cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 3,184 Documents
Hubungan Kualitas Pelayanan dengan Tingkat Kepuasan Pasien Pada Pelayanan Farmasi Rawat Jalan di RSUD I.A Moeis Samarinda Sintia Sari; Dewi Mardahlia; Zulkifli Umar
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62275

Abstract

Pelayanan kefarmasian merupakan salah satu indikator mutu utama dalam pelayanan rumah sakit yang berdampak langsung pada persepsi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kualitas pelayanan farmasi rawat jalan dengan tingkat kepuasan pasien di RSUD I.A Moeis Samarinda. Berdasarkan hasil analisis data penelitian di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSUD I.A Moeis Samarinda terhadap 100 responden, mayoritas pasien menilai kualitas pelayanan farmasi masuk dalam kategori baik, dengan apresiasi tinggi pada dimensi keandalan, daya tanggap, jaminan, empati, serta profesionalisme petugas, meskipun fasilitas fisik dan waktu tunggu masih memerlukan catatan perbaikan. Sebagian besar pasien juga melaporkan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap prosedur pelayanan, tarif, dan kompetensi tenaga kefarmasian. Analisis bivariat menggunakan uji Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan positif yang kuat antara kualitas pelayanan farmasi dan tingkat kepuasan pasien, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,558 (????<0,05). Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan efisiensi alur penyerahan resep dan penerapan dimensi mutu yang optimal akan berbanding lurus dengan peningkatan kepuasan pasien, sehingga manajemen rumah sakit disarankan untuk terus mengevaluasi durasi tunggu obat guna mewujudkan pelayanan yang berorientasi pada kepuasan pasien (patient-centered care).
Hubungan Daya Tanggap Dan Empati Petugas Kesehatan Dengan Kepuasan Pasien BPJS di RSUD I.A Moeis Samarinda Sela Sela; Dewi Mardahlia; Zulkifli Umar
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62276

Abstract

Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk menilai mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit. Kualitas pelayanan yang diberikan oleh petugas kesehatan, terutama untuk aspek daya tanggap dan empati diduga berhubungan dengan tingkat kepuasan pasien. Daya tanggap menggambarkan kemampuan petugas kesehatan dalam memberikan pelayanan secara cepat, tepat, serta responsif terhadap kebutuhan pasien, sedangkan empati mencerminkan perhatian, kepedulian, serta kemampuan petugas dalam memahami setiap kondisi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan daya tanggap dan empati petugas kesehatan dengan kepuasan pasien BPJS di RSUD I.A Moeis Samarinda. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Untuk sampel penelitian berjumlah 100 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner, dan kemudian dilakukan analisis data menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan antara daya tanggap petugas dengan kepuasan pasien BPJS. Selain itu juga, terdapat hubungan antara empati petugas dengan kepuasan pasien BPJS. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa semakin baik daya tanggap dan empati yang diberikan petugas kesehatan, maka semakin tinggi juga tingkat kepuasan pasien BPJS terhadap pelayanan yang diterima.
Analisis Penerimaan Informasi Kesehatan Pada Aplikasi Telemedicine Menggunakan Model TAM & IAM Diddo Adding Adove; Ucha Indra Gunawan; Yuli Maylena; Ruswati Ruswati; Grara Vema Tuzauna; Mimin Sumiyati; Firda Mokodongan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62301

Abstract

This study aims to examine the effects of information quality, information credibility, and information ease of use on information usefulness, as well as the effects of information usefulness and information adoption on the intention to continue using telemedicine applications. A quantitative research approach was employed using a survey method involving 426 telemedicine application users in Indonesia, selected through purposive sampling. The data were analyzed using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) with SmartPLS 3 software. The findings reveal that information quality, information credibility, and information ease of use have positive and significant effects on information usefulness. Furthermore, information ease of use and information usefulness positively and significantly influence information adoption. In addition, both information usefulness and information adoption are found to have positive and significant effects on the intention to continue using telemedicine applications. These findings suggest that telemedicine service providers should enhance the quality, credibility, and accessibility of health information to improve users' perceptions of information usefulness, encourage information adoption, and strengthen the continued use of telemedicine applications. This study contributes to the development of the Information Adoption Model (IAM) and the Technology Acceptance Model (TAM) in explaining users' continuance intention toward digital healthcare services.
Pengaruh intensitas paparan asap rokok didalam rumah dengan frekuensi kejadian ispa pada balita di wilayah kerja puskesmas helvetia kota Medan tahun 2026 Dina Nasution; Riska Susanti Pasaribu; Imran Saputra Surbakti; Srimuliana Putri Bakara
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62302

Abstract

Abstract Pendahuluan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masihmenjadi salah satu penyebab utama morbiditas pada anak balita, dan paparan asap rokok di dalam rumah diakui sebagai faktorrisiko lingkungan yang penting. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh intensitas paparan asap rokok di rumahterhadap frekuensi kejadian ISPA pada anak balita di wilayah kerja Puskesmas Helvetia, Medan, Sumatera Utara. MetodePenelitian kuantitatif ini menggunakan desain observasionalanalitik dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 98 responden yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan rekam medis, kemudiandianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji Chi-squaredengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil Temuan menunjukkanbahwa 53,1% anak terpapar asap rokok dengan intensitas tinggidan 53,1% mengalami episode ISPA yang sering. Analisis statistikmengungkapkan adanya hubungan yang signifikan antaraintensitas paparan asap rokok di rumah dan frekuensi ISPA (p = 0,000). Anak-anak yang terpapar asap rokok intensitas tinggimemiliki kemungkinan sekitar 92 kali lebih besar untuk mengalamiISPA yang sering dibandingkan dengan mereka yang terpaparpada tingkat rendah (OR = 92,143). Pembahasan dan Kesimpulan Paparan asap rokok di rumah secara signifikanmeningkatkan frekuensi ISPA pada anak balita. Penguatan intervensi rumah bebas asap rokok dan peningkatan kesadaranorang tua sangat penting untuk mengurangi beban ISPA pada anakbalita.
Pengaruh Mindfulness Terhadap Kesehatan Mental Remaja di SMAN 6 Kota Tangerang Osep Yasier Almunsiri; Achmad Rizki Azhari; Alif Nurul Rosyidah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62304

Abstract

Penelitian ini menganalisis perubahan kesehatan mental remaja setelah intervensi mindfulness di SMAN 6 Kota Tangerang. Desain kuasi-eksperimental one-group pretest-posttest melibatkan 33 siswa kelas XI yang direkrut menggunakan convenience sampling. Tujuh responden (21,2%) tidak mengikuti posttest sehingga analisis perubahan dilakukan secara complete-case pada 26 responden. Kesehatan mental diukur menggunakan Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) versi Bahasa Indonesia. TDS pretest antara completer dan loss to follow-up dibandingkan dengan exact Mann-Whitney U test, sedangkan perubahan pretest-posttest dianalisis menggunakan Wilcoxon signed-rank test. TDS pretest tidak berbeda antara kedua kelompok (15,04±4,81 versus 15,00±3,27; U=96,0; p=0,846). Pada completer, median TDS menurun dari 16,00 (IQR 12,25–17,00) menjadi 13,00 (IQR 9,25–17,00); W=7,5; Z=-4,004; p<0,001; korelasi rank-biserial=0,946. Sebanyak 80,8% responden membaik. Mindfulness diikuti penurunan kesulitan psikologis, tetapi desain tanpa kelompok kontrol membatasi inferensi kausal.
Maternal Determinants of Low Birth Weight: A Case-Control Study Naomi Hutasoit; Lasria Simamora; Polma Ria Metawati Panjaitan; Fiska Surya Nesa; Deanurista Perangin-angin
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62324

Abstract

Low birth weight (LBW) remains a major public health problem because it contributes substantially to neonatal morbidity and mortality. Maternal factors, including age, nutritional status, and anemia, are considered important determinants of fetal growth and birth weight. This study aimed to analyze the association between maternal age, nutritional status, and anemia with the occurrence of low birth weight at Haji General Hospital Medan. A quantitative analytical study with a case-control design was conducted using secondary data obtained from medical records of mothers who delivered between January and December 2025. The study included 64 respondents, consisting of 32 mothers who delivered infants with low birth weight (cases) and 32 mothers who delivered infants with normal birth weight (controls). Cases were selected using total sampling, whereas controls were selected through simple random sampling. Data were analyzed using Chi-square tests with odds ratios (OR) and 95% confidence intervals (CI). The results showed that maternal age (<20 or >35 years) was significantly associated with low birth weight (OR = 4.259; 95% CI = 1.488–12.192; p = 0.006). Abnormal maternal body mass index (BMI <18.5 or ≥25 kg/m²) was also significantly associated with low birth weight (OR = 5.952; 95% CI = 1.977–17.920; p = 0.001), while maternal anemia increased the likelihood of low birth weight (OR = 3.645; 95% CI = 1.299–10.226; p = 0.012). Maternal age, nutritional status, and anemia were significantly associated with low birth weight. Strengthening antenatal care through early risk assessment, nutritional monitoring, and anemia prevention is essential to reduce the incidence of low birth weight..
Hubungan Antara Gleason Score dengan Kadar PSA Pada Penderita Karsinoma Prostat di RS X Jakarta Barat Reni Angeline; Felicia Mardono; Shintia Christina; Freciyana Boedijono4
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62337

Abstract

Karsinoma prostat merupakan salah satu keganasan dengan insidensi tertinggi pada laki-laki dan masih menjadi penyebab utama morbiditas serta mortalitas yang bermakna, khususnya pada kelompok usia lanjut. Pemeriksaan Prostate-Specific Antigen (PSA) dan penilaian Gleason score pada spesimen Transurethral Resection of Prostate (TURP) dan biopsi prostat merupakan komponen penting dalam evaluasi karsinoma prostat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara Gleason score dengan kadar PSA pada penderita karsinoma prostat di RS X Jakarta Barat. Metode penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain potong lintang (cross-sectional) menggunakan data sekunder dari arsip laboratorium patologi anatomi. Sampel terdiri atas pasien karsinoma prostat yang memiliki data kadar PSA dan hasil histopatologi dari TURP dan biopsi prostat. Analisis hubungan dilakukan dengan uji korelasi Spearman. Hasil dari 64 pasien yang memenuhi kriteria penelitian, sebagian besar berusia 71–80 tahun (40,6%). Adenokarsinoma asinar merupakan tipe histopatologi tersering (90,6%). Sebagian besar pasien termasuk kelompok risiko tinggi berdasarkan Gleason score (73,4%) dan memiliki kadar PSA tinggi (>10 ng/mL) (85,9%). Uji korelasi Spearman menunjukkan rho = -0,126 dengan p = 0,322, sehingga tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara Gleason score dengan kadar PSA. Simpulan pada penelitian ini, peningkatan Gleason score tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan peningkatan kadar PSA sehingga kadar PSA tidak dapat digunakan sebagai indikator tunggal untuk memprediksi agresivitas tumor. Oleh karena itu, interpretasi kadar PSA perlu dipadukan dengan parameter klinis, histopatologis dan radiologis lainnya.
Determinants of Inpatient Nurse Performance: The Mediating Role of Work Quality in A Type B Public Hospital Eugenia Natalsha Putri Parorrongan; Alih Germas Kodyat; Dicky Yulius Pangkey
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62345

Abstract

Nurse performance is essential for ensuring hospital service quality and patient safety. Although workload and work motivation influence performance, the mediating role of work quality remains insufficiently explored in regional public hospitals. The aim of this research is to analyze the effects of workload and work motivation on nurse performance, with work quality as a mediating variable, among inpatient nurses at RSUD Kendari City. A quantitative cross-sectional study was conducted among 103 inpatient nurses selected from 139 using the Slovin formula and proportional random sampling. Data were collected through validated questionnaires and analyzed using path analysis and the Sobel test. Based on the research results, it was found that workload had a significant negative effect on work quality (p<0.05) but no direct effect on nurse performance. Work motivation significantly improved work quality (p<0.001) but did not directly affect performance. Work quality significantly enhanced nurse performance and fully mediated the relationship between workload, work motivation, and performance. The model explained 77.5% of the variance in nurse performance (Adjusted R²=0.775). It can be concluded that improving work quality is fundamental to enhancing nurse performance. Hospital management should strengthen workload management, foster work motivation, and implement strategies that continuously improve work quality.
Hubungan Durasi Hemodialisis dengan Kejadian Kram Otot Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis di RSU Royal Prima Medan Tahun 2026 Chelvin Noverlius Gultom; Christin Novelina Hutapea; Putra Purna Yudha S; Nazwa Suha Arunisa; Salwa Dwi Lianda; Evalatifah Nurhayati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62383

Abstract

Latar Belakang: Di tengah prosedur cuci darah, kram otot menjadi salah satu efek sekunder fisik yang jamak dikeluhkan oleh penderita gagal ginjal kronis, khususnya pada fase akhir intervensi. Munculnya indikasi ini ditengarai memiliki keterkaitan dengan lamanya alokasi waktu pengobatan pada tiap sesi. Tujuan: Mengetahui korelasi antara durasi pelaksanaan hemodialisis dan tingkat kejadian kram otot pada populasi penderita gagal ginjal kronis di RSU Royal Prima Medan. Metode: Studi ini menerapkan metode kuantitatif analitik melalui rancangan potong-lintang (cross-sectional). Dari total populasi sebanyak 149 penderita gagal ginjal kronis, diperoleh 52 responden. Pengumpulan data mengombinasikan instrumen kuesioner dan rekam medik, yang selanjutnya diuji lewat analisis statistik Chi-Square. Hasil: Mayoritas subjek riset menempuh durasi hemodialisis selama 4 jam (63,5%) dan mengeluhkan gejala kram otot pada derajat sedang (55,8%). Berdasarkan uji Pearson Chi-Square, didapatkan angka  dengan skor  ( ). Kesimpulan: Terdapatnya keterkaitan bersignifikan secara statistik durasi tindakan hemodialisis dan manifestasi kram otot penderita gagal ginjal kronis di RSU Royal Prima Medan tahun 2026.
Pengaruh Cognitive Behavioral Therapy (CBT) Terhadap Tingkat Kepatuhan Aktivitas Fisik dan Tekanan Darah Pada Lansia Hipertensi di Panti Werdha Pangesti Lawang Fatun Fadianti; Abdul Qodir; Rahmaniah Ramadhani
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62410

Abstract

Hipertensi pada lanjut usia tidak hanya berkaitan dengan perubahan fisiologis, tetapi juga dengan kemampuan mempertahankan perilaku hidup sehat. Aktivitas fisik yang rendah dapat menjadi salah satu hambatan dalam pengelolaan hipertensi, sementara hambatan kognitif seperti kekhawatiran dan keyakinan yang kurang tepat dapat membuat lansia semakin pasif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Cognitive Behavioral Therapy (CBT) terhadap tingkat kepatuhan aktivitas fisik dan tekanan darah pada lansia hipertensi di Panti Werdha Pangesti Lawang. Penelitian menggunakan quasi-experimental dengan desain non-equivalent control group. Sebanyak 30 lansia hipertensi dipilih menggunakan purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol, masing-masing 15 responden. Kelompok intervensi memperoleh CBT dalam empat sesi selama dua minggu. Aktivitas fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), sedangkan tekanan darah diukur dengan tensimeter digital. Analisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann-Whitney U Test sesuai distribusi data. Skor aktivitas fisik kelompok intervensi meningkat dari 511,00 menjadi 897,17 MET-menit/minggu, sedangkan kelompok kontrol menurun dari 360,67 menjadi 310,83 MET-menit/minggu. Perbedaan perubahan aktivitas fisik antarkelompok bermakna (p<0,001). Tekanan darah sistolik turun 13,87 mmHg pada kelompok intervensi dan 5,60 mmHg pada kontrol, dengan perbedaan perubahan antarkelompok p=0,017. Perubahan tekanan darah diastolik tidak berbeda bermakna (p=0,803). CBT berpengaruh terhadap perubahan aktivitas fisik dan tekanan darah sistolik, tetapi belum menunjukkan pengaruh yang bermakna terhadap tekanan darah diastolik.