cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,415 Documents
Effect Of Cognitive Behavioral Therapy On Reducing Anxiety, Stress And Depression In HIV-AIDS Patients : A Systematic Review Riska Eka Fatma Hasibuan; Sri Yona; Anggri Noorana Zahra
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43509

Abstract

Introduction: HIV/AIDS remains a major public health issue, impacting patients' physical, social, and psychological well-being. Psychological effects like anxiety, stress, and depression are prevalent due to stigma, uncertain prognosis, and treatment complexity. Persistent stress weakens the immune system, accelerates disease progression, and reduces quality of life. Psychotherapy, such as Cognitive Behavioral Therapy (CBT), has been widely developed and proven effective in managing these issues. Objective: This study aims to examine the effect of CBT on reducing anxiety, stress, and depression in HIV/AIDS patients. Methods: Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) methods was used to select articles. Critical Appraisal Skills Programme was used for quality assessment. Discussion: This study reviewed ten articles on CBT's impact. Seven articles discussed CBT, two covered yoga therapy, and one explored mindfulness therapy. Results and Conclusions: CBT effectively reduces anxiety, stress, and depression in HIV/AIDS patients. Combining CBT with other therapies, such as Motivational Enhancement Therapy (MET), Medication Management Algorithm (MMA), and Enhanced Usual Depression Care (EUDC) plus the Healthy Options program, can provide additional benefits. CBT also improves patients' quality of life and has been shown to reduce HIV viral load.
Terapi Sleep Hygiene Dalam Meningkatkan Kualitas Tidur Pada Anak Saat Hospitalisasi Rizki Anjarsari; Irdawati Irdawati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43513

Abstract

Anak-anak yang menjalani hospitalisasi sering mengalami kecemasan terhadap lingkungan baru dan pengasuh yang tidak dikenal, yang dapat mengganggu pengaturan diri, termasuk pola tidur. Tidur berkualitas tinggi sangat penting bagi kesehatan fisik, perkembangan kognitif, serta prestasi akademis anak. Salah satu metode non-farmakologis yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas tidur adalah terapi higiene tidur, yang bertujuan membentuk kebiasaan tidur yang sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas terapi higiene tidur terhadap kualitas tidur anak usia sekolah yang menjalani rawat inap di Rumah Sakit Indriati Solo Baru. Penelitian menggunakan desain one-group pre-test post-test dengan 10 responden yang mengalami gangguan tidur akibat hospitalisasi. Pengukuran kualitas tidur dilakukan menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, rata-rata skor PSQI adalah 28,90, menandakan kualitas tidur yang buruk. Setelah tiga hari intervensi, skor PSQI menurun signifikan menjadi 13,10 (p = 0,000), menunjukkan peningkatan kualitas tidur yang signifikan. Hasil ini mengindikasikan bahwa terapi higiene tidur merupakan intervensi yang efektif dalam meningkatkan kualitas tidur anak usia sekolah selama hospitalisasi, sehingga dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari intervensi keperawatan untuk anak yang mengalami gangguan tidur.
Analisis Kesiapan Perawatan dalam Melaksanakan Triase di Unit Intalasi Gawat Darurat Dirumah Sakit Tipe B Kota Palembang Tahun 2024 Indah Noer Jannah; Indra Frana Jaya KK; Rahmania Ambarika; Ratna Wardani
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43519

Abstract

Instalasi gawat darurat merupakan salah satu unit pelayanan di rumah sakit yang memberikan pertolongan pertama dan sebagai jalan utama masuknya pasien dengan kondisi gawat darurat. Triage merupakan suatu kegiatan memilih dan memilah pasien yang akan masuk ke IGD, dari proses memilih dan memilah pasien yang masuk ke IGD akan dikategorikan kedalam pasien true emergency dan false emergency. Untuk mengetahui analisis kesiapan perawat dalam pelaksanaan Triage di unit Instalasi Gawat Darurat di RSUD Siti Fatimah Palembang tahun 2024 dan RSUD BARI Palembang. Penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif dengan deskriptif menggunakan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data dimulai pada bulan November hingga desember 2024 di ruang instalasi unit gawatdarurat dengan sampel sebanyak 69 responden dengan menggunakan teknik total Sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Memiliki hubungan antara tingkat pengetahuan dalam melaksanakan triase di instalasi gawat darurat dengan hasil P-Value 0.001 yang berarti kurang dari 0.05. sikap perawat dalam melaksanaka triase di instalasi gawat darurat dengan hasil P-Value 0.048 yang berarti kurang dari 0.05, dan tingkat stres perawat dalam melaksanakan triase di instalasi gawat darurat dengan hasil P-Value 0.000 yang berarti kurang dari 0.05. sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan, sikap, dan tingkat stres perawat memiliki hubungan dengan kesiapan perawat dalam melaksanakan triase di instalasi gawat darurat Rumah Sakit Tipe B di kota Palembang Tahun 2024
Hubungan antara Efikasi Diri dan Dukungan Keluarga dengan Mekanisme Koping Klien Gagal Ginjal Kronik Yang Menjalani Hemodialisa di RSU Royal Prima Medan Tahun 2024 Ramadhani Ramadhani; Nurul Amirah Tamimi; S. Cristin Tambunan; Cut Kanza Lindia Sari; Rael Malia Putri Wau; Karmila Br Kaban
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43526

Abstract

Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan penyakit yang memerlukan perawatan jangka panjang, salah satunya melalui terapi hemodialisa. Pasien GGK menghadapi berbagai tantangan fisik dan psikologis yang dapat mempengaruhi mekanisme koping. Tujuan penelitian ini mengetahui Hubungan antara Efikasi Diri serta Dukungan Keluarga dengan Mekanisme Koping Klien Gagal Ginjal Kronik yang melaksanakan Hemodialisa di RSU Royal Prima Medan 2024. Jenis penelitian yang diunakan dengan studi analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik accidental sampling dari populasi pasien GGK yang berjumlah 127 orang. Data dikumpulkan melalui wawancara terpimpin, pengisian kuesioner, serta analisis rekam medis. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi variabel serta bivariat menggunakan uji chi-square guna menguji hubungan antarvariabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas pasien gagal ginjal kronik (GGK) yang menjalani hemodialisa di RSU Royal Prima Medan memiliki tingkat efikasi diri sedang, yang mencerminkan keyakinan diri yang cukup dalam menghadapi penyakit, meskipun masih memerlukan dukungan tambahan. Dukungan keluarga terhadap pasien umumnya berada dalam kategori baik, yang berkontribusi dalam meningkatkan kesiapan mental pasien dalam menjalani terapi. Mekanisme koping yang digunakan mayoritas pasien bersifat adaptif, menunjukkan bahwa mereka mampu menghadapi stres dengan strategi yang positif. Selain itu, terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri dengan mekanisme koping, di mana pasien dengan efikasi diri yang lebih tinggi cenderung menggunakan mekanisme koping yang lebih adaptif. Hubungan signifikan juga ditemukan antara dukungan keluarga dan mekanisme koping, di mana pasien dengan dukungan keluarga yang baik lebih mampu mengelola stres dengan cara yang positif.
Effectiveness of Implementing Modified Mindfulness Based Stress Reduction (MBSR) on Stress and Fatigue in Hemodialysis Patients Aprianto Guntur Irawan; Dhea Natashia; Dewi Gayatri; Wati Jumaiyah; Winda Yuniarsih
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43554

Abstract

Stress and fatigue are common complaints among hemodialysis patients, significantly affecting their quality of life during long-term therapy. This study aimed to evaluate the effectiveness of a modified Mindfulness-Based Stress Reduction (MBSR) intervention on stress and fatigue in patients undergoing hemodialysis. The study adopted a quasi-experimental pretest-posttest control group design and employed simple random sampling. A total of 32 respondents participated, with 16 in each group. Stress was measured using the Perceived Stress Scale (PSS-10) and fatigue using the Functional Assessment of Chronic Illness Therapy-Fatigue (FACIT-F 40). The modified MBSR intervention was conducted for 30 minutes per session. Data were analyzed using paired t-tests and independent t-tests. The results showed significant differences in stress (MD = -13.12, t = -4.748, p < 0.001) and fatigue levels (MD = 7.34, t = -3.865, p = 0.001) between the intervention and control groups. These findings indicate that the modified MBSR therapy was effective in reducing stress and fatigue, with a p-value < 0.05 indicating statistical significance. Therefore, this modified MBSR therapy is a promising non-pharmacological nursing intervention that can be integrated into nursing care for chronic kidney failure patients experiencing stress and fatigue during hemodialysis.
Hubungan Kadar Gula Darah Terhadap Kerusakan Neuropati Pada Pasien Diabetes Melitus di RSU Royal Prima Medan Tahun 2024 Eben Haezer Harefa; Theresia Theresia; Yantriani Talunohi; Priscilia Ursula Rumondang Aruan; Nurhayatika Sidabutar; Karmila Br. Kaban
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43562

Abstract

Diabetes Melitus merupakan sebuah penyakit lebih dari 6 bulan yang terjadi disaat kelenjar pankreas tidak mampu mengeluarkan insulin atau pada saat sistem tubuh tidak dapat berhasil memanfaatkan hormon insulin yang telah dihasilkannya. Kadar Gula Darah dipengaruhkan dengan beberapa faktor-faktor salah satunya adalah sistem makan tidak terkontrol sehingga terjadinya hiperglikemia persisten hal ini menjadi adanya peningkatan aktivasi jalur poliol atau rute alternatif metabolisme glukosa. Tujuan penelitian untuk mengetahui Hubungan Kadar Gula Darah Terhadap Kerusakan Neuropati Pada Pasien Diabetes melitus Di Rumah Sakit Universitas Royal Prima. Pada penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode non - eksperimental. Hasil : Kadar Gula Darah dari 50 responden, yaitu mayoritas mengalami KGD sangat tinggi sebanyak 30 responden (60%), dan minoritas mengalami Kadar Gula Darah tinggi berjumlah 20 responden (40%).mengalami Neuropati dengan Gula Darah sangat tinggi sebanyak 27 pasien (90.0%)dan Gula Darah yang tinggi berjumlah 2 pasien (10.0%). Sementara orang penderita Diabetes Melitus yang bukan mengalami Neuropati yang tinggi yaitu sebanyak 18 pasien (90.0%) dan yang sangat tinggi sebanyak 3 pasien (10.0%). hasil dari Chi-square yaitu dengan nilai 0,000.
Hubungan Pendidikan, Pekerjaan, dan Pola Asuh Ibu Dengan Status Gizi Pada Balita: Literature Review Winda Dian Pratiwi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43563

Abstract

Abstrak Status gizi balita di Indonesia merupakan isu kesehatan yang mendesak, dengan prevalensi stunting mencapai21,6% dan wasting 7,7% menurut Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis hubungan antara pendidikan, pekerjaan, dan pola asuh ibu terhadap status gizi balita. Melaluimetode literature review, data dikumpulkan dari berbagai sumber akademik dan jurnal ilmiah yang relevan.Hasil analisis menunjukkan bahwa pendidikan ibu yang lebih tinggi berhubungan positif dengan pengetahuangizi dan pola asuh yang baik, yang pada gilirannya meningkatkan status gizi anak. Pekerjaan ibu jugaberkontribusi signifikan, di mana ibu yang bekerja cenderung memiliki akses lebih baik terhadap sumber dayagizi. Pola asuh yang baik, termasuk perhatian terhadap asupan makanan dan kesehatan anak, terbuktiberpengaruh positif terhadap status gizi balita. Temuan ini menekankan pentingnya intervensi yang berfokuspada peningkatan pendidikan dan pengetahuan ibu, serta penguatan pola asuh yang baik untuk meningkatkanstatus gizi balita di Indonesia.Kata Kunci: Pendidikan Ibu, Pekerjaan Ibu, Pola Asuh Ibu, Status Gizi Balita
Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Akses Vaskular Cimino (Fistula Arteriovenosa) Pada Pasien Yang Menjalani Terapi Hemodialisa di RSU Royal Prima Medan Tahun 2024 Agfornidar Zalukhu; Saniyyah Aribah Dhilla Br. Sitohang; Chelsea Paulina Duha; Wiajeng Mustikah; Juniati Simanjuntak; Karmila Br. Kaban
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43567

Abstract

Background: The kidneys may slowly and irreversibly suffer damage from chronic kidney disease (CKD). Polycystic kidney disease, diabetes mellitus, hypertension, glomerular inflammation, HIV/AIDS, and other medical disorders are common causes of this illness. The purpose of this study is to investigate the association between hemodialysis patients' anxiety levels and their CImino vascular access at Royal Prima Medan General Hospital. In 2024, hemodialysis patients at Royal Prima Medan General Hospital will be studied to see whether there is a correlation between anxiety levels and cimino vascular access. The study will use quantitative methodology and a cross-sectional analytic survey methodology. This study's sample was selected using an accidental sampling strategy, which involves selecting samples by random via chance encounters with researchers who might be good sources of information. To determine the link between several nominal and ordinal variables, bivariate analysis employs the Chi-Square test. Conclusion: Out of the total number of respondents, 28 had extremely long-term usage, with 5 having extremely long-term usage making up a minority. According to the data, which shows a substantial correlation between anxiety levels and cimino vascular access in hemodialysis patients (p < 0.05), we may reject H0 and embrace Ha. Recommendations: For Participants and Study Sites, For Future Scholars
Hubungan pemberian Edukasi Kesehatan Dengan Pengetahuan Ibu Tentang Pemilihan MPASI Pada Bayi Usia 6-12 Bulan, Emilia Fitalin Mbarasi Harita; Enjelin Lumban Tobing; Anisa Syahputri; Elv. Feedia Mona Saragih
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43604

Abstract

Latar Belakang: MP-ASI merupakan bentuk pokok makanan dari Asi menjadi makanan keluarga yang diberikan  pada  bayi  dimulai  dari  usia  6-24  bulan  yang  diberikan  secara  bertahap  jenis,  jumlah  porsi, frekuensi, pemberian dan bentuk yang harus disesuaikan dengan kemampuan dan usia bayi dalam mencerna makanan untuk memenuhi kebutuhan zat gizi nya (maya Sari et al, 2022). Tujuan Penelitian: untuk mengetahui bagaimana hubungan pemberian edukasi kesehatan dengan pengetahuan ibu tentang pemilihan MP-ASI  pada  bayi  usia  6-12  bulan.  Metode  Penelitian:penelitian  ini  menggunakan  jenis  penelitian kuantitatif dengan desain yang di pakai ialah desain quasi eksperimen dengan pendekatan pretest dan postest tanpa kelompok kontrol. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 52 responden, menggunakan teknik purposive sampling. Uji statistik menggunakan uji wilcoxon. Hasil: didapatkan nilai p value (0,000) < α (0,05) maka Ha diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh edukasi kesehatan dengan pengetahuan ibu tentang pemilihan MP-ASI pada bayi usia 6-12 bulan di desa pematang johar kecamatan labuhan deli kabupaten deli serdang. Kesimpulan: sehingga penelitian ini terdapat adanya pengaruh pemberian edukasi kesehatan dengan pengetahuan ibu tentang pemilihan MP-ASI pada bayi usia 6-
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Pencegahan Penyakit Diare Pada Anak di Rumah Sakit Tingkat II R.W. Mongisidi Manado Veidi Powa; Odi Roni Pinontoan; Jeannette I. Ch. Manoppo; Oksfriani Jufri Sumampouw; Dina Rombot
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43613

Abstract

Pengetahuan dan pendidikan orang tua berperan besar dalam penerapan perilaku pencegahan seperti pemberian ASI eksklusif, kebersihan makanan, serta cuci tangan pakai sabun. Studi menunjukkan bahwa ibu dengan pendidikan rendah lebih berisiko memiliki anak yang menderita diare dibanding ibu dengan pendidikan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan penyakit diare pada anak di Rumah Sakit Tingkat (RS Tk.) II R.W. Mongisidi Manado. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi wawancara dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Variabel bebas yaitu usia orang tua, pendidikan orang tua, pengetahuan orang tua, dan sarana kesehatan. Variabel terikat yaitu perilaku pencegahan diare pada anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan orang tua (p= 0,729), usia orang tua (p= 0,316) dan pendidikan orang tua (p=1,000) dengan perilaku pencegahan diare anak sedangkan variabel sarana kesehatan diperoleh nilai p=0,024 (p< 0,05) yang berarti sarana kesehatan berhubungan secara signifikan dengan perilaku pencegahan diare anak. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa dari semua variabel independen (bebas) yang diduga memengaruhi perilaku pencegahan diare anak terdapat 1 (satu) variabel yang paling berpengaruh terhadap perilaku pencegahan diare anak dengan p-value 0,004 yaitu variabel sarana kesehatan. Nilai OR terbesar diperoleh yaitu 4,080 artinya sarana kesehatan dalam upaya pencegahan diare anak oleh responden mempunyai peluang 4,080 kali perubahan perilaku pencegahan diare anak. Kesimpulan penelitian ini yaitu sarana kesehatan merupakan faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan diare anak di RS Tk. II R.W. Mongisidi Manado.