cover
Contact Name
Nur Wahidin Ashari
Contact Email
nurwahidin_pmath@uncp.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
nurwahidin_pmath@uncp.ac.id
Editorial Address
Jalan Latammacelling No. 9 B Kota Palopo
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika
ISSN : 26158132     EISSN : 26157667     DOI : 10.30605/proximal
Core Subject : Education,
Proximal publishes research results, literature studies, and scientific papers on mathematics and mathematics education. Published scientific studies include Mathematics Teaching, Development of Mathematics Education, Mathematical Sciences, Applied Mathematics, Actuarial Mathematics, and related fields.
Articles 728 Documents
Matematika Sebagai Penemuan: Perspektif Platonisme Dan Implikasinya Dalam Pembelajaran Matematika Nur Wahidin Ashari
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 Nomor 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/proximal.v8i4.8951

Abstract

Artikel ini mengkaji pandangan Platonisme dalam filsafat matematika serta implikasinya terhadap pembelajaran matematika. Kajian berangkat dari persoalan ontologis mengenai status keberadaan objek-objek matematika, apakah merupakan ciptaan manusia atau realitas objektif yang telah ada secara independen. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi konseptual-filosofis melalui analisis literatur primer dan sekunder yang relevan dengan filsafat matematika, khususnya Platonisme. Hasil kajian menunjukkan bahwa Platonisme memandang objek matematika sebagai entitas abstrak yang bersifat universal, abadi, dan independen dari pikiran manusia. Pandangan ini memberikan implikasi pedagogis yang signifikan, yaitu mendorong pembelajaran berbasis eksplorasi, pengembangan apresiasi terhadap kedalaman dan keindahan matematika, penumbuhan rasa kagum terhadap keteraturan alam semesta, penguatan kemampuan berpikir kritis, serta pengembangan koneksi filosofis dalam proses belajar. Selain itu, relevansi Platonisme masih terlihat dalam praktik matematika modern melalui kemampuannya menjelaskan objektivitas matematika dan efektivitasnya dalam memahami fenomena alam. Dengan demikian, integrasi perspektif Platonisme dalam pembelajaran matematika dapat memperkaya landasan filosofis pendidikan matematika dan mendukung pembentukan peserta didik yang berpikir kritis, reflektif, serta mampu menghargai kebenaran dan keindahan pengetahuan matematis.
Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Menggunakan LKPD Berbasis Etnomatematika Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 4 Lembang Jeranah Jeranah; Asdar Asdar
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 Nomor 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/proximal.v8i4.8952

Abstract

Rendahnya hasil belajar matematika siswa serta kurangnya keterkaitan pembelajaran dengan konteks budaya lokal menjadi tantangan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembelajaran yang mampu menghubungkan konsep matematika dengan pengalaman nyata siswa melalui pendekatan etnomatematika. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematis siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Lembang melalui penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis etnomatematika. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas empat pertemuan. Instrumen penelitian meliputi tes hasil belajar matematika, angket respons siswa, dan lembar observasi pelaksanaan pembelajaran. Data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif yang didukung oleh dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan LKPD berbasis etnomatematika mampu meningkatkan hasil belajar matematis siswa. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 67,28 pada siklus I menjadi 80,36 pada siklus II. Tingkat ketuntasan belajar juga mengalami peningkatan dari 36% menjadi 88%. Selain itu, standar deviasi menurun dari 9,83 menjadi 5,35 yang menunjukkan hasil belajar siswa semakin merata. Temuan ini mengindikasikan bahwa pembelajaran yang mengintegrasikan unsur budaya lokal dapat meningkatkan pemahaman konsep, motivasi, dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Dampak penelitian ini menunjukkan bahwa LKPD berbasis etnomatematika tidak hanya meningkatkan hasil belajar matematika, tetapi juga menumbuhkan apresiasi terhadap budaya lokal dan menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna. Oleh karena itu, guru disarankan untuk mengembangkan bahan ajar berbasis etnomatematika pada berbagai materi matematika, serta diperlukan penelitian lanjutan pada jenjang dan konteks budaya yang berbeda untuk memperluas penerapan dan validitas temuan.
Kajian Pembelajaran Geometri di SMP: Hambatan Belajar, Inovasi Pembelajaran, dan Prospek Penelitian Nur Wahidin Ashari
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/proximal.v9i2.8955

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pembelajaran geometri di SMP yang ditinjau dari hambatan belajar, inovasi pembelajaran, dan prospek penelitian di masa depan. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah yang relevan, seperti jurnal bereputasi, buku, dan hasil penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa siswa masih mengalami berbagai hambatan belajar, yaitu hambatan ontogenik, epistemologis, dan didaktis, yang menyebabkan rendahnya pemahaman konsep geometri, khususnya pada materi bangun datar. Selain itu, pembelajaran geometri di SMP masih didominasi pendekatan prosedural sehingga kurang menekankan pemahaman konseptual dan penalaran matematis siswa. Di sisi lain, berbagai inovasi pembelajaran seperti model Problem Posing, pendekatan Van Hiele, penggunaan media GeoGebra, serta integrasi etnomatematika terbukti dapat meningkatkan pemahaman dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Kajian ini juga menunjukkan bahwa asesmen pembelajaran masih berfokus pada hasil akhir, sehingga belum sepenuhnya mengukur proses berpikir siswa. Oleh karena itu, diperlukan transformasi pembelajaran geometri yang lebih kontekstual, inovatif, dan berorientasi pada pengembangan berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan strategi pembelajaran geometri yang lebih efektif di tingkat SMP.
Geometry And Algebra In Traditional Sabu Ei Ledo Ikat Weaving Motifs Ja'faruddin Ja'faruddin; Alimuddin Tampa; St. Hasna Nurfitriani; Sry Lobo
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/proximal.v9i2.8959

Abstract

Penelitian ini mengkaji struktur geometri dan aljabar yang terkandung dalam kain tenun tradisional Ei Ledo milik klan Hubi Iki di Pulau Sabu, Nusa Tenggara Timur, melalui perspektif Ethnomathematics. Kajian mengenai tenun tradisional selama ini umumnya lebih berfokus pada aspek simbolik budaya dan nilai estetika, sementara analisis terhadap rasionalitas matematis dan struktur komputasional yang mendasari praktik menenun masih relatif terbatas. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi kualitatif yang dipadukan dengan analisis geometri, pemodelan aljabar, dan interpretasi grup simetri untuk mengidentifikasi pola-pola matematis pada motif dan proses produksi tenun. Hasil penelitian menunjukkan adanya penerapan algoritma tradisional “Mane” dengan rasio presisi satu kaki terhadap empat urat benang dengan total 144 urat benang, serta penggunaan logika Boolean dalam proses pewarnaan. Secara matematis, motif zig-zag dimodelkan sebagai fungsi periodik linear yang menyerupai gelombang segitiga, sedangkan motif lengkung “Hebe” menunjukkan karakteristik kurva polinomial berderajat tinggi. Selain itu, analisis struktur aljabar memperlihatkan bahwa motif mikro mengikuti grup simetri C2v yang menghasilkan efisiensi kognitif penenun sebesar sekitar 75% dalam proses produksi. Temuan ini membuktikan adanya penalaran matematis tingkat tinggi, komputasi mental iteratif, dan optimasi spasial dalam praktik tenun tradisional masyarakat Sabu meskipun tanpa penggunaan alat ukur modern. Penelitian ini berkontribusi terhadap pengembangan teori etnomatematika, pembelajaran matematika berbasis budaya, serta pendekatan interdisipliner yang menghubungkan pengetahuan lokal dengan pemodelan matematika kontemporer.
Mathematical Structures In The Traditional Wind Instrument Suling Pompang Of Mamasa Ja'faruddin Ja'faruddin; Alimuddin Tampa; Nani Riyanti; Nur Haeni
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/proximal.v9i2.8961

Abstract

Penelitian ini mengkaji etnomatematika pada Suling Pompang dari Kabupaten Mamasa dengan mengintegrasikan analisis geometri dan pemodelan akustik matematis. Selain berfungsi sebagai alat musik tradisional, Suling Pompang merepresentasikan kearifan lokal yang mengandung prinsip-prinsip matematika secara implisit. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi konsep geometri yang terdapat pada Suling Pompang; (2) menentukan parameter model akustik Joly ( , , , dan ) berdasarkan dimensi fisik suling; (3) menghitung spektrum frekuensi resonansi pada setiap konfigurasi lubang; dan (4) menganalisis deviasi harmonisitas nada atas yang dihasilkan. Penelitian menggunakan pendekatan etnomatematika eksploratif yang dipadukan dengan analisis kuantitatif menggunakan model akustik Joly. Data diperoleh melalui observasi, dokumentasi, dan pengukuran langsung dimensi fisik instrumen menggunakan penggaris dan jangka sorong. Analisis data dilakukan melalui identifikasi bentuk geometri dan perhitungan spektrum frekuensi resonansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Suling Pompang merepresentasikan bangun ruang tabung dengan volume sebesar 77,715 cm³ dan luas permukaan 210,77 cm², sedangkan lubang-lubangnya berbentuk lingkaran. Parameter model Joly yang diperoleh adalah cm, , , dan . Spektrum frekuensi resonansi menghasilkan rentang nada dasar 310–437 Hz dengan deviasi harmonisitas yang signifikan pada lubang yang berada dekat lubang tiup, mencapai −49,8 sen. Temuan ini menunjukkan bahwa para pengrajin tradisional telah menerapkan prinsip-prinsip geometri dan akustik secara empiris dalam proses konstruksi instrumen. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian Etnomatematika melalui dokumentasi pengetahuan matematika lokal serta menegaskan potensi Suling Pompang sebagai sumber pembelajaran matematika kontekstual berbasis budaya.
Mengungkap Proses Berpikir Matematis Melalui Analogical Thinking Dalam Menyelesaikan Masalah Kubus Dan Balok: Studi Deskriptif Pada Siswa Smp Berkemampuan Tinggi Nur Wahidin Ashari
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/proximal.v9i2.9000

Abstract

Kemampuan analogical thinking merupakan salah satu aspek penting dalam berpikir matematis yang memungkinkan siswa menghubungkan pengetahuan yang telah dimiliki dengan permasalahan baru yang dihadapi. Namun, masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam membangun hubungan antara masalah sumber dan masalah target sehingga proses transfer pengetahuan belum berlangsung secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir matematis melalui analogical thinking siswa berkemampuan tinggi dalam menyelesaikan masalah kubus dan balok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah seorang siswa kelas VIII yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan hasil tes analogical thinking dan kemampuan mengomunikasikan proses berpikirnya. Data penelitian diperoleh melalui tes analogical thinking dan wawancara semi-terstruktur. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek berkemampuan tinggi mampu memenuhi seluruh indikator analogical thinking, yaitu encoding, inferring, mapping, dan applying. Pada tahap encoding, subjek mampu mengidentifikasi masalah sumber dan masalah target dengan tepat. Pada tahap inferring, subjek mampu menemukan hubungan matematis yang relevan pada masalah sumber. Pada tahap mapping, subjek mampu menghubungkan kesamaan struktur antara masalah sumber dan masalah target secara tepat. Selanjutnya, pada tahap applying, subjek mampu menerapkan hubungan yang telah ditemukan untuk menyelesaikan masalah target dengan benar. Temuan ini menunjukkan bahwa siswa berkemampuan tinggi memiliki kemampuan transfer pengetahuan yang baik sehingga mampu menggunakan analogi secara efektif dalam menyelesaikan masalah matematika.
Implementasi Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Matematika di Sekolah Menengah Pertama Sabri; Nurul Hakim Lamaranginang; Ahmad Talib
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/proximal.v9i2.9043

Abstract

Pendidikan karakter diperkuat oleh pemerintah melalui integrasi ke dalam berbagi mata pelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya guru mengintegrasikan nilai-nilai karakter ke dalam proses pembelajaran matematika pada kelas VIII SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang bersifat deskriptif. Subjek pada penelitian ini adalah seorang guru matematika kelas VIII SMP. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, dokumentasi, dan wawancara. Selanjutnya, data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan model interaktif pada saat mengkondensasi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru telah mengimplementasikan pendidikan karakter pada: (1) tahap perencanaan yang mencakup penyusunan silabus dan rencana pembelajaran; (2) tahap pelaksanaan pembelajaran yang mencakup kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup; dan (3) tahap evaluasi yang mencakup penilaian pada aspek sikap siswa, aspek pengetahuan siswa, dan keterampilan.
Efektivitas Penggunaan Video Animasi Dalam Pembelajaran Matematika di Sekolah Menengah Pertama Sabri; Fathimah Zahra Ar-Rosyidah Asy-Syarif; Maya Sari Wahyuni
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/proximal.v9i2.9062

Abstract

Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan menggunakan video animasi dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pretest-posttest nonrandomized control group design. Populasi penelitian siswa SMP Negeri 26 Makassar pada tahun ajaran 2025/2026. Sampel diambil dengan menggunakan teknik cluster random sampling dan diperoleh kelas eksperimen penelitian ini adalah kelas VIII.6 yang diberikan perlakuan menggunakan video animasi dalam pembelajaran matematika, kelas kontrol yaitu kelas VIII.7 dengan perlakuan yang tidak menggunakan video animasi dalam pembelajaran matematika. Data diolah dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan inferensial. Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa nilai rata-rata posttest siswa kelas eksperimen adalah 75,77 (kategori tinggi) dan nilai rata-rata posttest siswa kelas kontrol adalah 55,39 (kategori rendah). Hasil analisis statistik inferensial menunjukkan rata-rata n-gain hasil belajar siswa di kelas eksperimen berada pada kategori minimal sedang, rata-rata n-gain hasil belajar siswa di kelas eksperimen lebih tinggi dari rata-rata n-gain hasil belajar siswa di kelas kontrol, dan rata-rata respons siswa di kelas eksperimen lebih positif dari rata-rata respons siswa di kelas kontrol. Ini menunjukkan bahwa penggunaan video animasi efektif dalam pembelajaran matematika.