cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,415 Documents
Implementasi Dots Sebagai Determinan Utama Kepatuhan Pengobatan Fase Intensif Pasien Tbc Ervan Djafar; Margaretha Solang; Vivien Novarina Kasim; Teti Sutriyati Tuloli; Cecy Rahma Karim; Sunarto Kadir
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53634

Abstract

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi beban kesehatan masyarakat terutama di negara dengan insidensi tinggi seperti Indonesia. Strategi Directly Observed Treatment Short-course (DOTS) yang direkomendasikan WHO berperan penting dalam meningkatkan keberhasilan pengobatan, namun kepatuhan selama fase intensif masih menjadi tantangan. Penelitian bertujuan menganalisis hubungan implementasi strategi DOTS dengan kepatuhan minum obat anti-TB pada fase intensif pada pasien TBC paru di Kabupaten Bone Bolango. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 75 responden diperoleh melalui total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Chi-square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara seluruh komponen DOTS dengan kepatuhan: komitmen pemerintah (p=0.006), pemeriksaan mikroskopis (p=0.003), pengawasan minum obat (p=0.000), ketersediaan obat (p=0.002), serta sistem pencatatan dan pelaporan (p=0.004). Faktor yang paling dominan adalah pengawasan minum obat, dengan p-value 0,001 dan OR = 0,133 (CI: 0.039 – 0.459). Implementasi DOTS sangat berhubungan dengan kepatuhan minum obat fase intensif. Penguatan peran pengawas minum obat, ketersediaan obat, dan sistem pelaporan diperlukan untuk meningkatkan keberhasilan pengobatan.
Analisis Pengaruh Pola Asuh, Pengetahuan Orang Tua, dan Pemberian MP ASI terhadap Tumbuh Kembang Bayi Usia 6–12 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Tarutung Yeni Risa Sanputri; Nia Afnita Rizana; Indri Putri Sari; Suci Syahril
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53641

Abstract

Tumbuh kembang bayi usia 6–12 bulan merupakan periode kritis yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama pola asuh, tingkat pengetahuan orang tua, dan ketepatan pemberian nutrisi berupa makanan pendamping ASI (MP-ASI). Berdasarkan kondisi di Wilayah Kerja Puskesmas Tarutung, ditemukan adanya variasi dalam praktik pengasuhan, pemahaman orang tua mengenai perkembangan anak, serta penerapan pemberian MP-ASI, yang berpotensi memengaruhi capaian perkembangan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola asuh, pengetahuan orang tua, dan pemberian nutrisi dengan tumbuh kembang bayi usia 6–12 bulan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional), melibatkan 75 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur untuk mengukur pola asuh, pengetahuan orang tua, dan praktik pemberian MP-ASI, serta Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) untuk menilai status tumbuh kembang bayi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan bantuan perangkat lunak SPSS pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 61,3% responden menerapkan pola asuh yang baik, 53,3% orang tua memiliki tingkat pengetahuan yang baik, dan 58,7% bayi menerima MP-ASI secara tepat. Sebanyak 69,3% bayi berada pada kategori tumbuh kembang sesuai tahapan usia. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pola asuh dan tumbuh kembang bayi (p = 0,012), pengetahuan orang tua dan tumbuh kembang bayi (p = 0,018), serta pemberian MP-ASI dan tumbuh kembang bayi (p = 0,009).
Efektivitas Intervensi Keperawatan Ergonomis dalam Mencegah Cedera Muskuloskeletal pada Perawat: Suatu Literature Review Muhammad Irvan Firdausy; Masfuri Masfuri; Liya Arista
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53665

Abstract

Gangguan muskuloskeletal terkait kerja (work-related musculoskeletal disorders/WMSDs) merupakan masalah kesehatan kerja yang signifikan pada perawat dan berdampak pada keselamatan, produktivitas, serta keberlanjutan sistem layanan kesehatan. Berbagai intervensi keperawatan ergonomis telah dikembangkan, namun bukti mengenai efektivitasnya masih menunjukkan variasi hasil dan kualitas metodologis. Penelitian ini bertujuan untuk menilai secara sistematis efektivitas intervensi keperawatan ergonomis dalam mencegah atau menurunkan risiko gangguan muskuloskeletal pada perawat berdasarkan bukti kuantitatif terkini. Penelitian ini merupakan literature review yang disusun mengikuti panduan PRISMA. Pencarian literatur dilakukan pada lima basis data elektronik (PubMed, Scopus, ProQuest, ScienceDirect, dan SpringerLink) untuk artikel berbahasa Inggris yang dipublikasikan pada periode 2015–2025. Seleksi studi didasarkan pada kerangka PICO dengan kriteria inklusi penelitian randomized controlled trial (RCT) yang melibatkan perawat dan mengevaluasi intervensi ergonomi di tempat kerja. Kualitas metodologis studi dinilai menggunakan PEDro Scale, dan sintesis data dilakukan secara naratif. Dari total 2.263 artikel yang teridentifikasi, lima studi RCT memenuhi seluruh kriteria inklusi. Intervensi ergonomi yang ditelaah meliputi edukasi ergonomi, intervensi ergonomi personal, penggunaan alat bantu pemindahan pasien, serta pendekatan participatory ergonomics. Seluruh studi menunjukkan arah efek positif terhadap penurunan risiko atau keluhan gangguan muskuloskeletal, perbaikan postur kerja, dan/atau peningkatan fungsi kerja. Namun, kualitas metodologis studi bervariasi pada kategori rendah hingga sedang, terutama terkait keterbatasan blinding, allocation concealment, dan durasi follow-up. Intervensi keperawatan ergonomis berpotensi efektif dalam mencegah dan menurunkan risiko gangguan muskuloskeletal pada perawat, khususnya bila diterapkan secara multi-komponen dan didukung oleh sistem organisasi. Diperlukan penelitian RCT dengan kualitas metodologis lebih kuat dan evaluasi jangka panjang untuk memperkuat bukti dan mendukung implementasi berkelanjutan dalam praktik keperawatan.
Faktor Risiko Dan Pencegahan Infeksi Multi-Drugs Resistant Organism Di Ruang Intensive Care Unit Eppy Setiyowati; Feby Ayu Miladiya; Rudi Hartono; Zubaidi Zubaidi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53671

Abstract

Background: MDRO is a significant problem in healthcare, particularly in the ICU. MDRO infections have a poorer prognosis and even death in ICU patients. The aimed of this study was to identify risk factors and prevention of MDRO in ICU patients. Methods: Using the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) guidelines through the following databases: Pubmed, Sciencedirect, and Scopus for studies published from 2021-2025 that report risk factors and prevention of MDRO in ICU patients. Results: Data from 1,357 articles resulted in 10 articles identified according to the inclusion criteria. The sample obtained was 10,969 ICU patients. Identified risk factors for MDRO infection were length of stay, antibiotic use, and patient clinical condition. Meanwhile, prevention measures include screening, antibiotic control, prevention of healthcare infections, and strengthening environmental hygiene practices and hand hygiene. Conclusion: Risk factors for MDRO infection can be prevented by early patient screening as well as standard precautions and contact precautions in all treatment rooms, especially in the ICU. Keywords: Multidrugs-resistant organisms (MDRO), Intensive Care Unit (ICU), Risk factor, prevention
Dissociative Trauma and Obsessive–Compulsive Symptoms in Primary Care: A Case Report and Home-Based Interventions Anugrah Akbar Pambudi; Prastika Candra Triastuti; Arifah Pelangi Nusa
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53678

Abstract

Background In Bali, 1,884 cases of mental disorders were recorded in 2024, underscoring increasing mental health demands in primary care. Comorbid dissociation and obsessive–compulsive disorder (OCD) can be difficult to detect and manage, particularly when trauma histories are present. This case report describes a trauma-informed biopsychosocial approach using feasible home-based adjuncts in a primary care setting. Case Presentation A 21-year-old female university student presented with poor concentration, intrusive negative inner voices, intrusive sexual urges, fixation on strangers, compulsive pornography use, and compulsive masturbation, accompanied by shame, social withdrawal, and sleep disturbance. She disclosed repeated childhood sexual abuse. Screening showed clinically significant dissociation (Dissociative Experiences Scale [DES] >30) and severe OCD (Yale–Brown Obsessive Compulsive Scale [Y-BOCS] 28). Psychotic disorder was considered unlikely due to preserved reality testing. Management and Outcome The patient received psychoeducation and a primary care psychiatry plan emphasizing trauma-informed, home-based strategies: mindfulness breathing, grounding techniques, and omega-3 supplementation with nutritional counseling. At week 1, she reported mild relief of intrusive voices during dissociative episodes when applying breathing and grounding exercises. By week 3, she reported fewer dissociative episodes, reduced severity of compulsive behaviors (including decreased compulsive masturbation frequency), and improved sleep quality and mood stability alongside more regular eating patterns. Conclusion This case highlights that early, trauma-informed assessment using standardized tools (DES and Y-BOCS) can support accurate recognition of dissociative–OCD presentations in primary care. A biopsychosocial approach integrating structured home-based interventions (mindfulness, grounding, and nutrition/omega-3 support) may provide practical symptom relief and functional improvement while pathways to specialist care are arranged.
Analisis Kompetensi Tenaga Kesehatan dan Mutu Pelayanan terhadap Keselamatan Pasien : Systematic Literature Review Agung Nugraha; Vip Paramarta; Kosasih Kosasih; Farida Yuliaty
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53680

Abstract

Keselamatan pasien merupakan komponen inti dari mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit. Penerapan keselamatan pasien juga berkontribusi langsung terhadap peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana analisis kompetensi tenaga kesehatan dan mutu pelayanan terhadap keselamatan pasien. Penelusuran pustaka dilakukan melalui beberapa basis data elektronik, termasuk Google Scholar dan Pubmed untuk menjaring artikel yang diterbitkan dari tahun 2020 hingga tahun 2025. Proses seleksi artikel dilakukan dalam beberapa tahap identifikasi dan penyaringan berdasarkan judul dan abstrak, diikuti dengan penilaian kelayakan artikel teks lengkap berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Semua tahap seleksi didokumentasikan menggunakan diagram alir PRISMA. Hasil penelitian ini yaitu penerapan keselamatan pasien yang konsisten dan peningkatan mutu pelayanan secara berkelanjutan akan meningkatkan kepercayaan masyarakat serta hasil kesehatan pasien secara optimal. Dapat disimpulkan bahwa mutu pelayanan kesehatan, keselamatan pasien, dan kompetensi tenaga kesehatan merupakan tiga aspek yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang berkualitas, karena mutu pelayanan yang baik hanya dapat dicapai apabila tenaga kesehatan memiliki kompetensi yang memadai dan mampu menerapkan prinsip keselamatan pasien secara konsisten, sehingga risiko terjadinya kesalahan medis, kejadian tidak diharapkan, dan cedera pada pasien dapat diminimalkan, kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas pelayanan kesehatan meningkat, serta derajat kesehatan pasien dapat ditingkatkan secara optimal dan berkelanjutan. Kata Kunci: Keselamatan Pasien, Kompetensi Tenaga Kesehatan, Mutu Pelayanan
Studi Hemi-Batik: Hemoglobin Ibu Hamil dan Batita Stunting Diva Rahmawati; Sulastri Sulastri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53698

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya kasus stunting, yang merupakan indikator gangguan gizi kronis pada batita. Salah satu faktor risikonya diduga berasal dari kondisi ibu saat kehamilan, termasuk kadar hemoglobinnya, dan tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara kadar hemoglobin ibu hamil dengan kejadian stunting pada batita melalui metode yang dikenal studi hemi-batik, yaitu sebagai studi hemoglobin ibu hamil dan batita stunting. Untuk penelitian ini, menggunakan desain observasional analitik pendekatan cross-sectional yang diterapkan pada 88 responden batita yang dipilih secara purposive di wilayah kerja Puskesmas Kartasura. Indikator tinggi badan menurut umur (TB/U) digunakan untuk menentukan status gizi batita, dan data kadar hemoglobin ibu hamil diperoleh dari buku KIA dengan analisis statistik menggunakan uji Chi-Square dan Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi stunting sebesar 14,7%, dengan mayoritas ibu berada pada usia reproduktif sehat dan memiliki kadar hemoglobin normal selama kehamilan, serta diperoleh nilai p-value sebesar 0,439 dan 1,000 (p>0,05). Kesimpulannya, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar hemoglobin ibu hamil dengan kejadian stunting pada batita, sehingga stunting dipahami sebagai kondisi multifaktorial yang kemungkinan lebih dipengaruhi oleh faktor lain seperti asupan gizi, infeksi, pola asuh, sanitasi, dan kondisi sosial ekonomi.
HUBUNGAN ANTARA DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN KEJADIAN PENYAKIT GINJAL KRONIK PADA PASIEN POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RSUD BULELENG TAHUN 2024 Desak Komang Erika Sugiharto Putri; Ni Made Sri Dewi Lestari; I.P. Adi Wibowo
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53709

Abstract

Penyakit Ginjal Kronik (PGK) merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat dan sering disebabkan oleh komplikasi Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) yang tidak terkontrol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara DMT2 dengan kejadian PGK pada pasien di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Buleleng tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 192 pasien yang dipilih melalui teknik random sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Data diperoleh dari rekam medis pasien, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square untuk menilai hubungan antara DMT2 dan PGK. Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan antara kedua variabel dengan nilai p < 0,001. Namun, nilai Odds Ratio (OR = 0,117; CI 95% = 0,055–0,252) menunjukkan arah hubungan negatif, di mana pasien tanpa DMT2 lebih berisiko mengalami PGK dibandingkan dengan pasien DMT2. Meskipun signifikan secara statistik, arah hubungan ini tidak sesuai dengan teori yang menyatakan DMT2 sebagai faktor risiko utama PGK. Faktor seperti hipertensi, usia, dan gaya hidup kemungkinan lebih berpengaruh terhadap kejadian PGK.
The Effect Of Kepok Banana Consumption On Metabolic Biomarkers In Type 2 Diabetes Patients Harsalim Harsalim; Samsualam Samsualam; Hasriwiani Habo
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53714

Abstract

Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) is a major public health problem with a continuously increasing prevalence, requiring sustainable non-pharmacological management strategies. One potential approach is the utilization of local foods as nutritional interventions. This study aimed to analyze the effect of Kepok banana consumption as a local food-based nutritional intervention on metabolic biomarkers among patients with type 2 diabetes mellitus. This study employed a quasi-experimental design with a pre-test and post-test approach. The intervention consisted of routine consumption of ripe Kepok bananas at approximately ±150 grams per day during the intervention period. Metabolic biomarkers analyzed included random blood glucose levels, lipid profile (total cholesterol), and blood pressure. The results demonstrated that Kepok banana consumption had a significant effect on improving metabolic biomarkers (p = 0.000). The proportion of patients with controlled blood glucose levels increased from 25% to 80%. Additionally, the proportion of patients with ideal total cholesterol levels increased from 25% to 55%, while cases of high cholesterol decreased from 60% to 0%. Blood pressure outcomes also improved, as hypertension cases decreased from 30% to 0%. These findings indicate that routine consumption of Kepok bananas may serve as an effective, affordable, and sustainable non-pharmacological nutritional intervention for improving metabolic biomarkers in patients with type 2 diabetes mellitus.
Hubungan antara Nilai dan Pengetahuan Keluarga Muda terhadap Pelaksanaan Program KB di Kota Bengkulu Laila Aradhita Seprilya Mahmud; Heni Nopianti; Ika Pasca Himawati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53715

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang terus meningkat menuntut efektivitas program KB. Namun, partisipasi keluarga muda masih menjadi tantangan. Keluarga muda dalam penelitian ini diartikan sebagai pasangan suami istri yang baru menikah dengan usia pernikahan ≤ 5 tahun. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan korelasi rank spearman dan bertujuan untuk mengetahui hubungan antara nilai dan pengetahuan keluarga muda terhadap pandangan mereka mengenai program KB. Total responden dalam penelitian ini berjumlah 45 orang berdasarkan kriteria penelitian. Teori sosiologi yang digunakan adalah teori pilihan rasional, Coleman. Hasil uji korelasi rank spearman menunjukkan bahwa nilai yang dianut (nilai agama, nilai budaya, dan nilai dalam rumah tangga) keluarga muda memiliki hubungan terhadap program KB (r = 0,589; p = 0,000). Ha diterima, dengan kekuatan korelasi pada kategori sedang terhadap program terebut. Pengetahuan juga memiliki hubungan terhadap program KB (r = 0,630; p = 0,000), Ha diterima, dengan kekuatan korelasi pada kategori kuat terhadap program tersebut. Artinya, nilai-nilai yang dianut keluarga muda selaras dengan prinsip program KB, dan mereka telah memahami tujuan, manfaat, serta risiko program tersebut melalui informasi yang diperoleh dari media, kerabat, maupun penyuluh KB. Berdasarkan teori pilihan rasional, nilai dan pengetahuan keluarga muda tentang pelaksanaan program KB dipengaruhi oleh kesiapan finansial, kesehatan, dan stabilitas hubungan, sehingga membentuk pandangan positif meskipun mereka belum menjadi peserta aktif program KB.