cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 3,122 Documents
Characteristics and Risk Analysis of Tuberculosis (TB) Cases at The Paal V Community Health Centre in Jambi City Sarah Dhiba Naibaho; Ermi Girsang; Irza Haicha Pratama
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.61182

Abstract

Tuberculosis (TB) remains a major global public health threat, with Indonesia ranking second worldwide in new cases at 759,000. Puskesmas Paal V in Jambi City recorded 312 cases in 2023 with a treatment success rate of 85.6 percent, still below the National Tuberculosis Control Program target of 90 percent. This study aimed to analyze the characteristics and risk factors of TB occurrence at Puskesmas Paal V during the period January 2023 to April 2026 using multivariate logistic regression integrated with GIS-based spatial mapping. A retrospective cohort design was applied to 285 microbiologically confirmed pulmonary TB patients, selected through total sampling. Data from the e-TB Manager register, medical records, and validated questionnaires were analyzed using Chi-Square tests, logistic regression, and spatial analysis including Moran's I and Getis-Ord Gi*, processed through SPSS 26.0 and QGIS 3.28. Cases were dominated by males (65.6 percent) and the 25 to 44 year age group (57.5 percent), with 69.1 percent presenting at an advanced stage. Significant risk factors included household contact history (AOR 4.31), smoking behavior (AOR 3.14), housing density (AOR 2.45), Diabetes Mellitus (AOR 2.61), and malnutrition (AOR 2.08), collectively explaining 45.2 percent of the variability in TB occurrence. Spatial analysis identified three clustered hotspots (Moran's I 0.45), underscoring the importance of area-based intervention alongside individual risk factors.
Promosi Pencegahan Penyakit atau Kecelakaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Salsa Fadillah; Tio Almeza Marafi; Winona Priskilla; Misselline C. Soebrata; Rahmat Saputra; Rahmi Pramulia Fitri S
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.61193

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan upaya penting untuk melindungi pekerja dari risiko penyakit dan kecelakaan akibat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran promosi kesehatan dan keselamatan kerja dalam mencegah penyakit dan kecelakaan kerja pada karyawan. Metode penelitian ini menggunakan metode literature review dengan pendekatan naratif. Penelusuran artikel dilakukan melalui basis data Google Scholar, Scopus, dan ScienceDirect, dan diperoleh 25 jurnal yang relevan dengan topik promosi K3 dalam kurun waktu 2018–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa promosi K3 dalam bentuk penyuluhan, edukasi, sosialisasi, dan pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan kepatuhan pekerja terhadap standar keselamatan, termasuk penggunaan alat pelindung diri (APD), pada berbagai sektor baik formal (konstruksi, rumah sakit) maupun informal (nelayan, petani, UMKM). Efektivitas promosi K3 dipengaruhi oleh dukungan manajemen, budaya keselamatan kerja, dan ketersediaan sumber daya, meskipun kesenjangan implementasi masih ditemukan terutama pada sektor informal. Kesimpulan promosi K3 merupakan strategi preventif yang esensial dan perlu dirancang secara adaptif serta berkelanjutan sesuai karakteristik masing-masing kelompok pekerja.
Efektivitas Kinesio Taping Terhadap Intensitas Nyeri Dismenore Primer Pada Remaja Putri di Pondok Pesantren Muhammadiyah Darussalam Demak Nazula Rahma El Sakina; Fiqi Widyawati; Young Ari Kusworo; Azizah Rahmawati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.61200

Abstract

Dismenore primer merupakan nyeri menstruasi yang sering dialami oleh remaja putri akibat kontraksi uterus yang berlebihan karena peningkatan produksi prostaglandin. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, proses belajar, serta menurunkan kualitas hidup. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi nyeri dismenore primer adalah kinesio taping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian kinesio taping terhadap penurunan intensitas nyeri dismenore primer pada remaja putri. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi experimental menggunakan pretest-posttest control group design. Penelitian dilaksanakan di Pondok Pesantren Muhammadiyah Darussalam Bintoro Demak, Jawa Tengah. Sampel penelitian berjumlah 22 responden yang terdiri atas 11 responden kelompok intervensi dan 11 responden kelompok kontrol, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran intensitas nyeri dilakukan sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) intervensi menggunakan Visual Analog Scale (VAS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Shapiro-Wilk serta Paired Sample t-test dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata intensitas nyeri pada kelompok intervensi sebelum pemberian kinesio taping sebesar 6,982 ± 1,208, kemudian menurun menjadi 2,336 ± 0,641 setelah intervensi. Hasil uji Paired Sample t-test menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05) dengan rata-rata selisih penurunan nyeri sebesar 4,646, yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pemberian kinesio taping. Pada kelompok kontrol juga terjadi penurunan intensitas nyeri dengan nilai p = 0,011, namun besarnya penurunan lebih kecil dibandingkan kelompok intervensi. Dapat disimpulkan bahwa pemberian kinesio taping efektif dalam menurunkan intensitas nyeri dismenore primer pada remaja putri. Kinesio taping dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif intervensi fisioterapi nonfarmakologis yang aman, mudah diaplikasikan, dan efektif dalam membantu mengurangi nyeri dismenore primer.
Pengalaman Tingkat Pengetahuan Keluarga Terhadap Perawatan Anak Kanker di Rumah Sakit Daerah Gunung Jati Kota Cirebon Ito Wardin; Sirly Rizqiyah; Dzakiyatul Fahmi Mumtaz; Arrahman Arrahman
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.61274

Abstract

Abstrak: Kanker anak merupakan salah satu penyakit kronis yang memerlukan perawatan jangka panjang dan kompleks. Peran keluarga sangat penting dalam mendampingi dan merawat anak yang menderita kanker. Tingkat pengetahuan dan pengalaman keluarga dalam merawat anak dengan kanker dapat memengaruhi kualitas perawatan yang diberikan serta kondisi psikososial anak.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pengalaman serta tingkat pengetahuan keluarga terhadap perawatan anak dengan kanker. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap keluarga yang memiliki anak penderita kanker dan sedang menjalani perawatan di rumah sakit maupun di rumah. Teknik purposive sampling digunakan untuk menentukan partisipan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga memiliki pengalaman emosional yang kompleks dalam merawat anak dengan kanker, mulai dari rasa takut, cemas, hingga pasrah. Tingkat pengetahuan keluarga bervariasi, bergantung pada akses informasi, latar belakang pendidikan, dan pengalaman sebelumnya. Sebagian besar keluarga masih membutuhkan edukasi lebih lanjut mengenai perawatan medis, manajemen efek samping, serta dukungan psikologis bagi anak.Kesimpulan: Pengalaman dan tingkat pengetahuan keluarga sangat memengaruhi proses perawatan anak dengan kanker. Diperlukan intervensi edukatif dan dukungan psikososial yang berkelanjutan dari tenaga kesehatan untuk meningkatkan kemampuan keluarga dalam memberikan perawatan yang optimal. Saran: pentingnya peran tenaga kesehatan, dapat meningkatkan edukasi kepada keluarga mengenai perawatan anak dengan kanker secara berkelanjutan, baik selama masa perawatan di rumah sakit maupun saat perawatan di rumah. Edukasi dapat meliputi informasi tentang penyakit, pengobatan, efek samping, serta cara memberikan dukungan psikologis kepada anak. Kata Kunci: Pengalaman keluarga, perawatan anak kanker, pengetahuan, edukasi, dukungan.
Patofisiologi Beban Ganda Malnutrisi : Tinjauan Sistematis Peran Genetik, Epigenetik Dan Mikrobioma Usus Yulia Masna; Delmi Sulastri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.61278

Abstract

Fenomena beban ganda malnutrisi, yang ditandai oleh gizi kurang (stunting dan wasting) di awal kehidupan serta obesitas pada usia dewasa, telah menjadi krisis kesehatan masyarakat global. Secara patofisiologis, mekanisme kondisi ini jauh lebih kompleks daripada sekadar persoalan kekurangan atau kelebihan asupan energi. Tinjauan sistematis ini dilaksanakan untuk mengkaji secara menyeluruh kontribusi systems biology termasuk faktor genetika, alterasi epigenetik, dinamika mikrobioma usus, serta inflamasi yang dipicu oleh lingkungan dan infeksi parasit terhadap status malnutrisi. Dengan mengadopsi protokol PRISMA 2020, tinjauan ini melakukan sintesis kritis terhadap 10 jurnal studi utama terindeks Scopus Q1 dari rentang tahun 2014 hingga 2026 yang bersumber dari pangkalan data PubMed, Scopus, dan ScienceDirect. Hasil analisis mekanistik membuktikan bahwa stunting diinduksi oleh environmental enteric dysfunction (EED), infeksi parasit pada pencernaan, serta peradangan sistemik yang secara molekuler menginhibisi poros hormon pertumbuhan. Disbiosis mikrobioma serta defisiensi nutrisi selama periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) terbukti mengunci modifikasi epigenetik yang menetap (fetal programming). Ketika adaptasi metabolik berupa thrifty phenotype (fenotipe hemat) ini bersinggungan dengan variasi genetik poligenik dan perubahan pola makan di usia dewasa, risiko terjadinya obesitas akan meningkat secara drastis. Sebagai implikasi praktis, hasil penemuan ini menawarkan peta jalan baru bagi pembuat kebijakan gizi untuk mengalihkan orientasi strategi intervensi, dari yang semula fokus pada suplementasi kalori konvensional beralih ke program multisektoral yang terpadu berbasis precision nutrition dan penataan sanitasi lingkungan
Hubungan Jarak Kehamilan dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronis (KEK) Pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Air Tiris Tahun 2026 Endang Mayasari Mayasari; Nislawaty Nislawaty; Awari Susanti; Zurrahmi Z.R
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.61306

Abstract

Chronic Energy Deficiency (CED) in pregnant women remains a public health problem because it can increase the risk of complications for both mother and fetus. One of the factors assumed to be associated with CED is short interpregnancy interval, which may prevent the mother’s body from fully restoring its energy and nutrient reserves. This study aimed to determine the relationship between interpregnancy interval and the incidence of CED among pregnant women in the working area of UPT Puskesmas Air Tiris in 2026 . This study used a case-control design. The study population consisted of 52 pregnant women with CED as the case group and 469 pregnant women without CED as the control group. Case samples were selected using total sampling, while control samples were selected using simple random sampling, resulting in 52 respondents in each group. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis with the Chi-square test at a 95% confidence level. The results showed that 36 respondents (69.2%) in the case group had a high-risk interpregnancy interval (<2 years), while 32 respondents (61.5%) in the control group had a non-risk interpregnancy interval. The Chi-square test indicated a significant relationship between interpregnancy interval and CED (p=0.003), with an Odds Ratio (OR) of 3.6 (95% CI: 1.59–8.10). It can be concluded that pregnant women with a high-risk interpregnancy interval have a 3.6 times higher risk of experiencing CED compared to those with a non-risk interval. Therefore, education on birth spacing, nutritional status monitoring, and antenatal care services should be strengthened to prevent CED among pregnant women.
Hubungan Riwayat Penyakit Diabetes Melitus Dengan Kejadian Gagal Ginjal Kronis di Usia Muda di RSUD R.T Notopuro Sidoarjo Farah Najwa Saffa Balqis; Musthika Wida Mashitah; Riki Ristanto
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.61337

Abstract

Salah satu komplikasi serius akibat diabetes mellitus adalah gagal ginjal kronik (GGK). Hiperglikemia kronis pada penderita DM menyebabkan kerusakan glomerulus ginjal secara bertahap melalui mekanisme stres oksidatif, glikosilasi protein, dan aktivasi jalur inflamasi. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2025 di RSUD R. T. Notopuro Sidoarjo. Populasi dari penelitian ini adalah Adalah 215 pasien GGK stadium V. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. penelitian yang digunakan adalah kohort retrospektif. Peneliti menggunakan variabel status Riwayat penyakit DM dan variable usia didagnosa GGK.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebagian besar pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo berjenis kelamin laki-laki dan memulai hemodialisis pada usia lebih dari 40 tahun. Penyakit penyerta terbanyak yang ditemukan pada pasien GGK adalah hipertensi, diikuti oleh diabetes mellitus. Berdasarkan riwayat diabetes mellitus, sebagian besar responden tidak memiliki riwayat diabetes mellitus, namun responden dengan riwayat diabetes mellitus memiliki rerata usia terdiagnosis gagal ginjal kronik yang lebih tinggi dibandingkan responden tanpa riwayat diabetes mellitus, Terdapat perbedaan yang bermakna antara riwayat diabetes mellitus dengan usia terdiagnosis gagal ginjal kronik, yang ditunjukkan oleh hasil uji Mann–Whitney dengan nilai p = 0,031 (p < 0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat diabetes mellitus dengan kejadian gagal ginjal kronik di usia muda berdasarkan uji koefisien kontingensi dengan nilai p = 0,015 (p < 0,05), namun kekuatan hubungan berada pada kategori lemah. Hal ini menunjukkan bahwa diabetes mellitus berperan sebagai salah satu faktor risiko GGK di usia muda, tetapi bukan faktor dominan. Kata Kunci : Gagal Ginjal Kronik, Diabetes Mellitus,
Hubungan Budaya Keselamatan dan Dukungan Kepemimpinan dengan Kepatuhan Hand Hygiene Pada Kejadian HAIS (Studi Kasus di IGD RSUD I.A Moeis Samarinda) Veronika Meliany; Dewi Mardahlia; Zulkifli Umar
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.61425

Abstract

Kepatuhan hand hygiene merupakan tindakan sederhana namun krusial dalam mencegah Healthcare-Associated Infections (HAIs), yang di Indonesia masih mencapai angka 9,1% dengan kepatuhan perawat rata-rata hanya 20–40%. Di RSUD I.A Moeis Samarinda, capaian kepatuhan hand hygiene tiga tahun terakhir belum menembus target Indikator Nasional Mutu (85%), sementara budaya keselamatan pasien dan dukungan kepemimpinan diduga menjadi faktor organisasi yang berperan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan budaya keselamatan pasien dan dukungan kepemimpinan dengan kepatuhan hand hygiene pada kejadian HAIs di UGD RSUD I.A Moeis Samarinda. Penelitian menggunakan desain kuantitatif cross-sectional dengan total sampling terhadap 30 perawat, menggunakan kuesioner dan lembar observasi, dianalisis dengan uji Spearman Rank. Hasil menunjukkan budaya keselamatan pasien (mean 32,33) dan dukungan kepemimpinan (mean 31,53) berkategori baik, namun kepatuhan hand hygiene masih rendah (mean 0,47). Uji Spearman Rank menunjukkan kedua variabel tidak berhubungan signifikan dengan kepatuhan hand hygiene (p = 0,348 dan p = 0,187). Kejadian HAIs berupa Plebitis dan VAP masih ditemukan. Diperlukan pendekatan lebih komprehensif untuk meningkatkan kepatuhan hand hygiene di luar kedua faktor tersebut.
Hubungan Komponen Prototype Willingness Model Dengan Perilaku Seksual Berisiko Pra Nikah Pada Mahasiswa Kesehatan di STIKES Widyagama Husada Malang Nata Prasetya Putra; Wira Daramatasia; Abdul Qodir
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.61437

Abstract

ABSTRAK Putra, Nata Prasetya. 2026. Hubungan Komponen Prototype Willingness Model dengan Perilaku Seksual Berisiko Pra Nikah pada Mahasiswa Kesehatan di STIKES Widyagama Husada Malang . Skripsi. Program Studi Pendidikan Ners Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widyagama Husada Malang. Pembimbing: (1) dr. Wira Daramatasia, M.Biomed. (2) Abdul Qodir, S.Kep., Ns., M.Kep. Latar Belakang: Perilaku berisiko pranikah pada pelajar seksual merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia. Sekitar 20–30% remaja usia 15–24 tahun terlibat dalam aktivitas seksual pranikah. Mahasiswa kesehatan, meskipun memiliki akses lebih baik terhadap informasi kesehatan reproduksi, tidak selalu mampu menerapkan pengetahuannya dalam perilaku nyata. Fenomena ini dapat dijelaskan melalui Prototype Willingness Model (PWM), yang menyatakan bahwa perilaku risiko tidak selalu didasarkan pada pertimbangan rasional, tetapi juga dipengaruhi oleh kecenderungan reaktif-sosial ( jalur reaksi sosial ). Tujuan: Menganalisis hubungan komponen PWM meliputi sikap , norma subjektif , prototipe , niat , dan kemauan berperilaku dengan perilaku seksual berisiko pranikah pada mahasiswa kesehatan STIKES Widyagama Husada Malang. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional . Sampel berjumlah 94 siswa yang dipilih menggunakan teknik disproportionate stratified random sampling . Instrumen yang digunakan adalah kuesioner PWM yang diadaptasi dari Myklestad & Rise (2007) serta kuesioner perilaku seksual berisiko yang diadaptasi dari Muflih & Syafitri (2018). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman . Hasil: Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (74,5%), berusia 20 tahun (35,1%), berasal dari Program Studi Keperawatan (40,4%), dan berlatar belakang SMA (57,4%). Terdapat hubungan yang signifikan antara PWM dengan perilaku berisiko seksual pranikah ( p = 0,012; ρ = 0,258), dengan arah hubungan positif berkekuatan lemah. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara komponen Prototype Willingness Model dengan perilaku seksual risiko pranikah pada mahasiswa kesehatan STIKES Widyagama Husada Malang. Semakin tinggi skor PWM, semakin tinggi kecenderungan perilaku seksual berisiko pranikah. Diperlukan program promosi kesehatan reproduksi berbasis pendekatan psikososial yang membentuk ulang prototipe sosial positif dan memperkuat kemampuan pengambilan keputusan siswa. Kepustakaan : 62 Kepustakaan (1999-2025) Kata Kunci : Prototype Willingness Model , mahasiswa kesehatan, perilaku seksual berisiko, pranikah, kesehatan reproduksi ABSTRAK Putra, Nata Prasetya. 2026. Hubungan Antara Komponen Model Prototype Willingness Dengan Perilaku Seksual Berisiko Pranikah Pada Mahasiswa Ilmu Kesehatan di Fakultas Ilmu Kesehatan Widyagama Husada Malang . Tesis. Program Studi Pendidikan Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Widyagama Husada Malang. Pembimbing : (1) dr. Wira Daramatasia, M.Biomed. (2) Abdul Qodir, S.Kep., Ns., M.Kep. Latar Belakang: Perilaku berisiko seksual pranikah di kalangan mahasiswa telah muncul sebagai masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, di mana sekitar 20–30% anak muda berusia 15–24 tahun terlibat dalam aktivitas seksual pranikah. Menariknya, mahasiswa ilmu kesehatan, meskipun memiliki akses yang lebih besar terhadap informasi kesehatan reproduksi, tidak selalu menerjemahkan pengetahuan ini ke dalam praktik yang aman. Perbedaan ini dapat dijelaskan melalui Model Kemauan Prototipe (PWM), yang menyatakan bahwa perilaku berisiko didorong tidak hanya oleh pertimbangan rasional tetapi juga oleh jalur reaksi sosial. Tujuan: Menganalisis korelasi antara komponen-komponen PWM yang terdiri dari sikap, norma subjektif, prototipe, niat, dan kemauan perilaku dengan perilaku risiko seksual pranikah di kalangan mahasiswa ilmu kesehatan di Fakultas Ilmu Kesehatan Widyagama Husada Malang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 94 mahasiswa yang dipilih melalui pengambilan sampel acak bert stratified yang tidak proporsional. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner PWM yang diadaptasi dari Myklestad & Rise (2007) dan kuesioner perilaku risiko seksual yang diadaptasi dari Muflih & Syafitri (2018). Data dianalisis menggunakan korelasi peringkat Spearman. Hasil: Mayoritas responden adalah perempuan (74,5%), berusia 20 tahun (35,1%), terdaftar dalam program Keperawatan (40,4%), dan memiliki latar belakang pendidikan SMA (57,4%). Terdapat korelasi signifikan antara PWM dan perilaku risiko seksual pranikah ( p = 0,012; ρ = 0,258), yang menunjukkan asosiasi positif yang lemah. Kesimpulan: Terdapat korelasi signifikan antara komponen Model Kesiapan Prototipe dan perilaku risiko seksual pranikah di kalangan mahasiswa ilmu kesehatan di Fakultas Ilmu Kesehatan Widyagama Husada Malang. Skor PWM yang lebih tinggi dikaitkan dengan kecenderungan yang lebih besar terhadap perilaku risiko seksual pranikah. Program promosi kesehatan reproduksi yang berlandaskan pendekatan psikososial diperlukan untuk membentuk kembali prototipe sosial yang positif dan memperkuat kapasitas pengambilan keputusan mahasiswa. Referensi: 62 Referensi (1999-2025) Kata kunci: mahasiswa ilmu kesehatan, pranikah, Prototipe Kesiapan Model, kesehatan reproduksi, perilaku risiko seksual
Hubungan Literasi Administrasi Kesehatan dengan Kepuasan Pasien BPJS di RSUD I.A Moeis Samarinda Nurinda Triaswati; Nurhasanah Nurhasanah; Erwin Purwaningsih
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.61445

Abstract

Kepuasan pasien merupakan indikator penting dalam menilai mutu pelayanan rumah sakit, dan salah satu faktor yang diduga memengaruhinya adalah literasi administrasi kesehatan, yaitu kemampuan pasien mengakses, memahami, mengambil keputusan, dan menggunakan informasi terkait prosedur administrasi pelayanan. Observasi awal di RSUD I.A. Moeis Samarinda menunjukkan sebagian pasien belum memahami alur pendaftaran maupun penggunaan anjungan pendaftaran mandiri (APM). Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan literasi administrasi kesehatan dengan kepuasan pasien berdasarkan frekuensi kunjungan di RSUD I.A. Moeis Samarinda. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 109 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling dari populasi 10.269 pasien rawat jalan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tervalidasi, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi spearman rank karena data tidak berdistribusi normal. Hasil menunjukkan 83,5% responden memiliki literasi administrasi kesehatan kategori cukup dan 79,8% memiliki kepuasan kategori puas. Analisis bivariat menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara literasi administrasi kesehatan dengan kepuasan pasien (ρ = 0,595; p < 0,001), yang tetap signifikan pada kelompok kunjungan pertama kali (ρ = 0,567; p = 0,001) maupun kunjungan lebih dari satu kali (ρ = 0,607; p < 0,001). Semakin baik literasi administrasi kesehatan pasien, semakin tinggi kepuasannya, sehingga edukasi administrasi kesehatan perlu terus ditingkatkan.