cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 3,184 Documents
Pengaruh Simulasi Bantuan Hidup Dasar Terhadap Pengetahuan, Sikap dan Keterampilan Pada Keluarga Pasien di Ruang Rawat Inap Gelatik dan Merak di Rsau Dr.M. Salamun Sutini Sutini; Galih Jatnika; Dedi Supriadi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62411

Abstract

Kasus henti jantung merupakan penyebab kematian tertinggi yang membutuhkan penanganan cepat melalui BHD. Keluarga pasien memiliki peran strategis sebagai penolong pertama diruang rawat inap. Diharapkan sebagai penolong pertama saat terjadi henti jantung dan henti napas.Tujuan bertujuan mengetahui pengaruh simulasi BHD berbasis panduan AHA 2025 terhadap tingkat pengetahuan, sikap, dan keterampilan keluarga pasien. Metode desain penelitian menggunakan kuantitatif quasi-experimental (non-equivalent control group design). Sampel terdiri kelompok intervensi sebanyak diRuang Merak 18 responden dan kelompok kontrol sebanyak diRuang Gelatik 18 responden. Kelompok intervensi diberikan simulasi BHD dilakukan demonstrasi 2x, redemonstrasi bimbingan 1x, revisi demonstrasi 1x, dan redemonstrasi mandiri menggunakan manekin selama 30 menit, sedangkan kelompok kontrol tidak. Penilaian dilakukan melalui kuesioner pilihan ganda dan lembar observasi data dianalisis menggunakan uji T independent.  Hasil rata-rata pengetahuan kelompok intervensi meningkat dari 4,28 menjadi 9,33 (p value=0,0001). Sikap kelompok intervensi meningkat 24,33 menjadi 25,94 (p value=0,072) sedikit meningkat,Skor keterampilan psikomotor meningkat sangat tinggi dari 1,11 menjadi 13,56 (p value =0,0001). Pada kelompok kontrol pengetahuan 3,17 sedikit meningkat menjadi 3,72 (p  value=0,14),Skor sikap 26,17 mengalami penurunan 26,06 (p value=0,734).Skor keterampilan meningkat dari 0,94 menjadi 1,06 (p value=0,157). Kesimpulan pelatihan simulasi BHD berbasis AHA 2025 berpengaruh meningkatkan pengetahuan dan keterampilan motorik keluarga pasien.
Pengaruh Terapi Progressive Muscle Relaxation Terhadap Penurunan Stres Pada Penderita Hipertensi Di Puskesmas Belimbing Kota Padang Firwan Mutril Gandi; Reni Prima Gusty; Esi Afriyanti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62414

Abstract

Stres merupakan masalah psikologis yang sering menyertai hipertensi dan dapat mengganggu pengelolaan penyakit secara konsisten. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Progressive Muscle Relaxation (PMR) terhadap perubahan skor stres pada penderita hipertensi di Puskesmas Belimbing Kota Padang. Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan repeated measures design with control group. Sebanyak 64 responden dipilih secara purposive sampling dan dialokasikan menjadi kelompok intervensi dan kontrol, masing-masing 32 responden. Kelompok intervensi menerima terapi standar dan PMR selama 20–30 menit sekali sehari selama lima minggu, sedangkan kelompok kontrol menerima terapi standar. Tingkat stres diukur menggunakan Perceived Stress Scale-10 pada baseline dan setiap minggu. Analisis General Linear Model Repeated Measures menunjukkan rerata skor stres kelompok intervensi menurun dari 21,53±1,78 menjadi 10,53±1,52, sedangkan kelompok kontrol dari 21,59±1,81 menjadi 19,88±1,56. Interaksi waktu × kelompok signifikan, F(3,382;209,693)=794,307; p<0,001; partial η²=0,928. Analisis pairwise menunjukkan penurunan kelompok intervensi dari baseline hingga minggu kelima sebesar 11,000 poin dibandingkan 1,719 poin pada kelompok kontrol. PMR efektif menurunkan skor stres selama lima minggu
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kejadian TB Paru di Wilayah Perkotaan Dili, Timor-Leste Novio De Almeida Pereira; Budiman Budiman; Argi Virgona Bangun; Iin Inayah; Murtiningsih Murtiningsih
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62424

Abstract

Tuberkulosis paru masih menjadi masalah kesehatan global dengan estimasi 10,8 juta kasus baru dan 1,25 juta kematian pada tahun 2023. Timor-Leste mencatat beban TB yang berat sebagai penyebab kematian kedua dengan angka kematian 127,88 per 100.000 penduduk. Prevalensi TB di wilayah Kampung Alor, Dili mencapai 8,8%, jauh di atas estimasi nasional. Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian TB Paru meliputi faktor demografis, status kesehatan, dan lingkungan di wilayah perkotaan Dili, Timor-Leste. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 83 responden dewasa di wilayah Puskesmas Kampung Alor, Dili. Pengambilan sampel dengan accidental sampling. Instrumen meliputi kuesioner demografi, pengukuran Indeks Massa Tubuh, checklist observasi lingkungan, dan catatan medis puskesmas. Analisis data secara univariat, bivariat dengan uji Chi-Square, dan multivariat dengan regresi logistik biner. Proporsi responden dengan TB Paru sebesar 22,9%. Faktor demografis tidak berhubungan signifikan dengan kejadian TB. Status gizi memiliki hubungan signifikan (p=0,000), namun kebiasaan merokok tidak. Dari faktor lingkungan, kepadatan hunian memiliki hubungan sangat signifikan (p=0,000), sedangkan ventilasi, pencahayaan, dan sanitasi tidak. Regresi logistik mengkonfirmasi kepadatan hunian sebagai faktor paling berpengaruh (p=0,000; OR=0,014; 95% CI: 0,002-0,082) dengan akurasi model 88,0%. Kepadatan hunian merupakan faktor paling dominan terhadap kejadian TB Paru. Dinas Kesehatan Kota Dili dan Puskesmas setempat direkomendasikan memprioritaskan intervensi pada rumah tangga dengan kepadatan hunian tinggi, melakukan skrining TB rutin pada populasi berisiko, serta mengintensifkan edukasi tentang sirkulasi udara dan pengurangan jumlah penghuni per kamar.
Pengaruh Media Edukasi Video Safe Mama Terhadap Peningkatan Perilaku Pencegahan Preeklamsia Pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Pontianak Utara Tahun 2026 Sheeni Feralta; Murtiningsih Murtiningsih; Rahmi Imelisa; Dyna Apriany; Sri Wulandari Novianti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62429

Abstract

Preeklampsia merupakan komplikasi kehamilan yang berkontribusi terhadap tingginya angka kematian ibu dan bayi, dengan prevalensi 25-30% di Indonesia. Rendahnya perilaku pencegahan pada ibu hamil menjadi faktor utama yang dapat diubah melalui edukasi kesehatan yang efektif. Penelitian ini menganalisis pengaruh media edukasi video SAFE MAMA terhadap peningkatan perilaku pencegahan preeklampsia pada ibu hamil. Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan rancangan one-group pretest-posttest. Sampel berjumlah 31 ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Pontianak Utara yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Intervensi berupa pemutaran video edukasi SAFE MAMA sebanyak 3 kali dalam waktu 1 minggu. Perilaku pencegahan diukur menggunakan kuesioner SAFE MAMA Behavior Scale sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Sebelum intervensi, sebagian besar responden memiliki perilaku kategori cukup (71%) dan kurang (19,3%). Setelah intervensi, tidak ada responden dengan kategori kurang, sedangkan sebagian besar memiliki perilaku baik (77,4%) dan cukup (22,6%). Uji statistik menunjukkan pengaruh signifikan media edukasi video SAFE MAMA terhadap peningkatan perilaku pencegahan preeklampsia (p=0,000). Media edukasi video SAFE MAMA efektif meningkatkan perilaku pencegahan preeklampsia pada ibu hamil dan direkomendasikan sebagai sarana promosi kesehatan dalam pelayanan antenatal.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Akurasi Penilaian Skor Early Warning System (EWS) oleh Perawat di Ruang Rawat Inap RSUD Welas Asih Provinsi Jawa Barat Gian M Kurnia; Argi Virgona Bangun; Musri Musri; Novie E Mauliku; Mochamad Budi Santoso
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62464

Abstract

Latar Belakang: Early Warning System (EWS) merupakan sistem penilaian fisiologis untuk mendeteksi dini perburukan kondisi pasien. Akurasi penilaian skor EWS oleh perawat penting dalam mendukung deteksi dan respons klinis secara tepat waktu. Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan akurasi penilaian skor EWS oleh perawat di ruang rawat inap RSUD Welas Asih Provinsi Jawa Barat. Metode: Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 148 perawat dipilih menggunakan proportionate stratified random sampling dari populasi 235 perawat. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan skenario kasus klinis. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan α=0,05. Hasil: Sebanyak 138 responden (93,2%) tidak akurat dan 10 responden (6,8%) akurat, dengan median skor akurasi 2 (0–5). Tidak terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan (rₛ=0,097; p=0,242), motivasi (rₛ=0,052; p=0,531), beban kerja (rₛ=0,040; p=0,630), maupun pelatihan (rₛ=-0,007; p=0,930) dengan akurasi penilaian skor EWS. Kesimpulan: Pengetahuan, motivasi, beban kerja, dan pelatihan tidak berhubungan signifikan dengan akurasi penilaian skor EWS. Penguatan supervisi klinis, pelatihan berbasis simulasi, dan evaluasi berkala diperlukan untuk meningkatkan akurasi penilaian EWS. Kata Kunci: Akurasi EWS; pengetahuan; motivasi; beban kerja; pelatihan. Abstract
The Effectiveness of Lemon Aromatherapy on Emesis Gravidarum Among First-Trimester Pregnant Women at Sleman Primary Health Center, Yogyakarta Syifaa Aliyyah Putri Rianto; Ellyda Rizki Wijhati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62470

Abstract

Emesis gravidarum is a condition of nausea and vomiting commonly experienced by women in the first trimester of pregnancy. Globally, 70–85% of pregnant women experience nausea and vomiting during the first trimester, while in Indonesia more than 60% of first-trimester pregnant women experience symptoms of varying severity. If inadequately managed, these symptoms may cause discomfort, reduced appetite, dehydration, and weight loss. This study aimed to analyze the effect of lemon aromatherapy on emesis gravidarum among first-trimester pregnant women at Sleman Primary Health Center, Yogyakarta. A quasi-experimental pretest–posttest control-group design was used. Purposive sampling recruited 32 respondents: 16 in the intervention group, who received lemon aromatherapy, and 16 in the control group, who received vitamin B6 according to primary health-care standards. Data were collected using observation sheets, checklists, and the Pregnancy-Unique Quantification of Emesis and Nausea (PUQE) score questionnaire. Data were analyzed using the Mann–Whitney non-parametric test. The results showed an Asymp. Sig. (2-tailed) value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant difference in emesis gravidarum between the groups after the intervention. After the intervention, all respondents (100%) in the lemon aromatherapy group were classified as having mild emesis, whereas in the control group only 1 respondent (6.3%) was classified as mild and 15 respondents (93.8%) remained in the moderate category. The reduction in nausea and vomiting may improve maternal comfort during daily activities and support adequate nutritional intake during pregnancy. Lemon aromatherapy may therefore be considered a complementary non-pharmacological intervention in antenatal care to help reduce emesis gravidarum in first-trimester pregnant women.
Hubungan Kadar Serum Total Bilirubin Dengan Kejadian Glaukoma Pada Penderita Glaukoma Sudut Terbuka Primer Delfi Delfi; Felanda Ahsanu Nadia; Masitha Dewi Sari
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62474

Abstract

Latar Belakang: Primary Open-Angle Glaucoma (POAG) merupakan penyakit multifaktorial yang menjadi penyebab utama kebutaan permanen. Total bilirubin (TBIL) sebagai antioksidan endogen berbanding terbalik dengan stres oksidatif yang diduga berperan pada patogenesis glaukoma. Tujuan: Mengetahui hubungan kadar serum total bilirubin dengan kejadian glaukoma pada penderita POAG di RS Universitas Sumatera Utara dan RS Jejaring. Metode: Penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional, melibatkan 25 subyek POAG dan 25 subyek kontrol di Poli Penyakit Mata Divisi Glaukoma RS USU dan RS Jejaring periode November 2023–Maret 2024. Kanndar serum total bilirubin diperiksa dengan Cobas 6000. Analisis menggunakan uji T-Independent, Mann-Whitney, dan Kruskal-Wallis (α=5%). Hasil: Rerata kadar bilirubin total pada kelompok POAG 0,36 mg/dL (SD 0,15) dan kontrol 0,40 mg/dL (SD 0,18), tanpa perbedaan bermakna (p=0,503; Mann-Whitney). Rerata pada POAG medium 0,25 mg/dL dan advance 0,38 mg/dL, tanpa hubungan bermakna (p=0,110). Tidak terdapat hubungan bermakna antara kadar bilirubin total dengan derajat POAG berdasarkan jenis kelamin perempuan (p=0,150), usia >60 tahun (p=0,131), maupun riwayat keluarga POAG (p=0,097 dan p=0,545). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara kadar serum total bilirubin dengan kejadian glaukoma pada penderita POAG.
Pengaruh Edukasi Perawatan Paliatif Melalui E-Booklet Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Sikap Pasien Kanker Payudara di Rumah Sakit Mandaya Royal Puri Tangerang Riris Yuniwaty Sihombing; Juliana Christina; Susilawati Susilawati; Arina Novila; Galih Jatnika
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62497

Abstract

Perawatan paliatif merupakan pendekatan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan, seperti kanker payudara. Kurangnya pengetahuan dan sikap negatif pasien menjadi hambatan implementasi perawatan paliatif. Edukasi kesehatan digital terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh edukasi perawatan paliatif melalui e-Booklet terhadap pengetahuan dan sikap pasien kanker payudara. Desain penelitian quasi-experimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest design. Sampel sebanyak 44 pasien kanker payudara di Rumah Sakit Mandaya Royal Puri Tangerang yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Intervensi berupa pemberian e-Booklet tentang perawatan paliatif melalui smartphone. Pengukuran pengetahuan menggunakan Palliative Care Knowledge Scale (PaCKS) dan sikap menggunakan Palliative Care Attitudes Scale (PCAS-9). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Pengetahuan sebelum edukasi sebagian besar kategori kurang (65,9%) dan setelah edukasi menjadi baik (56,8%). Sikap sebelum edukasi sebagian besar negatif (31,8%) dan setelah edukasi menjadi positif (84,1%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan pengaruh signifikan edukasi e-Booklet terhadap pengetahuan (p=0,000; z=5,22) dan sikap (p=0,000; z=4,68). Edukasi perawatan paliatif melalui e-Booklet berpengaruh positif terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap pasien kanker payudara. Media ini direkomendasikan sebagai alternatif edukasi digital dalam pelayanan keperawatan paliatif.
Efektivitas Cognitive Behavior Therapy (CBT) Berbasis Telenursing dalam Mengatasi Perilaku Self-Harm Pada Mahasiswa di Cirebon Judika Rubi Marta Sirait; Ni Made Dian; Khrisna Wisnusakti; Nenden Lesmanawati; Fifi Siti Fauziah Yani
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62498

Abstract

Perilaku self-harm merupakan masalah kesehatan mental yang signifikan di kalangan mahasiswa, dengan prevalensi yang terus meningkat. Intervensi Cognitive Behavior Therapy (CBT) berbasis telenursing menjadi alternatif untuk mengatasi perilaku self-harm. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan CBT berbasis telenursing dalam mengatasi perilaku self-harm pada mahasiswa keperawatan di Cirebon. Penelitian menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian adalah mahasiswa keperawatan di salah satu kampus Cirebon yang berjumlah 489 orang. Sampel sebanyak 62 orang diperoleh menggunakan rumus Lemeshow dan memenuhi kriteria inklusi. Intervensi CBT berbasis telenursing melalui zoom meeting sebanyak 4 sesi dengan durasi 6 jam. Data diperoleh menggunakan kuesioner Self Harm Inventory (SHI) versi Indonesia yang disebarkan melalui Google Form dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan N-Gain. Rata-rata perilaku self-harm sebelum intervensi sebesar 38,79 dan menurun setelah intervensi menjadi 17,95. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan p-value 0,000 dengan nilai N-Gain sebesar 86% (kategori tinggi). Penerapan CBT berbasis telenursing efektif dalam mengatasi perilaku self-harm pada mahasiswa. Institusi pendidikan disarankan membuat kebijakan untuk menerapkan terapi CBT melalui telenursing sebagai upaya menekan perilaku self-harm.
The Effect of Moringa (Moringa Oleifera) Leaf Extract on Weight Gain Among Under-Five Children At Seyegan Primary Health Center Sleman Hasna Nabiha; Dita Kristiana; Fitnaningsih Endang Cahyawati
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.62509

Abstract

Undernutrition among children under five remains an important public health concern because inadequate nutrient intake may impair growth and development. Local food-based interventions are needed, particularly in primary health-care settings where underweight remains prevalent. Moringa oleifera is a nutrient-dense local plant that may be used as a complementary nutritional intervention. Objective this study is to determine the effect of Moringa oleifera leaf extract supplementation on body-weight gain among under-five children with underweight or severely underweight status in the catchment area of Seyegan Primary Health Center, Sleman, Yogyakarta. Methods this study is A pre-experimental one-group pretest–posttest design was used. The population comprised 70 under-five children with underweight or severely underweight status in Margomulyo, within the Seyegan Primary Health Center catchment area. Forty children aged 6–59 months were selected using purposive sampling. Participants received 2 g of Moringa oleifera leaf extract powder daily for 14 consecutive days, mixed with their usual food. Body weight was measured before the intervention and on day 14 using the same calibrated scale. Data were analyzed using the One-Sample Kolmogorov–Smirnov test followed by the Paired Samples t-test. Results this study is mean body weight increased from 10.2538 kg before the intervention to 10.7250 kg after 14 days, representing a mean increase of 0.4712 kg. The Paired Samples t-test showed a statistically significant difference between pre- and post-intervention body weight (t = −17.102, p < 0.001). Thirty-five participants (87.5%) were categorized as compliant with the intervention and five (12.5%) as non-compliant. Conclusion this study is administration of 2 g/day of Moringa oleifera leaf extract for 14 days was associated with a significant increase in body weight among the participating under-five children. Moringa may be considered a potential complementary local food-based nutritional intervention; however, the one-group design, short follow-up, and uncontrolled confounding factors limit causal interpretation