cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,415 Documents
Blood Supplement Tablet Consumption Behavior Among Female Adolescents At Vocational School X In Kubu District, Karangasem, Bali Ekawati, Ni Komang; Sharaswathi, Ni Kadek Indah Ratih; Lubis, Dinar Saurmauli; Kurniati, Desak Putu Yuli; Sari, Komang Ayu Kartika
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55588

Abstract

The provision of blood supplement tablets is a program from the Ministry of Health that aims to improve the health of adolescent girls which is expected to minimize the incidence of anemia and increase iron content in the body. The implementation of the program at SMK X has reached 100%, which means it has reached the 2017 strategic plan target of 30% in the provision of TTD. However, the location is the place with the highest anemia rate in Karangasem Regency. The purpose of the study was to determine the consumption behavior of blood supplement tablets of adolescent girls of SMK X. The study used mixed methods. Data were collected through questionnaires given to all students, interviews with teachers and health center officers, and FGDs with selected adolescent girls. Data analysis was conducted by univariate analysis (quantitative) and thematic analysis (qualitative). The results showed that the TTD consumption behavior of female students at SMK X was mostly irregular (60%). The majority of schoolgirls' knowledge was in the good category (74.4%) and positive attitude (51.2%). Routine behavior of female students at SMK X was driven by feeling the benefits of TTD, complying with health center recommendations, positive beliefs, parental support, peer support, and health center support. Factors inhibiting informants from consuming TTD routinely were forgetting, fishy smell, rejecting body responses such as feeling nauseous and dizzy after consuming TTD, and negative beliefs. Consistent and strict supervision of TTD consumption and health promotion education on alternatives to consuming TTD are needed
Hubungan Kualitas Tidur dengan Risiko Diabetes Melitus Tipe 2 Pada Remaja Jurusan Tata Boga di Smkn 4 Makassar Awaluddin, Aulia Aprilia; Gama, Arlina Wiyata; Sari, Jelita Inayah; Saharuddin, Saharuddin; Damis, Rahmi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55597

Abstract

Studi ini dimaksudkan untuk menelaah kaitan kualitas tidur yang rendah terhadap risiko diabetes mellitus tipe 2 pada remaja jurusan Tata Boga di SMKN 4 Makassar. Model riset mengaplikasikan analitik observasional melalui pendekatan cross-sectional. Aspek kualitas tidur dinilai memakai Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) serta diklasifikasikan menjadi buruk dan baik. Risiko diabetes mellitus dinilai melalui hasil pemeriksaan glukosa darah puasa menggunakan glukometer, kemudian dikelompokkan menjadi tidak berisiko dan berisiko. Jumlah responden sebanyak 136 remaja. Hasil analisis univariat menunjukkan dominasi partisipan mempunyai kualitas tidur yang buruk (84,6%) serta melebihi separuh partisipan terindikasi berisiko diabetes mellitus (51,5%). Pada analisis bivariat, uji Chi-Square mengindikasikan adanya korelasi bermakna antara kualitas tidur dan risiko diabetes mellitus (p = <0,001). Partisipan dengan kualitas tidur yang rendah mencatat tingkat risiko yang lebih tinggi (58,3%) daripada partisipan dengan kualitas tidur yang bagus (14,3%). Bukti ini menguatkan yakni gangguan kualitas tidur pada remaja berkaitan dengan meningkatnya kerentanan risiko gangguan metabolik, sehingga promosi kesehatan tidur dan skrining faktor risiko metabolik sejak usia sekolah penting untuk diperkuat.
Adolescent Delinquency And Drug Abuse: An Analysis Of Psychological And School Environmental Factors At Gema Karya Bahana Vocational High School, Bekasi Khairiah, Rahayu; Dewi, Nurmanita
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55653

Abstract

Juvenile delinquency and drug abuse are problems that still frequently occur in school environments and can have a negative impact on adolescent development. Various factors are thought to play a role in the emergence of such behavior, particularly environmental and psychological factors. This study aims to identify and analyze the relationship between environmental and psychological factors and juvenile delinquency and drug abuse in the school environment of Vocational High School Gema Karya Bahana Bekasi. This study used a quantitative approach with a correlational design. The study population consisted of 226 students, with a sample of 144 respondents determined using the Slovin formula. Data collection was conducted using a questionnaire with a Likert scale that measured environmental factors, psychological factors, juvenile delinquency, and drug abuse. Data analysis included univariate analysis to describe the characteristics of each variable and bivariate analysis to determine the relationship between variables. Bivariate analysis was performed using Spearman's rho nonparametric correlation test with a significance level of α = 0.05. The results of the study show a positive and significant relationship between environmental factors and juvenile delinquency (rₛ = 0.272; p = 0.001) and between environmental factors and drug abuse (rₛ = 0.379; p = 0.000). Conversely, psychological factors did not show a significant relationship with either juvenile delinquency or drug abuse. The conclusion of this study shows that environmental factors play a more dominant role in influencing juvenile delinquency and drug abuse in the school environment than psychological factors.
Hubungan Peran Orang Tua dengan Tingkat Kejadian Perilaku Seksual Beresiko Pada Remaja Putri di SMAN 7 Tambun Selatan Bekasi Tahun 2025 Utami, Ajeng Rahayu; Khairiyah, Rahayu; Wijayanti, Puji
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55656

Abstract

Latar Belakang: Perilaku seksual adalah segala tingka laku yang didorong oleh hasrat seksual, baik dengan lawan jenisnya maupun dengan sesama jenis. Perilaku seksual berisiko dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Selain faktor pengetahuan, pengaruh teman sebaya, dan media, peran keluarga, terutama orang tua, memiliki dampak yang sangat signifikan. Kurangnya pengawasan dan pendidikan seks yang tepat dari orang tua membuat remaja lebih rentan terhadap pergaulan bebas. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan peran orang tua dengan tingkat kejadian perilaku seksual beresiko pada remaja putri di SMAN 7 Tambun Selatan Bekasi Tahun 2025. Metode Penelitian: Desain penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, dengan jumlah sampel 30, sampel analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil analisis bivariat menggunakan uji Chi Square diperoleh nilai p-value = 0,000 artinya p-value < 0,05 maka dapat dinyatakan HO ditolak HI diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hubungan yang sangat nyata antara peran orang tua dengan tingkat kejadian perilaku seksual. Kesimpulan: Terdapat hubungan peran orang tua dengan tingkat kejadian perilaku seksual beresiko pada remaja putri di SMAN 7 Tambun Selatan Bekasi Tahun 2025. Dari hasil penelitian diharapkan orang tua dapat memberikan dukungan yang positif dengan memberikan informasi tentang pendidikan seks secara benar, karena orang tua sangat berperan penting dalam menumbuhkan nilai-nilai positif untuk remaja, dan remaja diharapkan dapat mengontrol perilakunya agar tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang menyimpang.
Analisis Indeks Glikemik dan Beban Glikemik Minuman Sereal Berbasis Kedelai, Oat dan Madu Randu dengan Penambahan Bubuk Daun Kelor Mumtaz, Hilmy; Ilmi, Ibnu Malkan Bakhrul
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55676

Abstract

Type 2 diabetes melitus is a chronic disease caused by insulin resistance. In 2023, the prevalence of type 2 DM in Indonesia among people aged ≥15 years continued to increase, reaching 11.7% among people of productive age. e implementation of a natural food-based diet with high fiber and low glycemic index is important in controlling blood glucose in people with type 2 diabetes. This study aims to describe the glycemic index and glycemic load values of test cereal drinks with added moringa leaves and compare them with commercial products. The study used a true experimental design with a crossover design on 10 subjects who met the inclusion and exclusion criteria. The treatment was given three times in the form of pure glucose, commercial cereal, and moringa leaf test cereal with a minimum washout period of three days. Blood glucose was collected at 0, 15, 30, 45, 60, 90, and 120 minutes, followed by the calculation of the glycemic index using IAUC method and glycemic load. The results showed that the moringa leaf test cereal had a GI value of 50.71% (low category), while the commercial cereal had a value of 61.06% (moderate category). Both BG values were in the moderate category, at 12.67 and 15.26, respectively. It was concluded that the moringa leaf test cereal effectively provided more stable postprandial blood glucose control due to its high fiber content and low glycemic index value.
Pengaruh Qigong Exercises Sebagai Evidence Based Nursing Practice Terhadap Pengendalian Hipertensi Pada Lansia Hibatullah, Fatih; Anwar , Syamsul; Yunitri , Ninik; Nurhayati , Nurhayati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55680

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang umum terjadi pada lansia dan meningkatkan risiko morbiditas serta mortalitas. Karena sering tidak bergejala, pengendalian hipertensi pada lansia menjadi tantangan, terutama dalam kepatuhan pemeriksaan tekanan darah, terapi jangka panjang, dan penerapan gaya hidup sehat. Selain terapi farmakologis, intervensi non-farmakologis berperan penting dalam membantu mengontrol dan menstabilkan tekanan darah. Penerapan Praktik Keperawatan Berbasis Bukti (EBNP), seperti latihan Qigong exercises, berpotensi menjadi strategi efektif dalam mendukung pengendalian hipertensi pada lansia. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh Qigong Exercises terhadap mengontrol tekanan darah pada lansia, melalui pendekatan One Group Pretest – Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 11 lansia dengan hipertensi di Kelurahan Rawasari, Jakarta Pusat, yang pilih secara Purposive. Intervensi dilakukan selama dua kali seminggu selama 8 minggu. Pengukuran tekanan darah dilakukan setiap minggu. Hasil penerapan Praktik Keperawatan Berbasis Bukti (EBNP) dengan intervensi Qigong exercises menunjukkan penurunan signifikan pada tekanan darah sistolik dan diastolik, masing-masing sebesar 13 mmHg dan 7 mmHg (p = 0,000). Dari hasil ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan praktik keperawatan berbasis bukti, khususnya pemberian intervensi Qigong exercises, terbukti efektif dalam mengontrol tekanan darah pada lansia.
Pengelompokan Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur Berdasarkan Indikator Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat Tahun 2023 Manik, Jihan Ramadhany Ginting; Septiono, Wahyu; Dewani, Cinansa Muthia
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55817

Abstract

Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) memegang peran krusial dalam memantau dan mengevaluasi kemajuan pembangunan kesehatan suatu wilayah. Penelitian ini bertujuan mengelompokkan kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur berdasarkan indikator IPKM tahun 2023 serta mengidentifikasi karakteristik tiap gugus. Penelitian ini menggunakan pendekatan analitik kuantitatif dengan desain ekologi, memanfaatkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2023 di 21 kabupaten dan 1 kota di NTT. Penelitian ini menganalisis tujuh indikator IPKM, yaitu stunting, imunisasi lengkap, penggunaan alat kontrasepsi, persalinan oleh tenaga kesehatan, kebiasaan merokok, pneumonia, dan akses sanitasi. Pengelompokan wilayah dilakukan menggunakan metode K-Means, yaitu teknik pengelompokan non-hierarkis yang mengidentifikasi kelompok kabupaten/kota dengan karakteristik kesehatan masyarakat yang serupa berdasarkan jarak euclidean antar objek. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga gugus, yaitu kategori sedang sebanyak 16 kabupaten (72,7%) dengan capaian moderat pada sebagian besar indikator, kategori rendah hanya Sumba Barat Daya (4,5%) dengan permasalahan dominan pada stunting, pneumonia, dan unmet need kontrasepsi, serta kategori tinggi yang mencakup lima wilayah (22,7%) dengan capaian baik terutama pada imunisasi lengkap dan penggunaan kontrasepsi. Hasil pengelompokan ini dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menyusun prioritas intervensi kesehatan yang lebih tepat sasaran sesuai karakteristik masing-masing wilayah.
Analisis Spasial Faktor Lingkungan dan Sosial Ekonomi Terhadap Prevalensi Depresi di Indonesia Tahun 2023: Peran Iklh dan Efek Spillover Tenaga Psikolog Klinis Suryani, Visityari; Herdayati, Milla
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55832

Abstract

Database Global Burden of Disease pada tahun 2021 menunjukkan lebih dari 1 milyar orang atau 1 dari 7 orang di dunia hidup dengan gangguan mental. Estimasi WHO sekitar 332 juta orang dari populasi dunia mengalami depresi. Tujuan dari penelitian ini untuk memberikan gambaran dan hubungan tentang persebaran depresi dengan tenaga kesehatan psikoklinis, tingkat kemiskinan dan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) di Indonesia tahun 2023. Metode penelitian menggunakan desain ekologi dengan analisis spasial dari data sekunder Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 untuk data depresi dan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) untuk jumlah tenaga kesehatan psikoklinis, tingkat kemiskinan, serta Indeks Kualitas Lingkungan Hidup dalam unit analisis provinsi. Hasil uji autokorelasi spasial terdapat pengelompokan geografis yang signifikan pada tingkat kemiskinan dan IKLH, sedangkan prevalensi depresi dan tenaga kesehatan psikoklinis memiliki pola spasial yang tersebar atau acak. Analisis regresi spasial menggunakan Spatial Durbin Model (SDM) menunjukkan IKLH berpengaruh signifikan negatif terhadap depresi. Efek tidak langsung (spillover) yang signifikan ditujukkan pada tenaga kesehatan psikoklinis di provinsi tetangga terhadap prevalensi depresi di wilayah lokal. Penanggulangan depresi di Indonesia dapat dilakukan dengan penguatan kebijakan tata ruang dan pelestarian ruang terbuka hijau serta peningkatan distribusi layanan kesehatan termasuk tenaga kesehatan psikoklinis di seluruh wilayah Indonesia.
Efektivitas Instrumen Visual Infusion Phlebitis (VIP) Score Pada Angka Kejadian Flebitis dan Ketepatan Penanganan Pada Pasien Anak di RSUD A.Wahab Sjahranie Samarinda Ngaisah, Siti Nur; Natalia, Elfina; Ping, Maria Floriana; Hurai, Rufina; T, Imelda Feneranda; Sari, Jita Indah; Silalahi, Arome Bernadetta; Yuliantari, Niluh Putu Lita; Pratiwi, Heni; H, Bayu Febriandhika
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55851

Abstract

Rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan dituntut menjamin mutu pelayanan, keselamatan pasien, kemudahan akses, serta efisiensi dan efektivitas layanan. Salah satu indikator keselamatan pasien berdasarkan enam sasaran keselamatan adalah pencegahan infeksi, termasuk kejadian flebitis sebagai bentuk Kejadian Tidak Diinginkan (KTD). Instrumen Visual Infusion Phlebitis (VIP) Score digunakan untuk mendeteksi dini dan menentukan ketepatan penanganan flebitis akibat terapi intravena. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penggunaan VIP Score terhadap kejadian flebitis dan ketepatan penanganan pada pasien anak di RSUD A.Wahab Sjahranie Samarinda. Penelitian menggunakan desain kohort prospektif dengan teknik purposive sampling pada 70 pasien anak yang menjalani terapi intravena. Data dikumpulkan melalui lembar observasi berdasarkan VIP Score dan dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson. Median ketepatan penanganan sebesar 75,0 dan rerata dwell time flebitis 2,61 hari. Analisis menunjukkan hubungan signifikan antara ketepatan penanganan dan skor VIP (p = 0,034; p < 0,05). Penggunaan VIP Score efektif mendukung ketepatan penanganan flebitis serta menjadi dasar pengembangan standar prosedur operasional untuk meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien anak.
Household Air Pollution and Risk of Pneumonia in Children Under Five: A Systematic Literature Review from Low- and Middle-Income Countries Wahyudin, Bob; Putra, Bayu Pratama; Ibrahim, Sukaeni
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55987

Abstract

Household air pollution remains a critical environmental determinant of child health in low- and middle-income countries, where reliance on solid fuels for cooking and heating persists. This systematic literature review synthesizes empirical evidence examining the association between household air pollution and pneumonia among children under five years of age. A structured search of the Scopus database identified 569 records, of which eight studies met predefined inclusion criteria following PRISMA-guided screening and eligibility assessment. Included studies comprised cross-sectional analyses, hospital-based observational research, randomized intervention trials, and meta-analyses conducted across diverse geographical settings. Evidence consistently demonstrated a positive association between exposure to solid fuel combustion and increased risk of pneumonia, although magnitude varied according to exposure measurement strategy and contextual factors. Proxy indicators, such as cooking-fuel type, were frequently used as exposure measures, whereas only a few studies incorporated direct pollutant monitoring. Intervention-based findings indicated that partial reductions in emissions from improved cookstoves did not consistently translate into measurable declines in pneumonia incidence. Socioeconomic disparities, housing conditions, cultural practices, and energy access constraints further shaped differential exposure patterns and vulnerability among children. An integrated interpretation of epidemiological data and environmental health theory underscores the importance of comprehensive clean energy transitions, infrastructure improvements, and sustained behavioral adaptation to mitigate the pediatric respiratory disease burden in resource-limited settings.