frekuensi harmonik berkoherensi tinggi. Tujuan: Mengevaluasi secara kuantitatif dampak THI terhadap tiga parameter utama kualitas citra ultrasonografi kandung empedu ketajaman dinding anterior, penekanan artefak intra-lumen, dan kejelasan margin lesi pada pasien kelebihan berat badan. Metode: Studi komparatif berpasangan dilakukan pada 100 pasien BMI >25 kg/m² di Tirta Medical Center (Mei–Juni 2023). Setiap peserta menjalani dua urutan pencitraan berurutan: non-THI (fundamental imaging) dan THI, dengan parameter teknis yang distandarisasi. Dua radiolog independen menilai total 200 citra menggunakan skala ordinal empat tingkat (1–4). Hasil: THI menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh parameter dibandingkan non-THI. Ketajaman dinding anterior mencapai skor 2–3 pada 86% citra THI, sementara non-THI didominasi skor 1–2 (94%). Penekanan artefak internal meningkat drastis, dengan THI mencapai skor tertinggi (4) pada 52% citra dibanding 21% pada non-THI. Kejelasan lesi juga lebih baik pada THI (80% skor 3) dibanding non-THI (44% skor 3). Kesimpulan: THI secara konsisten meningkatkan kualitas citra ultrasonografi kandung empedu pada pasien kelebihan berat badan melalui peningkatan resolusi spasial, kontras, dan penekanan artefak. Temuan ini mendukung penggunaan THI sebagai protokol pencitraan standar untuk evaluasi hepatobilier pada populasi dengan BMI tinggi.
The Influence of Clinical Staff Competency, Change Management and Service Digitalization on The Innovation Performance of Health Service Units In A Modern Clinic Ana Faizah; Fanny Anggraeni Octoviani; Djunaedi Djunaedi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52233

Abstract

The major consideration of the investigation is to find out the interaction of the competencies of clinical staff, the change agent, and the new technology together with the performance of a healthcare unit in the contemporary innovation-oriented clinical network. The study originates from the perception of the need for innovations and changes in the healthcare industry which is a very much the case for the modern clinical organizations that are to provide soon, excellent, and technology-based services. For the research, a quantitative explanatory strategy was used, along with a sample of 150 respondents made up of clinical and administrative staff, as well as operational managers from the modern clinical network. Deliberate or purpose sampling was the technique employed to select respondents based on their work experience, involvement in operations, and familiarity with digital service systems. The results of multiple linear regression analysis indicated that each of the three independent variables had a positive and significant impact on the innovation performance of the healthcare units. The coefficient of determination value indicates that the blend of clinical staff competency, change management, and service digitalization has a great impact on innovation performance. The research advocates the clinical staff training as an important tactic, in addition to establishing change management infrastructures, and speeding up the digitalization of services, for boosting the innovation in modern clinic networks.
Efektifitas Penggunaan Aplikasi Nutriteens Sebagai Program Berbasis Internet Untuk Pengontrolan Asupan Nutrisi Pada Remaja Obesitas: Studi Kuasi Eksperimen Syeptri Agiani Putri; Wice Purwani Suci; Ririn Muthia Zukhra; Fathra Annis Nauli; Radinal Dwiki Novendra
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52240

Abstract

Peningkatan prevalensi obesitas pada remaja memerlukan inovasi pengelolaan nutrisi yang mudah diakses dan efektif. Aplikasi mobile health (mHealth) seperti NutriTeens berpotensi mendukung pemantauan asupan kalori secara mandiri dan meningkatkan kepatuhan remaja terhadap pengaturan nutrisi harian. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penggunaan aplikasi NutriTeens dalam meningkatkan pengetahuan gizi dan mengontrol asupan nutrisi pada remaja obesitas. Desain penelitian menggunakan one group pretest–posttest dengan 30 remaja obesitas. Intervensi berlangsung selama empat minggu melalui edukasi langsung dan pengulangan materi menggunakan aplikasi NutriTeens. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan gizi dan food recall 24 jam. Analisis menggunakan uji Wilcoxon dan paired t-test. Hasil menunjukkan peningkatan rerata pengetahuan gizi (15,60 menjadi 16,23), namun tidak signifikan (p = 0,399). Terdapat perbedaan signifikan antara kebutuhan energi dan asupan aktual (p = 0,002), menandakan ketidaksesuaian asupan energi dengan kebutuhan fisiologis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa NutriTeens efektif dalam memonitor asupan nutrisi, namun belum berdampak signifikan pada peningkatan pengetahuan. Optimalisasi fitur interaktif dan durasi intervensi diperlukan untuk memperoleh hasil yang lebih efektif.
Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Perawat dalam Pendokumentasian Asuhan Keperawatan di Rumah Sakit Tipe A Kota Pekanbaru Fitra Mayenti; Destria Efliani; Dilgu Meri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52252

Abstract

Pendokumentasian asuhan keperawatan merupakan bagian penting dalam pelayanan kesehatan karena berfungsi sebagai alat komunikasi, bukti legal, penjamin mutu, serta dasar evaluasi kinerja perawat. Namun, di berbagai rumah sakit masih ditemukan ketidaktepatan dan ketidaklengkapan dokumentasi yang berdampak pada kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor individu, psikologis, dan organisasi yang berhubungan dengan kinerja perawat dalam pendokumentasian asuhan keperawatan di Rumah Sakit Tipe A Kota Pekanbaru. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analitik, dilakukan pada September 2024 hingga Agustus 2025. Sampel sebanyak 125 perawat dipilih melalui teknik proportional simple random sampling. Pengolahan data meliputi editing, coding, processing, dan cleaning, kemudian dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi karakteristik perawat terkait usia, pendidikan, lama kerja, motivasi, stres kerja, supervisi, imbalan, dan struktur organisasi, yang berpotensi memengaruhi kualitas pendokumentasian. Mayoritas perawat belum melakukan pendokumentasian secara optimal karena beban kerja tinggi, keterbatasan waktu, serta kurangnya apresiasi. Temuan ini diharapkan menjadi dasar perbaikan
Effectiveness of Single Garlic Extract on Fatty Liver and Liver Enzymes in Rattus Norvegicus Wistar Fahmi Syahputra; Suandy Suandy; Linda Chiuman
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52285

Abstract

This study investigated the hepatoprotective efficacy of ethanol-extracted single garlic (EEBPT) on fatty liver and hepatic enzymes in rats. A true experimental design with pretest-posttest control group approach was employed. Twenty-four male Wistar rats (Rattus norvegicus) were randomly allocated into four groups: negative control (distilled water), positive control (simvastatin 2.1 mg/kg body weight), low-dose EEBPT (200 mg/kg body weight), and high-dose EEBPT (400 mg/kg body weight). All animals received high-fat diet supplementation for four weeks. Serum aspartate aminotransferase (SGOT/AST) and alanine aminotransferase (SGPT/ALT) were measured on days 0, 14, 21, and 28. Hepatic histopathology was assessed using hematoxylin and eosin staining. One-way ANOVA with Tukey post-hoc test and Kruskal-Wallis test were applied for statistical analysis (p<0.05). Results demonstrated that high-dose EEBPT significantly reduced SGOT and SGPT levels equivalent to simvastatin treatment and ameliorated hepatic steatosis, hepatocyte ballooning, and inflammatory infiltration. Ethanol-extracted single garlic at 400 mg/kg body weight exhibited hepatoprotective effects comparable to conventional statin therapy through antioxidative and anti-inflammatory mechanisms. Garlic extract represents a promising natural hepatoprotective agent for NAFLD management
Serum Prolactine Levels and Prolactine Receptor Expression in Premenopausal Breast Cancer: A Potential Predictive Biomarker? Effif Syofra Tripriadi; Sinta Chaira Maulanisa; Nur Indrawati Lipoeto; Yanwirasti Yanwirasti; Fadil Oenzil; Wirsma Arif Harahap; Tania Nugrah Utami; Farah Mardhiyah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52299

Abstract

Introduction: Premenopausal breast cancer (PBC) is often more aggressive than postmenopausal cases, with prolactin playing a key role in tumor development. This study examines the relationship between serum prolactin levels, prolactin receptor (PRLR) expression, and clinicopathological features in PBC patients. Methods: This cross-sectional study was conducted from 2021 - 2022 at multiple hospitals in Pekanbaru, Indonesia. Thirty-five PBC patients and 35 healthy controls were included. Serum prolactin levels were measured using ELISA, and PRLR expression was assessed via IHC. Statistical analysis was performed using independent t-tests and correlation analysis (p < 0.05). Results: PBC patients had higher prolactin levels (51.96±80.40 ng/mL) than controls (20.83±15.74 ng/mL, p = 0.031). PRLR expression was detected in over 90% of tumors, with a significant correlation between prolactin levels and cancer stage (p = 0.035). Discussion: These findings suggest prolactin contributes to PBC progression, with higher levels linked to advanced stages, possibly through JAK2/STAT5 signaling. Conclusion: Serum prolactin levels and PRLR expression are associated with cancer stage, supporting their potential as biomarkers for early detection and disease progression. Further studies are needed for validation.
Studi Literatur Representasi Risiko Infeksi Kulit dalam Diskursus Media Sosial tentang Thrifting di kalangan Gen Z Aisha Arifah Shiba
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52355

Abstract

The growing popularity of thrifting among Generation Z has transformed this practice into a prominent form of digital consumption, yet it has simultaneously generated extensive discourse regarding the risk of skin infections associated with second-hand clothing. This study aims to identify and analyze how skin infection risks are represented in scientific literature and constructed within social media environments. A Systematic Literature Review (SLR) guided by PRISMA was conducted by examining studies published between 2016 and 2025 across multiple academic databases. From an initial pool of 326 records, 19 articles met the inclusion criteria and were analyzed thematically. The findings reveal that biological risks such as bacterial, fungal, and parasitic contamination are consistently reported in microbiological studies on second-hand clothing. Meanwhile, risk perceptions on social media are shaped through visual narratives, user experiences, and algorithmic amplification, resulting in multilayered and emotional representations that do not always align with empirical evidence. The discussion emphasizes that the interplay between scientific findings and digital discourses produces a complex construction of risk within thrifting practices. In conclusion, the representation of skin infection risks in thrifting is a multidimensional construct influenced by scientific data, social perceptions, and digital communication patterns among Generation Z.
Pengaruh Budaya Organisasi, Disiplin Kerja dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai di Kantor Bkpsdm Kabupaten Belitung Syarah Oktrissyanti; Kosasih Kosasih; Farida Yuliaty; Sumeidi Kadarisman; Vip Paramarta
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52356

Abstract

Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Belitung berperan dalam mengelola dan meningkatkan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) guna mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, dan berintegritas. Meskipun memiliki peran strategis, lembaga ini masih menghadapi berbagai tantangan, seperti kesenjangan kinerja antar pegawai, rendahnya tingkat inovasi, serta perbedaan motivasi kerja yang cukup mencolok. Kinerja ASN dipengaruhi oleh sejumlah faktor utama, yaitu budaya organisasi, kedisiplinan dalam kerja, dan motivasi, di mana motivasi berperan sebagai variabel mediasi yang memperkuat budaya organisasi dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi aktual budaya organisasi, kedisiplinan, motivasi, serta kinerja pegawai di lingkungan BKPSDM Kabupaten Belitung, serta menguji hubungan langsung dan tidak langsung antarvariabel tersebut. Pendekatan penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan pemberian kuesioner kepada responden yang telah ditentukan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan regresi linier berganda untuk menguji hubungan antarvariabel secara empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum budaya organisasi, kedisiplinan, motivasi, dan kinerja pegawai berada dalam kategori baik, meskipun masih diperlukan peningkatan pada aspek motivasi berprestasi dan konsistensi disiplin kerja. Analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa budaya organisasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi dan kinerja pegawai, baik secara langsung maupun tidak langsung. Sebaliknya, disiplin kerja tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap motivasi maupun kinerja pegawai. Sementara itu, motivasi kerja terbukti menjadi faktor yang berperan besar dalam kinerja pegawai secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Page 9 of 36 | Total Record : 351