cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 1,943 Documents
Hubungan Lama Menjalani Hemodialisa dengan Status Gizi Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di Rsu Royal Prima Medan Tahun 2025 Pandiangan, Gabriella S.; Pakpahan, Rosalina; Dakhi, Ruth Kristyanti; Sinambela, Geby Laura Lastry; Maharany, Dinda; Kaban, Karmila Br
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52171

Abstract

ABSTRAK Gagal Ginjal Kronik (GGK) didefinisikan sebagai penurunan fungsi ginjal bersifat permanen dan terus memburuk, yang umumnya membutuhkan intervensi terapi pengganti ginjal seperti hemodialisa. Terapi hemodialisa yang diterapkan dalam durasi yang lama mempengaruhi status gizi pasien akibat hilangnya zat gizi selama proses dialisis dan penurunan nafsu makan. Status gizi yang buruk dapat meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas pasien Gagal Ginjal Kronik (GGK) penelitian ini bertujuan mengetahui sejauh mana hubungan antara lama waktu hemodialisa dengan status gizi pasien GGK yang berada di RSU Royal Prima Medan periode 2025. Studi ini menggunakan desain cross-sectional dengan metode kuantitatif. Populasi riset terdiri dari 134 pasien GGK yang menjalani prosedur hemodialisa di rumah sakit yang sama. Pengambilan sampel dilakukan secara tidak sengaja (accidental sampling) dan menghasilkan 47 sempel. Untuk pengumpulan data, peneliti memanfaatkan rekam medis dan kuesioner, kemudian data tersebut dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (α < 0,05) Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden menjalani hemodialisa selama >2 tahun sebanyak 22 orang (46,8%), sedangkan mayoritas status gizi responden tergolong gizi kurang sebanyak 25 orang (53,2%). Terdapat hubungan signifikan yang ditunjukkan oleh hasil uji statistik antara status gizi pasien GGK dan lama waktu mereka menjalani hemodialisa (p-value 0,000). Dapat disimpulkan, bahwa semakin lama pasien menjalani hemodialisa, semakin besar kemungkinan mengalami penurunan status gizi. Oleh karena itu, diperlukan pemantauan status gizi secara rutin dan intervensi nutrisi yang tepat bagi pasien yang telah lama menjalani terapi hemodialisa untuk menjaga kondisi gizi mereka. Kata Kunci: Gagal ginjal kronik, hemodialisa, lama menjalani hemodialisa, status gizi. ABSTRACT Chronic Kidney Failure (CKF) is a medical condition marked by the gradual and ongoing decline in kidney function and permanent decline in kidney function, which often requires renal replacement therapy such as hemodialysis. Long-term hemodialysis therapy can affect the patient's nutritional status due to the loss of nutrients during the dialysis process and decreased appetite. Suboptimal nutritional status among individuals suffering from Chronic Kidney Disease (CKD) heightens their susceptibility to both illness (morbidity) and death (mortality). This research was therefore conducted to assess the correlation between the length of time a patient receives hemodialysis and their nutritional state at Royal Prima Medan Hospital in 2025. The study employed a quantitative methodology with a cross-sectional design. The entire study population consisted of 134 chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis at that facility. Using an accidental sampling technique, 47 respondents were successfully recruited. Data were collected via medical record review and questionnaires, and subsequently analyzed using the Chi-Square test at the 95% significance level (α< 0.05). The findings indicated that the majority of participants (22 individuals) had been on hemodialysis for over two years, while a separate majority (25 individuals) were concurrently classified as malnourished. Critically, the statistical analysis demonstrated A strong correlation was found between the length of time patients were on hemodialysis and their nutritional status (p-value = 0.000). The longer a patient undergoes hemodialysis, the greater the likelihood of experiencing a decline in nutritional status. Therefore, routine nutritional monitoring and appropriate nutritional interventions are necessary for patients undergoing long-term hemodialysis therapy to maintain their nutritional status. Keywords: Chronic kidney failure, hemodialysis, duration of hemodialysis, nutritional status.
Kondisi Fisik Rumah dengan Kejadian Malaria: Studi Kasus di Benyom Jaya I Kecamatan Nimbokrang Kabupaten Jayapura Mofu, Renold M; Cahyani, Ayu; Payasan, Lalu Guntur
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52174

Abstract

Eliminasi malaria pada tahun 2030 di Indonesia menghadapi tantangan multifaktor. Faktor-faktor yang mesti dipenuhi terlebih dahulu disamping faktor nyamuk adalah kondisi fisik rumah. Kondisi fisik rumah memainkan peran yang penting dalam konteks menghalangi nyamuk masuk ke dalam rumah, berkembang biak dan transmisi antara anggota keluarga didalam rumah. Penelitian ini mengkaji kondisi fisik rumah dengna kejadian malarian. Metode yang digunakan ialah kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 99 responden dan analisa data menggunakan chi-square. Penelitian ini mendapatkan bahwa 41 responden menderita malaria dan 58 responden tidak menderita malaria. jenis rumah responden yaitu permanen 82 rumah (82,8%) dan semi permanen 17 rumah (17,2%), keberadaan plafon yang tidak memenuhi syarat 61 rumah (61,6%) dan memenuhi syarat 38 rumah (38,4%), keberadaan kawat kasa yang tidak memenuhi syarat 69 rumah (69,7%) dan memenuhi syarat 30 rumah (30,3%), ada hubungan jenis rumah terhadap kejadian malaria (p=0,003) dan tidak ada hubungan keberadaan plafon/langit-langit terhadap kejadian malaria (p=0,075) dan juga tidak ada hubungan keberadaan plafon terhadap kejadian malaria (p=0,393). Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan antara jenis rumah dengan kejadian malaria, tidak terdapat hubungan antara keberadaan plafon/langit-langit dengan kejadian malaria dan tidak terdapat hubungan antara keberadaan kawat kasa dengan kejadian malaria pada masyarakat di Desa Benyom Jaya I, Kecamatan Nimbokrang Kabupaten Jayapura, Papua. Masyarakat diharapkan memiliki jenis rumah yang permanen sehingga dapat mengurangi faktor risiko terjadinya malaria dan mengurangi kontak vektor malaria di sekitar rumah agar tidak menjadi tempat perkembangbiakan
Angka Nyeri Lutut pada Wanita Menopause di Rumah Sakit Universitas Airlangga Tahun 2019 – 2025 Ranitta, Trissha Adara; Abudurachman, Abudurachman; Annas, Jimmy Yanuar; Yunus, Yunus
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52182

Abstract

Nyeri lutut merupakan keluhan muskuloskeletal utama pada wanita menopause yang berdampak pada kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan usia menopause dan indeks massa tubuh (IMT) dengan derajat nyeri lutut. Studi observasional analitik potong lintang dilakukan di Rumah Sakit Universitas Airlangga pada Agustus–September 2025 terhadap 146 wanita menopause (usia 45–60 tahun) yang tercatat dalam rekam medis periode 2019–2025. Data dikumpulkan melalui kuesioner Visual Analog Scale (VAS) dan rekam medis. Analisis menggunakan regresi logistik berganda. Hasil menunjukkan bahwa 43,5% responden mengalami nyeri lutut sedang hingga berat (VAS ≥4). Usia menopause ≥55 tahun meningkatkan risiko nyeri sedang–berat sebesar 2,82 kali (OR = 2,82; 95% CI: 1,34–5,92; p = 0,006), sedangkan obesitas (IMT ≥25,0 kg/m²) meningkatkan risiko 2,41 kali (OR = 2,41; 95% CI: 1,08–5,37; p = 0,031). Kedua faktor ini bersifat independen setelah dikontrol terhadap aktivitas fisik dan lama menopause. Disimpulkan bahwa nyeri lutut pada wanita menopause dipengaruhi secara signifikan oleh durasi defisiensi estrogen (diwakili usia menopause lanjut) dan beban mekanis-inflamasi akibat obesitas. Intervensi promotif-preventif berbasis pengendalian berat badan dan edukasi kesehatan sendi perlu diintegrasikan ke dalam layanan kesehatan menopause.
Kesenjangan Pendidikan dan Praktik: Analisis Kualitatif Pemanfaatan Lulusan Ultrasonografi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Indonesia Nurhasuna, Nurhasuna; Susanto, Edy; Nugroho, Agung; Wibowo, Gatot Murti; Kartikasari, Yeti; Hariri, Ahmad
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52204

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pemanfaatan lulusan konsentrasi ultrasonografi (USG) di fasilitas pelayanan kesehatan, meskipun pendidikan berbasis kompetensi telah diterapkan. Tujuan penelitian adalah menganalisis kesesuaian penempatan kerja, relevansi kompetensi, serta faktor pendukung dan penghambat pemanfaatan profesional lulusan USG Poltekkes Kemenkes Jakarta II. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui tiga Focus Group Discussion, wawancara mendalam dengan pemberi kerja, serta analisis dokumen tracer study dan kurikulum. Analisis tematik Braun dan Clarke digunakan untuk mengidentifikasi pola temuan. Hasil penelitian menunjukkan empat tema utama: pola kerja yang belum sepenuhnya sesuai kompetensi, relevansi kompetensi yang kuat namun tidak selalu diakui, faktor pendukung berupa kurikulum komprehensif, paparan klinik, dan mentorship, serta hambatan struktural seperti ketiadaan pengakuan formal profesi sonografer, ketidakjelasan klasifikasi jabatan, dan ambiguitas regulasi lingkup praktik. Sebanyak 59,04% lulusan bekerja sebagai sonografer penuh atau sambilan, sementara sisanya berada pada peran umum atau non-klinis. Kesimpulannya, lulusan memiliki kompetensi teknis yang baik, tetapi pemanfaatan mereka masih terhambat oleh ketidaksinkronan antara pendidikan, regulasi, dan struktur ketenagakerjaan. Reformasi kebijakan dan penegasan lingkup praktik diperlukan untuk meningkatkan integrasi profesional sonografer.
Peningkatan Akurasi Diagnostik Tissue Harmonic Imaging Ultrasound pada Populasi Overweight: Evaluasi Komparatif Ketajaman Dinding, Artefak Intralumen, dan Ketajaman Lesi Pratiwi, Rahayu Nia; Rianto, Sugeng; Setiawan, Agung Nugroho; Rasyid, Rasyid; Satoto, Bambang; Hariri, Ahmad
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52205

Abstract

Latar belakang: Kualitas citra pada ultrasonografi abdomen menurun secara signifikan pada pasien dengan indeks massa tubuh (BMI) tinggi akibat redaman akustik oleh jaringan adiposa. Keterbatasan ini mempengaruhi akurasi diagnostik penyakit kandung empedu, termasuk kolelitiasis, kolesistitis, dan polip. Tissue Harmonic Imaging (THI) dikembangkan untuk mengatasi degradasi citra dengan memanfaatkan propagasi gelombang non-linier yang menghasilkan frekuensi harmonik berkoherensi tinggi. Tujuan: Mengevaluasi secara kuantitatif dampak THI terhadap tiga parameter utama kualitas citra ultrasonografi kandung empedu ketajaman dinding anterior, penekanan artefak intra-lumen, dan kejelasan margin lesi pada pasien kelebihan berat badan. Metode: Studi komparatif berpasangan dilakukan pada 100 pasien BMI >25 kg/m² di Tirta Medical Center (Mei–Juni 2023). Setiap peserta menjalani dua urutan pencitraan berurutan: non-THI (fundamental imaging) dan THI, dengan parameter teknis yang distandarisasi. Dua radiolog independen menilai total 200 citra menggunakan skala ordinal empat tingkat (1–4). Hasil: THI menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh parameter dibandingkan non-THI. Ketajaman dinding anterior mencapai skor 2–3 pada 86% citra THI, sementara non-THI didominasi skor 1–2 (94%). Penekanan artefak internal meningkat drastis, dengan THI mencapai skor tertinggi (4) pada 52% citra dibanding 21% pada non-THI. Kejelasan lesi juga lebih baik pada THI (80% skor 3) dibanding non-THI (44% skor 3). Kesimpulan: THI secara konsisten meningkatkan kualitas citra ultrasonografi kandung empedu pada pasien kelebihan berat badan melalui peningkatan resolusi spasial, kontras, dan penekanan artefak. Temuan ini mendukung penggunaan THI sebagai protokol pencitraan standar untuk evaluasi hepatobilier pada populasi dengan BMI tinggi.
The Influence of Clinical Staff Competency, Change Management and Service Digitalization on The Innovation Performance of Health Service Units In A Modern Clinic Faizah, Ana; Octoviani, Fanny Anggraeni; Djunaedi, Djunaedi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52233

Abstract

The major consideration of the investigation is to find out the interaction of the competencies of clinical staff, the change agent, and the new technology together with the performance of a healthcare unit in the contemporary innovation-oriented clinical network. The study originates from the perception of the need for innovations and changes in the healthcare industry which is a very much the case for the modern clinical organizations that are to provide soon, excellent, and technology-based services. For the research, a quantitative explanatory strategy was used, along with a sample of 150 respondents made up of clinical and administrative staff, as well as operational managers from the modern clinical network. Deliberate or purpose sampling was the technique employed to select respondents based on their work experience, involvement in operations, and familiarity with digital service systems. The results of multiple linear regression analysis indicated that each of the three independent variables had a positive and significant impact on the innovation performance of the healthcare units. The coefficient of determination value indicates that the blend of clinical staff competency, change management, and service digitalization has a great impact on innovation performance. The research advocates the clinical staff training as an important tactic, in addition to establishing change management infrastructures, and speeding up the digitalization of services, for boosting the innovation in modern clinic networks.
Efektifitas Penggunaan Aplikasi Nutriteens Sebagai Program Berbasis Internet Untuk Pengontrolan Asupan Nutrisi Pada Remaja Obesitas: Studi Kuasi Eksperimen Putri, Syeptri Agiani; Suci, Wice Purwani; Zukhra, Ririn Muthia; Nauli, Fathra Annis; Novendra, Radinal Dwiki
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52240

Abstract

Peningkatan prevalensi obesitas pada remaja memerlukan inovasi pengelolaan nutrisi yang mudah diakses dan efektif. Aplikasi mobile health (mHealth) seperti NutriTeens berpotensi mendukung pemantauan asupan kalori secara mandiri dan meningkatkan kepatuhan remaja terhadap pengaturan nutrisi harian. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penggunaan aplikasi NutriTeens dalam meningkatkan pengetahuan gizi dan mengontrol asupan nutrisi pada remaja obesitas. Desain penelitian menggunakan one group pretest–posttest dengan 30 remaja obesitas. Intervensi berlangsung selama empat minggu melalui edukasi langsung dan pengulangan materi menggunakan aplikasi NutriTeens. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan gizi dan food recall 24 jam. Analisis menggunakan uji Wilcoxon dan paired t-test. Hasil menunjukkan peningkatan rerata pengetahuan gizi (15,60 menjadi 16,23), namun tidak signifikan (p = 0,399). Terdapat perbedaan signifikan antara kebutuhan energi dan asupan aktual (p = 0,002), menandakan ketidaksesuaian asupan energi dengan kebutuhan fisiologis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa NutriTeens efektif dalam memonitor asupan nutrisi, namun belum berdampak signifikan pada peningkatan pengetahuan. Optimalisasi fitur interaktif dan durasi intervensi diperlukan untuk memperoleh hasil yang lebih efektif.
Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Perawat dalam Pendokumentasian Asuhan Keperawatan di Rumah Sakit Tipe A Kota Pekanbaru Mayenti, Fitra; Efliani, Destria; Meri, Dilgu
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52252

Abstract

Pendokumentasian asuhan keperawatan merupakan bagian penting dalam pelayanan kesehatan karena berfungsi sebagai alat komunikasi, bukti legal, penjamin mutu, serta dasar evaluasi kinerja perawat. Namun, di berbagai rumah sakit masih ditemukan ketidaktepatan dan ketidaklengkapan dokumentasi yang berdampak pada kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor individu, psikologis, dan organisasi yang berhubungan dengan kinerja perawat dalam pendokumentasian asuhan keperawatan di Rumah Sakit Tipe A Kota Pekanbaru. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analitik, dilakukan pada September 2024 hingga Agustus 2025. Sampel sebanyak 125 perawat dipilih melalui teknik proportional simple random sampling. Pengolahan data meliputi editing, coding, processing, dan cleaning, kemudian dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi karakteristik perawat terkait usia, pendidikan, lama kerja, motivasi, stres kerja, supervisi, imbalan, dan struktur organisasi, yang berpotensi memengaruhi kualitas pendokumentasian. Mayoritas perawat belum melakukan pendokumentasian secara optimal karena beban kerja tinggi, keterbatasan waktu, serta kurangnya apresiasi. Temuan ini diharapkan menjadi dasar perbaikan
Effectiveness of Single Garlic Extract on Fatty Liver and Liver Enzymes in Rattus Norvegicus Wistar Syahputra, Fahmi; Suandy, Suandy; Chiuman, Linda
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52285

Abstract

This study investigated the hepatoprotective efficacy of ethanol-extracted single garlic (EEBPT) on fatty liver and hepatic enzymes in rats. A true experimental design with pretest-posttest control group approach was employed. Twenty-four male Wistar rats (Rattus norvegicus) were randomly allocated into four groups: negative control (distilled water), positive control (simvastatin 2.1 mg/kg body weight), low-dose EEBPT (200 mg/kg body weight), and high-dose EEBPT (400 mg/kg body weight). All animals received high-fat diet supplementation for four weeks. Serum aspartate aminotransferase (SGOT/AST) and alanine aminotransferase (SGPT/ALT) were measured on days 0, 14, 21, and 28. Hepatic histopathology was assessed using hematoxylin and eosin staining. One-way ANOVA with Tukey post-hoc test and Kruskal-Wallis test were applied for statistical analysis (p<0.05). Results demonstrated that high-dose EEBPT significantly reduced SGOT and SGPT levels equivalent to simvastatin treatment and ameliorated hepatic steatosis, hepatocyte ballooning, and inflammatory infiltration. Ethanol-extracted single garlic at 400 mg/kg body weight exhibited hepatoprotective effects comparable to conventional statin therapy through antioxidative and anti-inflammatory mechanisms. Garlic extract represents a promising natural hepatoprotective agent for NAFLD management
Serum Prolactine Levels and Prolactine Receptor Expression in Premenopausal Breast Cancer: A Potential Predictive Biomarker? Tripriadi, Effif Syofra; Maulanisa, Sinta Chaira; Lipoeto, Nur Indrawati; Yanwirasti, Yanwirasti; Oenzil, Fadil; Harahap, Wirsma Arif; Utami, Tania Nugrah; Mardhiyah, Farah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52299

Abstract

Introduction: Premenopausal breast cancer (PBC) is often more aggressive than postmenopausal cases, with prolactin playing a key role in tumor development. This study examines the relationship between serum prolactin levels, prolactin receptor (PRLR) expression, and clinicopathological features in PBC patients. Methods: This cross-sectional study was conducted from 2021 - 2022 at multiple hospitals in Pekanbaru, Indonesia. Thirty-five PBC patients and 35 healthy controls were included. Serum prolactin levels were measured using ELISA, and PRLR expression was assessed via IHC. Statistical analysis was performed using independent t-tests and correlation analysis (p < 0.05). Results: PBC patients had higher prolactin levels (51.96±80.40 ng/mL) than controls (20.83±15.74 ng/mL, p = 0.031). PRLR expression was detected in over 90% of tumors, with a significant correlation between prolactin levels and cancer stage (p = 0.035). Discussion: These findings suggest prolactin contributes to PBC progression, with higher levels linked to advanced stages, possibly through JAK2/STAT5 signaling. Conclusion: Serum prolactin levels and PRLR expression are associated with cancer stage, supporting their potential as biomarkers for early detection and disease progression. Further studies are needed for validation.