cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,415 Documents
A Edukasi Terapi Hipnotis Lima Jari Berbasis Digital Terhadap Kecemasan Pasien Hipertensi: Literatur Review Hana Kamiliya Khairunnisa; Dwi Retno Sulistyaningsih; MG Eny Mulyatsih; Suyanto Suyanto
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53516

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi sering disertai kecemasan, dan hipnotis lima jari merupakan teknik relaksasi non-farmakologis yang berpotensi menurunkannya. Perkembangan teknologi memungkinkan edukasi hipnotis lima jari diberikan secara digital, namun bukti efektivitasnya pada pasien hipertensi masih terbatas. Tujuan: Literature review ini bertujuan mengevaluasi efektivitas edukasi terapi hipnotis lima jari berbasis digital terhadap tingkat kecemasan pada pasien hipertensi. Metode: Pencarian sistematis dilakukan pada PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, SpringerLink, dan DOAJ (2020–2025). Strategi pencarian mengikuti kerangka PICO dan pedoman PRISMA 2020. Kriteria inklusi mencakup artikel penelitian asli dengan desain quasi-eksperimen, populasi dewasa/pasien hipertensi, intervensi edukasi hipnotis berbasis digital atau sejenis, serta kecemasan sebagai outcome. Dari 2.184 artikel teridentifikasi, 612 duplikasi dihapus. Setelah penyaringan dan penelaahan, 13 artikel dinilai kelayakannya, dan 10 artikel dimasukkan. Kualitas studi dinilai menggunakan Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal Tools. Hasil: Seluruh 10 studi quasi-eksperimen melaporkan penurunan kecemasan setelah intervensi edukasi digital hipnotis lima jari. Sebagian besar studi menunjukkan penurunan yang bermakna secara statistik (p < 0,05), dengan media intervensi berupa video digital, modul daring, atau aplikasi elektronik. Kesimpulan: Edukasi terapi hipnotis lima jari berbasis digital merupakan intervensi non-farmakologis yang menjanjikan untuk menurunkan kecemasan pada pasien hipertensi, dengan keunggulan kemudahan akses, fleksibilitas, dan potensi praktik mandiri.
Efektivitas Program Berkebun Terintegrasi Holistik Untuk Meningkatkan Aktivitas Fisik dan Kesehatan Mental Lansia dengan Penyakit Kronis Lia Nurlianawati; Imam Abidin
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53549

Abstract

Angka kejadian penyakit kronis pada lansia di Indonesia semakin meningkat, pada tahun 2020-2025 diperkirakan terjadi peningkatan angka kejadian penyakit kronis pada lansia sebesar 10-15% setiap tahun. Peningkatan angka kejadian penyakit kronis pada lansia dapat menimbulkan berbagai dampak yaitu penurunan aktivitas fisik dan masalah mental lansia. Pengembangan program berkebun terintegrasi holistik dirancang tidak hanya berfokus pada aspek fisik saja, tetapi mengintegrasikan aspek fisik, mental, dan sosial. Penelitian ini bertujuan mengembangkan program berkebun terintegrasi holistik untuk meningkatkan aktivitas fisik dan kesehatan mental lansia penyakit kronis di Panti Werdha se-Bandung Raya. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan randomized control group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling yang terdiri dari 50 lansia kelompok kontrol dan 50 lansia kelompok intervensi. Instrumen yang digunakan adalah International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) untuk mengukur tingkat aktivitas fisik dan kuesioner Geriatric Depression Scale (GDS) untuk mengukur kesehatan mental lansia. Analisis data menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian didapatkan intervensi program berkebun terintegrasi holistik meningkatkan aktivitas fisik dan menurunkan gejala depresi pada lansia kelompok eksperimen dibandingkan dengan kelompok kontrol dengan hasil p-value p=0,001 (p<0,05). Diharapkan penelitian ini bisa menjadi referensi dan dapat diaplikasikan pada lansia dengan penyakit kronis untuk meningkatkan aktivitas fisik dan kesehatan mental lansia.
The Relationship Between Body Massage and Fatigue Patiens in The Hemodialysis Ward of Royal Prima Hospital 2025 Yohana Agnes Zebua; Ribka Juntri Yanti Dakhi; Foibe Kristin Br Situmeang; Bella Sakina Fitri; Rindu Hari Lestari; Karmila Br Kaban
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53558

Abstract

Patients undergoing hemodialysis therapy often experience fatigue, which can reduce physical ability and lower overall quality of life, as chronic kidney disease (CKD) is characterized by a gradual and irreversible deterioration in kidney function. Body massage is one of the many non-pharmacological treatments that is known to be successful in enhancing blood circulation and having a calming impact, which helps lower levels of weariness. The purpose of this study is to determine whether body massage might lessen fatigue in CKD patients receiving hemodialysis at Royal Prima General Hospital in Medan in 2025. In this study, two groups (intervention and control) were subjected to a pre-test and post-test using a quasi-experimental methodology. Using a saturation sampling technique, 50 respondents from the intervention group and 50 from the control group made up the sample of 100 respondents. The weariness Assessment Scale (FAS) was used to gauge the degree of weariness, and the Wilcoxon Signed-Rank Test was used to evaluate the results. Fatigue levels significantly decreased following the intervention, according to statistical analysis (p=0.000; p<0.05). These results show that regular body massage helps CKD patients receiving hemodialysis feel less exhausted. Therefore, for CKD patients receiving hemodialysis, body massage is advised as an additional therapy.
Kyphoplasty for Managing Compression, Pain, and Diagnostic Confirmation of Thoracolumbosacral Metastases from Axillary Apocrine Adenocarcinoma: A Case Report Alfred Sutrisno Sim; Herlina Uinarni; Edwin Destra
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53581

Abstract

Spinal metastases are a common complication in advanced malignancies, often leading to significant pain and structural instability. Axillary apocrine adenocarcinoma rarely metastasizes to the spine, making its clinical course poorly understood. Kyphoplasty, a minimally invasive vertebral augmentation technique, offers rapid pain relief, structural stabilization, and diagnostic confirmation of metastatic lesions. A 72-year-old male with a history of left axillary apocrine adenocarcinoma presented with progressive back and lumbar pain. Imaging revealed thoracolumbosacral metastases with canal stenosis, and histopathology confirmed metastatic adenocarcinoma. Kyphoplasty was performed on vertebrae L2-L4 to manage pain and compression. Post-procedure, the patient reported significant pain relief, improved mobility, and no complications. The procedure also facilitated tissue sampling for diagnostic confirmation. Kyphoplasty effectively managed pain, spinal compression, and diagnostic challenges in this rare case of thoracolumbosacral metastases from axillary apocrine adenocarcinoma. This report emphasizes the importance of kyphoplasty as a therapeutic and diagnostic tool for metastatic spinal disease and highlights the need for further studies on its long-term efficacy.
Cervical Myelopathy Due to Multilevel Ossification of the Posterior Longitudinal Ligament: A Case Report of Surgical Management With Laminoplasty Alfred Sutrisno Sim; Herlina Uinarni; Edwin Destra
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53582

Abstract

Ossification of the posterior longitudinal ligament (OPLL) is a degenerative spinal condition characterized by ectopic bone formation along the posterior aspect of the vertebral bodies, most commonly affecting the cervical region. This process leads to gradual spinal canal narrowing and may result in cervical myelopathy due to chronic spinal cord compression. A 52-year-old male presented with severe bilateral arm pain, progressive upper extremity weakness, and paresthesia following minor trauma. Neurological examination revealed upper limb motor deficits and positive pathological reflexes. Cervical MRI showed multilevel OPLL from C3 to C6 with significant spinal cord compression and intramedullary hyperintensity. The patient underwent cervical laminoplasty to decompress the spinal cord while preserving vertebral stability. Postoperative follow-up demonstrated substantial neurological recovery, improvement in motor function, resolution of paresthesia, and stable implant positioning. Laminoplasty is a reliable surgical option for managing cervical myelopathy in multilevel OPLL, offering effective decompression and preservation of spinal alignment and motion.
Perbandingan Sistem Kesehatan Nasional Indonesia Dengan Pendekatan Internasional Wawasan dari Taiwan, Korea Selatan dan Australia. Sekar Ayu Runggandini
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53607

Abstract

Artikel ini membandingkan sistem kesehatan Taiwan, Korea Selatan, Australia, dan Indonesia dalam upaya mereka mencapai cakupan kesehatan semesta. Dengan menggunakan tinjauan naratif terhadap dokumen kebijakan dan literatur sekunder, artikel ini menganalisis tata kelola, mekanisme pembiayaan, dan organisasi penyampaian layanan. Taiwan dan Korea Selatan memiliki skema asuransi kesehatan sosial tunggal yang wajib dan didanai oleh pajak, yang diawasi oleh lembaga khusus yang secara ketat mengatur pembayaran penyedia layanan, paket manfaat, dan kualitas, sehingga memastikan perlindungan finansial yang luas dan akses yang relatif adil. Australia mengoperasikan model hibrida di mana Medicare menjamin cakupan publik secara universal sementara asuransi swasta sukarela menawarkan manfaat tambahan, didukung oleh tanggung jawab yang jelas dibagi di antara pemerintah federal, negara bagian, dan lokal. Indonesia, di sisi lain, masih dalam proses mengkonsolidasikan Sistem Kesehatan Nasional dan Asuransi Kesehatan Nasional, memperluas cakupan populasi tetapi menghadapi ketidaksetaraan geografis, kekurangan tenaga kerja, keterbatasan pendanaan, dan sistem rujukan yang terfragmentasi. Analisis perbandingan ini menyoroti pelajaran praktis bagi Indonesia untuk memperkuat integrasi kebijakan, keadilan, dan keberlanjutan sistem kesehatan jangka panjang.
Peran Pengetahuan dan Keterampilan Keluarga Dalam Mengurangi Risiko Ulkus Dekubitus Pasien Pasca Stroke: Analisis Mediator Keterampilan Isra Surya Seprina; Reni Prima Gusty; Tiurmaida Simandalahi; Leni Merdawati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53610

Abstract

Stroke dapat menyebabkan pasien berisiko tinggi mengalami ulkus dekubitus, yang memerlukan perhatian khusus dari keluarga dalam perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam mengurangi risiko ulkus dekubitus pada pasien pasca stroke, serta menguji apakah keterampilan keluarga memediasi hubungan antara pengetahuan dan risiko tersebut. Metode penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan subjek 60 keluarga yang merawat pasien stroke di rumah sakit sampai ke rumah. Data dikumpulkan menggunakan instrumen Pressure Ulcer Prevention Protocol Interventions untuk keterampilan keluarga, Beckman Development Knowledge Scale untuk pengetahuan, dan Braden Scale untuk mengukur risiko ulkus dekubitus. Analisis data dilakukan dengan regresi jalur untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan pengasuh memiliki pengaruh positif signifikan terhadap keterampilan pengasuhan keluarga (β = 0,256, p = 0,007), yang menjelaskan 12% varians dalam keterampilan (R² = 0,12). Keterampilan pengasuhan keluarga berpengaruh signifikan terhadap penurunan risiko ulkus dekubitus (β = 0,244, p = 0,019), yang menjelaskan 9,2% varians dalam risiko (R² = 0,092). Pengetahuan tidak memiliki pengaruh langsung terhadap risiko ulkus dekubitus (β = -0,076, p = 0,332), namun keterampilan keluarga memediasi hubungan antara pengetahuan dan risiko tersebut secara signifikan. Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan keterampilan keluarga, yang dipengaruhi oleh pengetahuan, dapat mengurangi risiko ulkus dekubitus pada pasien stroke.
The Role Of Gut Microbiota, Firmicutes/Bacteroidetes Ratio, And Short Chain Fatty Acids In The Pathogenesis Of Type 2 Diabetes Mellitus Ade Dharmawan; Nicolas Layanto; Monica Cherlady Anastasia
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53613

Abstract

AbstractThis study aims to understand the role of gut microbiota imbalance, specifically an increased ratio of Firmicutes to Bacteroidetes, in the pathogenesis of type 2 diabetes mellitus (T2DM). Using systematic literature review and thematic analysis. Data were collected from various scientific sources, including journal articles indexed in PubMed, Scopus, and ScienceDirect, this study explores how gut dysbiosis contributes to insulin resistance, impaired glucose metabolism, and chronic inflammation. The results show that changes in microbiota composition result in increased energy extraction from food, impaired gut barrier integrity, and altered production of short-chain fatty acids (SCFAs) such as butyrate, which play a role in glucose homeostasis and inflammation regulation. These findings also emphasize the potential of probiotic, prebiotic, and dietary modification interventions to restore microbiota balance, improve insulin sensitivity, and reduce oxidative stress. Overall, this study highlights the urgency of a personalized approach in the management of T2DM through modulation of the gut microbiota based on the latest clinical and mechanistic evidence.
Pengembangan Model Hospice Berbasis Perguruan Tinggi Untuk Pasien Paliatif Yuanita Ani Susilowati; Ferdinan Sihombing; Maria Alfa Raniadita; Sih Ami Lestari; Alexander Risdianto
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53627

Abstract

Kota Bandung dan sekitarnya menghadapi tantangan serius dalam penyediaan layanan perawatan paliatif bagi pasien dengan penyakit kronis stadium akhir . Secara nasional, laporan Globocan 2020 mencatat 396.914 kasus baru kanker di Indonesia, dengan kanker payudara sebagai jenis terbanyak, mencapai 68.858 kasus (16,6%). Lebih mengkhawatirkan, sekitar 70% pasien kanker di Indonesia terdiagnosis pada stadium lanjut, yang memerlukan perawatan paliatif intensif. Di Jawa Barat, khususnya di Kota Bandung, prevalensi kanker menunjukkan peningkatan signifikan dengan sekitar 15.000 kasus terdiagnosis setiap tahunnya, dan 30% di antaranya berada dalam tahap terminal. Tujuan Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan hospice bagi pasien dengan penyakit terminal. Metode Metode penelitian menggunakan model Reasearch and Development (R & D) dengan sepuluh tahapan, tahap pertama yaitu Research and information collecting. Hasil Responden sebanyak 201 diambil secara purposive sampling, hasil didapatkan terdapat kebutuhan masyarakat akan keberadaan hospice dengan mean 86,14. Kesimpulan Dilakukan analisis pasar didapatkan target utama yaitu keluarga pasien dengan penyakit terminal dan perawatan palliative, khususnya yang sudah tidak fokus pada kesembuhan medis tetapi pada peningkatan kualitas hidup (quality of life) dan keluarga kelas menengah ke atas yang membutuhkan dan menginginkan layanan holistik (perawatan medis, psikologis, spiritual, dan sosial) bagi pasien.
Analysis of The Dose-Response Relationship Between Duration and Posture of Sitting on The Intensity of Lower Back Pain in Medical Students: A Longitudinal Study With A Repeated Measures Approach Muh. Rezky Ananda Larekeng; Delvira Florencya Rahmat; Dyajeng Ciptaningrum Putri Widada; Delviansyah Lamusu; Fitrianti Syamsuddin; Jufri Febriyanto Poetra
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53632

Abstract

Low back pain (LBP) is common among medical students due to prolonged sitting and non-ergonomic posture, which increase intradiscal pressure and paraspinal muscle tension. To assess the dose–response relationship between sitting duration, sitting posture, and LBP intensity in preclinical students longitudinally. A 14-day study involving 201 students with three measurements (Pre, Mid, Post). Sitting duration was assessed using DDA, posture using ASPQ, and LBP using BPBM–VAS. Analysis used GEE AR(1) to assess main effects and interactions. Sitting duration (p = 0.018), posture (p < 0.001), DDA-ASPQ interaction (p = 0.048), and TIMEDDA, ASPQ interaction (p = 0.023) significantly affected LBP. Good posture reduced pain, while high sitting duration with poor posture increased progressive pain. Results were consistent in the Gamma–Log and Tweedie–Log models. This study shows that lower back pain is influenced by the interaction between sitting duration and posture. Prolonged sitting with poor posture increases pain, while ergonomic posture reduces its impact. These findings emphasise the importance of ergonomic education, movement breaks, and learning facilities that support pain prevention.