cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,731 Documents
Generation Alpha in the Era of Digital Radiation: A Literature Review on the Impact of Mobile Phone Exposure on Children's Health Muhammad Fadli Ramadhansyah; Muhammad Aqmal Nurcahyo; Hanung Nurany; Ike Rachmawati; Intan Sekar Arumdani
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.57034

Abstract

The rapid development of digital technology has made mobile phones an inseparable part of everyday life, including for Generation Alpha children. Although these devices provide educational and social benefits, exposure to the electromagnetic radiation they emit has the potential to cause various health impacts. Children are more vulnerable because their bodies are still growing and developing. This study aims to examine scientific findings related to the impact of mobile phone radiation exposure on the physical and psychological health of Generation Alpha children. A narrative literature review was conducted using 12 articles from databases such as Scopus, PubMed, ScienceDirect, MDPI, PlosONE, Google Scholar, and SINTA. The included articles were published between 2015 and 2025 and discussed the effects of electromagnetic radiation on children and adolescents. The results show that prolonged and unsupervised mobile phone use can affect visual function, sleep quality, and concentration, and may trigger digital addiction and psychological stress. Several studies also indicate possible long-term effects on the nervous system and hormonal balance. Exposure to mobile phone radiation in Generation Alpha children therefore requires serious attention, along with effective prevention and education strategies and further research to strengthen the evidence on its mechanisms and long-term impact on child development.
Evaluation Implementation Occupational Safety and Health (K3): An Exploratory Study Assisted by NVivo 12 at a Hospital in Semarang City Benita Edgina; Hanifa Maher Denny; Septo Pawelas Arso
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.57039

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menilai atau mengevaluasi penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di Rumah Sakit X di Kota Semarang yang standar penilaian disesuaikan dengan standar Permenkes No. 66 Tahun 2016. Metode penelitian. Penelitian evaluasi ini merujuk pada salah satu teori yang bernama CIPP (Context-Input-Process-Product). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, yang dimana variabel tidak dinyatakan secara operasional seperti pada penelitian kuantitatif, melainkan dalam bentuk fokus atau isu sentral yang dijelajahi secara mendalam. Adapun instrumen penelitian ini berupa evaluasi penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) sesuai dengan Permenkes No. 66 Tahun 2016. Informan dalam pengambilan data adalah peneliti sendiri. Informan pendukung lainnya sebanyak 3 orang. Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam yang terdiri dari tim K3RS salah satu RS Keluarga di Semarang. Tahapan selanjutnya dalam penelitian ini meliputi proses pengumpulan data, yang dilakukan secara sistematis melalui berbagai metode yang telah ditentukan untuk memperoleh informasi yang relevan dan akurat. Setelah data terkumpul, dilakukan penyajian data dalam bentuk peta gambar dengan bantuan software NVivo 12. Implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) memerlukan komitmen manajemen, penerapan manajemen risiko, pelatihan berkelanjutan, serta dukungan sarana prasarana yang memadai. Pelaksanaannya mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 66 Tahun 2016 tentang K3 Rumah Sakit yang menekankan keselamatan pasien, mutu pelayanan, dan penggunaan SOP. Meskipun menghadapi keterbatasan sumber daya dan kompleksitas standar, evaluasi rutin dan perbaikan fasilitas yang rusak dapat meningkatkan keselamatan serta kualitas pelayanan di rumah sakit.
Hubungan Antara Pengetahuan Pasien Tentang Penyakit Kronis Dengan Kepatuhan Dalam Menjalani Pengobatan di RSUD I.A Moeis Samarinda Cinta Sasmita Rahma Illahi; M. Ardan; Nurhasanah Nurhasanah; Rr. Nindya Mayangsari
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.57051

Abstract

Penyakit kronis merupakan masalah kesehatan yang memerlukan pengobatan jangka panjang dan kepatuhan pasien terhadap terapi yang dijalani. Namun, rendahnya kepatuhan dalam menjalani pengobatan masih menjadi permasalahan utama yang dapat menghambat keberhasilan terapi dan meningkatkan risiko komplikasi. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam memengaruhi kepatuhan pengobatan adalah tingkat pengetahuan pasien tentang penyakit kronis yang dideritanya. Oleh karenanya, penelitian ini memiliki urgensi untuk mengkaji hubungan antara pengetahuan pasien tentang penyakit kronis dengan kepatuhan dalam menjalani pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan pasien tentang penyakit kronis dengan kepatuhan dalam menjalani pengobatan di RSUD I.A Moeis Samarinda. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 400 pasien penyakit kronis yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan penyakit kronis dan kuesioner kepatuhan pengobatan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan pasien tentang penyakit kronis dengan kepatuhan dalam menjalani pengobatan. Pasien dengan tingkat pengetahuan yang baik cenderung memiliki tingkat kepatuhan pengobatan yang lebih tinggi dibandingkan pasien dengan pengetahuan yang rendah. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa pengetahuan pasien tentang penyakit kronis berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan.
Two-Hour Postprandial Blood Glucose Levels after Dates Consumption Nihayatul Khoiriyah Rachmat; Haerani Harun; Imtihanah Amri; Ayu Sekarani Damana Putri; M. Sabir; Muh Azzam Faaz; Riska Yanti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.57057

Abstract

Kurma merupakan buah yang sering dikonsumsi di berbagai negara, terutama di kawasan Timur Tengah, dan dikenal memiliki kandungan gula alami yang tinggi. Namun, kurma juga mengandung serat dan senyawa bioaktif yang berpotensi memengaruhi respons glikemik tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan kadar glukosa darah dua jam postprandial setelah konsumsi kurma Ajwa pada individu sehat. Penelitian ini adalah peneltian observasional analitik dengan metode sampling two-group pre–post test. Sebanyak 52 subjek dewasa sehat yang memenuhi kriteria inklusi dilibatkan dalam penelitian ini. Subjek diminta berpuasa selama 8–10 jam sebelum dilakukan pemeriksaan kadar glukosa darah puasa (GDP). Selanjutnya, subjek mengonsumsi tiga buah kurma Ajwa dan kadar glukosa darah dua jam postprandial (GD2PP) diukur dua jam setelah konsumsi menggunakan metode point of care testing (POCT). Data GDP dan GD2PPP dianalisis menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar GDP adalah 92,67 ± 8,67 mg/dL dan GD2PP 89,25 ± 9,61 mg/dL dengan perubahan −3,42 ± 9,29 mg/dL yang menunjukkan penurunan bermakna (p=0,010). Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsumsi tiga buah kurma Ajwa tidak meningkatkan kadar glukosa darah dan cenderung menurun pada kelompok dewasa muda sehat
Analisis Hubungan Faktor-Faktor Kualitas Pelayanan Dengan Kepuasan Pasien Di Poliklinik Gigi Rumah Sakit Umum Daerah Jayapura Provinsi Papua Septevanus Rantetoding; Novita Medyati; Theodora Simandjuntak; Rosmin M. Tingginehe; Agus Zainuri; Yacob Ruru
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.57087

Abstract

Kualitas pelayanan kesehatan gigi merupakan indikator penting dalam menilai kepuasan pasien sekaligus tolok ukur keberhasilan layanan klinik. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan dimensi kualitas pelayanan berdasarkan model SERVQUAL (tangibles, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy) dengan kepuasan pasien di Poliklinik Gigi RSUD Jayapura tahun 2026. Desain penelitian adalah kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional menggunakan teknik accidental sampling terhadap 168 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat, bivariat (rasio prevalensi/PR dengan CI 95%), serta multivariat menggunakan regresi Poisson robust. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reliability (PR=2,91; p=0,007), assurance (PR=1,46; p=0,002), empathy (PR=1,21; p<0,001), dan responsiveness (PR=1,29; p=0,002) berhubungan signifikan dengan kepuasan pasien, sedangkan tangibles tidak signifikan (PR=1,20; p=0,089). Disimpulkan bahwa kepuasan pasien di Poliklinik Gigi RSUD Jayapura dipengaruhi terutama oleh keandalan, ketanggapan, jaminan, dan empati tenaga kesehatan, dengan reliability sebagai faktor paling dominan. Upaya peningkatan mutu pelayanan perlu difokuskan pada penguatan aspek interpersonal serta mempertahankan keandalan pelayanan untuk menjaga kepuasan dan loyalitas pasien.
Pengaruh Implementasi Handover Bedside Teaching Base On Patient Centered Care Terhadap Kepuasan Pasien Di Ruang Rawat Inap RS Columbia Asia BSD Ina Maelani; Blacius Dedi; Witri Hastuti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.57090

Abstract

Kepuasan pasien merupakan indikator kualitas layanan kesehatan yang dipengaruhi oleh kesesuaian antara harapan dan pelayanan yang diterima, terutama melalui asuhan keperawatan, komunikasi efektif, serta penerapan keselamatan pasien. Salah satu aspek penting adalah pelaksanaan handover, khususnya metode Handover Bedside Teaching berbasis Patient-Centered Care (PCC), yang memungkinkan transfer informasi akurat, keterlibatan pasien, serta peningkatan keselamatan dan kualitas perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh implementasi Handover Bedside Teaching Base on Patient Centered Care terhadap kepuasan pasien di Ruang rawat inap Rumah Sakit Columbia Asia BSD. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian yang digunakan quasi eksperimen two group. Penelitian ini dilakukan di Ruang Rawat Inap RS Columbia Asia BSD. Adapun teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 50 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner kepuasan sebelum dan sesudah penerapan handover bedside teaching base on patient-centered care. Analisis data menggunakan uji paired t-test untuk mengetahui perbedaan kepuasan pasien sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian dengan analisis bivariat uji paired t-test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara kepuasan kelompok kontrol dan intervensi dengan p-value = 0,001 sebelum dan sesudah penerapan handover bedside teaching base on patient-centered care. Penerapan handover dengan metode bedside teaching base on patient-centered care meningkatkan kepuasan pasien rawat inap di Rumah Sakit Columbia Asia BSD.
Pengaruh Penerapan Ronde Keperawatan Berbasis Teori Boykin & Schoenhofer Terhadap Kualitas Asuhan Keperawatan dan Kepuasan Pasien di Ruang Rawat Inap RSKB Columbia Asia Pulomas Nike Silprihatin Romauli; Dwi Indah Iswanti; Fery Agusman
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.57091

Abstract

Keperawatan yang berkualitas tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga mencakup dimensi emosional dan psikososial pasien, sehingga hubungan yang baik antara perawat dan pasien menjadi kunci dalam membentuk pengalaman perawatan. Perawatan yang aman dan kompeten mengacu pada praktik keperawatan yang efektif dan sesuai standar, namun masih terdapat kesenjangan antara harapan pasien dan pelayanan yang diterima, yang menjadi tantangan bagi perawat untuk tidak hanya memenuhi standar klinis, tetapi juga menciptakan lingkungan yang mendukung. Oleh karena itu, kualitas asuhan keperawatan memiliki peran penting dalam meningkatkan kepuasan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penerapan ronde keperawatan berbasis teori Boykin & Schoenhofer terhadap kualitas asuhan keperawatan dan kepuasan pasien di ruang rawat inap RSKB Columbia Asia Pulomas. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain Two Group Pretest–Posttest Design. Penelitian ini dilaksanakan di ruang rawat inap RSKB Columbia Asia Pulomas. Sampel dalam penelitian sebanyak 70 pasien yang terbagi menjadi 35 kelompok kontrol dan 35 kelompok intervensi dengan penerapan ronde keperawatan berbasis Boykin & Schoenhofer. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner untuk mengukur kualitas asuhan keperawatan dan kepuasan pasien. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji paired t-test dengan taraf tingkat signifikansi α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan penerapan ronde keperawatan berbasis teori Boykin dan Schoenhofer mempengaruhi kualitas asuhan keperawatan dengan p value sebesar 0,001 dan kepuasan pasien dengan p value 0,001. Implementasi ronde keperawatan berbasis teori Boykin & Schoenhofer berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas asuhan keperawatan dan kepuasan pasien secara signifikan.
Pengaruh Penerapan Online Incident Reporting System dan Responsivitas Perawat Terhadap Keselamatan Pasien di Rskb Columbia Asia Pulomas Elisma Theresia Aritonang; Tri Ismu Pujianto; M. Jamaluddin
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.57103

Abstract

Keselamatan pasien merupakan prioritas utama dalam pelayanan kesehatan, yang salah satunya dipengaruhi oleh efektivitas sistem pelaporan insiden dan responsivitas perawat dalam pelaporan serta penanganan insiden keselamatan pasien. Online Incident Reporting System (OIRS) dikembangkan sebagai upaya untuk meningkatkan pelaporan insiden secara sistematis dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan tingkat responsivitas perawat dan keselamatan pasien sebelum dan sesudah intervensi, serta menganalisis pengaruh perubahan penerapan OIRS terhadap responsivitas perawat dan keselamatan pasien, termasuk peran responsivitas perawat sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Sampel penelitian adalah perawat di RSKB Columbia Asia Pulomas yang dipilih sesuai kriteria inklusi. Intervensi yang diberikan berupa penerapan Online Incident Reporting System (OIRS). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test, uji korelasi Spearman, serta analisis mediasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada tingkat responsivitas perawat dan keselamatan pasien sebelum dan sesudah intervensi. Perubahan penerapan OIRS berpengaruh signifikan terhadap peningkatan responsivitas perawat dan keselamatan pasien. Selain itu, responsivitas perawat terbukti berperan sebagai variabel mediasi dalam pengaruh perubahan penerapan OIRS terhadap keselamatan pasien setelah intervensi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan Online Incident Reporting System (OIRS) merupakan strategi efektif dalam meningkatkan keselamatan pasien melalui penguatan responsivitas perawat. Penguatan sistem pelaporan insiden berbasis teknologi perlu disertai dengan dukungan organisasi untuk memastikan keberlanjutan peningkatan mutu dan keselamatan pelayanan keperawatan.
Hubungan Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Layanan Farmasi Dengan Kepatuhan Dalam Menjalani Pengobatan Di RSUD I.A Moeis Samarinda Vera Michaella Stefani; Herni Johan; M. Ardan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.57122

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat kepuasan pasien terhadap layanan farmasi dengan kepatuhan dalam menjalani pengobatan di RSUD I.A. Moeis Samarinda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 400 pasien rawat jalan dengan penyakit kronis yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner kepuasan layanan farmasi serta Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat kepuasan terhadap layanan farmasi dalam kategori puas (86,3%) dan tingkat kepatuhan pengobatan dalam kategori tinggi (92,3%). Uji korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan positif yang kuat antara kepuasan layanan farmasi dengan kepatuhan pengobatan (r = 0,781) dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,610. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara tingkat kepuasan pasien terhadap layanan farmasi dengan kepatuhan dalam menjalani pengobatan di RSUD I.A. Moeis Samarinda. Semakin tinggi tingkat kepuasan pasien terhadap layanan farmasi, maka semakin tinggi pula tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan.
Pemberdayaan Kader Kesehatan Sebagai Intervensi Deteksi Dini Masalah Kesehatan Mental Ibu di Desa Gentan Menggunakan Instrumen EPDS Sri Lestari; Vinami Yulian
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.57132

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan mental perinatal telah menjadi fokus perhatian yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Hasil wawancara dengan bidan desa menunjukkan terdapat satu kasus masalah kesehatan mental pada ibu di Desa Gentan, sementara kader kesehatan setempat belum pernah mendapatkan pelatihan deteksi dini kesehatan mental ibu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam deteksi dini masalah kesehatan mental pada ibu. Metode: Studi kasus ini menggunakan pendekatan proses keperawatan melalui tahap pengkajian hingga implementasi. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, angket, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah 27 kader kesehatan di Desa Gentan. Intervensi dilakukan melalui pemberdayaan kader kesehatan berupa edukasi, pelatihan penggunaan instrumen EPDS, serta pendampingan selama ±2 minggu. Hasil: Sebelum intervensi, sebagian besar kader memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup yaitu 22 orang (81,5%), diikuti kategori baik 3 orang (11,1%) dan kurang 2 orang (7,4%). Setelah diberikan intervensi edukasi dan pendampingan, seluruh responden meningkat menjadi kategori baik sebanyak 27 orang (100%). Kesimpulan: Pemberdayaan kader kesehatan melalui edukasi, pelatihan, dan pendampingan terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan deteksi dini masalah kesehatan mental pada ibu menggunakan instrumen EPDS sebagai bagian dari pendekatan berbasis masyarakat.