cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,415 Documents
Atelektasis Membran Timpani Dewi, Ade Anjalita Santi; Nurhikmah, Siti
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.25060

Abstract

Atelektasis membran timpani adalah suatu kondisi di mana membran timpani tertarik ke arah telinga tengah. Atelektasis membrane telinga disebut juga retraksi membrane telinga. Gejala yang timbul biasanya asimptomatis atau gejala ringan seperti rasa tidak nyaman pada telinga, tetapi jika mengalami progresifitas maka gejala yang timbul seperti sakit telinga, keluarnya cairan dari telinga, gangguan pendengaran sementara, perasaan tertekan atau penuh di telinga, tinitus dan otalgia.Diagnosis atelektasis membrane timpani ditegakkan berdasarkan gejala dan riwayat infeksi telinga yang baru terjadi. Dokter spesialis akan memeriksa rongga telinga menggunakan otoskop, alat yang digunakan untuk memvisualisasikan bagian dalam saluran telinga, dan melihat apakah saluran telinga terdorong keluar. Ketika atelektasis mulai menekan tulang telinga dan mempengaruhi pendengaran, maka mungkin memerlukan pembedahan tube insertion atau tympanoplasty. Presentasi kasus: Pasien perempuan, 39 tahun dengan keluhan pendengaran berkuang, dan terasa penuh sejak 1 bulan. Dari hasil pemeriksaan fisik dan penunjang didapatkan membrane timpani kanan dan kiri mengalami retraksi. Pasien di diagnosa menderita Atelektasis membran timpani.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Berbasis Video Visual Tentang Senam Lansia Terhadap Tingkat Pengetahuan Kader Lansia Putri Febrianti; Mizam Ari Kurniyanti; Dwi Norma Retnaningrum
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.27178

Abstract

Pengetahuan kader terkait senam lansia sangat penting untuk bisa memotivasi lansia agar bisa senam secara rutin. Salah satu media pendidikan kesehatan yang dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan kader adalah dengan menggunakan vidio visual tentang senam lansia. Menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan berbasis video visual tentang senam lansia terhadap tingkat pengetahuan kader lansia. Penelitian kuantitatif dan desain desain penelitian Pre-Experimenal Design dengan menggunakan pendekatan One-Group Pretest-Posttest design. Sampel diambil menggunakan teknik total sampling sebanyak 24 kader lansia. dengan kuesioner tingkat pengetahuan senam lansia, penelitian ini menggunakan uji t berpasangan. Tingkat pengetahuan dipengaruhi faktor usia dan pendidikan. Tingkat pengetahuan meningkat setelah diberikan pendidikan kesehatan berbasis video visual Terdapat perbedaan tingkat pengetahuan kader lansia tentang senam lansia sebelum dan sesudah dengan hasil (p-value 0,000) yang dapat diartikan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan sebelum dan sesudah
Efektifitas Edukasi Video AI (Artificial Intelligence) Terhadap Pengetahuan Dalam Kepatuhan Minum Obat Hipertensi Cindy Novitasari Rahayu; Mizam Ari Kurniyanti; Ahmad Guntur Alfianto
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.27192

Abstract

Compliance with taking medication can influence the level of knowledge of elderly people and can be increased through providing health education using educational video media. The aim of this research is to analyze the effectiveness of AI videos on knowledge in adherence to taking medication in elderly people with hypertension. This research used a quantitative method with a pre-experimental design and a one group pre-post test approach carried out on 30 hypertensive elderly respondents who were selected using a purposive sampling technique. The results of the study showed that the dominant age data was >80 years as many as 17 people ((56.7%) with female gender as many as 17 people (56.7%) and the majority of occupations were farmers, the average result given the intervention was 3.06 and the results after intervention was 5.46 and after carrying out the T-test, the P value was 0.000 (<0.05), which means that it was concluded that there was significant effectiveness of AI educational videos on the level of knowledge in medication adherence.
Efektifitas Terapi Benson Benson Pada Lansia Yang Insomnia Dengan Penyakit Tidak Menular DiPosyandu Dawuhan Kecamatan Poncokusumo Nita Octa Wulandari; Mizam Ari Kurniyanti; Rosly Zunaedi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.27223

Abstract

Abstrak Insomnia adalah gangguan tidur yang sering terjadi pada lansia. Menurut hasil yang didapatkan sekitar 52% penderita insomnia adalah seorang yang berusia dari 60-69 tahun. Insomnia dapat diatasi dengan terapi non farmakologi, salah satunya menggunakan terapi relaksasi benson. Terapi relaksasi benson adalah Teknik nafas, dengan Latihan yang teratur dan dilakukan dengan tubuh akan menjadi lebih rileks, untuk menghilangkan ketegangan saat mengalami stress dan bebas dari ancaman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas terapi benson pada lansia yang insomnia dengan penyakit tidak menular. Penelitian ini menggunakan dengan metode pre-eksperimen dan pendekatan one group pretest and posttest yang dilakukan pada 25 lansia insomnia yang menderita penyakit tidak menular dengan menggunakan total sampling. Uji analisis dalam penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian berdasarkan uji Wilcoxon saat setelah diberikan terapi benson pada lansia yang mengalami insomnia didapatkan nilai P= 0,000 n (< ? 0,05) yang artinya terdapat penurunan terapi relaksasi benson pada lansia yang insomnia dengan penyakit tidak menular. Dari data penelitian dapat disimpulkan penelitian ini membuktikan terdapat efektifitas terapi benson pada lansia yang insomnia dengan penyakit tidak menular. Kata Kunci: Terapi benson, Lansia, Insomnia Abstract Insomnia is a sleep disorder that often occurs in the elderly. According to the results obtained, around 52% of insomnia sufferers were people aged 60-69 years. Insomnia can be treated with non-pharmacological therapy, one of which is Benson relaxation therapy. Benson relaxation therapy is a breathing technique, with regular exercise and done with the body will become more relaxed, to relieve tension when experiencing stress and free from threats. The aim of this study was to determine the effectiveness of Benson therapy in elderly insomniacs with non-communicable diseases. This research used a pre-experimental method and a one group pretest and posttest approach which was carried out on 25 elderly people with insomnia using total sampling. The analysis test in this study used the Wilcoxon test. The results of the research based on the Wilcoxon test after being given Benson therapy to elderly people who experienced insomnia showed a P value of 0.000 n (< ? 0.05), which means there was a decrease in Benson relaxation therapy in elderly people with insomnia who had non-communicable diseases. From the research data, it can be concluded that this research proves that Benson therapy is effective in elderly people with insomnia and non-communicable diseases. Keywords: Benson therapy, Elderly, Insomnia
Hubungan Employee Engagement, Quality of Work Life dan Komitmen Organisasi Dengan Turnover Intention Perawat Dari RS Unand Padang Tahun 2023 Engga Lift Irwanto; Rizanda Machmud; Yuniar Lestari
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.29003

Abstract

Penganalisaan hubungan pelaksanaan employee engagement, quality of work life dan komitmen organisasi terhadap perawat di Rumah Sakit Unand pada Tahun 2023. Penggunakan metode mix methods dilakukan dengan maksud agar mengetahui frekuensi distribusi hubungan variabel employee engagement, quality of work life dan komitmen organisasi terhadap turnover intention perawat di Rumah Sakit Unand. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang berpengaruh negatif antara employee engagement perawat di RS Unand maka semakin rendah tingkat turnover intention perawat di RS Unand, quality of work-life perawat berpengaruh negatif dan signifikan terhadap turnover intention perawat di RS Unand dan komitmen organisasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap turnover intention perawat di RS Unand, Sehingga hal ini menunjukkan jika pelaksanaan employee engagement, quality of work life dan komitmen organisasi semakin di tingkatkan maka tingkat turnover intention yang terjadi semakin menurun, hal ini juga diungkapkan oleh perawat yang menyatakan rendahnya tingkat turnover intention mereka selama bekerja di Rumah Sakit Unand dikarenakan kenyamanan kerja, kompak dengan rekan kerja dan peluang jenjang karir dan studi yang lebih besar di Rumah Sakit Unand. Sehingga diharapkan Rumah Sakit Unand menjaga kualitas dan kuantitas SDM-nya melalui peningkatan employee engagement, quality of work life dan komitmen organisasi agar berdampak dengan kualitas pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat publik
Status Gizi dengan Gerak Dasar Lokomotor: Apakah terdapat Hubungan pada Anak Usia Dini di Kota Pekanbaru Novia Nazirun; Bafirman HB; Wilda Welis
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.29272

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara status gizi dengan kemampuan gerak dasar lokomotor pada anak usia dini di Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain korelasi. Populasi yang digunakan adalah TK Kota Pekanbaru. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan sampel sebanyak 70 anak. Variabel yang diteliti: 1) variabel bebas yaitu: status gizi, 2) variabel terikat yaitu: gerak dasar lokomotor. Penelitian ini dilakukan di 3 Taman Kanak-Kanak di Kota Pekanbaru. Sampel penelitian diambil secara acak dari populasi tersebut untuk mendapatkan representasi yang valid. Instrumen penelitian terdiri dari pengukuran indeks massa tubuh (BMI) yang disesuaikan dengan usia dan jenis kelamin untuk menentukan status gizi anak, serta tes standar kemampuan gerak dasar lokomotor yang mencakup aktivitas fisik seperti berlari, melompat, dan menjaga keseimbangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode statistik untuk menentukan korelasi antara status gizi dan kemampuan gerak dasar lokomotor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara status gizi dengan kemampuan gerak dasar lokomotor. Anak-anak dengan status gizi baik cenderung menunjukkan kemampuan gerak dasar yang lebih baik dibandingkan dengan anak-anak yang mengalami kekurangan atau kelebihan gizi. Temuan ini menekankan pentingnya asupan gizi yang seimbang untuk mendukung perkembangan fisik dan sehat anak yang optimal. Penelitian ini menggarisbawahi kebutuhan untuk intervensi gizi yang tepat dan program kesehatan yang ditargetkan pada anak-anak usia dini untuk meningkatkan kemampuan dan kesehatan keseluruhan. Saran diberikan kepada orang tua, pendidik, dan pembuat kebijakan untuk mendukung pengembangan program gizi dan aktivitas fisik yang efektif.
Effect of Mycotoxin Exposure on Stunting and Growth Impairment in Children: A Systematic Literature Review Anisa Aula Rahma; Jekmal Malau; Ahsanal Kasasiah
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.29273

Abstract

Stunting is a critical public health concern in low- and middle-income countries (LMICs), is traditionally attributed to malnutrition and environmental factors. Emerging evidence suggests that mycotoxin exposure is a risk factor. This systematic review, conducted using PRISMA guidelines, investigates the association between mycotoxin exposure and childhood stunting/growth impairment. Twelve relevant studies (predominantly cross-sectional and prospective cohorts) are identified, focusing on children aged 0-5 years in Africa and Asia. Aflatoxins (AFB1, AFM1) and fumonisins (UFB1) are the primary mycotoxins analyzed, measured through biomarkers in biological samples (blood, urine, breast milk). Aflatoxin exposure consistently demonstrates a negative impact on child growth, as evidenced by decreasing anthropometric z-scores (LAZ, WAZ, HAZ). Additionally, it significantly increases the risk of stunting and underweight. Potential mechanisms include disruption of the IGF signaling pathway, oxidative stress, impaired protein synthesis, intestinal barrier dysfunction, and nutrient malabsorption. Fumonisins, both independently and in co-exposure with aflatoxins, are also linked to growth impairment. This review highlights the detrimental effect of mycotoxin exposure on child growth. While aflatoxin exposure appears to be a major contributor, fumonisins warrant further investigation. Elucidating the underlying molecular mechanisms and exploring interactions with other risk factors are crucial next steps. Addressing mycotoxin-related stunting necessitates a multidisciplinary approach.
The Influence of Followership Style and Work Environment on Employee Performance Mediated by Work Motivation and Work Life Balance Yuli Santika Magdalena; Kosasih Kosasih; Farida Yuliaty; Vip Paramarta; Rahardian Malik; Ayu Laili Rahmiyati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.29432

Abstract

Kinerja pegawai Rumah Sakit X belum maksimal mencapai target mereka. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana gaya pengikut dan Lingkungan Kerja terhadap kinerja karyawan secara langsung dan tidak langsung melalui Motivasi Kerja dan Keseimbangan kehidupan Kerja. Paradigma penelitiannya adalah positivistik. Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif. Lokasi penelitian di RS X Jakarta. Waktu penelitian adalah tahun 2023. Teknik pengumpulan data melalui survei dengan instrumen kuesioner ordinal dalam hal ini Skala Likert 1-5. Populasinya adalah seluruh pegawai medis dan penunjang medis, sedangkan teknik pengambilan sampelnya adalah purposive sampling. Pengujian instrumen dilakukan melalui uji validitas dan reliabilitas. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis SEM-PLS dan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gaya Pengikut berpengaruh positif dan signifikan terhadap Motivasi Kerja dan Keseimbangan Kehidupan Kerja, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja dan keseimbangan kehidupan kerja, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Keseimbangan Kehidupan Kerja dan Motivasi Kerja secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Motivasi Kerja berperan memediasi pengaruh Gaya Pengikut terhadap Kinerja Karyawan, serta pengaruh Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan. Begitu pula dengan Keseimbangan Kehidupan Kerja yang memediasi pengaruh Follower Style terhadap Kinerja Karyawan, serta pengaruh Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan.
Determinan Perceived Organizational Support (POS) Tenaga Kesehatan Pada Masa Pandemi: Literature Review Kaoline Eki Maharani Putri Efendi; Nyoman Anita Damayanti
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.29452

Abstract

Pandemi COVID-19 menyebabkan perubahan situasi di berbagai sektor, salah satunya fasilitas kesehatan. Perubahan ini menyebabkan perubahan kinerja pada tenaga kesehatan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja yaitu perceived organizational support (POS). Perceived organizational support (POS) merupakan persepsi karyawan dimana mereka menganggap organisasi peduli dengan kesejahteraannya dan menghargai kontribusinya kepada organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor yang berpengaruh terhadap POS. Penelitian ini menggunakan metode literature review. Literatur didapatkan dari database Pubmed dan Google Scholar, untuk periode 2020 hingga 2023 Jumlah literatur yang dianalisis sebanyak 9 literatur. Hasil yang ditemukan berdasarkan analisis literatur yaitu faktor dukungan manajerial, role stressor, tindakan atau kebijakan organisasi dalam pengendalian infeksi COVID-19 pada tempat kerja, dan praktik HRM berupa karakteristik pekerjaan, pelatihan, penilaian kinerja, pengembangan karir, kompensasi berpengaruh terhadap POS tenaga kesehatan. selain itu faktor demografi seperti usia, jenis kelamin, pengalaman kerja, dan jenis pekerjaan juga berpengaruh terhadap POS. Manajer diharapkan dapat mengembangkan rasa dukungan organisasi yang tersedia pada tenaga kesehatan.
Hubungan Mutu Pelayanan Kesehatan Dengan Kepuasan Pasien Antonius Rino Vanchapo; Denis Farida; Maria Sambriong; Alpian Jayadi; Antonia Helena Hamu
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.29468

Abstract

The quality of health services is health services that can satisfy every user of health services that is in sync with the level of satisfaction of the average population and the implementation is in accordance with professional standards and ethical codes. Service quality and patient satisfaction are the two most important things in hospital services. This literature review aims to determine the relationship between the quality of health services and the satisfaction of inpatients. This type of research is literature review research, the articles used were obtained from PUBMED and Google Scholar with articles published starting from 2018-2022. The number of journal articles was 8 articles analyzed. The results showed that there was a relationship between the quality of health services (asscurance, empathy, responsiveness, tangible and reliability) with inpatient satisfaction at the hospital. It can be concluded that satisfaction is a level of patient feeling that arises as a result of the service performance that is obtained after the patient compares it with what he expects. If the patient is dissatisfied with the nursing services provided, he will not seek the service or accept it, even though the service is available, practically obtainable and reachable

Page 74 of 242 | Total Record : 2415