cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,731 Documents
Analisis Determinan Prestasi Belajar pada Siswa Penerima Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Kota Payakumbuh Abdul Haris; Denas Symond; Idral Purnakarya
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56379

Abstract

Chronic undernutrition in Indonesian school-aged children, with a 21.6% stunting prevalence (SSGI 2022), impairs cognitive development and academic performance in junior high school (SMP) students. This study aimed to identify determinants of academic achievement among Free Nutritious Meals Program (MBG) recipients in SMP Kota Payakumbuh, including nutritional status (BMI-for-age), attendance, MBG acceptability, and breakfast habits. An explanatory sequential mixed-methods cross-sectional design was applied to 243 eighth-grade students at SMPN 4 and SMPN 6 (February–March 2026), using anthropometry, SQ-FFQ, Comstock observation, questionnaires, and SPSS analysis (univariate, chi-square bivariate, logistic regression). Most students showed good nutritional status (70.4%), high attendance (93.4%), and good achievement (75.7%), but low MBG acceptability (46.1% poor) and suboptimal breakfast habits (61.3% skipping). Bivariate analysis indicated significant associations of nutritional status (p=0.035) and attendance (p=0.001) with achievement, whereas MBG acceptability (p=0.997) and breakfast habits (p=0.718) were not significant. These results underscore MBG's potential to enhance achievement via improved nutrition and school participation, recommending menu diversification and sustained nutrition education. (178 words) Keywords: Free Nutritious Meals Program, academic achievement, nutritional status, junior high school students.
Hubungan Kecemasan Penggunaan Obat Antihipertensi Jangka Panjang dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Hipertensi Bardah Wasalamah; Esti Sorena; Gita Syifa Syahirah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56389

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang memerlukan terapi jangka panjang dan berkelanjutan. Konsumsi obat antihipertensi dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan kecemasan seperti kekhawatiran terhadap efek samping obat, ketergantungan, serta dampak jangka panjang terapi. Kondisi ini berpotensi memengaruhi tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecemasan konsumsi obat jangka panjang dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Muara Bangkahulu. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 89 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Instrumen yang digunakan adalah Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) untuk mengukur tingkat kecemasan serta Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) untuk menilai tingkat kepatuhan minum obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi responden terbanyak mengalami kecemasan berat (44.9%), dan mayoritas responden memiliki tingkat kepatuhan rendah (65.2%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang bermakna secara statistik antara kecemasan konsumsi obat jangka panjang dengan kepatuhan minum obat (p=0.004). Tenaga kesehatan disarankan untuk meningkatkan edukasi kesehatan serta memberikan dukungan psikososial untuk menurunkan tingkat kecemasan dan meningkatkan kepatuhan terapi pada pasien hipertensi.
Pengaruh Teknologi, Kepemimpinan Otentik, Anggaran, dan Pengendalian Internal terhadap Kinerja Manajerial dengan Komitmen Organisasi sebagai Mediasi pada Rumah Sakit Arsinu Jawa Timur Ade Armada Sutedja; Farida Yuliaty; Rukhiyat Syahidin
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56409

Abstract

Penelitian menganalisis pengaruh teknologi informasi, gaya kepemimpinan otentik, partisipasi penyusunan anggaran, dan implementasi pengendalian internal terhadap kinerja manajerial rumah sakit dengan komitmen organisasi sebagai variabel mediasi. Studi kuantitatif dilakukan pada 72 manajer/kepala bagian dan 72 kepala unit di 20 rumah sakit yang tergabung dalam Asosiasi Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (Arsinu) Jawa Timur menggunakan SEM-PLS. Penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan otentik, implementasi pengendalian internal, dan komitmen organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja manajerial. Teknologi informasi dan partisipasi penyusunan anggaran tidak berpengaruh langsung terhadap kinerja manajerial, namun berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi. Komitmen organisasi memediasi secara penuh pengaruh partisipasi penyusunan anggaran, sementara mediasi pada hubungan teknologi informasi bersifat marginal. Temuan ini menunjukkan dominasi komitmen organisasi sebagai mekanisme internal dalam meningkatkan kinerja manajerial rumah sakit berbasis nilai.
Pengaruh Sari Kacang Hijau dengan Kualitas Asi Pada Ibu Menyusui di PMB Mariana Raeni, S. St, Bdn, Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan Alsya Putri; Marina Marina
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56410

Abstract

Kualitas Air Susu Ibu (ASI) merupakan faktor penting dalam menjamin kecukupan nutrisi dan daya tahan tubuh bayi pada enam bulan pertama kehidupan. Status gizi ibu menyusui sangat memengaruhi komposisi dan mutu ASI. Kekurangan asupan protein, zat besi, dan vitamin B kompleks dapat mengganggu proses laktasi secara hormonal maupun metabolik. Pemanfaatan sari kacang hijau sebagai pangan lokal bernilai gizi tinggi berpotensi menjadi intervensi nonfarmakologis untuk meningkatkan kualitas ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian sari kacang hijau terhadap kualitas ASI pada ibu menyusui di PMB Mariana Raeni, S.ST., Bdn Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest design. Sampel penelitian berjumlah 35 ibu menyusui yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi berupa pemberian sari kacang hijau secara rutin selama periode penelitian. Pengukuran kualitas ASI dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan lembar observasi penilaian kualitas ASI. Analisis data meliputi uji normalitas Shapiro–Wilk dan uji Paired Sample T-Test dengan tingkat signifikansi p-value <0,05. Rata-rata skor kualitas ASI sebelum intervensi sebesar 62,4 dan setelah intervensi meningkat menjadi 74,8 dengan selisih peningkatan 12,4 poin. Hasil uji Paired Sample T-Test menunjukkan p-value = 0,000 (<0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan pemberian sari kacang hijau terhadap peningkatan kualitas ASI pada ibu menyusui. Pemberian sari kacang hijau efektif meningkatkan kualitas ASI dan dapat dijadikan sebagai alternatif intervensi gizi nonfarmakologis berbasis pangan lokal untuk mendukung keberhasilan ASI eksklusif. Disarankan ibu menyusui memperhatikan kecukupan asupan gizi, serta tenaga kesehatan dapat mengintegrasikan edukasi konsumsi pangan lokal bergizi dalam pelayanan kebidanan.
Perbandingan Pemakaian KB Hormonal Terhadap Durasi Kejadian Gangguan Siklus Haid Pada Akseptor KB Nursitiyaroh Nursitiyaroh; Dwi Astuti; Ida Kholidah; Novi Wulandari; Yayah Baqiyatus Solehah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56411

Abstract

ketidakteraturan siklus menstruasi memang merupakan salah satu efek samping dari kontrasepsi implan. Sering ditemukan gangguan pola haid, terutama pada 6-12 bulan pertama kemudian ada beberapa wanita mungkin akan mengalami amenorea. Berdasarkan penelitian sebelumnya yang menyebutkan bahwa kontrasepsi hormonal dapat mempengaruhi terjadinya gangguan siklus haid. Tujuan Penulisaan : untuk Perbandingan Pemakaian KB Hormonal Terhadap Durasi Kejadian Gangguan Siklus Haid Pada Akeptor KB Metode Penelitian : Penelitian ini bersifat eksperimen dengan desain quasy eksperimental pre test dan post testdengan pendekatan kuantitatif seluruh akseptor KB pemakaian kontrasepsi hormonal. Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah bersedia menjadi responden, ibu yang tidak mengalami gemuk atau obesitas, ibu yang mengalami istirahat yang cukup dan kriteria eksklusi adalah tidak bersedia menjadi responden. penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan uji statistik uji Tukey HSD dilakukan pada akseptor KB hormonal melalui suntik, pil dan implant di lihatt pada nilai sinificace terlihat p > 0,05 yang artinya tidak adanya perbedaan antara pemakaian kontrasepsi suntik, pil dan implant terhadap durasi kejadian durasi kejadian gangguan siklus haid. Namun dilihat antara suntik dan implant yang memiliki kesamaan durasi dalam kejadian gangguan siklus haid. Sehingga dari ketiga kb hormonal yang paling cepat durasi kejadian gangguan siklus haid terdapat pada pemakaian kontrasepsi suntik dengan nilai 3,64, kemudian implant dengan nilai 4, 67 dan pil dengan nilai 7,70, Kesimpulan dan Saran : sebagai informasi dalam memberikan tentang pemilihan pemakaian kontrasepsi, kontrasepsi hormonal yang paling cepat dalam mengalami gangguan haid terdapat pada suntik sehingga kelemahan dari kb hormonal dapat di sampaikan secara maksimal
Anemia Profiles and Inflammation Markers for Early Detection of Accompanying Diseases in Stunting Children Under Two Years, Lombok, West Nusa Tenggara, Indonesia Laily Indrayanti Yusuf; Luhung Budiailmiawan; Aryati Aryati; Lia Gardenia Partakususma; Sri Kartika Sari; Sri Rohmayana
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56450

Abstract

Stunting tetap menjadi masalah yang umum di kalangan anak-anak dengan gizi buruk kronis di Indonesia. Meskipun pemerintah telah menerapkan program tambahan makanan untuk anak di bawah dua tahun, hasilnya belum optimal, kemungkinan disebabkan oleh penyakit mendasar atau penyakit penyerta pada anak-anak yang mengalami stunting. Studi deskriptif potong lintang ini bertujuan untuk menggambarkan profil anemia dan penanda inflamasi pada anak-anak yang mengalami stunting di bawah dua tahun. Studi ini dilakukan pada Desember 2023 di Laboratorium Klinik Rumah Sakit Provinsi Nusa Tenggara Barat, menggunakan metode sampling kluster dan berurutan. Data dikumpulkan melalui wawancara, pengukuran antropometri, dan penilaian laboratorium menggunakan Mindray BC5380 untuk hematologi dan penanda inflamasi, Mindray BC-240 untuk kadar besi, dan Mindray 900 untuk kadar ferritin. Sampel diperoleh dari kegiatan layanan sosial di Desa Sukadana, Kabupaten Lombok Tengah. Di antara 49 anak stunting yang teridentifikasi, 87,8% diduga menderita proktokolitis alergi, 51,0% diduga menderita talasemia, 20,4% diduga menderita anemia defisiensi besi, 12,2% diduga menderita anemia penyakit kronis, 10,2% diduga menderita penyakit radang usus, 4,1% diduga menderita infeksi bakteri, dan masing-masing 2,0% diduga menderita tuberkulosis dan helminthiasis. Temuan ini menyarankan agar profil anemia dan penanda peradangan dilakukan secara rutin di fasilitas kesehatan primer untuk mengidentifikasi penyebab mendasar stunting dan meningkatkan hasil intervensi.
Efektivitas Teknik Benson, Murattal Al- Quran Surah Ar-Rahman, dan Green Tea Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi di RT 006 RW 005 Kelurahan Pinang Ranti Tri Mochartini; Satrio Arief Pramudya Ananta
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56456

Abstract

Latar Belakang : Hipertensi adalah suatu keadaan yang dialami oleh seseorang terhadap peningkatan tekanan darah di atas normal secara konsisten dimana tekanan sistoliknya di atas 140 mmHg dan tekanan diastolistik di atas 90 mmHg, Organisasi kesehatan dunia WHO (World Health Organization) memperkirakan sebanyak 1,28 miliar orang dewasa berusia 30-79 tahun di seluruh dunia menderita hipertensi. Tujuan Penelitian : Untuk Mengetahui efektivitas teknik benson, murattal al- quran surah ar-rahman, dan green tea terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di rt 006 rw 005 kelurahan pinang ranti Metode Penelitian : Uji statistic yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji statistik paired t-test menggunakan hitungan statistik yang sesuai.menggunakan statistik program SPSS. Hasil Penelitian: Ada perbedaan tekanan darah sebelum dan sesudah diberikan teknik benson, Murotal Al-Qur’an Surah Ar-Rahman, dan Green Tea. Kesimpulan dan saran : Teknik benson efektif terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada pasien Dengan Hipertensi dengan nilai mean sebelum diberikan teknik benson yaitu 2,81 kemudian setelah diberikan teknik benson nilai mean menjadi 1,26.Murotal Al-Qur’an Surah Ar-Rahman efektif terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada pasien Dengan Hipertensi dengan nilai mean sebelum diberikan Murotal Al-Qur’an Surah Ar-Rahman yaitu 1,73, setelah diberikan interensi menjadi 0,68. pemberian green Tea efektif terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada pasien Dengan Hipertensi dengan nilai mean sebelum diberikan green tea yaitu 1,41, setelah diberikan interensi menjadi 0,88.Fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan Posbindu diharapkan dapat memainkan peran yang signifikan dalam memberikan edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat, terutama bagi para penderita hiperensi
The Relationship Between The Level of Knowledge About Hypertension and The Behavior of Preventing Complications in Hypertension Patients in The Area of RT 06 RW 005, Pinang Ranti Village Kusnanto Kusnanto; Hanif Ahmad Nurdien
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56496

Abstract

Hypertension is a major global public health concern because it is a non-communicable disease, also known as a silent killer, and the number one killer worldwide. Hypertension can be attributed to the tip of the iceberg, a typical phenomenon of society. One in three people suffer from hypertension, and this figure continues to rise every year. According to the World Health Organization (WHO), 1.4 billion adults aged 30–79 worldwide suffer from hypertension. Knowledge influences efforts to improve behaviors to prevent complications from hypertension. A lack of understanding of the consequences of hypertension can influence behaviors aimed at preventing complications, as evidenced by persistent consumption of fatty foods, lifestyle changes, smoking, consumption of high-cholesterol foods, inappropriate stress management, alcoholic beverages, and obesity. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge about hypertension and behaviors to prevent complications among hypertension sufferers in RT 06 RW 005, Pinang Ranti Village. Research Method: This study used a quantitative design with a cross-sectional method. The sample in this study was determined using a total sampling technique, with 50 respondents. Research Results: Statistical test results showed a Pearson Chi-Square value of 55.917 with a significance value (p-value) of 0.000. A p-value <0.05 indicates a significant relationship between knowledge level and preventive behavior. Conclusion: There is a significant relationship between knowledge level and preventive behavior. The higher the respondent's knowledge level, the better the preventive behavior .
Hubungan Literasi Kesehatan Digital dengan Pengendalian Hipertensi di Puskesmas Mangunjaya Tahun 2025 Desridius Chalid; Calisa Nisa’ Ayyubi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56560

Abstract

Latar Belakang : Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi yang berisiko menyebabkan komplikasi serius seperti stroke, gagal jantung, dan gagal ginjal apabila tidak dikendalikan dengan baik. Pengendalian hipertensi dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah literasi kesehatan digital. Kemampuan pasien dalam mengakses, memahami, dan memanfaatkan informasi kesehatan berbasis digital diduga berperan dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan dan pengelolaan tekanan darah. Namun, penelitian mengenai hubungan literasi kesehatan digital dengan pengendalian hipertensi di tingkat pelayanan kesehatan primer masih terbatas, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Mangunjaya. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara literasi kesehatan digital dengan pengendalian hipertensi pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Mangunjaya Tahun 2025. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan desain observasional cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada 4 Desember 2025 hingga 12 Januari 2026 dengan jumlah sampel 97 responden dari populasi 250 pasien hipertensi, menggunakan teknik purposive sampling . Data dikumpulkan melalui kuesioner literasi kesehatan digital dan pengukuran tekanan darah. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square.Hasil Penelitian : Sebagian besar responden memiliki literasi kesehatan digital pengendalian hipertensi dengan kategori baik sebanyak 73 orang (75,3%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara literasi kesehatan digital dengan pengendalian hipertensi, dengan nilai p-value sebesar 0,004 (<0,05) yang menandakan terdapat hubungan signifikan secara statistik antara literasi kesehatan dengan pengendalian hipertensi. Kesimpulan dan Saran : Terdapat hubungan antara literasi kesehatan digital dengan pengendalian hipertensi pada pasien di wilayah kerja Puskesmas Mangunjaya Tahun 2025. Disarankan kepada Puskesmas untuk mengembangkan program edukasi berbasis digital guna meningkatkan literasi kesehatan digital pasien sebagai upaya mendukung pengendalian tekanan darah yang optimal.
Determinan Perilaku dalam Kerangka Telekonsultasi untuk Infeksi Menular Seksual pada Lelaki Suka Lelaki di Kota Batam Made Tantra Wirakesuma; Herwandi Herwandi; Satya Wydya Yenny; Rima Semiarty
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi Menular Seksual masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan pada komunitas Lelaki Suka Lelaki, yang dipengaruhi oleh tingginya perilaku seksual berisiko, rendahnya pemanfaatan skrining rutin, stigma sosial di masyarakat, serta keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan konvensional. Kondisi tersebut menimbulkan hambatan psikososial dan struktural dalam upaya deteksi dini Infeksi Menular Seksual. Perkembangan teknologi kesehatan menempatkan telekonsultasi sebagai pendekatan potensial untuk mengatasi hambatan tersebut, Namun demikian, kerangka telekonsultasi berbasis perilaku untuk deteksi dini IMS pada kelompok LSL belum dirumuskan secara jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kerangka tersebut di Kota Batam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan mengeksplorasi determinan perilaku dan respons komunitas terhadap layanan telekonsultasi sebagai dasar pengembangan telekonsultasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenyamanan, kerahasiaan, dan kemudahan akses merupakan faktor utama yang memengaruhi penerimaan layanan telekonsultasi. Determinan ini diharapkan dapat menjadi landasan pengembangan kerangka telekonsultasi berbasis perilaku untuk mendukung deteksi dini dan pencegahan IMS serta dapat diadopsi dalam layanan kesehatan berbasis digital.