cover
Contact Name
Dede Salim Nahdi
Contact Email
educatio@unma.ac.id
Phone
+6285224977367
Journal Mail Official
educatio@unma.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Majalengka Jl. KH. Abdul Halim No. 103 Majalengka 45418
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Educatio FKIP UNMA
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 24599522     EISSN : 25486756     DOI : http://dx.doi.org/10.31949/educatio
Core Subject : Education,
Education curriculum, instruction, learning, policy, preparation of teachers, Learning Media, Development Subject of Education, and Management of Education
Articles 1,238 Documents
Analisis Analisis Kesulitan Menulis Karya Tulis Ilmiah Bagi Mahasiswa Faisal Ashar Naim; Anita Ekantini
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 12 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v12i3.18597

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan yang dialami mahasiswa dalam menulis karya tulis ilmiah. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari 18 mahasiswa yang pernah menyusun karya tulis ilmiah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket terbuka dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, coding, kategorisasi tema, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan yang paling dominan dialami mahasiswa terletak pada aspek metode penelitian dan penyusunan latar belakang dengan persentase masing-masing sebesar 38,9%. Selain itu, mahasiswa juga mengalami kesulitan dalam mencari referensi ilmiah dan menentukan judul penelitian. Kesulitan tersebut disebabkan oleh rendahnya kemampuan literasi akademik, kurangnya pengalaman penelitian, serta minimnya latihan menulis ilmiah secara berkelanjutan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kemampuan menulis karya tulis ilmiah tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis menulis, tetapi juga berkaitan dengan kemampuan berpikir kritis, pemahaman metodologis, dan kemampuan literasi akademik.Penelitian ini memberikan implikasi bahwa perguruan tinggi perlu memberikan pendampingan yang lebih intensif melalui pelatihan penulisan akademik, penguatan literasi ilmiah, serta pembelajaran metodologi penelitian yang lebih aplikatif untuk meningkatkan kemampuan menulis karya tulis ilmiah mahasiswa.
Analisis Ekofeminisme Dalam Puisi ”Lukisan Wanita 1938” KaryaA Toeti Heraty Trian Pamungkas; Risma Khairun Nisya; Ima Siti Rahmawati; Syiefa Rosdiana Faujiah
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 12 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membongkar narasi penindasan ganda terhadap perempuan dan lingkungan yang terepresentasi dalam puisi "Lukisan Wanita 1938" karya Toeti Heraty. Dengan menggunakan pendekatan ekofeminisme, penelitian ini mengkaji bagaimana teks puisi mengekspos paralelisme antara domestikasi tubuh perempuan dan eksploitasi alam di bawah kendali kuasa patriarki-kolonial. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi ini bukan sekadar refleksi estetika masa lalu, melainkan sebuah gugatan sistemik. Toeti Heraty menggunakan metafora kosmetik artifisial, "kehamilan maut", dan "bingkai" sebagai simbol pembungkaman agensi perempuan dan perusakan alam. Melalui pembingkaian tersebut, realitas traumatis eksploitasi agraria dan marginalisasi gender pada tahun 1938 disembunyikan di balik topeng estetika yang cemerlang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa "Lukisan Wanita 1938" mengonstruksikan kritik ekologis sekaligus feminis terhadap sejarah androsentris yang cenderung mereduksi perempuan dan alam menjadi properti bisu.
A Bullying and Peer Victimisation in Elementary Schools: Teachers’ Perspectives Chingngaihmuan Ngaihte; Raden RoRo Nanik Setyowati; Putri Rachmadyanti
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 12 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v12i3.18739

Abstract

Bullying and peer victimisation are important social concerns in elementary school settings, with potential implications for students’ emotional well-being, social interaction, and participation in learning activities. This study aimed to explore teachers’ perceptions regarding the forms, causes, impacts, and prevention strategies associated with bullying among elementary school students. A qualitative descriptive approach was used, comprising semi-structured interviews with four elementary school teachers teaching Grades 2–5 at a private elementary school in Surabaya, Indonesia. Teachers perceived verbal bullying as the most commonly reported form, while physical and social or relational forms were also described. They identified several perceived contributing factors, including students’ family backgrounds, lack of parental attention, peer influence, emotional difficulties, social media exposure, and limited empathy. Teachers generally described victims as shy, passive, less confident, socially isolated, or perceived as different from their peers. Teachers also described role-play, classroom discussion, teamwork, character education, individual guidance, and parental involvement as approaches they considered useful for addressing bullying and supporting empathy among students. These findings represent the perceptions and experiences of four teachers within one private elementary school and should not be interpreted as evidence of the measured effectiveness of these approaches. The study provides contextual insight into teachers’ perspectives on bullying and the approaches they use to promote supportive and respectful classroom environments.
The Application of Vocabulary Self-Selection Strategy (VSS) in English Learning at Junior High School: A Qualitative Study on Students’ Vocabulary Development Fiska Anugrah; Evi Karlina Ambarwati
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 12 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v12i3.18794

Abstract

Vocabulary mastery is essential in English language learning because it supports students in understanding and using English effectively. However, junior high school students may have difficulty identifying, understanding, and applying unfamiliar vocabulary, creating a need for instructional strategies that provide meaningful opportunities for participation. This study aimed to explore how an English teacher implemented the Vocabulary Self-Selection Strategy (VSS) in vocabulary instruction and to identify the challenges encountered during its implementation. A qualitative descriptive design was employed. The participants consisted of one English teacher as the primary participant and eighth-grade students who participated in the observed classroom activities at a junior high school in Karawang. Data were collected through classroom observations conducted on April 22 and April 29, 2026, and a semi-structured teacher interview. The data were analyzed using thematic analysis. The findings showed that the teacher implemented VSS through lesson preparation, word selection, nomination, collaborative discussion and meaning negotiation, clarification and confirmation, and vocabulary reinforcement and application. The implementation was teacher-guided and adapted to students’ learning needs rather than applied rigidly as a fully student-led procedure. The study also identified five main challenges: differences in students’ vocabulary proficiency, variations in participation, students’ reliance on Bahasa Indonesia, limited instructional time, and the need to adapt instructional procedures to classroom conditions. These findings indicate that successful VSS implementation depends on teacher facilitation, scaffolding, classroom management, and instructional flexibility while maintaining meaningful student participation in vocabulary learning.
Pengaruh Kontrol Diri Islami (Mujahadah An-Nafs) Terhadap Tingkat Kecanduan Cyberloafing pada Mahasiswa Muhammad Rifat Zaki; Kallyn Nasywa Hafizhah; Raihan Daffa Ramadhan; Wanda Amelia; Afait Rahim; Nazua Zaskia
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 12 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v12i3.19201

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah memberikan kemudahan bagi mahasiswa dalam mengakses informasi dan mendukung proses pembelajaran. Namun, penggunaan internet yang tidak terkontrol dapat memunculkan perilaku cyberloafing, yaitu aktivitas penggunaan internet untuk kepentingan pribadi yang tidak berkaitan dengan kegiatan akademik selama proses pembelajaran berlangsung. Salah satu faktor yang diduga dapat memengaruhi tingkat cyberloafing adalah kontrol diri. Dalam perspektif psikologi Islam, kontrol diri diwujudkan melalui konsep mujahadah an-nafs, yaitu upaya individu untuk mengendalikan hawa nafsu dan dorongan yang dapat mengarahkan pada perilaku negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kontrol diri Islami (mujahadah an-nafs) terhadap tingkat kecanduan cyberloafing pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah mahasiswa perguruan tinggi, dengan sampel yang ditentukan menggunakan teknik probability sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala kontrol diri Islami (mujahadah an-nafs) dan skala kecanduan cyberloafing. Data dianalisis menggunakan analisis regresi sederhana untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontrol diri Islami (mujahadah an-nafs) berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kecanduan cyberloafing pada mahasiswa, dengan kontribusi sebesar 23,4% terhadap variasi kecanduan cyberloafing. Arah pengaruh ini berlawanan dengan hipotesis awal yang mengasumsikan hubungan negatif, sehingga temuan ini dimaknai melalui perspektif ego depletion, yang menjelaskan bahwa kapasitas kontrol diri yang banyak dicurahkan pada ranah spiritual dapat menyisakan sumber daya pengendalian diri yang lebih terbatas untuk mengatur perilaku digital sehari-hari. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian psikologi Islam serta menjadi dasar empiris dalam merumuskan strategi yang lebih kontekstual untuk mengatasi perilaku cyberloafing di lingkungan perguruan tinggi.
Investigating EFL Undergraduate Students’ Thesis Writing Anxiety: Underlying Causes and Coping Strategies Adisti Nasywa Salsabila; Nur Chakim
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 12 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v12i3.19231

Abstract

Writing a thesis is a mandatory milestone that determines the completion of undergraduate studies. However, it is also a complex task that requires EFL students to master integrated academic, research, and linguistic competencies, which often causes anxiety. This study aims to investigate the causes of thesis writing anxiety experienced by undergraduate students and how they cope with this anxiety. Using a qualitative study with a basic-interpretive approach, the researcher engaged with 10 English Education Students at a single public university in Surabaya. Semi-structured interviews were conducted using predetermined interview guidelines. Through thematic analysis, the researcher identified 8 causes of anxiety, including low proficiency in English academic writing, difficulty generating and organizing ideas, low self-efficacy, fear of evaluation, supervisory pressure, time pressure, comparing the thesis with peers, and concerns about institutional academic standards. The analysis indicated that contextual triggers exacerbate students' fears and doubts as novice writers. The participants also reported a combination of 6 coping strategies, including seeking support from peers and supervisors, managing time and setting goals, learning from senior theses, reframing negative thoughts, engaging in emotional regulation activities, and the emerging use of AI and digital writing tools. This study emphasizes the importance of raising awareness to overcome anxiety when writing a thesis by identifying the underlying issues and the strategies employed by EFL undergraduate students. In addition, the results of this study can be useful to students, lecturers, and educational institutions in creating a more conducive environment for supporting students’ thesis-writing process.
Persepsi Guru Sekolah Dasar terhadap Implementasi Mata Pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial Alya Sabna; Arif Setiawan
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 12 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v12i3.19334

Abstract

Implementasi mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) di sekolah dasar merupakan kebijakan baru yang menuntut kesiapan guru agar pembelajaran dapat berlangsung secara efektif. Persepsi guru menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi keberhasilan implementasi kebijakan tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis persepsi guru sekolah dasar terhadap implementasi mata pelajaran KKA. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek guru sekolah dasar di wilayah Surakarta yang telah mengikuti pelatihan KKA yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Surakarta. Data dikumpulkan melalui angket yang diisi oleh tujuh belas guru, kemudian diperdalam melalui wawancara semi-terstruktur terhadap tujuh guru yang dipilih dari responden angket. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan bantuan perangkat lunak NVivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki persepsi positif terhadap implementasi KKA karena dipersepsikan berpotensi mendukung pengembangan kemampuan berpikir komputasional, berpikir kritis, pemecahan masalah, kreativitas, dan literasi digital siswa. Persepsi tersebut semakin menguat setelah guru mengikuti pelatihan, meskipun implementasi KKA masih menghadapi kendala berupa keterbatasan perangkat praktik, akses internet yang belum memadai, beban ganda guru kelas, belum tersedianya kurikulum yang baku, serta kemampuan dasar TIK siswa yang belum merata. Dengan demikian, persepsi positif guru menjadi modal penting dalam mendukung implementasi KKA di sekolah dasar, namun keberhasilan implementasinya memerlukan dukungan pelatihan berkelanjutan, penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, serta kebijakan kurikulum yang lebih terarah.
Strategi Guru dalam Mengajarkan Pemrograman untuk Mengembangkan Computational Thinking di Sekolah Dasar Syifa Amala Putri; Arif Setiawan
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 12 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v12i3.19498

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong pentingnya pembelajaran pemrograman di sekolah dasar sebagai upaya mengembangkan computational thinking siswa. Keberhasilan pembelajaran tersebut dipengaruhi oleh strategi yang diterapkan guru dalam mengelola proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi guru dalam mengajarkan pemrograman di sekolah dasar, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta mendeskripsikan upaya yang dilakukan untuk mengatasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang melibatkan dua sekolah dasar, yaitu SD Al Azhar Syifa Budi Solo yang telah mengimplementasikan pembelajaran pemrograman sejak tahun ajaran 2023/2024 dan SD Al Firdaus sejak tahun ajaran 2025/2026, dengan dua guru sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur, angket, analisis modul ajar, dan dokumentasi pembelajaran, kemudian dianalisis menggunakan NVivo 15 melalui proses coding, pengelompokan tema, dan interpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan strategi pembelajaran yang bersifat eksploratif, terstruktur, dan sistematis sesuai dengan karakteristik siswa. Kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan sarana dan prasarana, kesulitan siswa dalam memahami konsep pemrograman, serta keterbatasan kompetensi guru dalam pembelajaran pemrograman. Upaya yang dilakukan guru antara lain memberikan pendampingan secara bertahap, menyesuaikan tingkat kesulitan materi, memanfaatkan media pembelajaran yang interaktif, serta meningkatkan kompetensi melalui pelatihan dan belajar mandiri. Temuan penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pembelajaran pemrograman di sekolah dasar tidak hanya dipengaruhi oleh pemilihan strategi pembelajaran yang tepat, tetapi juga oleh kompetensi guru dan ketersediaan fasilitas pembelajaran yang memadai.