cover
Contact Name
Dede Salim Nahdi
Contact Email
educatio@unma.ac.id
Phone
+6285224977367
Journal Mail Official
educatio@unma.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Majalengka Jl. KH. Abdul Halim No. 103 Majalengka 45418
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Educatio FKIP UNMA
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 24599522     EISSN : 25486756     DOI : http://dx.doi.org/10.31949/educatio
Core Subject : Education,
Education curriculum, instruction, learning, policy, preparation of teachers, Learning Media, Development Subject of Education, and Management of Education
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol. 11 No. 2 (2025)" : 16 Documents clear
Peran Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Desa Wisata Sumberbulu Karanganyar Ubaidulloh, Ervin Muhammad; Purwanto, Danang
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v11i2.12617

Abstract

Destinasi pariwisata merupakan salah satu sektor yang selalu diminati oleh masyarakat, terutama desa wisata yang sedang dalam tren saat ini. Desa wisata Sumberbulu terbentuk berawal dari adanya inisatif masyarakat yang kemudian membentuk kelompok dengan tingkat partisipasi yang tinggi. Partisipasi masyarakat Desa Sumberbulu menciptakan sebuah desa wisata yang berkembang pesat sehingga masuk nominasi sebagai desa wisata dengan edukasi terbaik di Indonesia dalam kategori Souvenir tahun 2021. Inti dari masalah dalam penelitian ini yaitu peran partisipasi masyarakat dalam pengembangan desa wisata Sumberbulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dimana peneliti berupaya untuk memahami fenomena sosial dari subyek penelitian secara menyeluruh dan dijelaskan dalam bentuk deskripsi kata-kata ataupun kalimat yang jelas menggunakan metode ilmiah (Moleong, 2017). Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan model analisis kualitatif menggunakan model Miles, Huberman dan Saldana yakni dengan cara (1) Pengumpulan Data, (2) Kondensasi Data, (3) Penyajian Data, dan (4) Penarikan Kesimpulan. Teknik Pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat desa Sumberbulu dalam pengembangan Desa Wisata Sumberbulu dinilai sangat baik. Hal tersebut dapat dilihat dari tingkat antusias masyarakat dan keikutsertaan mulai dari golongan pemuda, ibu-ibu, maupun bapak-bapak dalam setiap program yang dijalankan untuk pengembangan desa wisata Sumberbulu Karanganyar.
Integrasi Nilai Akhlak dalam Pendidikan Islam sebagai Solusi Efektif Mencegah Bullying di Kalangan Pelajar Ardyanti, Yefi; Saefurridjal, Achmad; Mirza, Iskandar
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v11i2.12721

Abstract

Fenomena bullying di kalangan pelajar di Indonesia semakin mengkhawatirkan, meskipun nilai-nilai moral dalam ajaran Islam seperti kasih sayang, toleransi dan keadilan telah diajarkan. Ironisnya kasus bullying kerap terjadi bahkan di sekolah berbasis Islam, ini menunjukkan adanya kesenjangan antara pemahaman teori dan praktik nilai-nilai tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur mendalam untuk menggali peran pendidikan akhlak dalam Al-Qur’an sebagai solusi terhadap bullying. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor eksternal seperti tekanan teman sebaya, lingkungan sosial yang tidak kondusif, dan kurangnya keteladanan dari orang tua serta pendidik melemahkan penghayatan nilai-nilai akhlak. Pendidikan akhlak yang terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari diperlukan untuk membentuk karakter yang kokoh dalam menghadapi tantangan sosial. Selain itu, pendekatan pendidikan akhlak yang holistik perlu diimplementasikan dengan melibatkan seluruh elemen, seperti keluarga, masyarakat dan lembaga pendidikan, guna menciptakan lingkungan positif yang mendukung pembentukan karakter pelajar yang mulia. Melalui dukungan kebijakan dari pemerintah yang berlandaskan prinsip-prinsip Islam, pendidikan dapat dirancang untuk memperkuat integritas moral pelajar. Dengan pendidikan akhlak yang lebih komprehensif, diharapkan nilai-nilai Islam terinternalisasi secara mendalam, membentuk pelajar yang berakhlak baik dan menghindari perilaku bullying, serta mendorong terbentuknya lingkungan yang harmonis dan penuh kasih sayang sesuai dengan ajaran Islam.
Klasifikasi dan Analisis Semantik Cyberbullying Sosial Media X: Integrasi Web Scraping dan Natural Language Processing (NLP) Azzahra, Syifa Aulia; Majid, Nuur Wachid Abdul
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v11i2.12725

Abstract

Cyberbullying di media sosial, khususnya X, telah menjadi isu kritis dengan dampak psikologis yang signifikan. Studi ini menganalisis sejauh mana cyberbullying masih terjadi di platform X dengan pendekatan semantik. Data dikumpulkan melalui proses web scraping menggunakan Selenium dengan menggunakan kategori dan kata kunci spesifik seperti “gendut” dan “bodoh” selama periode Desember 2024. Sebanyak 700 data berhasil dikumpulkan setelah melalui proses deduplikasi, yang mana memenuhi kriteria Slovin (margin of error 3.77%). Proses analisis melibatkan  Natural Language Processing (NLP), termasuk text-cleaning, lowercasing, normalization, tokenization, stopword removal, klasifikasi model menggunakan model BERT yang telah di-fine-tune untuk memastikan program mengenali sebuah komentar termasuk cyberbullying atau tidak, serta pemetaan kata kunci ke 8 kategori, seperti “rasisme” dan “sara”. Hasil menunjukkan bahwa sebanyak 55,4% mengandung indikasi cyberbullying, dengan kategori seksual sebagai yang paling dominan dengan 26,6%, serta kata kunci anjing yang disebut 99 kali. Kata-kata negatif tertentu menunjukkan pola temporal yang fluktuatif, di mana intensitas cyberbullying mencapai puncak pada Minggu 4 dengan persentase tertinggi (79,1%). Temuan ini mengonfirmasi bahwa cyberbullying masih menjadi fenomena signifikan di platform X, oleh karena itu diperlukan kebijakan moderasi konten yang lebih ketat serta pengembangan sistem deteksi otomatis berbasis machine learning untuk mitigasi cyberbullying secara lebih efektif.
Evaluasi Efektivitas ChatGPT dalam Mendukung Kreativitas dan Literasi Digital Siswa di Purwakarta Bahy, Ivandio Zahran; Majid, Nuur Wachid Abdul
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v11i2.12727

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi efektivitas ChatGPT dalam mendukung kreativitas dan literasi digital siswa SMP dan SMA di Purwakarta, khususnya dalam pembuatan presentasi menggunakan Canva. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan kuesioner skala Likert, yang dianalisis menggunakan SPSS untuk statistik deskriptif, korelasi Pearson, dan uji ANOVA. Hasil menunjukkan korelasi positif yang kuat dan signifikan (r = 0.714, p < 0.01) antara kreativitas dan literasi digital. Namun, tidak ditemukan perbedaan signifikan dalam tingkat kreativitas (F = 0.552, p = 0.737) maupun literasi digital (F = 1.788, p = 0.114) antar jenjang pendidikan. Temuan ini menegaskan bahwa ChatGPT memberikan kontribusi dalam menghubungkan literasi digital dengan kreativitas, tanpa dipengaruhi oleh perbedaan jenjang sekolah.
Strategi Pengembangan Kurikulum Pendidikan Moral di Era Digital di Madrasah Ibtidaiyah Al-Ghozali Abdurrahman, Abdurrahman; Nihaya, Indah
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v11i2.12755

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis keunggulan kompetitif pendidikan Islam melalui pemanfaatan teknologi digital di Madrasah Aliyah Nurul Jadid. Untuk menghadapi era digital yang terus berkembang, madrasah menerapkan teknologi dalam pembelajaran dan administrasi, seperti penggunaan platform pembelajaran online, video pembelajaran, serta sistem manajemen digital untuk meningkatkan efisiensi dan mutu pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi lapangan, melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi lapangan untuk menggali fakta dan informasi terkait pemanfaatan teknologi digital dalam konteks pendidikan Islam di Madrasah Aliyah Nurul Jadid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, integrasi teknologi digital di madrasah ini berhasil menciptakan suasana pembelajaran yang inovatif. Kedua, meningkatkan kompetensi siswa. Ketiga, memperkuat citra madrasah sebagai lembaga pendidikan yang modern dan kompetitif serta tetap menjaga keunggulan dalam bersaing dengan lembaga lainnya. Penelitian ini juga menyoroti tantangan dalam infrastruktur dan keterampilan digital guru, serta pentingnya melanjutkan pelatihan dan pengembangan teknologi untuk mendukung mutu pendidikan. Madrasah Aliyah Nurul Jadid menjadi contoh implementasi teknologi yang relevan untuk masa depan pendidikan Islam yang lebih adaptif dan berdaya saing.
Analisis Pembiasaan Berbahasa Jawa Krama Alus Untuk Membentuk Karakter Sopan Santun Peserta Didik Pada Fase B di SD Safitri, Isnaini Noor; Wiranti, Dwiana Asih
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v11i2.12774

Abstract

Pembiasaan adalah salah satu metode dalam pendidikan berupa penanaman kebiasaan. Pembiasaan berbahasa Jawa Krama Alus yang dilakukan dapat menjadikan peserta didik mengerti akan tata krama sehingga menghasilkan suatu perilaku sopan santun. Cara pembiasaan berbahasa Jawa Krama Alus pada peserta didik yaitu dengan cara pembiasaan dalam berkomunikasi sehari-hari, menanamkan sikap sopan santun dalam berbahasa Jawa, dan melatih bersikap sopan santun dalam berperilaku. Tujuan dilakukannya penelitian ini yakni untuk mengetahui bagaimana analisis dan faktor pembiasaan berbahasa Jawa Krama Alus untuk membentuk karakter sopan santun di SDN 3 Mindahan Kidul, Batealit, Jepara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Objek penelitiannya adalah pada pembiasaan berbahasa Jawa Krama Alus, sedangkan subjeknya ialah peserta didik fase B. Teknik pengumpulan data dilakukan meliputi Teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses analisis pembiasaan berbahasa Jawa Krama Alus dilakukan di sekolah pada saat pembelajaran Bahasa Jawa. Adapun tujuan dari pembiasaan berbahasa Jawa Krama Alus diterapkan yaitu untuk menghargai orang yang lebih tua. Pembiasaan berbahasa Jawa Krama Alus yang dilakukan peserta didik menjadikan peserta didik mengerti akan tata krama sehingga menghasilkan suatu perilaku sopan santun. Pada budaya Jawa seseorang akan dianggap memiliki sopan santun ketika berbicara dengan orang yang lebih tua dengan menggunakan Bahasa Jawa Krama Alus.
Strategi Manajemen Ekstrakurikuler Agama Islam dalam Membentuk Akhlaq al-Karimah: Studi Kasus di SMA Fitrah Insani Bale Endah Kabupaten Bandung Purwoko, Purwoko; Hanafiah, Hanafiah; Fatkhullah, Faiz Karim
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v11i2.12787

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami penerapan manajemen kegiatan ekstrakurikuler agama Islam dalam meningkatkan akhlaq al-karimah siswa di SMAIT Fitrah Insani Bale Endah. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus, penelitian ini melibatkan guru, siswa, dan kepala sekolah sebagai subjek utama. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan langkah-langkah manajemen yang sistematis, meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi, sangat efektif dalam mengelola kegiatan ekstrakurikuler agama Islam. Perencanaan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan memastikan kegiatan selaras dengan visi sekolah. Pelaksanaan kegiatan, seperti tilawah, sholat berjamaah, mentoring, dan mabit, berkontribusi signifikan terhadap pembentukan disiplin dan kebiasaan baik siswa. Evaluasi yang komprehensif memberikan umpan balik untuk pengembangan program secara berkelanjutan. Penelitian ini juga menemukan bahwa model pengembangan berbasis partisipasi, pembiasaan, dan refleksi efektif dalam menanamkan nilai-nilai Islami secara holistik. Keterlibatan aktif siswa dalam perencanaan hingga evaluasi memperkuat internalisasi nilai-nilai Islam. Kesimpulannya, manajemen kegiatan ekstrakurikuler agama Islam yang terintegrasi dan berbasis nilai dapat menjadi acuan untuk menciptakan pendidikan karakter berbasis keislaman di tingkat sekolah menengah atas. Temuan ini memberikan kontribusi signifikan terhadap literatur dan praktik pengelolaan pendidikan karakter di Indonesia.
Evaluasi Program Peer Educator bidang Kesehatan Reproduksi di SMP Kota Semarang Menggunakan Model Discrepancy Ayuningtyas, Nimas Putri; Budiyono, Budiyono
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v11i2.12791

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keefektivan Program Peer Educator di SMP Negeri 22 Semarang dengan menggunakan Model Disperancy. Masalah utama yang dihadapi adalah kurangnya pemahaman siswa mengenai aspek teknis dan hukum kesehatan reproduksi, meskipun kesadaran sosial mereka sudah tergolong baik. Metode penelitian yang digunakan bersifat deskriptif evaluatif dengan pendekatan mixed method, menggabungkan data kuantitatif dari kuesioner. Subjek penelitian berjumlah 16 siswa yang terlibat aktif dalam program Peer Educator selama satu semester. Instrumen penelitian menggunakan Skala Likert untuk menilai keefektivan program dan pedoman wawancara untuk menggali persepsi serta pengalaman peserta. Hasil analisis menunjukkan bahwa program berhasil meningkatkan partisipasi siswa dalam diskusi kesehatan reproduksi, namun pemahaman mereka terhadap aspek teknis dan regulasi masih perlu ditingkatkan. Distribusi data yang merata serta nilai reliabilitas instrumen sebesar 0,787 menegaskan konsistensi jawaban responden. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa meskipun pendekatan peer education efektif dalam membangun kesadaran sosial, penguatan materi teknis dan hukum sangat dibutuhkan agar pemahaman siswa menjadi lebih komprehensif. Rekomendasi yang diajukan mencakup perbaikan kurikulum, penyusunan modul yang lebih terstruktur, serta kolaborasi dengan tenaga ahli untuk mendukung keberlanjutan program.
Toleransi Sebagai Tujuan Pendidikan Dalam Al-Qur'an Fikri, Ahmad Ma'mun; Saefurrijal, Ahmad; Mirza, Iskandar
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v11i2.12817

Abstract

Toleransi adalah salah satu nilai yang sangat penting dalam konteks pendidikan menurut Al-Quran, bukan hanya sekedar penerimaan terhadap perbedaan tetapi juga sebagai sikap proaktif dalam menjalin komunikasi dan kesepahaman dengan individu memiliki pandangan dan keyakinan yang berbeda. Pendekatan ini dapat membangun dialog antar budaya dan agama, menciptakan ruang bagi kerjasama dan sinergi positif di antara masyarakat yang berciri plural. Guru dan pendidik bertanggung jawab dalam mengintegrasikan nilai-nilai toleransi ke dalam proses pembelajaran, tidak hanya tentang pengajaran materi tetapi juga mendidik hati dan pikiran siswa untuk memahami dan menghargai perbedaan. Dengan menggunakan tafsir maudhu'i, artikel ini menganalisis sejumlah ayat yang mencontohkan pentingnya toleransi dalam konteks pendidikan. Toleransi tidak hanya diartikan sebagai penerimaan terhadap perbedaan, tetapi juga sebagai sikap proaktif dalam menjalin komunikasi dan kesepahaman dengan individu yang memiliki pandangan dan keyakinan yang berbeda. Melalui pendekatan ini, penulis menggambarkan bagaimana pendidikan dalam Islam dapat menjadi platform untuk membangun dialog antar budaya dan agama, sehingga menciptakan ruang bagi kerjasama dan sinergi positif di antara masyarakat yang berciri plural. Dengan menekankan prinsip toleransi yang berasal dari ajaran Islam, diharapkan generasi mendatang lebih mampu menghadapi tantangan globalisasi dan pluralisme tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai moral.
Cerdas Sebagai Tujuan Pendidikan Dalam Al-Qur'an Setiadi, Asep; Saefurrijal, Ahmad; Mirza, Iskandar
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v11i2.12820

Abstract

Tujuan pendidikan menurut Al-Qur'an, diantaranya berfokus pada pembentukan kecerdasan kritis individu untuk menjauhi penyebaran hoax dan praktik taqlid. Dalam masyarakat modern yang dipenuhi dengan informasi yang beragam, penting bagi pendidik bisa untuk membekali siswa dengan kemampuan berpikir kritis dan analitis. Penelitian ini menggunakan pendekatan tafsir maudhu'i untuk menganalisis ayat-ayat Al-Qur'an yang relevan dengan tema pendidikan, menyelidiki prinsip-prinsip yang mendasari kecerdasan, serta tantangan yang dihadapi dalam mengimplementasikannya di dunia nyata. Al-Qur'an mendorong manusia untuk mencari pengetahuan dengan pengamatan dan pemikiran yang mendalam, bukan hanya sekadar mengikuti tradisi atau informasi yang tidak terverifikasi. Melalui pendidikan yang berbasis pada ajaran Al-Qur'an, seorang individu diharapkan mampu mengembangkan kemampuan untuk memilah informasi yang benar dan tidak menyesatkan. Dengan demikian, diantara tujuan pendidikan yang ideal adalah menciptakan masyarakat yang cerdas, kritis, dan mampu meminimalisir dampak negatif dari hoax serta taqlid. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu referensi bagi pengembangan kurikulum pendidikan yang lebih baik, dengan tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter dan keterampilan berpikir kritis.

Page 1 of 2 | Total Record : 16