cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 3,122 Documents
Perbedaan Tingkat Stres Antara Perawat Instalasi Gawat Darurat dan Perawat Intensive Care Unit Umum di RSU Santo Antonius Kota Pontianak Elnisa Asritamara; Vip Paramarta; Kosasih Kosasih
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59985

Abstract

Stress is a physical and emotional response of the body triggered by various sources of pressure. This condition is commonly experienced by healthcare workers in hospital settings, particularly nurses assigned to the Emergency Department (ED) and General Intensive Care Unit (ICU). Occupational stress among nurses may stem from excessive workloads, difficulties in communicating with fellow staff, challenges in managing critically ill patients, insufficient personal preparedness, uncertainty in clinical decision-making regarding medication, and problems arising from patients or their families. The level of work-related stress experienced by nurses can be classified into three categories: low, moderate, and high. This study aimed to determine whether a significant difference exists in stress levels between ED nurses and General ICU nurses at Santo Antonius General Hospital in Pontianak. An observational analytic method with a cross-sectional design was employed, with ED and General ICU nurses as the independent variables and stress level as the dependent variable. A total of 27 ED nurses and 31 ICU nurses were selected as research subjects using purposive sampling based on predetermined inclusion and exclusion criteria. The Mann-Whitney test conducted using SPSS 20.0 showed ρ value = 0,21, indicating that there was no statistically significant difference in stress levels between ED nurses and General ICU nurses at Santo Antonius General Hospital in Pontianak. Based on these findings, this study recommends that both ED and General ICU nurses implement appropriate stress management strategies to minimize the impact of occupational stress. Keywords: stress level, emergency department nurses, General ICU nurses, hospital.
Hubungan Unmet Need Dengan Kualitas Hidup Pasien Kanker Ginekologi yang Membutuhkan Perawatan Paliatif di RSUP Dr. M. Djamil Padang Mainiati Mainiati; Syamel Muhammad; Arina Widya Murni; Roza Sriyanti; Gestina Aliska; Tuti Lestari
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.59990

Abstract

Kanker ginekologi merupakan penyakit kronis yang memerlukan perawatan holistik, termasuk perawatan paliatif. Pelayanan kesehatan yang masih berfokus pada aspek kuratif menyebabkan beberapa kebutuhan belum terpenuhi. Kebutuhan yang tidak terpenuhi (unmet need) berpotensi menurunkan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara unmet need dengan kualitas hidup pasien kanker ginekologi yang membutuhkan perawatan paliatif di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan pada Mei 2025-Juni 2026 dengan jumlah sampel 55 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner SCNS-SF34 dan EORTC QLQ-C30 dan dianalisis dengan uji Pearson dan Spearman. Hasil univariat menunjukkan dari lima domain, unmet need ditemukan pada domain kebutuhan psikologis, serta fisik dan aktivitas sehari-hari. Sedangkan pada domain kebutuhan sistem dan informasi kesehatan, dukungan dan perawatan serta seksual kebutuhan sudah terpenuhi. Kualitas hidup buruk ditemukan pada skala fungsional dan status kesehatan umum, sedangkan pada skala gejala kualitas hidup baik. Hasil bivariat menunjukkan ada hubungan unmet need domain kebutuhan psikologis dengan kualitas hidup pada skala fungsional (r = -0,527), skala gejala (r = 0,442), dan status kesehatan umum (r = -0,508). Selain itu, unmet need domain kebutuhan fisik dan aktivitas sehari-hari juga ada hubungan dengan kualitas hidup pada skala fungsional (r = -0,577), skala gejala (r = 0,546), dan status kesehatan umum (r = -0,522). Namun, tidak ada hubungan antara unmet need domain sistem dan informasi kesehatan, domain kebutuhan dukungan dan perawatan, serta domain seksual dengan kualitas hidup (p > 0,05). Kesimpulan penelitian ini, ada hubungan unmet need domain kebutuhan psikologis serta fisik dan aktivitas sehari-hari dengan kualitas hidup pasien kanker yang membutuhkan perawatan paliatif. Kata Kunci: kanker ginekologi, perawatan paliatif, unmet need, kualitas hidup.
Pengaruh Kualitas Layanan Pendekatan Healthqual Terhadap Niat Kunjungan Ulang Pasien Melalui Kepuasan Pasien Sebagai Variabel Mediasi di BLUD Labkesda Kota Samarinda Eko Prasetya Budi; Ratno Adrianto; Ike Anggraeni; Ida Ayu Indira Dwika Lestari; Iriyani Iriyani; Rahmat Bakhtiar
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60090

Abstract

Pelayanan laboratorium kesehatan yang berkualitas menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepuasan pasien dan mempertahankan keberlanjutan penggunaan layanan, khususnya pada institusi pemerintah yang menerapkan sistem Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan berdasarkan metode HEALTHQUAL terhadap niat kunjungan ulang melalui kepuasan pasien pada BLUD Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Samarinda. Penelitian menggunakan desain observasional kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 372 pasien mandiri yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berbasis skala Likert yang mengukur kualitas pelayanan, kepuasan pasien, dan niat kunjungan ulang. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh positif terhadap kepuasan pasien dengan nilai koefisien 0,796 dan kepuasan pasien berpengaruh positif terhadap niat kunjungan ulang dengan nilai koefisien 0,740. Kepuasan pasien juga terbukti memediasi hubungan kualitas pelayanan terhadap niat kunjungan ulang dengan nilai koefisien 0,589. Hasil ini menunjukkan bahwa pengalaman pelayanan yang baik akan meningkatkan kepuasan pasien sehingga mendorong keinginan menggunakan kembali layanan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan berdasarkan dimensi HEALTHQUAL merupakan strategi penting untuk meningkatkan kepuasan dan mempertahankan kunjungan pasien pada layanan laboratorium kesehatan
Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Berisiko HIV Pada Anak Buah Kapal Kargo Internasional di Muara Mahakam Muhammad Noor; Irfansyah Baharuddin Pakki; Yadi Yadi; Akhmad Azmiardi; Ratno Adrianto; Muhammad Sultan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60169

Abstract

Anak Buah Kapal (ABK) kargo internasional merupakan kelompok pekerja dengan mobilitas tinggi yang rentan terhadap perilaku berisiko HIV. Penelitian mengenai determinan perilaku berisiko HIV pada ABK masih terbatas dan umumnya hanya menilai faktor perilaku secara parsial. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan faktor individu, lingkungan, dan pelayanan kesehatan dengan perilaku berisiko HIV pada ABK kargo internasional di Muara Mahakam serta mengidentifikasi faktor yang paling dominan. Penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional ini dilakukan pada 193 ABK kargo internasional di wilayah kerja Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Samarinda tahun 2025. Sampel diperoleh menggunakan teknik teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur berbasis Health Belief Model (HBM) yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data meliputi analisis univariat, uji Chi-square, dan regresi logistik berganda dengan metode Backward Likelihood Ratio pada tingkat signifikansi 5%. Analisis bivariat menunjukkan bahwa lama bekerja, lama berlayar, hubungan seksual dengan pasangan tidak tetap, jumlah pasangan seksual, riwayat pemeriksaan HIV, pengetahuan, persepsi hambatan, dan akses pelayanan kesehatan berhubungan dengan perilaku berisiko HIV (p<0,05). Analisis multivariat menunjukkan bahwa lama bekerja (Exp(B)=0,014; p=0,003), hubungan seksual dengan pasangan tidak tetap (Exp(B)=0,003; p<0,001), jumlah pasangan seksual (Exp(B)=0,032; p=0,005), dan persepsi hambatan (Exp(B)=9,004; p=0,004) berasosiasi secara independen dengan perilaku berisiko HIV. Model regresi memiliki kesesuaian yang baik berdasarkan uji Hosmer–Lemeshow (p=0,479) dengan nilai Nagelkerke R Square sebesar 0,888. Perilaku berisiko HIV pada ABK kargo internasional di Muara Mahakam berasosiasi dengan lama bekerja, hubungan seksual dengan pasangan tidak tetap, jumlah pasangan seksual, dan persepsi hambatan. Program pencegahan HIV perlu difokuskan pada pengurangan hambatan akses layanan kesehatan, penguatan edukasi berbasis Health Belief Model, serta penyediaan layanan konseling, tes HIV sukarela, dan kondom di lingkungan pelabuhan.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Tentang Tuberkulosis dan Bahaya Merokok Melalui Edukasi Kesehatan di Desa Krajan Kecamatan Gatak Kabupaten Sukoharjo Assyifa Bani Alleia; Rizalta Risqi Ananda; Tsania Nurul Izzah; Desslyta Ayu Rizqya Putri C; Salsabila Bil Izzati; Syahira Fathina Rahmadewi; EM Sutrisna
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60203

Abstract

Tuberculosis (TB) is a contagious infectious disease that remains a public health problem in Indonesia. Risk factors such as low public awareness, unhealthy home environments, and exposure to cigarette smoke can increase the risk of TB transmission. This activity aims to increase public awareness of tuberculosis and the dangers of smoking through screening and health education activities in Krajan Village, Gatak District, Sukoharjo Regency. The method used was a descriptive observational approach through door-to-door activities with six respondents. The activity was carried out through interviews using questionnaires, administering pretests and posttests, observing home environmental conditions, and health education using posters. The results showed that most respondents were not active smokers, but were passive smokers because they lived with family members who smoked. In addition, one respondent was found to be a former active smoker with a long-term smoking history. Public knowledge about TB was still relatively low before the education was provided, especially regarding transmission and prevention of the disease. After the health education, most respondents experienced an increase in posttest scores, indicating an increased understanding of TB and the dangers of smoking. Other risk factors identified were inadequate home ventilation, advanced age, and the presence of comorbidities in several respondents. Direct health education activities are considered effective in increasing public knowledge because they allow for two-way interaction between educators and residents. These activities are expected to raise public awareness of the importance of early TB detection, adopt healthy lifestyles, and reduce exposure to cigarette smoke in the family and community.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Diet dan Obat Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Puskesmas X Eppy Setiyowati; Aldila Ayu widya; Feby Ayu Miladiya; Intan Cahyanti Sugianto
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60223

Abstract

Diabetes mellitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang memerlukan manajemen jangka panjang melalui kepatuhan diet dan pengobatan. Dukungan keluarga menjadi salah satu faktor eksternal yang berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet dan kepatuhan minum obat pasien diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas X. Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 68 responden yang diambil dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner kepatuhan diet serta kepatuhan minum obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet (p = 0,002; r = 0,365) dan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat (p = 0,000; r = 0,456). Semakin tinggi dukungan keluarga yang diberikan, semakin tinggi pula kepatuhan pasien dalam menjalani diet dan minum obat. Penelitian ini merekomendasikan peran aktif keluarga dalam program manajemen diabetes mellitus.
Physical Activity To Improve And Maintain Mental Health: A Bibliometric Analysis (2021–2025) Misnawan Inda Putra; Syahruramdhani Syahruramdhani
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60244

Abstract

Peningkatan kasus gangguan kesehatan mental pasca-pandemi mendorong perlunya pendekatan preventif non-farmakologis, salah satunya melalui aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemetaan bibliometrik dan perkembangan struktur pengetahuan global mengenai aktivitas fisik dalam memelihara kesehatan mental berdasarkan 506 artikel terindeks Scopus (2021–2025) yang diolah menggunakan VOSviewer dan Microsoft Excel. Hasil analisis memperlihatkan bahwa publikasi tumbuh pesat dan memuncak pada 2025 (146 dokumen). Jejaring kepenulisan membentuk struktur terikat penuh (fully connected network) tanpa peneliti terisolasi, dengan tokoh seperti Lena Milch dan André Möller sebagai pusat jejaring. Pemetaan kata kunci terbagi menjadi dua klaster yang menghubungkan kondisi psikologis dengan uji klinis acak terkendali (RCT). Analisis acuan bersama membentuk satu klaster tunggal berbasis penanda peradangan molekuler (ICAM-1 dan VCAM-1) sebagai fondasi fisiologis. Selain itu, terdapat ketimpangan wilayah akibat dominasi Amerika Serikat, Tiongkok, dan Inggris. Berdasarkan kesenjangan tersebut, direkomendasikan agenda penelitian masa depan yang berfokus pada presisi aturan dosis latihan, pemantauan kesehatan digital (e-health), pengujian penanda biologis translational, serta penggalian aktivitas fisik berbasis kearifan lokal di negara berkembang.
Scientific Mapping of Research on Parenting Practices and Child Nutrition Based on Bibliometric Analysis Rastra Hammasa Rafiquraya; Titih Huriah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60310

Abstract

Parenting practices play a crucial role in shaping children’s eating behaviors and nutritional outcomes. This study aimed to map the scientific landscape of research on parenting practices and child nutrition using a bibliometric approach. Data were collected from the Scopus database and supported by Web of Science using the keywords “parenting practices” and “nutrition.” Following the PRISMA process, 928 documents were initially identified and filtered based on publication year (2015–2025), subject area (Medicine and Nursing), document type (articles and reviews), and English language, resulting in 475 eligible publications. Bibliometric analysis was conducted using VOSviewer and Bibliometrix to examine publication trends, influential articles, collaboration networks, and keyword co-occurrence patterns. The results indicate a growing global interest in this topic, with publication output peaking in 2021. Research productivity is dominated by countries such as the United States, Australia, and the United Kingdom. Keyword mapping shows that dominant research themes include feeding practices, parenting styles, nutrition, and childhood obesity, highlighting the important role of parents in shaping children’s dietary behaviors and nutritional status. Emerging topics such as the influence of social media, the role of fathers, and broader socio-environmental factors remain relatively underexplored. These findings highlight the need for more interdisciplinary and context-sensitive research to support effective family-based nutrition interventions and evidence-based public health policies.
Implementasi Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan Ibu dan Anak Pada Pelayanan Kesehatan Primer: A Systematic Review Nimas Ayu Rachmayudha; Enny Rachmani; Adian Khoironi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60350

Abstract

Abstrak Implementasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan ibu dan anak pada Pelayanan Kesehatan Primer masih menghadapi berbagai tantangan, terutama pada kesiapan sumber daya, kapasitas kader, ketersediaan sarana, pencatatan, pelaporan, serta keterlibatan masyarakat. systematic review ini bertujuan untuk menganalisis implementasi SPM bidang kesehatan ibu dan anak pada Pelayanan Kesehatan Primer berdasarkan artikel ilmiah tahun 2021-2026. Metode yang digunakan adalah systematic review dengan pendekatan PRISMA melalui penelusuran artikel pada Google Scholar, PubMed/PMC, dan ScienceDirect. Proses seleksi dilakukan melalui tahap identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan inklusi artikel. Sebanyak 18 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil review menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi SPM kesehatan ibu dan anak pada Pelayanan Kesehatan Primer dipengaruhi oleh dukungan Puskesmas, kompetensi kader, pelatihan berkelanjutan, ketersediaan alat dan media edukasi, validitas data sasaran, sistem pencatatan dan pelaporan, koordinasi lintas sektor, serta partisipasi ibu dan keluarga. Posyandu memiliki peran strategis dalam mendukung pelayanan ibu hamil, bayi, dan balita, tetapi penguatan kelembagaan dan pembinaan kader tetap diperlukan agar pelayanan berjalan optimal. Kata Kunci: Standar Pelayanan Minimal, Kesehatan Ibu dan Anak, Pelayanan Kesehatan Primer.
Penerapan Evidence-Based Nursing Dalam Pencegahan Luka Tekan Pada Pasien CVA Melalui Mobilisasi dan Skin Barrier Hidrokoloid Eppy Setiyowati; Febi Ariska Putri; Zubaidi Zubaidi; Samsudi Samsudi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60359

Abstract

CVA patients experience bed rest which is quite long and continuous, which can cause the protrusion area to experience decreased blood circulation, circulation and absorption of nutrients and sufficient leukocytes. This will lead to tissue ischemia and subsequent infection, damage to the integrity of the skin tissue, namely, pressure injury or pressure sores. The purpose of this study was to analyze the description of nursing care in CVA patients with the application of mobilization support and care for skin integrity using a hydrocolloid skin barrier to overcome the risk of pressure ulcers in CVA patients in Room 7 RSPAL Dr Ramelan Surabaya. The research design of this final scientific work used the case method, with the subject being 1 patient with pressure ulcer risk nursing problems with a medical diagnosis of CVA. The research was conducted in Room 7, RSPAL Dr. Ramelan Surabaya, for 3 days, using data collection methods including comprehensive assessment, diagnosis determination, intervention determination, action implementation, and evaluation. The results of a case study on CVA with nursing problems at risk of pressure sores showed that after being given support for mobilization and skin integrity care (SIKI) therapy with bed transfer mobilization and administration of hydrocolloid skin barrier, pressure injury could be prevented, and the risk of pressure sores was reduced, and skin and tissue integrity increased. Nurses are expected to be able to implement and recommend the application of bed rest, mobilization, and administration of hydrocolloid skin barrier related to modification of care in addressing the risk of pressure sores.