cover
Contact Name
Irika Widiasanti
Contact Email
irika@unj.ac.id
Phone
+6281578300565
Journal Mail Official
jurnalmenara@unj.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Sipil - UNJ Jl Rawamangun Muka Jakarta Timur 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Menara: Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 19074360     EISSN : 26225549     DOI : https://doi.org/10.21009/jmenara
Core Subject : Engineering,
Jurnal Menara ditujukan kepada semua akademisi dan praktisi di bidang Teknik Sipil. Dengan adanya Jurnal Menara ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan keilmuan bidang Teknik Sipil dalam arti dapat memberikan pencerahan berpikir bagi yang ikut berpartisipasi aktif di dalamnya. Cakupan Jurnal Menara meliputi hasil penelitian eksperimental, penelitian kualitatif, penelitian kuantitatif, dan penelitian pengembangan serta kajian ilmiah berupa studi literatur yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan membangun inovasi dalam bidang Teknik Sipil
Articles 235 Documents
ANALISIS KECENDERUNGAN BIAYA KUDA-KUDA KAYU DITINJAU DARI PANJANG BENTANG Irika Widiasanti
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 1 No 2 (2006): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.135 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v1i2.7864

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari kecenderungan (trend) biaya pembuatan kuda-kuda atap pelana dengan struktur kayu. Sehingga dapat diperkirakan biaya pembuatan kuda-kuda rangka kayu untuk berbagai panjang bentang.Biaya pembuatan rangka kuda-kuda dengan material kayu dengan bentang 9 m adalah Rp. 4.580.400,- , 12 m adalah Rp. 5.862.912,- , bentang 15 m adalah Rp. 7.695.072,- dan bentang 18 m Rp. 10.260.096,-. Kecenderungan (trend) yang diperoleh adalah y = 320628x2 + 283985x + 4E+06
RINGKASAN HASIL PENELITIAN TENTANG BOND STRENGTH BATA / MORTAR DI AUSTRALIA DAN BRAZIL Irza Ahmad
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 1 No 2 (2006): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.129 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v1i2.7865

Abstract

Meningkatkan ikatan (Bond) antara bata dan mortar sangatlah penting. Hal ini dapat meningkatkan kekuatan pasangan dinding terutama bila terjadi gaya geser seperti gempa. Oleh sebab itu beberapa peneliti melakukan penelitian tentang ikatan (Bond) antara bata dan mortar dengan bermacam-macam variabel yang diberikan, misalnya pengaruh daya hisap air, cara pemasangan bata dan lain-lain, hasil penelitian tersebut dari beberapa penelitian yang berbentuk ringkasan.
PENGALIRAN AIR LIMBAH DI DAERAH PEMUKIMAN Henita Rahmayanti
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 1 No 2 (2006): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.51 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v1i2.7867

Abstract

Dalam kegiatan manusia selalu akan menghasilkan limbah baik berupa limbah cair maupun padat, tentunya perlu pengelolaan yang baik agar tidak berakibat tidak baik bagi lingkungan.Pengaliran air limbah di daerah pemukiman mutlak diperlukan, dalam pengelolaan yang diupayakan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan ketentuan yang ada agar kualitas kesehatan lingkungan pemukinan dapat dipenuhi.
FAKTOR KENDALA PENERAPAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN PADA PERENCANAAN TEKNIS PEKERJAAN JALAN DI INDONESIA Adhi Purnomo; Subaiha Kipli
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 2 No 1 (2007): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.039 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v2i1.7872

Abstract

Dalam rangka tercapainya tujuan pembangunan di Indonesia yaitu pembangunan yangberwawasan lingkungan dan berkelanjutan maka pembangunan haruslah memenuhipersyaratan lingkungan. Sesuai dengan ketentuan dalam peraturan perundangan yangberlaku, kegiatan pembangunan jalan yang menimbulkan dampak besar dan pentingterhadap lingkungan hidup, wajib dilengkapi Analisa Mengenai Dampak Lingkungan(AMDAL). Sedangkan untuk kegiatan yang tidak menimbulkan dampak besar dan penting,perlu dilengkapi dengan dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL)/ UpayaPemantauan Lingkungan (UPL) (PP No. 27/ 1999). Pengalaman selama ini menunjukkan bahwa khususnya pada proyek perbantuan programloan EIRTP umumnya pelaksanaan pengelolaan lingkungan pekerjaan jalan pada saatpelaksanaan konstruksi fisik tidak/kurang dapat diterapkan dengan baik sesuai dengandokumen lingkungan yang telah ditetapkan. Hal ini terjadi karena pengelolaan lingkunganhidup yang dikemukakan dalam dokumen lingkungan tersebut tidak dijabarkan pada tahapperencanaan teknis. Dari hasil penelitian menyimpulkan bahwa ada 5 faktor utama yang sangat mempengaruhikendala yaitu tidak adanya sanksi yang tegas, kurang terlaksananya supremasi hukum olehaparat pemerintah dalam hal penerapan peraturan lingkungan hidup, kekurangpahamanpihak yang mengawasi pekerjaan konsultan perencana, kurang pedulinya perencana sertabelum maksimalnya koordinasi antara bagian perencanaan dengan bagian yang menanganilingkungn baik di tingkat pusat maupun daerah.
PEMANFAATAN KAYU SEBAGAI BAHAN STRUKTUR BANGUNAN Arief Saefudin
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 2 No 1 (2007): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (970.017 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v2i1.7873

Abstract

Upaya penanaman kembali hutan-hutan yang gundul sudah dilakukan berbagai fihak, baikpemegang HPH maupun pemerintah melalui pemilihan bibit-bibit pohon denganpertumbuhan amat cepat yang akan dimanfaatkan kayunya. Jenis-jenis kayu cepat tumbuhdapat ditanam di Indonesia melalui program Hutan Tanaman Industri dengan tujuan untukmenyediakan bahan baku industri pulp dan kertas. Jenis-jenis kayu tersebut antara lainadalah pinus, agathis, kayu sengon, acacia mangium, kayu afrika dan karet. Sedangkankayu-kayu yang umum digunakan sebagai bahan struktur dan konstruksi adalah kayuborneo, meranti dan kapur. Dalam penelitian ini digunakan kayu berukuran 60 x 120 x 3.000mm sebanyak 528 batang kayu cepat tumbuh dan 566 batang kayu yang umum digunakandalam konstruksi bangunan. Pada setiap batang dilakukan pengukuran kerapatan, penilaiancacat-cacat untuk menentukan mutu visual kayu, pengukuran modulus elastisitas lenturmuka lebar dengan alat Panter MPK-3 dan pengujian lentur mutlak skala penuh denganthird point loading pada posisi muka lebar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kayu-kayu cepat tumbuh dapat dimanfaatkan untukstruktur dengan sebaran kekuatan yang relatif sama dengan jenis-jenis yang umumdigunakan untuk struktur bangunan di negara sub-tropis. Untuk mengefisiensikanpenggunaan kayu-kayu tersebut secara struktural, sebaiknya diterapkan pemilahan kayusecara masinal dengan pendugaan melalui pengukuran modulus elastisitas. Kelas-kelaskekuatan untuk masing-masing jenis kayu telah tersedia, namun bila jenis kayu tidak dapatdiketahui sebaiknya digunakan kelas kekuatan untuk kelompok kayu yang tidak diketahuijenisnya karena pendugaannya relatif aman. Tujuan awal penanaman kayu cepat tumbuhadalah untuk bahan pulp dan kertas, ternyata dapat juga dimanfaatkan sebagai bahanstruktur bangunan namun harus didukung dengan penerapan teknologi pemilahan kayusecara masinal, pengeringan dan pengawetan kayu.
HUBUNGAN ANTARA PEMBEBANAN DENGAN PENURUNAN (DISPLECEMENT) BATA MERAH PEJAL DILIHAT DARI POSISI PEMBAKARANNYA Irvin Devanty; Irza Ahmad; Daryati Sr
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 2 No 1 (2007): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.909 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v2i1.7874

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar perbedaan nilai penurunan(displacement) yang terjadi pada bata merah pejal posisi pembakaran atas, tengah danbawah jika diberi gaya lateral. Batu bata diambil dari Lemah Abang, Cikarang. Metode yangdigunakan adalah metode eksperimen. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium balaiPenelitian Bahan Dinas perindustrian DKI Jakarta, di Jl. Let. Jend. Suprapto, CempakaPutih, Jakarta Pusat. Tahapan penelitian. Statistik yang digunakan adalah analisa Lillieforsuntuk normalitas data, analisa Bartlett untuk homogenitas data dan ANAVA untukmenghitung perbedaan penurunan di antara tiap kelompok batu bata merah
KAPUR SEBAGAI BAHAN TAMBAH UNTUK BETON NORMAL Tri Mulyono
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 2 No 1 (2007): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.954 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v2i1.7875

Abstract

Penelitian ini berdasarkan standar nasional Indonesia (SNI 03-2834-1993) “Tata CaraPembuatan Rencana Campuran Beton Normal”, proporsi kapur sebagai bahan tambah yangdisubstitusikan dalam semen untuk beton normal dimulai dari prosentase 10% kapur sampai70% kapur dalam berat. Hasil uji tekan dilakukan untuk beton menggunakan silinder umur28 hari. Data di analisis menggunakan silinder dan untuk kubus dilakukan konversi menjadisilinder. Hasil uji dan analisa penelitian dengan data yang terdistribusi normal dan homogenmemberikan hal sebagai berikut: (a) hasil uji untuk variasi kapur yang berbeda akanmenghasilkan dan berpengaruh terhadap kemudahan pekerjaan, dimana semakin besarpenambahan kapur akan menurunkan tingkat kemudahan pekerjaan. (b) penambahankapur tidak berpengaruh terhadap berat isi beton keras (c) rata-rata berat jenis yangdihasilkan sebesar 2330 kg/m3. (d) Komposisi optimal dari kapur sebesar 19% ditambahkansebagai substitusi semen menghasilkan nilai kekuatan tekan sebesar 22.3 Mpa.
PENGARUH PENAMBAHAN WAKTU PENGADUKAN TERHADAP NILAI SLUMP DAN KUAT TEKAN BETON Prihantono ST
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 2 No 1 (2007): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.479 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v2i1.7876

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan waktu pengadukanterhadap kuat tekan beton dengan beton rancangan campuran fc’ 22,5 MPa. dengan variasipengadukan standar, +10 menit, +20 menit +30 menit +40 menit +50 menit, +60 menit,+70menit, +80menit, dan +90menit terhadap kuat tekan beton.Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Uji Bahan PT Jaya Readymix Jakarta pada bulanMei-September 2008 dengan metode eksperimen sesuai dengan Standar NasionalIndonesia (SNI) .Berdasarkan hasil analisa rata-rata hitung, diketahui bahwa terdapat pengaruh yangsignifikan antara penambahan waktu pengadukan terhadap kuat tekan beton. Rata-rata kuattekan tertinggi terdapat pada beton dengan pengadukan standar yaitu 32,08 MPa. Danterendah terdapat pada beton dengan penambahan waku pengadukan selama 80 menityaitu 23,05 MPa.Rata-rata kuat tekan beton cenderung menurun seiring dengan penambahan waktupengadukan, ini menunjukan bahwa semakin lama beton mengalami pengadukan semakinrendah kuat tekannya. Dan rata-rata penurunan kuat tekan sebesar 14,26%.Dari hasil pengujian nilai slump yang didapat memiliki kecenderungan negatif. Dan rata-ratapenurunan nilai slumpnya adalah 1,28 cm.
PENGAWETAN BEBERAPA JENIS KAYU DENGAN PROSES RENDAMAN DINGIN Gina Bachtiar
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 2 No 1 (2007): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.596 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v2i1.7877

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui retensi dan penetrasiempat kayu komersial Indonesia, yaitu meranti merah, kempas, mindi danjaran, yang diawetkan dengan proses cold dipping menggunakan 7% air yang ditanggungpengawet (Impralit CKB) dengan durasi 7 hari.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata retensi, dan boron danpenetrasi tembaga dari spesies-spesies di atas selanjutnya adalah meranti (6,44kg / m3; 44,65%; 0%,), kempas (6,56 kg / m3; 53,04%; 21,21%), mindi (4,06kg / m3; 61,25%; 47,92%) dan jaran (16,71 kg / m3; 70,21%; 75,76%). Inimenunjukkan bahwa kayu jaran yang diawetkan dengan celupan dingin dapat digunakan untuk outdoorkonstruksi, sementara kempas dan mindi yang dirawat dengan perendaman dingin dapat digunakanuntuk konstruksi yang digunakan di bawah atap tanpa kontak tanah. Meranti merahtreatability sangat resisten, jadi harus diawetkan dengan metode lain.
TATA GUNA LAHAN DALAM PEMBANGUNAN PERUMAHAN Arief Saefudin
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 2 No 2 (2007): Menara: Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.321 KB) | DOI: 10.21009/jmenara.v2i2.7878

Abstract

Dalam pembangunan perumahan khususnya dalam skala kuantitas maksimal, kitasering dihadapi oleh berbagai masalah, yang salah satunya adalah perubahan ekosistemdari yang alamiah menjadi kondisi yang baru/ tidak alamiah. Selain itu juga terjadiperubahan pada indek konservasi lahan, yaitu suatu koefisien yang menunjukkankemampuan suatu wilayah atau lahan untuk menyerap air hujan yang jatuh ke permukaantanah menjadi imbuhan air tanah.Permasalahan ini kadangkala terjadi akibat adanya upaya mengambil jalan pintasuntuk menangkap peluang pasar yang tidak diikuti oleh kesadaran akan bahaya perubahantataguna lahan dan tidak siapnya aspek pengelolaan kawasan yang ada. Perubahan iniditandai dengan banjir pada musim hujan serta terganggunya kelestarian air tanah sebagaiakibat dari tataguna lahan yang tidak terkendali.Pengendalian indek konservasi lahan dalam pembangunan perumahan, tentunyaperlu direncanakan sedemikian rupa dan secara seksama, agar keberadaannya tidakmerubah ekosistem secara radikal dari kondisi alami.

Page 3 of 24 | Total Record : 235


Filter by Year

2006 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 1 (2026): Menara : Jurnal Teknik Sipil Vol. 20 No. 2 (2025): Menara : Jurnal Teknik Sipil Vol. 20 No. 1 (2025): Menara : Jurnal Teknik Sipil Vol. 19 No. 2 (2024): Menara : Jurnal Teknik Sipil Vol. 19 No. 1 (2024): Menara : Jurnal Teknik Sipil Vol. 18 No. 2 (2023): Menara : Jurnal Teknik Sipil Vol. 18 No. 1 (2023): Menara : Jurnal Teknik Sipil Vol. 17 No. 2 (2022): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol. 17 No. 1 (2022): Menara : Jurnal Teknik Sipil Vol 16 No 2 (2021): Menara : Jurnal Teknik Sipil Vol 16 No 1 (2021): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 15 No 2 (2020): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 15 No 1 (2020): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 14 No 2 (2019): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 14 No 1 (2019): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 13 No 2 (2018): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 13 No 1 (2018): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 12 No 1 (2017): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 11 No 1 (2016): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 9 No 2 (2014): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 8 No 1 (2013): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 2 (2012): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 7 No 1 (2012): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 6 No 2 (2011): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 6 No 1 (2011): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 5 No 2 (2010): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 5 No 1 (2010): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 4 No 2 (2009): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 4 No 1 (2009): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 3 No 2 (2008): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 3 No 1 (2008): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 2 No 2 (2007): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 2 No 1 (2007): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 1 No 2 (2006): Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol 1 No 1 (2006): Menara: Jurnal Teknik Sipil More Issue