cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 3,122 Documents
Efektivitas Temulawak Dalam Meningkatkan Nafsu Makan dan Status Gizi Balita Berisiko Stunting di Desa Grong-Grong, Kab.Pidie Megawati Megawati; Lisa Rahmi; Abqariah Abqariah; Indah Lestari
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.61470

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kualitas sumber daya manusia. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya stunting adalah rendahnya nafsu makan yang menyebabkan asupan energi dan zat gizi tidak terpenuhi secara optimal. Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) merupakan tanaman herbal Indonesia yang mengandung kurkuminoid dan minyak atsiri yang berpotensi meningkatkan nafsu makan melalui perbaikan fungsi pencernaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemberian temulawak dalam meningkatkan nafsu makan dan status gizi balita berisiko stunting di Desa Grong-grong, Kabupaten Pidie. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan quasi-experimental menggunakan desain One Group Pretest–Posttest. Sampel penelitian berjumlah 30 balita berusia 24–59 bulan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi berupa pemberian sirup ekstrak temulawak dua kali sehari selama 30 hari. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner nafsu makan, dan pengukuran antropometri sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji yang sesuai dengan distribusi data pada tingkat signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata nafsu makan meningkat dari 2,45 ± 0,51 menjadi 3,68 ± 0,47 setelah intervensi. Proporsi balita dengan nafsu makan baik meningkat dari 30,0% menjadi 80,0%. Rata-rata berat badan meningkat dari 10,82 ± 1,21 kg menjadi 11,34 ± 1,18 kg, sedangkan nilai rata-rata Z-score BB/U meningkat dari −2,08 menjadi −1,74. Persentase balita dengan status gizi baik meningkat dari 26,7% menjadi 56,7%, sementara status gizi kurang menurun dari 73,3% menjadi 43,3%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pemberian temulawak efektif meningkatkan nafsu makan dan memperbaiki status gizi balita berisiko stunting.Pemberian temulawak selama 30 hari efektif meningkatkan nafsu makan, berat badan, dan status gizi balita berisiko stunting di Desa Grong-grong, Kabupaten Pidie. Temulawak berpotensi menjadi terapi komplementer berbasis kearifan lokal yang mendukung upaya pencegahan stunting apabila dipadukan dengan edukasi gizi, pemantauan pertumbuhan, dan penerapan pola makan bergizi seimbang.
Pengaruh Edukasi Triase Nyeri Dada Berbasis Gamefikasi terhadap Clinical Reasoning dalam Keputusan Rujukan Pasien oleh Perawat Pelayanan Primer: Literature Review Santi Kumala Sari; Gipta Galih Widodo
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.61496

Abstract

abstrak Nyeri dada berpotensi mengarah pada kondisi kardiovaskular yang mengancam jiwa, sehingga perawat pelayanan primer memerlukan kemampuan triase dan clinical reasoning yang optimal dalam menentukan keputusan rujukan.Tujuan: Menganalisis pengaruh edukasi triase nyeri dada berbasis gamefikasi terhadap peningkatan clinical reasoning perawat dalam pengambilan keputusan rujukan pasien. Metode: Penelitian menggunakan literature review naratif terhadap 12 artikel tahun 2020–2025 yang diperoleh dari Google Scholar, Garuda, DOAJ, SINTA, PubMed, dan jurnal keperawatan nasional.Hasil: Edukasi triase berbasis teknologi, termasuk video, virtual reality, sistem web, dan gamefikasi, meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kecepatan, akurasi, serta clinical reasoning perawat dalam triase nyeri dada.Kesimpulan: Edukasi triase berbasis gamefikasi efektif meningkatkan kualitas keputusan rujukan perawat. Metode ini disarankan untuk diterapkan dalam pelatihan rutin, serta diteliti lebih lanjut melalui studi eksperimental. Kata kunci: Triase, nyeri dada, gamefikasi, clinical reasoning, keputusan rujukan, perawat pelayanan primer. Abstract Chest pain can indicate life-threatening cardiovascular conditions; therefore, primary care nurses need optimal triage skills and strong clinical reasoning to make appropriate referral decisions. Objective: This study aimed to analyze the effect of gamification-based chest pain triage education on improving nurses’ clinical reasoning in patient referral decision-making. Methods: A narrative literature review was conducted using 12 articles published between 2020 and 2025, obtained from Google Scholar, Garuda, DOAJ, SINTA, PubMed, and national nursing journals. Results: Technology-based triage education, including videos, virtual reality, web-based systems, and gamification, improved nurses’ knowledge, skills, speed, accuracy, and clinical reasoning in chest pain triage.Conclusion: Gamification-based triage education is effective in enhancing the quality of nurses’ referral decisions. This method is recommended for routine training programs and should be further evaluated through experimental studies Keywords: Triage, chest pain, gamification, clinical reasoning, referral decision, primary care nurses.
Hubungan Patient Experience dalam Proses Pendaftaran dengan Kepuasan Pasien BPJS di RSUD I. A Moeis Samarinda Rastia Rastia; Nurhasanah Nurhasanah; Erwin Purwaningsih
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.61525

Abstract

Kepuasan pasien merupakan indikator penting keberhasilan pelayanan kesehatan, terutama pada tahap awal pelayanan yaitu proses pendaftaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan patient experience dalam proses pendaftaran dengan kepuasan pasien BPJS berdasarkan frekuensi kunjungan di RSUD I. A Moeis Samarinda. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Responden penelitian berjumlah 109 pasien rawat jalan di Poli Penyakit Dalam, Poli Gigi, dan Poli Fisioterapi yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki patient experience dalam kategori cukup, sedangkan tingkat kepuasan pasien didominasi oleh kategori puas. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara patient experience dengan kepuasan pasien pada seluruh responden (r = 0,637; p < 0,001). Pada kelompok pasien kunjungan pertama kali diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,581 (p < 0,001), sedangkan pada kelompok kunjungan lebih dari satu kali diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,664 (p < 0,001). Hasil ini menunjukkan bahwa semakin baik patient experience yang dirasakan pasien selama proses pendaftaran, maka semakin tinggi tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan yang diterima. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi RSUD I. A. Moeis Samarinda dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendaftaran serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya.
Pengaruh Pemberian Moksa pada Ibu Bersalin Dalam Mengurangi Intensitas Nyeri Persalinan Kala 1 Fase Aktif di Klinik Tabina Sukaraya Kecamatan Karang Bahagia Tahun 2025 Iftinan Husna Utami; Riza Faulina
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56229

Abstract

Nyeri persalinan yang tidak terkelola dengan baik dapat menimbulkan kelelahan, kecemasan, serta berdampak pada kemajuan persalinan. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri persalinan adalah terapi moksa, yaitu terapi berbasis panas yang bertujuan memberikan relaksasi dan meningkatkan kenyamanan ibu bersalin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi moksa terhadap penurunan nyeri persalinan kala I fase aktif pada ibu bersalin. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest–posttest. Populasi penelitian adalah seluruh ibu bersalin kala I fase aktif di Klinik Tabina Sukaraya, dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Tingkat nyeri persalinan diukur sebelum dan sesudah pemberian terapi moksa menggunakan skala nyeri. Analisis data dilakukan menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan tingkat nyeri persalinan sebelum dan sesudah pemberian terapi moksa. Sebagian besar responden (18 orang) mengalami penurunan tingkat nyeri setelah intervensi, sementara 10 responden tidak mengalami perubahan dan 2 responden mengalami peningkatan nyeri. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan secara statistik antara pemberian terapi moksa terhadap penurunan nyeri persalinan kala I fase aktif. Pemberian terapi moksa berpengaruh signifikan dalam menurunkan intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif.
Literature Review: Physical and Chemical Stability of Oral Antibiotic Suspensions After Reconstitution Sefti Aulia Fida; Siti Arina Mardiana; Cahya Aulia Akmal; Naila Tirsta Az-zahra; Ema Aulia Fikasari; Fanny Dinda Nuraini; Alyaa Zain Athayaaa; Gherriya Tsabita Zahra
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57346

Abstract

Suspensi antibiotik oral umumnya diformulasikan sebagai bubuk kering untuk rekonstitusi karena ketidakstabilan banyak antibiotik dalam larutan berair. Setelah air ditambahkan, sistem dispersi menjadi lebih rentan terhadap degradasi fisik dan kimia, yang berpotensi memengaruhi potensi obat dan efektivitas terapeutik. Studi ini bertujuan untuk meninjau dan mensintesis temuan penelitian terbaru mengenai stabilitas fisik dan kimia suspensi antibiotik oral setelah rekonstitusi. Metode tinjauan literatur dilakukan dengan menggunakan basis data nasional dan internasional, yang berfokus pada studi eksperimental yang dipublikasikan antara tahun 2020 dan 2026 yang mengevaluasi parameter stabilitas pasca-rekonstitusi. Sebanyak 15 studi yang memenuhi syarat dianalisis secara deskriptif berdasarkan jenis antibiotik, kondisi penyimpanan, metode analitik, dan hasil stabilitas. Temuan menunjukkan bahwa suhu penyimpanan secara signifikan memengaruhi degradasi kimia, dengan pendinginan umumnya memberikan stabilitas yang lebih baik dibandingkan dengan suhu ruangan. Parameter fisik seperti pH, viskositas, sedimentasi, dan sifat organoleptik sebagian besar dipertahankan dalam batas yang dapat diterima selama periode penyimpanan yang terbatas, meskipun variasi dalam keseragaman dosis dapat terjadi. Oleh karena itu, kondisi penyimpanan yang tepat dan praktik rekonstitusi yang akurat sangat penting untuk menjaga kualitas, keamanan, dan kemanjuran terapeutik suspensi antibiotik oral.
Hubungan Antara Stres Kerja, Burnout dengan Resiliensi Perawat dalam Memberikan Asuhan Keperawatan di Ruangan Rawat Inap Rumah Sakit Umum di Kota Medan Ummi Kalsum Sundari Ritonga; Jenny Marlindawani Purba; Wardiyah Daulay
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57390

Abstract

Nurses are healthcare professionals who play a vital role in delivering 24-hours nursing care. However, the high work pressure makes them vulnerable to work related stress and burnout, which can affect their level of resilience in providing nursing services. This study aimed to analyze the relationship between work-related stress and burnout and nurses resilience in providing nursing care in the inpatient ward of a general hospital in Medan. This study used a cross-sectional designwith quantitative analytic approach. A sample of 165 nurses was selected using purposive sampling from RSU Haji Medan and RSUD dr. Pirngadi Medan. Data were collected using the Expanded Nursing Stress Scale (ENSS), the Maslach Burnout Inventory (MBI), and the Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC). Data analysis  used  the  Chi-Square  test for bivariate analysis. The results showed that most nurses experienced varying levels of work stress and burnout, ranging from low to high.There is a significant association between work stress and resilience (p = 0.001) and between burnout and resilience (p = 0.001). In conclusion, work-related stress and burnout are significantly associated with nurses’ resilience. Hospital managerial interventions, such as stress coping training, psychological support, and resilience-building programs, are needed to maintain the quality of nursing care.
Determinan Perilaku Skrining Kanker Prostat dengan Health Belief Model di Klinik MP Jakarta Petty Atmadja; Ony Djogo; Chevie Wirawan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58109

Abstract

Klinik MP mengalami penurunan partisipasi pemeriksaan Prostate Specific Antigen (PSA) sebesar 34% pada tahun 2024 dibandingkan tahun 2023. Kanker prostat merupakan penyebab kematian urutan ke-5 pada pria di dunia, sehingga deteksi dini sangat krusial. Health Belief Model (HBM) digunakan untuk menganalisis perilaku skrining ini berdasarkan persepsi individu. Tujuan penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perilaku skrining kanker prostat menggunakan pendekatan HBM. Metode penelitian analitik cross-sectional ini melibatkan 141 responden (N=141) menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner yang tervalidasi dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda setelah memenuhi uji asumsi klasik. Hasil variabel persepsi kerentanan (p = 0,009), persepsi keparahan (p = 0,024), persepsi manfaat (p = 0,006), dan persepsi hambatan (p = 0,007) secara parsial maupun simultan berpengaruh signifikan (p < 0,05) terhadap perilaku skrining. Persepsi manfaat menjadi variabel yang paling dominan dalam menentukan tindakan pencegahan. Simpulan persepsi individu, terutama keyakinan terhadap manfaat pemeriksaan, sangat menentukan perilaku skrining PSA. Intervensi promosi kesehatan di fasilitas layanan perlu difokuskan pada edukasi manfaat deteksi dini guna mengatasi hambatan psikologis maupun finansial pasien.
Literature Review: Analisis Pengetahuan, Sikap, dan Efektivitas Intervensi Terhadap Pemahaman Beyond Use Date Eka Zilda Ameliani; Abel Delonika Widyabudi; Farah Hildy Fih; Fadhila Putri Amelia; Sasti Prasetya Putri; Syifa Kamila Huwaida; Eldasari Myana Yulianingrum
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58147

Abstract

Stabilitas obat merupakan parameter penting dalam menjamin mutu, keamanan, dan efektivitas terapi. Salah satu aspek yang berkaitan adalah Beyond Use Date (BUD), yaitu batas waktu penggunaan obat setelah kemasan dibuka atau dilakukan peracikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penetapan dan validasi BUD pada sediaan non steril serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pemahaman masyarakat. Metode yang digunakan adalah literature review terhadap jurnal nasional terakreditasi tahun 2016–2026 melalui Google Scholar dengan kata kunci “beyond use date” dan “sediaan non steril”. Hasil menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat mengenai BUD masih rendah hingga sedang dan lebih rendah dibandingkan pemahaman terhadap expired date (ED). Berbagai intervensi edukasi, seperti penyuluhan, leaflet, konseling, dan metode interaktif, terbukti efektif meningkatkan pemahaman masyarakat, ditunjukkan oleh peningkatan signifikan nilai pre-test dan post-test. Faktor yang memengaruhi meliputi karakteristik individu, akses informasi, dan metode edukasi. Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan literasi masyarakat dalam penggunaan obat yang aman dan rasional
Penerapan Pijat Oketani Sebagai Intervensi Keperawatan Dalam Mengatasi Menyusui Tidak Efektif Pada Ibu Pascapersalinan Normal Anista Amelia Nuryati; Joanggi Wiriatarina Harianto; Pipit Feriani; Tri Wahyuni
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58637

Abstract

Masa nifas atau puerperium (dari bahasa Latin puer berarti bayi dan parous melahirkan) merupakan fase pemulihan kritis yang berlangsung selama kurang lebih 6 minggu setelah pelahiran bayi dan plasenta. Salah satu tantangan utama pada fase ini adalah ketidaksiapan ibu dalam memproduksi ASI secara adekuat, yang dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara stimulasi mekanis dan sistem saraf. Mengingat krusialnya pemberian ASI eksklusif sejak dini, diperlukan intervensi suportif seperti Pijat Oketani. Teknik ini merupakan metode perawatan payudara unik asal Jepang yang dikembangkan oleh Sotomi Oketani untuk mengatasi kendala laktasi pada ibu menyusui. Studi kasus ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intervensi terapi Pijat Oketani terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu pascapersalinan (post-partum) spontan. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan subjek tunggal (1 responden) ibu nifas pascapersalinan spontan yang mengalami kendala produksi ASI. Intervensi Pijat Oketani diberikan sebanyak dua kali sehari (pagi dan sore) selama dua hari berturut-turut. Setiap sesi berlangsung selama 15–20 menit sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan untuk memastikan keamanan dan efektivitas tindakan. Hasil observasi menunjukkan adanya tren peningkatan produksi ASI yang signifikan setelah dilakukan intervensi. Pemantauan yang dilakukan dua kali sehari mencatat nilai rata-rata peningkatan sebesar 2,5 pada instrumen observasi produksi ASI yang digunakan. Subjek melaporkan payudara terasa lebih lunak, aliran ASI lebih lancar, dan bayi tampak lebih tenang setelah menyusu. Terapi Pijat Oketani terbukti efektif dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu pascapersalinan spontan. Intervensi ini dapat dipertimbangkan sebagai salah satu modalitas keperawatan mandiri untuk mendukung keberhasilan laktasi pada masa nifas. Kata Kunci: Post Partum Spontan, Produksi Asi, Pijat Oketani.
Tinjauan Literatur: Pengaruh Suhu Penyimpanan Terhadap Degradasi dan Shelf Life Pada Berbagai Bentuk Sediaan Farmasi Alya Fatharani; Ushwatul Usanah; Rida Salsabila; Navalsa Arrayan; Arfa Nur Azizah; Nauralita Pramesty; Raras Yunitasari
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58798

Abstract

Stabilitas obat merupakan aspek penting dalam menjamin mutu, keamanan, dan efektivitas sediaan farmasi selama penyimpanan hingga digunakan oleh pasien. Suhu penyimpanan menjadi salah satu faktor utama yang dapat memengaruhi laju degradasi zat aktif dan menentukan shelf life produk farmasi. Artikel ini bertujuan mengevaluasi pengaruh suhu penyimpanan terhadap degradasi dan umur simpan berbagai sediaan farmasi berdasarkan hasil penelitian terkini. Penelitian menggunakan metode literature review dengan pendekatan deskriptif-analitik melalui penelusuran artikel pada basis data resmi, yaitu PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, SpringerLink, dan MDPI periode 2020–2026. Sebanyak enam jurnal yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis meliputi sediaan cair, padat oral, suspensi, dan produk biologis. Hasil kajian menunjukkan bahwa suhu rendah mampu mempertahankan stabilitas larutan stok dan produk biologis, sedangkan suhu tinggi mempercepat hidrolisis, oksidasi, agregasi partikel, dan penurunan kadar zat aktif. Sediaan padat oral relatif lebih stabil pada suhu ruang terkendali, sementara metode accelerated stability testing efektif digunakan untuk memprediksi umur simpan secara cepat. Disimpulkan bahwa pengendalian suhu penyimpanan sesuai karakteristik sediaan merupakan faktor krusial dalam menjaga mutu dan efektivitas produk farmasi.