cover
Contact Name
Norsita Agustina
Contact Email
norsita.agustina@gmail.com
Phone
+6282240498865
Journal Mail Official
norsita.agustina@gmail.com
Editorial Address
Ruang Jurnal FKM Lt.3 Gedung C Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Jl. Adhyaksa No. 2 Kayutangi, Banjarmasin, Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 24424986     EISSN : 24424986     DOI : -
Core Subject : Health,
An-Nadaa adalah publikasi ilmiah sebagai wadah informasi di bidang kesehatan masyarakat berupa hasil penelitian orisinal dalam bahasa Indonesia atau Inggris yang mencakup rumpun ilmu : ? Administrasi Kebijakan Kesehatan ? Biostatistik dan Kependudukan ? Epidemiologi ? Gizi Kesmas ? Kesehatan Kerja ? Kesehatan Lingkungan ? KIA – Kesehatan Reproduksi ? Promosi Kesehatan
Articles 260 Documents
EFEK ANTIOKSIDAN EKSTRAK KELOPAK ROSELLA TERHADAP GLUKOSA DARAH TIKUS DIABETES MELLITUS TIPE 2 Novera Herdiani; Edza Aria Wikurendra
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 7, No 2 (2020): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v7i2.3321

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 ditandai oleh gangguan metabolik yaitu adanya penurunan respon jaringan periferal dalam merespon insulin. Kerusakan pada jaringan periferal diduga akibat dari adanya peningkatan radikal bebas didalam tubuh, yang merusak reseptor insulin atau transporter glukosa yang terdapat pada membran sel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pemberian antioksidan yang berasal dari ekstrak kelopak rosella terhadap penurunan glukosa darah tikus diabetes mellitus. Jenis penelitian eksperimental laboratorium. Metode yang dipakai (1) Pembuatan ekstrak kelopak rosella (2) Perlakuan pada tikus dengan ekstrak kelopak rosella pada kelompok perlakuan dengan dosis I (195 mg/200 g BB), dan dosis II (260 mg/200 g BB). Dosis pemberian diabetes mellitus 33 mg/200 g BB. Tikus menjadi 4 kelompok dengan cara random sampling yaitu kontrol negatif, kontrol positif, perlakuan pertama, dan kedua (3) Pengukuran kadar glukosa darah menggunakan blood glucose test meter. Data dianalisis Kruskal Wallis dan untuk melihat perbedaan tiap kelompok digunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak kelopak rosella dosis 260 mg/200 g BB berbeda nyata dengan kontrol positif nilai signifikansi p = 0,006 (p < 0,05). Ekstrak kelopak rosella dosis 195 mg/200 g BB tidak berbeda nyata dengan kontrol negatif nilai signifikansi p = 0,378 (p > 0,05). Kesimpulan pemberian ekstrak kelopak rosella mengandung antioksidan mampu menurunkan kadar glukosa darah tikus diabetes mellitus dan ekstrak kelopak rosella dosis 260 g/200 g BB lebih efektif.
Literatur Review : Hubungan Antara Kualitas Udara Ruang Dengan Gangguan Kesehatan Pada Pekerja Windy Cintya Dewi; Mursid Raharjo; Nur Endah Wahyuningsih
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 8, No 1 (2021): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v8i1.4815

Abstract

Udara merupakan komponen penting dalam kehidupan. Adanya peningkatan aktifitas manusia menyebabkan konsentrasi zat dalam udara meningkat. Gangguan kesehatan merupakan salah satu akibat yang ditimbulkan karena kualitas udara dalam ruang yang tidak memenuhi syarat kesehatan. Kualitas udara tersebut harus meliputi kualitas fisik, kimia dan biologi. Perkantoran adalah salah satu tempat kerja dan tidak terlepas dari  bahaya lingkungan kerja yang dapat mempengaruhi keselamatan dan kesehatan para karyawan di dalamnya. Penelitian ini merupakan literature review. Metode yang digunakan yaitu melakukan kajian terhadap penelitian yang masuk dalam kriteria untuk dilakukam review. Dari hasil pemilahan bahan terdapat tujuh artikel yang kemudian dibahas. Menurut National Intitute of Occupational Safety dan Health (NIOSH), penyebab timbulnya masalah kualitas udara dalam ruangan pada umumnya disebabkan oleh beberapa hal yaitu kurangnya ventilasi udara, adanya sumber kontaminan di dalam ruangan, kontaminan dari luar ruangan, mikroba, bahan material bangunan dan lain-lain. Gangguan kesehatan pada pekerja kaitanyya dengan kualitas udara dalam ruang dapat diakibatkan oleh beberapa factor diantaranya kondisi lingkungan dalam ruang (suhu ruangan, kelembaban dan aliran udara), konstruksi gedung dan perabot/furniture, proses dan alat –alat dalam gedung, ventilasi udara yang buruk dan status kesehatan pekerja serta factor psikososial/stress.Kata kunci : kualitas udara ruang, suhu, kelembaban, ventilasi, gangguan kesehatan.
Pengetahuan Keselamatan Berkendara, Masa Kerja Dan Peran Manajemen Dengan Perilaku Keselamatan Berkendara Pada Pengemudi Truk Bermuatan Semen Di PTEnergi Sukses Abadi Cilacap Machfudz Eko Arianto; Susan Feriana
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 8, No 1 (2021): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v8i1.3924

Abstract

Kecelakaan lalu lintas di jalan raya merupakan penyebab meninggal dunia kedua terbesar di dunia pada tahun 2013. Sedangkan di Indonesia kecelakaan lalu lintas pada kendaraan truk ditahun 2018 sebanyak 4487 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan keselamaatan berkendara, masa kerja dan peran manajemen dengan perilaku keselamatan berkendara pada pengemudi truk bermuatan semen di PT Energi Sukses Abadi Cilacap. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel yaitu 65 orang. teknik sampling adalah total sampling. Instrument menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan chi square. Hasil analisis menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku keselamatan berkendara pada pengemudi truk bermuatan semen (p=0,018 dan nilai RP=2,14 (95%: CI:1,21-3,77), Tidak ada hubungan yang signifikan antara masa kerja dengan perilaku keselamatan berkendara pada pengemudi truk bermuatan semen (p=0,754 dan nilai RP=1,18 (95%: CI:0,66-2,10), Tidak ada hubungan yang signifikan peran manajemen dengan perilaku keselamatan berkendara pada pengemudi truk bermuatan semen (p=0,847 dan nilai RP=1,15 (95%: CI:0,64-2,07). Kesimpulan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku keselamatan berkendara pada pengemudi truk bermuatan semen. Tidak ada hubungan yang signifikan antara masa kerja dan peran manajemen dengan perilaku keselamatan berkendara pada pengemudi truk bermuatan semen di PT Energi Sukses Abadi Cilacap.
KAWASAN TANPA ROKOK DI KOTA SEMARANG (STUDI OBSERVASIONAL PERDA KTR) Novia Handayani; Bagoes Widjanarko; Kusyogo Cahyo; Abdillah Ahsan; Dian Kusuma
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 7, No 2 (2020): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v7i2.3671

Abstract

Kota Semarang telah membuat Peraturan Daerah Kota Semarang Nomor 3 Tahun 2013 Tentang Kawasan Tanpa Rokok, namun berdasarkan Riskesdas 2018 proporsi merokok di dalam gedung/ruangan di Kota Semarang masih sangat tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan Kawasan Tanpa Rokok di Kota Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional. Pengambilan data dilakukan di 35 Kawasan Tanpa Rokok di Kota Semarang yang tersebar di 7 kawasan yang telah diatur dalam PERDA KTR. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masih ada 42,86% tempat yang tidak memasang tanda larangan merokok. Namun, seluruh kantor pemerintahan dan fasilitas pelayanan kesehatan telah memasang tanda larangan merokok (100%). Meskipun demikian, 80% tempat yang diobservasi masih ditemukan puntung rokok, 34,29% ditemukan bungkus rokok, 51,43% tercium bau asap rokok, 31,43% terdapat pegawai merokok, dan 42,86% terdapat pengunjung yang merokok. Enam kawasan masih ditemukan pegawai yang merokok di area KTR, baik di dalam ruangan, di dalam gedung, maupun di pos satpam di dalam pagar. Sebanyak 100% kawasan tempat umum dan 100% kawasan transportasi umum ditemukan bau asap rokok, puntung rokok, dan pengunjung yang merokok. Bungkus rokok masih ditemukan di seluruh kawasan (tujuh), dengan persentase tertinggi terdapat pada kantor pemerintahan (50%). Pelaksanaan PERDA KTR di Kota Semarang masih belum optimal. Diperlukan dukungan, komitmen, dan kerjasama berbagai pihak terutama kawasan yang telah diatur dalam PERDA tersebut. Penerapan sanksi dan pengawasan yang teratur oleh pemimpin kawasan diperlukan dalam menegakkan aturan demi kemaslahatan bersama.
Riwayat Pemberian ASI Ekslusif , Imunisasi dan Paritas dengan Status Gizi Baduta Yena Wineini Migang
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 8, No 1 (2021): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v8i1.4768

Abstract

Status gizi kurang pada baduta ditandai dengan badan kurus, kurangnya berat badan dibandingkan dengan usia, nilai z-score (-3 SD S.D<-2 SD). Status gizi kurang beresiko mengalami gizi buruk yang potensial meningkatkan morbiditas dan mortalitas.  Bertujuan menganalisa hubungan dan prevalensi ratio (PR) variabel riwayat pemberian ASI Ekslusif, imunisasi, dan paritas dengan status gizi baduta. Subyek penelitian 72 anak baduta usia 7-24 bulan dengan tehnik purposive sampling. Desain studi cross sectional, dengan uji chi-square. Hasil penelitian riwayat pemberian ASI Ekslusif berhubungan dengan status gizi baduta, nilai ρ (0,020<0,05), dan tidak ada hubungan riwayat imunisasi, paritas dan pendidikan ibu dengan status gizi baduta, dimana nilai ρ>0,05. Nilai PR 4,000 pada variable ASI ekslusif dengan status gizi baduta, artinya baduta yang tidak ASI ekslusif beresiko 4 kali lebih besar untuk mengalami status gizi kurang dibanding baduta yang mendapatkan ASI ekslusif.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU ORANGTUA DALAM MEMELIHARA KESEHATAN GIGI DENGAN KARIES GIGI PADA ANAK TAMAN KANAK KANAK Rasuna Ulfah; Naning Kisworo Utami
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 7, No 2 (2020): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v7i2.3927

Abstract

Karies merupakan suatu penyakit jaringan keras gigi, yaitu email, dentin dan sementum, yang disebabkan oleh aktifitas suatu jasad renik dalam suatu karbohidrat yang diragikan. Peran orangtua sangat diperlukan untuk membimbing anak dalam hal pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut, ini berarti pengetahuan dan perilaku orangtua dapat mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut anak prasekolah. Penelitian ini bertujuan ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan perilaku orangtua dengan karies gigi pada anak TK Pertiwi Simpang Empat Kabupaten Banjar. Penelitian ini bersifat analitik dengan rancangan cross sectional,dengan populasi penelitian seluruh anak di TK Pertiwi Simpang Empat Kabupaten Banjar. Sampel berjumlah 60 anak yang berusia 5 sampai 6 tahun. Data diambil dengan cara pemeriksaan karies gigi pada anak serta pembagian daftar pertanyaan (kuesioner) pada orangtua anak. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan orangtua dengan karies gigi anak yaitu 0,000 (p=0,000), dengan tingkat kemaknaan 5% (0,05) sehingga p<0,05 dan perilaku orangtua dengan karies gigi anak yaitu 0,000 (p=0,000), dengan tingkat kemaknaan 5% (0,05) sehingg a p<0,05. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan orangtua dengan karies gigi anak dan ada hubungan antara perilaku orangtua dengan karies gigi anak. Disarankan untuk dilakukan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada orang tua sehingga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam memelihara kesehatan gigi dan mulut.
PROMOSI KESEHATAN TENTANG PENGGUNAAN ALAS KAKI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SISWA SEKOLAH DASAR Tetti Solehati
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 7, No 2 (2020): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v7i2.3456

Abstract

Alas kaki merupakan alat pelindung kaki dari risiko masalah seperti penyakit cacingan, risiko terluka, infeksi luka, dan lain-lain. Siswa sekolah dasar (SD) rentan akan mengalami masalah akibat tidak menggunakan alas kaki saat bermain. Hal ini terjadi karena kurangnya pemahaman tentang manfaat penggunaan alas kaki, oleh karena itu diperlukan pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pemahaman mereka. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa SD sebelum dan setelah diberikan promosi kesehatan terkait penggunaan alas kaki. Desain penelitian menggunakan desain quasy eksperimen dengan rancangan one group pre-test dan post-test. Populasi penelitian ini adalah siswa-siswi kelas 4 SDN Cikeruh 02. Tehnik Pengambilan sampel total sampling berjumlah 31 orang. Semua siswa diberikan pre test sebelum dan post test setelah diberikan promosi kesehatan untuk mengukur tingkat pengetahuan siswa. Analisa data menggunakan analisa bivariat t test. Pengambilan data dilakukan pada bulan November 2019. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata tingkat pengetahuan responden 16 siswa (51.6%) berada pada katagori buruk. Setelah diberikan promosi kesehatan, mengalami peningkatan menjadi 25 siswa (80.6%) siswa berkategori  baik (p=0.002). Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa promosi kesehatan berpengaruh dalam meningkatkan tingkat pengetahuan terkait penggunaan alas kaki siswa SD. Sehingga disarankan  perlu adanya dukungan dari pihak sekolah serta orang tua untuk keberlanjutan program promosi kesehatan penggunaan alas kaki di sekolah.
Gambaran Praktik Kader Dalam Diagnosa Status Balita Stunting Di Desa Harjomulyo Silo Kabupaten Jember Dhyani Ayu Perwiraningrum; Agustina Endah Werdiharini; Dahlia Indah Amareta
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 8, No 1 (2021): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v8i1.4807

Abstract

Kecamatan Silo tercatat dalam laporan EPPGBM per Februari memiliki prevalensi stunting yang cukup tinggi, terutama pada cakupan wilayah puskesmas Silo II sebanyak 1269 balita hal ini dikuatkan oleh data laporan E-HDW (E-Health Development Worker) Kementerian Desa dan PDTT per Maret 2021 bahwa Kecamatan silo berada pada peringkat tertinggi di Jember sebesar 49%. Selama pandemi Covid 19, terdapat kecenderungan penurunan praktik kader dalam melakukan diagnosa stunting. Selama di lapangan, kader memiliki hambatan dalam melaksanakan kegiatan seperti tingkat pendidikan yang masih kurang dan belum mendapatkan pelatihan terhadap tugas sebagai kader secara maksimal, sehingga praktik pelaksanaan seringkali kurang tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran praktik kader dalam menentukan status balita stunting. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan data dengan stratified random sampling pada 40 kader di desa Harjomulyo. Hasil dan pembahasan yang didapatkan menunjukkan mayoritas kader melakukan praktik yang tepat meskipun masih ada beberapa praktik yang kurang tepat seperti praktek kader pada alat antropometri yaitu mencari alas bidang datar yang belum tepat (55%), serta praktek kader pada balita yaitu Memposisikan kaki tidak ditekuk dan lutut sejajar menyatu (55%) dan membaca ukuran setelah memposisikan balita (60%). Akan tetapi dalam melakukan praktik diagnosa stunting, kader mayoritas tidak tepat melakukan diagnosa stunting berdasarkan cut off -2 standar deviasi (57,5%), dimana anak stunting seharusnya ditentukan apabila pengukuran melebihi cut off tersebut.
Masalah Karies Gigi Dengan Kualitas Hidup Pada Anak Usia 5-7 Tahun Di Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan Bunga Nurwati; Darmawan Setijanto
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 8, No 1 (2021): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v8i1.4340

Abstract

Target pelayanan kesehatan gigi 2010 yang telah ditentukan oleh WHO antara lain 90% anak umur 5 tahun  bebas karies dan anak umur 12 tahun mempunyai tingkat keparahan kerusakan gigi sebesar 1 (satu) gigi. Secara nasional Indeks DMF-T pada tahun 2013 sebesar 4,6. Hal ini menunjukkan rerata kerusakan gigi pada penduduk indonesia 5 buah gigi perorang.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka karies gigi dengan kualitas hidup pada anak usia 5-7 tahun di Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi adalah seluruh anak usia 5-7 tahun di Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru. Sampel penelitian sebesar 138 anak usia 5-7 tahun. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner  ECOHIS dan pemeriksaan gigi geligi anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingginya angka karies gigi yang dialami anak usia 5-7 tahun sekitar 66,65 % dengan rerata def-t sebesar 9,05. Hasil pengukuran kuesioner ECOHIS diperoleh angka sekitar  44,2% anak yang mengalami karies gigi sering merasa kesulitan minum minuman panas atau dingin dan sekitar 27,5% anak tidak masuk sekolah atau tidak dititipkan di tempat penitipan. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa karies gigi pada anak dapat mengganggu kualitas hidup.
HUBUNGAN PENDIDIKAN, PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN TEMAN SEBAYA TERHADAP PARTISIPASI IBU BALITA KE POSYANDU DI KOTA BANJARMASIN Agus Jalpi; Achmad Rizal
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 7, No 2 (2020): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v7i2.3546

Abstract

Posyandu adalah pusat kegiatan masyarakat dalam upaya pelayanan kesehatan dan keluarga berencana. Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, dan untuk masyarakat dalam menyelanggarakan pembangunan kesehatan. Tujuan penelitian adalah mengetahui dan menganalisis partisipasi ibu balita dalam Kegiatan Posyandu kota Banjarmasin. Rancangan penelitian menggunakan survei analitik dengan  rancangan  Cross Sectional. Sampel diambil 3 bulan terakhir (Oktober – Desember 2018) yang datang ke posyandu yaitu sebanyak 100 responden. Analisis data menggunakan uji chi square test derajat kepercayaan 0,05. Hasil penelitian dengan uji statistik bahwa ada hubungan antara partisipasi ibu balita terhadap kegiatan posyandu di Kota Banjarmasin yaitu pendidikan tinggi diperoleh p-value = 0,000, pengetahuan ibu diperoleh p-value = 0,001, sedangkan dukungan teman sebaya diperoleh p-value = 0,004. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan membantu Puskesmas dan Dinas kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan, dan dukungan teman sebaya terhadap partisipasi ibu ke posyandu. Diharapkan kepada ibu yang mempunyai balita mencari informasi kesehatan dan aktif berpartisipasi ke Posyandu di kota Banjarmasin serta supaya dapat memantau tumbuh kembang anak balita.

Page 11 of 26 | Total Record : 260