cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,731 Documents
Tinjauan Sistematis Evidence-Based Practice: Mengkritisi Misinformasi Penolakan Ventilasi Mekanis Melalui Peningkatan Literasi Media dan Komunikasi Keperawatan Kritis Asriadi Prihandika Widianto; Devi Titik Aprilia; Sudirman Sudirman
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56585

Abstract

The infodemic phenomenon in the digital era has triggered the massive spread of misinformation regarding critical medical interventions, particularly the mistaken perception that mechanical ventilation is the cause of death in patients with respiratory failure. This has resulted in family refusal of the procedure, increased mortality, and moral distress among nurses. This study aims to analyze the impact of this misinformation and formulate mitigation strategies through media literacy and nursing communication. This research method is a systematic review based on Evidence-Based Practice (EBP). The literature search was conducted in the Scimago, PubMed, and ScienceDirect databases spanning 2021 to 2026. Inclusion criteria included studies on ventilator misinformation, lung-protective ventilation strategies, and the role of nurses in addressing communication barriers in intensive care units. Results: The analysis showed that ventilator misinformation is rooted in a failure to understand the pathophysiology of Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) by laypersons. The implementation of lung-protective ventilation has been clinically proven to reduce mortality, but its efficacy is often hampered by conflicts with patient autonomy based on manipulative information. This study identified that the Family-Centered Care (FCC) approach combined with prebunking (psychological inoculation) and empathetic debunking techniques was effective in reducing family resistance. Conclusion: Managing the infodemic in critical care settings requires transforming the role of nurses into digital literacy agents. The use of the SIFT (Stop, Investigate, Find, Trace) method and strengthening therapeutic communication are key to restoring public trust in the healthcare system. Integration of media literacy into the nursing curriculum is highly recommended to equip healthcare workers to face future information challenges
The Role of Digital-Based Family Counseling Models in Improving Understanding of Anemia Prevention Among Adolescent Girls in Junior High School Dedah Ningrum; Elih Sudiapermana; Jajat Sudrajat Ardiwinata; Sardin Sardin
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56628

Abstract

Anemia among adolescent girls remains a major public health concern in developing countries, including Indonesia. This condition is related to increased iron requirements during growth, menstrual blood loss, inadequate dietary intake, low health literacy, and limited family support in maintaining behaviors. This study aims to analyze the role of digital-based family counseling models in improving knowledge and promoting anemia prevention behaviors among junior high school adolescent girls. A qualitative descriptive literature review was conducted by systematically searching relevant articles published between 2020 and 2025 in Google Scholar, Scopus, PubMed, and SINTA-indexed journals using predefined inclusion and exclusion criteria. Selected studies were analyzed thematically to identify patterns related to digital health education, family involvement, and integrated intervention outcomes. The findings indicate that anemia prevalence among adolescent girls remains high in rural areas, and is influenced by dietary patterns, low adherence to iron supplementation, awareness, and insufficient supervision. Digital-based health education interventions significantly improve adolescents’ knowledge and attitudes compared to conventional approaches. Furthermore, integrating digital media with structured family counseling strengthens parental engagement, enhances access to health information, and supports sustainable behavioral change. Therefore, digital-based family counseling is recommended as an integrated strategy to improve adolescent health literacy and reduce anemia risk.
Analisis Faktor Risiko Kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada Ibu Hamil: Studi Hubungan Umur, Pendidikan, Pengetahuan, dan Jarak Kehamilan Lia Idealistiana; Ayu Astuti; Dian Agustia Dewi; Nadia Juliyana
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56670

Abstract

Latar Belakang: Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil merupakan indikator kekurangan gizi menahun yang berdampak fatal pada mortalitas ibu dan morbiditas janin. Faktor perilaku dan reproduksi dianggap memiliki andil besar terhadap kondisi ini.Tujuan: Menganalisis hubungan antara faktor demografi (umur, pendidikan) dan faktor risiko (pengetahuan, jarak kehamilan) dengan kejadian KEK.Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi analitik cross-sectional. Populasi penelitian adalah ibu hamil di wilayah kerja puskesmas dengan sampel sebanyak 30 responden yang diambil secara total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan dan pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA). Analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square (α=0,05).Hasil: Hasil penelitian menunjukkan responden dengan KEK memiliki kecenderungan pengetahuan rendah dan jarak kehamilan < 2 tahun. Uji bivariat menunjukkan tidak ada hubungan antara umur (p=0,366) dan pendidikan (p=0,056) dengan KEK. Namun, ditemukan hubungan yang signifikan secara statistik antara tingkat pengetahuan (p=0,021) dan jarak kehamilan (p=0,034) dengan kejadian KEK.Kesimpulan: Pengetahuan gizi yang rendah dan jarak kehamilan yang terlalu dekat merupakan faktor determinan utama kejadian KEK dalam penelitian ini.
Hubungan Peran dan Tingkat Pengetahuan Keluarga dalam Penanganan Awal Gawat Darurat di Desa Buni Bakti RT010 RW018 Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi Tahun 2025 Cusmarih Cusmarih; Khoirul Umam
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56680

Abstract

Latar belakang : Kondisi gawat darurat dapat terjadi secara tiba-tiba di lingkungan rumah tangga dan membutuhkan tindakan cepat serta tepat untuk mencegah kecacatan maupun kematian. Keluarga sebagai first responder memiliki peran penting dalam memberikan pertolongan awal sebelum tenaga kesehatan tiba. Namun, tingkat pengetahuan yang rendah sering menjadi penyebab keterlambatan dan ketidaktepatan tindakan. Desa Buni Bakti merupakan wilayah semi-urban yang masih menghadapi keterbatasan edukasi kegawatdaruratan, sehingga kesiapsiagaan keluarga perlu ditingkatkan melalui intervensi yang terstruktur. Tujuan penelitian: Mengetahui dan menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan keluarga dan peran keluarga dalam penanganan awal gawat darurat di Desa Buni Bakti RT 010/RW 018 Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi tahun 2025, serta menilai efektivitas edukasi dalam meningkatkan kedua variabel tersebut.Metode penelitian: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dan pendekatan pre-test–post-test. Sampel berjumlah 47 responden yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan dan peran keluarga, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank karena data tidak berdistribusi normal.Hasil penelitian : Sebelum edukasi, tingkat pengetahuan keluarga berada pada kategori baik (46,8%), cukup (38,3%), dan kurang (14,9%). Setelah edukasi, kategori baik meningkat menjadi 80,9% dan tidak ada lagi kategori kurang. Peran keluarga sebelum edukasi berada pada kategori baik (46,8%), cukup (29,8%), dan kurang (23,4%), kemudian meningkat menjadi kategori baik (80,9%) setelah edukasi. Uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan dan peran keluarga dengan nilai p < 0,001. Kesimpulan : Edukasi protokol penanganan awal gawat darurat berpengaruh signifikan terhadap peningkatan tingkat pengetahuan dan peran keluarga. Keluarga yang memiliki pengetahuan lebih baik mampu bertindak lebih cepat, tepat, dan efektif dalam situasi darurat. Hal ini menunjukkan pentingnya program edukasi kesehatan berbasis keluarga.
Tinjauan Scoping Review: Efektivitas Media Edukasi Visual dan Audiovisual terhadap Perubahan Perilaku Kesehatan Gigi Mulut Lansia Asterya Illa; Zahroh Shaluhiyah; Ayun Sriatmi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56689

Abstract

Background Oral health is an essential aspect of quality of life, particularly among older adults who are vulnerable to various oral health problems. However, their level of knowledge and behavior in maintaining oral hygiene remains relatively low. Objective This study aimed to examine the effectiveness of audiovisual media in promoting oral health among older adults. Method Participants were elderly individuals who received oral health education through audiovisual materials, including short videos demonstrating proper oral hygiene practices, the importance of regular dental check-ups, and the impact of oral health on overall well-being. Results The results indicated a significant improvement in oral health knowledge among older adults after receiving audiovisual education. Participants demonstrated better understanding of proper tooth brushing techniques, the importance of dental visits, and the use of oral hygiene aids. Conclusion Preventive health service utilization among informal workers is influenced by a combination of individual, audiovisual media is an effective educational tool to enhance knowledge, attitudes, and oral health behaviors among older adults. By engaging multiple senses in the learning process, audiovisual education improves information retention, motivation, and consistency in healthy practices. Keywords: informal workers, preventive health, determinants, social security, health access
Hubungan Status Gizi dan Anemia dengan Siklus Menstruasi pada Remaja Putri di Kecamatan Belimbing, Kabupaten Bangka Bunga Romadhona Haque; Tami Ariati; Natalis Diyanti; Iriyanti Iriyanti; Sefti Ariyanti; Berti Novaria
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56723

Abstract

Anemia and suboptimal nutritional status remain serious public health issues with high prevalence among adolescent girls in Indonesia. According to the World Health Organization (2021), approximately 30% of adolescent girls globally suffer from anemia, while the Indonesian Basic Health Research (Riskesdas) in 2018 reported that the prevalence of anemia among Indonesian adolescents reached 32%, with more than 25% experiencing undernutrition. These conditions directly affect reproductive health, particularly the regularity of the menstrual cycle. This study aims to examine the relationship between nutritional status and anemia in relation to the menstrual cycle among adolescent girls. A cross-sectional design was applied, involving 56 twelfth-grade female students from SMA Negeri 1 Belimbing. Data were collected through anthropometric measurements, hemoglobin level tests, and menstrual questionnaires. The analysis revealed that 55.36% of respondents had normal nutritional status, yet 51.79% were anemic. Spearman correlation tests showed no significant relationship between nutritional status or menstrual cycle and anemia; however, a statistically significant relationship was found between the duration of menstruation (p = 0.006) and menstrual blood volume (p = 0.002) and the incidence of anemia. These findings underscore the importance of routine screening and nutritional education programs targeting adolescent girls.
Literature Review : Pengalaman Ibu Merawat Anak Thalasemia Icceng Sidabutar; Evi Karota Bukit
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56858

Abstract

Thalasemia merupakan pengelompokan kelainan genetik hetegoren yang disebabkan oleh penurunan sintesis rantai alfa dan beta hemoglobin (Hb). Hemoglobin bekerja untuk membawa oksigen melalui darah merah. Penderita thalasemia harus melakukan transfusi darah secara rutin yang menyebabkan kelebihan zat besi sehingga penderita thalasemia harus mengkonsumsi obat kelasi besi untuk mengurangi zat besi yang berlebihan akibat keseringan transfusi darah. Peranan ibu selama pasien menjalani transfusi sangat diperlukan untuk mendampingi serta berperan sebagai perawat selama merawat anaknya, oleh karena itu evaluasi pengalamaan ibu dalam merawat anak thalassemia sangat diperlukan untuk keberhasilan dalam fase pengobatan. Artikel ini menggunakan 6 langkah diantaranya : merumuskan pertanyaan penelitian dan tujuan penelitian, dengan mencari literatur yang sudah ada, menyaring data sesuai inklusi, menilai kualitas artikel, mengekstrak data dan menganalisa data. Didapat hasil dari 4 database diperoleh 7 artikel dengan rincian 2 dari artikel dari Pubmed, 1 artikel KnE Life Sciences, 1 artikel dari ScienCE direct dan 3 artikel EBSCO. Dari 7 artikel didapatkan bahwa orang tua mengalami tingkat stres dan syok, dukungan keluarga, kekuatiran tentang masa depan anak, kendala merawat anak, upaya dalam mengobati anak. Hasil review ditemukan karakteristik dan kekhawatiran terhadap anak, tantangan terkait diagnosis dan pengobatan, distres sosio-emosional dan psikososial, beban finansial, tantangan keluarga dan peran orang tua, dukungan sosial, kurangnya pengetahuan dan sumber informasi
Self Inserted Foreign Rectal Body – Systematic Review Bernardus Parish Budiono; Abdul Kholid; Sigit Adi Prasetyo
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56890

Abstract

Background: Self-inserted foreign rectal bodies (SIFRBs) represent an uncommon but increasingly reported clinical entity presenting to emergency departments. These cases pose diagnostic and therapeutic challenges due to patient embarrassment, delayed presentation, wide variability of inserted objects, and the potential for severe colorectal complications. A comprehensive synthesis of current evidence is needed to guide safe and effective management. Methods: A systematic literature review was conducted following PRISMA guidelines. Searches of PubMed, Medline, Scopus, Web of Science, and Google Scholar were performed on March 1, 2025, using combinations of the terms “rectal,” “colorectal,” “colon,” and “foreign body.” Articles published in English, German, Italian, and French reporting demographic data, diagnostic approaches, and therapeutic management of SIFRBs were included. Duplicate records, non-human studies, editorials, and studies lacking sufficient clinical data were excluded. Of 1,180 identified records, 10 studies met inclusion criteria, comprising systematic reviews, retrospective studies, and case reports. Results: SIFRBs predominantly affected male patients (85%), with a mean age of 42 years. Sexual stimulation was the most common motivation (72%), followed by psychiatric conditions and accidental insertion. Frequently reported objects included sexual devices, glass items, plastic containers, and food products. Diagnosis relied on careful history-taking, digital rectal examination, and imaging, primarily abdominal radiography and computed tomography. Non-surgical extraction was successful in approximately 65% of cases, while 35% required surgical intervention. Complications included rectal perforation, anal sphincter injury, infection, and bleeding. Conclusion: Management of self-inserted foreign rectal bodies requires a patient-centered, flexible, and multidisciplinary approach. While non-operative extraction is often successful, prompt recognition of complications and individualized treatment strategies are essential to minimize morbidity and optimize outcomes. Keywords : Rectal foreign body, self-inserted foreign body, emergency colorectal surgery, transanal extraction, rectal injury
Realitas Kesehatan Ibu Nifas dalam Perspektif Ontologi: Studi Kualitatif Literatur tentang Pengalaman Pemulihan Pasca Persalinan Sitti Aisyah Ansi; Suryo Ediyono
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56902

Abstract

The postpartum period is a critical phase in maternal health that is often understood primarily as a biological recovery process following childbirth. However, a mother’s health experience during this period is actually more complex, as it involves physical, psychological, and social changes, as well as women’s subjective interpretations of their bodies and lives. Therefore, a more holistic approach is needed to understand the realities of postpartum maternal health. This study aims to analyze the reality of postpartum maternal health from an ontological perspective by examining how the experience of postpartum recovery is understood as a multidimensional phenomenon. The study employs a qualitative approach using library research (literature review) through the analysis of various scientific literature addressing maternal health, postpartum experiences, and the philosophy of health. The literature was obtained from academic databases and analyzed using thematic content analysis to identify key themes related to postpartum maternal health experiences. The results indicate that postpartum maternal health is not only related to the body’s biological condition but also involves women’s subjective experiences and is influenced by social and cultural contexts. This study concludes that postpartum maternal health must be understood as a holistic reality encompassing biological, psychological, and social dimensions, as well as the existential meaning women experience after childbirth.
Pengaruh Sumber Daya Manusia Terhadap Waktu Tunggu Pelayanan Pasien di Rumah Sakit: Scoping Review Ning Nabilah; Ayun Sriatmi; Apoina Kartini
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56912

Abstract

Waktu tunggu pelayanan merupakan indikator mutu pelayanan rumah sakit yang sering dipengaruhi oleh keterbatasan sumber daya manusia dibandingkan dengan jumlah pasien yang dilayani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sumber daya manusia terhadap waktu tunggu pelayanan pasien di rumah sakit melalui scoping review. Studi scoping review dilakukan berdasarkan pedoman PRISMA-ScR dengan kerangka PCC yang meliputi population yaitu pasien yang menerima pelayanan di rumah sakit, concept yaitu faktor sumber daya manusia seperti jumlah tenaga kesehatan, rasio tenaga kesehatan terhadap pasien, dan ketersediaan staf, serta context yaitu pelayanan rumah sakit. Pencarian artikel dilakukan melalui database PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar. Sebanyak 11 artikel yang memenuhi kriteria inklusi, melaporkan bahwa keterbatasan jumlah tenaga kesehatan, rasio tenaga kesehatan terhadap pasien yang tidak seimbang, serta distribusi staf yang tidak merata berkontribusi terhadap meningkatnya waktu tunggu pelayanan di berbagai unit rumah sakit seperti instalasi gawat darurat, rawat jalan, dan instalasi farmasi. Selain itu, tingginya jumlah pasien, proses administrasi, ketersediaan obat, waktu pemeriksaan penunjang, serta kompleksitas alur pelayanan juga mempengaruhi lamanya waktu tunggu pasien. Temuan ini menunjukkan bahwa pengelolaan sumber daya manusia yang optimal penting untuk meningkatkan efisiensi pelayanan dan mengurangi waktu tunggu pasien di rumah sakit.