cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 3,122 Documents
Stabilitas dan Efektivitas Obat Analgetik Pada Berbagai Variasi Suhu Penyimpanan: Suatu Narrative Review Naila Amila Salwa; Nurviana Ramandita Zahrani; Neli Qurrotil A'yuni; Najiha Ramadhani; Intan Dwi Cahayani; Dea Kezia Januarti; Zalfa Zahiyah Putri Akhmad
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58799

Abstract

Stabilitas sediaan farmasi, khususnya analgesik merupakan faktor penting dalam menjamin mutu, keamanan, dan efektivitas obat selama penyimpanan . Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suhu penyimpanan terhadap stabilitas sediaan analgesik melalui metode narrative review dengan menelaah 19 artikel yang diterbitkan pada rentang tahun 2016–2026. Sediaan yang dikaji meliputi tablet, sirup, suspensi, eliksir, suppositoria, drops, jelly instan, serta sistem penghantaran nano (SNEDDS), dengan parameter stabilitas berupa organoleptis, pH, viskositas, kadar zat aktif, dan stabilitas fisik-kimia. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap penelitian eksperimental dengan pendekatan uji stabilitas, baik pada kondisi suhu ruang (±25°C), suhu dingin (4–6°C), suhu sejuk (8–15°C), maupun suhu tinggi melalui uji stabilitas dipercepat (±40°C). Hasil kajian menunjukkan bahwa suhu merupakan faktor utama yang memengaruhi stabilitas fisik dan kimia sediaan. Suhu dingin mampu menekan degradasi dan menjaga sifat fisik, sedangkan suhu ruang masih mempertahankan stabilitas meski berpotensi menurun dalam jangka panjang. Sebaliknya, suhu tinggi (≥40°C) hingga ekstrem (≥75–90°C) mempercepat degradasi kimia dan perubahan fisik secara signifikan. Suhu mempercepat degradasi kimia dan perubahan fisik, terutama pada sediaan cair yang lebih rentan dibandingkan sediaan padat. Tablet paling stabil, sedangkan sirup, suspensi, dan suppositoria lebih sensitif SNEDDS menunjukkan stabilitas lebih baik, dengan faktor lain seperti kelembaban, cahaya, bentuk sediaan, dan kemasan turut berpengaruh. Oleh karena itu, pengendalian suhu penyimpanan sangat penting untuk menjaga kualitas dan efektivitas obat.
Implementasi Pedoman Perawatan Kaki Diabetik Dalam Menurunkan Risiko Ulkus Kaki Diabetes : Narrative Review (2021-2026) Ardhian Dwi Puspitasari; Titih Huriah; Nur Chayati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58943

Abstract

Ulkus kaki diabetik merupakan komplikasi diabetes melitus tipe 2 yang dapat menyebabkan amputasi, disabilitas, dan penurunan kualitas hidup pasien. Meskipun pedoman International Working Group on the Diabetic Foot (IWGDF) telah direkomendasikan dalam pencegahan ulkus kaki diabetik, implementasinya masih belum optimal sehingga risiko komplikasi kaki diabetik tetap tinggi. Narrative review ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi pedoman IWGDF terhadap penurunan risiko ulkus kaki diabetik pada pasien diabetes melitus tipe 2. Pencarian literatur dilakukan pada database Scopus, PubMed, Springer, dan Wiley Online Library menggunakan kata kunci: (“IWGDF” OR “International Working Group on the Diabetic Foot”) AND (“diabetic foot ulcer” OR “diabetic foot”) AND (prevention OR “risk reduction”) AND (effectiveness OR implementation). Artikel yang digunakan dipublikasikan tahun 2021–2026. Seleksi artikel menggunakan metode PRISMA dan kualitas artikel dinilai menggunakan Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal Tools sesuai desain penelitian masing-masing. Sebanyak 86 artikel ditemukan dari empat database. Setelah proses skrining dan eliminasi artikel, diperoleh 9 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil sintesis menunjukkan bahwa implementasi pedoman IWGDF efektif dalam menurunkan risiko ulkus kaki diabetik melalui skrining kaki rutin, edukasi perawatan kaki mandiri, perawatan kaki preventif, penggunaan alas kaki terapeutik, serta pendekatan multidisiplin. Implementasi pedoman juga meningkatkan perilaku perawatan kaki mandiri dan membantu identifikasi dini risiko ulkus kaki diabetik. Implementasi pedoman IWGDF direkomendasikan sebagai bagian penting dalam pelayanan diabetes melitus tipe 2 untuk mencegah komplikasi kaki diabetik dan menurunkan risiko amputasi.
Efektivitas kombinasi Pijat Refleksi KID, ADR, LYM dengan Potensi Olive Oil dan Aloe Vera terhadap Intensitas Pruritus pada Pasien Hemodialisis Sandra Hardini; Siti Aisyah Nur; Sri Wahyu Ningsih; Ninda Andriani; Lusi Anggraini
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58972

Abstract

Pruritus merupakan salah satu komplikasi yang sering dialami pasien hemodialisis akibat penumpukan toksin uremik dan gangguan kelembapan kulit yang dapat menurunkan kenyamanan serta kualitas hidup pasien. Penatalaksanaan nonfarmakologis seperti pijat refleksi dan penggunaan bahan alami dinilai mampu membantu mengurangi keluhan pruritus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pijat refleksi KID, ADR, LYM dengan potensi olive oil dan aloe vera terhadap intensitas pruritus pada pasien hemodialisis. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan pretest-posttest. Sampel penelitian terdiri dari 16 responden pada masing-masing kelompok yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Intensitas pruritus diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan lembar observasi skala pruritus. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa median intensitas pruritus pada kelompok olive oil menurun dari 31 menjadi 18,50, sedangkan pada kelompok aloe vera menurun dari 31 menjadi 19. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p < 0,001 pada kedua kelompok, yang berarti terdapat pengaruh signifikan pemberian pijat refleksi KID, ADR, LYM dengan potensi olive oil dan aloe vera terhadap penurunan intensitas pruritus pada pasien hemodialisis.Disimpulkan bahwa terapi pijat refleksi dengan potensi olive oil dan aloe vera efektif dalam menurunkan intensitas pruritus pada pasien hemodialisis.
Determinan Penerimaan Imunisasi HPV Pada Siswi Sekolah Dasar di Kota Pangkalpinang Tahun 2026 Aspin Aspin; Ferly Oktriyedi; Heru Listiyono; Taufik Kurrohman; Dedek Sutinbuk
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59073

Abstract

Human Papilloma Virus (HPV) is the main cause of cervical cancer and several other types of cancer. Prevention through HPV immunization early is important to reduce the risk of disease due to HPV infection. Analyzing the determinants of HPV immunization acceptance in elementary school students in Pangkalpinang City. This study uses an analytical observational design with a cross-sectional approach. The sample amounted to 338 respondents who were selected using the quota sampling technique. Data were collected through questionnaires and analyzed univariately, bivariately using chi-square test (α=0.05), and multivariate using logistic regression. Bivariate analysis showed a significant relationship between HPV immunization acceptance and knowledge (p=0.000; OR=2.978), social media (p=0.000; OR=3.458), family support (p=0.000; OR=8.969), perception of vulnerability (p=0.000; OR=4.634), perception of seriousness (p=0.000; OR=3.513), perceived benefit (p=0.000; OR=7.575), and perception of resistance (p=0.000; OR=0.347). Multivariate analysis showed that family support was the most dominant factor in HPV immunization acceptance (POR=4.033; p<0.05). Family support plays an important role in increasing HPV immunization acceptance among elementary school students, so it needs to be strengthened through health education and immunization promotion.
Association Between Dietary Patterns and Stroke Risk: A Systematic Literature Review of Cohort Studies Syukriadi Syukriadi; Delmi Sulastri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59102

Abstract

Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan global, dengan pola makan sebagai faktor risiko yang dapat dimodifikasi dan berperan krusial dalam patogenesisnya. Tinjauan ini bertujuan menyintesis bukti ilmiah terkini mengenai hubungan antara pola makan, komponen nutrisi spesifik, dan risiko kejadian stroke. Pencarian literatur dilakukan secara sistematis melalui PubMed, Scopus, dan Google Scholar, mencakup publikasi tahun 2019–2026. Studi kohort prospektif berbahasa Inggris dengan periode follow-up minimal tiga tahun diinklusikan. Kualitas studi dinilai menggunakan Newcastle-Ottawa Scale (NOS), dengan sintesis dilakukan secara naratif-tematik. Delapan belas studi kohort memenuhi kriteria inklusi, melibatkan lebih dari 2,5 juta partisipan dari berbagai negara dengan periode follow-up berkisar 3–21 tahun. Lima tema utama teridentifikasi: pola makan berbasis nabati bersifat protektif; flavonoid, vitamin B, dan vitamin E menurunkan risiko stroke; pola makan tidak sehat meningkatkan risiko; faktor gaya hidup memoderasi hubungan diet-stroke; serta stroke iskemik lebih konsisten dipengaruhi pola makan dibandingkan stroke hemoragik. Pola makan berkualitas tinggi berbasis nabati, kaya antioksidan, dan rendah makanan olahan secara bermakna menurunkan risiko stroke, khususnya stroke iskemik. Kebijakan kesehatan masyarakat perlu memprioritaskan edukasi gizi berbasis bukti dan peningkatan konsumsi pangan fungsional sebagai strategi pencegahan stroke yang komprehensif.
Analisis Kepatuhan Pengobatan Diabetes Melitus (DM) Pada Peserta Prolanis Di Wilayah Kerja Puskesmas Selindung Kota Pangkalpinang Tahun 2026 Nelly Bastina; Taufik Kurrohman; Heru Listiono; Dedek Sutinbuk; Ferly Oktriyedi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59144

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a chronic disease with an increasing prevalence and requires treatment adherence to prevent complications. Low treatment adherence among participants of the Chronic Disease Management Program (PROLANIS) remains a problem at Selindung Public Health Center, Pangkalpinang City. This study aimed to analyze medication adherence and its associated factors among PROLANIS participants with DM in the working area of Selindung Public Health Center in 2026. This study used a quantitative design with a cross-sectional approach. The sample consisted of PROLANIS participants with DM selected using total sampling technique. Data were analyzed using univariate analysis, bivariate analysis with chi-square test, and multivariate analysis with logistic regression. The results showed that most respondents were non-adherent to DM treatment. There were significant relationships between age, gender, education level, occupation, duration of DM, knowledge, family support, and health workers’ support with medication adherence (p<0.05). Knowledge was identified as the most dominant factor associated with medication adherence. This study concludes that improving patient knowledge, family support, and support from health workers play important roles in enhancing medication adherence among PROLANIS participants with DM. Keywords: Diabetes Mellitus, Medication Adherence, PROLANIS, Knowledge, Family Support
Pengaruh Permainan Flashcard Terhadap Pengetahuan dan Sikap Body Boundaries Anak Usia Dini Fanya Aufa Nabillah; Sri Mulyani; Meinarisa Meinarisa
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59252

Abstract

Kekerasan seksual pada anak usia dini merupakan permasalahan serius yang terus meningkat setiap tahunnya. Di Provinsi Jambi tercatat 82 kasus kekerasan terhadap anak hingga Oktober 2024, dan 60 di antaranya merupakan kasus kekerasan seksual. Edukasi mengenai body boundaries menjadi salah satu upaya pencegahan yang penting diberikan sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media flashcard bagian tubuh terhadap pengetahuan dan sikap body boundaries pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 56 anak TK Para Bintang Jambi yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi diberikan melalui permainan flashcard bagian tubuh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan sikap anak setelah intervensi. Sebelum intervensi, sebanyak 87,5% anak berada pada kategori pengetahuan kurang dan meningkat menjadi 80,4% kategori baik setelah intervensi. Sikap anak juga meningkat dari 82,1% kategori kurang menjadi 73,2% kategori baik. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,001 (p < 0,05). Media flashcard bagian tubuh efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap body boundaries pada anak usia dini serta direkomendasikan sebagai metode edukasi yang menyenangkan dan sesuai dengan tahap perkembangan anak.
Hubungan Timbulan Sampah dan Faktor Risiko Lingkungan dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Provinsi Sumatera Barat Tahun 2021-2024 Salsabila Syafni Aulia; Ratno Widoyo; Kamal Kasra3
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59279

Abstract

Timbulan sampah ditengarai menjadi breeding place nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penular penyakit demam berdarah (DBD). Tingginya angka timbulan sampah di duga dapat berpotensi meningkatnya kasus DBD. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan timbulan sampah dan faktor risiko lingkungan dengan kejadian DBD di Provinsi Sumatera Barat tahun 2021-2024. Desain studi ekologi digunakan untuk menjelaskan hubungan antara timbulan sampah dengan kejadian DBD pada tingkat kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat Tahun 2021-2024. Variabel lain yang turut diteliti adalah temperatur, kelembapan, kecepatan angin dan curah hujan. Data diperoleh dari SIPSN Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan Provinsi dan NASA’s POWER. Pengolahan dan analisis data dilakukan melalui tahapan cleaning, editing, dan processing data. Analisis data menggunakan uji regresi poisson dengan batas signifikansi p < 0,05. Model faktor risiko terbaik dipilih berdasarkan model dengan nilai AIC terendah. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan timbulan sampah dengan kejadian  DBD. Variabel lain yang juga berhubungan dengan kejadian DBD adalah suhu, kecepatan angin dan curah hujan. Perlunya pengelolaan sampah dengan 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle) di rumah tangga dalam menekan angka timbulan sampah dan pelaksanaan PSN yang berbasis indikator IKLIM untuk menekan perkembang biakan nyamuk.
Adiksi Nikotin Rokok pada Remaja : Kajian Genetik, Dampak dan Implikasi Kebijakan Kesehatan (Hybrid Literature Review) Roni Gunawan; Delmi Sulastri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59660

Abstract

Nicotine addiction in adolescents is a public health problem influenced by the interaction of genetic, neurobiological, and environmental factors, while tobacco control still focuses on behavioral aspects. This study aims to identify genetic variations associated with nicotine addiction, examine gene-environment interactions and their impacts, and analyze their implications for tobacco control policies in Indonesia. The study used a Systematic Narrative Review based on the PRISMA guidelines through a search of PubMed Central and ScienceDirect for the period 2021–2026. Of the 201 articles found, nine met the inclusion criteria and were analyzed thematically. Results showed that variations in the CHRNA5–CHRNA3–CHRNB4, CYP2A6, CYP2B6, UGT2B10, FMO3, SEMA6D, and CES1 genes affected nicotine metabolism, the brain's reward system, and synaptic plasticity. Nicotine exposure in adolescents triggers changes in gene expression, neuroinflammation, hippocampal disorders, memory, and learning thereby increasing the risk of long-term dependence. These risks are influenced by the interaction of genetic, social, environmental, and behavioral factors, so a proactive, sensitive, specific, and systemic tobacco control policy is needed.
Drug–Drug Interactions and Phenytoin Therapeutic Response: A Systematic Literature Review Suharjono Suharjono; Imamatus Shaleha; Findari Megantari; Lenny Octaviana; Putra Adi Purnama
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59845

Abstract

Phenytoin is an antiepileptic drug with a narrow therapeutic window that is susceptible to drug interactions and other non-genetic factors, causing significant variability in therapeutic response among epilepsy patients. This systematic review aims to examine types of drug interactions affecting pharmacokinetics and pharmacodynamics of phenytoin, analyze their impact on therapeutic effectiveness and toxicity, and present the role of non-genetic factors in response variability as a basis for individualized therapy. Literature search was conducted using PRISMA framework across PubMed, Scopus, Web of Science, Science Direct, and Cochrane Library databases from 2015-2024, yielding 10 articles meeting inclusion criteria. Review findings indicated that 66 percent of patients experienced drug interactions with pharmacokinetic predominance reaching 81.4 percent, involving omeprazole, amlodipine, and aspirin as the most frequently interacting agents. Polytherapy doubled the risk of poor seizure control, while therapy duration exceeding one year correlated with executive function impairment. Interactions with herbal products such as noni reduced plasma levels to subtherapeutic ranges. Non-genetic factors, particularly drug interactions, contribute substantially to phenytoin response variability, making individualized therapy based on therapeutic drug monitoring and comprehensive evaluation of patient medication profiles essential for optimizing therapy safety and effectiveness