cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,415 Documents
Pengaruh Pemberian Edukasi Menjelang Persalinan Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Ibu Hamil Purbaningtyas Lintang Kumalasari; Faizah Betty Rahayuningsih
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53289

Abstract

Latar Belakang: Kecemasan selama kehamilan, terutama menjelang persalinan, merupakan masalah psikologis umum yang memengaruhi kesejahteraan ibu dan janin. Kecemasan yang tidak terkontrol dapat menyebabkan komplikasi selama persalinan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian edukasi menjelang persalinan terhadap tingkat kecemasan ibu hamil. Metode: Penelitian quasi-experimental ini menggunakan Nonequivalent Control Group Pretest–Posttest Design, dengan pengukuran kecemasan sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) edukasi. Sebanyak 90 ibu hamil trimester ketiga dibagi menjadi dua kelompok: 45 pada kelompok perlakuan (Puskesmas Miri) dan 45 pada kelompok kontrol (Puskesmas Tlogowungu). Instrumen yang digunakan adalah Perinatal Anxiety Screening Scale (PASS). Data dianalisis menggunakan Paired Sample t-Test dan Independent Sample t-Test. Hasil: Kelompok perlakuan mengalami penurunan skor kecemasan dari 27,67 menjadi 19,44 (p < 0,05), sedangkan kelompok kontrol mengalami penurunan kecil dari 30,53 menjadi 27,47 (p < 0,05). Hasil posttest menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (p < 0,001). Kesimpulan: Edukasi menjelang persalinan secara signifikan menurunkan tingkat kecemasan ibu hamil dan dapat direkomendasikan sebagai intervensi nonfarmakologis untuk mendukung pelayanan antenatal. Kata Kunci: Edukasi Persalinan, Kehamilan, Kecemasan, Trisemester III
Reinventing Community Nursing Leadership for Stunting Prevention: A Case Report of Leadership Transformation within PP IPKKI Andi Pranata; Eva Yuliani; Oop Ropei; Rizqy Iftitah Alam; Susi Muryani; Hanny Handiyani
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53297

Abstract

Stunting merupakan tantangan kesehatan masyarakat yang membutuhkan pendekatan multisektoral dan penguatan kapasitas tenaga kesehatan, khususnya perawat komunitas. Namun, analisis regulasi nasional menunjukkan bahwa peran perawat komunitas dalam kepemimpinan pencegahan stunting belum diatur secara eksplisit, sehingga kontribusinya cenderung terbatas pada fungsi teknis. Laporan kasus ini bertujuan menggambarkan proses transformasi kepemimpinan di Pengurus Pusat Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (PP IPKKI) melalui pengembangan Reinvented Community Nursing Leadership Model. Studi ini menelaah pengalaman organisasi dalam mengidentifikasi kesenjangan kebijakan, mengembangkan model berbasis lima pilar kepemimpinan (transformasional, adaptive, community empowerment, data-driven, dan collaborative governance), serta menyusun rekomendasi strategis untuk memperkuat peran kepemimpinan perawat komunitas dalam percepatan penurunan stunting. Data diperoleh melalui analisis regulasi, wawancara mendalam dengan pengurus IPKKI, dan peninjauan dokumen program. Hasil menunjukkan bahwa absennya mandat kepemimpinan yang eksplisit dalam kebijakan nasional menyebabkan peran perawat komunitas belum optimal dalam memimpin perubahan perilaku keluarga. Model kepemimpinan yang dikembangkan memberikan kerangka inovatif untuk penguatan kapasitas perawat komunitas dalam konteks konvergensi stunting. Rekomendasi dari laporan kasus ini berpotensi diterapkan secara nasional melalui integrasi dalam program PP IPKKI dan advokasi kebijakan lintas sektor.
Studi Komparatif Kualitas Suara Guru Sekolah Dasar dan Guru Sekolah Luar Biasa di Surakarta Putri Aprisilia; Anisyah Dewi Syah Fitri; Nadya Susanti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53302

Abstract

Guru merupakan salah satu pengguna suara di tempat kerja yang memiliki risiko tinggi mengalami permasalahan suara. Studi terdahulu menunjukkan bahwa prevalensi gangguan suara pada guru mencapai 57,7%  jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok non-guru yang hanya 28,8%. Gangguan suara yang bersifat multifaktoral dapat menghambat komunikasi guru dalam kegiatan belajar mengajar yang efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kualitas suara pada guru SD dan guru SLB di Surakarta berdasarkan faktor usia, jenis kelamin, dan durasi mengajar. Metode penelitian dengan pendekatan deskriptif komparatif, dan desain cross sectional. Menggunakan teknik purposive sampling, sehingga melibatkan 129 responden (n = 129), terdiri dari 77 guru SD dan 52 guru SLB. Hasil uji mann whitney dan uji Spearmann rank correlation menunjukkan nilai (p = 0,100) sehingga tidak terdapat perbandingan diantara kedua kelompok, dengan rata-rata skor VHI guru SLB (1,13) lebih tinggi dibandingkan guru SD (1,05). Serta tidak terdapat hubungan yang signifikan antara faktor usia, jenis kelamin, dan durasi mengajar dengan kualitas suara guru dengan nilai (p = 0,05).
Potensi Penggunaan Metode PCR dalam Mendeteksi S. scabiei var. hominis Elva Miryani; Gita Dwi Prasasty; Dwi Handayani
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53303

Abstract

Skabies merupakan penyakit kulit akibat infestasi Sarcoptes scabiei yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Deteksi dini yang akurat sangat penting untuk mencegah penularan dan komplikasi. Polymerase Chain Reaction (PCR) merupakan metode diagnostik molekuler yang berpotensi tinggi mendeteksi tungau skabies. Penelitian ini merupakan kajian literatur sistematik untuk mengevaluasi berbagai metode PCR, diantaranya konvensional, real time (RT), nested, dan multiplex dalam mendeteksi tungau skabies. Literatur diperoleh dari Google Scholar, ClinicalKey, Scopus dan PubMed dengan kata kunci “PCR and Scabies”, dibatasi pada artikel berbahasa Indonesia dan Inggris tahun 2015–2025. Hasil menunjukkan bahwa RT-PCR dan Nested PCR memiliki sensitivitas dan spesifisitas paling tinggi, masing-masing mencapai hingga 95% dan >90%. Gen target yang digunakan bervariasi, antara lain gen mitokondria 16S, ITS2, dan cox1. Sampel umumnya berasal dari kulit lesi, dengan sebagian menggunakan swab kering. Kesimpulannya, RT-PCR dan Nested PCR merupakan metode PCR paling potensial untuk deteksi skabies secara akurat, bahkan dengan material tungau yang rendah. Metode PCR bermanfaat dalam konteks surveilans endemis dan memfasilitasi pengobatan secara dini untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.,. Diperlukan penelitian berskala besar serta pengembangan primer dan protokol PCR yang tepat dan sederhana untuk meningkatkan efektivitas diagnosis skabies.
Analisis Hubungan Kepemimpinan Kepala Ruang dengan Motivasi Kerja dan Kinerja Perawat di RSUD Siti Fatimah, Sumatera Selatan Destri Utari S; Irna Nursanti; Febrian Rahmat Suwandi; Dwi Apriadi; Yuhendri Putra; Hidayati Hidayati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53305

Abstract

Kualitas pelayanan keperawatan merupakan komponen fundamental dalam sistem kesehatan global. Laporan Kementerian Kesehatan RI (2023) menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara jumlah perawat, beban kerja, dan kapasitas manajerial kepala ruang, sehingga memengaruhi motivasi dan kinerja perawat.  Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kepemimpinan kepala ruang dengan motivasi kerja dan kinerja perawat di RSUD Siti Fatimah Provinsi Sumatera Selatan. Desain penelitian menggunakan pendekatan cross-sectional dengan melibatkan 124 perawat yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan kepemimpinan kepala ruang (variabel independen) dengan motivasi kerja dan kinerja perawat (variabel dependen) di RSUD Siti Fatimah, Sumatera Selatan. Desain cross-sectional melibatkan 124 perawat rawat inap (purposive sampling). Data kuesioner dianalisis dengan uji Chi-Square (p<0,05) dan regresi linear berganda. Hasil menunjukkan kepemimpinan baik (53,2%), motivasi baik (59,7%), kinerja baik (52,4%). Hubungan signifikan ditemukan dengan motivasi (p=0,003) dan kinerja (p=0,001); motivasi paling dominan (β=0,534). Kepemimpinan efektif direkomendasikan untuk tingkatkan mutu keperawatan.
Penerapan Handover dengan Metode Sbar Bedside Teaching Terhadap Kualitas Pelayanan dan Patient Safety Pada Pasien Rawat Inap di Brawijaya Hospital Depok Udur Hotmaira Sirait; Dwi Indah Iswanti; Fery Agusman
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53341

Abstract

Komunikasi efektif merupakan aspek penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, terutama dalam konteks keselamatan pasien. Keselamatan pasien merupakan prioritas utama dalam pelayanan kesehatan. salah satu metode komunikasi untuk meningkatkan keselamatan pasien di rumah sakit dalam keperawatan adalah dengan metode SBAR melalui operan jaga atau handover. Handover yang efektif merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan handover dengan metode SBAR bedside teaching terhadap kualitas pelayanan dan patient safety pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Brawijaya Depok. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan quasy experiment one group. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Brawijaya Depok. Adapun teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling dan didapatkan sampel sebanyak 55 responden di ruang rawat inap Rumah Sakit Brawijaya Depok. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner kualitas pelayanan dan patient safety sebelum dan sesudah penerapan handover dengan metode SBAR. Analisis data menggunakan uji paired t-test untuk mengetahui perbedaan kualitas pelayanan dan patient safety sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan handover dengan metode SBAR dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan patient safety pada pasien rawat inap. Analisis bivariat menggunakan uji paired t-test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara kualitas pelayanan (p-value = 0,000) dan patient safety (p-value = 0,000) sebelum dan sesudah penerapan handover dengan metode SBAR. Penerapan handover dengan metode SBAR efektif dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan patient safety pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Brawijaya Depok.
Pengaruh Range of Motion Aktif-Asistif Terhadap Rentang Gerak Sendi Pada Pasien Stroke Non Hemoragik di Wilayah Kerja Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi Desy E. Pakpahan; Yusnilawati Yusnilawati; Lisa Anita Sari; Indah Mawarti; Kamariyah Kamariyah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53346

Abstract

Stroke non-hemoragik merupakan gangguan neurologis yang dapat menyebabkan penurunan fungsi motorik dan keterbatasan rentang gerak sendi (Range of Motion/ROM), sehingga menghambat kemandirian pasien dalam aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan ROM aktif-asistif terhadap peningkatan rentang gerak sendi pada pasien stroke non-hemoragik. Penelitian menggunakan metode pra- eksperimental dengan pendekatan one group pre-test and post-test design. Sampel berjumlah 30 pasien stroke non-hemoragik di Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi dengan teknik pengabmilan data melalui teknik purposive sampling. Intervensi berupa latihan ROM aktif-asistif dilakukan dua kali seminggu selama empat minggu pada ekstremitas atas dan bawah. Data dikumpulkan melalui observasi dan pengukuran menggunakan goniometer, kemudian dianalisis dengan uji paired t-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan rentang gerak sendi setelah intervensi (p-value = 0,000), terutama pada bahu, pergelangan kaki, siku, lengan bawah, dan panggul. ROM aktif-asistif sangat efektif dalam meningkatkan fleksibilitas sendi dan kemampuan motorik pasien stroke non-hemoragik. Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa latihan ini dapat menjadi strategi rehabilitasi sederhana, murah, dan aplikatif di berbagai tatanan pelayanan kesehatan.
Analisa Konsep Adaptasi Pasien dengan Gangguan Kecemasan Pasca Operasi Berdasarkan Teori Adaptasi Roy Gusana Prinda Erawati; Annisa Shalma Ginar Pradani; Aric Vranada; Siti Aisah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53352

Abstract

Gangguan kecemasan pasca operasi merupakan respon psikologis yang umum dialami pasien setelah menjalani tindakan pembedahan. Kecemasan yang tidak dikelola dengan baik dapat memengaruhi proses penyembuhan, meningkatkan nyeri, memperpanjang lama rawat inap, serta menghambat adaptasi fisiologis dan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep adaptasi pasien dengan gangguan kecemasan pasca operasi berdasarkan teori Adaptasi Roy menggunakan pendekatan analisis konsep Walker dan Avant. Delapan tahapan analisis dilakukan untuk mengidentifikasi atribut, antecedent, konsekuensi, serta mendefinisikan konsep secara operasional. Hasil analisis menunjukkan bahwa adaptasi pasien pasca operasi ditandai dengan kemampuan mengendalikan respon emosional, stabilitas fisiologis, penerimaan diri, serta dukungan sosial dan spiritual yang memadai. Atribut utama yang teridentifikasi meliputi respon fisiologis stabil, kontrol emosional, koping efektif, dukungan sosial, dan penerimaan terhadap kondisi pasca operasi. Konsep adaptasi ini dapat digunakan sebagai dasar dalam penyusunan intervensi keperawatan yang berfokus pada peningkatan kemampuan adaptasi dan pengurangan kecemasan pada pasien pasca operasi. (Walker & Avant, 2018; Alligood, 2022). Postoperative anxiety is a common psychological response experienced by patients following surgical procedures. Poorly managed anxiety may negatively impact recovery by increasing pain perception, prolonging length of stay, and hindering both physiological and psychological adaptation. This study aims to analyze the concept of patient adaptation with postoperative anxiety based on Roy’s Adaptation Model using Walker and Avant’s concept analysis approach. Eight stages of analysis were conducted to identify defining attributes, antecedents, consequences, and to establish an operational definition of the concept. The analysis revealed that adaptation in postoperative patients is characterized by the ability to regulate emotional responses, maintain physiological stability, achieve self‐acceptance, and receive adequate social and spiritual support. The main defining attributes include stabilized physiological responses, emotional regulation, effective coping, social support, and acceptance of postoperative conditions. This conceptualization of adaptation may serve as a foundation for nursing interventions focused on enhancing adaptive responses and reducing anxiety among postoperative patients (Walker & Avant, 2018; Alligood, 2022).
Analisis Faktor Penyebab Dan Breeding Places Vektor Malaria Pada Pekerja Tambang Di Desa Hulawa Kecamatan Buntulia Kabupaten Pohuwato Rezha Rafsanjani Lakoro; Margaretha Solang; Irwan Irwan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53394

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor penyebab kejadian malaria serta keberadaan tempat perindukan vektor pada pekerja tambang di Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan potong lintang terhadap 125 pekerja tambang. Variabel yang diteliti meliputi pengetahuan, kebiasaan keluar malam, riwayat malaria, persepsi risiko, efikasi diri, lama tinggal, keberadaan tempat perindukan, dan keberadaan vektor malaria. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji chi-square, sedangkan analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa enam variabel berhubungan signifikan dengan kejadian malaria, yaitu pengetahuan (p=0,000; OR=0,018), riwayat malaria (p=0,014; OR=0,068), lama tinggal (p=0,001; OR=31,179), dan keberadaan vektor (p=0,020; OR=55,195). Dua variabel lainnya, yakni efikasi diri dan keberadaan tempat perindukan, tidak menunjukkan hubungan signifikan. Faktor yang paling dominan ialah keberadaan vektor malaria. Temuan ini menegaskan pentingnya pengendalian vektor dan pengelolaan lingkungan di area pertambangan sebagai upaya utama menurunkan insiden malaria.
Analisis Perbandingan Efektivitas Pengelolaan Manajemen Apotek Menggunakan SIMA dan GPOS di Apotek Harka Farma Viva Starlista; Rafisya Deta Paralika Putri; Alinda Tania; Cindy Marseli
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53402

Abstract

Digitalisasi manajemen apotek dan manajemen farmasi menjadi kebutuhan strategis bagi apotek skala kecil yang masih bergantung pada pencatatan manual, yang berdampak pada efisiensi kerja, akurasi data, dan kelancaran pelaporan. Sistem digital seperti SIMA dan GPOS hadir sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas pengelolaan farmasi dan layanan pasien. Tujuan penelitian ini menganalisis dan membandingkan efektivitas SIMA berbasis mobile dan GPOS dalam mendukung pengelolaan manajemen apotek dan manajemen farmasi di Apotek Harka Farma. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner HOT-Fit untuk menilai aspek Human, Organization, dan Technology. Hasil kedua sistem efektif, namun SIMA lebih unggul dalam integrasi real-time, efisiensi transaksi, dan akurasi data. SIMA menunjukkan kinerja lebih baik pada aspek Organization dan Technology, sedangkan GPOS lebih unggul pada aspek Human. Kesimpulan SIMA direkomendasikan sebagai sistem utama untuk apotek skala kecil karena lebih mampu mendukung efisiensi operasional, akurasi pengelolaan, serta kualitas manajemen farmasi dibandingkan GPOS.