cover
Contact Name
Hernita Pasongli
Contact Email
pangea@unkhair.ac.id
Phone
+62 852-6080-9368
Journal Mail Official
pangea@unkhair.ac.id
Editorial Address
http://ejournal.unkhair.ac.id/index.php/pangea/about/editorialTeam
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Published by Universitas Khairun
ISSN : 23551674     EISSN : 27163121     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Pangea merupakan media informasi para akademisi dan peneliti yang menggeluti dan memiliki topik yang berlatar belakang keilmuan geografi maupun pendidikan geografi dan berisikan artikel - artikle hasil penelitian, kajian teori dan esensi pustaka mengenai keilmuan geografi maupun pendidikan geografi sebagai inovasi pembelajarannya.
Articles 96 Documents
Pengembangan Kerajinan Kain Tenun Khas Buton Sebagai Pewarisan Budaya dan Pendorong Ekonomi Kreatif Masyarakat di Desa Gumanano Kabupaten Buton Tengah Baharudin, Baharudin; E., Hariyadi; A., Iskandar
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 6, No 1 (2024): Pangea: Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v6i1.9468

Abstract

Tradisi menenun menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM) di Desa Gumanano Kabupaten Buton Tengah perlu untuk terus dilestarikan, namun tantangan yang dihadapi masih terdapat sebagian generasi muda memiliki minat yang rendah dalam mempelajari proses menenun kain tenun khas Buton. Disisi lain kain tenun khas Buton dapat dikembangkan menjadi berbagai produk kreatif yang bertujuan untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat. Adapun tujuan penelitian ini mendeskripsikan proses pembuatan sarun tenun sebagai pewarisan budaya dan upaya pngembangan kain tenun menjadi produk kreatif sebagai upaya peningkatan ekonomi masyarakat. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian adalah pemerintah desa, pengusaha tenun, dan para pengrajin kain tenun Buton. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data terdiri dari lembar panduan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pada tahapan analisis data, data yang dikumpulkan dianalisis dan disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembuatan kain tenun khas Buton di Desa Gumanano masih menggunakan cara tradisional sedangkan bahan benang menggunakan benang buatan pabrik yang diperoleh dari bantuan pemerintah atau dibeli dari toko terdekat. Penggunaan berbagai jenis benang dalam menenun menghasilkan beberapa motif dan tekstur serta haraga yang bervariatif. Selain itu kain tenun Buton memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi beberapa produk kreatif seperti kampurui (ikat kepala), syal, tas, dan gantungan kunci yang memiliki variasi harga. Hal ini menunjukkan bahwa potensi pengembangan kain tenun Buton dapat dikembangkan menjadi produk kreatif lainnya yang dapat meningkat ekonomi masyarakat di Desa Gumanano, Kabupaten Buton Tengah.
Tingkat Partisipasi Masyarakat dalam Menanggulangi Banjir di Desa Nggele Kecamatan Taliabu Barat Laut Kabupaten Pulau Taliabu Poso, Bernadus; Amelia, Rizky Nuri; Safitri, Yuni Andriyani
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 5, No 1 (2023): Pangea: Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v5i1.6762

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam menanggulangi banjir di Desa Nggele Kecamatan Taliabu Barat Laut Kabupaten Pulau Taliabu. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam menanggulangi banjir, tingkat partisipasi masyarakat Desa Ngele cukup bervariasi. Tingkat partisipasi berturut-turut berupa buah pikiran sebesar (90,15%), partisipasi ini dilakukan oleh masyarakat dengan mengadakan kegiatan rapat atau musyawarah yang di hadiri oleh masyarakat, tokoh masyarakat, serta aparat pemerintah, turut serta dalam kegiatan rapat yang diadakan serta memberikan masukan berupa ide atau gagasan mengenai hal yang dapat dilakukan untuk memitigasi banjir. Kedua tingkat partisipasi dalam bentuk tenaga kerja sebesar (89,95%). Partisipasi ini dilakukan dengan cara melaksanakan kegiatan kerja bakti, membersihkan selokan disekitar rumah, membuang sampah pada tempatnya serta menanam pohon. Ketiga partisipasi dalam bentuk harta benda sebesar (86,73%), Partisipasi ini dilakukan dengan mengumpulkan dana untuk pelaksanaan kegiatan menaggulangi banjir pengendali banjir. Keempat partisipasi dalam bentuk keterampilan sebesar (89,16%). Partisipasi ini dilakukan dengan menyumbangkan keterampilan atau keahlian dalam menanggulangi banjir. Kelima partisipasi dalam bentuk sosial (88,44%). Partisipasi ini dilakukan dengan cara melibatkan diri untuk menyebarkan informasi tentang adanya kegiatan dalam menanggulangi banjir.
Analisis Kepuasan Pengunjung Terhadap Ketersediaan Fasilitas Pada Objek Wisata Pantai Akebay Di Pulau Maitara Kota Tidore Kepulauan) Hasbun, Ilga; Tolangara, Abdulrasyid; Adjam, Syarifuddin
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 6, No 2 (2024): Pangea: Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v6i2.9568

Abstract

Objek Wisata merupakan dasar bagi kepariwisataan, tanpa adanya daya tarik disuatu tempat tertentu kepariwisataan sulit untuk berkembang. Fasilitas wisata sangat berpengaruh terhadap kepuasan pengunjung dan perkembangan fasilitas. Selain itu, ketersediaan fasilitas sangat penting untuk tujuan wisata, fasilitas wisata harus disediakan oleh penyedia jasa untuk dinikmati konsumen. Tujuan pada penelitian untuk mengetahui kepuasan pengunjung terhadap ketersediaan fasilitas wisata Pantai Akebay Pulau Maitara, Kota Tidore Kepulauan. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode deskriptif kuantitatif. Untuk teknik pengumpulan dilakukan secara langsung di pantai Akebay dengan cara accidental sampling terhadap pengunjung yang berkunjung ke objek wisata. Hasil penelitian menunjukan bahwa kepuasan pengunjung Objek Wisata Pantai Akebay dilihat dari kesesuaian harapan dengan persentase keseluruhan sebesar 90,8% termasuk kategori sangat puas, minat berkunjung kembali dengan persentase keseluruhan sebesar 84,4% termasuk kategori sangat puas, kesediaan merekomendasikan dengan persentase keseluruhan sebesar 81,3% termasuk kategori puas, fasilitas utama dengan persentase keseluruhan sebesar 88,9% termasuk kategori sangat puas, terhadap fasilitas pendukung dengan persentase keseluruhan sebesar 84,2% termasuk kategori sangat puas, fasilitas pelengkap dengan persentase keseluruhan sebesar 86,4% termasuk kategori sangat puas, untuk jumlah hasil keseluruhan sebesar 86,2% termasuk kategori sangat puas.
Peta Potensi Daerah Rawan Kekeringan di Kabupaten Sikka Berbasis Penginderaan Jauh Hure, Valentino Moat; Rahmawati, Arfita; Pamungkas, Bella Theo Tomi
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 5, No 2 (2023): Pangea: Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v5i2.6948

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui Peta Potensi Daerah Persebaran kawasan bencana kekeringan di Kabupaten Sikka. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan populasi tiga Kecamatan yaitu Kecamatan Kangae, Kecamatan  Paga, Kecamatan Magepanda, dengan menggunakan teknik Nonprobability sampling. Sumber terdiri dari data primer dan sekunder yang dikumpulkan dengan observasi, Studi literatur dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik Deskriptif Kuantitatif, Overlay, dan Parameter Tingkat Rawan Kekeringan. Hasil analisis dalam penelitian menunjukkan bahwa: (1) Hasil Analisis Parameter dapat di ketahui bahwa di Kecamatan Kangae paling dominan untuk kemiringan lereng  berkisar 0- 8 %, solum tanah 5 cm Cm bertekstur halus, Curah hujan 1.324- 1.604 mm dengan tingkat rawan kekeringan tinggi, (2) Kecamatan Paga paling dominan untuk kemiringan lereng  berkisar 8 – 15 %, solum tanah 50 Cm bertekstur halus, Curah hujan 1.145- 1.346  mm dengan tingkat rawan kekeringan tinggi, (3) Kecamatan Magepanda paling dominan untuk kemiringan lereng  berkisar 8 - 15 %, solum tanah 50 Cm bertekstur halus, Curah hujan  1.444- 1.674 mm dengan tingkat rawan kekeringan tinggi.
Pemetaan Tingkat Kerawanan Kebakaran Permukiman Dengan Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis di Kecamatan Ternate Tengah Salampessy, Jihan Safira; Aryuni, Vrita Tri; Safitri, Yuni Andriyani
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 4, No 2 (2022): PANGEA: Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geogafi
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v4i2.6612

Abstract

Ketersediaan ruang terbatas untuk permukiman menyebabkan kepadatan permukiman sehingga beresiko terjadinya kebakaran. Permukiman yang rawan terhadap kebakaran, dicirikan dengan kondisi permukimannya antara lain daerah padat, dengan pola bangunan permukiman tidak teratur, lokasinya jauh dari jalan utama dengan kondisi lebar jalan masuk yang sempit, bahan bangunannya termasuk kategori non permanen sehingga agak mudah terbakar, banyak rumah yang tidak berlangganan listrik ke PLN sehingga dalam pemasangan listrik sembarangan, tidak dilengkapi dengan fasilitas, dan lokasinya jauh dari sumber air (sungai, danau), hidran, dan tandon air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kerawanan kebakaran permukiman di Kecamatan Ternate Tengah. Metode penelitian yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan berjenjang, Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik pengharkatan. berdasarkan hasil penelitian pemetaan kerawanan kebakaran permukiman di KecamatanTernate Tengah termasuk pada tingkat kerwananan sangat rendah dengan luas 338,46 ha sebanyak 44 blokpermukiman, klasifikasi kelas rendah dengan luas 153,67 ha sebanyak 65 blok permukiman dan klasifikasi kelas sedang dengan luas 31,90 ha sebanyak 13 blok permukiman.
Analisis Kejadian Kabut Tebal di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA): Studi Kasus 19-22 Oktober 2023 Annisa, Nindya Sekar; Rohman, Muhammad Faisal; Orleando, Rio Putra; Haryanto, Yosafat Donni
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 6, No 1 (2024): Pangea: Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v6i1.9469

Abstract

Kabut merupakan salah satu fenomena cuaca kekaburan yang dapat mengganggu penerbangan karena mengurangi jarak pandang. Pada tanggal 19-22 Oktober 2023 terjadi fenomena kabut tebal pada Bandara Internasional Yogyakarta. Kabut tebal ini dapat dibuktikan dari data observasi di Stasiun Meteorologi Yogyakarta yang melaporkan adanya kabut dengan fenomena Mist (BR) sepanjang bulan Oktober yang puncaknya terjadi pada tanggal 19-22 Oktober 2023. Kabut tebal yang melanda ini menjadi bukti dari kompleksitas faktor-faktor meteorologi yang saling mempengaruhi. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor yang menjadi pendukung terjadinya pembentukan kabut di lokasi penelitian. Data-data yang digunakan ialah data global berupa data reanalysis suhu permukaan laut dan angin vector dan ditambah dengan data observasi dari Stasiun Meteorologi Klas II Yogyakarta yakni temperature, kelembapan, dan jarak pangan. Kabut tebal ini dipicu oleh adanya pertemuan massa udara panas dari Australia dan massa udara dingin dari Samudera Hindia menjadi salah satu penyebab utama terbentuknya kabut. Ketika dua massa udara ini berinteraksi di atas permukaan laut yang hangat, uap air mulai berkondensasi dan membentuk kabut tebal yang menyelimuti pantai. Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai langkah preventif bagi pihak-pihak terkait untuk terus mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan kabut tebal di Pantai Selatan Yogyakarta serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengurangi dampak negatifnya, terutama dalam menjaga keamanan dan kelancaran operasi penerbangan. 
Pengaruh Jumlah Penghuni Rumah Tangga, Jenis Penggunaan Air, dan Tingkat Pendapatan Terhadap Kebutuhan Air Bersih Bersumber dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Desa Baumata Barat Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang Padeng, Beatrix Bernadetha; Samin, Mikael; Hasan, Muhammad Husain
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 5, No 1 (2023): Pangea: Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v5i1.6770

Abstract

Air telah menjadi kebutuhan vital dalam kehidupan manusia dan ketersediaannya mutlak untuk menunjang keberlangsungan hidup manusia dalam melakukan aktivitasnya di kehidupan bermasyarakat. Air merupakan kebutuhan utama dalam kehidupan sehari-hari Manusia, binatang dan tumbuhan memerlukan air untuk kelangsungan hidupnya. Tujuan peneltian ini untuk (1) mengetahui jumlah penghuni rumah tangga terhadap kebutuhan air bersih, (2) untuk mengetahui jumlah jenis penggunaan air terhadap kebutuhan air bersih (3) untuk mengetahui pengaruh jumlah pendapatan terhadap kebutuhan air bersih. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Baumata Barat Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang dengan jenis penelitian kuantitatif, sampel dalam penelitian ini sebanyak 221 responden pengambilan sampel adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, dokumentasi dan kuisioner, data hasil penelitian diolah menggunakan microsoft excel dan dianilisis menggunakan metode regresi linear berganda dengan program SPSS versi 16.0. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) jumlah penghuni rmah tangga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kebutuhan air bersih dengan nilai signifikan 0,009 0,05 (2) jumlah jenis penggunaan air berpengaruh positif dan signifikan terhadap kebutuhan air bersih dengan nilai signifikan sebesar 0,006 0,05 (3) jumlah pendapatan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kebutuhan air bersih dengan nilai signifikan sebesar 0,737 0,05.
Estimasi Bidang Patahan Gempabumi Mentawai 25 Oktober 2010 Menggunakan Metode Scalling Law Taufik, Taufan; Yullatifah, Alghani
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 4, No 2 (2022): PANGEA: Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geogafi
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v4i2.6608

Abstract

Gempabumi terjadi di Kepulauan Mentawai, Indonesia pada tanggal 25 Oktober 2010 jam 14:42 WIB dengan kekuatan 7.7 dan menyebabkan terjadi tsunami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui estimasi bidang patahan yang disebabkan oleh gempabumi dengan magnitudo 7.7. Hasil pemodelan dengan menggunakan TUNAMI-N2 dibandingkan dengan data observasi tide gauge. Pemodelan menggunakan TUNAMI-N2 menggunakan metode Scalling Law sebagai data inputan.Inputan parameter yang digunakan diperoleh dari Global CMT, data SRTM dan data GEBCO. Fitting antara Scalling Law dengan datarekaman tide gauge Padang dengan nilai RMSE sebesar 0,1131 dan nilai korelasi sebesar 0,4876 pada scalling3. Fitting dengan tide gauge Tanahbala nilai RMSEnya sebesar 0,2165 dan nilai korelasinya sebesar 0,2140 ada pada scalling2. Fitting dengan tide gauge Teluk Dalam nilai RMSE sebesar0,0362 dan nilai korelasinya sebesar 0,5917 ada di scalling2.
Dampak Keberadaan Pertambangan PT.IWIP Terhadap Masyarakat Di Desa Lelilef Sawai Kecamatan Weda Tengah Kabupaten Halmahera Tengah Hairil, Wahyuni; Robo, Tamrin; Adjam, Syarifuddin
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 6, No 2 (2024): Pangea: Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v6i2.9569

Abstract

Pertambangan merupakan salah satu aktivitas yang memanfaatkan sumber daya alam. Pemanfaatan sumber daya alam ini dapat dilakukan dengan pencairan, penggalian atau bahkan peledakan guna memperoleh hasil tambang yang diharapkan. Kegiatan pertambangan banyak dilakukan pada kawasan hutan yang memiliki potensi, bahkan sejumlah kawasan pertambangan telah mengubah fungsi hutan menjadi ka wasan kematian meskipun terdapat upaya pelestarian fungsi lingkungan hidup namun tidak seimbang. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) merupakan Kawasan Industri terpadu untuk pengolahan logam berat yang berlokasi di Desa Lelilef, Kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara. Berdiri pada 30 Agustus 2018, IWIP merupakan: Proyek Prioritas Nasional berdasarkan PERPRES No. 18 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020-2024 dan Berstatus sebagai Obyek Vital Nasional berdasarkan Keppres No. 63 Tahun 2004. Terdapat beberapa dampak yang ditimbulkan akibat adanya perusahan, pertama dampak ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan di masyarakat Desa Lelilef Sawai dimana perusahaan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), setelah beroperasi lebih memberikan dampak positif dari segi ekonomi yaitu dapat mempekerjakan masyarakat yang tadinya belum memiliki pekerjaan atau menganggur, ada juga dampak dari segi sosial yaitu sering terjadinya keributan seperti perkelahian antara suku. ada juga dampak secara lingkungan yaitu kerusakan hutan yang diakibatkan aktivitas pertambangan yang membuat sebagian besar hutan Desa Lelilef Sawai mengalami kegundulan yang dapat menyebabkan banjir ketika hujan deras, selain itu dampak negatif yang terjadi di Desa Lelilef Sawai yang sering terjadi yaitu terdapat banyak debu apabila terjadinya musim kemarau.
Kajian 3A dalam Pengembangan Wisata AE Wau di Desa Nggela Kecamatan Wolojita Kabupaten Ende Teku, Oiys Marteiro
Pangea : Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi Vol 5, No 2 (2023): Pangea: Wahana Informasi Pengembangan Profesi dan Ilmu Geografi
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pangea.v5i2.6975

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui dan mengkaji faktor 3A ( atraksi, amenitas,dan aksesibilitas). Dalam pengembangan wisata Ae Wau. (2) Untuk mengetahui dan mengkaji faktor pendukung dan penghambat gambaraan 3A dalam penngembangan wisata Ae Wau. Jenis penelitian ini adalah survey deskriptif kualitatif, untuk mendapatkan data yang diperlukan peneliti menggunakan sumber data yaitu data primer dan data sakunder. Teknik pengambilan data menggunakan metode observasi, metode wawancara, dan metode dokumentasi, responden dalam penelitian ini adalah pemerintah daerah dalam hal ini adalah Dinas Pariwisata Kabupaten Ende, Kepalah Desa Nggela,masyarakat lokal, pengelolah dan pengunjung. Peneliti menggunakan alur dan teknik analisis data, reduksi data,penyajian data, penarikan kesimpulan/ verivikasi. Hasil penelitian (1) Wisata Ae Wau wisata terapi wisata ini memiliki atraksi alam berupa kandungan air dalam kolam permandian dapat menyembukan segalah jenis penyakit kulit.dalam konsep gambaran 3A ( atraksi, amenitas, dan aksesibilitas) wisata Ae Wau sudah memdai namun kurang lengkap. Dalam atraksi ( daya tarik) wisata Ae Wau memiliki daya tarik budaya dan daya tarik alam. Daya tarik budaya meliputi kebudayaan yang sangat kental seperti pada masyarakat lokal di Desa Nggela dan dilihat dari tradisi dan adat istiadat disitu. Amenitas ( fasilitas-fasilitas guna memenuhi wisatawan ) sudah memadai namun kurang lengkap. Pengelolah memperhatikan kelayakan kebersihan serta kenyamanan yang ada di sekitar tempat wisata. Aksesibilitas dalam wisata Ae Wau juga cukup memperhatikan .(2) Faktor pendukung, pengembang wisata Ae Wau datang dari pengunjung, pengelolah,dan sumber daya yang tersedia serta daya tarik yang ada diwisata tersebut. Faktor penghambat dari akses jalan.

Page 8 of 10 | Total Record : 96