cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 3,184 Documents
Hubungan Beban Kerja dan Motivasi Perawat dalam Pelaksanaan Rom Exercise Pada Pasien Stroke di Ruang Interna Rumah Sakit Nasional Guido Valadares (HNGV) Timor-Leste Julieta De Carvalho Xavier; Argi Virgona Bangun; Rahmi Imelisa; Iin Inayah; Dewi Umu Kulsum
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62524

Abstract

Stroke merupakan masalah kesehatan global dengan angka kejadian tinggi yang membutuhkan rehabilitasi dini melalui Range of Motion (ROM) exercise. Pelaksanaan ROM exercise pada pasien stroke sangat bergantung pada motivasi perawat, yang dapat dipengaruhi oleh beban kerja. Rumah Sakit Nasional Guido Valadares (HNGV) Timor-Leste menghadapi peningkatan kasus stroke signifikan (167 kasus pada 2024 menjadi 226 kasus pada 2025), namun pelaksanaan ROM exercise belum optimal. Menganalisis hubungan beban kerja perawat dengan motivasi perawat dalam pelaksanaan ROM exercise pada pasien stroke di Ruang Interna HNGV Timor-Leste. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel 50 perawat pelaksana diambil menggunakan total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner beban kerja (adaptasi NASA-TLX) dan kuesioner motivasi yang telah diuji validitas dan reliabilitas (Cronbach's Alpha 0,842 dan 0,856). Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan Likelihood Ratio. Sebagian besar perawat mengalami beban kerja sedang (72,0%), berat (16,0%), dan ringan (12,0%). Motivasi perawat berada pada kategori sedang (62,0%), tinggi (34,0%), dan rendah (4,0%). Uji Likelihood Ratio menunjukkan p-value = 0,000 (p < 0,05), berarti terdapat hubungan signifikan antara beban kerja dan motivasi. Arah hubungan positif dengan Contingency Coefficient 0,527 menunjukkan semakin tinggi beban kerja, semakin tinggi motivasi. Terdapat hubungan signifikan dan kuat antara beban kerja perawat dengan motivasi perawat dalam pelaksanaan ROM exercise pada pasien stroke di Ruang Interna HNGV Timor-Leste. Beban kerja tinggi justru berhubungan dengan motivasi lebih tinggi, menunjukkan perawat mempersepsikan beban kerja sebagai tantangan profesional yang memotivasi.
Faktor yang Berhubungan dengan Status Rawat Inap pada Balita sebagai Proksi Keparahan Pneumonia Pada Balita di Kota Pontianak Ayu Diana Meilantika; Nita Putriasti Mayarestya; Hidayah Hidayah; Siti Masdah; Shodikin Shodikin; Rosalina Subhana6
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62532

Abstract

Pneumonia merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada balita dan dapat berkembang menjadi kondisi berat yang memerlukan perawatan di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor karakteristik balita, perilaku keluarga, dan kondisi lingkungan rumah yang berhubungan dengan status rawat inap pada balita dengan pneumonia di Kota Pontianak serta mengidentifikasi faktor yang menunjukkan asosiasi paling kuat setelah dikontrol secara simultan. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 105 balita usia 0–59 bulan dengan riwayat diagnosis pneumonia yang dipilih menggunakan multistage sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi kondisi lingkungan rumah, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-square dan regresi logistik berganda. Sebanyak 49 balita (46,7%) pernah menjalani rawat inap. Analisis bivariat menunjukkan BBLR berhubungan signifikan dengan status rawat inap (OR=5,26; 95% CI: 1,75–15,80; p=0,0016). Waktu berobat dan rutinitas pemeriksaan ke fasilitas kesehatan juga menunjukkan hubungan signifikan, tetapi berpotensi dipengaruhi reverse causation. Pada analisis multivariat, BBLR menunjukkan asosiasi paling kuat (aOR=3,39; 95% CI: 0,95–12,14; p=0,060). Tidak terdapat variabel yang signifikan pada model akhir. Temuan menegaskan pentingnya perhatian khusus terhadap balita dengan riwayat BBLR dalam pencegahan dan pengelolaan pneumonia.
Negara, Pasar, dan Hak atas Kesehatan: Menata Asuransi Kesehatan Tambahan di Indonesia Arief Rosyid Hasan; Muktamar Umakaapa; Ahmad Sulaiman; Firnasrudin Rahim
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62538

Abstract

Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui BPJS Kesehatan merupakan tonggak strategis dalam pemenuhan hak atas kesehatan berbasis keadilan sosial di Indonesia. Namun, rasionalisasi paket manfaat (essential benefit package) dan kendala keterbatasan kapasitas pelayanan publik mendorong pesatnya penetrasi Asuransi Kesehatan Tambahan (AKT) swasta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika relasi tripartit antara kewajiban konstitusional negara (state obligation), logika komodifikasi pasar (market logic), dan pemenuhan hak atas kesehatan dalam penataan AKT di Indonesia. Menggunakan metode penelitian yuridis-normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan konseptual (conceptual approach) yang diintegrasikan dengan analisis kebijakan publik, studi ini membedah problematika operasional skema Coordination of Benefit (CoB) serta risiko fragmentasi layanan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penataan AKT yang berjalan secara parsial berpotensi menciptakan dualisme sistem kesehatan (two-tier health system)—di mana kelompok berpenghasilan tinggi memperoleh akses medis prioritas melalui mekanisme komersial, sementara kelompok masyarakat rentan bergantung pada layanan publik yang terbatas. Oleh karena itu, diperlukan reformasi arsitektur regulasi yang tegas melalui pembagian paket manfaat mendasar dan tambahan yang kaku, keharusan regulasi anti-cream skimming berbasis dana redistribusi sosial, serta pembangunan infrastruktur digital terpadu (National Health Claim Gateway) guna menjaga asas keadilan sosial dan amanat konstitusi UUD NRI 1945.
Efektivitas Edukasi tentang Keunggulan ASI dan Risiko Susu Formula terhadap Pemberian Nutrisi pada Bayi Indah Hayanti Giawa; Katherine Julia Aruan; Hesti putri Sanulo Duha; Ipemawar Halawa; Tiarnida Nababan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62636

Abstract

Exclusive breastfeeding provides essential nutrition for infants throughout the first six months of life. However, exclusive breastfeeding coverage remains below the expected target due to mothers' limited knowledge of the benefits of breast milk and the risks associated with formula feeding. The purpose of this study was to assess the effectiveness of education regarding the benefits of exclusive breastfeeding and the risks of infant formula in improving infant feeding practices at Pratama Pera Clinic. This quantitative study used a pre-experimental one-group pretest–posttest design involving 30 mothers with infants aged 0–6 months. Questionnaires were administered to participants before and after the educational intervention, and the data were analyzed using univariate analysis and the Wilcoxon Signed Rank Test. The findings indicated that before the intervention, some mothers had low knowledge (3.3%), moderate knowledge (40%), and negative attitudes toward exclusive breastfeeding (63.3%). After the intervention, all respondents (100%) demonstrated high knowledge and positive attitudes. The results of the Wilcoxon Signed Rank Test showed a p-value of 0.001 (p < 0.05), indicating a statistically significant difference between the pretest and posttest results. Therefore, education regarding the benefits of exclusive breastfeeding and the risks of infant formula was effective in increasing mothers' knowledge and attitudes, thereby supporting appropriate infant feeding practices