cover
Contact Name
Nurul Auliasari
Contact Email
nurul@uniga.ac.id
Phone
+6281394557094
Journal Mail Official
nurul@uniga.ac.id
Editorial Address
Jl. Jati No.42B, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut 44151
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Published by Universitas Garut
ISSN : 20870337     EISSN : 27159949     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari fokus pada bidang Farmasi.
Articles 190 Documents
UJI AKTIVITAS NANOPARTIKEL BIJI TIMUN SURI SEBAGAI ANTIMIKROBA TERHADAP CANDIDA ALBICANS DAN STREPTOCOCCUS MUTANS Fania Putri Luhurningtyas; Rissa Laila Vifta; Andi Pradana; Yurike Tatengkeng
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jfb.v12i2.1195

Abstract

Biji timun suri mengandung alkaloid, flavonoid, dan tanin yang berperan sebagai antibakteri dan antifungi. Peningkatan aktivitas metabolit sekunder biji timun suri sebagai anti mikroba dilakukan dengan melakukan pembentukan nanopartikel. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi antimikroba dari nanopartikel yang didapatkan dari biosintesa menggunakan ekstrak biji timun suri. Sampel biji timun suri diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol. Pembentukan nanopartikel melalui metode gelasi ionik dengan menggunakan polimer kitosan dan natrium tripolifosfat (NaTPP). Pengujian aktivitas antimikroba terhadap Candida albicans dan Staphylococcus mutans diuji secara in vitro menggunakan metode mikrodilusi. Perbandingan kitosan dengan NaTPP yang optimal adalah perbandingan 1:5. Nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) nano ekstrak kitosan-biji timun suri terhadap jamur Candida albicans adalah 15,63 mg/mL dan 62,50 mg/mL. Nilai KHM dan KBM nano ekstrak kitosan-biji timun suri terhadap bakteri Streptococcus mutans adalah 3,90 mg/mL dan 125 mg/mL. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa nanopartikel biji timun suri menghasilkan aktivitas yang lebih baik dibandingkan bentuk sediaan ekstraknya. Nanopartikel mampu memperbaiki bioavaibilitas dan meningkatkan sistem penghantaran bioaktif timun suri sehingga aktivitas antimikrobanya lebih efektif.Kata kunci:  antimikroba, biji timun suri, Candida albicans, nanopartikel, Streptococcus mutan
OPTIMASI PELARUT PENGEKSTRAKSI TEMPLATE MIP (MOLECULAR IMPRINTED POLIMER) FENILBUTAZON DENGAN MONOMER ASAM METAKRILAT Dang Soni; Shendi Suryana; Helva Kris Herdianty
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jfb.v11i2.794

Abstract

Fenilbutazon merupakan salah satu bahan kimia obat yang banyak ditambahkan ke dalam obat tradisional. Pemakaian bahan kimia obat di dalam sediaan jamu dilarang karena melanggar UU No.23 tahun 1992 tentang Kesehatan dan Undang-Undang No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Secara umum fenilbutazon dalam sediaan jamu di indentifikasi kandungannya menggunakan metode KLT yang dikombinasi dengan Spektrofotmometri UV, namun metode ini dianggap kurang memiliki sensitifitas yang tinggi. Saat ini dikembangan suatu metode baru yang memiliki sensitifitas lebih tinggi yaitu Molecularly Imprinted Polymer (MIP). MIP adalah suatu metode yang sensitiv dan selektif digunakan untuk mengekstraksi fenilbutazon dari sediaan obat tradisional. Fenilbutazon dari dalam polymer di ekstraksi menggunakan metode soxhletasi. Fenilbutazon akan terekstraksi ke dalam pelarut. Namun terdapat suatu masalah yaitu sulit nya polimer terekstraksi. Maka penelitian ini bertujuan untuk melakukan optimasi pelarut pengekstraksi MIP fenilbutazon. Optimasi ini bertujuan untuk mendapatkan pelarut terbaik dalam mengekstraksi fenilbutazon dari dalam polimer. Penelitian dilakukan dengan tahapan sintesis metode polimerisasi ruah dengan asam metakrilat sebagai monomer, fenilbutazon sebagai template, etilenglikoldimetakrilat sebagai cross-linker, selanjutnya hasil optimasi pelarut yang terbaik dalam mengekstrasi fenilbutazon dari dalam polimer adalah pelarut kloroform-asam asetat dengan perbandingan (99:1) yang dapat mengekstraksi fenilbutazon dari dalam polimer selama 24 jam. Kata Kunci :Molecularly Imprinted, Fenilbutazon, Optimasi
SKRINING FITOKIMIA DAN ANALISIS KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS EKSTRAK ETANOL DAUN JERUJU (HYDROLEA SPINOSA L.) Dyera Forestryana; Arnida Arnida
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jfb.v11i2.859

Abstract

Jeruju (Hydrolea spinosa L.) merupakan tumbuhan endemic lahan basah Kalimantan Selatan yang dipercaya masyarakat setempat sebagai tumbuhan berkhasiat obat yang digunakan sebagai penurun demam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa kimia yang terkandung pada ekstrak daun jeruju. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, kemudian dilakukan skrining fitokimia dan uji penegasan dengan menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT) menggunakan fase gerak kloroform : etanol : aquades (20:1:0,5; 25:1:0,5; 27:1:0,5; 15:2:1; 8:2:1 dan 6:2:1) dan n-heksan : etil asetat dengan perbandingan 8:2; 7:3 dan 6:4, penampakan noda dilakukan pada UV 254 nm, 366 nm dan dengan peyemprotan H2SO4 10%. Analisa KLT ekstrak daun Jeruju menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun jeruju mengandung tanin, alkaloid, flavonoid, steroid dan saponin. Kata kunci: Jeruju, Hydrolea spinosa L., maserasi, kromatografi lapis tipis (KLT)
PERSEPSI PELANGGAN APOTEK SAGITA FARMA TERHADAP SUBSTANSI BIOAKTIF KEMARITIMAN BIDANG FARMAKOLOGI Yuyun Kurniasari; Didik Wahyu Bintoro; Denny Oktavina Radianto
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jfb.v12i1.1035

Abstract

Substansi bioaktif merupakan zat ezensial dan non esensial yang terdapat di alam, memiliki pengaruh terhadap kesehatan tubuh manusia dan ikut andil dalam perkembangan teknologi farmakologi bahari. Beberapa penelitian terdahulu menganalisis tentang pengaruh kualitas produk dan layanan terhadap kepuasan pelanggan, namun belum ditemukan informasi rinci terkait persepsi pengunjung apotek, serta bagaimana tubuh mereka menanggapi saat menggunakan obat alami. Dalam penelitian ini berisi identifikasi bagaimana persepsi konsumen terhadap obat alami substansi bioaktif maritim.Pengambilan sampel dalam penelitian adalah random sampling yang merupakan teknik pengambilan sampel secara acak dengan memberi kuesioner, wawancara langsung, serta penunjukan hasil check up bagi konsumen. Dari metode tersebut didapatkan hasil analisis data berupa apa keluhan yang kebanyakan dialami, perubahan yang dialami setelah mengonsumsi obat substansi bioaktif maritim, fase yang diperlukan untuk merasakan manfaat obat, efek samping saat mengonsumsi obat, serta pendapat tentang obat substansi menurut pelanggan. Hasil wawancara menggambarkan respon positif penunjukkan tingkat kepuasan dan partisipasi konsumen yang sudah banyak menunjukkan kemajuan dan perkembangan pemasaran yang dilakukan suatu produsen yang bergerak dibidang obat-obatan tradisional. Meskipun minat pelanggan yang masih kurang, dideteksi terdapat tolak belakang terhadap kecepatan reaksi antara obat alami dengan obat kimia yang signifikan, serta harga yang cukup tinggi dibandingkan obat kimia. Uji kuesioner yang dilakukan mengaplikasikan efisiensi, efektivitas, serta kepuasan kinerja obat alami substansi bioaktif maritim disertakan hasil medical check up pelanggan yang menunjukkan persepsi pelanggan serta bagaimana tanggapan tubuh pengguna obat alami substansi bioaktif maritim telah mampu menunjukkan peran serta kontribusinya menggantikan kerja dan fungsi obat kimia, dengan sifatnya yaitu holistik dan kuratif. Kata kunci: Bioaktif, Farmakologi, Maritim, Perseps
FORMULATION AND PHYSICAL PROPERTIES TEST OF NANO CREAM PREPARATION PURIFIED EXTRACT OF KENIKIR LEAF (ETDK) AND TAMPOI FRUIT PEEL EXTRACT (EKBT) Ika Ristia Rahman; Sulastri Herdaningsih
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jfb.v12i2.1218

Abstract

This research has been conducted under the title “formulation and physical properties test of nano cream preparations purified extract of Kenikir leaf (ETDK) and Tampoi fruit peel extract (EKBT)”. This study has formulated a nano cream with a purified extract of Kenikir leaf (ETDK), Tampoi fruit peel extract (EKBT), and a combination of ETDK and EKBT. This study aims to determine the purified extract of Kenikir leaves. The purified extract of Tampoi fruit peel can be formulated as nano cream preparations and to determine the physical parameters (organoleptic test, homogeneity, pH, type of nano cream, spreadability, adhesion, and particle size) for the result of the nano cream. The results of the organoleptic test were described and the physical properties of the nano cream were analyzed by using Excel application. Organoleptic testing of the combination of ETDK and EKBT nano cream formula gave a reddish-white color with an aqueous consistency. The ETDK nano cream formula gave a white bone colour with a watery consistency. In contrast, the nano cream formula with EKBT gave a brownish white colour with a watery consistency. It gives a distinctive smell of extract. The third test of nano cream formulas showed that the physical properties of this nano cream preparation met the standard requirements for physical tests. Test the physical properties that meet the pH requirements, type of nano cream, spreadability, adhesion, and particle size, and all three formulas produced an average particle of less than 300nm. 
EVALUASI TOKSISITAS OBAT HERBAL DENGAN KOMBINASI NANOPARTIKEL BOVINE SERUM ALBUMIN DAN ASAM FOLAT SEBAGAI KANDIDAT PENGOBATAN KANKER Ersalina Nidianti; Wieke Sri Wulan; Rizka Amalia
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jfb.v12i1.1030

Abstract

Kanker adalah penyakit tidak menular yang menyebabkan mordibitas dan mortalitas di seluruh wilayah dunia. Mortalitas penyakit kanker yang terus meningkat setiap tahunnya menjadi satu tantangan terbesar bagi dunia kesehatan. Kasus penyakit kanker di Indonesia pada tahun 2018 terdapat 18,1 juta kasus baru dengan angka kematian sebesar 9,6 juta kasus kematian karena penyakit kanker. Salah satu pengobatan kanker adalah dengan menggunakan obat herbal. Akan tetapi obat tersebut memiliki efek samping yang bersifat toksik jika dikonsumsi dalam dosis dan waktu tertentu. Untuk meminimalisir efek toksik yang dihasilkan dan mengoptimalkan sistem pengiriman obat maka dalam penelitian ini dikembangkan pengobatan kanker dari tanaman herbal yang dikombinasi dengan nanopartikel bovine serum albumin (BSA) dan asam folat untuk meningkatkan kelarutan, bioavailibilitas dan diharapkan mampu menurunkan efek toksisitas dalam terapi kanker dan sebagai alternative kombinasi pengobatan kanker dimasa depan. Obat herbal kanker yang dikombinasi dengan nanopartikel Bovine Serum Albumin dan Asam Folat memiliki range toksisitas rendah. Hasil analisis probit LC50 diperoleh NP-BSA-Oh memiliki konsentrasi yang lebih tinggi (69.23 ppm) dibandingkan dengan As-NP-BSA-Oh (56.56 ppm). Asam folat mampu menurunkan toksisitas obat kanker dan dapat digunakan sebagai kandidat obat dalam terapi kanker. Kata kunci: Nanopartikel BSA, Toksisitas obat.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EMULGEL EKSTRAK KULIT BUAH KAKAO (Theobroma cacao L.) Safira Nafisa; Fahleni Fahleni; Nadilla Salsabilla
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jfb.v12i2.1158

Abstract

Kulit buah kakao (Theobroma cacao L.) mengandung sejumlah besar polifenol dan flavonoid yang dapat berfungsi sebagai antioksidan untuk mencegah penuaan dini. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh sediaan emulgel dari ekstrak kulit buah kakao yang memiliki aktivitas antioksidan. Ekstrak kental kulit buah kakao dibuat dengan metode maserasi kinetik menggunakan etanol 70% yang dipekatkan menggunakan rotary vacuum evaporator. Aktivitas antioksidan ekstrak diuji menggunakan metode DPPH. Ekstrak kemudian diformulasikan ke dalam sediaan emulgel dengan metode emulsifikasi. Emulgel dievaluasi mutu fisik dan kimia meliputi organoleptik, homogenitas, viskositas dan sifat alir, tipe emulsi, kemampuan menyebar, sentrifugasi, pH, freeze thaw, dan uji aktivitas antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak kulit buah kakao memiliki nilai IC50 sebesar 10,03 ± 0,43 bpj. Emulgel formula terbaik yang dihasilkan berbentuk semi padat, homogen, berwarna coklat dan beraroma khas coklat dengan nilai IC50 sebesar 143,12 ± 5,32 bpj. Dengan demikian dapat disimpulkan formula emulgel ekstrak kulit buah kakao berpotensi dikembangkan sebagai sediaan antioksidan. Kata kunci:  antioksidan, emulgel, kulit buah kakao
UJI TOKSISITAS AKUT EKSTRAK ETANOL AKAR PAKIS TANGKUR (Polypodium Feei MEET) DARI GUNUNG TALAGA BODAS PADA MENCIT SWISS WEBSTER Dani Sujana; Deden Winda Suwandi; Taofik Rusdiana; Anas Subarnas
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jfb.v11i2.856

Abstract

Meningkatnya minat masyarakat terhadap penggunaan bahan alam dari tanaman terjadi karena ketersediaan bahan yang mudah didapat. Cara tersebut terus dilakukan oleh masyarakat, serta diwariskan secara turuntemurun mengingat penggunaannya dianggap relatif aman serta efek samping yang minimal. Bagian akar dari pakis tangkur digunakan oleh masyarakat setempat untuk mengobati berbagai jenis penyakit, antara lain rematik, hipertensi dan sebagai afrodisiaka. Menurut United States of Food and Drug Administration (FDA) meskipun bahan alam dianggap relatif aman oleh sebagian kelompok penggunanya, tetap harus dilakukan skrining toksikologi terhadap senyawa yang berpotensi obat untuk melihat serta menggambarkan efek toksik sehingga diperoleh nilai Dosis letal (LD50). Dari hasil penelitian toksisitas akut ini nilai LD50 yang diperoleh yaitu lebih dari 5000 mg/kgBB. Dikarenakan pada dosis paling tinggi pada penelitian yaitu 5000 mg/kgBB tidak terdapat hewan yang mati, sehingga dapat disimpulkan bahwa ekstrak akar pakis tangkur termasuk kedalam kategori praktis tidak toksik. Kata kunci: Ekstrak Akar Pakis Tangkur, Toksisitas Akut
ANALISIS DRUG-RELATED PROBLEMS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK FLUOROKUINOLON DI SALAH SATU PUSKESMAS KABUPATEN GARUT Sitti Fatimah Putri Hasyul; Doni Anshar Nuari; Silvia Anggraini; Aditya Aditya; Ida Lisni
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jfb.v11i2.888

Abstract

Identifikasi masalah terkait obat atau drug-related problems (DRPs) adalah salah satu kegiatan pelayanan kefarmasian di puskesmas berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 74/2016 yang dilakukan saat melakukan pengkajian resep untuk meningkatkan efektivitas terapi dan meminimalkan efek samping penggunaan obat. Fluorokuinolon adalah salah satu antibiotik yang sering digunakan dalam pelayanan kesehatan yang belakangan ini ditemukan berbagai laporan reaksi obat merugikan terkait penggunaan fluorokuinolon. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah terkait obat dari fluorokuinolon di salah satu Puskesmas Kabupaten Garut pada bulan Oktober 2017-Maret 2018, meliputi kesesuaian indikasi, dosis, dan potensi interaksi obat. Penelitian ini merupakan jenis penelitian non-eksperimental dengan pengumpulan data secara retrospektif dan dianalisis secara deskriptif. Dari 181 kasus, hasil penelitian menunjukkan 30,38% tidak sesuai indikasi, 1,11% dosis tidak sesuai, dan 37,44% potensi interaksi obat mayor dan 59,36% interaksi obat moderat. Kata kunci: drug-related problems, fluorokuinolon, puskesmas, siprofloksasin
PENGARUH METODE PEMROSESAN TERHADAP KARAKTERISTIK, KADAR FENOL, KADAR FLAVONOID DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN TEH TRADISIONAL GARUT (TEH KEJEK) Raden Aldizal Mahendra Rizkio Syamsudin; Faizah Min Fadhlillah; Farid Perdana; Ardi Rustamsyah; Ayu Awaliyah Inayah; Muhamad Zakiyuddin Abdul Aziz
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jfb.v12i1.898

Abstract

Teh kejek merupakan teh tradisional dari daerah Garut yang sudah bertahan selama lebih dari 200 tahun. Teh ini diproses menggunakan cara tradisional dan memiliki karakter teh yang khas. Pemrosesan yang menjadi ciri khas teh ini adalah penggilingan daun teh menggunakan kaki dan pemanasan menggunakan cara penyangraian. Pada penelitian ini digunakan modifikasi terhadap metode pemrosesan yang digunakan yaitu menggunakan mesin giling dan oven kemudian dinilai karakteristik, kadar fenolik, kadar flavonoid, serta aktivitas antioksidan dari keduanya. Berdasarkan hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa pemrosesan secara tradisional memiliki kandungan fenolik, flavonoid serta aktivitas antioksidan yang lebih baik dibandingkan hasil modifikasi namun menghasilkan karakteristik yang beragam.Kata kunci:  antioksidan, Camellia sinensis, fenol, flavonoid, Teh Kejek

Page 9 of 19 | Total Record : 190